Ada 7 Koramil Di 10 Kecamatan, Jelang Pemilu 2024 Kodim 0625/Pangandaran Akan Lakukan Pemetaan

Letkol. Inf. Indra Mardianto Subroto, M.I.P, 

PANGANDARANNEWS.COM
- Walau jumlah Komando Rayon Militer (Koramil) yang ada di Kabupaten Pangandaran masih belum ada di setiap kecamatan, namun hal ini tidak mengurangi semangat dalam bertugas.

Demikian ditegaskan Dandim 0625/Pangandaran Letkol. Inf. Indra Mardianto Subroto, M.I.P, kepada PNews usai ramah-tamah dengan sejumlah awak media, bertempat di Makodim.(27/09)

Dandim mengatakan, saat ini masih ada satu Koramil yang membawahi dua kecamatan, seperti Koramil Padaherang dengan Mangunjaya, Koramil Pangandaran dengan Sidamulih dan Koramil Cijulang dengan Kecamatan Cimerak.

"Mudah-mudahan ke depan bisa satu kecamatan satu koramil," ungkap Dandim.

Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya Kodim 0625/Pangandaran yang mempunyai peran dalam sektor pertahanan dan keamanan, kata Dandim, tentunya harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat.

"Artinya walau masih ada 7 koramil untuk 10 kecamatan, kami tetap berkomitmen untuk keamanan masyarakat," tegasnya.

Disoal persiapan menjelang pesta demokrasi tahun 2024 mendatang, Dandim menuturkan, pihaknya tentu akan membuat pemetaan karena harus ada penambahan anggota di koramil yang saat ini masih membawahi dua kecamatan. Contohnya, anggota Koramil Parigi nantinya akan diperbantukan ke Koramil Cijulang yang mempunyai dua wilayah pengamanan dan seterusnya.

"Tentunya panugasan personil ini akan dipetakan atau disesuaikan dengan domisili anggota di masing-masing koramil," jelasnya.(hiek)

Diduga Bandar Besarnya Berhasil Kabur, Satreskrim Polres Pangandaran Amankan Pemburu BBL di Perairan Bojongsalawe


PANGANDARANNEWS.COM
- Maraknya penangkapan baby lobster yang dilakukan oleh nelayan di pantai Pangandaran saat ini semakin memprihatinkan keberlangsungan dan keberadaan satwa laut bernilai ekonomi tinggi ini, hal ini tentu menjadi perhatian Pemkab Pangandaran.

Seperti baru-baru ini, Satreskrim Polres Pangandaran pun berhasil mengamankan sejumlah pemburu Benih Bening Lobster (BBL) di perairan Bojongsalawe Kecamatan Parigi.

Kasatreskrim Polres Pangandaran AKP Herman membenarkan, pihaknya beberapa hari lalu (23/09) berhasil mengamankan pemburu BBL di kawasan pantai Bojongsalawe.

Kata Herman, setelah mendapat laporan adanya aktifitas perburuan BBL oleh sejumlah nelayan, pihaknya pun langsung mengamankan beberapa nelayan tersebut.

"Kami amankan para nelayan tersebut saat mereka sudah mendaratkan perahunya dan sejumlah barang bukti BBL," jelasnya.(25/09)

Jumlah BBL yang berhasil diamankan Polres Pangandaran, terang Herman  sebanyak 500 ekor, dan untuk itu pihaknya pun hanya melakukan pembinaan.

Herman menyebut, saat ini pihaknya mengincar para bandar atau mafia besar pemain BBL berdasarkan dari keterangan para nelayan ini, dan saat ini sebagian nelayan pun sudah dilepaskan.

Tak hanya mengamankan sejumlah barang bukti, menurut Herman Polres Pangandaran pun gencar menyosialisasikan terkait larangan penangkapan BBL di perairan manapun.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa penangkapan BBL ini dilarang jika bukan untuk pembudidayaan, ini sesuai peraturan menteri kelautan dan perikanan.

"Kami akan melakukan penindakan jika masih ada laporan masuk terkait dengan penangkapan BBL ini," tegasnya. 

Hal senada disampaikn Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Sarlan, menurutnya diduga yang diamankan merupakan bandar kecil, sementara bandar besarnya sudah lari keluar Pangandaran.

Namun Sarlan mengaku sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Polres Pangandaran yang sigap mengamankan sejumlah pemburu BBL.

"Mudah-mudahan ini bisa berkesinambungan tidak hanya berhenti begitu saja," ucapnya.

Menurutnya, saat ini sudah ada atensi dari  Polda Jawa Barat soal penindakan perburuan BBL atau Baby Lobster.

"Dan sepakat untuk menyikapi perburuan baby lobster ini," ungkap Sarlan.(hiek)

Akibat Banyak Nelayan Transaksi Di Luar TPI, PAD Pemkab Pangandaran Alami Kerugian Hingga 70%


PANGANDARANNEWS.COM
- Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPP) melakukan razia ke sejumlah bakul atau pengepul ikan yang dilakukan di dua lokasi, di kawasan pantai timur dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran. (26/09)

Tak main-main, dalam razia ini Pemkab Pangandaran pun melibatkan anggota TNI Angkatan Laut, Sat Polairud Polres Pangandaran dan Subdenpom III/2-4 Banjar.

Seperti disampaikan Kepala DKPP Kabupaten Pangandaran, Sarlan, saat dijumpai di lokasi, operasi atau razia terhadap pengepul ikan (bakul) ini bertujuan dalam rangka pengawasan dan pembinaan kepada sejumlah nelayan yang menjual hasil tangkapannya tidak melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sudah ditentukan.

Sebelum razia ini dilaksanakan, Sarlan mengatakan, pihaknya juga telah melakukan beberapa tahapan, antara lain sosialisasi dan pembinaan bahwa siapa pun yang bertransaksi di kawasan Pelabuhan PPI Cikidang harus bertransaksi di TPI. Pasalnya, dari sejumlah bakul yang ada di Pangandaran, hanya beberapa bakul yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan  ke TPI dan hanya sekitar 15 orang saja yang menjual ikan hasil tangkapannya ke TPI.

"Artinya ada kebocoran pendapatan asli daerah sekitar 60-70 persen," terang Sarlan.

Seperti yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 38 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati, jelas Sarlan, nelayan
tidak boleh bertransaksi di luar TPI.

SARLAN

Ia menambahkan, dari target pendapatan dari hasil tangkapan ikan laut tahun 2023 sebesar Rp2,3 miliar,  hingga bulan Agustus ini baru terealisasi sebesar Rp700 ribu yang diproleh dari sekitar  2 ribu nelayan yang sudah menjadi anggota koperasi di Pangandaran.

"Padahal kalau mereka mau menjual ikannya ke TPI, harganya bisa relatip lebih tinggi dibanding menjual ke bakul atau pengepul," ujarnya.

Sementara menurut salah seorang nelayan asal Desa Babakan, Dian (35), ia mengaku terpaksa menjual hasil tangkapannya ke bakul atau pengepul dengan alasan untuk menyelamatkan ikan yang baru saja ditangkap di laut.

Pasalnya, terang Dian, saat pulang dari laut itu malam hari sedangkan TPI sudah tutup dan tidak ada es batu, maka untuk lebih cepat menjualnya saat ikan masih segar, terpaksa ia jual ke bakul.

"Saya berharap ada pegawai yang selalu standby di TPI mulai dari pagi hingga malam hari, sehingga kami bisa menjual hasil tangkapan ini kapan saja," ungkapnya.

Saat diminta tanggapan terkait keluhan nelayan ini, DKPP Kabupaten Pangandaran berjanji akan mengoperasikan TPI selama 24 jam sehingga diharapkan tak ada lagi alasan nelayan untuk menjual hasil tangkapannya di luar TPI. (hiek)

Bakti Sosial Dan Donor Darah KODIM 0625/Pangandaran Warnai HUT TNI Ke 78


PANGANDARANNEWS.COM
-  Masyarakat menyambut antusias kegiatan bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis dan donor darah yang dilaksanakan Kodim 0625/Pangandaran dalam rangka peringatan Hut TNI ke 78, bertempat di Makodim 0625/Pangandaran, Jalan Raya Cigugur Parigi Kabupaten Pangandaran. (24/09)

Selain dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0625 Pnd Mayor Czi Budi Arianto, dalam HUT TNI Ke 78 Tahun 2023 yang bertema “TNI Patriot NKRI Pengawal Demokrasi Indonesia Maju, juga dihadiri seluruh Danramil, jajaran Kodim, Denkesya, Persit Kartika Chandra Kirana cabang XLVIII Dim 0625/Pangandaran, PMI pangandaran, Puskesmas Selasari, Perwakilan Veteran, FkPPI,PPM, GMBI serta masyarakat.


Dalam sambutannya Dandim 0625/pnd Letkol Inf Indra Mardianto Subroto, M.I.P yang diwakili Kepala Staf (Kasdim) Kodim 0625/Pangandaran Mayor Czi Budi Arianto menyamapikan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu wujud kecintaan TNI kepada masyarakat. Karena TNI berasal dari rakyat, dan jika sudah purna tugas tentu akan kembali kepada rakyat.

"Mari kita saling peduli satu dengan lainnya, sehingga tali silahturahmi akan terjalin erat sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat akan terwujud,” ucapnya. (hiek)

Isi Hut TNI ke 78 KODIM 0612/Tasik Gelar Olahraga Bersama dan Baksos Kesehatan


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Bertempat di Lapangan Wingdik 600/Kal Tasikmalaya, dalam rangka Peringatan HUT Ke 78 TNI Tahun 2023 Kodim 0612/Tasiklamaya melaksanakan kegiatan olahraga bersama yang dilanjutkan dengan bhakti sosial kesehatan bertempat di RS Rumkitban Galunggung.

Turut hadir di antaranya Ketua Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya H. Murjani, S.E, MM, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya  dari fraksi PPP H. Apip Ifan Permadi S.Pd, M.IPOL, ,PJ walikota yang diwakili Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan politik Drs.Maman Rohman  Setiadi, Msi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Femi Irvan Nasution, Sh., Mh, Danwingdik 600/Kal  Wingdikkal Kolonel Kal Bambang Witono beserta Ibu,

Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf  Henra Sukmadjidibrata, S.I.P beserta Ibu, Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Adi Putra Buana,S.H.,M.I.Pol beserta ibu 

,Danbrigif Raider 13/I/Kostrad diwakili Pasi Binpers Kapten Inf. Rendi, Kapolres Tasikmalaya Kota yang diwakili Wakapolres Kota Tasikmalaya Kompol Dhoni Erwanto Ssi,. Sik,. MH,. Mik, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Asep Gunadi .S.Sos, Kasubgar 0612/Tasikmalaya Mayor Adm Henky Dwi Yudha Prayoko, Wakil Bank BI Wasis, Para Pasi, Danramil dan perwakilan  anggota 0612/Tasikmalaya.(24/09)

Selain diisi dengan kegiatan olahraga dan bakti sosial kesehatan dalam kegiatan Hut TNI yang mengambil tema "TNI Patriot NKRI Harga Mati Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju" juga  untuk membuktikan sinegritas TNI dan Polri serta silaturahmi antar Forkopimda dan.


Seperti disampaikan Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf  Henra Sukmadjidibrata, S.I.P, kegiatan bakti sosiaal kesehatan ini bertujuan untuk membuktikan Kecintaan dan kepedulaian TNI kepada masyarakat serta untuk membantu dalam pengobatan secara geratis dan donor darah untuk memenuhi kebutuhan darah di PMI, sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa memanfaatkannya. 

Dandim berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin oleh Kodim 0612/Tsm dan insansi lainnya, sehingga bisa membantu kesehatan masyarakat khususnya di wilayah Kota-Kabupten Tasikmalaya.

"Kegiatan seperti ini sangat positif untuk kebaikan masyarakat,  dan masyarakat mudah-mudahanbisa merasakan manfaatnya," ujar Dandim. (anwarwaluyo)

Berniat Menangkap Udang Lobster 4 Nelayan Cilacap Tenggelam Di Pantai Karapyak Pangandaran, 1 Orang Belum Ditemukan

i

PANGANDARANNEWS.COM
- Sebuah perahu nelayan asal Karanganyar Kabupaten Cilacap Jawa Tengah terbalik di pantai Karapyak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, satu nelayan dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut.

Dari informasi yang diperoleh,  peristiwa itu terjadi pada Sabtu tanggal 23 Setember 2023 sekitar pukul 05.12 WIB.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP Sugianto membenarkan, perahu yang terbalik tersebut diduga tak sempat menghindar terjangan ombak besar Pangandaran sehingga terhempas dan karam.

"Perahu yang karam tersebut milik nelayan asal Cilacap Jawa Tengah," terang Sugianto.(23/09)

Kata Sugianto pihaknua menerima kejadian ini sekitar  pukul 07.00 WIB, dan saat ini potensi SAR sedang melakukan evakuasi para nelayan yang ada dalam perahu," ucapnya.

Perahu nelayan dengan nama Pangeran Laut ini, kata Sugianto, berisi empat awak, diantaranya Faisal (32), Abi (35), Kanto (37) dan Mimang (37).

"Dari keempat awak perahu ini, tiga nelayan selamat dan satu masih dalam pencarian," jelasnya.

Sugiatanto mengatakan, tiga dari nelayan 4 orang diantaranya atas nama Faisal, Abi dan Kanto berhasil menyelamatkan diri namun nelayan atas nama Mimang saat ini masih dalam proses pencarian, dan saat ini ketiga nelayan yang selamat sedang mendapat perawatan di Puskesmas Kalipucang.

"Sementara proses pencarian nelayan bernama Mimang masih terus melakukan pencarian," ungkap Sugianto.

Lebih lanjut Sugianto menjelaskan, keempat nelayan hendak mencari lobster di laut Karapyak Pangandaran. Berangkat dari Kampung Laut sekitar pukul 05.00 WIB dengan
waktu perjalanan dari Kampung Laut ke Pantai Karapyak sekitar satu jam, tepatnya lokasi di Batu Meja pantai Karapyak.

Setelah sampai di lokasi Batu Meja mereka lalu memasang jaring udang lobster, namun saat baru sampai dan hendak mengangkat jaring tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam perahu hingga mengakibatkan terbalik. Namun saat perahu terbalik, tekong dan ABK pun berusaha menyelamatkan diri berenang ke pantai.

"Namun 3 orang crew berhasil menyelamatkan diri sementara  satu orang tekong atas nama Mimang sampai sekarang belum ditemukan dan masih dalam pencarian," pungkasnya.(hiek)

Kodim 0265/Pangandaran Gelar Acara Pisah Sambut, Indra Mardianto Gantikan Yusuf Andriyanto


PANGANDARANNEWS.COM
  - Bertempat di Makodim di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi, hari ini Kodim 0265/Pangandaran adakan acarap isah sambut Dandim 0625/Pangandaran dari Letkol. Arm Yusuf Andriyanto, SE kepada Letkol. Inf. Indra Mardianto Subroto, M.I.P.(22/09)

Di depan tamu undangan yang hadir, dalam sambutannya Yusuf Andriyanto dengan terharu dan berkaca kaca menyampaikan, saat menjalankan tugas di Kabupaten Pangandaran dan menjadi Dandim yang pertama, ia mengaku banyak pengalaman yang menyenangkan, baik bersama Forkopinda atau pun dengan masyarakat.

"Alhamdulillah selama saya bertugas di Pangandaran komunikasi dan koordinasi bersama instansi lainnya terjalin dengan baik, begitu juga dengan seluruh komponen masyarakat," ungakapnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, mengatakan, hanya sekitar satu tahun lebih bisa bersama Dandim pertama Pangandaran. 

Padahal menurut Jeje, ia masih senang bekeeja-sama dengan Yusuf Andriyanto, namun karena ia harus bertugas di tempat lain maka harus rela berpisah walau bersedih.

"Ibaratnya sedang sono-sononya, tiba-tiba harus alih tugas, namun karena ini adalah satu pembinaan dan menjadi tugas maka saya ucapkan selamat bertugas ditempat yang baru ," kata Jeje.

Atas nama masyarakat Jeje juga menyampaikan terimakasih selama bersama-sama membangun Kabupaten Pangandaran, dan tentu segala kebaikan dan kerja kerasnya akan dikenang oleh seluruh masyarakat.

 "Kita doakan agar Pa Yusuf  bisa berkarier dengan baik," ucap Jeje.

Seperti diketahui, jabatan Dandim yang semula dijabat Letkol ARM Yusuf Andriyanto S.E di gantikan oleh pejabat Dandim Letkol INF Indra Mardianto Subroto S.IP., M.IP yang merupakan seorang perwira menengah TNI AD dari lulusan SEPA PK TNI tahun 2004. 

Letkol INF Indra Mardianto Subroto merupakan pria kelahiran Cimahi 23 Maret 1979, setelah dilantik menjadi perwira angkatan darat awal karirnya berkiprah di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mulai dari menjabat Komandan Peleton di grup 1 Kopassus, ADC Wakasad, Komandan Detasemen di Batalyon grup 3 sandi Yudha Kopassus.

Ia juga pernah bertugas di Pusdiklatpassus Batujajar, dan terakhir sebagai Komandan Sekolah Calon Bintara di Rindam XVIII /Kasuari sebelum mendapatkan surat perintah (sprint) sebagai Dandim 0625/Pangandaran. 

Pengalaman Letkol inf Indra Mardianto Subroto sebagai perwira infanteri baret merah ini pernah melaksanakan penugasan diantaranya satgas Pamtas RI-PNG, Satgas Cegah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Satgas Pembebasan Sandra Pilipna Selatan, Latma dan India.

Dalam penjelasan singkatnya setelah acara sertijab, Letkol Inf Indra MS yang biasa disapa “Moro” menyampaikan, dalam menjadi Dandim 0625 Pangandaran ia mengatakan akan meneruskan program pejabat sebelumnya serta memperbaharui sedikit demi sedikit baik kemampuan sumber daya maupun pembangunan fasilitas Kodim, sehingga ke depannya mampu sejajar dengan Kodim lainnya dijajaran Kodam III/siliwangi.

"Mengingat keberadaan Kodim 0625/Pangandaran terbilang masih muda," ungkapnya.(Tn)

Walau Belum Diresmikan, Taman Dadaha Kota Tasik Langsung Dipadati Pengunjung


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Walau masih dalam proses pembangunan, taman yang ada di Dadaha Kota Tasikmalaya sudah ramai didatangi pengunjung.

Seperti disampaikan pengunjung asal Ciamis, Dedi, berburu mencari wisata murah bisa menjadi alternatif untuk melepas penat di ahir pwkan karena sibuk bekerja pada hari-hari lainnya.

Dedi mengaku berawal dari temannya yang memberitahu serta merekomendasikan adanya taman baru di Kota Tasikmalaya, tepatnya di kawasan Taman Dadaha.

"Saya pun langsung mengajak keluarga untuk datang kesana," ungkapnya.(21/09)

Kata Dedi,  memang biasa terjadi jika ada tempat main baru pasti akan langsung ramai pengunjung. Namun jika sudah lama, pengunjung pun semakin berkurang. 

"Mudah-mudahan masyarakat Kota Tasikmalaya dan pengunjung lainnya bisa menjaga serta merawatnya, terutama menjaga kebersihannya," ucap Dedi.  


Dari pantauan PNews, memang benar sejak pagi hari hingga menjelang sore bahkan sampai malam hari taman tersebut banyak dikunjungi masyarakat.

Di area taman Dadaha ini juga dilengkapi dengan taman bermain untuk anak-anak, sehingga membuat suasana semakin ramai.

Walau belum diresmikan, ternyata taman Dadaha ini sangat diminati warga dan mereka mengaku senang dengan adanya taman Dadaha ini, karena selain tanpa biaya masuk di taman Dadaha ini bisa menjadi wahana bermain anak.(anwarwaluyo)


 

Festival Yanlik, Upaya Pemkab Pangandaran Tingkatkan Layanan Masyarakat


PANGANDARANNEWS.COM
- Upaya perbaikan pelayanan publik di Kabupaten Pangandaran terus dilakukan secara berkesinambungan, salah satunya dengan memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat.

Seperti disampaikan Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, ia menjelaskan, program pestival ini merupakan salah satu bentuk pelayanan publik untuk mempermudah pelayanan dan membuka akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat.

Dalam proses pelayanan publik ini, kata Dodo, petugas datang langsung baik dengan cara jemput bola atau turun langsing ke tiap-tiap kecamatan.

"Seperti sekarang yang dilalsanakan di Kecamatan Mangunjaya," kata Dodo kepada sejumlah wartawan saat menghadiri Program Festival  Layanan Piblik ( YANLIK ), bertempt aula Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya. (21/09)

Dodo mengatakan, dalam kegiatan ini Pemkab Pangandaran melibatkan 6 dinas, diantaranya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas KB, Dinas Kesehatan, Perajakan PBB (Bapenda), Dinas Perijinan, dan kantor Samsat (Bapenda Provinsi Jawa Barat).

Ia menambahkan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan, apalagi sekarang dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 11 yang rencananya akan di gelar di lima titik yang dibagi di setiap wilayah daerah pemilihan (dapil)

"Program ini merupakan program bupati Kabupaten Pangandaran," ucapnya. (Tn)

Meriahkan HUT RI ke 78 Ketua DPRD Pangandaran Hadiri Jalan Sehat Desa Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM
  – Dalam rangka ikut meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke 78 Republik Indonesia, tampak ribuan masyarakat mengikuti Jalan Sehat  Desa Pangandaran, yang turut

dihadiri Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin,H.M.M beserta Istri, Kepala Desa Pangandaran Adi Fitriadi, Ketua TP PKK Hj Ida Nurlaela Wiradinata,  owner perusahaan property Green Villas Pangandaran dan ribuan warga Pangandaran, bertempat di Lapang Baru Samudera Parapat Pangandaran.(26/08)

Usai kegiatan Asep Noordin,H.M.M mengaku  bangga melihat antusias para peserta jalan sehat tahun ini, dan ia pun berharap kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan beragam hal positif.

“Contohnya  ya seperti jalan sehat ini,” kata Asep.harapnya.

Menurutnya dengan kesuksesan kegiatan Jalan Sehat yang diprakarsai oleh Pemdes Pangandaran kerjasama dengan pihak-pihak pendukung, Asep mengaku sangat mendukung serta berterimakasih kepada seluruh peserta jalan sehat  dan elemen masyarakat lainnya. 

Alhamdulillah jalan sehat pagi ini sangat luar biasa, ini terlihat dari antusias para peserta yang mengikuti kegiatan ini, semoga semangat ini menjadi spirit bagi kita untuk mengisi kemerdekaan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Pangandaran, Adi Fitriadi mengatakan, kegiatan jalan sehat dengan rute sejauh 3 Kilometer dan mengambil lokasi di wilayahnya ini rutin digelar setiap perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kata Adi, ini merupakan kegiatan rutin Pemdes Pangandaran di HUT RI yang bertujuannya untuk olah raga bersama dan memeriahkan Agustusan.

Selain dalam rangka memeriahkan hari kemrdekaan, moment ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan warga. 

“Panitia juga menyediakan berbagai door prize menarik untuk peserta yang didukung penuh oleh Green Villas Pangandaran,” terangnya. (hiek)


Terkait Perda Pajak Dan Retribusi, Pandum Fraksi PPP DPRD Pangandaran Layak Untuk Disahkan Pada Tahap Selanjutnya


PANGANDARANNEWS.COM
– Dalam Rapat Paripurna DPRDPangandaran beberapa waktu laluFraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran memberikan Pandangan Umum (pandum) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, yang dibacakan Ketua Fraksi PPP, Asikin.(18/08)

Menurut Asikin, Perda merupakan landasan dan instrumen yuridis penting dan strategis bagi Pemerintah Daerah dalam menjalankan roda Pemerintahan dan pembangunan daerah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan tersebut harus memiliki dasar hukum di antaranya Peraturan Daerah (Perda).

Sebuah Perda, imbuh Asikin,  tidak hanya berfungsi untuk mengatur masyarakat namun juga memiliki fungsi strategi dari sebuah produk Perda antara lain untuk memberikan perlindungan terhadap hak rakyat dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

“Kami dari Fraksi PPP telah mencermati, mempelajari dan mengamati pemaparan dari Bupati Pangandaran tentang Perda tentang pajak daerah dan retribusi daerah,” jelas Asikin.

Kata Asikin Fraksi PPP memberikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pajak daerah dan retribusi daerah dan agar pengelolaan keuangan daerah yang baik maka harus taat asas dan filosofi, kebijakan politik anggaran yang berpihak pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Akuntabilitas harus menjadi tatanan dari setiap upaya untuk melakukan perubahan dan pembinaan yang lebih baik dan optimal, akuntabilitas tersebut termasuk dalam perbaikan dan pengelolaan pengelolaan keuangan daerah.

“Kami memandang perlu adanya kepastian hukum dan legal standing sebagai payung hukum dalam penentuan arah dan kebijakan daerah termasuk di dalamnya tentang kepastian hukum arah kebijakan fiskal daerah meliputi bidang perencanaan anggaran dan pengalokasian anggaran yang tentunya tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi,” tegasnya.

Berdasarkan pemikiran yang matang, komprehensif dan menyeluruh maka fraksi persatuan menyetujui Raperda Kabupaten Pangandaran tentang Raperda tentang pajak daerah dan retribusi daerah ini dan layak untuk disahkan pada tahap selanjutnya.

Perda Pajak dan Retribusi Daerah ini, menurutnya, merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting untuk digunakan guna membiayai penyelenggaraan Pemerintah Daerah untuk memantapkan otonomi daerah yang luas dan nyata juga bertanggung jawab. Dan pajak daerah ini dipungut berdasarkanPERDA dan Undang-undang sehingga pajaknya dapat dipaksakan kepada subjek pajaknya.

“Pajak dan retribusi daerah ini merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah,” ungkapnya.(hiek)


Ketua DPRD Pangandaran Sebut Penerbangan Kertajati-Nusawiru Akan Dongkrak Ekonomi Pangandaran

Asep Noordin HMM

PANGANDARANNEWS.COM
- Rencana pembukaan penerbangan dari Bandara Kertajati ke Bandara Nusawiru Kabupaten Pangandaran akan berdampak luar biasa pada kunjungan wisatawan, yang selanjut juga akan berimbas pada perekonomian warga 

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kab Pangandaran Asep Noordin kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat paripurna di gedung DPRD, menurutnya membuka penerbangan baru dari Kertajati ke Nusawiru merupakan langkah strategi pemerintah yang sangat baik.

Asep mengatakan, dalam strategi dalam pengembangan sebuah destinasi wisata ada tiga ppaktor penujang, diantaranya  ada atraksi, amenitas dan aksesibilitas. 

“Dan dalam hal ini Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan BIJB Kertajati memiliki sudut pandang yang sama dengan membangun aksesibilitas," ucapnya.(28/08)

Bukan hanya akses darat saja, Asep menilai, ini juga akan membangun akses udara seperti membuka penerbangan dari Kertajati ke Nusawiru,untuk memudahkan wisatawan datang ke Pangandaran begitu sangat penting.

"Saya kira dengan membuka penerbangan skala nasional saja, pariwisata Pangandaran akan terangkat dengan baik," imbuhnya.

Dngan perkembangan aksesibilitas ke Kabupaten Pangandaran, Ia juga berharap adanya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai sarat mutlak pengembangan daerah pariwisata, Tiga S yaitu senyum, sapa dan salam harus ada. lalu yang tak kalah penting alamnya juga harus dijaga agar lestari. 

Konsep pembangunannya pun menurutnya harus berwawasan ekologi, masyarakat maupun seluruh stakeholder juga harus dibangun untuk meningkatkan pelayanan prima terhadap wisatawan sehingga masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat ekonominya.

Kata Asep ada sekira 4 hingga 5 juta jumlah kunjungan wisata ke Pangandaran yang mayoritas pengunjung yang sama, sehingga ingin menarik mereka dengan jumlah yang banyak salah satunya dengan even atraksi yang berskala nasional. Dan impact atau pengaruh dari adanya penerbangan Kertajati Nusawiru akan terasa begitu kentara, untuk geliat ekonomi juga akan sangat  terpengaruh..

“Mereka yang punya kepentingan bisnis di pangandaran  juga akan lebih dipermudah aksesnya,” ungkap Asep.(hiek)


DPRD Kabupaten Panfandaran Dorong Pemda Prioritaskan Penanganan Limbah Hotel Dan Restoran


PANGANDARANNEWS.COM
– Masalah limbah khususnya yang ada di kawasan wisata memang harus segera ditangani, Pantai Pangandaran ini yang dijual salah satunya karena keindahan pantai dan area berenang.  Sehingga jika aliran limbahnya tidak segera ditangani, maka hal ini bisa mempengaruhi wisatawan yang datang berkunjung.

Seperti disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran Asep Noordin HMM, ia meminta kepada Pemkab Pangandaran untuk menuntaskan soal limbah hotel dan sekitar kawasan wisata pantai.

Asep mengatakan, hal itu bisa dikaitkan dengan regulasi tentang bangunan gedung yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 21 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung terkait sanitasi, ipal, dan sertifikat layak fungsi.

"Perda ini memang direkomendasikan pada usaha perhotelan maupun restoran yang harus mempunyai Instalasi Pembuangan Limbah (red-IPAL)," kata Asep, usai mengikuti upacara HUT RI ke 78 di alun;alun Parigi.(17/08)

Menurutnya saluran air yang ada di pantai Pangandaran tidak sesuai fungsinya, krena ia mempunyai pungsi utamanya untuk saluran air hujan. Akan tetapi saluran itu dimanfaatkan untuk pembuangan limbah oleh hotel dan restoran sehingga menjadi tercemar, dan hal ini Ini harus jadi perhatian pemda.

Asep juga meminta Pemda Kabupaten Pangandaran bertindak tegas untuk melakukan langkah-langkah penanganan limbah di pantai, karena sangat ironis disatu sisi gencar menjual pantai dan laut untuk berenang namun pada sisi alinnya saluran air limbah ini mengalir ke pantai.

Asep juga mengatakan, sebetulnya ada 6 titik pembuangan limbah di pantai Pangandaran yang bermuara ke laut, sementara di zona berenang ada 3 titik. Dan ini bukan hanya kotor tetapi sudah berbau menyengat dan dikhawatir laut pun dicemari ekoli.

“Dalam hal ini DPRD mendukung pemerintah untuk melakukan langkah-langkah penertiban," katanya.

Kendati demikian, Asep menilai  DED Ipal sementara sudah dibuatkan di setiap saluran air yang bermuara ke pantai, namun karena masalah anggaran sebelum pandemi tahun 2019, perencanaannya pun jadi tertunda.

"Namun karena hal ini menjadi sebuah persoalan atau isu yang bisa mempengaruhi wisatawan, maka pengolahan limbah ini harus menjadi program prioritas untuk dilaksanakan pemda," tegasya.(hiek)


Pada Rapat Paripurna Dengan DPRD, Bupati Pangandaran Sampaikan Laporan Rancangan Kebijakan KUA PPAS Tahun 2024


PANGANDARANNEWS.COM 
– Bertemmpat di ruang paripurna, DPRD Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu menggelar Rapat Paripurna dalam agenda penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2024 yang disampaikan Bupati Pangandaran.(04/08)

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyampaikan, pelaksanaan program kerja tahunan pemerintah daerah yang berkesinambungan dan berkeadilan merupakan salah satu wujud dalam upaya pencapaian visi Kebupaten Pangandaran. 

Tahapan awal proses penganggaran atas perencanaan tahunan ini, kata bupati, adalah penyepakatan Kebijakan Umum Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2024 antara Pemerintah Daerah dengan DPRD sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah, KUA dan PPAS tahun anggaran 2024 harus sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Barat serta rencana kerja Pemda Pangandaran.

“Pada penyusunan APBD Pangandaran tahun 2024 ini seperti diketahui kita tengah dihadapkan pada kondisi yang penuh dengan tantangan,” ungkap bupati.

Menurutnya pada pelaksanaan Pilkada mendatang percepatan pemenuhan target-target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kegiatan-kegiatan prioritas nasional yang menjadi mandatori spending serta kewajiban-kewajiban pemerintah daerah yang harus segera diselesaikan sebagai konsekuensi perjalanan pelaksanaan pembangunan yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

“Kondisi ii tentu akan menjadi bagian dari kebijakan belanja daerah yang akan menjadi prioritas pada tahun 2024,” imbuhnya.

Bupati mengatakan, selanjutnya kebutuhan pendanaan untuk mengakomodir kebutuhan belanja juga dihadapkan pada kemampuan pendanaan yang bersumber dari pendapatan daerah sangat terbatas, dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 212/pmk.07/2022 tentang indikator tingkat kinerja daerah dan ketentuann umum bagian dana alokasi umum yang ditentukan penggunaannya tahun anggaran 2023 berdampak pada pengurangan kemampuan alokasi transfer umum yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Hal ini ujar bupati tentu menyebabkan penurunan kemampuan pendanaan untuk membiayai belanja wajib dan mengikat yang merupakan biaya tetap (fixed cost) dari komponen belanja operasi yang wajib dan tidak dapat dihindari, dan kondisi tersebut mengharuskan menggunakan alokasi pendanaan yang bersumber dari Pendapatan Asli

Daerah (PAD) yang alokasinya semakin terbatas setelah dikurangi alokasi mandatori spending yang ditetapkan wajib dipenuhi berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Sehingga hal tersebut, menurut bupati akan berdampak pada alokasi belanja urusan SKPD yang sangat ketat, sehingga kesungguhan seluruh komponen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memahami dan sangat siap untuk mencapai target-target kinerja pemerintah dan mewujudkan pelayanan masyarakat.

“Kebutuhan pendanaan pembangunan kita memang tidak sedikit, sehingga upaya kolaborasi dan sinergitas dengan pemerintah pusat melalui dana transfer baik yang bersifat umum maupun khusus menjadi tuntutan kompetensi dan kapasitas penting bagi setiap pejabat pada OPD,” jelasnya.

Upaya penyelarasan program,  perbaikan indikator, penyajian data-data yang komprehensif dan komunikasi serta kolaborasi sebut bupati, merupakan kunci untuk menarik sebesar-besarnya dana pembangunan ke Kabupaten Pangandaran.

Berbagai event wisata dari mulai event lokal, nasional bahkan internasional semakin mengambil manfaat dari ketersediaan infrastruktur destinasi wisata Pangandaran yang berdampak pada jumlah kunjungan wisata.

Tak hanya itu, bupati menyebut, pembangunan jalan lingkar pantai yang membentang dari pelabuhan Pangandaran sampai Pantai Madasari hingga tahun 2022 dan terus berlanjut hingga tahun 2023, telah menjadi salah satu mercusuar pembangunan pangandaran yang telah menarik mata dunia.

“Kita memahami dan menyadari pembangunan destinasi wisata bukan hanya tidak murah namun juga perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan,” pungkasnyanya. (hiek)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN