AKSI TERPUJI, DISAAT ADA WARGA DINYATAKAN POSITIF COVID IWAN LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINSPEKTAN

Iwan Suandana
Pangandarannews.com/tasiknews-Di tengah kepanikan masayarakat karena ada salah satu warga Kampung Cibangkong RT 14 Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dari hasil pemeriksaan Swab dinyatakan positif Covid -19, namun bagi salah seorang warga, Iwan Suandana yang lebih terkenalnya Iwan Tatto malah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kampung tersebut.

Menurut Iwan, walau panik tapi harus berusaha tidak terpengaruh dengan keadaan dan tidak hanya bisa tinggal diam tanpa ada usaha dan upaya untuk pencegahan dan memutus mata rantai penularan covid.

Dengan berbagai cara Iwan juga berkoordinasikan agar kepanikan warga bisa teratasi dengan adanya tindakan dari pihak-pihak terkait seperti Satgas Covid -19 yang ada di desa, muspika dan pihak Kesehatan. Karena peran serta tindakan dari pihak terkaitlah diharapkan akan menjadi penawar kepanikan masyarakat. 

“Saat di tengah himbauan pemerintah melalui Gugus tugas agar masyarakat selalu waspada dan menjalankan protokol kesehatan, tapi saat ada kejadian satu warga dinyatakan positif Covid -19 malah semua diam tanpa ada tindakan apapun, “ungkapnya. 

Dengan Keterbatasan APD dan lainnya, Iwan tetap  berusaha memberanikan diri  melakukan penyemprotan di wilayah yang pernah terlewati oleh pasieun Positif tersebut, hal ini agar dapat memutus penularan.

Karena, menurutnya, mungkin saja arah atau tempat yang pernah dilewati atau disinggahi pasien menyimpan virus yang dibawanya, baik itu dari pegangan, tempat duduk dan lainnya, karena virus bisa berjangkit bukan hanya dari kontak langsung, tapi bisa menyebar lewat apapun.

Iwan juga merasa kecewa karena saat tidak ada tindakan apapun dari pihak terkait dalam usaha  pencegahan, selebihnya hanya arahan dan anjuran saja  yang terus disosialisasikan tanpa tindakan ril di lapangan. 

“Saya bersukur ada dokter Dewi Ligiarti dan Pa Haji Eka dari Klinik Ummi Medical, yang telah peduli dengan memberikan bantuan APD dan alat penyemprotan, “imbuh Iwan.

Iwan berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, jangan hanya himbauan dan arahan tapi harus dengan adanya tindakan agar masyarakat tidak panik.  (ANWARWALUYO)



URUNG TERIMA BANTUAN, WARGA 2 DESA DI KECAMATAN KARANGNUNGGAL SWADAYA PERBAIKI JALAN

Pangandarannews.com/tasiknews-Sejumlah masyarakat Desa Kujang dan Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya mengaku kecewa terkait gagalnya dalam proses lelang pembangunan jalan Sindangreret - Cidadap dari Dana Banprov yang sudah terpampang di LPSE. Dan untuk mengobati rasakekecewaan tersebut masyarakat pun beramai-ramai gotong-royong secara sukarela dengan memperbaiki jalan di jalur tanjakan Cibungur, dengan melakukan pengecoran sepanjang 2 kilo meter secara swadaya masyarakat dan donatur yang ada di Kecamatan Karangnunggal.

Kegagalan dalam lelang di LPSE ini tentu saja menjadi isu hangat baik di media sosial atau di tengah masyarakat sehingga kesan tidak percaya pada pemerintah daerah pun kian menjadi. Tak ayal opini negatif menjadi sarapan warga karena kesalnya akibat gagal realisasi bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 23 Kilometer, dengan proses lelang sebear Rp. 28, 611 juta.

Menurut keterangan Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Golkar Dapil V, Asep Saepuloh, ST, saat ini pihaknya sedang melakukan konsolidasi ke provinsi melalui H. Yod Mintaraga dan H. Oleh Soleh, keduanya anggota DPRD Provinsi.

“Hal ini juga kami sampaikan ke sekda provinsi jabar dan Insya Alloh sabtu depan Pak H. Oleh Soleh akan menemui warga untuk memberi klarifikasi bertempat di aula kantor Desa Kujang, “terang Asep.(14/11)

Asep mengatakan, pada hari seninnya diagendakan akan melayangkan surat ke Ketua DPRD dan bupati Kabupaten Tasikmalaya untuk minta audensi dan penjelasan serta minta jaminan supaya program tersebut tetap teralokasikan ke titik tersebut.

Disoal alasan gagalnya bantuan tersebut, Asep menjelaskan, dintaranya terkait teknis dan pelaksanaan waktu tidak cukup, hanya 30 hari tersisa dan akhirna gagal untuk lelang pertama karena pemenang tender di anulir dan adanya masalah administratif.

“Itu keterangan yang saya terima dari Dinas PU, selebihnya kita bisa pertanyakan bersama nanti saat audensi, “ucapnya.

Sementara, menurut keterangan warga yang enggan di sebut namanya, sudah lebih dari 20 Tahun jalan ini belum pernah tersentuh perbaikan, walau dulu sudah pernah dijanjikan pemerintah, namun gagal. Dan sekarang saat sudah di depan mata kembali gagal, sehingga masyakat pun merasa ada kejanggalan dengan rencana perbaikan jalan ini,

“Apakah ada nuansa politik sehingga rakyat yang jadi korban, Indonesia sudah merdeka tapi kami warga Desa Sarimukti dan Kujang merasa belum merdeka, “tegasnya.

Ia juga mengatakan, sekarang masyarakat mungkin sudah tidak percaya pada pemerintah,  apakah pemerintah tidak malu jalan perbaiki oleh masyrakat padahal ini tugas pemerintah. Lalu kemana hasil pajak yang sudah dibayar rakyat.

“Kami benar-benar kecewa dengan kebijakan Pemkab Tasikmalaya, “tegasnya lagi. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)


KPU TETAPKAN DEBAT CALON BUPATI-WAKIL PANGANDARAN TANGGAL 18 NOPEMBER DI HOTEL HORISON

PANGANDARANNEWS.COM - terkait persiapan Debat Kandidat Pilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran 2020, beberapa hari lalu KPU Pangandaran menggelar Rapat Koordinasi dengan stakeholder, bertempat di Ruang Rapat KPU Pangandaran. (14/11)

Dalam rakor yang dihadiri Ketua KPU, Bawaslu, Polri, TNI, perwakilan dari kedua Paslon, Dinas Kesehatan dan stakeholder lainnya, ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, menyampaikan, acara Debat Kandidat calon Bupati-Wakil bupati akan di selenggarakan pada tanggal 18 Nopember 2020 jam 14 sampai 15.30 WIB bertempat di Hotel Horizon Pantai Barat Pangandaran, dan acara tersebut akan di siarkan langsung melalui media televisi TVRI dan iNews Jawa Barat.

Sedangkan Tim Perumus, kanjut Muhtadin, akan diambil dari para profesional akademisi dan tokoh masyarakat, diantaranya Prof. Fauzan (Guru besar ilmu Politik dari Bandung), Prof. Dr Muradi (Guru besar ilmu Politik dari Bandung), Dekan fisif Unigal dan Kepala BNN dari Ciamis.

“Dan untuk moderator kami ambil dari independen, “jelasnya.

Sedangkan materi yang akan menjadi isu dalam debat kandidat tersebut, diantaranya tentang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyetarakan pembangunan daerah, Pusat dan Provinsi, memperkokoh NKRI dan kebijakan strategis tentang penanggulangan Covid-19.

Karena penyelenggaraan debat ini di masa pandemi, imbuhnya, maka peserta pun dibatasi dan yang di perbolehkan masuk dalam ruangan debat, diantaranya kedua paslon,  masing-masing 4 orang Timses, 5 orang Tim KPU dan 2 orang Bawaslu.

“Jadi yang bisa masu ke ruangan dibatasi hanya berjumlah 19 orang saja, “tgasnya. (AGE)



BANGGAR DPRD DAN TPAD PEMKAB PANGANDARAN BAHAS RAPEDA DAN RAPERBUP APBD TAHUN 2021

 

PANGANDARANNEWS.COM-Bertempat di ruang rapat paripurna, beberapa hari lalu Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pangandaran menggelar rapat kerja banggar dengan TAPD terkait pembahasan  penyempurnaan hasil evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD tahun anggaran 2021 dan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2021. (4/11)

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin H.M.M, juga dihadiri pimpinan dan anggota banggar, diantaranya Joane Irwan Suwarsa, S.IP,.M.SI, Hamdan, A,md, Deni Kusnani, Hj. Hesty Mulyati,S.Pd, H. Idi Supriadi, S.Pd, Ddyah Retu Badraeni, S.Sn, Ade Ruminah,S.H dan Adang Sudirman, S.IP, juga dihadiri TPAD, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Kusdiana, MM, Drs. Suheryana, MM (Asda III), Drs. H. Apip Winayadi(Insfektur), H. Muhamad Agus Satriadi,S.Pt., Mp (Kepala Bappeda) Drs. Hendar Suhendar S.,MM (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah) dan sejumlah pejabat lainnya.  

Di depan peserta rapat, Ketua DPRD, Asep Noordin H.M.M, menyampaikan, agenda hari ini merupakan pembahasan penyempurnaan hasil evaluasi Raperda tentang APBD tahun anggaran 2021 dan Raperbup tentang penjabaran apbd tahun anggaran 2021. 

“Ada beberapa hal lainnya yang perlu disesuaikan dengan hasil evalusi gubernur sehingga kami persilahkan kepada bapak sekda untuk menyampaikan hasil tanggapannya, “kata Asep.

Dalam tanggapnnya, Sekda Pangandaran, Drs. H. Kusdiana, MM, menyampaikan terimakasihnya atas  evaluasi gubernur TPAD pun harus melakukan pembahasan secara cepat mengingat dengan sedikitnya waktu yang ada apabila tidak selesai tepat waktu akan berpengaruh pada realisasi.

Secara kebijakan umum, kata Kusdiana, Pemkab Pangandaran dalam menyusun Raperda APBD tahun anggaran 2021 harus konsisten pada setiap tahapan perencanaan anggaran daerah, mulai dari RKPD, KUA, PPAS dan Raperda tentang APBD, sesuai ketentuan pasal 310 Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kata Kusdianan, Pemkab Pangandaran telah mengalokasikan anggaran belanja daerah dalam mendukung 7 prioritas pembangunan nasional dan 10 prioritas pembangunan provinsi tahun 2021.

“Untuk anggaran pendapatan daerah pada Raperda APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1.438.533 trilyun dan untuk anggaran belanja Rp 1.452.033 trilyun. “terang Kusdiana.

Terhadap target penerimaan pembiayaan daerah yaitu sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp20 milyar, kata Kusdiana, harus didasarkan pada perhitungan yang cermat dan rasional dengan mempertimbangkan perkiraan realisasi anggaran tahun anggaran 2020 dalam rangka menghindari kemungkinan adanya pengeluaran pada tahun anggaran 2021 yang tidak dapat didanai akibat tidak tercapainya silpa yang direncanakan.

Sementara terhadap penyediaan alokasi anggaran untuk penyertaan modal daerah sebesar Rp 6,5 milyar, dengan rincian seluruhnya dialokasikan untuk penyertaan modal daerah pada BUMD PDAM dan BPR, dan ini, menurut Kusdiana, dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam peraturan daerah mengenai penyertaan modal daerah, dengan berpedoman pada pasal 78 peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan menteri dalam negeri nomor 52 tahun 2012 tentang pedoman pengelolaan investasi pemerintah daerah. 

Terhadap kode rekening penganggaran pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah dalam Raperda Kabupaten Pangandaran tentang APBD dan Raperbup Pangandaran tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2021 yang belum sesuai dengan ketentuan, imbuhnya, agar diformulasikan kembali sesuai dengan keputusan menteri dalam negeri nomor 050-3708 tahun 2020 tentang hasil verifikasi dan validasi pemutakhiran klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua banggar, Solihudin, S.IP, mengatakan, hasil penyempurnaan avaluais ini sudah cukup jelas mengenai poin-poin tersebut, namun ada beberapa yang perlu di sikapi mengenai Perpres tentang P3K dan saat ini Pemkab Pangandaran mempunyai 128 P3K yang sudah lolos seleksi.

“Untuk gaji dan tunjangan P3K ini diserahkan ke pemda, apakan anggaran tersebut sudah diakomodir, “ujar Solehudin.

kemudian untuk JKN KTP dengan anggaran Rp 21 milyar, sambung Solehudin, apakah sudah dengan kajian yang tepat dengan biaya anggaran tersebut.

“Kami meminta kejelasan dari pemerintah daerah terkait P3K  untuk tahun tahun 2021 terutama yang sudah lolos seleksi, “kata Solehudin lagi.

Sementara H.Idi Supriadi, S.Pd, menambahkan dengan mempertanyakan kaitan hasil penyempurnaan anggaran DPRD setelah evaluasi, kaitan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD), apakah ini sudah melalui pengkajian yang rasional untuk tahun 2021 dan apakah target bisa tercapai, dan apabila tidak tercapai lalu langkah apa yang akan di lakukan pemda juga hal yang berkaitan dengan belanja modal, berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang dikerjakan tahun 2020 yang melebihi anggaran.

Menanggapi pertanyaan anggota Banggar, Sekda Pangandaran, Kusdiana, menyampaikan, kaitan dengan gaji untuk P3K sudah dianggarakan dan sudah berkoordinasi dengan BKPSDM.

“intinya anggarann untuk  itu sudah ada, “jelasnya.

Sementara kaitan dengan PAD, tahun 2021 bertambah menjadi Rp 350 milyar sehingga target bisa tercapai, kemudian terkait beanja modal sudah dianggarkan dan sesuai aturannya dan untuk anggaran DPRD ini berpatokan pada apresal yang sudah yang ada

“Dan untuk KONI sudah sepakat di APBD murni dianggarkan Rp 2,3 milyar sedangkan sisanya di APBD perubahan dan SPM untuk pencairan sampai dengan tanggal 10 desember lewat dari itu kami tidak bisa memproses, “jelas Kusdiana.

Pada sesi akhir rapat, Ketua DPRD, Asep Noordin, tidaklua mengucapkan terimakasih kepada TPAD  atas penjabaran evaluasi yang memang harus diselaraskan serta disesuaikan dengan evaluasi gubernur karena pada prinsipnya penyelenggaraan anggaran di Kabupaten Pangandaran harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Asep juga meminta agar dalam tata cara penulisan supaya diperhatikan supaya tidak ada lagi evaluasi dalam penyusunan tersebut karena dari hasil evaluasi gubernur ini DPRD mengingikan agar  yang menjadi catatan ataupun revisi dari provinsi dapat menjadi acuan sehingga tidak ada persoalan dikemudian hari.

“Dan mengenai pembahasan lebih rinci kita meminta progressnya saja namun harus tetap ditanggapi dengan serius, “ucap Asep.

Terkait anggaran DPRD yang menyoroti bimtek dan kendaraan untuk diperhatikan, dan pada prinsipnya apa yang dulu sudah ditetapkan tentu menjadi sebuah kewajiban pemeritah daerah untuk merealisasikan, karena hasil evaluasi gubernur ini tidak main-main secara tertulis sudah mendapat tanggapan dari pemerintah daerah dan sudah disampaikan kepada DPRD.

“Seperti tadi disampaikan TPAD ini sudah diformulasikan kembali, dan DPRD tinggal menunggu hasil formulasi dan perbaikannya kemudian merealisasikannya, “imbuh Asep. (PNews)










SESUAI KEINGINAN WARGA PEMDES SIMPANG BANGUN JALAN PASAR DARI DD TAHAP 3 TAHUN 2020

Pangandarannews.com/tasiknews-Program Dana Desa (DD) tahap 3  tahun 2020 Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, salah satunya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan pasar, dan ini merupakan menjawab keinginan warga.

Seperti dituturkan Kepala Desa Simpang, Budi, setelah jalan pasar ini terealisasi diharapkan dapat memperlancar mobilisasi warga dalam melaksanakan kegiatan yang tentunya akan berdampak positif kepada peningkatan perekonomian.  

Budi mengatakan, kegiatan pembangunan Infrastruktur pada tahap ini, merupakan usulan masyarakat melalui musyawarah desa (museds) bersama BPD, LPM dan tokoh masyarakat  beberapa waktu lalu.

Dengan adanya pembangunan jalan pasar ini,kata Budi,  nantinya akan mempermudah jalur lalulintas serta memperlancar roda perkekonomian sehingga laju perekonomian warga pun terus lebih menggeliat.

“Mudah-mudahan dapat bermanfaat serta bisa membantu masyarakat khususnya warga Desa  Simpang, “ucapnya.(13/11)

Masyarakat pun menyambut baik dengan adanya pembangunan infrastruktur tersebut, karena pihak pemerintah desa sudah memberikan jawaban apa yang selama diinginkan warga serta mereleasikannya.

“Atas nama warga saya merasa senang karena pihak pemdes sangat peduli dan mendengar apa yang diinginkan warganya, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


SEJUMLAH KADER POSYANDU KECAMATAN CIPATUJAH IKUTI PEMBINAAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS KADER

Pangandarannews.com/tasiknews- Muspika Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya kembali melaksanakan pembinaan dan peningkatan kapasitas kader posyandu yang digelar secara bergilir di 15 desa, salah satunya di Desa Tobongjaya dan Bantarkalong yang dilaksanakan di halaman kantor Desa Tobongjaya.(13/11)

Camat Cipatujah  Darya S.Ip dalam sambutannya menyampaikan, pembinaan dalam upaya penguatan kapasitas kader posyandu ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menguatkan pengetahuan dan pemberdayaam kader posyandu sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan sejumlah program terkait kesehatan masyarakat, kesehatan ibu hamil dan anak serta pemberdayaan maayarakat dalam progres pembangunan di daerahnya.

Selain pembinaan secara umum, lanjutnya, dalam kegiatan ini juga dilakukan penguatan kapasitas kader terkait pengelolaan administrasi dan penguatan peran posyandu oleh tim kesra,

“Untuk wilayah Kecamatan Cipatujah ada 485 orang kader posyandu di 97 posyandu yangtersebar di 15 desa, “jelas camat. (ANWARWALUYO)


ISI KEGIATAN JUMAT BERKAH POLSEK PANCATENGAH BAGIKAN SEMBAKO DAN SOSIALISASIKAN PROKES

pangandarannews.com/tasiknews-Berangkat dari keprihatin melihat kondisi perekonomian masyarakat saay pandemi covid, Kapolsek Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, AKP Iwan Sujarwo, berinisiatip berbagi kepada masyarakat yang sangat membutuhkan pertolongan saat ini, berupa pmbagian makanan dan pakaian serta kebutuhan primer yang masyarakat butuhkan untuk bertahan hidup saat ini, yang dikemas dalam kegiatan Juma’t Berkah.(13/11)

Dalam yang diawali dari Desa Cibongas, Tonjong dan  Desa Margaluyu yang paling ujung di wilayah Kecamatan Pancatengah, kapolsek pun tak canggung untuk mnyapa masyaraat serta membagikan langsung bantuan tersebut, serta tidak lupa dengan memberikan pengarahan terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan selalu menjaga kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak.

“Mudah-mudahan kegiatan ini disamping dapat ikut membantu masyarakat juga dapat memutus mata rangkai penyebaran covid, “ujar Iwan. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


SELAMA DUA HARI PANWASCAM SE-KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI TOT

PANGANDARANNEWS.COM-Untuk persiapan kegiatan pengawas di tingkat kecamatan (Panwascam) yang akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada PTPS pada tanggal 16 November 2020, Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran selama dua hari (14-15/11) menggelar Training Of Trainer (TOT) Bimbingan Teknis Pengawas PTPS yang dihadiri panwascam se-kab Pangandaran dan satu orang staf divisi SDM, bertempat di salah satu hotel di Pangandaran. (14/11)

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan di depan para peserta bimtek bersukur TOT sudah bisa dilaksanakan yang akan diimplementasikan ke PTPS tanggal 16 november 2020. 

“Rekan-rekan yang hadir sekarang pada bimtekini nantinya bertugas untuk mentransfer informasi ini ini pada petugas TPS, dan saya berharap  setelah dilantik dan mengikuti bimtek ini jangan ada PTPS yang mengundurkan diri, "tegas Iwan.

Tugas PTPS itu berat tapi seluruh petugas harus bisa menyampaikan sekalipun itu berat bisa menjadi ringan, tapi, kata Iwan, pihanya pun akan hadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya yang diharpakan diikuti secara seksama.

"Harapan saya, jangan hanya melaksanakan kewajiban saja tapi kita harus punya itikad dan niat bahwa PTPS itu merupakan ujung tombak di lapangan sehingga PTPS harus bisa memahami tugas dan fungsinya, “pungkasnya. (Tn)


SAMBUT HARKESNAS, POLRES DAN DINKES KABUPATEN TASIK SOSIALISASIKAN PENGUATAN PROKES

Pangandarannews.com/tasiknews-Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan nasional (Harkesnas)  ke 56 tahun 2020, Polres dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya gelar sejumlah kegiatan penguatan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) pada warga, diantaranya gerakan tepuk tangan selama 56 detik dan membagikan sejumlah masker, bertempat di Alun-alun Singaparna. (12/11)

Jajaran Polres Tasikmalaya, kasat lantas : Iptu E.kosasih S.H,.M.H, KBO Iptu Tono Suherman, Kanit Turjawali Ipda Yudi Risnandar S.H, Kanit Laka Ipda Solihin S.H, dan Anggota Sat Lantas Polres dan  Dinas Kesehatan yang dipimpin Dr. Reti (Kasi Promkes), dengan melibatkan masyarakat, turun ke jalan-jalan dan menyapa langsung masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi sekarang.

Seperti disampaikan Kanit Turjawali Ipda Yudi Risnandar, SH, dalam pesan whatsappnya, kegiatan ini  merupakan bertujuan untuk penguatan pada masyarakat agar tetap mematuhi Protokol Keshatan.

“Karena hal tersebut merupakan salah satu upaya ntuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


SELAIN DITOLAK PASLON, KESBANGPOL MPUN MENOLAK RENCANA DEBAT CABUP-CAWABUP PANGANDARAN DI BANDUNG

Kepala Kesbangpol Kab Pangandaran, Dedih R
Pangandarannews.com-Selain ditolak salah satu pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Pangandaran, rencana debat cabup-cawabup, yang akan dilaksanakan di Bandung juga mendapat penolakan dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pangandaran, Dedi Rakhmat.

Kata Dedi, ia akan menggelar rapat koordinasi serta  dengan mengundang KPU dan Bawaslu, untuk  meminta agar pelaksanaan debat kandidat Cabup-Cawabup dilaksanakan di Pangandaran.

Setelah ramai jadi perbincanga di sosial media, Dedi mengaku, mendapat intruksi langsung dari Plt bupati Pangandaran untuk melakukan kordinasi dengan KPU.

“Selain membahas lokasi debat kandidat, kami juga akan membahas teknis pemilihan untuk hak pilih yang pada hari pencoblosan nanti sedang di rawat di Puskesmas dan rumahsakit, “terangnya.(9/11)

Dedih juga menjelaskan, dalam pelaksanaannya nanti secara regulasi jumlah orang yang ada di lokasi debat sudah diatur dan tetap mengacu pada protokol kesehatan, antara lain dengan menugaskan petugas dari Dinas Kesehatan atau gugus tugas yang akan memantau di lokasi debat tuntuk  mengantisipasi adanya peserta yang pingsan atau mendadak sakit.

 “Dan jujur, secara kelembagaan kami juga tidak setuju kalau debat cabup-cawabup digelar di Bandung, karena terkesan tidak memiliki kecintaan pada daerah sendiri,”pungkasnya. (PNews)


SEJAK PANDEMI PENGHASILAN USAHA BENGKEL MILIK YOSEF TERUS MENURUN

pangandarannews.com/tasiknews-Masa Pandemi COVID-19 sudah lama membuat perekonomian masyarakat terpuruk, tak tekecuali usaha bengkel motor milik Yosef, di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Ia mengaku, sejak pandemi omzet penghasilnnya terus menurun karena sekarang semakin jarang masyarakat memperbaiki speda motor ke bengkelnya, padahal sebelum pandemi tak kurang 10 motor setiap hari datang ke bengkelnya untuk servis. Penurunan omzet yang dialami Yosef selama corona, jika dipersentasekan bisa mencapai 75 persen lebih.

"Sekarang yang datang paling hanya ganti oli saja, penghasilan saya pun sehari paling Rp 50 ribu,  “tuturnya.(10/11)   *ANWARWALUYO*



DENGAN WISATA DESA, SUKAWANGUN SIAP BANTU PEREKONOMIAN WARGA

pangandarannews.com/tasiknews - Pembangunan berkelanjutan desa wisata sudah lama menjadi  salah satu tujuan program pembangunan desa untuk menggali potensi keindahan alam dengan berlatar belakang pemandangan perbukitan yang indah, yang bisa dijual menjadi komoditas wisata.

Demikian disampaikan Kepala Desa Sukawangun Kecmatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Iman Carliman, SP, kepada PNews saat di temui di ruang kerjanya.(11/11)

Pembangunan sektor pariwisata ini, kata Iman, merupakan konsep pembangunan yang berkelanjutan yang pada intinya merupakan perhatian pemdes pada minat wisatawan lokal yang murah meriah serta bisa memenuhi aspek peningkatan ekonomi, sosial dan estetika. 

“Dengan eksplorasi yang tidak merusak keutuhan dan atau kelestarian alam yang sudah tersedia, kekayaan alam ini bisa diberdayakan menjadi aset wisata, “ungkapnya.

Ia menambahkan, konsep pembangunan pariwisata lokal ini menekankan pada kelayakan dan keberpihakan pada peningkatan nilai ekonomi kerakyatan yang nantinya akan mampu baik pada pembangunan wilayah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Menurut Iman, pihaknya pun akan terus menata venue selain sajian menunya yang bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung dengan membawa kesan kenyamanan serta bisa menghilangkan penat, dengan ongkos murah namun mengesankan.

“Rencananya kami akan membangun beberapa venue, seperti taman burung, sarana alam pramuka, sarana camping, kolam renang, tempat bermain anak dan wisata edukasi lainnya, “jelas Iman.

Terkait menu wisatanya, Iman menjelaskan, pihaknya pun akan menyediakan berbagai hasil kerajinan rakyat untuk cendera mata serta varian makanan tradisional seperti kuliner khas urang lembur, nasi liwet lengkap dengan ikan bakar Desa Sukawanggun.

Iman juga berharap, wisata lokal ini akan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terkit tempat untuk sekedar melepas lelah yang bsa dijangkau seluruh masyarakat.

“Yang paling penting lagi keberadaan obyek wisata ini bisa mengangkat ekonomi masyrakat Desa Sukawanggun, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)


PERINGAT HARI PAHLAWAN KORAMIL DAN PRAMUKA KWARAN KARANGNUNGAL GELAR BAKSOS

pangandarannews.com/tasiknews-Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November tahun 2020, Pramuka Kwaran Kecamatan Karangnunggal Kabpaten Tasikmalaya didampingi 2 Anggota Koramil 1215/Karangnunggal, Serka Riyanto (Pamong Saka Wira Katika) Ranting 1215/Karangnunggal Kodim 0612/Tsm dan Serda Yunus, menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) denga membagikan sejumlah paket makanan dan sembako yang didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga mulai dari seputaran Gedung Dakwah Islamiyah (GDI) sampai ke lingkungan dekat Kantor Kecamatan Karangnunggal Kab. Tasikmalaya. (10/11)

Kepada awak media, Riyanto mengatakan, kegiatan ini intinya mendampingi adik-adik pramuka dari Kwarran Kecamatan Karangnunggal dalam rangka melatih kedisiplinan dan karakter kepimipinan, karena jiwa pramuka memang harus mempunyai karakter jiwa sosial yang tinggi.

“Dan berbagi sedikit kebahagiaan dengan sesama merupakan moment yang paling tepat mengisi hari pahlawan apalagi di saat situasi sulit dan rawan ekonomi akibat Pandemi Covid-19,”tambah Riyanto.

Riyanto juga mengajak kpada seluruh elemen untuk tetap bisa saling berbagi, sebab dengan kegiatan baksos seperti ini pun merupakan wujud salah satu dari sifat kepahlawanan yang dapat menciptakan  sebuah generasi bangsa yang peduli sosial.

”Dengan gerakan bakti sosial  kita bisa saling berbagi akan paling tidak akan dapat meringkan  beban masyrakat, dan sesungguhnya berbagi  itu indah serta akan menambahkan keberkahan, “pungkasnya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


SEJUMLAH PENGENDARA KELUHKAN MINIMNYA PJU DI JALUR SUKARAJA-KARANGNUNGGAL

Pangandarannews.com/tasiknews-Minimnya lampu penerangan Jalan (PJU) di sepanjang jalur  Sukaraja arah ke Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Babakansemen Desa Sirnajaya, sudah sering dikeluhkan sejumlah pengguna jalan, pasalnya selain berdampak rawannya tindak kriminal juga bisa menjadi pemicu terjadinya laka lantas pada malam hari.

"Siang hari saja tidak jarang terjadi kecelakaan di jalur ini apalagi malam hari,"terang salah seorng warga, Asep. (10/11)

Asep berharap hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperbaiki pasilitas umum khususnya bagi pengguna jalan.

Lagi pula, kata Asep, Kabupaten Tasik dengan program “Tasik Caang " sudah seharusnya mempunyai kebijakan tersebut jangan hanya di perkotaan saja tapi bisa lebih difokuskan ke daerah-derah atau pedesaan yang hingga saat ini masih minim penerangan, termasuk Penerangan Jalan Umum (PJU).

Sayang ketika PNews beberapa kali datang ke Dinas perhubungan Kabupaten Tasik untuk konfirmasi hal ini, Kepala Dinasnya kebetulan selalu tidak ada di tempat. (ANWARWALUYO)





 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN