BERHASIL MENJADI DESA DIGITAL, PAPAYAN DIGANJAR MASCARA DARI PEMPROV JABAR

TASIKNEWS-Tahun ini, untuk yang kedua kalinya Desa Papayan Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, meraih penghargaan dari Provinsi Jawabarat berupa kendaraan roda empat, setelah  sebelumnya pada peringatan HUT Kemerdekaan RI beberapa bulan lalu, Papayan juga mendapatkan satu unit motor roda tiga penghargaan untuk juara satu lomba pembuatan gapura tingkat kabupaten. Dan untuk kali ini sebuah mobil aspirasi kampung juara (Mascara) berikut peralatan diterima Desa Papayan yang diserahkan langsung sekda Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zein, bertempat di halaman kantor desa. (28/12).

Kepada beberapa awak media, Kepala Desa Papayan, Sumarna,SPd,M.MPd, mengatakan, penghargaan Mascara ini merupakan penghargaan sebagai desa digital, yang diterima bersama 5 desa lainnya di Kabupaten Tasikmalaya.

“Tentunya ini merupakan sebuah kebangaan tersendiri sebagai kapala desa yang baru dilantik, karena penghargaan ini bisa jadi barometer kinerja saya ke depannya, “ungkapnya.

Dengan penghargaan ini, kata Sumarna, tentunya menjadi beban tanggungjawab untuk membawa Desa Papayan ke depan agar bisa lebih baik lagi, dan harus ada capaian prestasi lagi  selama periode kepemimpinannya. Dan keberhasilan yang sudah dicapai selama ini tentunya tidak lepas dari rasa kebersamaan, kegotongroyongan semua lembaga desa, aparatur desa dan masyarakat.

“Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari perjuangan kepala desa periode sebelumnya, Pa Undang dan Pjs Ibu Susi Susilawati, yang sudah memberikan karya terbaiknya untuk Papayan. “kata Sumarna lagi.

Sementara menurut Kepala Desa Papayan periode lalu, Undang, penghargaan ini merupakan bentuk perjuangan yang dirintis untuk menuju Desa Papayan Melek  IT (Informasi Teknologi). Dan keberhasilan menjadi desa digital ini tentunya tidak lepas dari peran serta semua elemen masyarakat, salah satunya dengan ikut bergabung di Pancamandala.

Undang menambahkan, dengan adanya internet di masyarakat semua program  desa bisa diakses langsung oleh  masyarakat, bahkan  informasi di belahan dunia pun sudahada di dalam rumah, tinggal pertanyaannya, apakah  masyarakatnya sendiri mau tidak mengenalnya.

Saat ini, ujar Undang, dunia digital sudah bisa merambah ke Posyandu, dan jika selangkah lagi untuk bisa on line, ini merupakan hal yang luar biasa.

“Untuk kepala desa yang sekarang saya berpesan, program posyandu online merupakan salah satu program desa dari yang sudah ada yang harus bisa ditingkatkan, “imbuhnya.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi Kesejahteraan rakyat (Kasi Kesra) Ari, keberhasilan yang diraih ini hendaknya harus mampu menjadi penyemangat dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat.  (RUSDIANTO-ENDAH)

UNTUK TINGKATKAN KOFETENSI, KARANGTARUNA DESA GUNUNGSARI GELAR PELATIHAN

TASIKNEWS-Untuk kemajuan Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, gelar acara pelatihan untuk anggota Karang Taruna, dengan tema, “Saatnya Yang Muda Yang Berperan Dengan Kreativitas dan Inovasi Yang Tak Gampang padam", yang dilaksanakan beberapa hari lalu bertempat  di aula desa. (28/12)

Turut hadir dalam acaratersebut, Kepala Desa Gunungsari, Pendamping Desa sebagai moderator, LPM,MUI desa Gunungsari, sekjen karangtaruna tingkat kabupaten, Kapolsek Cikatomas dan seluruh jajaran pengurus Karangtaruna Kecamatan Cikatomas.

Menurut Kepala Desa Gunungsari, Irpan Adri Nugraha, S.P i, tujuan kegiatan ini selain untuk menjalin silaturahmi juga bisa menjadi ajang sharing atau diskusi terkait tugas poko dan fungsi  (tupoksi) secara kelembagaan Karangtaruna sehingga sinergitas antara pemerintah desa dan Karangtaruna pun akan selalu harmonis dan dinamis.

Dikatakan, Irpan, ada dua aspek yang harus disoroti pemdes dan karangtaruna, diantaranya pembangunan Infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena maju mundurnya suatu daerah ini tergantung dari sikap para pemuda dan pemudi hari ini, “kata Irpan.
.
Sementara Sekjen Karangtaruna Kabupaten Tasikmalaya,  Asep Nurman,SH,i, mengatakan, karangtaruna merupakan garda terdepan yang ada di desa untuk membawa desa ke arah yang lebih maju, oleh karena itu karangtaruna harus mampu mengambil peran dengan kemampuan masing-masing baik ditingkat DKM, Kampung, desa, kecamatan hingga di tingkat Kabupaten.

Asep menambahkan, warga karangtaruna berusia 13 tahun sampai 45 tahun, dan semuanya merupakan anggota karangtaruna yang secara otomatis langsung bisa masuk menjadi anggota.

“Karena belum ada aturan yang mengatur kalau anggota harus dipilih, beda dengan struktur kepengurusan ini harus dipilih melalui  musyawarah, “jelasnya. (ANWAR W-UDI R)

TERSERET OMBAK SAAT BERENANG, SEORANG ANGGOT POLRI WARGA CIMAHI MENINGGAL DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS-Seorang wisatawan asal Kota Cimahi, Parlin Parulian BRS (40), nyawanya tidak bisa tertolong saat ia sedang berenang di pantai barat, persisinya di kawasan Kampung Turis Pamugaran obyek wisata Pangandaran.(28/12)

Dari hasil laporan yang dihimpun Sat Pol Air Polres Ciamis, diperoleh keterangan, sekitar pukul 10.45 WIB, korban bersama rekan-rekan dan keluarganya berenang di zona yang memang menjadi area dilarang berenang. 

Saat korban sedang berenang bersama dua orang keluarganya, Sebastian Yoel (14) dan Yulius Palentino Simanjuntak (30), tiba-tiba saja korban dan Sebastian Yoel,  terseret arus balik deras ke tengah laut. Melihat kejadian tersebut, Yulius pun berusaha memberikan pertolongan, tapi karena di kawasan tersebut memang dikenal dengan arusnya yang sangat deras, saat itu hanya Sebastian yang berhasil diselamatkan, sementara korban sendiri semakin terbawa arus ke tengah.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, tim SAR gabungan Sat Pol Air dan Balawisata langsung melakukan tindankan evakuasi sehingga korban pun bisa langsung ditemukan walau dalam kedaan sudah tidak bernyawa, dan saat itu juga baik korban meninggal mau pun selamat langsung dibawa ke Puskesmas Cikangkung di Desa Cikembulan Kecamata Sudamulih untuk diberi tindakan medis.

Sementara untuk tindakan lebih lanjut, korban meninggal dibawa langsung ke Puskesmas Pangandaran untuk dilakukan visum.

Dan setelah dilakukan identifikasi, korban meninggal, Parlin Parulian BRS, merupakan anggota Polri yang saat ini bertugas di Polda  Jabar dan berlamat di Cibogo permai 4/76 Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Sementara korban selamat, Sebastian Yoel, seorang pelajar yang tinggal di Asrama Brimob Cikeruh dan Yulius Palentino Simanjuntak, pekerjaan wiraswasta dengan alamat yang sama. (PNews)








BUPATI TASIKMALAYA LANTIK SEKDA DEPIITIF DAN 5 PEJABAT ESSELON II

TASIKNEWS-Bertempat di pendopo, Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, S.Ip, melantik , Drs.H.Mohammad Zein, M.Pd  untuk jabatan Sekretaris Daerah (sekda). Acara pelantikan dan pengambilan sumpah sekda setelah setahun diisi penjabat, juga dihadiri Forkopimda, para Kepala SKPD, para camat dan tamu undangan lainnya.(27/12)

Dalam sambutannya, Ade Sugianto menuturkan, penunjukkan Muhammad Zein sebagai sekda merupakan hasil asesmen panitia seleksi pemilihan sekda yang melibatkan pejabat pemerintah provinsi dan akademisi.

"Ini merupakan langkah konstitusi dengan melalui sebuah proses yang panjang yang insyaallah transparan dan mendekati kesempurnaan, " kata Ade.

Dikatakan Ade, dengan dilantikanya sekda definitif tentunya akan membantu roda pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya hingga bisa bekerja lebih optimal, dan yang paling penting untuk meningkatkan pelayanan publik, dan  dengan dilantiknya sekda depinitif ini akan menjadi motivasi dan gairah baru dalam roda pembangunan di Tasikmalaya.

Ia juga yakin, Muhammad Zen merupakan seorang aparatur yang  penuh gagasan, dedikasi, kreatif dan penuh inovasi, sehingga segenap jajaran pemerintahan harus memberikan dukungan dan kerjasama yang baik, sehingga tugas dan amanah pemerintah pun dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

“Saya berharap bisa menjadi team work yang tangguh dan kompak, serta dapat menyelesaikan kerja dengan baik pula. Semua itu, demi mewujudkan visi, terwujudnya Kabupaten tasimamaya  yang bersih, maju, sejahtera dan berkarakter,” katanya.

Masih di tempat yang sama, Sekda Muhammad Zen, menyampaikan, tugas pertama pasca dilantik menjadi sekda, membangun pemahaman yang sama dengan para kepala SKPD dan segera membenahi sejumlah kekurangan di internal pemerintahan agar pelayanan publik pun bisa lebih optimal.

"Saya tentu ingin memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa dibatasi, artinya pelayanan bukan hanya di gedung pemerintahan tetapi juga ditempat lain selama 24 jam,"tegasnya.

Zein menambahkan, ia pun  akan berusaha untuk menjadikan Kabupaten Tasikmalaya lebih maju dengan cara bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kepentingan rakyat sehingga tidak akan menjadi penonton.

Karena kalau hanya menonton saja, kata Zein lagi, itu artinya tidak turun langsung ke lapangan untuk memastikan dari semua aspek atau sistem yang sudah dibangun bersama-sama tidak akan tahu apakah capaiannya lebih baik atau tidak.

“Saya juga akan terus membangun sistem yang ada secara baik dan benar supaya dapat berjalan sesuai normatif atau aturan yang sudah ada. "Imbuhnya Dia

Seperti diketahui, selain sekda, di saat yang sama Bupati Tasikmalaya juga melantik lima pejabat tinggi pratama, diantaranya ), Heru Suharto menjadi Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP, Asep Darisman untuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Rudi Sonjaya Saehuri dilantik menjadi Kepala Dinas Kominikasi dan Informatika (Diskominfo), Iwan Ridwan bertugas menjadi Kepala Satpol PP dan Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan dan Hukum, Agus Bahtiar. (ANWARWALUYO-JAJANG)

SUDAH SETAHUN TIANG PJU DI KOMPLEK DADAHA ROBOH DAN BELUM DIPERBAIKI

TASIKNEWS-sebuah tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di seputar komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, yang roboh setahun yang lalu ternyata hingga saat ini belum diperbaiki.

Padahal, menurut masyarakat setempat, hal ini sudah dilaporkan ke Dinas Perhubungan Pemkot Tasikamalaya., tapi entah kenapa, karena hingga saat ini belum ada perbaikan. Bahkan kabel yang ada pada bagian tiang turun rendah, sehingga dikhawatirkan ini bisa membahayakan apalagi di musim hujan seperti sekarang ini.

Menurut seorang pedagang yang biasa berjualan di sekitar kawasan tersebut, Pudin, robohnya tiang PJU ini terjadi setahun yang lalu, dan atas inisiatif beberpa warga tiang tersebut dipasang penahan kabel dari bambu karena jika tidak demikian dikhawatirkan kabel akan turun ke bawah sehingga bisa menimbulkan kosleting jika terendam air.

“Warga disini berharap segera ada petugas untuk melihat langsung ke lapangan, sehingga bisa tahu kondisinya seperti apa, “kata Pudin. (25/12)

Sementara saat PNews akan dikonfirmasi hal ini ke Kepala Dinas perhubungan Pemkot Tasikmalaya, sedang tidak ada di tempat.  (ANWARWALUYO)

KODIM 0612 TASIKMALAYA GELAR LATIHAN DASAR BELA NEGARA PRAMUKA SAKA WIRA KARTIKA

TASIKNEWS-Ratusan pelajar yang tergabung dalam gerakan pramuka tingkat SLTA se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti latihan Dasar Bela Negara Pramuka Saka Wira Kartika, yang digelar Kodim 0612 Tasikmalaya, bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Cidadap- Kecamatan Karangnunggal.(26/12)

Selain diikuti ratusan siswa-siswi juga hadiri undangan lain, seperti  Pengurus Kwarcab, Kwaran, Unsur Muspika, Danramil 12-15, Kapolsek dan Kasi Trantib Kecamatan Karangnunggal mewakili Camat dan Bupati Tasikmalaya.

Dalam arahannya, Kasdim 0612 Tasikmalaya, Mayor Chandra, menyampaikan, kegiatan Latihan Dasar Bela Negara ini sangat penting untuk bekal bagi generasi muda dan pelajar.

“Selain itu latihan ini juga untuk menanamkan jiwa ksatria, berjiwa penolong, disiplin dan punya tanggung jawab besar untuk Negara sebagaimana yang tercantum dalam Saka Wira Kartika, “tegasnya.

SakaWira Kartika, ini kata Chandra, merupakan wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat.

“Dengan demikian generasi muda ke depan harus siap menghadapi tantangan masa depan untuk ikut membela negara, “imbuh Chandra.

Ditemui secara terpisah, Kepala Seksi Trntibum Kecamatan Karangnunggal, Dadang PriatnaS.Ip,  mengatakan, dengan kegiatan ini pihaknya serta segenap jajaran muspika sangat merespon dan mengapresiasi pada kegiatan yangdigelar di wilayahnya.

“Semoga ini menjadi sebuah pengalaman berharga dan ke depannya akan memunculkan generasi pemimpin yang berkarakter serta memiliki disiplin yang kuat, “kata Dadang. (ANWARWALUYO-JAJANG)

AGUS MULYANA :”PHRI HARUS BISA MENJADI KEPANJANGTANGANAN PEMDA PANGANDARAN”

Ketua PHRI Pangandaran, Agus Mulyana
PANGANDARANNEWS-Sejatinya ada saling keterkaitan (simbiosis mutualisme)  antara Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) dan perkembangan sektor kepariwisataan, karena maju-mundurnya dunia pariwisata di satu daerah jelas akan sangat berdampak pada perkembangan usaha hotel dan restoran itu sendiri. Semakin banyak arus kunjungan wisatawan yang datang pada obyek wisata, tentu dengan sendirinya usaha pada bidang jasa akomodasi dan sajian aneka kuliner pun akan ikut merasakan marema (laris).

Tapi sayang, pelaku usaha hotel dan restoran ini kurang berperan aktif terkait kewajiban  konsumen/ wisatawan dalam pembayaran pajak daerah, malah terkadang pengusaha hotel dan restoran ini berdalih jika pajak tersebut disatukan pada nota tagihan pembayaran, harga yang mereka berikan pada konsumen jadi naik/mahal.

Hal ini diakui oleh Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, menurutnya, hingga saat ini memang masih banyak pemilik hotel dan restoran di Pangandaran yang mempunyai anggapan seperti itu.

“Jadi terkesan pajak ini bisa membebankan, padahal saya bisa pastikan mayoritas wisatawan yang datang ke Pangandaran sudah paham jika membayar hotel atau makan, mereka pun diharuskan membayar pajak daerah, “jelas Agus.(26/12)

Agus yang ditemui di kantor Savana Grup, perusahaan miliknya di jalan pengadilan, mengatakan, ini tentunya menjadi kewajiban dan tanggungjawab PHRIuntuk memberikan pemahaman pada para pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata, khususnya hotel dan restoran, agar bisa berpartisipasi serta berperan aktif terkait retrisbusi yang dibebankan pada konsumen  dan menjadikan Penghasilan Asli Daerah (PAD).

Sejak dilantik menjadi ketua PHRI Pangandaran, tepatnya pada bulan agustus 2019 lalu, selain melakukan penataan organisasi serta memfungsikan peran-peran pengurus, ia juga melakukan pendataan hotel dan restoran yang menjadi anggota organisasi.

“Hingga saat ini ada sekitar 300 hotel dan restoran anggota PHRI Pangandaran, “jelasnya.

Pemilik hotel Indah Savana yang berlokasi di jalan Kidang Pananjung ini, juga mengatakan, jika dulu sangat sulit sekali untuk bisa bertemu langsung dengan para pemilik perusahaan (owner), sekarang tidak lagi.

Menurutnya, ia juga terus mensosialisasikan pada anggotanya terkait manfaat pajak untuk pembangunan daerah, sehingga pemahaman untuk ikut berpartisipasi serta menjadi
“kepanjangtanganan” pemda pun semakin  tertanam.

Agus juga mengakui, beberapa tahun ke belakang PHRI Pangandaran memang pernah mengalami pakum dan nyaris mati suri, sehingga saat dilantik ia pun segera malakukan penataan di internal organisasi, menyusun program kerja serta melakukan pertemuan dengan para owner atau setingkat manager yang dulu sangat sulit dilakukan.

Insaalloh secara kelembagaan PHRI akan terus mendorong seluruh anggota agar berperan aktif terkait pendapatan dari pajak yang kami dapat dari custumer kami, “pungkasnya. (PNews)

IPIN ARIFIN: “LEWAT AJANG LOMBA PENCAKSILAT, KITA LESTARIKAN BUDAYA BANGSA”

TASIKNEWS- Salah satu perguruan silat yangada dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Seluruh Iindonesia (IPSI), Padepokan Pajajaran, belum lama ini berhasil menorehkan penghargaan pada kejuaraan  pencak silat cabang Tasikmalaya, yang dilaksanakan beberpa hati lalu (17-20/12) bertempat di Islamic Center. Tak tanggung-tanggung, torehan prestasi tersebut dengan menyabet 30 medali emas, 22 perak dan 17 perunggu dengan kategori yang diperlombakan diantaranya, katagori usia dini, Tanding Pra remaja, Tanding Tingkat dewasa,  Jurus Tunggal dan Regu dan katagori lainnya.

Sekretarias Panitia Pencak silat Kejurcab Tasikmalaya, Ipin Arifin, mengatakan, kejuaraan pencak silat ini yang diikuti 20 perguruan yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya ini berada dibawah naungan IPSI.

Dikatakan Ipin, ia merasa bangga karena penyelenggaraan kejuaraan silat yang diikuti 320 pesilat, 40 Official dan 20 manager ini merupakan bentuk kecintaan pada seni budaya, khususnya pencak silat mengalami peningkatan.

 "Alhamdulilah, dengan perhelatan yang dilaksanakan mulai di tingkat daerah hingga nasional menandakan seni budaya sunda sudah mulai digemari, tentunya kita juga patut bangga karena pencak silat sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya milik Indonesia, “kata Ipin.

Ipin juga mengatakan, ada wacana kedepannya , pemerintah akan mewajibkan ditiap sekolah untuk   memprioritaskan pencak silat menjadi  ekstrkurikuler yang wajib diikuti siswa. Dan ini tentunya  sangat bersinergi dengan program Bupati Tasikmalaya, Salasa Nyunda.

Agar seni budaya warisan leluhur tetap eksis, selaku pelaku seni, Ipin berharap untuk dapat mengangkat seni budaya didaerah perlu adanya perhatian serius baik dari pemerintahan yang bersinergi dengan lembaga yang membidangi budaya agar tidak padam, terutama dimulai dari pemerintahan paling bawah.

 "Budaya itu merupakan identitas, jati diri Bangsa, jadi jangan mengnganggap budaya itu kecil ", pungkas Ipin. ( RUSDIANTO )

DALAM RESES DI PANGANDARAN AGUN GUNANJAR AKAN KUNJUNGI DESA KERTYASA

PANGANDARAN NEWS-Bertempat di rumah makan Baralak di Desa Cikembulan, Anggota DPR RI, Drs. H. Agun Gunanjar Sudarsa, M.Si, berkesempatan bertemu pengurus DPD Golkar  Pangandaran, sebelum melaksanakan resesnya ke Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang.

Di depan kader dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Pangandaran, Agun menyampaikan,  kunjungannya ke Pangandaran ini dalam rangka reses sebagai wakil rakyat yang duduk di DPR RI.

“Setelah ke Pangandaran, saya juga akan melanjutkan ke Kabupaten Ciamis, Kuningan dan Kota Banjar, “terang Agun.(23/12)

Agun mengatakan, dalam resesnya di Pangandaran ia akan berjunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, yang sudah menerima penghargaan menjadi desa wisata terbaik se-Indonesia.

Selanjutnya untuk tugasnya di komisi XI, menurut Agun, nantinya ia bersama tim akan mengawasi langsung program-program pemerintah, seperti, untuk nelayan, pengusaha pemula, beasiswa bagipara pelajar dan lain-lainnya, dan ini merupakan bentuk tanggungjawanya pada rakyat.

Lebih jauh Agun mengatakan, ia sangat mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan kader serta seluruh pengurus DPD Gokar abupaten Pangandaran, pada pemilu beberpa waktu lalu.

Dan, lanjut Agun, semua harus puas dengan hasil yang sudah dicapai partai Golkar Pangandaran, karena bagaimana pun hasilnya, ia tetap sangat menghargai usaha dan kerja seluruh kader.

Agun juga mengatakan, untuk 5 tahun ke depan ia akan terus bekerja untuk membesarkan partai dan tidak hanya menjadi penikmat partai saja. Karena walau pun tidak ada dalan struktural kepengurusan, karena jika pengelolaan partai masih seperti sekarang ini, maka hasilnya pun akan seperti sekarang ini juga.

“Ke depan, setiap ada kesempatan saya akan bertemu langsung dengan masyarakat, khususnya di daerah pemilihan saya,”ungkapnya. (PNews)

DESA CIKAPINIS MILIKI RUMAH ASPIRASI SEKALIGUS JADI PUSAT KEGIATAN DESA

TASIKNEWS-Desa Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya mempunyai rumah aspirasi yang berfungsi untuk segala urusan dan kepentingan warga dsa.

Rumah asfirasi ini juga jadi pusat kegiatan positif, seperti tempat untuk menyerp aspirasi yang disampaikan masyarakat, diskusi, pentas seni budaya serta menjadi ruang informasi kegiatan Desa Cikapinis.

Seperti disampaikan Kepala Desa Cikapinis, Azis, rumah ini menjadi ruang publik yang bisa digunakan semua kalangan, dari kegiatan yang ada di RT, RW, Karangtaruna, PKK dan kegiatan desa lainnya.

“Di rumah ini nanti akan kita cetuskan juga Hari Pintar Bareng, “terangnya. (ANWARWALUYO)




SINERGITAS BPD DAN PEMDES CIDADALI SEPAKAT, SELURUH PROGRAM DESA UNTUK KEPENTINGAN WARGA

TASIKNEWS-Sinergitas dan koordinasi antara pemerintah desa (Pemdes) dengan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) sangat diperlukan dalam pembangunan desa yang terarah. Sehingga diharapkan tidak ada miskomunikasi, baik dalam pelaksanaan mau pun pengawasan pembangunan yang ada di desa.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cidadali Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Asep, saat ditemui PNews di sela-sela kesibukan pembangunan Gedung Olahraga (GOR).(21/12)

Dikatakan Asep,  baik pemdes maupun BPD sudah ada porsi dan kewajibannya masing-masing, sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih kepentingan.

Nah inilah yang dimaksud dengan sinergitas pemdes dan BPD, “terang Asep.

Asep menambahkan, pihaknya tidak berharap karena kurang harmonisnya komunikas yang dibangun antara desa dan BPD, sehingga pembangunan dan program-program lannya yang ada di desa pun jadi terhambat. Dan tentunya jika terjadi hal seperti ini yang rugi tetap masyarakat sebagai obyek penerima asas manfaat pebangunan.

Pembangunan GOR yang dibiayai dari Dana Desa (DD) ini, tentunya bisa dinikmati sepenuhny oleh masyarakat.

“Pemdes dan BPD sepakat, tujuan dari seluruh program di Desa Cidadali ini untuk kemaslahatan serta kepentingan warga desa, “imbuh Asep. (ANWARWALUYO)

MELALUI PROSES PANJANG DAN KETAT, BAWASLU PANGANDARAN LANTIK 30 ANGGOTA PANWASCAM

Add caption
PANGANDARAN NEWS-Setelah melalui seleksi panjang dan melelahkan, akhirnya Badang Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran, melantik 30 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang akan bertugas di 10 kecamatan.

Acara pelantikan yang dihadiri Ketua Kordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, TNI,Polri, para camat, Kepala Kesbangpol dan tamu undangan lainnya digelar di Hotel Krisna di kawasan pajtai barat Pangaran.(22/12)

Dalam sambutannya, Ketua Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu, Rahmat Bagja, SH, meminta agar seluruh anggota panwascam setelah dilantiukdan diambil sumpah, bisa bekerja sungguh-sungguh, kredibel serta tetap menjaga kode etik sebagai penyelenggara pemilu.

Bagja juga meminta agar anggota panwascam dalam menjalankan tugasnya bisa tetap menjalin kerjasama dengan mitra TNI, Polri dan stakeholder lainnya.

“Juga tetap dengan saudara kandung kita, KPU, “ungkapnya.

Dikatakan Bagja, pada pilkada yang akan dilaksanakan tahun 2020 nanti, sejumlah kerawanan, sepeti politik uang dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), tetap menjadi pengawasan pada  penyelenggaraan hajat demokrasi daerah ini.

“Walau kita bermitra dengan pemerintah, tapi kita tetap akan fokus padanetralitas ASN, “Tegas Bagja.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, kepada sejumlah awak media, menyampaikan, kerja keras yang panjang dalam proses penjaringan dan seleksi yang dilakukan bawaslu, akhirnya bisa membuahkan hasil yang terbaik dengan terpilihnya 30 anggota panwascam yang nantinya akan bertugas di tiap-tiap kecamatan.

Insaalloh, anggota panwascam yang dilantik hari ini merupakan hasil terbaik dari tahapan proses yang ketat, “kata Iwan.

Iwan menambahkan, sekitar 70 persen merupakan incumben,  artinya, sebagian besar anggota panwascam yang sekarang dilantik sudah mempunyai pengalaman dalam tugas-tugas kepemiluan, sehingga bawaslu pun akan sangat terbantu, khusunya di level kecamatan.

“Tapi walau begitu kami tetap akan bekali mereka dengan bintek dan pelatihan-pelatihan agar pada saatnya nanti seluruh panwascam bisa bekerja lebih baik dan qualified, “pungkas Iwan.

Seperti diketahui, 30 anggota panwascam yang dilantik ini antara lain,
Kecamatan Parigi, Rosidin rosdiana, Kuswaya Adi dan Wahyu Munazat.
Kecamatan Cijulang,Harris Pratama Aji N, Hudaya dan  Adi Martina Permana
Kecamatan Cimerak,Nur Sayefful Rokhmat, Arif Jalaludin dan Herdis.
Kecamatan Cigugur, Dadang Solihin,Yayat Suryadi dan Solihin.
Kecamatan Langkaplancar, Hendri Kamil, Jana Ermaya dan Ali Rahman Hakim.
Kecamatan Sidamulih; Farhan Mausul Alawi,Dadang dan Roswandi
Kecamatan Pangandaran; Firmawati, Sutiono dan Dindin Sahrudin
Kecamatan Kalipucang; Yulliaty Puspasarina, Huda Palahudin dan Irham Gufroni
Kecamatan Padaherang; Rohimat Resdiana, Sarno Sutrisno dan Dudung Nurkhotim S.
Kecamatan Mangunaya; Tatang Hernawan, Aan Johar Ma’mun dan Toni Taupiq. (PNews)

JELANG LIBUR TAHUN BARU, DI PANTAI SINDANGKERTA MASIH BANYAK SAMPAH BERSERAKAN

TASIKNEWS-Jelang libur natal dan tahun baru, Pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, mulai dibanjiri wisatawan.

Namun sangat disayangkan, melihat kondisi   pantai yang terkesan kurang ditata rapih dengan sampah berserakan dimana-mana membuat kawasan wisata ini kurang nyaman untuk dinikmati.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung asal Ciamis, Ewin, banyaknya sampah plastik bekas kemasan makanan ringan dan air mineral, memberikan kesan obyek wisata Pantai Sindangkerta ini kurang terurus, sehingga ia pun harus puas bermain di pesisir pantai diantara sampah yang berserakan.

“Siapa pun yang jadi pengelola tempat wisata ini harusnya sigap, karena ini meyangkut kenyamanan pada wisata yang datang kesini, “ungkapnya.(20/12)

*ANWARWALUYO-UDI R*

NELAYAN PANGANDARAN TOLAK PENCABUTAN PERMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN 56 TAHUN 2016

PANGANDARAN NEWS-Rencana ekspor benih lobster (baby lobster) saat ini menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, ekspor baby lobster ini sempat dilarang Menteri Kelautan dan Perikanan di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, Susi Pudjiastuti saat masih menjabat.

Namun pada periode kepemimpinan Jokowi yang kedua ini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, berencana mencabut larangan ekspor tersebut. Dan salah satu alasannya karena ada ribuan orang menggantungkan hidup dari benih lobster, dan mereka tidak bisa menunggu lama untuk menjadi pembudidaya lobster.

Ternyata rencana kebijakan Kemnterian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut mendapat protes dari sejumlah pihak, salah satunya dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran.

Dalam deklarasinya, jumlat malam (20/12) di rumah makan sea food Minasari di kawasan pantai barat Pamugaran, atas nama nelayan Pangandaran, HNSI jelas-jelas menolak kebijakan untuk membuka kembali ekspor benih lobster, seperti kebijakan yang digulirkan Meneri Kelautan dan Perikaan, Edhy Prabowo.

Menurut Sekretaris HNSI sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, seluruh nelayan Pangandaran merasa kaget dengan rencana kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang akan mencabut Peraturan Menteri (Permen) nomer 56 tahun 2016.

“Kenapa kami menolak, walau mungkin alasan kami tidak ilmiah tapi alasan ini dirasa cukup mendasar karena memang kami pelaku langsung sebagai nelayan, “ungkap Asep.

Para nelayan, lanjut Asep, seperti tadi yang disampaikan beberapa nelayan dan ternyata pemahaman nelayan sangat luar biasa tentang lobster.

Dan saat Menteri Kelautan, Susi Pujiastuti, mengeluarkan Permen nomer 56 tersebut, awalnya nelayan pun belum paham benar arah kebijakan KKP ini. Tapi ternyata setelah beberapa tahun berjalan, dan nelayan pun menjual lobster dengan size yang sudah ditentukan, ternyata nilai ekonomisnya memang sangat tinggi dibanding harga jual baby lobster.

“Saya tahu bu susi ini sekolahnya sekolah alam, sekolah dari pengalaman tapi kebijakannya sangat mendsar dan nelayan pun secara ekonomis sangat diuntungkan, “kata Asep lagi.

Dikatakan Asep, jika ada stetmen Menteri Kalautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, yang menyatakan kebijakannya tersebut untuk membela nelayan,  karena nelayan tidak bisa menunggu lama untuk menjadi pembudidaya lobster, itu keliru karena nilai jual lobster dewasa jauh lebih menguntungkan  dibanding harga benihnya.

“Dan yang kita tahu lobster itu tidak tiap hari bisa ditangkap, karena ia muncul pada secara berkala, ada musimnya, “terangnya.

Asep juga menyampaikan, setelah dibangun pemecah ombak (break water) di pantai Pangandaran, ternyata itu menjadi ekosistem bagi koloni lobster, selain di karang-karang yang memang banyak tumbuh di sepanjang bentang pantai sejauh 91 kilo meter. Sehingga nelayan pun tidak perlu melaut jauh ke tengah samudera karena tidak jauh dari bibir pantai pun seperti pada karang dan break water tersebut, nelayan Pangandaran sudah bisa mendapatkan lobster dewasa.

“Kami sampaikan sekali lagi, intinya kami nelayan Pangandaran menentang kebijakan KKP, terkait dicabutnya Permen nomer 56 tahun 2016. “tegasnya. (PNews)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN