KETUA DPRD PANGANDARAN: “JAGA HUTAN DAN MATA AIR UNTUK ANAK-CUCU KITA”

PANGANDARAN NEWS-Walau pun masalah hutan bukan lagi urusan daerah, namun sebenarnya Pemkab Pangandaran sudah membuat tiga Peraturan Daearah (Perda) terkait Sumber Daya Alam (SDA), diantaranya,  Perda Sumber Mata Air, Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perda Lembag Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, saat menyatakan keprihatinannya terkait adanya penebangan liar pada lahan seluas 13,5 hektar di hutan milik Perum Perhutani, tepatnya di wilayah perbatasan Kecamatan Parigi dan Pangandaran.

Walau pun di Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang pemda disebutkan, sumber daya alam yang ada di daerah tidak lagi diurus di daerah tingkat II namun sekarang sudah beralih ke pemprov, tapi, kata Asep, dengan kejadian tersebut kami benar-benar merasa terpukul.

“Sebebnarnya regulasi yang akan mengatur sumber daya alam tersebut Pemkab Pangandaran sekarang hanya tinggal menunggu peraturan bupati saja untuk aturan pelaksanaannya, “jelas Asep.(17/12)

Asep mengatakan, setelah ia melakukan komunikasi dengan pihak Perhutani, data  hutan yang ada di Pangandaran ternyata hampir seluruhnya merupakan hutan produksi yang dikelola Perhutani, kecuali kawasan hutan Cagar Alam, Kawasan Perlindungan Setempat (KPS), Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Kars.

“Sementara 80 persen sumber mata air yang ada di Pangandaran itu masuk wilayah yang dikelola Perhutani,” tambah Asep.

Asep berharap dengan Perda yang ada, ke depannya perhutani tidak lagi melakukan penebangan pada hutan pada jarak minimalnya radius 200 meter dari pemukiman warga, dan ini dimaksudkan untuk tetap menjaga sumber mata air.

Dan ke depan, masih kata Asep, pengelolaan hutan produksi yang dilakukan Perhutani nantinya bisa berbasis pariwisata dan lestari, dan ini akan sejalan dengan visi Kabupaten Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata dengan salah satu daya tarik, keindahan alamnya.

Menurut politis PDI Perjuanga ini, walau kawasa hutan yang dikelola perhutani ini merupakan hutan produksi, namun semua itu dilakukan dengan tetap mengacu pada revisi UU No 41 tahun 1991, harus melihat sisi ekologi, fungsi sosial serta fungsi ekonominya, sehingga tidak asal tebang.

“Secara kelembagaan, kami berharap kepada seluruh desa yang wilayahnya berbatasan dengan kawasan hutan produksi, agar tetap bisa menjaga dan melestarikan sumber mata air untuk kepentingan anak-cucu kita, “tegasnya.  (PNews)

BAWASLU PANGANDARAN SEGERA LANTIK 30 ANGGOTA PANWASCAM HASIL SELEKSI

PANGANDARAN NEWS – Setelah melalui tahapan-tahapan, akhirnya Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran mengumumkan 30 nama anggota panitia pengawas  kecamatan (Panwascam) hasil seleksi administrasi, tes tertulis (online) dan tes wawancara. (19/12)

Saat dihubungi lewat telepon celullernya, Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, mengatakan, pengumuman hasil seleksi ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bawaslu Kabupaten Pangandaran nomor 036/Bawaslu.JB-12/HK.01.01/XII/2019 tentang pengumuman anggota panwascam terpilih dalam pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan wakil Bupati tahun 2020.

“30 peserta yang lolos ini sudah melalui penyaringan yang sangat ketat, dari mulai melacak jejak rekam calon hingga tahap akhir, yaitu tes wawancara, “terangIwan.

Iwan menambahkan, pihaknya berharap dengan proses perekrutan yang memakan waktu yang cukup lama dan melelahkan ini dapat menghasilkan panwascam yang qualified, sehingga dapat menjalankan tugas dan wewenangnya dengan maksimal pada pilkada 2020 mendatang di Kabupaten Pangandatan.

“Dan untuk selanjutnya paling lambat sebelum tanggal 31 Desember 2019 calon terpilih ini akan segera kami lantik,  tepatnya tanggal yang akan ditetapkan nanti oleh Bawaslu Kabupaten Pangandaran, tentunya mengukuti time line yang sebelumnya sudah kami rilis. " pungkasnya.

Dan ini hasil seleksi selengkapnya,
Kecamatan Kecamatan Parigi, Rosidin rosdiana, Kuswaya Adi dan Wahyu Munazat.
Kecamatan Cijulang,Harris Pratama Aji N, Hudaya dan  Adi Martina Permana
Kecamatan Cimerak,Nur Sayefful Rokhmat, Arif Jalaludin dan Herdis.
Kecamatan Cigugur, Dadang Solihin,Yayat Suryadi dan Solihin.
Kecamatan Langkaplancar, Hendri Kamil, Jana Ermaya dan Ali Rahman Hakim.
Kecamatan Sidamulih; Farhan Mausul Alawi,Dadang dan Roswandi
Kecamatan Pangandaran; Firmawati, Sutiono dan Dindin Sahrudin
Kecamatan Kalipucang; Yulliaty Puspasarina, Huda Palahudin dan Irham Gufroni
Kecamatan Padaherang; Rohimat Resdiana, Sarno Sutrisno dan Dudung Nurkhotim S.
Kecamatan Mangunaya; Tatang Hernawan, Aan Johar Ma’mun dan Toni Taupiq.

(PNews)


BUPATI PANGANDARAN LANTIK 68 KEPALA DESA HASIL PILKADES SERENTAK 2019

PANGANDARAN NEWS-Sebanyak 68 kepala desa (kades) pemenang Pilkades Serentak 2019, Kabupaten Pangandaran hari dilantik. (19/12) Pelantikan digelar di halaman kantor bupati dan dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Usai pelantikan tersebut, kepada sejumlah awak media bupati, menyampaikan, karena sebelumnya pemilihan kepala desa semua calon memberikan janji-janji pada masyarakat, maka semua itu harus dipenuhi setelah duduk menjadi kepala desa.

“Kepala desa jangan terjebak pada pekerjaan rutin yang ada di kantor, seperti surat menyurat, administrasi dan lainnya, “ungkap bupati.

Bupati menegaskan, kepala desa harus lebih sering turun langsung ke lapangan agar bisa lebih tahu persoalan-persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, karena warga sejatinya ingin perbaikan di desanya.

Artinya, kata bupati, kalau tidak pernah turun langsung, maka sudah tentu tidak akan pernah tahu juga apa yang diinginkan warganya. Jadi cara pandangnya, apa yang terbaik yang harus diperbuat untuk masyarakat,.

“Ada jalan rusak cepat perbaiki, tidak ada uangnya coba cari ke pemkab, pemprovbdan seterusnya. “imbuh bupati.

Bupati juga mengatakan, ia mengetahui segala permasalahan pun karena sering terjun ke lapangan, sehingga nantinya tinggal dicari solusinya seperti apa.

“Kalau tiap hari hanya duduk di belakang meja, tentu saja aspirasi yang disuarakan warga tidak akan pernah sampai, “kata bupati lagi.

Masih di tempat yang sama, menurut Kepala Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih, Ruspandi dan Kepala Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang, Imang Wardiman, mereka berdua sepakat untuk berbuat yang terbaik dan bermaslahat untuk masyarakat.

Mereka juga mengatakan, walau pernah bersama-sama menjadi anggota DPRD periode tahun 2013-2018, intinya sama, bekerja untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Hanya bedanya kalau dulu saat di DPRD kami berjuang dan bekerja untuk masyarakat se-Kabupaten Pangandaran, tapi sekarang sekupnya lebih kecil, untuk masyakat desa kami, “ungkap mereka.

Sepeti diketahui, dalam pikades serentak tahun 2019, pada tanggal 30 nopember lalu ada 68 desa yang melaksanakannya, diantaranya, di  Kecamatan Langkaplancar ; Desa Karangkamiri, Jayasari,  Cimanggu, Cisarua, Langkaplancar, Jadimulya, Jadikarya, Bangunjaya, Bangunkarya, Sukamulya, Bojong, Bungurraya dan Desa Bojongkondang.

Kecamatan Cimerak, Desa Limusgede, Batumalang, Mekarsari, Kertaharja, Masawah dan Desa Kertamukti.

Kecamatan Cigugur, Desa Cimindi, Cigugur, Campaka, Bunisari dan Desa Kertajaya.
Kecamatan Cijulang, Desa Cibanten, Cijulang, Kertayasa, Margacinta, Kondangjajar, Batukaras dan Desa Ciakar.

Kecamatan Parigi, Desa Cibenda, Karangbenda, Karangjaladri, Bojong, Selasari, Parigi, Cintakarya, Ciliang dan Desa Cintaratu.

Kecamatan Sidamulih, Desa Cikalong, Sidamulih, Sukaresik, Pajaten, Kalijati, Cikembulan dan Desa Kersaratu.

Kecamatan Pangandaran, Desa Wonoharjo, Sukahurip, Pangandaran, Sidomulyo, Pananjung dan Desa Pagergunung. Kecamatan Kalipucang, Desa Tunggilis, Banjarharja, Emplak, Cibuluh dan Desa Pamotan.

Kecamatan Padaherang, Desa Ciganjeng, Maruyungsari, Karangmulya, Padaherang, Kedungwuluh, Karangpawitan, Panyutran dan Desa Karangsari.

Sementara di Kecamatan Mangunjaya, hanya dua desa, Sindangjaya dan Kertajaya.
(PNews)

PESANTREN PERSIS NO 100 BANJARSARI CIAMIS GELAR LATIHAN MANASIK

PANGANDARAN NEWS-Lebih dari 200 siswa-siswi pesantren Persatuan Islam (Persis) no 100 Banjarsari Kabupaten Ciamis, hari ini  menggelar latihan manasik haji dan umrah bertempat di lapangan pramuka bulak laut Pangandaran. (19/12)

Sebelumnya menuju lapangan tempat diselenggarakannya latihan manasik tersebut, para santri ini mendapat pengarahan terlebih dulu di mesjid Al-Anfal Cikembulan Kecamatan  Sidamulih.

Menurut salah seorang pemimbing, Ustadz Encim, kegiatan seperti ini telah terprogram di pesantren yang pada pelaksanaannya melibatkan Pimpinan Daerah Persis Kabupaten  Pangandaran.

Selain diikuti para santri,  kata Uncim, kegiatan manasik ini juga diikuti para calon jamaah haji yang akan berangkat tahun depan, bahkan dari 40 orang khususnya ibu-ibu juga turut serta  walau  sekedar mengikuti saja.

Mudah-mudahan, lanjutnya, kegiatan ini akan berdampak baik bagi generasi muda atau siapa pun juga sehingga bisa termotivasi untuk melaksanakan rukun Islam kelima dan umrah.

“Atau paling tidak ada niat serta keinginan untuk melaksanakan ibadah tersebut, “ucap Encim.  (HARIS FIRDAUS)

LAUNCHING DURIAT TASIK, DOEL SUMBANG POPULERKAN WISATA CIPATUJAH

TASIKNEWS-Acara peluncuran lagu baru seniman Jawa Barat, Doel Sumbang, Duriat Tasik, mendapat sambutan meriah masyarakat Tasikmalaya. Ribuan masyarakat pun antusias memenuhi lapang lapang Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah untuk bisa menyaksikan langsung penampilan artis idola kesayarangan masyarakat Jabar ini.(14/12)

Kedatangannya ke Cipatujah yang dampingi Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto beserta beberapa pejabat di jajaran pemrintahan ini, selain dalam rangka launching lagu ciptaannya ini, Kang Doel, sapaan akrabnya, bertujuan agar bisa mempopulerkan obyek wisata yang ada di bagian selatan Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti diketahui, beberapa destinasi wisata seperti pantai Cipatujah, Pamayang, Sindangkerta hingga ke Karangtawulan, memang memerlukan promosi wisata lebih gencar lagi, agar potensi wisata yang dimiliki Tasikmalaya ini bisa lebih dikenal, sehingga arus kunjungan wisatawan pun akan semakin meningkat.

Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, menyampaikan terimakasihnya kepada Doel Sumbangan dan rombingan, yang telah berpartisipasi ikut mempopulerkan wisata Tasik.

“Saya atas nama masyarakat Tasikmalaya, merasa bangga karena seniman besar Doel Sumbang telah menghibahkan salah satu karyanya untuk Tasikmalaya, “ungkap Ade.

Diharapkan, lanjutnya, melalui lagu Duriat Tasik ini, obyek wisata yang selama ini menjadi andalan masyarakat Tasikmalaya bisa lebih dikenal dan mampu menyedot jutaan wisatawan.

“Sekali lagi, atas nama seluruh masyakat Tasik saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan sebesarnya-besar untuk Kang Doel, “imbuh Ade. (ANWARWALUY-UDIRUSTANDI)

DI KECAMATAN SUKARAJA PERAN DESA KURANG OPTIMAL DUKUNG PROGRAM KESEHATAN

TASIK NEWS-Berdasarkan hasil survey pendataan di bidang kesehatan di tiap desa se-Kecamatan Sukaraja, menurut Kepala UPT Kesehatan Sukaraja, Memed Supendi, Amk,Skm,MSi, ternyata peran serta kepala desa kurang optimal dalam memberikan dukungannya, padahal seharusnya desa bisa berperan aktif membantu mengoptimalkan pelayanan kesehatan termasuk penyediaan sarana prasarana kesehatan.

"Salah satu indikatornya adalah minimnya ketersediaan fasilitas posyandu yang ada di tiap desa, di Kecamatan Sukaraja sendiri  hanya beberapa desa yang mempunyai fasilitas posyandu, seperti Desa Sukapura dan Desa Margalaksana", ungkap Memed, usai mengikuti Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), yang dihadiri para kepala desa,  bidan desa, kader posyandu dan  ketua KPM, di ruang pertemuan Puskesmas Sukaraja. (12/12)

Memed menambahkan, padahal ada anggaran pemerintah yang bisa dipergunakan untuk membangun fasilitas kesehatan seperti posyandu.

"Tapi ternyata anggaran tersebut mayoritas dialokasikan untuk kepentingan sarana infrastruktur jalan", tandas Memed. (RUSDIANTO)

USAHA POTO DI PANTAI PANGANDARAN KINI SEMAKIN SEPI PEMINAT

PANGANDARAN NEWS-Organisasi Potret Pantai Pangandaran (OPWP) kini mengalami keprihatinan, pasalnya di tengah jaman yang mengalami kemajuan pesat dan serba instan ini sudah menggeser beberapa pola baru dan gaya hidup.

Seperti dikatakan pelaku usaha poto pantai, Sambas, ia merasakan begitu ketatnya persaingan usaha di pantai Pangandaran, sehingga berimbas pada penurunan pendapatan setiap harinya.

“Ditambah lagi, pada era milenial ini orang berpoto cukup dengan membawa ponsel berkamera bagus, sehingga otomatis mau tidak mau usaha kami pun semakin terpinggirkan," jelasnya.(14/12)

Menurutnya, jumlah anggota OPWP hingga saat ini ada sekitar 50  orang, sengaja jumlah ini dibatasi agar seluruh anggota bisa menikmati hasil usahanya, karena dengan jumlah tersebut hampir per seratus meter di sepanjang pantai  para tukang poto ini biasa menjajakan jasanya pada wisatawan yang kebetulan sedang di pantai.

"Rata-rata hingga sekarang tukang poto masih bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 100-300 ribu, dan biasanya itu kami dapatkan pada hari sabtu dan minggu saja, “terangnya.

Sambas mengatakan, ia sendiri sudah 25 tahun menggeluti usaha ini sehingga sudah hapal betul liku-liku usahanya.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian dan solusi, sebab kami pun asli putra daerah yang ingin memajukan pembangunan pariwisata di Pangandaran, tentunya sesuai dengan kapasitas kami, ,"imbuhnya. (HARISFIRDAUS)


BISA HILANGKAN DEPRESI, WISATA CITUMAN JADI A MENTAL HOSPITAL

PANGANDARAN NEWS-Menurut salah seorang wisatawan asal Kota Semarang, Jarkowi, ternyata air di obyek wisata Citumang yang ada di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, berkhasiat bisa menyembuhkan depresi.

Jarkowi yang datang bersama sekitar 500 orang anggota yang menggunakan 6 bus wisata, mengatakan,  berawal melihat postingan Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil, yang sedang berenang di Citumang, dan cuitan salah seorang followernya yang mengatakan tentang khasiat tetesan air Citumang yang bisa menyembuhkan depresi, kontan Jarkowi saat itu pun ada keinginan untuk datang dan mencobanya.

“Sesampainya di Citumang setelah antri dengan wisatawan lainya, kami dipandu oleh pemandu bernama Dede Adut, dan kami pun patuh mengikuti instruksi mulai dengan mepasang jaket plampung hingga berbaris di mulut goa sampai boddy rafting, “tutur Jarkowi.(14/12)

Saat rombongan menginjak air dan berdiri di mulut goa, kata Jarkowi, semua merasakan kesejukan air seakan masuk melalui pori-pori membawa perasaan kedamaian seakan  kembali ke alam (back to nature is magickly).

“Dan anehnya tubuh yang tadinya merasa letih, penat dan capai  pun seketiksa jadi fresh kembali, “imbuhnya.

Kemudian, lanjut Jarkowi, atu persatu memegang tali untuk bergelantungan dan berloncat sambil tak sadar berteriak keras lalu mencebur ke iar sungai yang jernih.

Jarkowi juga menuturkan, dalam rombongannya ada sakah seorang entah kenapa begitu membencinya hingga tidak pernah bertegur sapa. Tapi anehnya setelah meloncat dan mencebur ke air mukanya cengengesan tertawa menunjuk dan melambaikan tangan sambil berkata, bravo..bravo.. jarkowi.

“Lalu dia pun mendekati saya sambil tersenyum dengan cerianya mengajak saya untuk berloncat bersama seperti di film Tarzan dan Jane, “kata Jarkowi.

Jarkowi menambahkan, selain mempunyai alam yang masih hijau dengan pohon-pohon menjulang tinggi, aliran sungai di obyek wisata Citumang yang sangat jernih pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Jadi jika air di obyek wisata Citumang ini bisa menyembuhkan depresi, artinya, kata Jarkowi lagi, sejuknya air yang mengalir yang keluar dari dalam gua benar-benar membuat alam pikiran yang biasanya disibukan dengan segala rutinitas pekerjaan di tengah suasana bising kota, kembali bisa menyatu dengan alam sehingga pikiran pun terasa segar dan nyaman seakan alam Citumang ini bisa berperan menjadi a mental hospital.

“Suasana alam yang masih asri dengan rindangnya pepohonan pun sangat menunjang untuk kita merenung bertafakur, “tutur Jarkowi. (ANTON AS)

PC PEMUDA PERSATUAN ISLAM DAYEUHKOLOT GELAR SAFARI DI PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Tidak kurang dari 15 orang terdiri dari Pimpinan Pemuda dan anggota Pimpinan Cabang (PC) Persis Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, ikuti safari dakwah dan wakaf mushaf Al-Qur'an di Kabupaten Pangandaran, yang digelar di gedung PC. Persis Kecamatan Padaherang . (13/12)

Dalam kegiatan untuk ke empat kalinya ini (yang lainnya dilaksanakan di Cianjur dan Garut), meliputi program pengajian dan pembagian 200  lebih mushaf Al-Qur'an yang diwakafkan untuk lingkungan jam'iyah persis di Kabupaten Pangandaran.

"Keiatan yang dilaksanakan di Pangandaran ini merupakan kegatan kami yang ke empat, “jelas ketua  panitia, Indrawan.

Indarwan mengatakan, dengan moto, menebar dakwah memperkuat jami'iyah, diharapkan ada kesinambungan jam'iyah dalam bentuk silaturahmi dengan dakwah dan pembagian mushaf.

Sementara menurut Anda Suhanda, selaku  tuan rumah, program PC. Pemuda Persis Dayehkolot ini menjadi inspirasi PC Persis yang lain.

Sementara salah seorang pengurus pusat Persatuan Islam, Drs. Hasyim Suryadi, dalam tausiah menyampaikan, program ini untuk memotivasi jam'iyah lain khususnya yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Diharapkan dengan kegiatan yang kami selenggarakan di Pangandaran ini bisa mendorong jam'iyah disini."ucapnya. (HARIS FIRDAUS)

PANGGUNG GEMBIRA INDOSIAR GOYANG WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Ribuan masyarakat  Pangandaran beramai-ramai mendatang lapang Grand Pangandaran, untuk menyaksikan kemeriahan Panggung Gembira Indosiar yang disiarkan secara live, dengan dimeriahkan sederetan artis Ibu Kota, seperti, Alam, Fitri Carlina, Kuburan Band, Gama 1, Radi, Selfi DA, Ical DA, Nabila LIDA,  Fikoh Lida dan lain=lkain yang dipandu host Indra Bekti, Chika Jessica dan Jirayut. (14/12)

Dalam acara Panggung Gembira yang rencananya akan digelar 2 hari (14-15/12), juga dimeriahkan kesenian daerah yang dibawakan seniman Pangandaran serta sajian kuliner khas Pangandaran, seperti pindang gunung, udang saus tiram, oseng pakis, cumi goreng tepung, jus honje, opak, noga kacang dan lainnya.

Masyarakat yang datang dengan antusias sejak pukul 7.00 pagi pun nampaknya sangat puas hingga berakhirnya acara sekitar jam 10 pagi.

Acara dimulai dengan kedatang Bupati Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan ibu, yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan ibu, Ketua DPRD, Asep Noordin dan ibu, serta Sekda Kab Pangandaran  Drs H Kusdiana MM beserta istri, bersama-sama naik delman menuju panggung utama yang langsung disambut dengan kesenian daerah, ronggeng gunung.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, selain untuk bergembira bersama, panggung gembira ini juga untuk unjuk kebolehan serta mengangkat seni tradisi daerah yang ada di Pangandaran.

Dan hari ini semua bergembira karena acara panggung gembira Indosiar yang selama ini hanya bisa disaksikan lewat siaran tv, sekarang bisa disaksikan langsung disini.

"Kita dapat menyaksikan bersama-sama, anak-anak memakai pakaian adat sunda serta serta tabuhan gamelan, dan indosiar sekarang memberikan peluang juga kehormatan karena kesenian daerah kita bisa tampil di indosiar" ujarnya

Bupati juga mengatan,  kegiatan ini juga tentunya diharapkan bisa memberikan efek positif untuk promosi wisata.

“Untuk itu, ayo berwisata ke Pangandaran, “kata bupti. (PNews)

DESA KERTAYASA KAB. PANGANDARAN RAIH JUARA PERTAMA DESA WISATA NUSANTARA 2019

PANGANDARANEWS - Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mewakili desa Kertayasa  Kecamatan Cijulang, menerima penghargaan sebagai juara pertama tingkat nasional katagori desa maju pada lomba Wisata Nusantara tahun 2019, yang diterima bupati di Tebing Breksi, Sleman Yogyakarta. (10/12)

Dan ini merupakan apresiasi pemerintah pusat pada pengembangan dan pembinaan desa di daerah yang diwujudkan dalam bentuk penghargaan dari Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Hasil team juri lomba desa wisata Nusantara yang dilaksanakan tanggal 25 nopember 2019 lalu, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (KDPDTT) memeberikan penilaian pada Desa Wisata Kertayasa berada pada urutan pertama mengungguli daerah wisata lainnya yang berasal dari pulau Bali, Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat ditemui sejumlah wartawan, bupati menyampaikan ungkapan kegembiraannya karena salah satu desa yang ada di Kabupaten Pangandaran sudah berhasil menjadi desa wisata juara pertama  tingkat nasional.

Dikatakan bupati, Desa Kertayasa punya potensi alamnya yang bagus, ada grand canyone, bumdes yang berjalan dengan baik dan infrastrukturnya juga sudah bagus.

“Di Kecamatan Cijulang sendiri desa la9nnya seperti Batukaras sebenarnya bisa kita dorong untuk menjadi desa maju, "ujarnya.

Bupati berharap keberhasila yang suda divapai Desa Kertayasa diharapkan bisa diikuti desa-desa lainnya dan selalu menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah sehingga terjalin komunikasi yang baik.

“Apabila terjalin sinergitas yang baik dan mau bekerja dengan hati serta ikhlas, semua akan terwujud, "ujarnya.

Sementara melalui laman media sosial facebook Pemerintahan Desa Kertayasa,  mengucapkan terima kasih pada Pemkab Pangandaran yang setia mendampingi Pemdes Kertayasa.

"Terima kasih kepada Pak bupati dan pejabat terkait  lainnya yang telah mendampingi kami dalam acara penganugerahan pemenang desa wisata Nusantara tahun 2019 beberapa hari lalu di Sleman Yogyakarta, " cuitannya. (ANTON AS)

PEMBANGUNAN KUA DAN RUMAH DINAS KEPALA SMPN 1 PANGANDARAN, MUBADZIR ?

PANGANDARAN NEWS-Entah apa sebabnya hingga saat ini dua gedung yang terletak di sebelah barat Lapang Merdeka, tepatnya di samping Gedung Islamic Center Pangandaran, yang dibangun dari APBD tahun 2018 Kabupaten Pangandaran, hingga sekarang tidak dipergunakan, padahal anggaran untuk membangun  kedua gedung tersebut menelan ratusan juta rupiah.

Diperoleh informasi, kedua gedung tersebut sedianya dibangun untuk Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangandaran dan Rumah Dinas Kepala SMP Ngeri 1 Pangandaran, karena kedua bangunan lama yang ada di jalan merdeka nantinya akan dipergunakan kepentingan lain oleh pemda.
Saat dikonfirmasi, Kepala KUA Pangandaran, Abdul Malik Arief, mengatakan, sebenarnya yang lebih tahu tentang hal ini kepala KUA yang dulu, karena ia baru beberapa hari menjabat di KUA Pangandaran.

“Tapi kalau informasi yang saya dengar sih katanya gedung itu terlalu kecil dan tidak cukup memadai, “jelasnya. (11/12)

Malahan, kata Malik, pihaknya saat ini sedang bersiap-siap untuk pindah ke gedung baru di belakang  kantor UPTD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dibangun dari anggaran kemenag.
Sementara saat di temui PNews, Kepala SMPN 1 Pangandaran, Dodi, menjelaskan, sebenarnya pembangunan rumah dinas tersebut merupakan penyelamatan aset sebagai pengganti rumah dinas lama yang akan dihilangkan.

“Sebenarnya saya bukan kepala SMPN 1 Pangandaran lagi, karena sejak beberapa hari lalu sudah pindah tugas ke SMPN 1 Kalipucang, “kata Dodi.

Tapi karena saat pembangunan rumah dinas tersebut ketika ia menjabat Kepala SMPN 1 Pangandaran, Dodi mengatakan, alasan tidak menempati rumah dinas itu karena jarak rumah pribadi ke tempat bertugas cukup dekat, sehingga ia pun memilih untuk tetap tinggal di rumahnya sendiri di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.

“Tapi bukan tidak mungkin kepala sekolah pengganti saya nantinya akan menempatinya karena ia tinggal di Kecamatan Cimerak, “kata Dodi lagi.

Terlepas apa alasan yang disampaikan, mungkin ini akibat dari kurang matangnya perencanaan pembangunan daerah, sehingga anggaran ratusan juta pun tidak optimal memberikan azas manfaat.

Seperti dikatakan Ketua komisi III DPRD Pangandaran, Ade Ruminah, jelas ini terkesan penghamburan anggaran serta kurangnya konsep perencanaan.

“Ini kan terkesannya pemerintah asal bangun, tanpa diperhitungan lebih matang, “ungkapnya.

Menurut politisi Partai Golkar, saat ditemui usai mengikuti sosialisasi penataan pantai barat-timur di Rumah Makan Sea Food Minasari Pamugaran, seharusnya sebelum dibangun ini bisa komunikasi dulu dengan pihak KUA dan SMPN 1 Pangandaran sebagai penerima azas manfaat pembangunan.

“Seperti kantor KUA, setelah jadi dibangun pihaknya baru mengatakan terlalu kecil dan seterusnya, ini kan jadi rancu, “tegasnya. (9/12)

Tapi jika sebelumnya direncanakan lebih matang serta dijalin komunikasi dengan pihak lain, Ade pun yakin, kedua bangunan tersebut pasti bisa lebih bermanfaat.

Ade menambahkan, ia tidak mau mengatakan mubadzir, tapi jika yang terjadi seperti sekarang ini  sepertinya dalam penggunaan anggaran pemerintah ini tidak menggunakan perencanaan yang baik, karena hasil dari pembangunan itu sendiri tidak tepat sasaran dan tepat guna.

“Dan salah satu bangunan itu sekarang malah dipakai direksi kit kontraktor, “ungkapnya. (PNews)


JALAN TERBELAH DI DESA KARANGMULYA, AKIBAT ADA PERGERAKAN TANAH ?

PANGANDARAN NEWS-Tidak sedikit warga mengeluhkan kondisi jalan sepanjang 700 meter penghubung antara Desa Karangmulya dengan Desa Cibogodi  Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, yang dibangun tahun 2015 lalu, kini di beberapa ruas jalan kondisi belah.

Menurut salah seorang warga, Toni, ia yang sering melewati jalur tersebut sangat khawatir terjadi kecelakaan yang bisa diakibatkan dengan keadaan jalan seperti itu.

“Karena lebar belahan jalan itu melebihi lebar ban motor dan akibatnya bukan tidak menungkin pengendara pun akan celaka, “ungkapnya.(11/12)

Sementara Sekretaris Desa Cibogo, Anwar, membenarkan, kondisi jalan tersebut. Dan menurutnya,  terjadinya jalan yang terbelah itu mungkin diakibatkan karena ada pergerakan tanah karena di kiri-kanan jalan itu tidak ada tembok penahan tanah (TPT).

“Di lokasi jalan yang terbelah itu kiri-kanannya merupakan hamparan sawah, “terangnya.

Anwar menambahkan, pada tahun 2017 lalu, pihaknya sudah pernah mengajukan proposal agar dibangun TPT ke pemprov, tapi hingga sekarang belum ada realisasinya.

“Mudah-mudahan saja tahun depan nanti kami dapat bantuan untuk membangunTPT di lokasi tersebut, “ucapnya. (ISIS KOSWARA)

DIBANTU SWADAYA MASYARAKAT DESA CIKUKULU KINI MILIKI LAPANG BOLA VOLI

TASIK NEWS-Di sela-sela acaraSerah teria Jabatan (Setijab) Kepala Desa Cikukulu, Ketua Karangtaruna Dusun Cangkuang, Endang Risdiana yang didampingi wakilnya, Iqbal Baehaqi, mengucapkan terimakasih karena Pemdes Cikukulu dengan dibantu swadaya masyarakat sudah berhasil membangun lapangan voli.

Menurut mereka berdua, lapang bola voli merupakan sarana vital untuk kegiatan kemasyarakatan khususnya dibidang olah raga yang dapat menunjang kegiatan positif lainnya, sehingga ke depan diharapkan dapat menghasilkan bibit atlit yang berprstasi.

Di Desa Cikukulu, imbuhnya, banyak anak-anak muda yang berpotensi pada bidang bola voli, sehingga dengan terbangunnya sarana ini paling tidak dapat menunjang minat remaja khususnya pada olahraga voli.

“Karena pembangunan sarana umum seperti lapang voli ini pada hakekatnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, “ucapnya. (11/12)
*ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI*
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN