BEBERAPA HARI LALU WARGA CIGUGUR RESAH DENGAN KEMUNCULAN MACAN TUTUL

CIGUGUR-Beberapa minggu lalu masyarakat Dusun Cilembu Desa Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, digegerkan dengan kemunculan empat ekor macan  tutul yang sering berkeliaran di dekat kaki gunung Cisuru blok Petapan.

Menurut beberapa warga, karena di lokasi tempat berkeliarannya hewan buas ini merupakan tempat aktivitas warga mencari kayu bakar, sehingga warga pun merasa khawatir dan takut jika sewaktu-waktu hewan tersebut muncul.

“Dan bukan tidak mungkin lama-lama hariamu itu merangsek masuk ke pemukiman kami, “ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Resort BKSDA Pangandaran, Uking Iskandar, membenarkan pihaknya menerima laporan dari warga dan Petugas Perum Perhutani bahwa di kawasan perum Perhutani KPH Ciamis petak 14 di Dusun Ciwangkal Desa Cigugur kecamatan Cigugur, melihat keberadaan macan tutul (panthera pardus) yang keluar dari gua di dalam hutan.

Sekitar jam 16.10 WIB (3/11), kata Uking, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat dan petugas perhutani yang langsung ditindaklanjuti untuk menugaskan tim dari BKSDA Resort Pangandaran bergerak menuju lokasi kejadian dan langsung menemui masyarakat dan petugas Perum Perhutani serta  berkoordinasi dengan kepala dusun serta tokoh masyarakat.

“Setelah tiba di lokasi petugas Perum Perhutani dan beberapa warga mengecek lokasi tersebut, disana tim menemukan  bangkai lutung yang dimangsa macan tutul serta beberapa jejak macan tutul meskipun sudah tidak terlihat jelas, “kata Uking, seperti laporan yang ia terima.(10/11)

Menurut keterangan dari Petugas Perum Perhutani,lanjut Uking, kejadiannya bermula diketahui adanya laporan warga setempat, Edi, yang baru pulang dari kebun PHBM di kawasan perum perhutani sekitar jam 12.45 WIB.  Saat itu Edi melihat seekor macan tutul yang keluar dari gua di dalam hutan sedang memangsa seekor lutung. Melihat kejadian tersebut kemudian Edi pun lari keluar hutan dan langsung melaporkan kepada petugas perhutani.

Uking menambahkan, hingga sampai saat ini tim masih berada di lokasi dan terus berkordinasi baik dengan tokoh masyarakat atau pun  petugas perhutani untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Dan hasil kesepakatannya akan dilakukan perondaan oleh petugas bersama warga, “kata Uking.

Uking juga menyampaikan, hasil laporn tim di lapangan, menuampaikan, meski pun warga sangat resah namun situasi dan kondisi di lapangan tetap kondusif karena tim petugas  terus memberikan arahan agar warga tenang karena masalah ini sepenuhnya akan di tangani petugas dari BBKSDA Jawa Barat dan Perum Perhutani  hingga masyarakat benar-benar merasa tenang. (PNews)

KPUD PANGANDARAN GANDENG MEDIA GELAR SOSIALISASI PILKADA SERENTAK TAHUN 2020

PANGANDARAN -Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 mendatang,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, menggelar acara sosialisasi tahapan penyelenggaraan Pilkada 2020 bersama insan pers di sebuah hotel di kawasan wisata Pangandaran. (8/11) 

Dalam sosialisasi yang dihadiri sekitar 22 jurnalis, perwakilan dari Dinas Kominfo, anggota Polres dan Kodim 0613 Ciamis, Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin,  Shi, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya menginformasikan kegiatan KPU saja tapi juga menjadi media untuk bisa menjalin silaturahmi dengan insan pers yang ada.

"Awak media merupakan perpanjangan tangan KPU dalam menyampaikan informasi dalam tahapan penyelenggaran pilkada 2020 mendatang kepada  masyarakat", katanya.

Acara ini, kata Muhtadin, merupakan awalan informasi pendahuluan proses di mulainya tahapan pilkada 2020 pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran. Karena dalam kegiatan ini pun diinformasikan tentang syarat dan ketentuan calon atau pencalonan bupati dan wakil bupati perseorangan dan pencalonan dari partai politik atau gabungan partai politik.

Terwujudnya demokrasi dalam pelaksananaan pilkada tahun 2020 nanti, lanjut Muhtadin, sangat tergantung pada peran serta media massa. Karena media mempunyaiperan terdepan dalam penyampaian informasi tahapan penyelenggaraan pilkada serentak 2020 yang akan diikuti 271 kabupaten/kota se Indonesia.

“Kami berharap di Kabupaten Pangandaran pilkada 2020 bisa berjalan lancar, damai dan jurdil tanpa ekses", pungkas Muhtadin. (AGE)

WARGA DESA TOBONGJAYA RAMAI-RAMAI DEKLARASIKAN BABS

TASIKNEWS-Untuk meningkatkan pola perilaku hidup masyarakat, Pemerintaha Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, baru-baru ini bertemapta di aula desa menggelar Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Pada deklarasi yang dihadiri Rt, Rw, LPM, Karangtaruna, PKK, kader kesehatan, posyandu, MUI, Kapolsek, Danramil dan Kepala UPT Kesehatan ini, seluruh warga Desa Tobongjaya berjanji sejak saat deklarasi ini dan seterusnya tidak akan melakukan buang air besar di sembarangan tempat juga tidak membiarkan orang lain melakukannya

“Diharapkan deklarasi ini bukan hanya seremonial saja, tapi benar-benar menjadi komitmen semua untuk tidak BABS, “ungkap Kepala Desa Tobongjaya, Dedi, dalam sambutannya.(6/11)

Dalam paparannya Kepala UPT Puskesmas Cipatujah, Tarman, menyampaikan, mudah-mudahan dengan deklarasi ini seluruh  warga berkomitmen tidak lagi melakukan buang air besar sembarangan tempat dan juga turut memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan memelihara kebersihan dimasing-masing wilayahnya dari perilaku BABS yang tidak hanya merugikan bagi yang melakukannya namun juga menimbulkan kerugian bagi orang lain berupa pencemaran lingkungan disekitarnya.

“Kita semua harus membiasakan diri untuk berperilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari kita, “kata Tarman.

Hal senada dikatakan Camat Cipatujah, Yaya, ia mengklaim bahwa di wilayahnya tidak tidak ada lagi warga yang melakukan BABS.

“Saya himbau pada seluruh kepala dusun maupun ketua RT untuk berkomitmen menjaga BABS di wiayahnya masing-masing, “tegas camat. (ANWARWALUYO)

MA SANI, POTRET BURAM KEHIDUPAN WARGA DI PELOSOK DESA

TASIKNEWS-Miris, mungkin itu kata yang tepat  untuk mengungkapkan keadaan rumah yang dihuni ibu tua di Dusun Gandamekar Rt 04 Rw 01 Desa Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Ma Sani.

Rumah, mungkin lebih tepatnya gubug dengan ukuran 2 x 3 meter ini sudah puluhan tahun ditempati Ma Sani, kini hampir posisinya sudah miring dengan kondisi dinding bilik bambu dan kayu-kayu penyangganya hampir seluruhnya keropos karena dimakan usia.

Entah siapa yang mau peduli, karena program perbaikan untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari pemerintah pun belum pernah Ma Sani terima. Sedangkan, jangankan untuk memperbaiki kondisi rumahnya, untuk keperluan makan dan biaya sehari-hari pun Ma Sani merasa kesulitan.

“Mungkin  ini sudah nasib Ema seperti ini, “ungkapnya.(7/11)

Ternyata di tengah-tengah geliat pembangunan yang digelorakan pemerintah daerah tak mampu menutup simbol-simbol kemiskinan rakyat yang ada di pelosok, karena kondisi yang dialami Ma Sani nyaris tak pernah tersentuh laju roda pembangunan yang selama  ini jadi kebanggaan pemerintah.

Bukan saja menjadi pemandangan hitam putih yang kontras, karena pada satu sisi anggaran milyaran rupiah pemerintah menjadi tembok kokohdan tiang oancang gedung-gedung pemerinta, tapi di sisi lain potret kehidupan masyarakat pedesaan seperi Ma Saninyaris luput dari perhatian semua.

Mungkin benar apa yang dikatakan Ma Sani, semuanya sudah menjadi nasibnya. Tapi Ma Sani tak pernah mengeluh dan tak pernah minta dikasihani, karena yang ia harap hanya rasa keadilan, itu pun jika masih ada. (ANWARWALUYO)




PROGRAM WIFI GRATIS DI DESA CIKUPA UNTUK MENUJU DESA DIGITAL

TASIKNEWS-Serah terima program wifi gratis dari kominfo hasil kerjasama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), merupakan salah satu program Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, terkait pembangunan literasi digital 4.0, dengan cara memberikan fasilitas dan akses kemudahan kepada warganya untuk berselancar di dunia maya atau internet.

Melalui jaringan wireless fidelity (WiFi) gratis, masyarakat secara bebas bisa mengakses informasi internet sesuai kebutuhan.

Demikian disampaikan Pandu Desa Cikupa, Iman, pada acara serah-terima wifi gratis dari kominfo ke pemerintahan desa.(5/11)

Menurut Iman, Desa Cikupa sendiri termasuk 4 dari 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya yang mendapatkan program wifi gratis dari pemerintah.

“Jadi selain di Cikupa,  wifi gratis dari kominfo ada di Desa Cipaingeun, Kawungsari dan Desa Singasari, “terangnya.

Lebih jauh Iman menuturkan, Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Kominfo telah melakukan pemasangan jaringan wifi di Desa Cikupa, dan program ini hasil kerja sama antara BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan untuk menyediakan akses internet di desa yang sebelumnya tidak memiliki konektivitas sama sekali agar masyarakat yang ada di pelosok desa pun bisa melek internet  sehingga nantinya bisa tercipta desa digital.

“Atas nama masyarakat, saya ucapkan terimakasih kepada BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, BP2DK,  Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Diskominfi Tasikmalaya serta rekanan yang telah melaksanakan pemasangan wifi di desa kami,”kata Iman.

Tujuan dari pemasangan wifi gratis ini, kata Iman lagi, untuk memudahkan masyarakat khususnya anak sekolah dalam mengakses data dan guru dalam mencari materi bahan ajar, sehingga siswa pun nantinya bisa benar-benar menggunakan internet secara bijak sesuai dengan kebutuhan.

Dengan hadirnya wifi gratis ini, lanjut Iman, roda perekonomian di wilayahnya bisa meningkat, karena ke depan akan semakin terbuka ekspose potensi-potensi yang ada di desa. Seperti penjualan melalui online meningkat dan menjadi media konten kreatif bagi kreator anak muda dimasa yang akan mendatang.

“jika dipergunakan dengan baik, internet itu bisa membuka jendela dunia untuk meningkatnya roda perekonomian,”pungkas Iman. (ANWARWALUYO)

INI BENTUK SOLIDARITAS, PARA KADES DI TASIKMALAYA KEMBALIKAN MOBIL OPERASIONALNYA

TASIKNEWS-Setelah beberpa hari lalu mendatangi gedung DPRD, kembali ratusan kepala desa di Kabupaten Tasikmalaya berunjuk rasa. Dan kali ini mereka ramai-ramai mendatangi Pemkab Tasikmalaya sambil serempak mengembalikan kendaraan operasional mobil jenis suzuki carry yang selama ini digunakan utnuk operasional desa, di area parkir halaman kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya.(7/11)

Aksi yang dilakukan ini tujuan sama, sebagai bentuk solidaritas pada Kepala Desa Cipakat Kecamatan Singaparna, AG, yang ditahan kejaksaan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Menurut peserta aksi, dugaan kasus hukum yang menimpa AG terkesan dipaksakan dengan tuduhan AG sudah  menyelewengkan Dana Desa (DD) untuk pengadaan alat polindes warga karena mengalihkannya untuk membayar pajak bumi dan bangunan warga, dan berdasarkan hasil audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), kerugian negara ditaksir lebih dari Rp 129 juta.

Para kepala desa beranggapan, perbuatan AG tidak memperkaya diri, karena yang ia lakukan untuk kepentingan warga desa menunggak pajak, dan tak hanya itu AG juga sudah menyelesaikan kewajibannya membangun fasilitas publik untuk masyarakat.

Menurut Ketua Apdesi Kabupaten Tasikmalaya, Pandji Permana, aksi kali ini pun sama sebagai  bentuk solidaritas sesama kepala desa pada AG yang saat ini ditahan kejaksaan.

Dikatakan Panji, kasus Kepala Desa Cipakat ini terkesan dipaksakan, sehingga pihaknya  minta penegak hukum jeli karena jika seperti ini bisa-bisa kepala desa lainya pun hanya tinggal menunggu waktu bernasib sama seperti rekan AG.

“Atas nama seluruh kepala desa, kami berharap dalam menjalankan tugas serta pelayanan pada masyarakat agar bisa bekerja aman dan terjamin dari persoalan hukum. “imbuhnya.

Dan Apdesi berharap, masih kata Panji, dalam kasus yang menimpa Kepala Desa Cipakat agar ada pendampingan, bimbingan teknis dan bantuan hukum dari pemda.

“Selain itu kami juga menuntut pencairan Dana Desa tahap III dan Alokasi Dana Desa siltAp, karena sejumlah desa sudah menyerahkan laporan administrasi, namun hingga sekarang pencairan tidak kunjung dilakukan. “kata Panji lagi.

Saat dihubungi terpisah, Kabag Pemdes Setda Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, mengatakan, untuk pencairan DD, ADD tahap III dan Banprov, sebagian sudah menerimanya.

“Kalau tidak salah sebagian sudah, tapi kemungkinan yang belum cair akan menerima pada minggu depan,” katanya.

Sementara disoal Kades Cipakat yang terjerat hukum, Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Alfian mengaku, pihaknya akan mendengar tuntutan kepala desa terkait kasus hukum yang mendera sejumlah kades.

“Kami mendengar apa yang menjadi tuntutan para kades ini, semoga ke depan tidak ada lagi kades terjerat hukum,” ujar Alfian.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Iin Aminudin, saat diminta komentarnya terkait pengembalian mobil operasional desa, ia mengatakan, meski sekarang dikembalikan tapi pada pinsipnya kendaraan tersebut memang untuk operasional kades.

“Jadikalau sekarang dikumpulkan disini, sayabkira ini hanya bentuk solidaritas mereka, pada prinsipnya mobil ini dititipkan, begitu. “kata sekda.  (ANWARWALUYO-UDI RUSTANDI)






PARA KADER PKK SE-KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI KEGIATAN DINAS KESEHATAN

PANGANDARAN-Untuk lebih mengoptimalkan lagi perannya serta meningkatkan kegiatan-kegiatan di bidang kesehatan, khususnya di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), yang berkaitan dengan ibu-ibu PKK dan ibu-ibu kader Posyandu

Seperti yang di katakan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran,Sobirin, prestasi -restasi yang sudah didapat  para kader tentunya tidak terlepas dari peran ibu-ibu kader posyandu dan ibu-ibu PKK. Seperti salah satu prestasi yang sudah dicapai, Pangandaran menjadi  kabupaten Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terbaik di provinsi Jawa Barat.

“Mudah- mudahan dengan diraihnya PHBS ini kita ikut jadi bagian di dalamnya, “ungkapnya.

Dan tentunya predikat PHBS yang sudah diraih ini, kata Sobirin, tidak lepas dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan para kader, karena kegiatan ini juga sejalan dengan regulasi yang sudah dicanang Pemkab Pangandaran.

Dikatakan Sobirin, melalui Peraturan Bupati (perbup) pemkab juga sudah menintruksikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan PHBS.

Semua gerakan untuk berperilaku hidup sehat ini, menurut Sobirin, harus dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

“Para kader diberikan pemaham serta pembinaan secara rutin yang dilaksanakan melalui petugas dari puskesmas, sehingga bisa peningkatan kapasitas kader posyandu pun semakin baik dan ikut membantu melaksanakan program- program dari pemerintah,”tegasnya. (Tn)

SUDAH 30 TAHUN KONDISI JALAN RUSAK, WARGA PARUMASAN TAGIH JANJI WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT

TASIKNEWS-Hasil pembangunan pemerintahan lalu, saat dipimpin Bupati  Uu Ruzhanul Ulum yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, dinilai masyarakat Kabupaten Tasikmalaya sangat memprihatinan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Dusu Parumasan RT 09 RW 25 Desa Parumasan Kecamatan Sodonghilir, Adin, kondisi sejumlah jalan rusak parah, apa lagi jika musim hujan  tiba ruas jalan  berlumpur dan genangan air. Selama 30 tahun jalan yang ada di  Parumasan sepanjang 20 kilo meter belum diperbaiki termasuk selama dua periode  kepemimpin bupati  Uu Ruzhanul Ulum.

“Dan masalah ini selalu menjadi bahan perbincaraan masyarakat di sini, “ungkapnya.(06/11)

Saat kampanye dalam pencalonannya menuju kursi wakil gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu, kata Adin, Uu pernah menjanjikan akan memperioritaskan perbaikan jalan di Parumasan yang tembus ke Kecamatan Pamijahan, tapi sayang hingga sekarang janji tersebut belum ada realisasinya.

“Mudah-mudahan dengan jabatan Wakil Gubernur yang sekarang, Pa Uu bisa memenuhi harapan warga karena itu termasuk janjinya saat kampanye dulu. “imbuhnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

YANI AHMAD MARZUKI: “MASYARAKAT DAN PEMERINTAH HARUS BERSAMA-SAMA SOSIALISASIKAN PHBS”

PANGANDARAN-Kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ternyata masih minim, karenanya itu  perlu ditingkatkan sinergitas semua unsur masyarakat.
Hal ini ia sampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Drg. Yani Ahmad Marzuki dalam sambutannya pada acara Pertemuan Advokasi untuk Mendorong Kebijakan PHBS di hotel Arnawa Pangandaran.(5/11)

Sesuai Peraturan Bupati (perbup) Pangandaran nomor 47 tahun 2018, tentang penyelenggaraan perilaku hidup bersih dan sehat, ia sangat berharap  perlunya sosialisasi dari seluruh komponen masyarakat.

"Yang terpenting bersama-bersama berusaha memberikan kesadaran, betapa pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di bermasyarakat, “ungkapnya.

Selain faktor itu, lanjutnya, ada beberapa permasalahan kesehatan lainnya yang perlu dipahami dan disadari masyarakat, misalnya kaitan dengan kematian anak dan ibu. Dan pohaknya bersukur, karena pada dua tahun terakhir ini dapat ditekan.

Yani menambahkan, kesehatan lingkungan sudah seharusnya bisa diatasi semua pihak, dan Pemkab Pangandaran telah menekan dan terus berusaha meminimalisir, baik dengan penyediaan sarana pra sarana kesehatan atau dengan memfasilitasi lingkungan yang bersih dan sehat dan lainnya.

“Intinya, masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama gencar mensosialisasikan pentingnya PHBS ini, “pungkasnya. (HARIS FIRDAUS)


UNTUK KETIGA KALINYA, COKLAT KITA GAWE BARENG PEMKAB PANGANDARAN GELAR NAPAK JAGAT PASUNDAN

PANGANDARAN-Untuk yang ketiga kalinya Coklat Kita, sebuah perusahaan rokok kretek, menggelar acara Napak Jagat Pasundan di Pangandaran. (3/11)

Napak Jagat Pasundan, sebuah pagelaran aneka kesenian sunda yang dikemas secara apik dan penyajian yang terkonsep baik membuat ribuan masyarakat tidak beranjak hingga pertunjukan usai.

Menurut Giwa Rahman, Perwakilan Coklat Deputy Marketing Manager Kita DSO Banjar, di tahun 2109 ini Napak Jagat Pasundan sudah tampil di tiga lokasi, antara lain, Kabupaten Subang, Garut dan Bandung Barat.

Dan sebenarnya, kata Giwa,  agenda ini sudah selesai hanya di tiga tempat tersebut. Tapi karena kecintaannya Coklat Kita pada masyarakat Pangandaran, sehingga memutuskan untuk kembali digelar.
“Kami ingin masyarakat ikut merasakan kegembiraannya di Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 7 ini, “ungkapnya.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, di usianya yang ke 7, masih banyak harapan dan keinginan masyarakat yang belum terealisasika. Tapi dengan dilandasi membangun kebersamaan, Pemkab Pangandaran terus berupaya meningkatkan seluruh pelayanan publik serta berbenah pada sektor pariwisata agar Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia bisa segera terwujud.

“Jika infrastruktur sekarang sudah bagus, itu bukan hasil Bupati Jeje dan Wakil Bupati Adang Hadari, tapi ini merupakan karya nyata seluruh warga masyarakat, “tegas Jeje.

Dan malam ini, lanjutnya, untuk ketiga kalinya Coklat Kita bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran menggelar Napak Jagat Pasundan yang akan menampilkan karya-karya terbaik pelaku seni di bumi parahyangan, termasuk para budayawan Pangandaran.

Jeje juga mengucapkan terimakasih, karena selain penampil yang sudah terkenal, seperti Ega Roboth Ethnic Percussion, Jimbot and Friend, Dodi Kiwari, Calung NJP yang berkolaborasi dengan Ohang, dan Abiel Jatnika, Coklat Kita juga memberi kesempatan pada talent-talent budaya yang tampil di pagelaran Napak Jagat Pasundan ini dari sanggar seni dan paguron yang adia Kabupaten Pangandaran. Diantaranya, Lingkung Seni Jembar Mustika yang menampilkan kesenian Lebon, Celempung dan Kecapi biola dari Padepokan Dangiang Mustika Sari, Sanggar Angklung Mang Koko , Sanggar Agia dan Sanggar Putra Rengganis yang menampilkan tarian Ethnic kolaborasi, Sanggar Ligar Munggaran dengan penampilan Reog dan Gondang, Padepokan seni Janggala manik yang menampilkan Kecapi Rajah Tunggal dan Kendangers Pangandaran dengan rampak gendangnya.

“Sekali lagi, terimakasih untuk coklat kita dan kepada seluruh masyarakat yang hadir malam ini, ayo bergembira dan kita meriahkan dengan penuh suka-cita Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 7 ini, “imbuh Jeje. (PNews)

HELARAN FESTIVAL BUDAYA SEMARAKAN HARI JADI KABUPATEN PANGANDARAN KE 7

PANGANDARAN-Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang jalan kawasan pantai barat, antusias  ingin menyaksikan karnaval budaya dalam acara Helaran Festival Budaya, dalam rangkaIan  Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 7 tahun 2019. (3/11)

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan Ketua DPRD, Asep Noordin, berkesempatan melakukan penabuhan gong untuk membuka acara yang turut juga dihadiri Sekda Pangandaran, Kusdiana, pimpinan dan anggota DPRD Pangandaran, pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran dan ribuan masyarakat.

Iring-iringan peserta karnaval yang datang dari beberapa desa, 10 kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, BUMN, BUMD, Akademi Marinir Cirebon dan Perwakila dari Kabupaten Purwakarta ini menampilkan beberapa kesenian daerah, kreasi pakaian serta hiasan wajah , kendaraan hias dan hasil pertanian dari masing-masing daerah, dimulai sejak pukul 14.00 dan berakhir sekitar jam 16.30 Wib.

Salah satu peseta perwakilan yang datang dari Kabupaten Purwakarta yang menampilkan kendaraan hias dan tarian Nyi Pohaci, lambang dewi kesuburan, pun sempat menjadi perhatian  penonton yang memadadati sekitar panggung.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, tujuh tahun usia Kabupaten Pangandaran, dengan segala dinamikanya terus bergulir.

“Dan hari ini kita berkumpul untuk bergembira bersama-sama memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 7, “ungkap bupati.

Bupati juga mengatakan, pencapaian-pencapaian yang sudah diraih pemerintah daerah  bersama-sama seluruh masyarakat menjadi bukti dalam membangun kebersamaan untuk menyatukan cita-cita dan tujuan menjadi Pangandaran hebat.

Bupati juga menyampaikan permohonan maafnya, karena di usia Pemkab Pangandaran yang ke 7 ini masih banyak keinginan masyarakat yang belum terpenuhi.

“Saya dan pa wakil bupati serta seluruh jajaran pemerintahan berharap agar kebersamaan masyarakat dan pemerintah ini terus terbangun, sehingga tantangan seberat apa pun bisa kita lewati bersama, “kata bupati. (PNews)

UPT PENDIDIKAN KARANGNUNGGAL JADI BAROMETER PAS

TASIKNEWS-Kecamatan Karangnunggal menjadi barometer untuk UPT yang lain DI Kabupaten Tasikmalaya, terkait soal Penilaian Akhir Semester (PAS). Karena disamping jumlah sekolahnya paling banyak, juga karena ketua asosiasinya pun dari Karangnunggal.

Hal ini disampaikan Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Acep, S.Pd. MM.Pd, dalam rapat pembahasan soal PAS, di Aula UPT Karangnunggal. (30/10)

Acepjuga berharap, semua unsur bisa berkerja sama karena teknis pembuatan soal tersebut tiap gugus punya tugas menyelesaikan satu master soal, apabila soal itu dinilai memenuhi, maka akan menjadi master soal di Kabupaten.

Selain itu, Acep juga mengapresiasi ke-13 kepala sekolah yang telah menjalankan Penguatan di Bandung dengan hasil memuaskan beberapa waktu lalu.

“Selamat, kepada Bambang Sulistio Nugroho selaku kepala SDN 1 Karangnunggal yang sudah meraih predikat peserta terbaik, semoga ini menjadi motivasi untuk kita semua dan tentunya akan membawa harum lingkungan UPT Pendidikan Karangnunggal,”tegasnya. 

 (ANWARWALUYO-UDI RUSTANDI)

BERHARAP DAPAT BANTUAN PROGRAM RUTILAHU, 30 TAHUN KELUARGA HASANAH TEMPATI GUBUG REYOT

TASIKNEWS-Sudah puluhan tahun keluarga Hasanah tinggal di rumah tidak layak huni, malah hampir abruk karena seluruh tiang penyangga rumahnya sudah keropos dan atapnya pun sering bocor jika musim hujan tiba, sehingga seluruh ruangan pun basah.

Hasanah yang tinggal di Dusun Negla Rt 03 Rw 06 Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong  Kabupaten Tasikmalaya, dengan pekerjaan serabutan kadang menjadi buruh tani hingga saat ini hanya bisa berharap ada bantuan pemerintah untuk memperbaiki tempat tinggalnya. Jangankan untuk memperbaiki tempat tinggalnya, untuk makan tiap hari pun kadang-kadang tidak mencukupi.

“Dengan penghasilan yang pas-pasan saya tidak akan mampu untuk memperbaiki kondisi rumah yang saya tempati bersama keluarga, “ungkapnya. (31/10)

Hasanah juga mengatakan, sudah sering pemerintah desa datang dan mengamil gambar rumahnya, tapi  hingga sekarang bantuan tak kunjung ia terima.

“Sekarang saya hanya bisa berharap, tahun ini mundaha-mudahan mendapat bantuan untuk rumah tidak layak huni, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO-JAJANG)




TRI ARTO SUBAGIO: “TERIMAKASIH PADA SELURUH MASYARAKAT SUDAH MENSUKSESKAN TMMD”

PARIGI-Pada penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, seusai rapat sosialisasi TMMD di aula Setda Pangandaran, Dandim 0613 Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel, M.M.D.S, kepada PNews, menyampaikan, TMMD merupakan program kerjasama terpadu dan berkelanjutan antara TNI, POLRI, kementrian/lembaga pemerintah, non kementrian (LPNK) yang mensinergikan program MSG2 instansi untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat dengan kriteria sasaran berupa daerah pedesaan khususnya daerah tertinggal, tetisolasi/terpencil, daerah perbatasan dan daerah kumuh perkotaan, serta daerah lain yang terkena akibat bencana alam.

“Melalui TMMD kita tingkatkan kebersamaan TNI dan rakyat serta semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketahanan nasional "tegas Tri.(31/10)

Tri mengatakan, TMMD Koramil 1321 Parigi dan Kodim 0613 Ciamis tahun ini dilaksanakan di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, dengan rangkaian kegiatan, Pra TMMD dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2019 dan dilanjutkan dengan pembukaannya tanggal 01 oktober 2019, hingga nanti penutupannya tanggal 31 Oktober 2019.
Sementara sasaran pokok fisik, kata Tri,  antara lain, lanjutan rabat beton jalan Gintung Cipatat sepanjang 370 meter dengan lebar 2,5 meter, jalan Darma Caang-Reruk Ragi, 500 meter, jalan Cikang Leungsir, 240 meter, jalan Genteng Eyep, 477 meter, jalan Puteran kadongdong, 511 meter, pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Desa Parakanmanggu, 18 X 11,7 meter serta rehab rumah tidak layak huni (RTLH) milik  ibu Sutijem dan ibu sajem.

“Untuk sasaran non fisik, sudah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat, manfaat beras KB, kesadaran hukum, bahaya narkoba, sadar berbangsa dan bernegara, perlunya ketahanan pangan, budidaya ternak dan sunatan madal. “jelas Tri.

Tri juga mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang sudah membantu kelancaran program TMMD tahun 2019 ini, sehingga mulai dari awal hingga akhir kegiatan bisa berjalan sukses tanpa kendala apa pun.

“Atas nama Kodim 0613 Ciamis dan seluruh jajaran, khususnya kepada seluruh masyarakat Desa Parankanmanggu, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. pungkas Tri. (ANTON AS)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN