DADAHA JADI TEMPAT FAPORIT NGABUBURIT WARGA TASIK

TASIK NEWS-Lapang sarana olahraga Dadaha menjadi salah satu tempat ngabuburit untuk menunggu adzan magrib di bulan ramadhan, dari berbagai kalangan dan usia warga Kota Tasikmalaya, dan biasanya Dadaha mulai ramai didatangi masyarakat sejak jam 16.00 wib.

Berbagai kegiatan untuk menunggu bedug maghrib bisa dilakukan, seperti jalan-jalan, duduk sambil mendengar musik dari telepon celuller bahkan ada juga yang hanya sekedar ngobrol ramai-ramai bersama teman-teman.

Dan pada bulan ramadhan tahun ini lapangan Dadaha menjadi lebih ramai, karena Dadaha menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan Bazar Ramadhan, sehingga sejak hari pertama puasa pengunjung yang datang pun membludak.

Menurut salah seorang pengunjung, Ramdan (21),  ia merasa senang ada tempat ngabuburit sekaligus bisa juga mecari makanan takjil pembuka puasa. Dalam satu tempat.

“Sambutan warga ternyata sangat antusias, terbukti pada hari pertama puasa pun banyak pengunjung datang ke temat ini. “ungkapnya. (6/5)

Menurutnya, Dadaha merupakan taman kota yang menjadi ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati siapa saja dan kapan pun. Apalagi saat ramadhan tiba, Dadaha sudah menjadi salah satu tempat terfaporit yang banyak diserbu warga untuk arena ngabuburit.

“Ditambah disini pun ada disediakan berbagai hiburan di arena bazar, sehingga menunggu adzan maghrib pun semakin tidak terasa. “kata Ramdan lagi. (ANWAR WALUYO)

TARLING MENJADI AGENDA RUTIN DESA RAKSAJAYA DI BULAN RAMADHAN

TASIK NEWS-Taraweh Keliling (tarling) sudah menjadi agenda rutin pemerintahan desa, dan ini bisa dijadikan kesempatan untuk pendekatan yang lebih efektif dan efisien agar bisa lebih mengenal daerah dan lingkungan terutama kedekatan antara warga, tokoh masyarakat dengan pejabat pemerintah desa, khusus kepala desa nya.

Demikian dikatakan Kepala Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Darmawan, kepada PNews di ruang kerjanya.(6/5)

Dan ini, kata Cecep, merupakan pembinaan kepala desa, tokoh masyarakat, MUI desa dan unsur lainya.

“Kegiatan tarling ini di jadwal kan sesuai jumlah mesjid  yang berjumlah 16 DKM yang ada di Desa Raksajaya. “terang Cecep.

Dikatakan Cecep, momentum ini cukup strategis untuk sosialisasi dan sharing informasi terkait perkembangan yang ada di lingkungan dan berharap pemdes pun bisa memantau kehidupan keagamaan warga serta kepatuhan pada nasihat para ulama dan umaro, sehingga suasana masyarakat desa tetap sejuk, aman dan kondusif.

“Pada kesempatan tarling saya pun menyempatkan menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit-red) sebagai siraman rohani untuk kita semua. “imbuhnya.

Selain untuk meningkatkan amal ibadah, menurut Cecep, dalam tarling yang dilakukan setiap bulan ramadhan ini juga bisa dijadikan media untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, seperti masalah pendidikan, kesehatan, kondisi sosial masyarakat, pembangunan di setiap lingkungan dan sekaligus dapt juga melihat langsung fasilitas sarana prasarana mesjid yang dikunjungi.

Insaalloh kegiatan tarling ini akan dimulai saat memasuki hari ke 5 ramadhan. “pungkasnya. (MAMAT R)

TRADISI NYEKAR KE MAKAM MENJELANG RAMADHAN, BAWA BERKAH BAGI PENJUAL BUNGA MUSIMAN

TASIK NEWS-Kebiasaan melakukan nyekar atau ziarah ke makam keluarga sudah menjadi tradisi selalu dilakukan masyarakat sebelum bulan ramadhan tiba, sehingga tidak heran di berbagai tempat pemakaman umum (TPU) terlihat masyarakat berduyun-duyun dan berdoa’ di depan makam keluarganya. Selain mendoakan keluarga mereka yang telah tiada, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam serta menaburkan bunga.

Seperti pemandangan yang terlihat di area TPU Cinehel Kota Tasikmalaya, banyaknya warga yang datang untuk berziarah membuat kunjungan ke TPU tersebut meningkat beberapa kali lipat. Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru padat oleh peziarah yang datang tidak hanya dari dalam kota namun juga dari luar kota.

Dan kondisi ini juga dimanfaatkan beberapa warga sekitar pemakaman untuk meraih keuntungan selama musim nyekar ini dengan berjualan bunga di depan gerbang. Bunga yang biasa digunakan untuk ditaburkan di atas makam tersebut dijual dengan harga bervariasi, dari hasil berjualan bunga tabur tersebut, seorang pedagang bahkan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu Rupiah perhari.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang, Enah (49), baginya saat seperti ini merupakan berkah karena bisa meraih untuk Rp. 200 hingga Rp. 300 ribu per harinya.

“Biasanya saya berjualan saat menjelang bulan puasa dan hari raya lebaran. “ungkapnya. (5/5)

Enah yang kesehariannya bertugas menyapu di TPU Cinehel ini, juga mengatakan, hasil penjualan bunganya bisa menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Daripada tinggal di rumah, ini kan kesempatan datang hanya 2 kali dalam setahun. ”imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

PANTAI KARAPYAK PANGANDARAN JADI PILIHAN ACARA MUNGGAHAN KELUARGA

KALIPUCANG-Menjelang bulan ramadhan objek wisata Pantai Karapyak di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, dipenuhi masyarakat yang ingin memanfaatkan moment munggahan.

Ribuan masyarakat baik yang menggunakan roda empat atau pun dua, sangat terkesan menikmati tiupan udara laut smbil menikmati acara botram dengan bakar ikan yang dibeli dari pedagang yang ada di sekitar pantai.

Menurut salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Pantai Karapyak dengan pemandangan pantainya yang eksotik memang sangat cocok untuk acara piknik keluarga.

Ia mengatakan, sudah menjadi tradisi keluarga setiap menjelang bulan ramadhan bersama keluraga selalu menyempatkan diri wisata ke Karapyak untuk mengisi acara munggahannya.

“Kami sengaja datang sekeluarga pada acara munggahan tahun ini ke pantai karapyak karena memang disini sangat cocok untuk acara keluraga. “ungkanya. (4/5)

Tidak hanya dari luar kota, masyarakat Pangandaran pun banyak yang memilih Pantai Karapyak menjadi tempat acara munggahannya. Selain hemat, menurutnya, Pantai Karapyak sangat cocok karena udaranya segar dikelilingi pohon-pohon rindang yang banyak tumbuh di pinggir pantai.

“Bakar ikan sambil menikmati panorama laut merupakan sensasi tersendiri bagi keluarga. “ungkapnya. (ANWAR WALUYO)

IWAN M RIDWAN: ”MASYARAKAT PANGANDARAN MENUNGGU KETEGASAN BAWASLU"

Tanggal 17 April 2019 bangsa Indonesia kembali melakukan pemilihan umum (pemilu), tapi pemilu kali ini ada perbedaan dalam pelaksanaannya karena dalam pemilih melakukan pemilihan serentak untuk presiden, DPR RI, DPRD tingkat provinsi, DPRD kabupaten-kota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  secara bersamaan. Sehingga tidak sedikit masyarakat merasa bingung dan kesulitan saat membuka surat suara yang relatif lebar lalu mencoblos dan melipatnya kembali.

Hasil pantauan PNews di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), waktu yang diperlukan seorang untuk melakukan pencobolosan hingga memasukan ke kotak suara, sekitar 4-10 menit.

Seperti yang diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat melaksanakan hak politiknya di TPS sekitar tempat tinggalnya, ia mengaku sedikit kesulitan saat membuka, mencoblos hingga melipat kembali 5 lembar surat suaranya.

“Saya bisa memaklumi jika warga yang sudah usia lanjut melakukan pencoblosannya dengan waktu yang relatif lama. “Ungkapnya saat itu.

Selain relatif sulit Pemilu tahun ini, khususnya di Kabupaten Pangandaran juga ternyata menyisakan beberapa catatan tersendiri, baik dari penyelenggara (KPU), pengawas (bawaslu) hingga  para peserta pemilu. Isyu kecurangan dan politik uang pun sering terdengar jadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat, sehingga beberapa indikator penilaian terhadap integritas pemilu tidak hanya berfokus pada profesionalitas penyelenggara, melainkan juga menyoroti perilaku para calon dalam berkompetisi.

Seperti diungkapkan salah seorang staf divisi penindakan dan pelanggaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran,  Dedi Kurnia, sejak -7 hingga +7  ada 58 dugaan pelanggaran yang masuk ke bawaslu, diantaranya 8 pelanggaran tersebut masuk ke ranah pidana yang langsung ditangani penegakan terpadu (gakumdu). Dan terkait apakah memenuhi unsur pelanggaran yang tercantum pada Undang-Undang nomer  7 tahun 2017 atau tidak, kata Dedi, tinggal menunggu saja hasilnya nanti.

“Prosesnya selama 14 hari sejak pengaduan pelanggaran pemilu tersebut diregistrasi di bawaslu,  "jelas Dedi. (3/2)

Sementara saat diminta tanggapannya, melalui telepon celullernya, Ketua DPRD Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, mengatakan, ia berharap penyelenggara pemilu bisa memberikan ketegasan sesuai peraturan dan perundang-undangan, sehingga tidak ada kesan pilih-pilih orang, karena semua sama di mata hukum.

Kenapa hukum harus ditegakkan, menurut Iwan, agar ada efek jera baik penyelenggara, peserta pemilu bahkan masyarakat sendiri, khususnya dalam kasus politik uang yang sangat mencedarai demokrasi.

“Akan bagaimana kedepannya kalau money politic terus berlanjut, apalagi kita sekarang akan menghadapi pemilukada di tahun 2020 mendatang. “kata Iwan.(5/5)

Iwan mengatakan, jangan sampai ada kesan bila ingin menjadi calon legoslatif (caleg) harus punya banyak unag agar bisa menang, sehingga incumbent yang sudah nyata-nyata terbukti kerjanya bagus tidak berarti apa-apa jika tidak punya uang saat akan mencalonkan kembali.

Iwan juga menegaskan, penyelenggara dan pengawas pemilu harus bisa tegas dalam melakukan tindakan kecurangan sehingga kondusifitas dan kepercayaan masyakat pada kedua institusi tersebut tetap terjaga.

Pada pasal 504 dan 504 UU no 7 tahun 2017, lanjutnya, semua pelanggaran harus bisa ditindaklanjuti termasuk penyelenggara pemilu apabila benar-benar terbukti melakukan kecurangan.

Seperti salah satu contoh yang terjadi di Kecamatan Padaherang, menurut Iwan, terkesan ada kesalahan yang terstruktur, sistematis dan masif seolah-olah ada konsfirasi antara PPK dan Panwascam, sehingga dampaknya masyarakat menjadi kurang percaya pada independesi dan kredibilitas kedua institusi yang fungsinya ditugasi pemerintah untuk menyelenggarakan serta mengawasi pemilu.

“Saya berharap bawaslu Kabupaten Pangandaran bisa menindaklanjuti kejadian yang sudah diketahui masyarakat banyak ini. “teagsnya lagi. (PNews)





IWAN M RIDWAN: “DPRD PANGANDARAN MENJADI TERBAIK KE 2 SE-INDONESIA”

PANGANDARAN-Ramadhan merupakan bulan suci sejatinya bisa mewarnai hati setiap manusia dari 11 bulan yang tentunya tak terhitung dosa dan kesalahan tertoreh dalam hati.

Seperti diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan S.Pd, M.Pd, saat menghadiri acara munggahan dengan awak media di sebuah rumah makan sea food di kawasan pantai pamugaran. Menurutnya, betapa perlunya diantara sesama selalu menjalin silaturahmi untuk tetap kompak dan solid.

Silaturahmi ini, kata Iwan, mudah-mudahan diridhoi Allah, sehingga agenda-agenda yang harus segera diselesaikan beberapa hari ke depan, baik laporan pertanggungjawaban pemerintahan maupun laporan lainnya yang akan dimusyawarahkan bersama, selain beberapa catatan penting yang lerlu ada perbaikan.

“Termasuk pencapaian kinerja dan penggunaan keuangan daerah tahun anggaran 2018," katanya. (3/5)

Iwan bersukur, karena selama ia menjadi ketua DPRD tidak ada persoalan yang signifikan, yang bisa mengganggu laju pemerinatahan.

Pada kesempatan tersebut Iwan yang mewakili pimpinan juga seluruh anggota DPRD, menyampaikan, semuanya selalu mengutamakan kepentingan bersama, tidak ada sekat baik dari PAN, PKS, PDIP, Golkar, PPP dan lainnya, selalu bersama-sama dalam berbagi tugas dan fungsi.

“Dan Alhamdulillah, DPRD Kabupaten Pangandaran menjadi terbaik kedua seindonesia. “ungkapnya.

Disoal proses pemilu tahun ini, Iwan menyampaikan, bagi calon pemimpin ke depan baik dewan maupun bupati dan wakilnya hendaknya mempersiapkan dana yang cukup besar.

“Karena sangat disayangkan ternyata mental masyarakat Pangandaran masih seperti itu." (HARIS F).

PETANI CIKUPA MAJU BERSAMA GAPOKTAN PADASETIA

TASIK NEWS-Untuk penguatan kelompok tani (poktan) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, telah demikian banyak dibentuk, namun cukup sulit saat ini untuk menemukan kelompok tani yang bisa terus aktif dan produktip.

Demikian dikatakan ketua Gapoktan Padasetia Dusun Cikaret  Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, H. Karwan, dalam acara penyerahan bantuan benih dan laporan keuangan kelompoknya.(2/5)

Dengan bantuan benih seberat 625 kg yang diterima 37 anggota poktan Padasetia, kata Karwan, diharapkan perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya petani Desa Cikupa  mampu tumbuh dan berkembang.

Dikatakan Karwan, dengan bantuan ini juga diharapkan seluruh anggota bisa meningkatkan usaha tani, sehingga tujuan poktan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani pun bisa tercapai.

“Dalam pengelolaan aset kelompok pun kami lakukan secara transpan.”ungkap Karwan.

Karwan menambahkan, petani memiliki peran dan fungsi yang penting dalam menggerakkan pembangunan pertanian, dan penguatan kelembagaan perlu dilakukan melalui beberapa upaya, antara lain; mendorong dan membimbing petani agar mampu bekerjasama di bidang ekonomi secara berkelompok, menumbuhkembangkan kelompok tani melalui peningkatan fasilitasi bantuan dan akses permodalan, peningkatan posisi tawar, peningkatan fasilitasi, pembinaan kepada organisasi kelompok dan peningkatan efisiensi serta efektivitas usaha tani.

Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) petani pun yang dilakukan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan latihan, kata Karwan, harus dirancang secara khusus bagi seluruh pengurus dan anggota kelompok.

“Secara teknis upaya penguatan kelompok tani ini dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, namun meskipun demikian pendampingan pembinaan kelompok tani lainnya yang dipandang mampu juga harus dilibatkan dalam penguatan poktan. “tegasnya lagi. (ANWAR WALUYO)

SDN CILITUNG PARUNGBONTENG BERHARAP ADA BANTUAN REHAB

TASIK NEWS-Sekolah sejatinya merupakan tempat menuntut ilmu dengan suasana penuh rasa nyaman bagi peserta didik, sehingga diharapkan bisa melahirkan prestasi baik di bidang edukasi, seni atau pun lainnya.

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan keberadaan SD Negeri Ciintung Kecamatan Parungbonteng Kabupaten Tasikmalaya, karena selain kondisi bangunan sudah sangat mengkhawatirkan juga tampak tak terawat dengan bangunan sekolah masih jaman dulu.

Di sebagian dinding bangunannya pun tampak terlihat sudah penuh dengan tambalan semen serta kondisi atap ruangan pun memprihatinakan, karena disana-sini penuh lubang sehingga dipastikan jika turun hujan maka air pun akan bocor ke ruang kelas.

Menurut Kepala SDN Cilitung, Suparlan, S.Pd, bangunan tempatnya mengajar memang masih terlihat jaman dulu serta kondisinya pun sudah harus diperbaiki.

Pihak sekolah dan para siswa, kata Suparlan, mengaku sudah sangat tidak nyaman dengan kondisi bangunan sekarang yang sudah tidak layak lagi.

“Kami berharap secepatnya ada bantuan rehab, sebab di pihak sekolah pun sudah mengajukan permohonan ke Pemda Tssikmalaya melalui Dinas Pendidikan. “ungkap Suparlan.(2/5)

Suparlan juga mengatakan, kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama, padahal dari  dinas pendidikan sudah mengetahui keadaan bangunan SDN Cilitung, tapi hingga sekarang  belum ada realisasinya. (ANWAR WALUYO)

 







WARGA SANGAT APRESIASI, DD RAKSAJAYA TAHUN INI BELI MOBIL AMBULANS

TASIK NEWS- Pemerintah Desa (Pemdes) Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, mengalokasikan Dana Desa (DD) tahap satu tahun 2019 sebesar Rp. 240 juta untuk pengadaan kendaraan ambulans. Pengadaan ambulans tersebut merupakan realisasi untuK memenuhi keinginan warga.

Pengadaan kendaraan ambulans tersebut tidak serta merta begitu saja, karena prosesnya harus melalui musyawarah desa dan harus sesuai Peraturan Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 22 tahun 2016, tentang penetapan prioritas.

seperti dikatakan Kepala Desa Raksajaya, Cecep Darmawan, saat wawancara dengan PNews di ruang kerjanya,  ambulans ini merupakan skala prioritas sebagai fasilitas untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Karena seperti diketahui, Desa Raksajaya mempunyai jarak tempuh yang sangat jauh menuju Rumah sakit di Singaparna atau RSUD Sukarjo Tasikmalaya kota.

“Sehingga mobil ambulans tersebut memang betul-betul sangat dibutuhkan warga," ujar Cecep. (29/4)

Selama ini, kata Cecep, apabila ada warga yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit terkadang sulit mencari kendaraan, sehingga ini jadi  terhambat dan terlambat dalam pemberian pelayanan kesehatan dan terkesan pelayanan desa di bidang kesehatan pada  masyarakat pun kurang maksimal.

Cecep mengatakan, pihaknya bersukur tahun ini Pemdes Raksajaya telah merealisasi pengadaan kendaraan mobil  ambulans dan mudah-mudahan warga tetap sehat selalu dan dengan adanya kendaraan ambulans semoga pelayanan di Desa ini semakin maksimal terhadap warganya.

“Sekarang Insya Allah setelah memiliki mobil ambulans kami bisa tingkatkan pelayanan kesehatan warga, dan kami siap melayani 24 jam. “tegasnya.

Disoal cara masyarakat peminjamannya, karena dikhawatirkan sering jadi hambatan prosedur serta  masyarakat pun sering takut harus bayar biaya operasional yang tinggi, Cecep menjelaskan, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan masyarakat secara maksimal, pihakny akan memusyawarahkan dulu berapa biaya operasional tersebut agar opini seperti itu tak ada serta masyarakat pun bisa dimudahkan.

Sementara saat diminta tanggapannya, beberapa warga sangat mengapresiasi tersedianya mobil ambulan di desanya serta berharap warga dapat memanfaatkan dan merawat ambulans tersebut dengan baik.

“Mudah-mudahan Pemdes Raksajaya dapat menggunakan Dana Desa ini dengan baik dan dapat di pertanggung jawabkan jangan sampai di kemudian hari membuat masalah hukum. Ujar salah seorang warga. (MAMAT R)


MASYARAKAT HARUS HATI-HATI DENGAN PINJAMAN BERBASIS ON LINE

CIMERAK- Mungkin untuk pengguna medsos sudah tidak asing lagi dengan istilah pinjaman online (pinjol), pinjaman tanpa jaminan cukup dengan modal kartu identitas (KTP)  dan rekening bank, dan dalam proses hanya beberapa menit saja bisa direalisasi. Namun apa jadinya bila dalam batas waktu pembayaran tidak bisa melunasi?

Seperti dituturkan salah seorang nasabah pinjaman online asal Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Hermawan (48), pengalamannya saat batas waktu pelunasan yang singkat tapi dirinya tidak bisa melunasi.

Batas limit waktu pinjaman online rata rata cuma 14 hari dengan bunga yang sangat tinggi, waktu itu, katanya, ia pinjam dari salah satu pinjaman online sebesar Rp. 1.400 juta, dan dalam waktu 14 hari harus mengembalikan pinjamannya sebesar Rp. 1.726 juta.

Saat itu, menurut Hermawan, ia tidak bisa bayar tepat waktu, sehingga hampir setiap jam teleponnya terus berdering dari pinjol menagih utangnya hingga berkali kali.

“Dan yang saya tidak habis pikir, bunga dari pinjaman saya terus bertambah, karena terlambat melunasi saya pun harus bayar denda Rp.34 ribu per harinya. " jelasnya. (2/5)

Dikatakan Hermawan, jika dihitung-hitung, kalau saja menunggak hingga 1 bulan harus berapa denda yang ia bayar.

"Saya benar-benar kapok pinjam lewat pinjaman online,  karena bukan yang saya dapatkan tapi malah tambah melarat, tambah susah dan tambah masalah,  "imbuhnya.

Hermawan mengatakan, belakang ia jadi heran, kenapa pihak OJK ( Otoritas Jasa Keuangan)  memberikan ijin kepada perusahaan pinjaman online dengan tidak menetapkan suku bunga yang sudah ditentukan Bank Indonesia (BI).

“Mudah-mudahan OJK bisa mengevaluasi standar ijin para pelepas uang berbasis on line ini agar masyarakat tidak terbebani seperti yang saya alami. " pungkasnya.  (AGE)


IWAN M RIDWAN: “MENGAKUI KEKALAHAN ITU SIKAP TERPUJI SEORANG NEGARAWAN”

H.  Iwan M Ridwan
PARIGI- Pesta demokrasi sudah usai mari bergandeng tangan dan merajut lagi tali persaudaraan demi NKRI yang kita cintai. Seperti yang sehari-hari dilihat di televisi dan dunia maya, masyarakat dari berbagai elemen saling dukung calon piluhannya, baik Capres Cawapres, calon DPD RI atau  calon angggota legislatif baik pusat sampai daerah, semuanya turut meramaikan gelaran Pemilu 2019 ini.

Seperti dikatakan Ketua DPRD kabupaten Pangandaran,  H.  Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, ia  mengajak kepada semua lapisan masyarakat Pangandaran untuk kembali bersatu bersama sama membangun serta menjalin silaturahmi dan persaudaraan untuk mewujudkan Pangandaran Hebat.

"Kita tinggal menunggu hasil resmi KPU pada 22 mei nanti, dan sekarang saatnya kita rekatkan kembali tali persaudaraan dan persahabatan yang beberapa bulan terakhir ini kita rasakan sangat dinamis," katanya.(1/5)

Ia mengatakan, merupakan tugas bersama untuk kembali menghadirkan suasana sejuk dalam balutan harmoni persaudaraan, sehingga rasa aman dan damai kembali tumbuh di  masarakat.

“Kita harus sepakat untuk menghindari perselisihan yang akan merugikan kita semua seperti semboyan yang selalu kita gaung-gaungkan, berbeda tapi tatap sama. " tambahnya.

Iwan juga mengatakan, di dalam setiap kompetisi pasti ada yang kalah dan yang menang,  semua peserta pemilu pun harus siap kalah dan siap menang, karena yang mengakui kekalahannya itu merupakan sikap negarawan yang terpuji serta berjiwa besar.

“Sebaliknya, peserta yang menang tetap rendah hati dan tidak sombong, arena itulah makna sebuah kompetisi dalam setiap pertandingan termasuk dalam ajang Pemilihan Umum, " tandasnya.  (AGE)

SHERTER PKL SPORT CENTER DADAHA DITINGGALKAN PEDAGANG, PENATAAN PKL DI KOTA TASIK GAGAL ?

TASIK NEWS-Pembangunan sherter Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi di kawasan sport center Dadaha Kota Tasikmalaya sedianya diharapkan bisa menata para pedagang, keberadaannya kini cukup memprihatinkan karena sepi ditinggal pedagang. Dari sekitar 140 PKL kini hanya tersisa 10 penghuni saja, karena alasan sepi.

Tak berfungsinya Shelter Dadaha secara optimal membuat kondisi bangunan tersebut tak terawat, kotor dan terkesan kumuh. Pemandangan bekas gerobak PKL yang rusak menumpuk hampir di setiap pojok, yang kini jadi tempati pengamen dan gelandangan.

Menurut salah seorang pedagang, sherter PKL sekarang sudah tidak berfungsi lagi dan berubah menjadi gudang. Ia mengtakan, bermula saat pengelola terkesan tidak adil karena hanya menempatkan beberapa pedagang saja ke sherter.

“Sebaiknya pengelola memindahkan seluruh pedagang ke sherter, jangan ada kesan dipilih-
pilih. “ungkapnya.(25/4)

Ia menambahkan, kini sherter yang pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp. 623 juta sudah berubah fungsi, karena hampir malan minggu menjadi ajang pesta minuman keras anak-anak funk dan gelandangan.

Sayang, saat PNews akan konfirmasi hal ini ke  ke Komporindag Kota Tasikmalaya, selalu tidak ada di tempat, walau sudah tiga kali datang dan mengisi maksud kedatangan di buku tamu yang disediakan di ruang depan. (ANWAR WALUYO)



FUNGSI LOKALITBANG PANGANDARAN MENJADI PUSLITBANG BIDANG KESEHATAN

Rosiana Kali Kula, Skm
PANGANDARAN-Sangat beruntung di Kabupaten Pangandaran ada kantor Lokalitbang, institusi yang bertugas menyusun rencana, program dan anggaran kegiatan, penelitian dan pengembangan (puslitbang) kesehatan, langsung di bawah Kementerian Kesehatan RI.

Menurut Kepala Lokalitbang Pangandaran, Rosiana Kali Kula, Skm, fungsi lokalitbang sendiri, diantaranya, pelaksanaan penelitian dan kajian di bidang kesehatan dan keunggulan tertentu, pelaksanaan pengembangan metode, model, teknologi di bidang kesehatan dan keunggulan tertentu.

Selain itu, kata Rosiana, Lokalitbang juga sebagai pengelolaan sarana penelitian dan pengembangan kesehatan, pelaksanaan diseminasi, publikasi dan advokasi hasil penelitian dan pengembangan kesehatan, pelaksanaan kerjasama dan jaringan informasi penelitian dan pengembangan kesehatan dan pelaksanaan bimbingan teknis penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.

“Jadi tugas kami adalah melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan. “ungkapnya.(29/4)   **ANTON AS**

TINGKATKAN PEREKONOMIAN DAN SDM, KEMENTERIAN DPDTT TERBITKSN PROGRAM BURSA INOVASI DESA


Eko Putro Sandjojo
Untuk lima tahun kedepan  Indonesia  akan lebih fokus pada program pemberdayaan ekonomi dan sumber daya manusia, karena selama empat tahun hinggatahun 2018 ini desa-desa di seluruh Indonesia telah membangun infrastruktur dengan skala sangat masif yang tak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Dan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemberdayaan ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM), perlu ada satu wadah masarakat untu bisa berinovasi, dan untuk hal tersebut sekarang pemerintah bekerjasama dengan Bank Dunia yang namanya Bursa Inovasi Desa.

Demikian disampaikan Menterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
Dan Transmigrasi (DPDTT) Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo, saat wawancara dengan awak media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Eko, dalam bursa inovasi desa itu, masarakat dikumpulkan dibawah pasilitatornya, baik dari dalam negeri atau pasilitator dari negara lain, sehingga ide ide masarakat pun akan keluar.

“Dan tentunya anggaran dana desanya mau dipakai untuk apa erat kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi desa, dan disitulah muncul ide-ide kreatip untuk meningkatkan perekonomiannya. “terang Eko., kata Eko, banyak desa-desa yang ekonominya maju, yang Bundesnya sukses dengan  pendapatannya puluhan milyar, keuntungannya puluhan milyar per tahun dan banyak Bundes yang bayar pajaknya saja melebihi anggaran dana desa yang diterimanya.

Dikatakan Eko, inputnya untuk memberikan pertumbuhan perekonomian di desa sehingga kemiskinan bisa dikurangi. Sedangkan outputnya, agar di desa ada centra-centra ekonomi sehingga terciptalah lapangan pekerjaan baru dan masarakat pun bisa bekerja, pada intinya pertumbuhan perekonomian di desa bisa naik.

Bursa inovasi desa, menurut Eko, kreatifitasnya inspirasi dari masarakat desa dengan inovasi mengajak untuk berpikir bagaimana caranya bisa membuat kegiatan ekonomi produktif, bukan sekedar hanya berpikir tapi bisa menuangkan serta mengimflementasikannya, dengan demikian masyarakat desa bisa berpikir sendiri untuk menggali potensi desanya.

“Dan kementerian sangat konsen serta mempunyai budget untuk program ini. “tegasnya.

Eko menambahkan, intinya program bursa inovasi desa bisa melahirkan kegiatan ekonomi serta bisa mengatasi masalah-masalah yang bisa dihadapi sendiri. Inovasi ini sebuah  pembaharuan dimana masarakat desa, misalnya Bundes se-Indonesia saling terhubung satu sama lainnya, saling bertukar informasi, menyebarkan produk dan bahkan saling menyebarkan pengetahuan.

Ini merupakan satu kesempatan bagi  masarakat migrasi kota kembali ke desa untuk menggali  potensi desanya masing-masing dengan memulai kehidupan inovasi baru.

“Selama lima tahun pemerintah telah mengucurkan anggaran ke desa sebesar Rp. 257 trilyun, dan untuk lima tahun kedepan sebesar 400 trilyun. “jelasnya lagi.

Disoal sasaran apa yang bisa didapat dari program ini, Eko mengatakan, program bursa inovasi desa lebih kepada pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan SDM. Dan untuk pemberdayaan SDM ini tentu masih ada pembangunan fisik, misalnya, membangun pasar, irigasi dan membangun desa-desa wisata dengan pendukungnya termasuk pembangunan jalan.

“Dan titik beratnya lebih diarahkan pada pembangunan ekonomi dan SDM. “Pungkas Eko. (ANTON AS)






 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN