SDN 2 MEKARSARI CIMERAK, KEPALA SEKOLAH BARU SERTA SEMANGAT BARU

CIMERAK-Beberapa bulan yang lalu Kabupaten Pangandaran telah melantik beberapa Pejabat Struktural dan Fungsional termasuk para Kepala Sekolah salah satunya Maman,SPd.SD yang ditugaskan di SDN 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak.
Maman yang berasal dari Masawah ini termasuk salah seorang kepala sekolah yang disiplin tentu saja bersama 4 orang guru PNS, 3 non PNS dan 1 orang penjaga bahu membahu membenahi serta berusaha melakukan yang terbaik agar sekolah tempatnya mengajar semakin bersih, nyaman dan aman.

SDN 2 Mekarsari yang didirikan tahun 1982 di atas laghan seluas 4832 m2 ini terakreditasi dengan nilai B yang sertifikatnya ditandatangani langsung Prof DR.Djaman Satori,MPd pada tahun 2014 sendiri sekitar 22 km dari ibu kota kecamatan, tepatnya di Dusun Sukasari Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak, berada di daerah paling barat Kabupaten Pangandaran.

Dengan jumlah peserta didik 129 siswa serta fasilitas penunjang belajar, seperti taman, sarana  kesehatan, wc, kamar mandi dan tempat cuci tangan yang terurus rapih serta disiplin dalam berpakian rapih baik guru mau pun siswa, tentunya membawa nilai positif pada lingkungan pada tempat anak-anak menuntut ilmu.

Dari segi prestasi, SDN 2 Mekarsari pun tidak ketinggalan, banyak kejuaraan-kejuaraan, antara lain,  juara 3 putra dalam rangka invitasi bola voly SMPN 3 Cimerak, juara 3 matematika dalam pada  OSN, juara Tarian Daerah pada FLS2N tahun lalu dan juara permainan lembur pada KKM Unpad yang lalu.

“Bahkan untuk pembinaan karakter para siswa kami selalu dilaksanakan juga solat berjamaah dan rutin membaca Al Qur’an’. “ ungkap salah seorang guru,  Dedi Suryadi,SPd.(31/7)

Dedi menambahkan, ia sangat setuju dengan kebijakan yang diterapkan kepala sekolah terkait  keuangan sekolah betul-betul harus digunakan untuk kesejahteraan siswa dan kemajuan sekolah secara positif, kepala sekolah tidak memegang keuangan karena semuanya telah didelegasikan pada guru-gurunya.

“Dan tentunya penggunaannya pun akan transparan jika fungsi bendahara dan lainnya berjalan dengan semestinya. “kata Maman.

Dedi dan warga sekolah lainnya pun berharap, dengan pergantian kepala sekolah yang baru ini tentunya akan memberi inspirasi yang baru, semangat baru dan inovasi-inovas yang baru dan segar agar sekolah ini dapat menjadi unggulan di masa yang akan datang.

“Dan kami sangat optimis karena Pa Maman selain mempunyai semangat yang tinggi juga punya komitmen yang terukur pada dunia pendidikan. “pungkas Dedi.  (RASIMUN-Pnews)

CAMAT CIGUGUR LAKUKAN CONTROL PEMBANGUNAN REHAB SEKOLAH DI WILAYAHNYA

CIGUGUR – Agar bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat di Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran khususnya dibidang pendidikan terkait rehab sekolah pasca gempa 2017 lalu, camat Cigugur, DR. Erik Krishna Yuda, ikut mengontrol jalannya pembangunan sekolah sekolah yang mendapatkan bantuan rehab dari kementrian pendidikan diwilayah kecamatan Cigugur sebanyak lima bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri.

Erik mengatakan, ia sebagai camat wajib ikut mengontrol proses serta jalannya pembangunan sarana pendidikan yang ada diwilayahnya agar bisa berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

"Dengan kapasitas sebagai kepanjangan tangan bupati saya wajib mengetahui apa pun yang ada di Kecamatan Cigugur, dan kegiatan yang saya lakukan ini merupakan bentuk pengawasan atau controlling pemerintah terhadap proses pembangunan infrastruktur maupun sarana pendidikan. “jelasnya. (25/07)

Dikatakan Erik, bantuan yang diberikan langsung dari Kementrian Pendidikan ini bertujuan untuk terciptanya rasa nyaman pada kelangsungan kegiatan belajar mengajar siswa. Artinya,  dengan adanya bantuan ini masyarakat juga harus ikut mengawasi proses kegiatan rehab sekolah ini agar bantuan tersebut bisa digunakan dengan baik.

“Mudah-mudahan dengan kondisi sekolah yang sudah bagus nantinya semangat belajar anak-anak didik akan semakin tumbuh, kalau tempat belajarnya nyaman sudah pasti bisa mendukung peningkatan kualitas pendidikan. " imbuhnya. (AGE)

DESA MASAWAH AKAN TETAP PERTAHANKAN PANTAI INDAH MADASARI

CIMERAK - Pantai Madasari atau orang setempat menyebutnya dengan nama sebutan “Bulben” (Bulak Benda) berada di wilayah Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, di lokasi ini bisa dinikmati panorama alam indah yang masih alami. Madasari memang masih asli, belum banyak sentuhan.

Saat ini obyek wisata ini masih dikelola masyarakat setempat dan pemerintahan desa, biasanya banyaj pengunjung datang pada hari sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Walau pun belum banyak dikenal wisatawan dan belum seramai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Pangandaran, tapi dari hari ke hari trendnya terus menunjukan peningkatan.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda, ia akan tetap mempertahankan wisata pantai Madasari agar tetap dikelola desa.

"Kami tetap mempertahankan dan tidak akan menyerahkan bila wisata yang ada didesa kami akan diambil alih  pemerintah daerah", ungkapnya. (25/07)

Menurutnya, wisata yang ada di desanya tetap akan dijadikan aset desa untuk PADes, jadi kalau saja Pemda Pangandaran akan mengambil alih harus ada MOU dulu.

Ukan juga mengatakan, tapi hingga sampai saat ini pemda melalui Dinas Pariwisata belum pernah didatangi utusan dari pemda untuk membicarakan pengelolaan atau melakukan pembangunan wisata pantai Madasari, walaupun hanya sekedar melihat kondisi mandasari saat ini.

"Dan kalau pun dulu saat kepala dinasnya Pak Mukhlis sering datang ke desa kami, itu hanya sebatas membicarakan keadaan wisata Madasari, “pungkasnya. (AGE)

ENTAH KENAPA, PAPAN KEGIATAN TIDAK DIPASANG PADA PEMBANGUNAN RKB SDN 3-4 CIJULANG

CIJULANG-Entah kenapa, papan nama kegiatan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN 3 dan 4 di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tidak dipasang sebagaimana mestinya. Hal ini penting, pasalnya masyarakjat juga ingin mengetahui proses pembangunan yang sedang berlangsung di sekolah tersebut.

Saat hal ini dutanyakan pada beberapa guru pengajar, dengan serempak mereka mengatakan, tidak tahu menahu tentang urusan ini, karena ini urusan kepala sekolah dan komuite.

“Sejkarang kepala sekolahnya sedang ke Bandung, dan papoan RAB ini segera akan kami pasang. :”ujarnya singkat.(25/7)
Salah seorang pekerja bangunan, Kuplik, menambahkan, memang biasanya papan kegiatan itu harus dipasang sebelum pekerjaan dimulai, seperti yang dilaksanakannya di sekolah-sekolah lainnya.

“lerbih jelasnya saya kurang tahu alasan kenapa tidak dipasang, saya hanya kuli bangunan saja. ”ungkap Kuplik.

Hal senada dikatakan Nana, seorang kuli bangunan di SDN 4, ia juga tidak tahu menahu urusan papan nama atau yang terkait dengan RAB.

“Saya hanya bersukur bisa ikut kerja disini, hal-hal lain silahkan tanyakan pada kepala sekolah dan komite. “kata Nana. (ANTON AS)

DPKPB PANGANDARAN JADI RUJUKAN EDUKASI PENANGANAN BENCANA DAERAH LAIN

Walau dengan segala keterbatasan bukan berarti program kegiatan harus terhenti, paling tidak ada skala perioritas bisa dikerjakan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran,  DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, saat membuka obrolannya dengan PNews.

“Paling tidak ada usaha kita untuk mencari solusi di luar APBD. “ungkapnya.(18/7)

Menurutnya ia tak malu, jika upaya yang dilakukan selama ini baik ke pemprov, pusat bahkan bila perlu ke pihakke tiga, jika itu kebaikan dan peningkatan kinerja dinasnya.

Seperti belum lama ini DPKPB Pangandaran mendapat bantuan mobil ambulan sumbangan dari BUMN Pertamina Jakarta yang langsung diterima di kantor PT. Pertamnia MOR III Tasikmalaya.

Nana pun bersyukur, di usianya yang masih relatif muda DPKPB Pangandaran terus bisa eksis baik secara IT mau pun kerja di lapangan.

Ini terbukti, lajut Nana, beberapa kali DPKPB Pangandaran jadi rujukan daerah lain dalam edukasi penanganan bencana di daerah lain. Seperti belum lama ini BPBD propinsi Bali malah mendapat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk datang ke Pangandaran, termasuk BPBD Banjarnegara Jawa Tengah yang belum lama ini tertimpa musibah tanah longsong pun datang kesini.

“Saya katakan pada mereka, bahwa edukasi penanganan bencanan di Pangandaran menyasar langsung dari masyarakat, kita harus sadar bahwa kita hidup di daerah rawan bencana dan bagaimana agar masyarakat sadar bencana, hidup harmoni dengan bencana. “papar Nana.

Nana menambahkan, bagaimana pula cara merekrut relawan mulai dari masyarakat, pelajar, tokoh dan seluruh elemen masyarakat, dan itu bisa dilakukan tanpa anggaran besar.

Nana juga mengatakan, memang sebaiknya sarana vital penanggulangan bencanan, seperti mobil pamadam kebakaran, idealnya se-kabupaten itu ada lima. 1 unit untuk Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kalipucang, 1 unit Kecamatan Pangandaran dan Sidamulih, 1 unit stanby di kantor dan Kecamatabn Parigi, 1 unit Kecamatan Cijulang dan Cimerak dan 1 unit lagi untuk Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur.

Nana juga mengatakan, Kabupaten Pangandaran masuk 16 besar daerah bencana di Indonesia dengan skor 215,2.
“Dan tugas kami, di RPJMD tahun 2019 skor tersebut harus turun hingga 150,64. “pungkas Nana. (PNews)

WARGA CIGUGUR KECEWA, MENTERI PENDIDIKAN TAK TEPATI JANJI

CIGUGUR-Masyarakat Pagerbumi Desa Harumandala Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran merasa kecewa pasalnya pembangunan rehab sekolah akibat terjadi gempa beberap bulan lalu yang saat itu mendapat kunjungan langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, dan saat itu juga Muhajir menjanjikan bantuan pada seluruh Sekolah Dasar (SD) yang rusak akibat gempa di seluruh Kabupaten Pangandaran.

Tapi sayang, ternyata tidak seluruh bangunan yang rusak tidak mendapat bantuan rehab, seperti rumah dinas kepala sekolah yang berdampingan dengan sekolah yang direhab luput dari perbaikan, padahal kondisinya sudah rusak dan terlihat kumuh. Padahal dalam kunjungan waktu itu, menteri Pendidikan sempat berseloroh bahwa bangunan rumah dinas kepala sekolah tersebut lebih layak jika disebut kandang ayam.

“Dan saat itu juga Pa Menteri berjanji akan memberikan bantuan untuk merehabnya. “ujar salah seorang warga.(18/7)

Warga  menambahkan, seluruh masyarakat dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari yang saat hadir dalam kunjungan menteri, pasti mendengar apa yang dijanjikan menteri pendidikan dalam sambutannya, malah saat itu juga Muhajir langsung memerintahkan ajudannya untuk mencatatnya.

“Tapi sekarang kenyataannya kok tidak sesuai dengan yang dijanjikan Pa Menteri..”kata warga heran. (ANTON AS)

UNTUK MENINGKATKAN SDM, PERANGKAT DESA MEKARLAKSANA IKUTI PELATIHAN KERJA

TASIK NEWS-Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Desa Mekarlaksana Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya baru-baru ini menggelar pelatihan kerja bagi perangkatnya dengan nara sumber dari Dinas kearsiaoan dan Perpoustakaan Kabupaten Tasikmalaya.


Pelatihan yang dihadiri seluruh perangkat juga dihadiri Ketua BPD, LPM dan pemerintah Kecamatan Culamega, menurut kepala Desa Mekarlaksana, bertujuan seklain menambah wawasan juga untuk meningkatkan kualitas perangkatnya agar dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan sistim administrasi desa semakin baik dan terukur.


“Selain perangkat bertambah cerdas, tentunya ini juga akan berdampak baik pada pelayanan terhadap warga. “kata kades.(17/7)


Ia pun berharap, hasil pelatihan ini bisa membawa manfaat positif khususnya untuk perangkat dan umumnya seluruh warga desa. (ANWAR WALUYO-PNews)

SEPANJANG LIBUR LEBARAN OMSET PEDAGANG IKAN ASIN PANGANDARAN MENINGKAT TAJAM

Hari libur lebaran yang beru berlalu ternyata membuahkan berkah bagi para pedagang yang ikut mengais rejeki dari membludaknya wisatawan yang datang ke Pangandaran, salah satu pedagang ikan asin.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang, Yadi Apandi, selama liburan nyaris ia kehabisan stok, pasalnya pengunjung yang berdatangan tiap hari ke tempatnya tetap memilih ikas asin jadui oleh-oleh paforit khas Pangandaran.

"Kami sangat bersyukur,  karena hasil jualan kami bisa menunjang ekonomi keluarga. :”ungkapnya.(17/7)  
Yadi menambahkan, kebanyakan wisatawan yang datang ke warungnya memilih asin jambal roti, karena memang selain enak juga memiliki kekhasan sendiri.

Jambal roti itu sendiri, kata Yadi, ada tiga kelas dan yang paling dicari konsumen jam ar roti dari ikan kadukang, dan memang jenis ini yang sangat digemari konsumen.

Sebagai putra asli daerah ini, sudah lebih dari 12 tahun Yadi berjualan asin dengan menempati kiosnya di jalan Kidang Pananjung.

“Sebelum  berjualan dulu saya nelayan. “imbuhnya. (HARIS F)

UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN WARGA, DESA SIRNAJAYA TAHUN INI BANGUN MADRASAH

TASIK NEWS-Masyarakat Kampung Patra Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya menyambut gembira karena tahun ini mulai dilaksanakan pembangunan dua lokal madrasah sumbangan dari pemerintah pusat (APBN).
Menurut ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK), dalam pelaksanaan pembangunan madrasah ini TPK berssikap transparan dalam menggunaan anggaran pembangunan.

Ia menuturkan, keberadaan madrasah ini sangat penting untuk meningkatkan dunia pendidikan yang akan berdampak pada kemajuan desa.

“Ini untuk kepentingan pembangunan yang ada di desa sehingga ke depan masyarakat desa pun bisa menikmati hasil dari pembangunan ini. ”ungkapnya.  (ANWAR WALUYO-PNews)

HOREEE..! PEMPROP JABAR KEMBALI BEBASKAN DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

PANGANDARAN-Kabar gembira bagi pemilik kendaraan bermotor, kini bisa menikmati kembali program Bebas BBNKB ke-2 dan Denda PKB saat pembayaran pajak di Kantor Samsat mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2018 mendatang.

Program ini menindaklanjuti keputusan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan nomer: 973/154-Bapenda tanggal 31 mei 2018, tentang pemberian pembebasan pokok dan sanksi administrasi berupa denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Penyerahan Kedua dan Seterusnya, serta Pembebasan Sanksi Administratif berupa Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Menurut Kepala CPPDP wilayah Pangandaran, Achmad Antony, melalui Kepala Seksi Penerimaan Penagihan Kantor samsat Pangandaran, Nanang Sulaeman, pihak saat ini sedang gencar-gencarnya mensosialisasi program ini di tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

“Kami berharap dalam sosialisasi tersebut seluruh kepala desa, kepala dusun, karang taruna, ketua MUI, serta pengusaha yang ada di tiap-tiap kecamatan bisa hadir  ke tempat kami sosialisasi. “ungkap Nanang.(17/7)

Nanang yang ditemui PNews di ruang kerjanya, juga menegaskan, yang digratiskan itu bukan pajak kendaraannya, tapi denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan denda biaya balik nama saja,  dan ini semata untuk bisa mempermudah dan meringankan masyarakat terkait pajak kendaraannya.

Ada pun sarat-sarat dan tata caranya, lanjut Nanang, masyarakat datang langsunbg ke kantor samsat dengan membawa;
1. BPKB (asli dan fotokopi)
2. STNK (asli dan fotokopi)
3. Cek fisik Kendaraan (bisa dilakukan cek fisik bantuan di kantor Samsat terdekat)
4. Kuitansi jual beli (materai Rp 6.000)
5. KTP pemilik daerah yang akan dituju (asli dan fotokopi)
6. (Untuk badan hukum): salinan akte pendirian + 1 lembar fotokopi, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai cukup dan  ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.
Untuk intansi pemerintah (termasuk BUMN & BUMD): surat tugas atau surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap intansi yang bersangkutan.
Tata cara:
1. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tempat kendaraan terdaftar untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
2. Menuju gudang arsip untuk mengambil berkas kendaraan.
3. Menuju bagian loket mutasi (menyerahkan BPKB dan KTP daerah yang dituju beserta fotokopi).
4. Menunggu berkas keluar dengan waktu tertentu (mendapat surat jalan sementara).
5. Ke bagian fiskal. Mendapatkan berkas mutasi keluar.
6. Setelah berkas keluar, lapor ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas yang diterima ke bagian mutasi).
7. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tujuan untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
8. Kembali ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas dan mendapat surat jalan sementara).
9. Menunggu STNK dan pelat nomor.
10. Kembali ke Samsat Induk tujuan untuk mengambil STNK dan  pelat nomor baru.
11. Menunggu BPKB yang diperbarui dengan waktu tertentu.
12. Mengambil BPKB yang telah dperbarui.

Disoal berapa target pajak yang dihasilkan dari program ini, Nanang mengatakan, kantor Samsat pangandara target pendapatan dari program ke 2 ini, Rp. 1,2 milyar.

“Alhamdulillah, sampai dengan 17 juli ini sudah mencapai 27 %. “jelasnya. (HIEK)

ROLIS SIREGAR: “GASIBU MACAN PUTIH HARUS PEKA DAN PEDULI PADA ASPIRASI MASYARAKAT”

Tasik-News-Untuk menepis opini miring yanbg selama ini berkembang di publik  dan menjadi stigma negative terkait keberadaan Ormas ( Organisasi Masyarakat), Ketua DPD Gasibu Macan Putih Kota/ Kabupaten Tasikmalaya, Rolis Siregar, menekankan kepada seluruh anggota dan pengurus untuk dapat menjawab tatangan publik dengan keberadaan Ormas. Rolis berharap semua yang tergabung dalam ormas Gasibu ( Gabungan Anak Siliwangi Barisan Utama) Macan Putih untuk bisa menjawab tantangan itu dengan sebuah karya nyata di masyarakat.

"Saya sudah intruksikan pada seluruh pengurus dan anggita agar sesuai Tupoksi sertas harus mampu  menjawab opini publik dengan karya nyata di masyarakat," tandas Rolis dihubungi via Hp.(13/7)

Adapun bentuk karya nyata tersebut, sambung Rolis, kegiatan yang langsung bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti bakti sosial di tiap DPC dan menjembatani aspirasi kelompok tani yang membutuhkan bantuan.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gasibu Macan Putih yang sudah terbentuk, lanjut Rolis, baru di 6 kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukaraja, Jatiwaras, Salopa, Cikatomas, Sodonghilir dan Cipatujah.

"Rencana kedepan Gasibu akan melebarkan sayap dengan membentuk DPC di 39 Kabupaten/ Kota Tasikmalaya," pungkas Rolis.

Rolis juga mengatakan, kegiatan pada acara halal balal yang di gelar di sekretariat Gasibu Macan Putih di  Kampung Cibenda Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja beberapa hari lalu (14/6) berkenan hadir Caleg DPRD Provinsi dari PPP, Asep Rosadi Permana. (UDI RUSWANDI-PNews )

DESA CINTAJAYA AGENDAKAN TIAP TAHUN BERI SANTUNAN ANAK YATIM DAN PANTI JOMPO

TASIK NEWS-Pemberian santunan terhadap anak yatim piatu dan orang jompo yang di gelar di Kampung Pasar Senen Desa Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, rencananya akan menjadi  agenda rutin tahunan yang akan dilaksanakan pada momen halal bihal.

Demikian dikatakan Kepala Desa Cintajaya, Agus Wijaya, saat ditemui PNews di tempat kerjanya. (14/6)

Dikatrakan Agus, pemberian santunan terhadap 40 anak yatim piatu dan orang jompo ini merupakan wujud kepedulian Desa Cintajaya terhdap warganya.

Agus menambahkan, kegiatan sosial pemberian santunan pada anak yatim dan orang jompo ini bisa terus berlanjut dan menjadi jembatan bagi warganya untuk lebih menumbuhkan kembali rasa saling berbagi dan rasa tolong menolong sesama warga.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi agenda tahunan Desa Cintajaya, " pungkas Agus. (Hermansyah-PNews)

LEGENDA SITU SANGHYANG, TEMPAT PERNIKAHAN PARA RAJA

Ketua kompepar, Mumung Suryaman ( berkaca mata) dan Maslikan ( kanan)
TASIKNEWS-Pemberian nama pada sebuah daerah atau tempat  sejarah tak lepas dari sebuah peristiwa atau kejadian pada masa itu. Perjalanan kejadian dan para pelaku sejarah itu sendiri menyimpannya dalam bingkai cerita atau sebuah legenda, dimana di dalamanya ada sebuah hikmah untuk dijadikan contoh di masa sekarang. Semisal, obyek wisata Situ Sanghyang yang berlokasi di dua desa, Desa Cibalanarik dan Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya, yang merupakan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, karena danau tersebut menawarkan panorama yang eksotis dan romantis berbalut cerita mistik.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, konon di danau tersebut tersiar kabar adanya fenomena yang dikaitkan dengan dunia mistik, sering terlihat berpindahnya rimbunan pohon kiray yang maju dengan sendirinya ke tengah danau, tentunya fenomena ini dijadikan warga sebagai totonden ( pertanda) bakal adanya sebuah kejadian.

Legendanya Situ Sanghyang versi masyarakat setempat yang diadopsi Dinas Pariwisata, seperti yang dikisahkan anggota Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), Maslikan (46), sebelum terjadinya nama situ didahului dengan muncul nama sanghyang, karena menurut sejarah situ yang asli ada di Kampung Parunggolong Desa Cilolohan, berupa leuwi (sungai) bernama leuwi Sanghyang.

Dikisahkan juga, konon pada masa Kerajaan Sukakerta Parunggolong merupakan tempat sakral karena pada masa itu di daerah tersebut dijadikan sering dijadikan tempat digelarnya pesta pernikahan para raja. Situ Sanghyang sendiri merupakan gabungan dua tempat bersejarah antara situ yang berada di Kampung Parunggolong dan Sanghyang di Obyek wisata. Sementara nama sanghyang itu sendiri terjadi dari sebuah peristiwa sejarah yakni riuhnya suara yang saling bersahutan.

Konon, dulu ada seorang pangeran menculik seorang wanita cantik jelita, isteri  seorang resi dari Kebataraan Galunggung. Saat sang resi pulang dari laku tirakat, tapa bratanya, isterinya sudah dibawa kabur sang pangeran. Sang resi pun kemudian mencarinya hingga ke sebuah daerah yang dikenal dengan nama Saung Gantang. Ditempat itu ternyata tengah berlangsung pesta besar-besaran selama 7 hari 7 malam, yang ternyata isterinya sendiri yang menjadi mempelai wanitanya.

Saat itu berulang kali sang resi pun berteriak namun tidak ada yang menanggapinya dikarenakan riuhnya suara pesta, sehingga resi pun menjelma menjadi Budak Buncir (bocah gendut),  kemudian memanggil segerombolan anjing untuk mengacaukan pesta tersebut. Suara gonggongan anjing diluar pun kemudian beradu dengan suara riuhnya pesta, hingga lama kelamaan suaranya seperti ngahiang (berdengung)

"Jadi nama sanghyang itu tercipta dari riuhnya dua suara yang beradu, dan nama sang sendiri merupakan mrnunjukan pada sang pelaku, sang resi dan sang pangeran", papar Maslikan.(13/7)

Adapun terjadinya situ, lanjut Maslikan, saat itu dikarenakan sang pangeran merasa terganggu dengan suara-suara di luar dan merasa terpancing dengan tantangan si buncir.

Diceritakan, sang resi bersumpah akan berguru jika seandainya sang pangeran dan para punggawanya bisa mencabut 7 batang lidi yang berjejer. Tapi karena tidak ada yang sanggup mencabut lidi, dengan kesaktiannya sang resi pun mencabut lidi-lidi, anehnya dari lubang batang lidi yang di cabut keluar air yang tidak terbendung hingga membentuk sebuah situ  (danau). Saat itu Resi pun langsung mengeluarkan kutukan, semua yang ikut bersama pangeran tenggelam dan menjelma menjadi ikan. Sejak itulah di lokasi situ menjadi angker, seperti burung yang melintas di danau dan yang meminum air tiba-tiba hilang tak berbekas hingga warga pun enggan untuk memanfaatkan air dari situ sanghiyang.

Saat itu keangkeran Situ Sanghyang rupanya terdengar hingga ke Kesultanan Cirebon, sehingga  mengutus Prabu Linggawastu ditemani Lokananta dan Lokananti untuk menetralisir air situ tersebut untuk dipergunakan keperluan warga. Prabu Linggawastu merupakan keturunan Mataram anak dari Raden Kamandaka, salah satu saudara Prabu Linggawastu, Mundingwangi yang bergelar Prabu Siliwangi. Prabu Linggawastu dimakamkan di seputar Situ Sanghyang bersama Lokananta dan Lokananti.

Di balik legenda Situ Sanghyang ternyata sejarah tersebut berkaitan dengan Kepemerintahan Kabupatian Sukapura yang pada waktu itu dipegang Raden Aggadipa (Dalem Sawidak), dan  sejarah munculnya nama sawidak sendiri beragam versi. Pengertian nama Sawidak di kalangan warga Sukapura diartikan keturunan yang berjumlah 60 Orang.

sementara versi kontempelasi (kontak batin) dari ahli spiritual, Maslikan, yang juga keturunan Kasultanan Demak generasi ke- 16 menceritakan,  jauh sebelum terbentuknya situ, di daerah Saung Gantang konon masih berbentuk hutan belantara, dulu ada seorang raja sakti mandraguna ( tidak ditemukan jejak dari kerajaan mana) ingin menguasai seluruh kerajaan tatar sunda dan menantang seluruh raja dan kesatrianya.

Kabar tersebut terdengar oleh Bupati Sukapura, Raden Anggadipa, yang kemudian mengumpulkan para ksatria berilmu tinggi sebanyak 60 orang. Para ksatria tersebut diperintahkan untuk mengepungnya diberbagai tempat agar raja yang sombong tersebut tidak bisa melarikan diri. Tapi rencana tersebut terdengar sang Resi dari Kebataraaan Galunggung. Dan untuk mengantisipasi pertumpahan darah, sang resi pun menantang raja sombong tersebut  untuk mencabut sebatang lidi yang tertancap ditanah. Dan saat lidi dicabut dari lubang bekas lidi yang dicabut sang Resi, keluarlah air yang tidak bisa dibendung yang akhirnya raja tersebut tenggelam dan menjelma menjadi seekor ikan yang diberi nama Silayung.**** ( Rusdianto PNews )

BUPATI BERHARAP PANGANDARAN INTERNATIONAL KITE FESTIVAL TERUS DIEVALUASI

Sejak pukul 8 pagi nampak ribuan layang-layang mewarnai langit biru di kawasan Lapang Doyong Pantai Timur Pangandaran yang rencananya akan digelar dua hari, sabtu ini (14/7) dan besok minggu.

Hari pertama Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2018 yang diikuti 6 negara, malaysia, China, Makao, Singapura, dan India dan tuan rumah nampak meriah. Sedangkan peserta dari daerah lainnya, seperti Bandung, Bekasi, Depok, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur tidak ketinggalan untuk ikut memamerkan aneka warna dan jenis layang-layang dengan cirri khas masing-masing yang tentunya menjadi tontonan menarik sebagian wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.

Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2018 yang dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati, H Adang Hadari serta dihadiri Kapolres ciamis, Dandim 0613 ciamis, para kepala SKPD lingkup Pemkab Pangandaran, mendapat sambutan positif dari  ribuan masyarakat yang turut menyaksikan agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabuoaten Pangandaran ini.

Dalam sambutannya bupatimenyampaikan, kegiatan ini bertujuan sebagai peromosi daerah
terakit upaya Kabupaten Pangandaran dalam menata diri serta mewujudkan visi-misi, Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata berkelas dunia.
“Tentu saja beberapa kebijakan, diantaranya pengembangan dan penataan wisata, salah satunya dengan penyelenggaraan Pangandaran Kite Festival 2018 sebagaui salah satu  pelengkap promisi wisata "kata bupati.

Bupati menambahkan, agar kegiatan PIKF dari bahun ke tahun terus diminati dan semakin menarik wisatawan, tentunya ini harus terus dievaluasi kedepanya tentu saja kegiatan ini harus terus di evaluasi.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. H. Undang Sobirin, agenda hari ini layang-layang yang diterbangkan terdiri dari peserta instansi pemerintah daerah, BUMN dan BUMD yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Di arena festival layang-layang ini kami juga menyediakan stand-stand yang menjajakan aneka hasil produksi ekonomi kreatif warga dan tentunya juga ada panggung hiburan yang akan diisi berbagai akstrasi hiburan berbagai kesenian dan budaya daerah. "terang Undang.

Di sisi lain, penyelenggaraan PIKF 2018 juga jadi berkah tersendiri bagi warga yang memanfaatkan untuk berjualan di sekitar kawasan lokasi.

“Setiap tahun saya selalu memanfaatkan kesempatan ini untuk jualan, lumayan bisa nambah-nambah penghasilan. “kata Agus, salah seorang pedagang es kelapa. (HARIS F)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN