JAJANG SUHERMAN JABAT KETUA PPDI PK LANGKAPLANCAR

LANGKAPLANCAR-Melalui mekanisme pemilihan, akhirnya Jajang Suherman terpilih untuk jabatan Ketua PPDI Pengurus Kecamatan (PK) Langkaplancar periode tahun 2017-2020.

Acara pelantikan yang digelar di Balai Karaya Desa Bangunjaya yang dihadiri Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa (FMPD), Kang Oten, dipimpin langsung Ketua PPDI Kabupaten Pangandaran, Subario yang berkenan melantik ketua serta kepengurusan PPDI Langkaplancar.

“Saya berpesan pada ketua dan pengurus yang baru dilantik ini untuk tetap menjaga kebersamaan dalam struktur tubuh PPDI. “kata Subartio.(5/8)

Dikatakan Subario, PPDI juga harus bisa mewujudkan perangkat desa yang semakin professional serta berdaya guna, dengan motto “ Dari struktur untuk melestarikan kultur “.

Sementara ketua PPDI yang baru dilantik, Jajang Suherman berharap dalam kepemimpinannya, PPDI Langkaplancar dapat berjalan lancar selaras apa yang diamanatkan dan diperjuangkan organisasi.

“Dan untuk mewujudkan itu semua sangat diperlukan kekompakan dan dukungan seluruh anggota. “ucapnya singkat. (ODS)

PEMKAB PANGANDARAN TUNJUK KETUA DPRD JADI KETUA IBDAH HAJI 2017

MANGUNJAYA-Niat untuk menunaikan rukun islam ke 5 ini sudah lama terpendam, dan baru sekarang niat ibadah ini bisa dilaksanakan.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M. Ridwan, S.Pd, M.Pd dalam acara wallimatusafar di kediamannya di Kecamatan Manungjaya.(5/8)

“Kami, saya dan istri saya mohon doa’ pada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibdah haji ini. “kata Iwan.

Dalam kesempatan tersebut Iwan minta maaf jika selama ini ada ucapan serta tindakan yang tidak berkenan baik selama menjalan tugas sebagai wakil rakyat atau sebagai masyarakat biasa.

“Dalam melaksanakan ibadah haji ini kita harus tulus dan berserah diri sepenuhnya hanya pada Alloh. “imbuhnya.

Iwan juga mengapresiasi dan berterimakasih pada Pemerintahan Kabupaten Pangandaran yang  sudah menunjuknya sebagai Pembina Ibadah Haji tahun 2017.

“Mudah-mudahan semuanya jadi amal baik bagi kita semua, amien. “ungkap Iwan. (Toni Taufiq)

LEUIT, LUMBUNG PADI PENINGGALAN ADAT BUDAYA DESA CIKALONG

SIDAMULIH-Leuit, salah satu khasanah adat budaya sunda ternyata sejak dulu sudah ada di Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran dan hingga sekarang masih digunakan masyarakat desa.

Leuit dalam kosa kata bahasa sunda bisa diartikan tempat atau lumbung padi, merupakan sebuah bangunan dengan ciri khas bangunan kecil dengan atapnya yang kuncup terbuat dari kayu dan bisanya letaknya terpisah dari bangunan rumah warga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan gabah yang memiliki kemampuan tahan cuaca, hama penyakit, serta memiliki sistem sirkulasi udara yang baik sehingga gabah kering dapat disimpan dalam jangka waktu  lama.

Leuit ini merupakan tempat menyimpan cadangan stok gabah kering dari warga desa dan  digunakan untuk keperluan antisipasi  di saat musim paceklik. “ungkap Kepala Desa Cikalong, Upang Supandi.(5/8)

Walau pun di desanya belum pernah terjadi musim paceklik, namun menurut Upang, warga tetap diwajibkan “menyetor” sebagian hasil panennya untuk disimpan di lumbung tersebut.

“Dan hasil musyawarah seluruh warga, disepakti setiap kepala keluarga harus menyisihkan 20 kg padi per musim dari hasil panennya masing-masing. “terang Upang.

Dikatakan Upang, seluruh warga Desa Cikalong hingga saat ini masih tetap menggunakan lumbung itu sebagai kearifan lokal warisan leluhurnya.

Leuit itu sekarang kami namakan lumbung persatuan yang keberadaanya dalam satu RT terdapat satu lumbung. “terang Upang lagi.

Lebih jauh Upang menjelaskan, setiap satu tahun lumbung tersebut akan dibuka untuk diadakan ngabuku taun, yang digelar pada seiap bulan muharam dengan mengadakan malam syukuran hajat bumi, sebagai ungkapan rasa syukur seluruh warga pada sang khalik.

Ngabuku taun itu mungkin semacam RAT kalau pada koperasi. “jelas Upang.

Sementara hasil dari ngabuku taun, lanjut Upang, nantinya sebagian akan dibelanjakan alat-alat rumah tangga seperti kursi, piring, sendok dan lainnya yang bisa digunakan saat ada warga akan hajatan.

“Jadi, saat ada yang mau hajatan, warga bisa menggunakan peralatan tersebut. “imbuhnya.

Selain itu, masih kata Upang, adanya lumbung persatuan membuktikan, dengan luas hamparan sawah 2200 hektar yang mampu menghasilkan 200 ton padi per tahun dengan jumlah penduduk 3600 jiwa, Desa Cikalong sudah mampu berswasembada pangan bahkan surplus.

“Dan keberadaan leuit atau lumbung persatuan ini, juga jelas membuktikan, hingga saat ini masyarakat Cikalong masih menjungjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal serta menjadikan adat budaya leluhur sebagai tatanan kehidupan masyarakat desa. “pungkasnya. (Anton AS – hiek)

OPAK CIKALONG MASIH TETAP JADI OLEH-OLEH KHAS PANGANDARAN

SIDAMULIH-Siapa yang tak kenal Opak Cikalong ? sudah sejak lama makanan berbahan dasar ketan ini selalu menjadi oleh-oleh pakidulan (baca:Pangandaran). Dengan rasa khas serta tekstur tepung ketan yang lembut, membuat opak Cikalong bercita rasa unik dan renyah karena proses memasaknya pun tidak melalui penggorengan tetapi dibakar di atas api.

Pembuatan opak Cikalong mayoritas dikerjakan para ibu-ibu rumahtangga warga Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Melalui proses dan penggunaan alat sederhana, opak Cikalong dari dulu sudah bisa menopang ekonomi pedesaan serta kehidupan pengrajinnya.

Menurut salah seorang tokoh Desa Cikalong, Deddi AW, ada dua sisi efek positif, dari sisi ekonomi, opak Cikalong sudah mampu menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Cikalong.

“Sementara efek lainnya, opak Cikalong bisa menjadi varian wisata kuliner di Kabupaten Pangandaran. “Jelasnya.(5/8)

Opak Cikalong dikerjakan turun temurun hingga sekarang sehingga mata rantai pembuatannya pun tidak putus hingga sekarang.

Seperti dituturkan salah seorang pengrajin warga Rt 01 Rw 01 Kampung Cimanggu Desa Cikalong, Kanik (60), ia sudah puluhan tahun setia meneruskan usaha yang dulu dikerjakan orangtuanya.

Menurut Kanik, Karena saat itu ketiadaan biaya untuk sekolah, ia pun hanya mampu mengikuti pendidikan hingga kelas 5 SD saja.

“Dari tahun 1980 saya menjadi pembuat opak Cikalong. “ungkapnya.

Pembuatan opak yang tidak terlalu sulit, membuat siapa saja bisa melakukan pekerjaan ini,  melalui proses mencampurkan tepung ketan dengan santan kelapa ditambah garam secukupnya lalu dicetak dan dijemur dibawah sinar matahari untuk selanjutnya dibakar.

“Dalam sehari saya menghabiskan 8 kg tepung ketan yang akan menghasilkan sekitar 1500 opak. “terang Kanik.

Dikatakan Kanik, selama menjadi pembuat opak Cikalong nyaris belum pernah menemui kendala yang berarti. Baik modal produksi atau untuk pemasaran  sudah langsung ditangani pengepul yang akan memasarkannya ke kota-kota lain.

“Saya hanya membuat saja, karena tepung ketannya sudah dipasok langsung oleh pengepul, begitu juga opaknya akan dibeli pengepul untuk dijual ke daerah lain. “terangnya lagi.
(Anton AS)

PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN

PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

03 April 2008 – 14:11   (Diposting oleh: Editor)

“When life hand you a lemon, squeeze it and make lemonade.” — W. Clement Stone

Tantangan begitu identik dengan kehidupan manusia. Pemanasan global adalah topik yang sedang hangat bila kita berbincang tentang tantangan. Sebelum betul-betul menjadi bencana besar bagi seluruh umat manusia, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya adalah diselenggarakannya Konferensi UNFCCC di P. Bali, yang mendesak kesadaran masyarakat dunia untuk memelihara kelestarian alam, di antaranya tidak menggunduli hutan, bertanggung jawab terhadap pengolahan limbah, reboisasi, mengurangi polusi udara dan lain sebagainya.

Tantangan yang tidak kalah berat di negeri kita adalah bencana alam, di antaranya banjir, gempa, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya. Banjir di Jakarta 1 Februari 2008 misalnya, itu sangat merepotkan, menyebabkan kerugian dan pemborosan besar-besaran, karena macet di mana-mana dan kegiatan ekonomi tentu juga terhambat. Banyak waktu terbuang sia-sia. Saya merupakan salah satu di antara ribuan warga Jakarta yang terperangkap di jalanan puluhan jam karena macet luar biasa.

Tantangan lainnya adalah gejolak ekonomi di seluruh belahan dunia, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah yang menggila. Masalah tersebut menimbulkan iklim bisnis yang suram di dunia termasuk di Indonesia. Kelesuan ekonomi mengancam kelangsun
... baca selengkapnya di PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

DESA MANGUNJAYA GELAR FESTIVAL JONJANGAN

MANGUNJAYA-Untuk mewujudkan desa berdaya dan berbudaya serta dalam rangka melestarikan budaya leluhur, Desa Mangunjaya bekerjasama dengan pemuda Karangtaruna dan para pelaku seni yang ada di wilayah Mangunjaya menggelar Festival Jonjangan, sebuah pagelaran seni yang menceritakan kebiasaan masyarakat dahulu.

Menurut Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin sekaligus sesepuh sanggar Seni Banyu Bening mengatakan, pagelaran seni Festival Jonjangan ini sedkarang sudah hampir punah. Dan dalam rangka melestarikan juga menjadi pelajaran seni budaya pada genberasi muda, pihak desa menggelar acara ini.

Jumlah peserta layangan diikuti 180 peserta membuktikan, acara festial berlangsung meriah dan mendapat antusias warga serta membuktikan, masyarakat Mangunjaya masih melestarikan budaya leluhurnya.

dikatakan Furqon, budaya leluhur ini jangan sampai diklaim egara lain, sehingga dikhawatirkan  generasi muda, anak-anak negeri ini tidak mengetahui budaya lelubur karena terlena dengan kemajuan tekhnologi seperti android dan sebagainya.

Menurut Furqon, festival yang dibiayai dari swadaya masyarakat  dan sponsor yang ada di desa serta pelaku seni yang ada di wilayah Pangandaran ini menampilkan pagelran seni Jonjangan yang dalam istilah masyarakat suku jawa diartikan sebagai permainan saat malam bulan purnama.

“Dengan pagearan seni ini, diharapkan khususnya warga Desa Mangunjaya agar bisa tetap tahu apa yang dilakukan dan menjadi kebiasaan para leluhur kita. “ungkap Furqon. (4/8)

Langlayangan, heleran atau lainnya, lanjut Furqon, itu merupakan  permainan yang akrab di masyarakat pedesaan, dan hal-hal semacam itu sangat positif bila terus berlangsung dan tetap dikenal masyarakat. Seperti Langlayangan (layangan) merupakan salah satu khasanah permainan yang akrab di pedesaan. 

Suasana kehidupan desa dengan hamparan sawah yang selama ini memberikan mamfaat kini sudah terbengkalai. Dan ini harus kemabli ditanamakan rasa cinta terhadap desa berdaya dalam segala bidang terutama pertanian.

“Tidak bisa bisa dipungkiri, bangsa Indonesia bisa menduinia berawal dari sekitar 20780 desa yang terbentang di seluruh nusantara. “imbuhnya. (Toni  T)




AGUN GUNANJAR : “KPK HARUS TETAP BERJALAN SESUAI MANDAT KONSTITUSI”

PANGANDARAN-Reses DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bclp, Msi  di Kabupaten Pangandaran, bertempat di kantor DPD Golkar (3/8) yang dihadiri Ketua DPD Golkar Kabupaten Pangandaran, M. Taufiq, Dewan Pertimbangan Partai Golkar, H. Adang Hadari, pengurus DPD, seluruh kader serta  simpatisan partai.

Dalam sambutannya Agun yang juga ketua pansus angket KPK di DPR RI ini memaparkan tujuan dibentuknya pansus angket KPK terkait masalah korupsi KTP elektronik semata-mata untuk menguatkan kelembagaan KPK itu sendiri sebagai institusi pemberantasan korupsi di negeri ini.

Menurutnya, dalam proses yang dilakukan pansus,  bagaimana bisa menentukan target jika  penyelidikan sendiri tidak dijalankan.

“Jadi kalau penyelidikan hasilnya A, rekomendasinya juga ya harus A,” jelas Agun. (3/8)

Pansus berharap, lanjut Agun, KPK harus bisa selalu transparan, sesuai mekanisme dan SOP dalam melaksanakan tugasnya. Lembaga itu juga harus mendengar koreksi dari masyarakat karena KPK itu bukan berarti tidak bisa dikoreksi dan kebal dari kritik.

Sebenarnya, masih kata Agun, pembuktian itu tidak sulit, karena setiap pemeriksaan baik kepada saksi maupun tersangka sesuai SOP KPK selalu di rekam, baik suara maupun gambar dan semuanya tertuang dalam BAP yang tentu saja diparaf pada halaman demi halaman.

“Dan halaman terakhirnya ditandatangani oleh terperiksa", tegasnya.

Lebih jauh politisi partai berlambang pohon beringin ini mengatakan, ia sengaja memberi kesempatan pada masyarakat yang hadir dalam acara resesnya ini untuk melihat langsung video rekaman-rekaman perjalanan pansus agar bisa mengetahui lebih detail kerja pansus selama ini.

“Dan selanjutnya ini bisa dijadikan bahan untuk klarifikasi karena itu fakta teman-teman saksi yang siap dikomfrontir", imbuhnya.

Agun juga mengatakan, semua sepakat menginginkan agar KPK tetap ada, berjalan dalam koridor hukum, koridor demokrasi, dalam koridor hak-hak asasi yang semuanya didasarkan mandat konstitusi.

Khusus untuk seluruh kader partai golkar Pangandaran Agun pun berharap agar tetap solid agar golkar tetap menjadi partai yang didukung rakyat.

“Dan untuk permasalahan yang sedang terjadi saat ini pada Ketua golkar, Setya Novanto, mari kita sama-sama doa’kan semoga dapat solusi terbaik. “pungkasnya. (AGE)

BUPATI PANGANDARAN BUKA KEGIATAN KAMPANYE IMUNISASI CAMPAK RUBELLA

CIMERAK – Kegiatan kampanye imunisasi penyakit Campak dan Rubela (MR) untuk Kabupaten Pangandaran yang bertempat di SMPN I Cimerak resmi dibuka Bupati, H. Jeje Wiradinata, (2/8)

Dengan ditandai pelepasan beberapa balon oleh bupati, kampanye imunisasi penyakit Campak dan Rubela di Kabupaten Pangandaran pun resmi dibuka.

Hadir pada kesempatan itu ketua PKK Kabupaten Pangandaran, Ida N Wiradinata, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Yani achmad marzuki, Ketua Komisi I DPRD Pangandaran, Jajang Ismail, SE, Camat, para kepala SKPD dan siswa-siswi SMPN I Cimerak.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Pangandaran, drg.Yani Achmad Marjuki dalam sambutannya menyampaikan,  kampanye ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyakit campak yang sangat berbahaya dengan target anak usia 9 bulan sampai dengan usia di bawah 15 tahun, dan ini merupakan wujud program pemerintah agar masyarakat terbebas dari campak di tahun 2020 nanti.

Dalam kesempatan itu, Yani pun meminta dukungan dari semua instansi pemerintah juga tokoh masyarakat untuk bisa mensukseskan program ini yang berlangsung dari bulan Agustus sampai bulan september dan serentak kegiatan ini digelar di seluruh wilayah di pulau Jawa.

"Kami meminta dukungan dalam kampanye ini, dan untuk kabupaten Pangandaran sendiri ada sekitar 86 ribuan yang akan mendapatkan imunisasi campak rubbela selama bulan agustus hingga september mendatang", jelasnya.

Ditambahkan Yani, pelaksanaan kampanye Imunisasi MR fase pertama ini dibagi menjadi 2 tahapan, untuk tahap 1 pada Agustus yaitu pemberian Imunisasi MR di seluruh sekolah yang terdiri dari sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat dan SMPLB.

“Sementara untuk tahap 2 pada bulan september, pemberian imunisasi MR di pos-pos pelayanan imunisasi lainnya, seperti Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya", kata nya.

Di tempat yang sama Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran SKPD di lingkup Pemkab Pangandaran untuk mendukung program ini yang dicanangkan pemerintah pusat dalam rangka menanggulangi penyebaran penyakit Campak dan Rubella (MR).

Bupati mengajak semua agar bisa mensukseskan program in, juga berharap semua pejabat di Pangandaran bisa turut serta mendukung pelaksanaan kampanye ini untuk  mensukseskan program pemerintah dalam menanggulangi penyakit campak rubbella(MR) yang sangat berbahaya ini.

“Saya minta semuanya bisa mengerahkan segenap kemampuan saat turun langsung pada masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi ini, karena campak rubbella sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan anak-anak kita. “imbuh Jeje. (AGE)

IDA N WIRADINATA : “KANKER DAPAT DISEMBUHKAN JIKA DILAKUKAN PEMERIKSAAN SEJAK DINI “

PANGANDARAN - Dari tahun ke tahun angka penderita kanker di Indonesia terus meningkat hingga mencapai angka yang mengkhawatirkan, sehingga diperlukan penanganan dan sosialisasi secara berkesinambungan agar masyarakat lebih peduli bahaya kanker serta turut berupaya untuk menekan laju pertumbuhannya.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Pangandaran, Ida N Wiradinata. Menurutnya, ia merasa prihatin, terutama untuk kaum perempuan yang rentan mengindap kanker payudara dan kanker servik.

Dikatakan Ida, dirinya merasa prihatin melihat kenyataan saat ini, banyak perempuan yang terindikasi kanker, terutama kanker payudara dan kanker servik.

“Sebagaiu klangkah konkrit, kami dari YKI tergugah untuk mengambil langkah-langkah nyata  dengan mensosialisasikan bahaya kanker pada masyarakat", ungkapnya.(2/8)

Ida juga menambahkan, dirinya bersama semua dokter yang ada di Pangandaran yang tergabung dalam YKI siap dengan ikhlas melakukan aksi mengatasi kanker sejak dini salah satunya dengan melakukan sosialisas cara hidup sehat.

" YKI Pangandaran siap melakukan langkah-langkah preventif untuk mengatasi kanker lebih dini, walaupun kegiatan ini tidak ditunjang anggaran pemerintah.", imbuhnya.

Sejauh ini, menurut ida, masyarakat masih merasa takut untuk diperiksa kesehatan, sehingga tidak jarang YKI pun mengadakan kegiatan pemeriksaan dengan alat deteksi kanker, terutama kaum hawa.

“Tapi saat kami datang, masyarakat seperti kurang begitu respon dengan berbagai alasan. “jelas Ida.
.
Lebih jauh Ida mengatakan, ia menghimbau agar masyarakat jangan menganggap tabu untuk membicarakan kanker, karena dianggap menakutkan dan identik dengan kematian serta  pengobatan yang mahal. Padahal faktanya, kanker dapat disembuhkan dan tidak semua obat kanker mahal.

“Juga sekarang tersedia program bantuan untuk pengadaan obat kanker di Indonesia. “pungkasnya. (AGE/P-News)

BUPATI PANGANDARAN TERIMA PENGHARGAAN HONORARY POLICE

PARIGI-Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran dalam usianya yang baru menginjak ke 4, dalam pengelolaan masalah keamanan patut diacungi jempol. Pasalnya, sebagai kabupaten “bungsu” di Jawa barat berhasil mendapatkan penghargaan honorary police, sebuah penghargaan di bidang keamanan yang diberikan Polda Jabar.

Penghargaan yang diserahkan langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Dr.Drs. Anton Charliyan tersebut diterima Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam upacara yang dilaksanakan di halaman Mapolda Jawa Barat Jalan Sukarno Hata Bandung, (1/8)

Seperti  diketahui, Honorary Police merupakan sebuah penghargaan Polda Jabar yang di berikan kepada pimpinan TNI, Tokoh Pemerintah, Masyarakat, Agama, Adat, pendidik, pemuda dan Pimpinan media cetak jawa barat yang dinilai telah mampu bekerjasama dan berpartisipasi pada tugas kepolisian dibidang yang dapat memajukan institusi polri serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Polda Jawa Barat.

mengomentari penghargaan tersebut, Bupati Pangandaran, H. jeje Wiradinata mengatakan
terimakasihnya kepada Polda Jabar yang sudah memberikan Penghargaan.

“Atas nama masyarakat Pangandaran, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolda Jawa Barat. “kata Jeje usai mengikuti siding paripurna di gedung DPRD Pangandaran. (31/8)

Jeje menambahkan, penghargan ini merupakan penghargaan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran. Karena, lanjut Jeje, penghargaan yang ia terima bukan untuk bupati,  tetapi untuk seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Dalam lampiran keputusan Kapolda Kabar nomor :Kep/816/VII/2017 tanggal 31 juli 2017, Bupati Pangandaran  mendapat penghargaan Honorary police,karena menurut Polda Jabar sudah berhasil bekerjasama dan berpartisipasi di bidang pemerintahan dan pembinaan masyarakat dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah propinsi jawa barat.

Selain Bupati Pangandaran,  ada tiga kabupaten yang mendapat penghargaan ini, Kabupaten Ciamis, Majalengka dan Kuningan. (hiek)

MARI SUKSESKAN PENDIDIKAN MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA, IDA N WIRADINATA: “KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT, 3 INSTITUSI PEMBENTUK KARAKTER ANAK”

PANGANDARAN - Pendidikan yang baik bukan hanya pendidikan yang disengaja, baik latihan, kebiasaan-kebiasaan yang baik. Tetapi yang jauh lebih penting adalah sikap dan cara orang tua dalam menghadapi hidup pada umumnya dan cara memperlakukan anak.

Seperti disampaikan nara sumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Bidang Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, H. Tedi Hidayat, Spd, Mpd pada acara kegiatan sosialisasi "Mari Sukseskan Pendidikan Melalui Pendidikan Keluarga", yang digelar di kampus SMAN I Pangandaran (29/07) yang dihadiri ibu Bupati Pangandaran, Ida Nurlaela Wiradinata, Kepala Sekolah SMAN I Pangandaran, H. Kosasih dan ratusan orang tua wali murid.

“Saya merasa bangga dan bersyukur dengan kebijakan yang sudah digulirkan Pemkab Pangandaran meng gratiskan biaya pendidikan mulai dari SD sampai SMA dan SMK. “kata Tedi.

Menurut Tedi, ini patut di syukuri, karena dengan kebijakan ini Pemkab Pangandaran sudah memberi kesempatan sebesar-besarnya pada para siswa bersungguh sungguh untuk belajar dan bisa berprestasi.

Tedi menambahkan, di era perubahan ini, dari era mekanik menjadi era elektronik, terutama dalam kemajuan tekhnologi informasi, selain bisa memberikan kecepatan informasi  tapi juga tidak sedikit yang tidak menyenangkan dari kemajuan ini. Seperti banyaknya situs pornografi, penjualan wanita, perjudian online yang kesemuanya itu bila sering dilihat siswa akan berdampak negatif karena semua itu akan terekam pada memori pada otak si anak.

Tedi pun berharap, dengan sosialisasi ini orang tua siswa bisa lebih mengontrol dan membimbing anak-anaknya agar bisa memberi pengertian jika si anak terlihat sering online dengan menggunakan hand phone atau sering pergi ke warnet.

"Mudah-mudahan para orang tua siswa bisa mengontrol anaknya dalam kesehariannya selepas sekolah, apalagi bila anak sering nenggunakan media sosial lewat hand phone yang dia pakai", tandasnya.

Kegiatan yang mempertemukan orang tua siswa dan lembaga pendidikan ini juga mendapat apresiasi Ida Nurlaela Wiradinata. Menurut Ida, ini sangat penting dalam mewujudkan kemitraan antara pihak sekolah sebagai pendidik dan orang tua siswa dan juga masyarakat, sehingga para siswa bisa lebih terarah dalam kegiatan belajar mengajar.

Dikatakan Ida, orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama terhadap anaknya serta  bertanggungjawab langsung pada  kelakuan, pembentukan  kesusilaan, watak dan kepribadian anaknya.

“Orang tua harus mampu menanamkan kebiasaan yang baik tentang kesehatan, makanan dan minuman yang halal, menahan kecenderungan mementingkan diri sendiri, menanamkan sifat suka menolong, disiplin dan bertanggungjawab serta berkasih sayang dengan sesamanya", ungkap Ida.

Ida juga mengatakan, keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan tiga institusi yang tidak bisa dipisahkan dari kepentingan pendidikan. Keluarga (orang tua) harus bisa meletakkan dasar-dasar pendidikan di rumahtangga dalam rangka pembentukan kepribadian anak.

Dengan terbentuknya hubungan yang baik antara pihak sekolah dan keluarga juga masyarakat, menurut Ida, diharapkan para siswa bisa terbebas dari pergaulan bebas sehingga bisa membentuk siswa berprestasi dan mampu mengharumkan sekolah almamater.

“Dan dengan sendirinya, tentunya ini juga akan mengharumkan Kabupaten Pangandaran khusus pada dunia pendidikan. “imbuh Ida. (AGE)

SEORANG NENEK TUNA WISMA DITEMUKAN MENINGGAL GUBUKNYA

PANGANDARAN-Seorang nenek tuna wisma, Rasih (80) ditemukan meninggal di belakang  kantor UPTD Pariwisata Kecamatan Pangandaran (belakang toll gate utama).

Nenek Rasih yang tinggal di gubug bersama menantunya, Cicih (30) dan dua orang cucunya, Sofi (12) dan Isnaeni (11), diketahui meninggal sekitar jam 14.45 wib.

Menurut Kepala Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, Dedi, korban merupakan warga Desa Pananjung.

“Ini tanggungjawab kami, dan sepebuhnya akan kami urus  hingga selesai. “kata Dedi saat ditemui di lokasi. (Isis Koswara)

LIMUSGEDE, DESA PENGHASIL GULA KELAPA, KOSWARA : “INI BISA MENINGKATKAN PADes”

CIMERAK - Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai daerah penghasil gula kelapa, hal ini karena mayoritas warga memiliki profesi sebagai penyadap aren kelapa. Selain itu, di Limusgede jumlah lahan pohon kelapa sangat luas. Salah satunya  yang dulu pernah dimiliki PT.PIRBUN NUSANTARA VIII.

Cara pembuatan gula kelapa para pengrajin ini terbilang masih tradisional dan terkesan individualistis, karena tiap-tiap penyadap tidak terhubung antar satu dengan lain (tidak adanya serikat pekerja), sehingga berapa omzet gula yang dihasilkan di Desa Limusgede pun tidak bisa dipantau dan tidak ada data yang pasti. Dan ini sangat rawan, karena terkadang dimanfaatkan segelintir orang dalam menentukan harga pasar. 
    
Hal tersebut dibenarkan Kepala desa Limus Gede, Koswara Nugraha, sehingga tidak jarang ia pun melakukan sosialisasi pada para penyadap agar bisa membuat wadah serikat pekerja agar peredaran uang dari industri ini dapat diperbaiki.

"Saya terus berupaya agar gula kelapa yang diproduksi masyarakat Desa Limusgede dapat menembus pasar nasional, dengan demikian mutu dan kualitasnya pun harus bisa ditingkatkan dan untuk itu pengrajin harus mempunyai wadah serikat pekerja jangan individualis seperti sekarang", ungkapnya.

Koswara juga menambahkan, pengolahan gula kelapa di desanya memang masih terkesan tradional, karena usaha menyadap aren kelapa merupakan usaha turun temurun. Tapi, menurut Koswara, tidak menutup kemungkinan kedepannya bisa diperbaiki baik dari segi produksi mau pun menejmennya.

Koswara pun berharap, ke depannya Pemkab Pangandaran bisa memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga penyadap. Diharapkan pula campur tangan pemerintah untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan atau sekedar membuat wadah sebagai tempat para penyadap.

 "Ini semua demi meningkatkan salah satu PADes kami", pungkasnya. (AGE)

PEMKAB PANGANDARAN TINGKATKAN INFRASTRUKTUR DESA PANGKALAN

LANGKAPLANCAR - Pembangunan infrastruktur memiliki keterkaitan yang erat dengan kesejahteraan sosial serta pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan indikasi, wilayah yang memiliki kelengkapan sistem infrastruktur yang berfungsi lebih baik dibandingkan dengan wilayah lainnya cenderung  mempunyai tingkat kesejahteraan sosial serta pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pula. Sebaliknya, keberadaan infrastruktur yang kurang berfungsi dengan dengan baik akan mengakibatkan munculnya problem social, ekonomi dan masalah  lingkungan.

Seperti halnya Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, saat ini telah  memiliki infrastruktur jalan bagus tentunya akan sangat berpengaruh pada laju perekonomian masyarakatnya.

Dan masyarakat sebagai penerima program pun menyampaikan rasa terimakasihnya pada Pemkab Pangandaran, khususnya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan wakil bupati Pangandaran, H.Adang Hadari karena sudah dilaksanakannya pembangunan infrastruktur jalan Cibatu - Ciwilis walau pun hingga saat ini pembangunannya baru mencapai 80% dari panjang sekitar 1.370 meter.

Seperti disampaikan Kepala Desa Pangkalan, Ukar, ia sangat mengapresiasi pembangunan infrastruktur jalan beton yang didanai dari banprov  dengan jumlah anggaran Rp 3, 2 milyar.
juga pa Bupati dan wakil Bupati atas perhatiannya pada infrastruktur jalan di wilayah kami yang sudah lama rusak.

"Atas nama warga, kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pangandaran,  Amdulillah sekarang harapan warga ingin punya jalan bagus sudah terwujud.", katanya. (26/07)

Sebetulnya, lanjut Ukar,  jalan Cibatu-Ciwilis merupakan salah satu jalur lalu lintas ramai yang sering dilewati masyarakat dua desa, Desa Pangkalan dan Jayasari terutama saat masyarakat menjual hasil bumi untuk selanjutnya dikirim ke kota.

“Dengan pasilitas jalan bagus dan biaya pun akan semakin murah, itu jelas akan menguntungkan warga kami yang mayoritas bertani", pungkasnya. (AGE)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN