Label 4

Isi Kegiatan Bulan Ramadhan Penuh Kebaikan, PGRI Cikatomas Berbagi Takjil

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pada hari ke-18 puasa bulan Ramadhan 1447 H, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan (PC) Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kegiatan "Berbagi Takjil" dengan tema "Mari Bersama Menebar Kebaikan dan Berbuka Puasa dengan Penuh Kebahagiaan. 

Kegiatan Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd ini menyasar pengguna jalan lewat dan masyarakat sekitar, termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Cikalong menjelang waktu maghrib.

Kepada Pangandaran News, Nana menyampaikan, berbagi di bulan Ramadhan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. 

Di bulan Ramadhan yang penuh barokah ini, ia mengajak untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan juga dengan sesama manusia. 

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menyebarkan kebahagiaan dan membantu teman-teman yang sedang berpuasa," ungkap Nana.(07/03/26k)

Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya pada malam Nuzulul Qur'an PGRI Cikatomas juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa dengan membagikan kebaikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan. 

"Alhamdulillah, meskipun dilakukan menjelang maghrib di jalan raya, pembagian takjil gratis ini berjalan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat," terang Nana.

Nana mengatakan, kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya digagas oleh PGRI Cikatomas sendiri tapi juga mendapatkan dukungan dari berbagai mitra kerja. Diantara, Baraya Net, CV. Cahaya, CV. Firdaus, R Production, Badan Gizi Nasional, dan Mandala Audio. 

"Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti semangat gotong royong dalam mewujudkan kebaikan bersama di bulan suci," ujarnya.

Atas nama segenap keluarga besar PGRI Cikatomas, ia berharap semoga bulan Ramadhan ini membawa berkah bagi semua.(@nwarwaluyo)

Rapat Internal DPP Forwapi Ramadhan 1447 H, Program MBG Jadi Prioritas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Wartawan Priangan (Forwapi) gelar rapat internal pada bulan Ramadhan 1447 H (2026 M), dengan fokus utama pada pengelolaan sekretariat organisasi serta edukasi bagi seluruh pengurus internal.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Forwapi, Ade Kurnia, secara khusus memberikan materi edukasi yang komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup tata kelola administrasi sekretariat, alur komunikasi internal yang efektif serta standarisasi dokumentasi yang menjadi landasan kerja organisasi.

Tujuan dari edukasi dan pembahasan rapat ini, kata Ade, untuk meningkatkan profesionalisme serta sinergi antar pengurus sekaligus mengoptimalkan peran sekretariat sebagai pusat koordinasi kegiatan Forwapi di wilayah Priangan. 

"Selain itu, juga disepakati langkah-langkah penyempurnaan fungsi sekretariat agar lebih adaptif dengan perkembangan industri pers dan kebutuhan wartawan lokal," kata Ade.(07/03/26)

Ade mengatakan, ia juga menyoroti Program MBG sebagai salah satu prioritas kerja DPP Forwapi. 

"Program ini tentu akan menjadi bagian penting dari upaya organisasi dalam mendukung pengembangan kapasitas wartawan serta memperkuat peran pers dalam masyarakat," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

Petasan Sebesar Paha Meledak, Dua Peracik Warga Mangunjaya Pangandaran Alami Luka Serius

PANGANDARANNEWS.COM - Dua buruh bangunan, Anton (23) dan Udan (20) warga Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami luka parah setelah petasan berukuran jumbo yang mereka racik meledak.  (06/03/26).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petasan yang mereka buat berukuran sangat besar bahkan disebut sebesar paha orang dewasa.

Menurut keterangan warga, ledakan terdengar tiga kali dan ledakan petasan yang dibuat kedua pemuda tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar. 

Kejadian meledaknya petasan tersebut terjadi saat keduanya tengah meracik petasan tersebut, dentumannya keras tak hanya melukai keduanya tetapi juga merusak sebagian atap rumah di sekitar lokasi.

Ipah, salah seorang warga Dusun Babakan, mengatakan, suara ledakan terdengar beruntun dengan jeda beberapa detik.

Ia menuturkan, kedua korban merupakan buruh bangunan yang baru saja pulang dari Jakarta untuk beristirahat di kampung halaman.

"Selama ini saya belum pernah mendengar ada warga di kampung ini yang membuat petasan," terang Ipah.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Padaherang, AKP Abdurahman membenarkan, pihaknya menerima laporan dari warga dan ia pun langsung menerjunkan anggota ke lokasi kejadian.

Petugas Kapolsek Padaherang yang datang di lokasi, lalu berkoordinasi dengan Pamapta Polres Pangandaran untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kejadiannya tadi pukul 14.00 WIB siang, kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan," terang Abdurahman, melalui melalui pesan WhatsApp.

Ledakan petasan ini, menurut Abdurahman, kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan sehingga terjadi ledakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka-luka cukup serius.

Dan akibat ledakan tersebut, lanjutnya, Anton dan Udan mengalami luka serius dan keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis.

"Melihat kondisi korban, sepertinya nyawa mereka masih bisa diselamatkan," ucapnya.

Lebih lanjut Abdurahman pun mengimbau masyarakat agar tidak membuat, meracik, ataupun menyalakan petasan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Karena hal ini sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya. (hiek)

Warga Nagrog Cipatujah Bosan Dengan Janji Pemerintah, 30 Tahun Jalan Ciranca Masih Tanah Merah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Miris, kondisi jalan penghubung Desa Nagrog dan Desa Bojong Kapol, tepatnya di Jalan Ciranca, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini masih belum tersentuh pembangunan dan hanya berupa tanah merah yang berlubuk dan berlumpur saat hujan. 

Kondisi ini telah berlangsung puluhan tahun, bahkan sejak masa kepemimpinan Bupati UU hingga Bupati Ade Sugianto, tanpa ada upaya perbaikan yang serius.

Masyarakat pun merasa belum "merdeka" menikmati akses jalan yang layak, padahal telah melalui beberapa periode kepemimpinan daerah. 

Saat berbincang dengan Pangandaran News pada Jumat (06/03/26) menjelang malam Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1447 H, salah satu masyarakat, Asep mengungkapkan harapan besar kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya periode 2026, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, agar kasus jalan ini bisa mendapatkan perhatian serius.

Dari informasi yang diperoleh, Jalan Ciranca yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Cipatujah sering menjadi kendala bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Saat musim kemarau, jalan ini berdebu dan berlubuk. Sedangkan jika saat musim hujan menjadi lumpur dan licin, membuat kendaraan sulit melintas.

Menurut Asep, kondisi ini tentu membuat akses ke desa lain jadi sulit. Apalagi bagi kendaraan berat yang membawa barang kebutuhan masyarakat, bahkan untuk sekolah atau berobat ke puskesmas pun sulit dilalui.

"Kita harus berhati-hati agar tidak terjatuh atau kendaraan mogok dan tergelincir,' ujar Asep.(06/03/26)

Asep mengatakan, masyarakat mengaku pernah menyaksikan berbagai program jalan yang digulirkan oleh pemerintah kabupaten sebelumnya. Seperti program Jamu Jalan Mulus, yang kemudian dinilai hanya menjadi jambu janji tanpa hasil nyata. 

Kini muncul program baru, Jalan Kasep Mulus Ngaleser". Dan kembali masyarakat berharap kali ini tidak hanya sekadar nama menarik tetapi dapat memberikan dampak nyata pada perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama ditinggalkan.

Asep menyebut, dudah puluhan tahun masyarakat menunggu. Mulai dari masa Bupati Uu Ruzhanul Ulum hingga Bupati Ade Sugianto,.tidak pernah ada perubahan. 

"Semoga dengan kepemimpinan baru Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, jalan Ciranca bisa benar-benar diperbaiki," harapnya.(@nwarwaluyo)

 

Warga Kota Tasikmalaya Tadi Malam Penuhi Mesjid Agung Peringati Malam Nuzulul Qur'an

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Ribuan masyarakat Kota Tasikmalaya, tadi malam(06/03/26) berkumpul di Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk merayakan malam peringatan Nuzulul Qur'an 1447 Hijriah.

Dalam acara yang jatuh tepat pada 17 Ramadhan ini menghadirkan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfaridzi beserta perwakilan dari berbagai instansi strategis, antara lain Kodim Tasikmalaya, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perhubungan.

Suasana khidmat terpancar menyelimuti setiap sudut ruangan utama masjid saat rangkaian acara berlangsung, meliputi shalat tarawih berjamaah, tadarus bersama secara massal, dan tabligh akbar yang penuh makna. 

Banyak keluarga yang datang bersama-sama, mulai dari anak-anak hingga lansia untuk menyimak tabligh akbar dari ustadz ternama yang menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. 

"Al-Qur'an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi juga pedoman yang harus tetap hidup dalam setiap langkah kita," ujar salah seorang penceramah.

Sementara dalam sambutannya, Wali Kota Viman Alfaridzi mengaku gembira karena peran aktif masyarakat dalam acara keagamaan ini sangat luar biasa.

Kehadiran berbagai pihak dan antusiasme masyarakat ini, menurut Viman, menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Kota Tasikmalaya yang religius, sehat, terhubung, dan cerdas digital.

Viman mengatakan, melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dinas terkait, dan seluruh masyarakat, ia berharap momentum Nuzulul Qur'an ini dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Mulai dari aspek spiritual, kesehatan, infrastruktur perhubungan, hingga pemanfaatan teknologi informasi yang baik," ungkap Viman.

Masih di tempat yang sama, perwakilan Kodim Tasikmalaya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mampu memperkuat tali silaturahmi dan kesatuan umat.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan solidaritas antarumat beragama di Kota Tasikmalaya, serta memperkuat rasa persatuan yang kita miliki," ujarnya.

Di momen lain, Dinas Kesehatan memanfaatkan kegiatan istimewa ini untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Seperti mulai dari pola makan sehat, pengelolaan istirahat yang baik, hingga tips menjaga daya tahan tubuh saat berpuasa. 

"Beberapa petugas kami juga siap memberikan bantuan kesehatan dasar bagi yang membutuhkan," tegasnya.

Sementara Dinas Perhubungan mengaku pihaknya siap menyediakan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat yang ingin menghadiri acara, terutama bagi mereka yang berasal dari luar kawasan pusat kota. 

"Rute angkutan umum juga diperpanjang sementara untuk memudahkan masyarakat pulang setelah acara berakhir," jelasnya.

Tak mau kalah, Dinas Komunikasi dan Informatika pun mendukung penyebaran informasi acara secara luas melalui berbagai kanal digital, mulai dari media sosial resmi pemerintah kota hingga platform berita lokal seperti Pangandaran News

"Kami juga melakukan siaran langsung sebagian acara agar masyarakat yang tidak bisa datang langsung tetap dapat merasakan suasana berkahnya," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 


Di Bulan Ramadhan, Alun-alun Sukaraja, Jadi Lokasi Ngabuburit dan Istirahat Favorit Warga Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di bulan Ramadan, alun-alun Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi tempat favorit bagi warga untuk ngabuburit dan beristirahat.

Kedua aktivitas ini membuat kawasan di sekitar Masjid Agung Sukaraja pun selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun mereka yang sedang dalam perjalanan.

Rani, seorang warga Tasikmalaya mengaku, ia dan teman-temannya sering datang ke alun-alun ini untuk membeli ta'jil sebagai bekal buka puasa. Namun, ia juga  mengungkapkan harapan agar pengelolaan kawasan bisa lebih baik. 

"Coba kalau tata rapih bagus, pasti akan lebih menarik pengunjung," ujarnya saat diwawancarai Pangandarannews. (06/03/26)

Selain sebagai tempat ngabuburit, ungkap Rani, alun-alun ini juga menjadi pilihan tepat bagi mereka yang belum sempat pulang menjelang waktu maghrib. Fasilitas ibadah yang ada di lokasi khususnya Masjid Agung Sukaraja, memudahkan pengunjung untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu. 

Hal senada disampaikan Novi asal Karangnungal, yang selalu menjadikan alun-alun Sukaraja sebagai tempat beristirahat setelah dari arah Kota Tasikmalaya. 

Menurut Novi, alun-alun Sukaraja dekat dengan tempat ibadah sehingga walaupun tiba adzan Maghrib di perjalanan bisa sholat maghrib dulu di lokasi ini.

Sementara dari pantauan awak Pangandarannews.com, menunjukkan bahwa alun-alun Sukaraja tidak hanya ramai saat menjelang buka puasa tetapi juga menjadi titik istirahat wajib bagi mereka yang akan bepergian ke arah Karangnungal atau Cipatujah. 

Dan area tempat istirahat yang tersedia pun cukup membantu pengunjung, untuk melepas lelah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.(@mirsaripudin)

Isi Kegiatan Ramadhan, SMK Negeri Parungponteng Dorong Karakteristik Keimanan Siswa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam kegiatan pembelajaran dan keagamaan dalam bulan Ramadhan 1447 H, SMK Negeri Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya menghadirkan serangkaian  dengan fokus utama meningkatkan karakteristik keimanan serta membentuk karakter positif pada seluruh siswa, siswi, guru, dan staf sekolah. 

Kegiatan yang digelar ini meliputi sholat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan tausiyah Ramadhan, yang semuanya diintegrasikan dengan nilai-nilai ekologi dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Seperti disampaikan Humas SMK Negeri Parungponteng, Tatang Mansyur, sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut sekolah menyelenggarakan tausiyah Ramadhan di aula sekolah yang diikuti oleh ratusan peserta. 

Dalam kegiatan ini, terang Mansyur, sebagian besar hadirin mengenakan pakaian berwarna putih dan busana muslim yang sopan.

"Kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan, " kata Tatang.(06/03/26)

Tatang juga mengatakan, rangkaian kegiatan Ramadhan ini merupakan bagian dari program tahunan sekolah untuk memperkuat karakter religius siswa. 

Pihaknya berharap melalui tausiyah Ramadhan beserta kegiatan sholat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur'an, seluruh warga sekolah dapat semakin dekat dengan Allah SWT dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai sekolah menengah kejuruan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Tatang menyebut, SMK Negeri Parungponteng terus berkomitmen mengembangkan potensi siswa secara holistik baik dalam bidang akademik maupun spiritual. 

Tatang menjelaskan, setiap kegiatan yang diadakan pihaknya juga memperhatikan aspek ekologi. Seperti, mengajak siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menanam tanaman hijau, serta memanfaatkan sampah secara daur ulang sebagai bagian dari pembentukan karakter tanggung jawab sosial.

"Semoga bulan Ramadhan ini membawa berkah, kebaikan, dan kedamaian bagi kita semua," ucapnya.

Sementara dalam ceramahnya salah seorang pemateri menyampaikan tema "Kebaikan dan Kebersamaan dalam Bulan Suci Ramadhan", paparan ini mencakup pentingnya ibadah puasa, sedekah, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan hubungan antar sesama. (@nwarwaluyo)

78 Petugas Parkir Kota Tasikmalaya Terima Bingkisan Sembako dari INI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Menjelang dalam Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, sebanyak 78 petugas parkir kota Tasikmalaya menerima bingkisan sembako dan uang tunai dari Ikatan Notaris Indonesia (INI). Kegiatan bakti sosial ini dilakukan kerja sama dengan UPTD Parkir Kota Tasikmalaya dan juga mencakup petugas kebersihan, sebagai bagian dari program yang dilakukan Ikatan Notaris Indonesia setiap bulan Ramadhan untuk berbagi kepada masyarakat.

Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, menyampaikan, INI telah memberikan bingkisan sembako dan uang tunai kepada petugas parkir yang berjaga di jalur HZ Mustofa, mulai dari Pedestrian Cihideung hingga Padayungan.

"Atas nama rekan-rekan semua saya mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Notaris Indonesia atas bantuan yang diberikan kepada 78 petugas parkir kota Tasikmalaya," ungkap Uen.(05/03/26)

Dalam kesempatan yang lain Uen juga mengimbau kepada masyarakat Kota Tasikmalaya, untuk tidak membayar parkir kepada pihak yang tidak resmi. 

Ia menegaskan, jangan sekali-kali membayar parkir liar dan silakan minta karcis parkir resmi terlebih dahulu.

"jika tidak ada karcis resmi, maka parkirnya gratis dan tidak perlu dibayar," tegasnya. 

Sementara salah satu petugas parkir, Ari, mengaku senang setelah mendapatkan bingkisan sembako dan uang tunai ini.

"Pemberian ini sangat berarti sekali, kami mengucapkan terima kasih kepada UPTD Parkir Kota Tasikmalaya dan Ikatan Notaris Indonesia atas kepeduliannya," katanya.(anwarwaluyo)

Rumahnya Dibongkar Untuk Proyek KDMP, Seorang Nenek di Pangandaran Mengaku Pasrah

PANGANDARANNEWS.COM - Secara serentak di seluruh Indonesia pemerintah daerah saat ini tengah membangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran. 

Mungkin akibat dari salah satu pembangunan tersebur, membuat seorang nenek berusia 80 tahun, Cani, warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, harus kehilangan tempat tinggalnya. Pasalnya, rumah yang sudah lama ditinggalinya di tanah milik desa ini berpotensi tergeser proyek pembangunan KDMP.

Saat ini nenek Cani pun mengaku bingung dan tidak tahu harus ke mana, karena ia sudah menempati rumah kayu dengan dinding bilik yang berdiri di atas lahan seluas 10x6 meter itu sudah ditempati Cani selama kurang lebih 15 tahun.

"Saya sudah sejak tahun 2011 menempati lahan ini," ungkap nenek Cani.(04/03/26)

Walaupun berdiri di atas tanah desa, terang Nenek Cani, rumahnya ini dibangun sendiri bersama almarhum suaminya. Dan ia terpaksa tinggal di tanah desa yang berada di depan jalan kabupaten, lantaran lokasinya lebih dekat dengan pemukiman warga lainnya.

 "Sebenarnya saya punya tanah sendiri, cuman jauh dari penduduk," ucapnya.

Nenek Cani menyebut, ia sudah dipanggil pihak desa terkait rencana pembangunan koperasi tersebut karena tidak ada cara lain selain pasrah. 

Kendati demikian, ia akan berusaha memohon dan berharap agar lokasi pembangunan tidak menggusur tempat tinggalnya. 

"Kalau bisa digeser lokasinya sedikit, kan tanah desa itu luas dan bukan hanya di sini saja," ungkapnya.

Sementara dari informasi yang diperoleh luas tanah desa tersebut mencapai sekitar 100 bata lebih, dan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan KDMP sendiri diperkirakan berukuran 30 x 20 meter.

Ditemui terpisah, salah seorang anak Nenek Cani, Sapnan (52), berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali lokasi pembangunan. 

Menurutnya, saat ini kondisi ibunya yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki penghasilan tetap. 

"Kasihan ibu saya sudah tua, untuk kebutuhan sehari-hari saja sekarang dibiayai anak," jelas Sapnan.

Sapnan menyebut, selama ibunya menempati lahan desa keluarganya rutin membayar kontribusi sebesar Rp70 ribu per tahun kepada pihak desa.

Kepala Desa Ciparakan, Sarji, membenarkan bahwa persiapan lahan untuk pembangunan KDMP dijadwalkan mulai hari ini dan sejumlah perangkat desa serta warga pun sudah berkumpul di lokasi.

Namun di lapangan proses pembongkaran sempat terkendala karena sejumlah warga ragu untuk mulai merobohkan rumah tersebut, karena adanya kemungkinan pihak ketiga yang meminta agar pembongkaran tidak dilakukan. 

"Padahal sebelumnya permasalahan dengan penghuni rumah sudah beres dan sudah ada komitmen serta sudah menyadari," terang Sarji.

Meskipun demikian, Sarji mengaku, pihaknya berencana akan mengusulkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi Cani setelah proses pembongkaran dilakukan.

"Mudah-mudahan bisa ada program rutilahu untuk Nenek Cani," kata Sarji. (hiek)




Isi Kegiatan Ramadhan, Petugas Damkar Pangandaran Bagikan Takjil Pada Warga

PANGANDARANNEWS.COM - Beberapa waktu lalu sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) turun ke jalan, namun kali ini bukan sedang sedang bertugas memadamkan kobaran api melainkan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat di Pos Wilayah 2 Damkar Pangandaran.(03/03/26)

Saat ditemui, Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran, Risa Gantira, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan masyarakat selama bulan Ramadan.

"Kegiatan, kata Risa, bertujuan meningkatkan kepedulian sosial petugas kepada masyarakat di sekitar wilayah tugasnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa petugas pemadam kebakaran tidak hanya bertugas saat terjadi kebakaran, tetapi kami juga memiliki kepedulian sosial pada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembagian takjil kepada pengguna jalan dan warga sekitar juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan serta komunikasi yang lebih baik antara petugas dengan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini, ia berharap hubungan antara petugas dan warga semakin erat sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap petugas di lapangan.

Selain itu, imbuhnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

"Pembagian takjil ini berlangsung di sekitar Pos Wilayah 2 Damkar Pangandaran dan mendapat sambutan positif dari warga yang melintas di lokasi," terangnya. (hiek)


Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait MBG, KNPI Akan Lakukan Audensi Ke Satgas MBG Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabuapten Pangandaran, akan melakukan audiensi dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Sekretaris DPD KNPI Pangandaran Tian Kadarisman, pihaknya berencana melakukan audiensi langsung dengan Satgas MBG yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Setda Kabupaten Pangandaran pada Jumat tanggal 06 Maret 2026.

Tian pun mengajak semua elemen masyarakat untuk bersuara langsung dihadapan  Satgas MBG Kabupaten Pangandaran, terkait keluh kesah program MBG di Pangandaran.

" Kita semua perlu penyampaian aspirasi langsung dan memperlihatkan bukti ketidakberesan pelaksanaan program tersebut, jadi tidak hanya di media sosial saja," kata Tian.(04/03/26)

Ia menambahkan, KNPI membuang ruang selebar lebarnya kepada masyarakat untuk menyampaikan langsung kepada pemangku kebijakan dengan harapan ada perbaikan-perbaikan yang signifikan untuk kedepanya.

Hal senada disampaikan pengurus KNPI Parigi Rafi, beberapa laporan masyarakat mengungkapkan ketidaksesuaian porsi makana. Salah satunya seperti menu yang seharusnya dialokasikan untuk satu hari disebut cukup untuk dua hari, bahkan alokasi dua hari diklaim untuk tiga hari atau lebih.

"Tentunya ini menjadi  ketidakpuasan dari masyarakat, sehingga perlu audiensi dengan Satgas MBG Pangandaran," ungkapnya.

Penyampaian aspirasi melalui media sosial maupun media massa, kata Rafi, memang penting sebagai bentuk partisipasi publik. 

"Kalau dihadapkan langsung kita harapkan mungkin ada perubahan sistematik," ucapnya.(hiek)

Ada Apa ? Proyek IPAL Rp600 Juta Di Pantai Barat Pangandaran Belum Rampung Padahal Gunakan Anggaran 2025

PANGANDARANNEWS.COM – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di kawasan Pantai Barat Pangandaran dengan anggaran sekitar Rp600 juta, hingga saat ini tak kunjung selesai. Padahal waktu pengerjaan telah melewati batas tahun anggaran 2025, sehingga memicu sorotan dan desakan agar segera dirampungkan sebelum libur Idul Fitri 2026.

Pantauan di lokasi pembangunan tepatnya di sekitar Pos 1 Pantai Barat Pangandaran, area proyek tampak tertutup tenda dan pagar seng. Tak terlihat aktivitas pekerja maupun papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan konstruksi pemerintah, kondisi itu tentu menimbulkan kesan kumuh di salah satu titik strategis kawasan wisata andalan daerah.

Keterlambatan proyek tersebut terjadi diduga akibat minimnya fungsi pengawasan dari Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, yang menangani pekerjaan IPAL tersebut.

Mengetahui  operasi hal tersebut Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami yang sebelumnya telah meninjau lokasi proyek dan menyoroti lambannya progres pembangunan sudah memerintahkan agar pekerjaan IPAL diselesaikan sebelum momentum libur Hari Raya Idul Fitri, mengingat kawasan tersebut menjadi pusat kunjungan wisatawan.

Sementara ketika diminta tanggapannya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu menyatakan, proyek IPAL ini memang seharusnya selesai pada 2025 lalu.

"Namun karena belum selesai, pekerjaan tersebut pun dikenakan denda melalui adendum selama 50 hari," terang Nanang.(02/03/26)

Menurut Nanang, pembangunan IPAL yang mengalirkan limbah dari permukiman warga di kawasan perhotelan itu berada di bawah kewenangan Bidang Cipta Karya.

Sementara dii sisi lain, keberadaan pagar pembatas proyek turut berdampak pada aktivitas pedagang di sekitar pantai. 

Menurut dalah seorang pedagang, Adit, ia mengaku tidak dapat berjualan secara optimal akibat lapaknya terhimpit pagar proyek.

“Saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin saja saya tidak bisa jualan, karena lapak dagangan terhimpit pagar proyek," terang Adit.

Adit juga mengatakan hingga kini belum terlihat aktivitas pekerjaan lanjutan di lokasi, bahkan sempat ada bagian konstruksi yang ambruk akibat terhempas ombak saat pasang air laut.

Adit menyampaikan, ia dan para pedagang lainnya berharap agar pengerjaan IPAL ini segera dirampungkan sehingga kawasan di lokasi tersebut pun bisa kembali untuk mencari nafkah.(hiek)


Wisata Air Pangandaran Belum Miliki Izin, Pajak Daerah Pun Tertahan

Poto ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Aktivitas usaha wisata air di obyek wisata pantai Pangandaran Jawa Barat, terus berjalan setiap hari dengan semakin meningkatnya minat para wisatawan. 

Namun di balik ramainya usaha jenis tersebut, tercatat 275 pelaku usaha water sport hingga kini belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sehingga belum terpenuhinya legalitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun belum bisa mengantongi pendapatan pajak dari kegiatan wisata air yang rutin beroperasi di kawasan pantai timur ini.

Saat diminta tanggapannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugistha, membenarkan, ratusan pengusaha tersebut masih berada dalam tahapan pengurusan izin usaha.

Ia menyebut, sekarang semua pelaku usaha sedang memproses perizinan terutama ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memperoleh NIB.

"Semuanya ada 275 pelaku usaha itu tergabung dalam 12 kelompok penyedia layanan wisata air," jelasnya, kepada sejumlah wartawan di TIC Pangandaran. (02/03/26).

Dadan mengaku, pihaknya berharap proses administrasi yang berjalan saat ini dapat segera membuahkan hasil dalam waktu dekat.

Situasi tersebut juga menjadi perhatian dari DPRD Kabupaten Pangandaran, salah satunya dari anggota Komisi II DPRD, Ai Nanan.

Ai menilai, belum lengkapnya perizinan ini tentu akan berdampak langsung pada tidak tergarapnya potensi Pendapatan Asli Daerah terutama ketika pemerintah daerah sedang berupaya memperkuat kondisi fiskal.

Seharusnya, kata Ai, wisata air ini bisa menjadi sumber PAD dan harus segera diurus izin-izinnya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pemerintah daerah menghadapi posisi yang tidak mudah, Karena di satu sisi wahana water sport menyimpan peluang besar untuk mendongkrak penerimaan daerah," ungkapnya.

Namun di sisi lain, tambah Ai, tanpa dasar hukum berupa izin resmi langkah penarikan pajak berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serta bisa dipersepsikan sebagai pungutan liar.

Menurutnya, ini seperti buah simalakama, potensinya besar untuk menambah PAD tapi kalau izin belum ditempuh dan ada penarikan itu bisa menjadi indikasi pungli.

Karena itu, ia mendorong agar Disparbud Pangandaran segera mengambil peran aktif dengan memfasilitasi serta menjalin koordinasi bersama para pelaku usaha.

"Langkah ini diperlukan supaya seluruh pengusaha wisata air mengantongi NIB, sehingga kewajiban perpajakan dapat diberlakukan secara sah dan sesuai aturan," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pangandaran Nomor 8 Tahun 2023 khususnya Pasal 24, kegiatan wisata air masuk dalam kategori objek pajak retribusi daerah. Adapun pada Pasal 28, diatur tarif pajak sebesar 10 persen. Namun meski demikian, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran belum dapat memungut pajak dari operasional water sport di kawasan Pantai Timur lantaran para pelaku usaha belum memiliki legalitas formal berupa NIB. (hiek)










 

Advertisert

Cube Test