BUPATI PANGANDARAN DAN BOYOLALI JADI NARA SUMBER GELAR CAPACITY BUILDING WIJ BANK INDONESIA

PANGANDARAN-Pangandaran merupakan daerah baru, sehingga respon serta keinginan masyarakat pada pemerintah daerah sangat besar. Semuanya ingin ditingkatkan, seperti saran infra struktur, pelayanan kesehatan dan ain-lain, namun anggaran masih terbatas. Sehingga tentu saja pemerintah daerah memberi skala perioritas dan fokus untuk sementara pada empat sektor, diantaranya, infrastruktru, kesehatan, pendidikan dan penataan wisata.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat menjadi nara sumber pada acara capacity building west java incorporated (WJI) yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), di Hotel Arnawa Pangandaran.(31/1)

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Pangandaran saya mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia yang telah mengadakan kegiata WJI disini, hal ini tentunya akan memberikan entry point  yang sangat strategis dalam pengembangan Pangandaran menjadi wisata kelas dunia karena ini akan berdampak pada net working, promosi dan informasi yang sangat penting" ujar Bupati.

Dalam acara yang dihadiri Bupati Boyoali, Seno Samodro, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Doni P. Joewono, Dewan Eksekutif Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf, Country Representative of Indonesia, Asian Venture Philanthropy Network, Ibu Dani Indrawati Septian, Fasilitssi Promosi Daerah BKPM RI Andi Bardiansyah serta diikuti 27 Kepala DPMPTSP dan BAPEDA se Provinsi Jawa Barat, bupati juga mengatakan, saat ini Pemkab Pangandaran sudah bisa menggratiskan biaya pendidikan muai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga SLTA dan membantu 50 % biaya kuliah di Unpad yang kampusnya ada di Pangandaran serta mahasiswa yang kuliah di STIT NU Al Farabi.

“Begitu juga bidang kesehatan, kami sudah membangun puskesmas-puskesmas setara hotel bintang tiga, membangun RSU serta menggratiskan biaya pengobatan rawat inap dan ambulan. “imbuh bupati.

Bupati menambahkan, bidang infrastruktur pun pemerintah terus membangun ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan.

Sementara di bidang pariwisata, kata bupati, pemda juga terus melakukan penataan di sana-sini, seperti tahun ini pentaan akan dilakukan di sepnajang pantai barat dan timur Pangandaran, destinasi wisata Pantai Karapyak yang ada di Kecamatan Kalipucang dan Pantai Batuhiu di Kecamatan Parigi.

"Dan di tahun ini juga pembangunan  Pelabuhan Cikidang Pangandaran, PIAMARI, Politeknik perikanan, UNPAD Pangandaran penataan kawasan wisata pantai akan selesai. “kata bupati lagi.

Bupati juga mengatakan, beberapa potensi komoditas unggulan, seperti gula kelapa, perikanan laut dan lainnya bersama-sama WIJ sangat berpeluang untuk bisa lebih dikembangkan.

Sementara dalam paparannya, Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengatakan, dalam pembangunan daerah, menurutnya, langkah pertama untuk pembenahan investasi harus dibuat dulu Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW). Ini menjadi penting, karena nyawa investasi ada pada RT RW.

“Dan yang tidak kalah penting, para pegawai pun di harapkan bisa kreatif sehingga hasil kinerja akan keluar dari hati nurani, dan untuk itu tentunya itu dibutuhkan keberanian seorang pimpinan. “ungkap Seno.

Pada akhir kegiatan, Bank Indonesia pun berkenan memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PBSI)  penanggulangan bencana pada Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kab Pangandaran, bérupa Perahu Search And Redcue. (Pnews)

BUPATI PANGANDARAN PIMPIN RAKOR BAHAS PERSIAPAN OPRASIONAL RSUD

PARIGI-Empat skala prioritas kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, perbaikan infrastruktur, pendidikan, penataan pariwisata dan kesehatan terus dilakukan terbosan-terobosan. Seperi di bidang kesehatan, pembangunan  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dibangun dengan anggaran multi years yang dimulai tahun 2017 dengan target pembangunan selesai pada bulan juli tahun 2019.

Tidak hanya fisik bangunannya saja, pada rapat kordinasi (rakor) yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di Ruang Kerja Bupati (30/1) yang dihadiri Wakil Bupati, H Adang Hadari, Sekretaris Derah, Mahmud SH.MH, Asisten I, II, III, Kepala Dinas Kesehatan, dan SKPD lainya, Pemkab Pangandaran pun terus membahas rencana oprasional RSUD ini.

Di hadapan peserta rapat yang hadir, Bupati Pangandaran, menyampaikan, semua rencana kegiatan RSUD diharapkan dapat berjalan lancar dan baik.

"Dan berkat komitmen bersama serta dengan bekerja fokus dan maksimal ini, Alamdulillah  kita dapat WTP dan penghargaan LAKIP dengan peredikat nilai B. “ungkap bupati.

Bupati menambahkan, untuk itu perlu adanya koordinasi antara lintas dinas yang sifatnya teknis untuk mempertajam lagi mana yang sudah fokus mana yang belum serta melihat persoalnya apa, dimana dan harus apa.

“Untuk semua itu diperlukan koordinasi teknis yang baik" katanya

Dikatakan bupati, nantinya kelembagaan di RSUD harus diisi orang- orang yang berkompeten pada bidangnya, dan untuk pengisan tersebut diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berspesifikasi dalam bidangnya.

Pada rapat tersebut bupati juga membahas berbagai persiapan menjelang dimulainya oprasional RSUD, seperti, kelembagaan, pembentukan pokja,  oprasional dan lainnya.

Di tempat yang sama, sekda Pangandaran, Mahmud, mengatakan, untuk pengisian kelembagaan tersebut harus sesegera karena hanya tinggal beberapa bulan lagi RSU tersebut dibuka.

"Dengan efisiensi dan efektipitas pengisian pegawai secepatnya harus segera diisi, paling tidak untuk kelembagannya. " kata Mahmud.

Sementara menurut Asisten Bidang Administrasi umum, Drs Suheryana, RSU Pangandaran untuk sementara arahnya pada rumah sakit tipe C dulu, dan setelah itu ke depannya akan diarahkan ke rumah sakit Pendidikan

Keuntungan RSU Pendidikan, kata Suheryana, diantaranya dapat bekerjasama dengan universitas pengembangan pelayanan publik dan universitas pun dapat  menempatkan tenaga kesehatan serta dapat berpartisipasi dalam hal anggaran.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Yani Achmad Marzuki, MM.Kes, mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tiga pokja, seperti pokja pelayanan, pendidikan-SDM dan pokja sarana-prasarana. (PNews)

BAZNAS PADAHERANG HARUS BISA SALURKAN ZAKAT UNTUK MUSTAHIQ DAERAH LAIN

PADAHERANG-Badan Amil Zakat Kabupaten Pangandaran melalui UPZ Padaherang salurkan bantuan  terhadap182 orang pakir miskin dan sabilillah di kecamatan Padaherang.(23/1)

Menurut Ketua Bazna Kecamatan Padaherang, KH. Makbulaeni, program ini tentunya di salurkan berjenjang selama 6 bulan sekali.

Dikatakan Makbulaeni, pihaknya merupakan kepanjangan dari Baznas di tingkat kabupaten yang memegang amanah Pemkab Pangandaran untuk mendistribusikan zakat fitrah, mal, infaq dan sodakoh.

Kegiatan ini, kata  Makbulaeni, diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan UPZ Padaherang, meningkatkan muzaki serta bisa mengurangi mustahiq.

“Dan dengan penyaluran zakat ini juga diharapkan mampu menekan kemiskinan, khususnya di Kecamatan Padaherang. “katanya.

 Ke depan, menurut Makbulaeni, pihaknya berharap tidak ada lagi mustahik, karena yang sekarang menerima zakat ini akan menjadi muzaki atau wajib zakat.

"Sehingga ke depannya dari hasil pengumpulan zakat di Kecamatan Padaherang ini akan disalurkan kepada mustahik yang ada di kecamatan lain bahkan kabupaten dan kota lainnya," ujarnya. (Tn)




SUDAH DUA TAHUN KONDISI MTS BABAKAN JAMANIS PARIGI TERBENGKALAI

PARIGI-Madrasah Tsanawiyah (MTs) Babakan Jamanis yang berlokasi di jalan raya Cijulang no 161 Desa Karangbenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, sudah 2 tahun ini kondisi bangunanya terbengkalai, sehingga siswa pun terpaksa harus belajar secara bergiliran menunggu siswa satu dan lainnya mengikuti proses belajar mengajar.

Menurut beberapa warga, Mts yang terakreditasi B ini seharusnya sudah mendapatkan bantuan ntuk memperbaiki keadaan ruang kelas yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

“Diharapkan ini menjadi perhatian pemerintah, karena dari snilah kader-kader penerus bangsa bisa dilahirkan. “ungkapnya.(28/1)

 Semnetra saat diminta tanggapannya, Kepala Seksi Madarasah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Ahmad, mengatakan, pada data yang ada di pihaknya ada 2 ruang kelas madrasah yang ambruk, MI yang di Karangpucung Kecamatan  kalipucang dan MTS Jamanis.

Menurut Ahmad, pada tahun 2018 pihaknya terlambat meng-up date data kedua sekolah ini untuk dikirimkan Kementrian Agama, sehingga tidak masuk pada daptar madrasah yang mendapat bantuan dibangun. Dan ini, lanjut Ahmad, murni bukan kesalahan pusat, tapi sematankarena keterlambatan Kemenag Pangandaran mengirimkan data kedua madrasah tersebut.

Insaalloh tahun 2019 ini keduanya sudah kami usulkan, mudah-mudahan bisa terealisasi. “ungkap Ahmad.(28/1)

Ahmad menambahkan, ia pun akan berkonsultasi dengan Disdikpora Pangandaran agar permasalahan sekolah dengan kondisi bangunannya yang rusak bisa didapat solusinya.

“Kami sangat apresiasi Pemkab Pangandaran yang sudah banyak membantu, dan kami juga berharap agar pemkab Pangandaran bisa membantu pada anggaran rehab dan RKB (ruang kelas baru-red) 20 % yang ada di Kemenag Pangandaran. “pungkasnya. (ANTON AS)



MUI KECAMATAN PANGANDARAN GELAR SILATURAHMI PERKUAT UKHUWAH

PANGANDARAN-Betempat di rumah makan Karya Bahari Desa Babakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kecamatan Pangandaran yang melibatkan seluruh pengurus MUI desa di kecamatan Pangandaran, gelar silaturahmi. (29/1) Selain dihadiri Ketua umum MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminudin juga acara tersebut pun dihadiri Ketua Baznas, Drs. Hedrik.

Di hadapan pengurus MUI, Otong, menyampaikan,  selama ini MUI dirasa kurang silaturahminya, maka perlu ditingkatkanserta mengevaluasi diri.

"Sudah lama kita tidak saling bertemu, saat ini anggaplah sebagai silaturahmi sambil mengevaluasi diri, karena kita perlu banyak meminta pada hati nurani, betapa selama ini kita banyak mempunyai kesalahan," tukasnya.

Dalam rangka menjaga hati dan ukhuwah ini, kata Otong, MUI harus saling menjaga janganlah sampai mengungkap kesalahan sesama atau pun organisasi.

"Kita harus saling memberi nasihat, saling menjaga dan saling menutupi kekurangan yang ada diantara kita," tambahnya. (HARIS F)


HEBAT, BURUKNYA KONDISI JALAN TAK MENYURUTKAN NIAT BELAJAR SISWA SDN CIRANCA

TASIK NEWS-Buruknya kondisi jalan menuju tempat belajar ternyata tidak pernah menyurutkan niat para siswa SD Negeri Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya untuk menuntut ilmu. Mereka terpaksa harus melewati jalan berlumpur dan becek mirip kubangan kerbau, sehingga siswa pun harus melepas sepatu dan dipakai kembali saat akan memasuki kelas.

Menurut salah seorang guru honorer, Lia, kondisi ini seakan sudah terbiasa bagi peserta didik saat berangkat ke sekolah.

Kondisi jalan seperti ini ternyata tidak mengurangi minat belajar siswa, karena yang selain jalannya becek berlumpur, kata Lia, siswa pun harus menempuh perjalanan yang relatif jauh.

“Tidak jarang saya pun harus masuk ke ruangan kelas dengan baju penuh lumpur merah karena saat dalam perjalanan terjatuh dari motor yang saya kendarai. “ungkapnya.(28/1)

Lia mengatakan, walau bagaimana pun kondisi jalan menuju tempat selama  ini ia mengabdi, namun Lia tetap harus tepat waktu tiba di sekolah, karena kedatangannya benar-benar dibutuhkan anak-anak didiknya.

“Walau berat medan yang harus ditempuh, saya tetap harus datang tepat waktu karena sudah ditunggu anak-anak. “ungkapnya. (ANWAR W)

DENGAN RP 65 RIBU PER HARI MENJADI PEKERJA TAMAN, WARIS TETAP BERSYUKUR

PANGANDARAN -Waris (37) demikian sapaannya adalah salah seorang dari 9 pekerja taman Grand Pangandaran. Kepada PNews ia menceritakan suka dukanya selama dua tahun menggeleuti profesinya tersebut hingga sekarang sebagai pekerja taman.

Menurutnya, di tempatkerjanya ini sangat disiplin, pagi sebelum jam 8 sudah harus mengisi daftar hadir, demikian pula saat pulang jam empat sore ia dan kawan-kawannya pun diharuskan mengisi daftar hadir lagi.

"Ini semua saya jalani dengan penuh tanggungjawab, dengan upah yang kami terima Rp. 65 ribu per hari saya dan teman lainnya pun tetap menikmati pekerjaan kami." tutur Waris yang sudah punya satu anak. (26/1)

Disoal  pekerjaan aa saja sehari-harinyabyang ia lakukan, Waris mengatakan, diawali bersih-bersih dan memangkas rumput, dan itu dilakukan setiap hari kecuali hari minggu.

"Pekerjaan ini memang bukan pilihan, tapi kebutuhan hidup serta ketersediaan keterampilan yang saya miliki mungkin hanya cocok jadi tkang kebun. “imbuhnya. (HARIS F)



AKIBAT SALURAN IRIGASI RUSAK, WARGA PUN SERING BERTIKAI REBUTKAN AIR

PARIGI-Saluran sekunder yang berlokasi di belakang pesantren Hidayatul Barkah Dusun Sukamanah Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, kini kondisinya sngat memprihatinkan.

Padahal saluran yang dibangun tahun 1980 ini apabila tidak bocor- bocor sebenarnya bisa cukup untuk mengairi sawah di blok Cikujang, Alurwadas, Karangnangka dan Semple di Desa Bojong.
Menrut salah seorang warga Alurwass, Eyang, tidak jarang warga bertikai karena rebutan air.

“Baru saja saya tadi menutup saluran pembagi yang menuju blok Cikujang dan mengalirkan untuk blok Karangnangka dan Semple. “tuturnya.(28/1)

Tapi karena saluran sudah banyak yang rusak, kata Eyang, air yang mengalir kecil ini pun hanya sampai di blok Alurwadas karena di blok Sukamanah belakang pesantren, pada saluran pembagi selokannya belum ditembok.

“Karena selokannya bocor air pun mengalir sia-sia ke selokan dan langsung ke sungai Citonjong. “terang Eyang.

Sebenarnya di blok alurwadas, saluran skunder ini dibangun tahun 2016 lalu, namun sayang hanya sekitar 2000 meteran karena menuju blok Cikujang salurannya masih pakai tanah sehingga bocor-bocor. Sementara di Gurubugan yang berlokasi dekat jembatan Cihaur, salurannya lebih rendah, sehingg di lokasi itulah air langsung mengalir ke sungai.

“Tentunya ini mengakibatkan sawah-sawah di blok lapang  Karangnangka dan Semple tidak kebagian air. “ imbuhnya.

eyang menambahkan, kini masyarakat pemilik sawah di blok Karangnangka dan Semple pun berharap Pemkab Pangandaran bisa segera memperbaiki saluran tersebut, karena ada sekitar 10 hektar sawah terancam gagal penen karena kekurangan air, walau air dari irigasi Citumang cukup melimpah.

“Kami disini sering bertikai berebutan air yang mengakibatkan dengan tetangga sendiri pun kurang harmonis.  “kata Eyang. (ANTON AS)
 

WISATA ALAM CURUG SAWER DESA CIKUKULU DIMINATI WISATAWAN REMAJA

TASIK NEWS-Selain wisatasi pantai, Kabupaten Tasikmalaya pun kaya dengan potensi wisata lainnya. Seperti Curug Sawer yang terletak Dusun Sarakan  Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal.

Obyek ini semakin hari semakin ramai dikunjungi karena menjadi destinasi wisata baru yang menjanjikan keindahan alam untuk bisa memanjakan pengunjung.

Wisatawan yang datang dari Ciamis, Banjar, Garut dan kota-kota lainnya yang didominasi remaja ini mengaku senang dan puas bisa menikmati keindahan curug (air terjun) di tengah rimbunnya alam hutan.

“Bagus untuk lokasi berswapoto. “ujar salah seorang pengunjung asal Ciamis.(28/1)

Sementara menurut Punduh Desa Sarakan, Rahmat Asep Yoni, dengan adanya potensi wisata di wilayahnya, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan serta sarana yang dibutuhkan sebagai penunjang pariwisata.

“Lokasi curug tersebut sebenarnya ada di wilayah dua desa, Desa  Cintawangi dan Cikukulu. Terang Asep.

Dengan sajian panorama alam hijau yang sejuk, menurut Asep, ini akan cocok jadi tempat refreshing  pengunjung untuk sepuas-puasnya menghirup udara segar pegunungan, sehingga rasa penat satu minggu bekerja pun akan pulih.

“Usai menikmati keindahan curug, pengunjung pun bis menyantap hidangan khas nasi liwet dengan aneka menu pedesaan. “imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sekdes Cikukulu, Darpan, menambahkan, diharapkan dengan semakin ramainya lokasi wiata Curug Sawer ini bisa memberi nilai tambah perekonomian warga desa.

“Kami optimis, ini akan menjadi nilai abah ada sektor perekonomian warga. “ungkapnya. (ANWAR W)


LAGI, PRESTASI EMAS DIRAIH PEMKAB PANGANDARAN TERIMA NILAI B UNTUK LAKIP 2018

Di usianya yang baru menginjak 6 tahun, Kabupaten Pangandaran selain berhasil menjadi Daerah Otonomi Daerah (DOB) terbaik se-Indonesia, kini Pangandaran pun berhasil mendapat nilai B untuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) tahun 2018, pada penilaian LAKIP Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera, Provinsi Banten dan Jawa Barat hasil pemerikasan yang dilakukan Kementrian PAN dan RB.

Usai menerima penghargaan ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di Hotel Trans Luxury Hotel Bandung, kepada awak media menyampaikan, prestasi ini diraih berkat kebersamaan semua pihak yang terus menerus bekerja lebih baik dan lebih baik lagi.

Jeje mengatakan, penilain ini merupakann amanat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 8 tahun 2006, tentang pelaporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah dan peraturan presiden nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah .

Alhamdulilah kami semua bersyukur kepada Allah tahun ini LAKIP Kabupaten Pangandaran tahun 2018 naik dua tingkat, dari C tahun 2017 melewati CC langsung ke B,”kata Jeje. (28/01)

Jeje menambahkan, prestasi ini tentunya menunjukan peningkatan akuntabilitas kinerja yang baik Pemkab Pangandaran serta berkat kebersamaan seluruh elemen yang bertekad untuk mewujudkan Pangandaran Hebat.

Jeje juga mengatakan, latar belakang perlunya penyusunan LAKIP, antara lain untuk
lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab.

“Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini menjadi penting untuk perwujudan kewajiban pemerintah serta bisa mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan misi organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. “imbunya. (Pnews)

KALIBER, GELIAT PEMUDA DESA CIKUPA DALAM INOVASI KERAJIAN PERAHU

TASIK NEWS-Bertempat di saung bambu tempat pembutan kerajinan perahu yang dikerjakan beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas  “Kaliber” Desa Cikupa Kecamatan Desa Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, proses pembuatan kerajinan dengan berbagai inovasi dan kreativitas terus dikembangkan.

Menurut Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi, ini semua dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan potensi ekonomi desa.

“Kegiatan ini juga untuk menggali potensi-potensi yang ada di desa kami. “ujarnya.(27/1)
(ANWAR W

JABATAN SEKDA PANGANDARAN AKAN DILELANG ?

PARIGI-Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis, hal tersebut sepenuhnya kewenangan bupati serta mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2014 yang mengatur tantang masa jabatan JPT (jabatan pemimpin tertinggi) eselon II. 

Seperti diketahui, kata Muhlis, pada undang-undang tersebut, jabatan sekda itu 5 tahun dan bisa diperpanjang melalui uji komfetensi.

“Pa mahmud diangkat pertama kali menjadi Sekda Kabupaten Pangandaran berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat tanggal 21 pebruari 2014 dan  masa jabatan yang bersangkutan akan berakhir 21 pebruari 2019. “jelas Muhlis.

Muhlis yang didampingi Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karier, Ganjar Nugraha, SE, lebih jauh mengatakan, sebenarnya dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomer 11 tahun 2017, jabatan sekda itu setara dengan jabatan kepala dinas atau kepala badan, karena dalam PP tersebut dinyatakan, hanya ada 3 jabatan, antara lain, jabatan pengawas, administrator dan jabatan pimpinan tinggi (JPT). Artinya, setelah masa jabatan sekda itu habis bisa saja mutasi ke jabatan setaranya, dan di daerah lain ini sudah ada yang melaksanakan.

“Sementara untuk mengikuti open bidding atau lelang jabatan Pa Mahmud sudah tidak bisa karena aturannya saat dilantik harus berusia 56 tahun. “ imbuh Muhlis.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diminta komentarnya beberapa waktu lalu, mengatakan, ia saat ini tidak mau berkomentar panjang karena sedang menyerap aspirasi masyarakat, tokoh dan dan elemen lainnya.

“Mau di lelang atau bagaimana, nanti saja karena saya juga harus mendengar keinginan masyarakat. “ungkapnya.

Di tempat terpisah, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, saat dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar dan hanya mengatakan, no coment.

“Silahkan saja ke BKPSDM, karena yang tahu aturannya ada di sana. “katanya singkat. (PNews)

JAJANG ISMAIL : “OPTIMASLISASI PAUD BISA MENJADI SARANA PENDIDIKAN BERKARAKTER”

H. Jajang Ismail
Harus ada perhatian khusus terkait perkembangan pendidikan anak di daerah tujuan wisata, pasalnya, berbagai kebiasaan serta budaya yang masuk akan mudah diserap jika si anak tidak membentengi diri dengan pendidikan berkarakter yang sarat pembelajaran etika dan agama. Sehingga si anak pun nantinya tidak akan mudah terbawa arus budaya asing yang bisa memberikan dampak negatif dalam tatanan kehidupan serta kearifan lokal di sekelilingnya.

Demikian dikatakan Ketua Komisi I, H. Jajang Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya, di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(5/1-19)

Menurutnya, agama harus menjadi pondasi utama agar si anak bisa mengontrol diri, karena  agama memegang peranan penting bagi tumbuhkembangnya pendidikan dan perilaku pada  kehidupan sehari-hari. Pendidikan berkarakter merupakan sebuah implementasi dari tingkah laku dan atitude anak juga bisa berperan menjadi salah satu pilar penting yang akan menentukan prestasi dan pencapain murid. Ia pun menjadi penting peranannya pada seseorang untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.

“Oleh karena itu pendidikan berkarakter harus terintegrasi pada semua mata pelajaran sehingga potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri akan mudah dicapai. “kata Jajang.

Saat berkeliling ke desa-desa untuk melaksanakan fungsinya menjadi wakil rakyat, diakui politisi PPP ini, ia melihat memakmurkan mesjid dengan minat mempelajari ilmu agama masih kurang diminati anak-anak muda, karena bermain gadget tetap masih menjadi dominasi kesehariannya.

Jajang mengatakan, pendidikan karakter sebenarnya bisa lebih dioptimalkan sejak anak, pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), karena platform pendidikan pada usia tersebut sangat dimungkinkan untuk meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan dan keterlibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, non formal dan informal dengan memperhatikan kebiasan dan karakteristik  anak di masing-masing daerah.

Dan pemerintah, kata Jajang lagi, bisa hadir dengan regulasi yang akan mengatur keberadaan PAUD tersebut, termasuk menjadi penyedia sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga memasukan pendidikan karakter pada anak, bukan hanya domain pemerintah saja, karena masyarakat pun ikut bertanggungjawab untuk memasukan kearifan lokal dan keseharian etika si anak.

“Saya melihat PAUD sangat mengakar di lingkungan masyarakat, jadi sekarang pemerintah daerah tinggal mengoptimalkan lagi dengan pranata yang ada di pemerintahan. “tuturnya.

Jajang juga berharap, Pemkab Pangandaran bisa secepatnya membuat Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Bupati (perbup) yang akan mengatur keberadaan serta optimalisasi fungsi PAUD.

“Jika selama ini PAUD bisa menjadi sarana untuk pendidikan berkarakter, maka sebaiknya harus segera mempunyai payung hukum. “imbuh Jajang. (PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN