HASIL TANGKAPAN NELAYAN PANGANDARAN TAHUN 2018 CAPAI 2,28 TON DENGAN PAD 105 %

CIJULANG-Berbeda dengan sektor pariwisata, produksi ikan tangkapan nelayan pada tahun 2018 ini cukup melimpah, walau tidak jarang seringnya himbauan BMKG terkait gelombang tinggi di laut.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Rida Nirwana Kristiana., S.Sos., M.Si, saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan, tahun 2018 tangkapan ikan laut para nelayan Pangandaran cukup memuaskan, lmelebihi dari target.

“Terhitung dari Januari hingga bulan desember 2018, dari 7 koperasi sebagai pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI-red),dengan total produksi tangkapan sebanyak 2.288,7 ton. “ungkap Rida.(3/1-19)

Dari jumlah tersebut, kata Rida, diantaranya KUD Minasari Pangandaran 1.165.002.40 kg, KUD Minapari Parigi, 378.095.20 kg, KUD Minakarya Nusawiru Cijulang ,87.365.80 kg, KUD Minarasa Batukaras Cijulang, 575.729.99 kg, KUD Mina Bahari Legokjawa-Cimerak,  48.030.30 kg, KUD Purbasari Madasari-Cimerak, 24.835.71 kg dan KUD Mina Lestari Muaragata  Cimerak 9.712.47 kg.

“Sementara untuk realisasi PAD tahun 2018 mencapai Rp 2.530 milyar  melebihi dari target, sebesar Rp 2,4 milyar, “jelas Rida.

Rida juga merinci PAD yang didapat dari masing0masing TPI, antara lain, dari KUD Minasari Pangandaran, Rp 1.399.499.997, KUD Minapari Parigi Rp 415.175.227, KUD Minakarya Nusawiru Rp .129.406.242,  KUD Mina Rasa Batukaras, Rp.439.914.054, KUD Mina Bahari Legokjawa, Rp 70.960.103,  KUD Purbasari Madasari. Rp 40.110.680, KUD Minalestari Muaragata Rp 22.794.765, KUD Mina Taruna Majingklak Kalipucang Rp 5.748.650 dan KUD Mina Palataragung Kalipucang Rp 6.826.000.00

Rida menambahkan, walaupun dalam kenyataan cuaca di laut kadang tidak menentu, namun para nelayan tetap bisa melaut dengan hasil tangkapan yang memuaskan, dan tentunya penjualannya pun tidak bocor keluar, semua di jual melalui TPI di masing-masing daerah tangkapan.

Untuk ke depan, lanjut Rida, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan akan melakukan bagi hasil dari retribusi yang diperoleh TPI ke tiap-tiap desa. Artinya, lanjut Rida, nelayan pun bisa berkontribusi aktif pada pebangunan yang ada di desanya masing-masing.

“Dan tentunya saya terus menghimbau kepada seluruh nelayan agar bisa menjual hasil tangkapannya melalui TPI, karena dijamin aman dan harga jualnya pun tinggi.”imbuhnya.

Hal senada dikatakan salah seorang pengurus KUD Minasari Panganran, Datam Sutarjo, dari seluruh hasil tangkapan nelayan yang dijual ke TPI Pangandaran, bisa menyumbang 56, 15 % dari total tangkapan di seluruh TPI.

“Dan Alhamdulillah, sekarang hampir seluruh nelayan menjual hasil tangkapannya melalui TPI yang ada di tiap-tiap daerah tangkapan. “kata Datam. (ANTON AS)

ADA 6 PERANAN GURU DI DALAM KELAS

Penulis : SITI JUBAEDAH ,S.Pd (Kepala TK Teratai Pangandaran)
Guru merupakan faktor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang peranan dalam proses pembelajaran, di mana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan.

Ketika ilmu pengetahuan masih terbatas, ketika penemuan hasil-hasil teknologi belum berkembang hebat pesat seperti sekarang ini, maka fungsi utama guru di sekolah untuk menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan.

Fungsi guru sebagai pendidik di dalam kelas sangatlah banyak, diantaranya, guru merupakan pendidik yang menjadi tokoh, penelitian dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus mempunyai standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung  jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Guru juga harus memahami nilai-nilai, norma, moral dan sosial serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut.

Guru harus bertanggung jawab pada tindakannya di dalam proses pembelajaran di sekolah sebagai pendidik, guru juga harus berani mengambil keputusan secara mandiri berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi dan bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan.

Guru juga menjadi pengajar, artinya, guru harus membatu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya serta membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari.

Sebagai pembimbing, guru dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembangannya dengan jelas memberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Peranan ini harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah untuk membimbing anak dituntut menjadi dewasa susila yang cakap. Tanpa bimbingan, anak didik akan mengalami kesulitan dalam menghadapi perkembangan dirinya. Kekurangmampuan anak didik menyebabkan lebih banyak tergantung pada bantuan guru, tetapi semakin dewasa ketergantungan anak didik semakin berkurang. Jadi bagaimana pun juga bimbingan dari guru sangat diperlukan pada saat anak didik belum mampu berdiri sendiri (mandiri).

Guru harus mampu menjadi pelatih, maksudnya, dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Karena tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar, tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar, disamping itu guru juga harus mampu memperhatikan perbedaan individu siswa.

Peran guru harus menjadi penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat. Agar guru menyadari fungsinya sebagai penasehat, maka ia harus memahami psikologi kepribadian dan mental, akan menolong guru untuk menjalankan fungsinya sebagai penasehat.

Terakhir, guru juga harus berperan menjadi pengelola kelas, ia hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas merupakan tempat berhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelajaran dari guru. Kelas yang dikelola dengan baik akan menunjang jalannya interaksi edukatif, sebaliknya kelas yang tidak dikelola dengan baik akan menghambat kegiatan pengajaran.***

KEMENAG PANGANDARAN TAHUN 2018 DAPAT BANTUAN REHAB DAN RKB SARANA PENDIDIKAN

CIJULANG-Kepala Seksi Pendidika Madrasah MI Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran,  DR H. Ahmad Buhaiti MSI, mengatakan , di tahun 2018 lalu pihaknya dapat bantuan anggaran dari Kementrian Agama untuk membangun  sarana pendidikan, diantaranya, untuk MIS rehab 1 dan 4 untuk Ruang Kelas Baru (RKB), MTs 1 RKB dan Untuk Madrasah Aliyah, rehab 2 dan 3 RKB.

“Semua  bantuan anggaran pembangunan ini dilaksanakan pada akhir tahun 2018 dan sudah selesai dilaksanakan. “kata Ahmad, saat ditemui di ruang kerjanya.(3/1-19)

Pada dasarnya, lanjutnya, ia tidak terlibat langsung dalam pelaksanaannya,  karena semua mekanisme dari awal pembuatan proposal sampai akhir pengerjaan dikerjakan di masing-masing sekolah dengan sistem online langsung ke kantor kementerian pusat.

Ahmad juga menambhakan, ada 2 sekolah yang ambruk, MI Karangpucung  Kecamatan Kalipucang dan MTs Jamanis Desa Karangbenda Kecamatan Parigi.

Ahmad juga berharap, mudah-mudahan kedua sekolah tersebut tahun 2019 bisa dibangun, karena pada tahun 2018 lalu  kedua sekolah ini telat meng-update datanya, sehingga tidak enerima bantuan.
“Ini bukan kesalahan pusat, tapi karena keterlambatan mengirim data  pihak kami. “ungkap Ahmad.

Ahmad juga mengatakan, pihak kemenag sangat mengapresiasi Penkab Pangandaran yang sudah bisa membantu 20 persen dari total anggaran sarana rehab dn RKB sekolah di lingkup Kantor Kemenag Pangandaran.

“Dan dengan segala keterbatasan layanan komunikasi, saya mohon maaf pada pihak media apa bila di lapangan pihak sekolah banyak kekurangan.(ANTON AS)

WARGA GUNUNG HUMA DAN KIJULANG SESALKAN JALAN KIJULANG DIBENTENG

TASIK NEWS-Warga Rt 03 Rw 10 Jalan Kijulang di kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung Kota Tasik menolak keras rencana pembuatan benteng di lingkungannya. Pasalnya, jika benar-benar jalan tersebut dibenteng dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan beca, warga merasa sangat keberatan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Gunung Huma, Devi atau yang akrab disapa Ubed, sebaiknya warga yang punya lahan jangan mentang-mentang karena merasa kaya dan berkuasa hingga kepentingan masyarakat banyak pun bisa diabaikan.

“Bukan saja warga jalan Kijulang, tapi warga Gunung Huma pun keberatan dengan pembentengan jakan itu. “ungkapnya.(02/1-19)

Ubed juga menyayangkan saat pembangunan benteng tersebut masyarakat sekitar tidak pernah dikasih tahu dan diajak musyawarah. Hingga kini warga pun hanya bisa pasrah karena tidak kuasa melawan.

“Kini warga hanya bisa menyesalkan, padahal dalam hidup bertetangga di masyarakat sudah selayaknya bisa bersosialisasi dengan semua warga.”ucapnya lagi. (ANWAR W)

MASYARAKAT TASIK ASYIK BERJOGED DI ARENA PESTA RAKYAT

TASIK NEWS-PMeski diguyur hujan, hal tersebut tak menyurutkan para pendekar joged  untuk meramai pesta rakyat yang diselenggarakan Pemkot Tasikmalaya.(2/1-19)

Bertempat di lapang Dadaha, para pengunjung yang didominasi remaja penggemar jogged, larut dalam alunan music dangdut yang dilantunkan dari beberapa artis lokal yang ikut menyemarakan acara masih dalam rangka menyambut tahun baru 2019.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung asal Kecamatan Sukaraja, Entis, ia hampir tiap malam menyempatkan datang ke arena pesta rakyat karena ingin berjoged.

“Sekedar hiburan saja, daripada suntuk diam di rumah terus. “ungkapnya. (ANWAR W)

WARGA DESA MEKARJAYA KINI BISA NIKMATI AIR BERSIH PAMSIMAS

TASIK NEWS-Sejumlah warga di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya kini dapat menikmati pelayanan air minum sehat dan bersih dari  Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada masyarakat yang selama kurang terlayani. Diharapkan dengan PAMSIMAS masyarakat dapat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Salah satu Pamsimas yang berlokasi di kedusunan Sembahdayun ke depannya akan dikelola Kelompok kesewadayaan masyarakat (KKM) Banyu Kencana, dengan sumber air memanfaatkan Situ Cikondang.

Sepertti diungkapkan Kaur Desa Mekarjaya, Arif Hidayat, antusias masyarakat pada Pamsimas ini cukup tinggi dengan ikut bergotong royong membangunnya.

Dan yang membuat bangga, kata Arif, hasil pemeriksaan pihak yang berkofeten, dari segi fisik Desa Mekarjaya masuk rangking dari 22 Desa penerima pamsimas dengan 7 Kran Umum yang diperuntukan untuk sambungan rumah. “tutur Arif.
“Volume air situ Cikondang sangat melimpah dan sepengetahuan selama musim kemarau pun belum pernah mengering ", ungkap Arif saat ditemui PNews di rumah. (2/01-19)

Untuk sementara, lanjut Arif, karena terkendala medan diperkirakan warga yang bisa menikmati sarana air minum hanya  di RT saja, diantaranya Depok, Ganok, Citalaga dan Rt  Gentong, pasalnya saat ini harus disesuaikan dengan jalur, jatah pipa, medan serta mengukur ketinggian bak penampungan air dan rumah warga.

“Namun dengan melihat volume air dari situ Cikondang yang melimpah saya optimis nantinya seluruh Rt bisa menikmatinya, dan mudah-mudahan target kedepan satu kedusunan bisa menikmati air bersih " pungkas arif. (RUSDIYANTO)

PT KAI (PERSERO) LAUNCHING KA PANGANDARAN, UNTUK RUTE JALUR JAKARTA – BANDUNG – BANJAR

Kabar menggembirakan, khusunya untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran, pasalnya kini PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melaunching kereta api (KA) Pangandaran dengan relasi Stasiun Gambir – Bandung – Banjar (PP) dan Bandung – Banjar ( PP ) di Stasiun Banjar.

Satu rangkaian KA Pangandaran terdiri dari empat unit kereta eksekutif dan empat unit kereta ekonomi premium dengan kapasitas total 520 tempat duduk dan jarak yang ditempuh dari Jakarta – Banjar ataupun sebaliknya berkisar 328,8 kilometer dengan lama waktu tempuh sekitar 8 jam dan rute Bandung – Banjar menempuh jarak 155,8 kilometer dengan waktu 4 jam 30 menit.

Jadwal keberangkatan dan kedatangn KA Pangandaran, selengkapnya, pertama ada KA 12410 Relasi Gambir – Bandung – Banjar, dengan pemberangkatan dari Gambir 07.50 WIB, datang Bandung 11.07 WIB, berangkat Bandung pk. 11.40 dan tiba di Banjar pk.15.56 WIB. Kedua, kata ia ada KA 12379 Relasi Banjar – Bandung, berangkat dari Banjar 16.20 WIB, datang Bandung pk. 20.34 WIB. Ketiga, ada KA 12412 Relasi Bandung – Banjar, berangkat dari Bandung 09.10 WIB, tiba di Banjar 13.03 WIB. Dan terakhir ada KA 12377 Relasi Banjar -Bandung – Gambir, berangkat dari Banjar 13.55 WIB, tiba di Bandung 18.34 WIB, berangkat kembali dari Bandung 19.05 WIB, dan tiba di Gambir 22.34 WIB.

Untuk tarif  saat sekarang masih promo hingga 1 Februari 2019 mendatang dengan harga Gambir-Banjar (pp): Kelas Eksekutif Rp160.000,- dan Kelas Ekonomi Premium Rp110.000,- ini Setara dengan Tarif Argo Parahyangan, Bandung-Gambir (pp). dan untuk selanjutnya akan dikenakan tarif : Eksekutif, Tarif Batas Bawah (TBB) Rp 150.000 dan Tarif Batas Atas (TBA) Rp 520.000 dan Ekonomi Premium, Tarif Batas Bawah (TBB) Rp 100.000 dan Tarif Batas Atas (TBA) Rp 330.000.

Peluncuran perdana KA Pangandaran dilakukan Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro di Stasiun Banjar (2/1-19) dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Anggota Dewan Komisaris PT KAI, Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat, Kadishub Provinsi Jawa Barat, CEO BNI Bandung, Dirpamobvit Polda Jawa Barat, Kapolres Banjar, Dandim 0613 Ciamis, dan Wakapolres Ciamis, serta tamu undangan lainnya.

Menurut Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro, nama kereta api ini sengaja diambil dari nama daerah yang mempunyai potensi wisata yang berbatasan langsung dengan Kota Banjar, yaitu  Pangandaran.

“Yang saya tahu ada beberapa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Pangandaran, seperti Pantai Pangandaran, Batu Karas, Karapyak, Mandasari, Batuhiu, Green Canyon, dan lain sebagainya. “kata Edi.

Sementara damlam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, ini merupakan momen sejarah sekaligus mengobati rasa kekecewaan nasyarakat karena pada musimlibur natal tahun baru 2018 sepi pengunjung.

“Alhamdulillah hari ini saya sangat bahagia sekali karena pada hari ini PT KAI melakukan launching perdana untuk kereta api bernama Kereta Pangandaran. “ungkap bupati.

Lebih jauh bupati mengatakan, sengan digunakannya nama Pangandaran pada kereta aipi, tentunya Kabupaten Pangandaran akan semakin dikenal masyarakat luas. Dan setelah adanya kereta ini tentunya wisatawan pun akan semakin banyak datang ke Pangandaran karena sekarang ada penabahan alatv transfortasi massa bernama Kereta Pangandaran.

“Selama ini pengunjung yang datang lebih didominasi dengan menggunakan bis dan kendaraan pribadi, “imbuh bupati.

Dan untuk ke depannya, kata bupati, pihaknya akan berkordinasi dengan otoritas statsiun KA Banjar untuk mempermudah menyediakan fasilitas bagi wisatawan dari Banjar ke Pangandaran.

Bupati juga mengatakan, dengan dicantumkannya nama Pangandaran pada salah satu kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (Persero), tentunya ini merupakan tanda-tanda tidak lama lagi Pangandaran yang saat ini sedang berbenah dan menata diri, akan semakin hebat dan dikenal baik nasional atau pun internasional.

“Dan mungkin ini juga sebagai isarat jika kereta api jurusan Banjar-Pangandaran tidak lama lagi akan segera diaktifkan kermbali. “ucap bupati.

Karena , lanjut bupati, selama ini yang menjadi persoalannya, diantaranya pada aksebilitas, dengan berbagai persoalannya, seperti macet, lama tempuh dan lainnya yang erat kaitannya dengan dunia transportasi.

“Dengan dibukanya alat tranportasi masal seperti kereta api ini, diharapkan persoalan-persoalan tersebut paling tidak bisa dikurangi. “ucap bupati lagi. (PNews)

KOMPONEN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

oleh: Dra. SURYAMAH ANSHRI.M.Pd (Kepala SDN 3 Wonoharja Pangandaran
)
Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan, kebutuhan untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Hal ini nantinya juga sekaligus berimplikasi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.

Pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB adalah unsur utama yang kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru, selain kedua unsur utama lainnya, pendidikan; pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan. Menurut Permennegpan itu telah pula dijelaskan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3 komponen, pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

Pengembangan diri merupakan upaya-upaya  yang dilakukan seorang guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Dengan demikian ia akan mempunyai kompetensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang pada akhirnya akan dapat melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam pembelajaran/pembimbingan, termasuk dalam melaksanakan tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua jenis, diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru,  dimaksudkan agar guru mampu mencapai dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dimaksud di atas dalam kaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) diorientasikan pada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas-tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala perpustakaan dan lainnya.

Diklat fungsional merupakan kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi yang ditetapkan dan/atau meningkatkan keprofesian untuk memiliki kompetensi di atas standar kompetensi profesi  dalam kurun waktu tertentu, jadi ada batasan waktu. Karena diharapkan guru mampu melaksanakannya minimal sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Kegiatan kolektif guru merupakan kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan. Kegiatan kolektif guru tersebut mencakup kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru untuk penyusunan kelompok kurikulum dan/atau pembelajaran, pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain dan kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru.

Kegiatan pengembangan diri yang mencakup diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru tersebut harus mengutamakan kebutuhan guru untuk pencapaian standar dan/atau peningkatan kompetensi profesi khususnya berkaitan dengan melaksanakan layanan pembelajaran. Kebutuhan guru untuk mencapai atau meningkatkan kompetensinya harus mencakup, kompetensi menyelidiki dan memahami konteks di tempat guru mengajar, penguasaan materi dan kurikulum, penguasaan metode mengajar, kompetensi melakukan evaluasi peserta didik dan pembelajaran, penguasaan teknologi informatika dan komputer (TIK), kompetensi menghadapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, kompetensi menghadapi tuntutan teori terkini dan kompetensi lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas tambahan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Sementara Publikasi ilmiah erupakan karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Publikasi ilmiah mencakup 3 kelompok kegiatan, diantaranya, presentasi pada forum ilmiah; sebagai pemrasaran/nara sumber pada seminar,  lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah dan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal

Publikasi ilmiah publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal mencakup, pembuatan karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya yang diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku yang ber-ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian ISBN,  atau diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi, provinsi, dan tingkat kabupaten/kota, diseminarkan di sekolah atau disimpan di perpustakaan., tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikanyang      dimuat di:jurnal tingkat nasional yang terakreditasi; jurnal tingkat nasional yang tidak terakreditasi/tingkat provinsi; jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/sekolah/-madrasah, publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru. Publikasi ini mencakup    pembuatan: buku pelajaran per tingkat atau buku pendidikan per judul yang lolos penilaian BSNP, atau dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN, atau dicetak oleh penerbit dan belum ber-ISBN, modul/diklat pembelajaran per semester yang digunakan di tingkat: provinsi dengan pengesahan dari   Dinas Pendidikan Provinsi; atau kabupaten/kota dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; atau sekolah/madrasah setempat dan buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit yang ber-ISBN dan/atau tidak ber-ISBN; karya   hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/ madrasah tiap karya; buku pedoman guru.

Sedangkan karya inovatif yang harus dimiliki bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini, diantaranya penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks dan/atau sederhana, penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana, pembuatan/pemodifikasian alat pelajaran/peraga/-praktikum kategori kompleks dan/ atau sederhana dan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi. ***

PERDA KTR TAHUN INI DITUNDA DAN MASUK PADA PEMBAHSAN DPRD TAHUN 2019

PARLEMEN-Akhirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pembahasannya diputuskan untuk ditunda dan akan dibahas lagi tahun depan.

Menurut salah seorang anggota panitia khusus (pansus) pembahasan Perda KTR, Solehudin, sebenanrnya pansus sudah menggelar rapat sinkronisasi dan mengusulkan ke rapat paripurna, tapi akhirnya ditunda.

“Dan tahun ini pansus akan dibubarkan dan dibentuk kembali tahun depan, kemudian akan diusulkan lagi dilakukan pembahasan ulang perda KTR ini, dan ini sudah disepakati,”terang Solehudin.(26/12)

Solehudin menambahkan, kendala paling utama dalam pembahasan perda tersebut untuk penentuan tempat yang akan dijadikan kawasan KTR, karena sampai saat ini pansus belum bisa menentukan apakah kawasan wisata juga akan dijadikan KTR.

“Tapi saya optimis perda KTR akan rampung tahun depan walaupun sekarang menjadi utang pembahasan,  mudah-mudahan saja pansus baru nanti bisa menyelesaikan,”pungkasnya. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN, AHF INDONESIA DAN YAYASAN MATAHATI GENCAR KAMPANYEKAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS

PANGANDARAN-Dalam rang memperingati Hari Aids Sedunia 2018, Aids Healthcare Foundation (AHF) mengajak mitranya di Pangandaran, Yayasan Matahati dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran membangun sebuah billboard bermuatan pesan penanggulangan HlV/AIDS untuk alat infomasi kewaspadaan HlV/AIDS.

Pemasangan billboard informasi berukuran 4×6 meter dengan poto Bupati Pangandaran, Jeje eradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari sebagai model kampanye kewapadaan HIV/Aids ini berlokasi di kawasan Kampung Turis panati barat Blok Pamugaran Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran diresmikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang diwakili Asisten daerah (asda) II, Ade Supriatna serta dihadiri pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. (26/12)

Menurut Country Program Manager AHF Indonesia, Riki Febrian, tujuan pembuatan billboard ini untuk menguatkan jangkauan informasi seputar HlV/AIDS ada warga dan wisatawan yang datang ke Pangandaran.

“Sebuah slogan dalam bahasa sunda, raga cara, pariksa samemeh karasa atau periksakan diri debelum terasa gejala, sengaja disisipkan untuk menggugah kesadaran warga agar selalu melakukan tes HIV dan menjadi media infonnasi yang ampuh dan penggugah kesadaran masyarakat. "ujar Riki.

Riki mengatakan, pembangunan billboard kampanye HIV/AIDS merupakan bagian dari komitmen AHF untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pangandaran dala menanggulangi HIV/AIDS’. Dan sebelum program pendirian billboard ini pun AHF dan mitra lokalnya di Pangandaran, Yayasan Matahati, telah melakukan peIayanan dalam isu HIV/AIDS di Pangandaran sejak tahun 2017.

Beberapa program AHF lndoensia dan Matahati yang sudah berjalan di antaranya, pendampingan warga positif terinfeksi (ODHA), penyedlaan layanan tes HIV dan ARV, dukungan terhadap advokasi isu HIV/AIDS, serta aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan kampanye HlV/AIDS.

“Dan tentunya billboard ini juga membuktikan keseriusan komitemen Pemkab Pangandaran yang diapresiasi penuh oleh AHF dalam penanggulangan HIV/AIDs. “imbuh Riki

Hal senada dikatakan Manajer Program Vayasan Matahati, Agus Abdullah, sejak beroperasi di Kabupaten Pangandaran, pihaknya engaku sudah menjangkau 72 warga yang terinfeksi HIV, walau jumlah tersebut seperti fenomena puncak gunung es karena masih banyak warga penderita yang membutuhkan pertolongan.

“Untuk itulah kampanye HlV/AIDS ini harus terus dibumikan, termasuk melalui billboard yang sekarang didirikan. ” kata Agus.

Pembuatan billboard oleh AHF Indonesia dan Yayasan Matahati juga membuktikan dukungan nyata pada Pemda dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 40 tahun 2018 tentang pencegehan dan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS).

“Saya berharap kombinasi antara promosi preventif terhadap HlV/AIDS di Pangandaran dan keseriusan komitmen Pemerintah daerah bisa menjadi salah satu elemen terkuat program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS, Khususnya di Pangandaran. “imbuh Agus.

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata dalam sambutan yang dibacakan Asda II Ade Supriatna, menyampaikan, billboad ini merupakan bentuk edukasi terkait HIV/AIDS pada masyarakat. hal ini menjadi penting, karena Dinas Provinsi Jabar melaporkan bahwa seluruh Kabupaten kota se-jabar terdapat potensi HIV/AIDS, dan salah satunya Kabupaten Pangandaran.

“Yayasan mata hati selama 2 tahun ini telah melaksanakan Test and treat HIV/AIDS kepada warga, dan apabila ada masyarakat yang terindikasi HIV/AIDS segera untuk dirujuk ke Puskesmas Parigi,”ujarnya.

Seperti diketahui, lanjut Ade, menurut data dari Dinas Kesehatan Jabar, jumlah kasus HIV/AIDS hingga 2018 di Kabupaten Pangandaran tercatat 74 orang mengidap HIV/AIDS dan yang teregistrasi 50 orang. Sedangkan yang aktif memeriksakan diri sebanyak 35 orang. (Tn)

KETUA KAPUD PANGANDARAN LANTIK SEJUMLAH PPK DAN PPS

PANGANDARAN-Bertempat di Hotel Sinar Rahayu (2-1-18), Ketua KPUD Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, S,HI melantik 20 orang PPK (masing-masing kecamatan 2 orang) dan 8 orang Pengganti Antar Waktu (PAW) Panitia
Pemungutan Suara (PPS). Turut hadir apada acara tersebut Sekda Pangandaran, Mahmud SH, MH, Ketua Bawaslu, Iwan Yudiawan, Ketua Sekretariat KPU Pangandaran Endang Hidayat dan Kepala Satpol PP Pangandaran, Irwansyah.

Dalam sambutannya, Ketua KPU berharap, seluruh PPK yang dilantik hari ini harus menjadi rujukan pemilih di masing-masing Derah Pemilihan (dapil).

Pada Pemilu 2019, kata Muhtadin, ada 5 jenis surat suara, dan PPK harus mengetahui secara detil jumlah pemilih, jumlah TPS serta Jumlah calon legislatif (caleg).
“Seluruh PPK harus paham tugas dan fungsinya sebagai penyeenggara pemilu. “kata Muhtadin lagi.

Sementara itu, Sekda Kab. Pangandaran  menyampaikan, meskipun ditengah perjalanan Pemilu 2019 ada pergantian PPK, ia yakin pelaksanaan pemilu yang dilaksanakan bulan april 2019 ini bisa melaksanakan tugas dengan baik.

"Dulu kita sudah punya pengalaman saat pergantian KPU Ciamis menjadi KPU Pangandaran, apalagi sekarang PPK diantaranya ada yang sudah berpengalaman menjadi PPK dan PPS", ujar Mahmud. (PNews)

DINAS PERTANIAN PANGANDARAN SALURKAN 1500 BIBIT JERUK UNTUK PETANI

MANGUNJAYA-Untuk membantu para petani di daerah, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan 1.500 bibit pohon jeruk yang dibagikan ke petani Kecamatan Mangunjaya.

Menurut Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Tina maryana, ada 20 hektar lahan tersebar di seluruh Kabupaten Pangandaran, diantaranya kelompok tani Tunas Harapan 2 Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya dan 5 kelompok yang ada di lima desa, Desa Kertajaya 6 hektar, Sindangjaya 2 hektar dan Desa mangunjaya 2 hektar.

“Sementara di Desa Sukanagara kecamatan Padaherang seluas 10 hektar. “terang Tina.(18/12)

Tina menambahkan, ada dua jenis bibit yang dibagikan pada para petani, 4 ribu varietas siam dan  10 ribu pohon varietas keprok.

Dengan bantuan bibit ini, kata Tina, diharapkan sektor pertanian mapu mendobrak perekonomian masyarakat, khususnya ekonomi para petani-petani yang ada di pedesaan.

“Lahan pertanian kita sangat luas sehingga dimungkinkan pengembangan sektor pertanian bisa lebih dioptimalkan. “imbuh Tina.

Dikatakan Tina, program ini merupakan partisipasi pemerintah yang bersumber dari bantuan Pemvrop Jabar yang diperuntukan petani Pangandaran. (Tn)

SAMBUT MALAM TAHUN BARU 2019, PEMKAB PANGANDARAN GELAR DZIKIR BERSAMA

BATUHIU-Seperti di sejumlah daerah dalam menyambut malam penggantian tahun, Pemkab Pangandaran menggelar dzikir bersama sebagai wujud rasa syukur pada Yang Maha Esa.

Malam dzikir yang dilaksanakan tepat pada malam tahun baru ini dipimpin langsung Bupati- Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari di kawasan wisata Batu Hiu Desa Ciliang Kecamatan Parigi serta dihadiri jajaran pemerintahan, tokoh agama dan masyarakat setempat.(31/12)

Dalam kegiatan yang digagas Kelompok Penggerak Pariwisata ( kompepar) Batu Hiu, menurut ketua Penyelenggara, Rangga, ini bertujuan untuk memanjatkan Tasyakur binni’mah pada Allah SWT atas nikmat yang telah dilimpahkan khususnya pada warga Batu Hiu dan umumnya seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Acara dzikir bersama ini merupakan agenda tahunan Kompepar Batu Hiu dan mudah-mudahan dengan Tasyakur binni’mah ini rezeki dan keselamatan selalu tercurah bagi kita. “ujar Rangga.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan ucapan terimakasih pada kompepar yang sudah menjadikan dzikir dan sujud syukur agenda kegiatan yang selalu dilaksanakan di setiap penghujung tahun.

"Artinya, warga Batuhiu khususnya kompepar memahami hakekat Tasyakur binni’mah, dan acara ini luar biasa karena merupakan satu titik dan menyebar ke kompepar lainya"kata Bupati

Lebih jauh bupati mengatakan, selama ini wisatawan yang datang ke Batu hiu sampai hari ini sekitar 200 ribu orang, jika belanja mereka Rp 300 ribu saja per orangnya, maka akan ada uang warga Jakarta, Bandung, Bogor, Jawa Tengah dan kota-kota lainnya sebesar Rp 6 miliar jatuh dan berputar di Batuhiu.

"Tentu ini menjadi perhatian kita bersama, dan untuk itu pemda pun akan melakukan penataan objek wisata disini"kata bupati lagi.

Bupati juga mengatakan, menyikapi turunnya arus wisatawan khususnya pada libur natal dan tahun baru kali ini tentunya sangat jauh berbeda bila di bandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, bupati berharap seluruh elemen bisa menyikapinya dengan bijak.

Mungkin tahun baru sekarang yang paling sepi, ini merupakan pembelajaran buat semua, sekecil apapun isu berita yang berkaitan dengan wisata, akan berdampak orang tak mau berkunjung.

Bupati menambahkan, atas nama pemda pihaknya menghimbau, jika memang ada masalah mari duduk bersama dan dan kalau itu memang untuk kepentingan umat maka pemerintahkan pun akan laksanakan.

"Kalau ada masalah ayo kita duduk dan berkumpul bersama sehingga dengan meningkatkan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah pembangunan pun bisa berjalan dengan baik, dan di tahun  2019 ini kita akan terus merapatkan barisan "pungkas Bupati. (PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN