BAWASLU PANGANDARAN BUKA RUANG KONSULTASI KEPEMILUAN BAGI PARTAI POLITIK MASYARAKAT DAN BACALEG

PANGANDARAN- Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) Kabupaten Pangandaran  memiliki peran sangat strategis dalam mewujudkan proses dan hasil pemilu yang dilaksanakan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil). Sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung dalam melakukan pencegahan dan penindakan, Bawaslu menjadi kunci berlangsungnya tahapan pemilu yang berintegritas.

Untuk mewujudkan pelaksanaan pemilu yang bersih dan berintegritas, bawaslu menyusun strategi dan perencanaan pengawasan, pencegahan, dan penindakan yang baik, karena tantangan pelaksanaan pemilu 2019  membutuhkan perencanaan pengawasan yang jitu. 

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Kabuopaten OPangandaran, Iwan Yudiawan, kepada PNews saat ditemui di ruang kerjanya.

“Dengan semakin mendekatnya penetapan dan pengumuman Daptar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019 oleh KPU pada Tanggal 20-23 Sepetember 2018 mendatang, yangh jumlahnya saat diselenggarakan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018 jumlah, DPT di Kabupaten Pangandaran, 311.176 yang gtersebar di 10 Kecamatan dari 93 Desa dan jumlah TPS 717. “terang Iwan.(6/9)

Sedangkan pada pemilu 2019 mendatang, lanjut Iwan, jumlah DPT di Kabupaten Pangandaran mengalami peningkatan menjadi 316.218, 1 dan 350 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Masih kata Iwan, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan  pengawasan pelaksanaan hajat demokrasi ini untuk menghindari banyak tejadinya pelanggaran selama tahapan Pemilu 2019.

Selain itu, lanjutnya, Bawaslu juga membuka pintu seluas-luasnya bagi parpol maupun Bakal Calon Legislatif (bacaleg) perorangan dan juga masyarakat yang ingin mendapatkan informasi  terkait kepemiluan, bisa datang langsung ke sekretariat kantor Bawaslu Kabupaten Pangandaran yang berlokasi di Desa Cibenda Kecamatan Parigi.

“Saat ini kami seluruh komisioner, diantaranya, Gaga Abdilah Sihab selaku Kodiv Pencegahan dan Hubal, Uri Juwaeni Kodiv Hukum Penanganan Pelanggaran, siap menerima siapa pun yang membutuhkan keterangan bawaslu. “jelas Iwan.

Karena selain menunggu klaporan masyarakat, bawaslu pun sudah mengirimkan surat kepada 13 kepengurusan partai politik (parpol) yang ada di Kabupaten Pangandaran, yang isinya, antara lain, meminta struktur kepengurusan partai politik  dari tingkat DPC, ranting atau Desa. Hal ini di lakukan sebagai upaya Bawaslu untuk melakukan pencegahan agar tidak banyak tejadinya pelanggaaran yang di lakukan pengurus parpol mau pun bacaleg.

Iwan juga mengatakan, dari jumlah DPT p[ada pilkada yang lalu, sekarang ada  tambahan 5 ribu DPT, ditambah lagi yang pada pilgub tersebut tidak memilih. Artinya, ini kesempatan anggota parpol sebagai peserta pemilu untuk menjaring swing votter lebih terbuka.

“Apalagi pada pilihan pilgub kemaren ada suara tidak sah sekira 3.986 orang, itu juga bisa menjadi pemilih pada pileg nanti. “imbuh Iwan.

Iwan menambahkan, pihaknya menghimbau pada pihak terkait agar lebih meningkatkan sosialisasi serta pendidikan politik pada masyarakat, sehingga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih wakilnya yang akan duduk di DPR dan DPRD nanti. (TN)

JALAN CIBALANARIK-CINTAJAYA RUSAK, PEREKOMIAN WARGA PUN TERSENDAT

TASIK NEWS-Sudah lama masyarakat di dua desa, Cibanarik dan Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, mengeluhkan kondisi jalan yang menghunbungkan kedua desa tersebut. Pasalnya sudah lebih 7 tahun jalan tersebut dibiarkan rusak, dengan bergelombang dan terdapat genangan air jika  musim hujan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Cibalanarik, Yayat, dari dulu hingga saat ini belum pernah menikmati jalan mulus layaknya jalan-jalan yang ada di daerah lain.

“Entah kapan pemerintah mau memperbaiki jalan disini. “ungkapnya.(6/9)

Padahal, menurut Yayat, jalan ini sering dilalui para penjabat pemkab, tapi entah kenapa mereka terkesan tidak peduli. 

Hal senada dikatakan pemilik tambal ban, Yaya, sebenarnya potensi perekonomian masyarakat ralatif maju, dengan usaha bordirnya. Tapi dengan sarana infrastruktur lalu-lintas seperti kondisi sekarang ini, roda perekonomian pun agak tersendat.

“Atau memang sengaja dibiarkan jelek, agar para pengendara tidak mengantuk saat mengemudi. “canda Yaya. (ANWAR W)

KALIJATI HILLS SIDAMULIH, BISA DIKEMBANGKAN JADI KAWASAN WISATA MINAT KHUSUS

SIDAMULIH-Kawasan bukit Kalijati di Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran mungkin bisa menjadi salah satu alternatif destinasi wisata lama pegunungan. Dengan hgembusan semilir angin serta nuansa desa yang kental, Kalijati dengan wonderful paditerace bisa menjadi Ubud Bali di Pangandaran.

Tepatnya di lokasi vila milik seorang pengusaha gula kelapa, H. Yos Rosbi, sejauh mata memandang akan dimanjakan dengan panorama alam yang berujung hamparan biru laut pantai Pangandaran.

Hal ini dibenar para openggiat dunia pariwisata, Dedi Wahyudi dan Edi Rusmiadi, menurutnya, Kalijati memang sangat cocok menjadi obyek wisata dataran tinggi yang dihiasi lembah ngarai hijau.

“Nantinya disana bisa juga wisata gantole atau paralayang. “ungkap mereka.(6/9)

Saat menuruni jalan menuju dibawahnya bisa menjadi, lanjutnya, bisa mwenjadi wisata rowing atau wisata kampung adat sepanjang sungai Citonjong Desa Cikembulan dan Cikalong.

“Dan bagi penghobi Jungle track, Kalijati juga cocok menjadi arena yang akan menantang adrenalin wisatawan. “imbuhnya. (ANTON AS)

KHAWATIR DITERJANG ARUS SUNGAI, WARGA BERHARAP JEMBATAN DI KALIJATI SEGERA DIPERBAIKI

SIDAMULIH-Jembatan yang melintang di Sungai Cikembulan, tepatnya berada di Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan. Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya akses warga Desa Cintaratu dan Kalijati ke Ibukota kecamatan.

Malah dulu ada wacana, jalur ini menjadi jalan alternatif untuk mengurai kemacetan arus balik wisatawan melalui jalur tersebut yang akan melewati Desa Cikembulan, Kalijati, Cintaratu menuju Kecamatan banjarsari Kabupaten Ciamis.
Menurut seorang warga yang tinggal tak jauh dari jembatan, Nana, dengan kondisi seperti sekarang ini dikhawatirkan saat terjadi arus besar sungai cikembulan, jembatan ini akan tergeruss dan semakin rusak.

“Kondisinya sekarang hampir putus akibat dihantam banjir bandang beberapa waktu lalu, pagar jembatan ambrol dan tanggul tanah di sisi badan jembatan pun hanya selebar jalan yang teraspal. “ungkap Nana.(6/9)

Nana berharap, kondisi jembatan ini segera menjadi perhatian Pemkab Pangandaran, karena merupakan sarana transfortasi ini sangat vital untuk alur perekonomian warga.

Jika tidak segera diperbaiki, kata Nana, ia khawatir jembatan ini akan hancur terbawa arus, apalagi sekarang memasuki musim hujan.

“Perbaikan jembatan saat sekarang ini mungkin akan jauh lebih baik ketimbang membangun kembali setelah hancur karena anggarannya pun relartif lebih afesien. “imbuh Nana. (ANTON AS)

BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN SE TERKAIT PEKERJAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH

PARIGI-Di usianya yang belum genap 6 tahun, Kabupaten Pangandaran terus berpacu membangun daerah untuk bisa sejajar bahkan melebihi daerah-daerah lain, termasuk pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat pun terus dikebut. Sehingga bupati dan wakil bupati harus “rela” untuk tidak memiliki dulu rumah dinas (rumdin).    

“Ini salah satu bukti keseriusan pemda, bahwa kepentingan masyarakat harus diposisikan pada skala kebijakan kami. “ungkap Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di hadapan puluhan penyeddia jasa kontruksi di ruang rapat setda Pangandaran.(4/9)

Lebih jauh Jeje mengatakan, baik konsultan, pengusaha atau elemen masyarakat lainnya harus punya komitmen yang sama untuk bersama-sama membangun Pangandran.

“Pemerintah sudah membayar konsultan, diharapkan bisa bekerja dengan baik, begitu juga pengusaha bisa bekerja sesuai standar. “tegas Jeje.

Tahun-tahun ini, kata Jeje, pembangunan infrastruktur masih mejadi primadona yang menyerap APBD, DAK dan bankeu sangat besar, sehingga jika tidak dikerjakan dengan baik, maka kepercayaan baik dari provinsi atau pusat akan hilang. Artinya, bantuan yang selama ini diterima Pemkab Pangandaran pun akan berkurang bahkan mungkin tidak ada.

“Sekarang saya membuat surat edaran baik untuk SKPD, PPK kegiatan Kontruksi, penyedia kontruksi, konsultan pengawas dan pimpinan BJB, agar semuanya bekerja dengan baik, dan jika ada yang keberatan silahkan diskusikan. “kata Jeje.

Seperti diketahui, untuk optimalisasi pembangunan yang sedang dikerjakan tahun anggaran 2018, melalui Surat Edaran (SE) nomer 027/451.e-HUK/2018 tentang Pekerjaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, bupati Pangandaran, mengintruksikan, dilarang untuk melakukan pembayaran terhadap seluruh paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang tidak sesaui dengan spsifikasi teknis sebagaimana yang vtercantum dalam dokumen pengadaan, bagi rekanan yang belum menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan baik dari pemeriksa internal atau eksternal agar dikenakan sanksi, bagi pemenang lelang, pengadaan langsung, penunjukan langsung yang berasal dari luar Kabupaten Pangandaran wajib memilki Nomor Wajib Pajak (NPWP) Pangandaran serta memilki rekening bank yang ada di Pangandaran, jaminan pemeliharaan pelaksana kegiatan dapat dicairkan setelah hasil pekerjaan dilakukan pemeriksaan oleh BPK-RI atau Insfektorat Provinsi atau insfektorat kabupaten dan jaminan pelaksanaan dan pemeliharaan dapat dicairkan berdasarkan surat perintah yang ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan stempel SKPD. (PNews)

WARGA KESAL, PJU DI TENJOLAUT KARANGNUNGGAL GELAP GULITA

TASIK NEWS-Sistim Penerangan Jalan Umum (PJU) di Tenjolaut Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dikeluhkan warga. Pasalnya selama ini di lokasi tersebut gelap gulit, akibatnya warga yang melintas di jalan sekitar itu lokasi tersebut pun merasa khawatir terjadi kecelakaan atau terjadi tindak kejahatan.

Menurut salah seorang warga pemilik warung makanan, sudah beberap hal ini disampaikan pada desa, tapi entah kenapa hingga saat ini di tempat itu masih gelap gulita.

“Apakah harus menunggu dulu ada kecelakaan sehingga jadi perhatian pemerintah. “ungkapnya kesal. (ANWAR W – HERMAN)

TAHUN INI SINGAJAYA BANGUN KANTOR DESA SENILAI RP 100 JUTA

TASIK NEWS-Antusias swadaya masyarakat dalam pengerjaan Kantor Pemerintahan Desa Singajaya Kecamatan Cibalong kabupaten Tasikmalaya, pasalnya, sungguh luar biasa. Karena dengan suka rela warga datang berduyun-duyun untuk bersama-sama membangun kantor desanya.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Singajaya, Dadeng, pihaknya sangat mengapresiasi dengan semangat gotong-royong yang dimiliki warga desa ternyata masih tetap terjaga utuh. 

Dalam gerakan membangun desa, kata Daden Alek Sholihin, sengaja ia melibatkan langsung masyarakat, sehingga rasa kebersamaan anata desa dan masyarakat tetap terjalin harmonis.

“Ini juga dalam rangka transparansi penggunaan anggaran desa. “ungkapnya lagi.(4/9)

Daden menambahkan, pembangunan kantor pemerintah desa 11 x 6 meter ini menelan biaya Rp 100 juta yang berasal dari bantuan provinsi (banprov) tahun anggaran 2018.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi kebanggan warga sekaligus dengan bangunan bartu nanti bisa meningkatkan pelayanan kami pada masyarakat. “imbuh Daden. (ANWAR W-HERMANSYAH)

MUSIM KEMARAU PANJANG SITU SANGHYANG ALAMI PENDANGKALAN, PENGUNJUNG PUN BERKURANG

TASIK NEWS-Sejak memasuki musaim kemarau, air di Obyek Wisata (ow) situ (danau) Sanghyang di Desa Cibalanarik-Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya mengalami pendangkalan, volume air pun menurun hingga 1 meter lebih. Hal ini tentunya mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung yang biasa berwisata kesana.

Menurut kordinator pengelola, Ase Saefudin, debet air terus menurun karena belum ada curah hujan. Akibatnya, pengunjung yang datang pun saat ini bisa dihitung dengan jari.

“Walau kebanyakan pengunjung berasal dari daerah sekitar atau siswa sekolah, tapi pada akhir pekan biasanya lumayan banyak. “terng Ase.(5/9) *HERMANSYAH-RUSDIYANTO*

PESONA GOA BATU DI KUTAKANYERE BUTUH SENTUHAN PEMDA

CIMERAK-Selain wisata pantai, Kabupaten Pangandaran pun banyak menyimpan destinasi wisata alam baru yang dapat dikembangkan secara propesional untuk menyedot wisata baik dalam maupun luar negeri sehingga dapat menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD).

Salah satu destinasi baru yang masih asli dan menarik, Goa Batu yang memanjang sekitar 150 meter lebih, terletak di Dusun Kutakanyere Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak. Kutakanyere sendiri merupakan dusun yang  secara geografis ada di wilayah paling barat Kabupaten Pangandaran  yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya, hanya  terhalang bentangan sungai Cimedang. Goa Batu ini merupakan pegunungan batu pualam asli yang eksotik dengan serta beraroma cerita religius.

Jika dilihat dari luar goa ini terlihat seperti pegunungan batu yang atasnya ditumbuhi pohon-pohon besar dan pohon kelapa milik penduduk sekitar seluas 4 hektar, persisnya lokasi goa yang diurus Rahidin ini berada di tanah milik warga,
Menurut Radihin, Goa Batu ini menyimpan banyak bukti sejarah yang berkaitan langsung dengan sejarah Siliwangi dan Kesultanan Cirebon. Pada lokasi tersebut ada tiga makam yang dikeramatkan, makam  Mbah Raga Gading Mujul Muda, Nyai Layang Sari Omas dan Nyai Layang Sari Kembang. Sementara bukti lain yang ada di goa tersebut, suatu tempat yang disebut Pangapungan, Sodong Goong yang didalamnya dipenuhi setalagtit dan setalagmit.

Ada yang aneh dari yang tergantung, bila dipukul suaranya mirip sekali dengan suara saron atau bonang (sejenis alat musik tradisional sunda-red).

Sementara tempat yang dinakaman Situ Mendung, konon katanya tempat tersebut untuk pemandian sang Raja dan Korawanya dan Situ Genggong menjadi tempat istirahat, juga Kandang Gajah,batu Payung dan masih banyak keunikan lainnya.

“Saat ini sebagian tempat tersebut sudah jadi sawah penduduk. “ungkap Radihin.

Masuk ke dalam goa ini, lanjut Radihin, sekarang  sudah dipasang penerangan hingga lebih suasana pun tambah asri dan mempesona. Dari segi keamanan pun area sekitar goa  ini nyaman yuntuk dikunjungi karena jalan menuju ke lokasi telah dibuat masyarakat.

Masih cerita Radihin, menurut masyarakat sekitar kadang-kadang bila malam hari terdengar suara gamelan Sunda yang sumbernya dari Sodong Goong.

Sementara menurut tokoh pemuda Kuta, Hendar, yang akrab dipanggil Etik, potensi wisata Goa Batu sangat cocok untuk dijadikan salahsatu varian wisata daerah, dan Pemerintahan Desa Sindangsari pun sudah melaporkan keberadaan goa-goa ini ke Pemkab Pangandaran.

Menurut Hendar, masyarakat Kutakanyere dan sekitarnya sangat berharap pemda melalui Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan bisa menjadikan goa batu ini menjadi salah satu tujuan wisata.

“Karena jika di satu daerah ada lokasi wisata, biasanya kehidupan masyarakat sekitar pun akan terangakat. “ujar Hendar. (RASIMUN)

INI UNGKAPAN PETANI TERKAIT HARGA JUAL KELAPA YANG SEMAKIN MURAH

SIDAMULIH-Produksi petani kelapa kabupaten Pangandaran menjerit karena harga jual 600 rupiah perbutir sama sekali jauh dari kewajaran.

Seperti dituturkan Selamet, warga Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih, selaku petani kelapa, menurutnya, ia merasa terdzolimi dengan nilai jual buah kelapa tidak sesuai dengan nilai beli harga pabrikan.

Selamet mengatakan, jika dihitung per bulan  per satu pohon menghasilkan rata-rata 10 butir buah kelapa, dijual Rp 600 per butir, jadi Rp 600 dikali 10 jumlah  Rp 6 ribu dikalikan 100 pohon, hanya mendapat  Rp 60 ribu.

Dari hasil jual sebetulnya tidak 6000 ribu per pohon, sebab per satu pohon kelapa itu ada biaya yang harus dikeluarkan, anatara lain, dua butir per pohon, upah petik panjat dan ongkos angkut. Kalkulasinya, jika per pohon Rp6 ribu dikurangi pengeluaran Rp1.200, maka tersisa RP 3.200. Dan jika mempunyai 100 pohon dengan harga Rp 3.200, maka yang buisa diterima, Rp 320 ribu.

Selamet menambahkan, apakah dengan kondisi seperti ini, dengan pendapatan petani yang hanya Rp 320 ribu per bulan bisa dikatakan kehidupan petani makmur?

“Dua tahun lalu harga kelapa dikisaran Rp 3 ribu  per butir, dan jika dihitung saya bisa mendapat Rp 600 ribu per bulan. “terang Slamet.(4/9)

Untuk ukuran masarakat kecil yang hidup di kampung itu bisa dipaksakan cukup, artinya, . bisa dicukupkan untuk kebutuhan rumah tangga dan anak sekolah. Tapi jika dibanding saat sekarang dangan ditambahnya musim kemarau panjang yang mengakibatkan gagalnya panen padi, sehingga sangat berdampak sekali pada ekonomi keluarga.

Salmet menambahkan, sebagai masyarakat yang hidup dari penghasilan petani dengan kebutuhan meningkat, dan ditambah harga-harga makin naik, listrik naik, apa-apa naik, jelas ini sangat berdampak buruk pada kesejahteraannya.

“Saya berharap pemerintah segera mencari solusi, beban hidup kami tidak semakin terjepit. “ pungkas Selamet. (ANTON AS)

JEJE WIRADINATA:”SEKARANG BELUM SAATNYA BUPATI PANGANDARAN PUNYA RUMDIN”

Padahal anggaran untuk membangun rumah dinas (rumdin) bupati tidak akan lebih nilainya dari Rp 2 milyar, dengan biaya pembangunan sebesar itu tentunya Pemkab Pangandaran sudah bisa memiliki rumdin bupati yang cukup refresentatif, dan itu jelas tidak akan mengganggu anggaran yang lain.

“Sekarang saya ingin fokus dulu pada kepentingan rakyat, agar masyarakat tidak lagi berkeluh  tentang biaya pendidikan, pelayanan kesehatan atau infrastruktur jalan yang kurang bagus. “tegas Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (4/9)

Menurut Jeje, ini merupakan contoh pendidikan moral politik untuk semua, dimana kepentingan publik harus tetap menjadi perioritas dari seluruh program kebijakan pemerintah daerah.

“Dan tentunya ini selaras dengan apa yang dicita-citakan masyarakat Pangandaran dari tujuan pemekaran. “imbuhnya.  
Diakui Jeje, selama ini memang terjadi pemangkasan anggaran di sana-sini, seperti perjalanan dinas, pelatihan-pelatihan atau kegiatan-kegiatan lain yang ada di dinas-dinas yang dirasakan tidak memberi efek manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat.

Empat program kebijakan sekarang, seperti pembangunan infrastruktur jalan, bidang kesehatan, pendidikan dan penataan kawasan pariwisata, masih tetap menjadi skala perioritas pemda.

Dan dengan anggaran ratusan milyar tentunya sebentar lagi masyarakat Pangandaran pun akan bangga karena nanti mempunyai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang megah.

“Dan sekali lagi saya katakan, sekarang belum saatnya Pemda Pangandaran membangun rumah dinas untuk bupati dan wakil bupati, karena masih ada kepentingan yang dibutuhkan masyarakat. “pungkasnya. (PNews)


WARGA CIGUGUR SUMRINGAH, SEBENTAR LAGI BISA MENIKMATI JALAN MULUS BERHOTMIX

CIGUGUR- Warga Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran begitu gembira, pasalnya jalan yang mereka sering dilewati kini sudah mulus berhotmiks. Sudah sekian lama warga  merindukan mulusnya infrastrukrur jalan, dan kini benar-benar sebentar lagi akan terwujud.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Dadang (50), menurutnya ia sangat bangga saat melihat jalan di wilayahnya sedang dalam pengerjaan perbaikan dengan aspal hot mix.

Dikatakan Dadang, sudah puluhan tahun ia dan warga lainnya mendambakan punya jalan licin berhotmix, karena, menurutnya, seumur-umur baru kali ini ada jalan hot mix di Cigugur.

"Alhamdulillah sebentar lagi kami bisa menikmati jalan yang bagus, terimakasih buat Bapak Bupati, H. Jeje Wiradinata juga Bapak Wabup, H. Adang Hadari yang sudah membuktikan janji politiknya saat dulu waktu kampanye tahun 2015 silam", ungkapnya.(3/9)

Hal senada dikatakan Camat Cigugur, Erik Krishna Yudha, menurutnya ia merasa puas dan bangga saat melihat masyarakat Cigugur begitu senang dengan pembanguna jalan yang ada di wilayahnya.

“Memang sudah sejak lama masyarakat Cigugur menunggu dan berharap jaklan disini berhotmix. “ungkap Erik.

Seperti diketahui, APBD Kabupaten Pangandaran tahun ini sudah menggelontorkan Rp 12 milyar anggaran untuk peningkatan ruas jalan Pangleseran – Cibatu. (AGE)

DADANG KHOERUMAN : “DI KABUPATEN PANGANDARAN MASIH BANYAK ANAK USIA SEKOLAH TIDAK BERSEKOLAH

PANGANDARAN-Wakil ketua MUI Kabupaten Pangandaran, H.,  dalam rapat para ketua pimpinan dan ketua bidang, mengingatkan agar ada perhatian khusus bagi anak usia sekolah tetapi tidak bersekolah.

Seperti halnya dalam mendukung adanya peraturan miras, menurut Adang, MUI pun harus pula memikirkan pembinaan mereka para pelakunya, termasuk anak yang seharusnya sekolah tetapi tidak sekolah.

"Kita harus memiliki perhatian dan kepedulian bagi anak-anak yang tidak tersentuh hak pendidikannya, karena anak-anak merupakan asset penerus generasi selanjutnya. “kata Dadang. (4/9) *HARIS F
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN