DPKPB PANGANDARAN JADI RUJUKAN EDUKASI PENANGANAN BENCANA DAERAH LAIN

Walau dengan segala keterbatasan bukan berarti program kegiatan harus terhenti, paling tidak ada skala perioritas bisa dikerjakan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran,  DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, saat membuka obrolannya dengan PNews.

“Paling tidak ada usaha kita untuk mencari solusi di luar APBD. “ungkapnya.(18/7)

Menurutnya ia tak malu, jika upaya yang dilakukan selama ini baik ke pemprov, pusat bahkan bila perlu ke pihakke tiga, jika itu kebaikan dan peningkatan kinerja dinasnya.

Seperti belum lama ini DPKPB Pangandaran mendapat bantuan mobil ambulan sumbangan dari BUMN Pertamina Jakarta yang langsung diterima di kantor PT. Pertamnia MOR III Tasikmalaya.

Nana pun bersyukur, di usianya yang masih relatif muda DPKPB Pangandaran terus bisa eksis baik secara IT mau pun kerja di lapangan.

Ini terbukti, lajut Nana, beberapa kali DPKPB Pangandaran jadi rujukan daerah lain dalam edukasi penanganan bencana di daerah lain. Seperti belum lama ini BPBD propinsi Bali malah mendapat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk datang ke Pangandaran, termasuk BPBD Banjarnegara Jawa Tengah yang belum lama ini tertimpa musibah tanah longsong pun datang kesini.

“Saya katakan pada mereka, bahwa edukasi penanganan bencanan di Pangandaran menyasar langsung dari masyarakat, kita harus sadar bahwa kita hidup di daerah rawan bencana dan bagaimana agar masyarakat sadar bencana, hidup harmoni dengan bencana. “papar Nana.

Nana menambahkan, bagaimana pula cara merekrut relawan mulai dari masyarakat, pelajar, tokoh dan seluruh elemen masyarakat, dan itu bisa dilakukan tanpa anggaran besar.

Nana juga mengatakan, memang sebaiknya sarana vital penanggulangan bencanan, seperti mobil pamadam kebakaran, idealnya se-kabupaten itu ada lima. 1 unit untuk Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kalipucang, 1 unit Kecamatan Pangandaran dan Sidamulih, 1 unit stanby di kantor dan Kecamatabn Parigi, 1 unit Kecamatan Cijulang dan Cimerak dan 1 unit lagi untuk Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur.

Nana juga mengatakan, Kabupaten Pangandaran masuk 16 besar daerah bencana di Indonesia dengan skor 215,2.
“Dan tugas kami, di RPJMD tahun 2019 skor tersebut harus turun hingga 150,64. “pungkas Nana. (PNews)

WARGA CIGUGUR KECEWA, MENTERI PENDIDIKAN TAK TEPATI JANJI

CIGUGUR-Masyarakat Pagerbumi Desa Harumandala Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran merasa kecewa pasalnya pembangunan rehab sekolah akibat terjadi gempa beberap bulan lalu yang saat itu mendapat kunjungan langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, dan saat itu juga Muhajir menjanjikan bantuan pada seluruh Sekolah Dasar (SD) yang rusak akibat gempa di seluruh Kabupaten Pangandaran.

Tapi sayang, ternyata tidak seluruh bangunan yang rusak tidak mendapat bantuan rehab, seperti rumah dinas kepala sekolah yang berdampingan dengan sekolah yang direhab luput dari perbaikan, padahal kondisinya sudah rusak dan terlihat kumuh. Padahal dalam kunjungan waktu itu, menteri Pendidikan sempat berseloroh bahwa bangunan rumah dinas kepala sekolah tersebut lebih layak jika disebut kandang ayam.

“Dan saat itu juga Pa Menteri berjanji akan memberikan bantuan untuk merehabnya. “ujar salah seorang warga.(18/7)

Warga  menambahkan, seluruh masyarakat dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari yang saat hadir dalam kunjungan menteri, pasti mendengar apa yang dijanjikan menteri pendidikan dalam sambutannya, malah saat itu juga Muhajir langsung memerintahkan ajudannya untuk mencatatnya.

“Tapi sekarang kenyataannya kok tidak sesuai dengan yang dijanjikan Pa Menteri..”kata warga heran. (ANTON AS)

UNTUK MENINGKATKAN SDM, PERANGKAT DESA MEKARLAKSANA IKUTI PELATIHAN KERJA

TASIK NEWS-Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Desa Mekarlaksana Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya baru-baru ini menggelar pelatihan kerja bagi perangkatnya dengan nara sumber dari Dinas kearsiaoan dan Perpoustakaan Kabupaten Tasikmalaya.


Pelatihan yang dihadiri seluruh perangkat juga dihadiri Ketua BPD, LPM dan pemerintah Kecamatan Culamega, menurut kepala Desa Mekarlaksana, bertujuan seklain menambah wawasan juga untuk meningkatkan kualitas perangkatnya agar dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan sistim administrasi desa semakin baik dan terukur.


“Selain perangkat bertambah cerdas, tentunya ini juga akan berdampak baik pada pelayanan terhadap warga. “kata kades.(17/7)


Ia pun berharap, hasil pelatihan ini bisa membawa manfaat positif khususnya untuk perangkat dan umumnya seluruh warga desa. (ANWAR WALUYO-PNews)

SEPANJANG LIBUR LEBARAN OMSET PEDAGANG IKAN ASIN PANGANDARAN MENINGKAT TAJAM

Hari libur lebaran yang beru berlalu ternyata membuahkan berkah bagi para pedagang yang ikut mengais rejeki dari membludaknya wisatawan yang datang ke Pangandaran, salah satu pedagang ikan asin.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang, Yadi Apandi, selama liburan nyaris ia kehabisan stok, pasalnya pengunjung yang berdatangan tiap hari ke tempatnya tetap memilih ikas asin jadui oleh-oleh paforit khas Pangandaran.

"Kami sangat bersyukur,  karena hasil jualan kami bisa menunjang ekonomi keluarga. :”ungkapnya.(17/7)  
Yadi menambahkan, kebanyakan wisatawan yang datang ke warungnya memilih asin jambal roti, karena memang selain enak juga memiliki kekhasan sendiri.

Jambal roti itu sendiri, kata Yadi, ada tiga kelas dan yang paling dicari konsumen jam ar roti dari ikan kadukang, dan memang jenis ini yang sangat digemari konsumen.

Sebagai putra asli daerah ini, sudah lebih dari 12 tahun Yadi berjualan asin dengan menempati kiosnya di jalan Kidang Pananjung.

“Sebelum  berjualan dulu saya nelayan. “imbuhnya. (HARIS F)

UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN WARGA, DESA SIRNAJAYA TAHUN INI BANGUN MADRASAH

TASIK NEWS-Masyarakat Kampung Patra Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya menyambut gembira karena tahun ini mulai dilaksanakan pembangunan dua lokal madrasah sumbangan dari pemerintah pusat (APBN).
Menurut ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK), dalam pelaksanaan pembangunan madrasah ini TPK berssikap transparan dalam menggunaan anggaran pembangunan.

Ia menuturkan, keberadaan madrasah ini sangat penting untuk meningkatkan dunia pendidikan yang akan berdampak pada kemajuan desa.

“Ini untuk kepentingan pembangunan yang ada di desa sehingga ke depan masyarakat desa pun bisa menikmati hasil dari pembangunan ini. ”ungkapnya.  (ANWAR WALUYO-PNews)

HOREEE..! PEMPROP JABAR KEMBALI BEBASKAN DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

PANGANDARAN-Kabar gembira bagi pemilik kendaraan bermotor, kini bisa menikmati kembali program Bebas BBNKB ke-2 dan Denda PKB saat pembayaran pajak di Kantor Samsat mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2018 mendatang.

Program ini menindaklanjuti keputusan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan nomer: 973/154-Bapenda tanggal 31 mei 2018, tentang pemberian pembebasan pokok dan sanksi administrasi berupa denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Penyerahan Kedua dan Seterusnya, serta Pembebasan Sanksi Administratif berupa Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Menurut Kepala CPPDP wilayah Pangandaran, Achmad Antony, melalui Kepala Seksi Penerimaan Penagihan Kantor samsat Pangandaran, Nanang Sulaeman, pihak saat ini sedang gencar-gencarnya mensosialisasi program ini di tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

“Kami berharap dalam sosialisasi tersebut seluruh kepala desa, kepala dusun, karang taruna, ketua MUI, serta pengusaha yang ada di tiap-tiap kecamatan bisa hadir  ke tempat kami sosialisasi. “ungkap Nanang.(17/7)

Nanang yang ditemui PNews di ruang kerjanya, juga menegaskan, yang digratiskan itu bukan pajak kendaraannya, tapi denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan denda biaya balik nama saja,  dan ini semata untuk bisa mempermudah dan meringankan masyarakat terkait pajak kendaraannya.

Ada pun sarat-sarat dan tata caranya, lanjut Nanang, masyarakat datang langsunbg ke kantor samsat dengan membawa;
1. BPKB (asli dan fotokopi)
2. STNK (asli dan fotokopi)
3. Cek fisik Kendaraan (bisa dilakukan cek fisik bantuan di kantor Samsat terdekat)
4. Kuitansi jual beli (materai Rp 6.000)
5. KTP pemilik daerah yang akan dituju (asli dan fotokopi)
6. (Untuk badan hukum): salinan akte pendirian + 1 lembar fotokopi, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai cukup dan  ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.
Untuk intansi pemerintah (termasuk BUMN & BUMD): surat tugas atau surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap intansi yang bersangkutan.
Tata cara:
1. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tempat kendaraan terdaftar untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
2. Menuju gudang arsip untuk mengambil berkas kendaraan.
3. Menuju bagian loket mutasi (menyerahkan BPKB dan KTP daerah yang dituju beserta fotokopi).
4. Menunggu berkas keluar dengan waktu tertentu (mendapat surat jalan sementara).
5. Ke bagian fiskal. Mendapatkan berkas mutasi keluar.
6. Setelah berkas keluar, lapor ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas yang diterima ke bagian mutasi).
7. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tujuan untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
8. Kembali ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas dan mendapat surat jalan sementara).
9. Menunggu STNK dan pelat nomor.
10. Kembali ke Samsat Induk tujuan untuk mengambil STNK dan  pelat nomor baru.
11. Menunggu BPKB yang diperbarui dengan waktu tertentu.
12. Mengambil BPKB yang telah dperbarui.

Disoal berapa target pajak yang dihasilkan dari program ini, Nanang mengatakan, kantor Samsat pangandara target pendapatan dari program ke 2 ini, Rp. 1,2 milyar.

“Alhamdulillah, sampai dengan 17 juli ini sudah mencapai 27 %. “jelasnya. (HIEK)

ROLIS SIREGAR: “GASIBU MACAN PUTIH HARUS PEKA DAN PEDULI PADA ASPIRASI MASYARAKAT”

Tasik-News-Untuk menepis opini miring yanbg selama ini berkembang di publik  dan menjadi stigma negative terkait keberadaan Ormas ( Organisasi Masyarakat), Ketua DPD Gasibu Macan Putih Kota/ Kabupaten Tasikmalaya, Rolis Siregar, menekankan kepada seluruh anggota dan pengurus untuk dapat menjawab tatangan publik dengan keberadaan Ormas. Rolis berharap semua yang tergabung dalam ormas Gasibu ( Gabungan Anak Siliwangi Barisan Utama) Macan Putih untuk bisa menjawab tantangan itu dengan sebuah karya nyata di masyarakat.

"Saya sudah intruksikan pada seluruh pengurus dan anggita agar sesuai Tupoksi sertas harus mampu  menjawab opini publik dengan karya nyata di masyarakat," tandas Rolis dihubungi via Hp.(13/7)

Adapun bentuk karya nyata tersebut, sambung Rolis, kegiatan yang langsung bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti bakti sosial di tiap DPC dan menjembatani aspirasi kelompok tani yang membutuhkan bantuan.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gasibu Macan Putih yang sudah terbentuk, lanjut Rolis, baru di 6 kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukaraja, Jatiwaras, Salopa, Cikatomas, Sodonghilir dan Cipatujah.

"Rencana kedepan Gasibu akan melebarkan sayap dengan membentuk DPC di 39 Kabupaten/ Kota Tasikmalaya," pungkas Rolis.

Rolis juga mengatakan, kegiatan pada acara halal balal yang di gelar di sekretariat Gasibu Macan Putih di  Kampung Cibenda Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja beberapa hari lalu (14/6) berkenan hadir Caleg DPRD Provinsi dari PPP, Asep Rosadi Permana. (UDI RUSWANDI-PNews )

DESA CINTAJAYA AGENDAKAN TIAP TAHUN BERI SANTUNAN ANAK YATIM DAN PANTI JOMPO

TASIK NEWS-Pemberian santunan terhadap anak yatim piatu dan orang jompo yang di gelar di Kampung Pasar Senen Desa Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, rencananya akan menjadi  agenda rutin tahunan yang akan dilaksanakan pada momen halal bihal.

Demikian dikatakan Kepala Desa Cintajaya, Agus Wijaya, saat ditemui PNews di tempat kerjanya. (14/6)

Dikatrakan Agus, pemberian santunan terhadap 40 anak yatim piatu dan orang jompo ini merupakan wujud kepedulian Desa Cintajaya terhdap warganya.

Agus menambahkan, kegiatan sosial pemberian santunan pada anak yatim dan orang jompo ini bisa terus berlanjut dan menjadi jembatan bagi warganya untuk lebih menumbuhkan kembali rasa saling berbagi dan rasa tolong menolong sesama warga.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi agenda tahunan Desa Cintajaya, " pungkas Agus. (Hermansyah-PNews)

LEGENDA SITU SANGHYANG, TEMPAT PERNIKAHAN PARA RAJA

Ketua kompepar, Mumung Suryaman ( berkaca mata) dan Maslikan ( kanan)
TASIKNEWS-Pemberian nama pada sebuah daerah atau tempat  sejarah tak lepas dari sebuah peristiwa atau kejadian pada masa itu. Perjalanan kejadian dan para pelaku sejarah itu sendiri menyimpannya dalam bingkai cerita atau sebuah legenda, dimana di dalamanya ada sebuah hikmah untuk dijadikan contoh di masa sekarang. Semisal, obyek wisata Situ Sanghyang yang berlokasi di dua desa, Desa Cibalanarik dan Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya, yang merupakan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, karena danau tersebut menawarkan panorama yang eksotis dan romantis berbalut cerita mistik.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, konon di danau tersebut tersiar kabar adanya fenomena yang dikaitkan dengan dunia mistik, sering terlihat berpindahnya rimbunan pohon kiray yang maju dengan sendirinya ke tengah danau, tentunya fenomena ini dijadikan warga sebagai totonden ( pertanda) bakal adanya sebuah kejadian.

Legendanya Situ Sanghyang versi masyarakat setempat yang diadopsi Dinas Pariwisata, seperti yang dikisahkan anggota Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), Maslikan (46), sebelum terjadinya nama situ didahului dengan muncul nama sanghyang, karena menurut sejarah situ yang asli ada di Kampung Parunggolong Desa Cilolohan, berupa leuwi (sungai) bernama leuwi Sanghyang.

Dikisahkan juga, konon pada masa Kerajaan Sukakerta Parunggolong merupakan tempat sakral karena pada masa itu di daerah tersebut dijadikan sering dijadikan tempat digelarnya pesta pernikahan para raja. Situ Sanghyang sendiri merupakan gabungan dua tempat bersejarah antara situ yang berada di Kampung Parunggolong dan Sanghyang di Obyek wisata. Sementara nama sanghyang itu sendiri terjadi dari sebuah peristiwa sejarah yakni riuhnya suara yang saling bersahutan.

Konon, dulu ada seorang pangeran menculik seorang wanita cantik jelita, isteri  seorang resi dari Kebataraan Galunggung. Saat sang resi pulang dari laku tirakat, tapa bratanya, isterinya sudah dibawa kabur sang pangeran. Sang resi pun kemudian mencarinya hingga ke sebuah daerah yang dikenal dengan nama Saung Gantang. Ditempat itu ternyata tengah berlangsung pesta besar-besaran selama 7 hari 7 malam, yang ternyata isterinya sendiri yang menjadi mempelai wanitanya.

Saat itu berulang kali sang resi pun berteriak namun tidak ada yang menanggapinya dikarenakan riuhnya suara pesta, sehingga resi pun menjelma menjadi Budak Buncir (bocah gendut),  kemudian memanggil segerombolan anjing untuk mengacaukan pesta tersebut. Suara gonggongan anjing diluar pun kemudian beradu dengan suara riuhnya pesta, hingga lama kelamaan suaranya seperti ngahiang (berdengung)

"Jadi nama sanghyang itu tercipta dari riuhnya dua suara yang beradu, dan nama sang sendiri merupakan mrnunjukan pada sang pelaku, sang resi dan sang pangeran", papar Maslikan.(13/7)

Adapun terjadinya situ, lanjut Maslikan, saat itu dikarenakan sang pangeran merasa terganggu dengan suara-suara di luar dan merasa terpancing dengan tantangan si buncir.

Diceritakan, sang resi bersumpah akan berguru jika seandainya sang pangeran dan para punggawanya bisa mencabut 7 batang lidi yang berjejer. Tapi karena tidak ada yang sanggup mencabut lidi, dengan kesaktiannya sang resi pun mencabut lidi-lidi, anehnya dari lubang batang lidi yang di cabut keluar air yang tidak terbendung hingga membentuk sebuah situ  (danau). Saat itu Resi pun langsung mengeluarkan kutukan, semua yang ikut bersama pangeran tenggelam dan menjelma menjadi ikan. Sejak itulah di lokasi situ menjadi angker, seperti burung yang melintas di danau dan yang meminum air tiba-tiba hilang tak berbekas hingga warga pun enggan untuk memanfaatkan air dari situ sanghiyang.

Saat itu keangkeran Situ Sanghyang rupanya terdengar hingga ke Kesultanan Cirebon, sehingga  mengutus Prabu Linggawastu ditemani Lokananta dan Lokananti untuk menetralisir air situ tersebut untuk dipergunakan keperluan warga. Prabu Linggawastu merupakan keturunan Mataram anak dari Raden Kamandaka, salah satu saudara Prabu Linggawastu, Mundingwangi yang bergelar Prabu Siliwangi. Prabu Linggawastu dimakamkan di seputar Situ Sanghyang bersama Lokananta dan Lokananti.

Di balik legenda Situ Sanghyang ternyata sejarah tersebut berkaitan dengan Kepemerintahan Kabupatian Sukapura yang pada waktu itu dipegang Raden Aggadipa (Dalem Sawidak), dan  sejarah munculnya nama sawidak sendiri beragam versi. Pengertian nama Sawidak di kalangan warga Sukapura diartikan keturunan yang berjumlah 60 Orang.

sementara versi kontempelasi (kontak batin) dari ahli spiritual, Maslikan, yang juga keturunan Kasultanan Demak generasi ke- 16 menceritakan,  jauh sebelum terbentuknya situ, di daerah Saung Gantang konon masih berbentuk hutan belantara, dulu ada seorang raja sakti mandraguna ( tidak ditemukan jejak dari kerajaan mana) ingin menguasai seluruh kerajaan tatar sunda dan menantang seluruh raja dan kesatrianya.

Kabar tersebut terdengar oleh Bupati Sukapura, Raden Anggadipa, yang kemudian mengumpulkan para ksatria berilmu tinggi sebanyak 60 orang. Para ksatria tersebut diperintahkan untuk mengepungnya diberbagai tempat agar raja yang sombong tersebut tidak bisa melarikan diri. Tapi rencana tersebut terdengar sang Resi dari Kebataraaan Galunggung. Dan untuk mengantisipasi pertumpahan darah, sang resi pun menantang raja sombong tersebut  untuk mencabut sebatang lidi yang tertancap ditanah. Dan saat lidi dicabut dari lubang bekas lidi yang dicabut sang Resi, keluarlah air yang tidak bisa dibendung yang akhirnya raja tersebut tenggelam dan menjelma menjadi seekor ikan yang diberi nama Silayung.**** ( Rusdianto PNews )

BUPATI BERHARAP PANGANDARAN INTERNATIONAL KITE FESTIVAL TERUS DIEVALUASI

Sejak pukul 8 pagi nampak ribuan layang-layang mewarnai langit biru di kawasan Lapang Doyong Pantai Timur Pangandaran yang rencananya akan digelar dua hari, sabtu ini (14/7) dan besok minggu.

Hari pertama Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2018 yang diikuti 6 negara, malaysia, China, Makao, Singapura, dan India dan tuan rumah nampak meriah. Sedangkan peserta dari daerah lainnya, seperti Bandung, Bekasi, Depok, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur tidak ketinggalan untuk ikut memamerkan aneka warna dan jenis layang-layang dengan cirri khas masing-masing yang tentunya menjadi tontonan menarik sebagian wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.

Pangandaran International Kite Festival (PIKF) 2018 yang dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati, H Adang Hadari serta dihadiri Kapolres ciamis, Dandim 0613 ciamis, para kepala SKPD lingkup Pemkab Pangandaran, mendapat sambutan positif dari  ribuan masyarakat yang turut menyaksikan agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabuoaten Pangandaran ini.

Dalam sambutannya bupatimenyampaikan, kegiatan ini bertujuan sebagai peromosi daerah
terakit upaya Kabupaten Pangandaran dalam menata diri serta mewujudkan visi-misi, Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata berkelas dunia.
“Tentu saja beberapa kebijakan, diantaranya pengembangan dan penataan wisata, salah satunya dengan penyelenggaraan Pangandaran Kite Festival 2018 sebagaui salah satu  pelengkap promisi wisata "kata bupati.

Bupati menambahkan, agar kegiatan PIKF dari bahun ke tahun terus diminati dan semakin menarik wisatawan, tentunya ini harus terus dievaluasi kedepanya tentu saja kegiatan ini harus terus di evaluasi.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. H. Undang Sobirin, agenda hari ini layang-layang yang diterbangkan terdiri dari peserta instansi pemerintah daerah, BUMN dan BUMD yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Di arena festival layang-layang ini kami juga menyediakan stand-stand yang menjajakan aneka hasil produksi ekonomi kreatif warga dan tentunya juga ada panggung hiburan yang akan diisi berbagai akstrasi hiburan berbagai kesenian dan budaya daerah. "terang Undang.

Di sisi lain, penyelenggaraan PIKF 2018 juga jadi berkah tersendiri bagi warga yang memanfaatkan untuk berjualan di sekitar kawasan lokasi.

“Setiap tahun saya selalu memanfaatkan kesempatan ini untuk jualan, lumayan bisa nambah-nambah penghasilan. “kata Agus, salah seorang pedagang es kelapa. (HARIS F)

WARGA KELUHKAN SEKITAR STADION DADAHA GELAP GULITA

TASIKNEWS-Dahulu di tempat megah ini lahir beberapa atlit-atlit berprestasi, tempat yang dulu menjadi kebanggaan warga Tasikmalaya.

Stadion Dadaha yang berada di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, kini sebagian warga memanfaatkannya untuk arena jogging atau bersantai bersama keluarga.

Seiring berjalannya waktu, kini keberadaan stadion Dadaha hampir dilupakan orang, karena selain terkesan kumuh dengan ilalang yang tumbuh di sekitar stadion, Dadaha pun nampak seram jika di malam hari karena gelap nyaris tanpa lampu penerangan.

“Ini akan menjadi rawan kejahatan atau malah diopakai tempat maksiat sebagian pengunjung yang datang kesini. “ungkap salah seorang warga.(10/7)

Warga berharap adanya perhatian pemerintah agar keberadaan Stadion Dadaha kembali ke fungsi semula dan tentunya bisa kembali menjadi kebanggaan warga Tasik. (ANWAR WALUYO-PNews)

MENTERI BUMN RINI SOEMARNO BERIKAN LISTRIK GRATIS KE WARGA CIKUPA


TASIKINEWS-Masyarakat Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merasa senang, pasalnya kedatangan menteri BUMN RI, Rini Soemarno, sudah memberikan perubahan geliat pembangunan yang ada di desa.
Demikian disampaikan Kepala Desa Cikupa, Yuda, usai menyambut kunjungan orang nomer satu di kementerian BUMN ke desanya.

Menurut Yuda, banyak sekali bantuan yang dikucurkan menteri, seperti listrik gratis untuk masyarakat tidak mampu dan bantuan berbagai kegiatan yang ada di desa.

“Ini merupakan berkah bagi kami warga Desa Cikupa. “kata Yuda.(12/7)

Menurut Yuda, yang dikenal sebagai kepala desa yang dekat dengan warganya, tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada jajaran pemerintahan baik yang ada di kabupaten atau pun kecamatan atas segala dukungannya.

“Mudah-mudahan desa kami semakin maju dan warganya pun semakin sejahtera, “imbuhnya. (ANWAR WALUYO-PNews)

MOCHAMAD FADLI ALGHIFARI SANG JUARA DARI LEGOKJAWA

Walau berperawakan kecil serta berasal dari keluarga pendidik, Mochamad Fadli Alghifari dengan usianya baru  9 tahun tapi sudah bisa menggoreskan prestasi di tingkat kabupaten.

Berkat ketekunannya dalam berlatih serta dukungan guru dan orangtuanya, Algy, begitu biasa ia dipanggil, berhasil menjadi atlit bulutangkis yang berhasil menyabet predikat juara pada beberapa even pertandingan.

Anak ke empat dari pasangan Maman Sutarman,SPd.MPd dan Maemunah Spdi, Algy yang kini baru duduk di bangku kelas IV SDN 1 Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran tentunya sudah bisa menjadi kebanggaan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Berkat kegigihannya dan tentunya hasil tempaan pelatihnya, Dede dan Eko, sudah banyak prestasi yang diraih Algy di berbagai pertandingan, seperti, juara ke 1 Tunggal Putra usia dini pada sirkuit frienship tahun 2017, juara ke 3 Tunggal Putra O2SN 2016 putra SD tingkat kabupaten, juara ke 2 Tunggal Putra O2 SN 2017 tingkat kabupaten, juara ke 2 tunggal putra piala PBSI HUT Kota Banjar ke 15 tahun  2018 dan juara ke 3 tunggal Putra usia anak HUT kota Banjar tahun  2018.

Di sekolah pun Algy termasuk anak yang rajin dan pandai, ia selalu masuk lima besar ranking di kelasnya. Walau hampir setiap hari sibuk latihan Fadli tidak ketinggalan mengikuti semua pelajaran di sekolahnya.

“Saya ingin menjadi juara dunia seperti Taufik Hidayat. “ungkap Algy. (12/7)

Fadly yang tinggal bersama orangtuanya di Rt 01 Rw 01 Dusun Sindangsari Desa Legokjawa kecamatan Cimerak, mempunyai bakat berbeda dengan kedua orangtuanya, ayahnya yang dikenal sebagai pemain kecapi dan tembang-tembang sunda ternyata tidak menurun pada Fadly.

“Tapi kami tetap bangga dan terus mendorong prestasi yang dipilih anak saya. “kata Maman.

Setiap kali Fadli berlatih, menurut Maman, ia selalu rutin mempersiapkan jadwal latihan dan persiapan makanan-makanan sebagai asupan nutrisi anaknya.

Masih kata maman, walau dengan kesibukannya menjadi guru, ia selalu ada waktu untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk latihan anaknya.

Maman pun berharap, suatu saat kelak anaknya bisa lebih berprestasi baik di tingkat nasional atau internasional danj bisa membawa nama harum Pangandaran. Obsesinya, dari tanah Legokjawa yang berada paling selatan kabupaten Pangandaran, suatu saat akan lahir sang juara Bulu Tangkis kelas dunia bernama Mochamad Fadli Alghifari. (RASIMUN-PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN