DPRD KABUPATEN PANGANDARAN GELAR SILATURAHMI DAN BUKA BERSAMA DENGAN AWAK MEDIA

Dalam acara buka bersama dengan sejumlah awak media di rumah makan Kidang mas di kawasan sentral kuliner pamugaran pantai barat, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H.  Iwan M. Ridwan, S. Pd, M. Pd, menyampaikan, lebaran 1439 H kali ini berbeda dengan lebaran tahun lalu karena dianggap berat, pasalnya tunjangan hari raya menjadi beban yang harus dipikirkan.(9/6)

Dalam sambutannya dihadapan sekitar 150 undangan yang hadir,  atas nama DPRD, Iwan juga berkesempatan menyampaikan permohonan maafnya dari berbagai kelapaan kepada seluruh hadirin dan pers.

“Sebagai manusia pasti tidak luput dari hilap dan kesalahan, untuk ini saya atas nama pimpinan dan anggota DPRD menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. “ungkapnya.

Sementara menjelang kumandang adzan maghrib, ketua komisi II, H. Endang Ahmad Hidaya, dalam tausiah singkatnya menekankan pentingnya meningkatkan amalan ibadah terutama di ujung ramadlan ini.

"Saat ini sebaiknya kita lebih meningkatkan amalan ibadah kita, seperti yang dilakukan Rosululloh. " tuturnya di hadapan tidak kurang 150 orang hadirin. (HARIS F)

BARU TAHUN INI, HONORER PENDIDIKAN DI PANGANDARAN DAPAT THR

Hampir di setiap media elektronik akhir-aklhir ini dipenuhi berita terkait Tunjangan hari Raya (THR), baik bagi PNS atau non PNS. Dan banyak daerah yang menjalankan kebijakan pemerintah pusat ini juga tidak sedikit juga daerah yang menolak mengeluarkan THR karena baerbagi alasan.

Beruntung, Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu yang mengikuti kebijakan tersebut dengan mengeluarkan THR menjelang Hari Raya Idull Fitri tahun ini.

Khususnya di lingkup pendidikan, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kasbupaten Pangandaran, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, mengatakan, memeang abru tahun ini Pemkab Pangandaran memberikan THR untuk honorer guru dan tenaga kependidikan.

“Ada 1.738 orang tenaga honorer yang masing-masing akan menerima Rp 500 ribu, hingga keseluruhannya berjumlah Rp. 874 ribu. “terang Agus.(8/6)

Agus berharap, walau pun nilainya relative kecil, tapi mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan bisa lebih baik lagi. (ANTON AS)

HEDY JULIAWANTO: “REGULASI BPD PANGANDARAN MASIH MENGGUNAKAN PERBUP CIAMIS “

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata minta pada Forum Komunikasi BPD (FK BPD) Kabupaten Pangandaran agar segera berkominaksi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa terkait penghasilan tetap (siltap) dan tunjangan untuk perangkat desa.

“Ini masalah mudah, tinggal kita buat payung hukumnya karena selama ini siltap tersebut dibayar per triwulan. “terang bupati usai menerima perwakilan FK BPD di ruang kerjanya. (6/6)

Seperti diketahui, siltap yang didapat ketua BPD sebesar Rp. 700 ribu, wakil ketua Rp. 600.000 dan anggota Rp. 500.000 yang selama ini diterima oleh 728 seluruh anggota BPD se-Kabupaten Pangandaran, menurut salah seorang pengurunya, H. Hedy juliawanto, berharap ada kenaikan.

“Minimal Rp. 1,2 juta untuk tiap-tiap anggota. “ungkapnya.

Hedy menambahkan, FK BPD pun berharap agar ada pembinaan, tunjangan dan regulasi untuk keberadaaan BPD.

“Selama ini kami masih menggunakan aturan yang dikeluarkan Kabupaten Ciamis. “terangnya.

saat dikonfirmasi, Sekdis Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Tjomi Suryadi, s.sos menerangkan, Permendagri nomer 110 tahun 2016 merupakan aturan yang  mengatur tentang BPD.

“Mudahan-mudahan setelah dua tahun perda untuk BPD bisa selesai yang selanjutnya diterbitkan perbup untuk mengatur siltap dan tunjangan atau lainnya untuk BPD. “kata Tjomi. (ANTON AS)

FKD KABUPATEN PANGANDARAN GELAR RAKOR JELANG LEBARAN DAN PILKADA

Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H dan pelaksanaan Pilkada gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat yang akan dilaksankan 27 juni 2018, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelar rapat koordinasi (rakor) tingkat Kabupaten bertempat di aula setda. (6/6)

Rakor yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari serta dihadiri seluruh elemen, Sekda, SKPD dan Forum Komunikas Daerah (FKD) ini membahas kesiapan dalam pengamanan lebaran serta evaluasi pelaksanaan pilkada nanti.

Terkait pelaksanaan Pilkada, ketua KPUD Pangandaran menyampaikan terkait capaian atau   progress kesiapan yang telah dan sedang dijalankan pihaknya.

“Kami punya target tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada gubernur tanggal 27 Juni bisa mencapai 85 persen. ”ungkapnya. 

Masih soal pilkada, Ketua Bawaslu Pangandaran menambahkan, fungsi pengawasan merupakan tanggung jawab semua pihak. Baik seluruh stakeholder atau pun masyarakat harus bisa menciptakan suasana aman, nyaman dan demokratis dalam pelaksanaannya.

Sementara terkait masalah keamanan, yang disampaikan Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi pun memaparkan secara rinci dan terstruktur rencana pengamanan dalam pelaksanaan libur lebaran secara rinci dan terstruktur.

“Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata sudah saat libur lebaran nanti akan terjadi arus kunjungan wisata
akan membludak, kami pun terus akan konsentrasi terkait keamanan pengunjung dan lainnya. “papar Suyadi.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Yani A Marzuki mengatakan,  kesiapan timnya dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri tahun ini dengan menyiapkan sejumlah posko kesehatan yang tersebar di titik-titik rawan jalan protokol dan pada jalur menuju objek wisata.

“Kami sudah siapkan tenaga medis yang akan bersiaga selama 24 jam penuh. “tegasnya. (ANTON AS)

SOSIALISASI PENERIMAAN PRAJURIT, TNI AL LANTAMAL III AKAN GELAR BAKTI SOSIAL DI PANGANDARAN

Usai pertemuan dengan delegasi TNI Angkatan Laut (AL) Lantamal III, di ruang kerjanya, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, kepada awak media menyampaikan tentang rencana bakti sosial Angkatan Laut Lantamal III yang akan dilaksanakan di Pangandaran, antaranya pengobatan massal, sunatan massal dan sosialisasi penerimaan prajurit.

"Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan bulan Juli 2018 mendatang,"ungkap Adang. (5/6)

Adang juga mengatakan, untuk sosialisasi penerimaan prajurit yang akan dihadiri SMPN 1 Pangandaran dan seluruh perwakilan dari SMA/SMK dan MA rencananya akan digelar di Islamic Center Pangandaran.

Sementara untuk pada kegiatan bakti sosial untuk sekitar 350 keluraga pra sejahtera ini, Pemda Pangandaran akan melibatkan dinas kesehatan dan dinas pendidikan.

“Dinas Kesehatan berkepentingan untuk kegiatan pengobatan dan sunatan massal sedangkan Dinas Pendidikan untuk sosialisasi penerimaan prajurit TNI AL. “terang Adang.

Adang menambahkan, ada sekitar 1700 calon parajurit se-Indonesia yang akan diterima TNI AL tahun ini.(ANTON AS)

PANGANDARAN TERPILIH DARI 5 DAERAH DI JABAR MENJADI USULAN KEK

Dari 5 usulan yang diajukan pemerintah provinsi Jawa Barat yang akan ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), antara lain,  Walini Bandung Barat, Aetropolis Kertajati Majalengka, Jatigede Sumedang, Ciletuh Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Pangandaran, akhirnya dipilih dua daerah, Ciletuh Kabupaten Sukabumi dan Pangandaran yang diterima Kementerian Pariwisata, ini sesuai dengan rencana tata ruang Jabar yang akan membuat dua pusat pertumbuhan baru.

KEK adalah sebuah kawasan dengan batasan tertentu yang memilki keunggulan geoekonomi dan geistrategis wilayah serta diberika fasilitas dan insentif khusus sebagai daya tarik investasi
Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didamping Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan Sekda Mahmud, SH, MH di aula kantor bupati.(3/6)

KEK, kata bupati,  nantinya dipersiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta bertujuan mempercepat perkembangan daerah dan sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, diantaranya industri, pariwisata dan perdagangan sehingga disamping dapat meningkatkan lapangan pekerjaan juga akan berdampak positif pada laju perekonomian daerah.

“Sementara hasil penilaian pihak kementerian ada dua hal yang mendasar, yakni bisnis plan dan master plan yang belum mencerminkan suatu kondisi yang luar biasa dalam pengembangan wisata. “kata bupati.

Dan untuk keperluan dua hal tersebut, menurut bupati, dua bulan lalu pihaknya sudah mendatangkan konsultan dari Hongkong yang hasil penelitiannya nanti akan dipaparkan lagi di kementerian.

Bupati juga mengatakan, sebagai trigger dari program ini adalah PT. Panca Makmur Bersama (PMB) yang mengelola kawasan sekitar 200 hektar menjadi KEK.

Dengan ditetapkannya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, nantinya Pangandaran akan semakin ditata, rapih, nyaman karena akan lebih difokuskan menjadi tempat destinasi wisata, sehingga semakin banyak arus kunjungan wisatawan, maka semakin banyak wisatawan menghabiskan uangnya (spending money).

“Dan tentu ini akan memberi dampak positif pada pendapatan daerah dan  kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (ANTON AS)

KABUPATEN PANGANDARAN SEGERA MILKI PERDA RTRW

Sesuai dengan jadwal yang telah disepakti bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD agar  bisa melaksanakan rapat paripurna terkait pembentukan Peraturan Daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran walau pun sebelumnya dalam rapat sinkronisasi, ada 2 dari 6 fraksi di DPRD yang belum menyetujui.
Demikian disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, H. Iwan M Ridwan saat wawancara dengan para awak media di ruang kerjanya usai memimpin rapat paripurna perda RTRW.(22/5)

“Kenapa 2 fraksi tersebut tidak setuju, karena memang menurut mereka masih ada yang harus disempurnakan terutama menyangkut usulan-usulannya, tapi pada akhirnya kami semua  sepakat hari ini dapat dilaksanakan persetujuan bersama. “ungkap Iwan.

Dikatakan Iwan, sebenarnya untuk penyempurnaan itu bisa dimungkinkan setelah dilakukan evaluasi oleh gubernur, dengan memberikan masukan pada gubernur atau hasil evaluasi gubernur tersebut disempurnakan lagi tinggal nanti disiapkan bahannya apa saja yang perlu penyempurnaan.

Dan di Bab ketentuan lain-lain pun, kata Iwan, sudah jelas boleh ada peninjauan, dirubah atau direvisi satu kali dalam 5 tahun karena  sebetulnya tidak baku selama 20 tahun tidak bisa berubah, tidak seperti itu.

“Jadi kita masih ada ruang untuk penyempurnaan perda ini. “imbuh Iwan.

Lebih jauh politisi PDIP ini mengatakan, perda RTRW ini merupakan perda induk dari seluruh kebijakan dan arah pembangunan daerah, dan dengan ditetapkannya nanti perda RTRW ini, maka perda-perda lainnya harus segera disesuaikan, karena perda ini nantinya yang akan menentukan  rencana pembangunan jangka panjang dan menengah (RPJMD).

Termasuk perda tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata yang sampai saat ini belum selesai kajian akademisnya, itu bisa segera dibahas karena sesuai visi Kabupaten Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia, sangat membutuhkan perda itu untuk acuan rencana pariwisata ke depan.

Prinsipnya, lanjutnya, DPRD menyampaikan apresiasi yang luar biasa dengan waktu 1 tahun 9 bulan pasca pemerintahan depinitif sudah selesai, karena Ciamis saja setelah 10 kecamatan masuk wilayah Pangandaran, sampai sekarang perda RTRWnya belum selesai.

“Ini sangat luar biasa pencapiannya dan mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan Pangandaran. ”ungkapnya lagi.

Diakui Iwan, walau pun sebelumnya ada beberapa hal yang memang perlu dibahas terutama penambahan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPA), yang semula hanya di 3 kecamatan bisa disepakti ada di tiap kecamatan. Ini penting untuk jangka panjang, karena kalau hanya dipusatkan di  Desa Purbahayu Kecamatan Padaherang, Padaherang dan Cigugur, dikhawatirkan  tumpukan sampah yang ada di Kecamatan Cijulang dan Cimerak mau diangkut kemana.

Iwan juga mengatakan, bahasan yang menyangkut kawasan, diantaranya kawasan industri. Menurut Iwan, Industri besar akan dipusatkan di satu kecamatan, Cimerak. Dengan ketentuan hanya 565 hektar yang ada di 3 desa.

“Dan itu tidak untuk berdirinya pabrik semen karena tidak ada bahan baku dan tidak mungkin juga ada penambangan pasir besi karena memang di area 565 hektar itu tidak ada potensi pasir besi. “ Tegasnya.

Maka apa yang disepakati, lanjutnya lagi, DPRD setuju terkait kawasan industry di Kecamatan Cimerak dengan catatan industri ini bertujuan untuk menunjang kepariwisataan, pertanian, kelautan dan perikanan. Ada pun industri besar yang dimaksud adalah industry non polutan yang didasarkasn pada potensi wilayah baik perikanan, perkebunan atau lainnya.

“Dan seluruh kegiatan industri tersebut harus bersinergis dengan kegiatan pasriwisata. “tegasnya lagi.

Saat disoal zonasi, Iwan menyampaikan, masing-masing kawasan dan peruntukannya sudah jelas. Seperti industri besar, sedang, kecil dan mikro termasuk jalur hijau dan kecamatan sebagai lumbung padi juga mana saja kecamatan yang menjadi destinasi wisata, mana saja wilayah penyangga, semuanya sudah lengkap ada di perda itu.

Karena, menurut Iwan, masing-masing akan berbeda. Artinya, zonasi untuk pertambangan klasipikasinya kawasannya bagaimana, betgitu juga zonasi pariwisata, semuanya sudah dipetakan.

Dan satu-satunya kecamatan yang di dalam perda itu dimasukan menjadi kawasan industri besar hanya Kecamatan Cimerak, tapi cimerak juga tidak boleh dilupakan karena cimerak juga menjadi salah satu destinasi wisata seperti pantai Mandasari, Keusikluhur dan lainnya.

“Sedangkan untuk industri sedang dan ringan bisa di semua kecamatan sesuai dengan  potensi yang dimiliki. “ terangnya.

Dan bagaimana untuk membedakan kriteria industri berat ringan dan seterusnya, lanjut Iwan, semua itu ada dalam ketentuan perundangan-undangan lain yang mengaturnya.

“Di perda RTRW ini tidak dibahas soal itu karena lebih menekankan masalah wilayah dan rencana tata ruang wilayah. “pungkasnya. (hiek)

ISI BULAN RAMADHAN, PT CIKENCRENG SANTUNI ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

CIMERAK - Ratusan orang terdiri dari anak anak, remaja hingga orang tua ikut andil dalam kegiatan PT. Cikencreng berbagi,  yang dilaksanakan di halaman kantor, tepatnya di Desa Sukajaya Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Hadir pada kesempatan itu Dirut PT. Cikencreng, H. Phatan Kamil dan stafnya, Camat Kecamatan Cimerak, Kepala Desa Sukajaya dan Sindangsari, Kapolsek, Danramil dan ketua MUI kecamatan Cimerak.

Dalam sambutannya H. Phatan Kamil menyampaikan, indahnya berbagi rejeki di bulan ramadhan bersama anak-anak yatim dan kaum dhuafa merupakan bentuk silaturahmi dengan masyarakat di dua desa  tempat PT. Cikenreng berada.

"Ini yang ke dua kalinya PT Cikencreng melakukan kegiatan serupa", jelas Phatan (04/06)

Phatan menambahkan, kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutinnya di setiap bulan ramadhan, karena ini merupakan kewajiban perusahaan untuk bisa berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu di wilayah Kecamatan Cimerak.

Sementara  camat Cimerak, H. Agus, MH sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PT. Cikencreng, khususnya dalam rangka mengisi kegiatan di buklan yang penuh berkah ini, sedhingga kegiatan seperti ini pun bisa diikuti pengusaha lainnya yang ada di di Cimerak.

“Semua elemen yang ada di Cimerak tentunya sangat mengapresiasi kegiatan PT Cikencreng ini, dimana perusahaan bisa menyisihkan sebagian keuntungannya untuk  anak-anak yatim dan masyarakat yang kurang beruntung." paparnya.

Selain bisa menambah amal ibadah di bulan suci, menurut Agus, semoga bisa membawa berkah, baik untuk perusahaan atau pun untuk masyarakat sekitar. (AGE)

WARGA CIJULANG SERBU BAZAR RAMADHAN DI DEPAN MESJID AGUNG

CIJULANG - Kegiatan bazzar ramadhan di depan mesjid agung Desa Cijulang Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ternyata banyak diminati masyarakat terutama saat jelang berbuka puasa. Pasalnya, banyaknya aneka makanan ta’jil (untuk berbuka puasa), seperti es kelapa muda, kolek kolang kaling, dan makanan khas lainnya yang semuanya menjadi makanan khas di bulan ramadhan selalu jadi buruan warga untuk berbuka.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Cijulang,  H. Abdul  Gofar yang biasa dipanggil Opang, kegiatan bazzar ramadhan ini selalu dilaksanakan hampir setiap tahun, karena kegiatan seperti ini memang sangat positif baik bagi para pedagang maupun masyarakat lainnya.

Opang menambahkan, ini sangat menguntungkan baik untuk pedagang atau pun masyarakat, karena pedagang tidak perlu berkeliling menjajakan makanan hasil olahannya ke rumah-rumah.

"Dan masyarakat pun tidak perlu repot membuat menu berbuka puasa, tinggal datang kesini karena semuanya sudah tersedia tinggal memilih makanan apa yang kita suka dengan harga yang terjangkau", ungkapnya.(04/6)

Sementara menurut seorang pedagang, Iis (35), ia merasa senang dengan digelarnya bazar ramadhan ini, karena selain mendapat keuntungan ia pun bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya dan sangat jarang momen ini ada di waktu waktu lain.

"Selain dapat untung buat bekal lebaran, melalau bazzar ini saya dapat bertemu teman-teman dan ngabuburit dengan keluarga di sini. "imbuhnya. (AGE)

HARI INI WABUP PANGANDARAN LANTIK 56 KEPALA SEKOLAH

Berwawasan luas dan harus siap membantu pimpinan serta perlu ditegaskan juga, yang mendapat promosi jabatan pada kesempatan kali ini agar segera menyusun program kerja untuk meningkatkan kualitas kinerja dengan dengan Standar Pelayan Minimal (SPM).

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, di hadapan sekitar 50 guru yang baru dilantik menjadi kepala sekolah bertempat di aula setda.

“Setelah pelantikan ini, tentunya baperjakat pun akan melakukan evaluasi terhadap tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan sebagai bekal kerja dan dedikasi saudara. “kata Adang.

Adang mengatakan, memang berat membangun pendidikan yang berkualitas, relevan dan berdaya saing. Semangat dan komitmen harus tetap menyala agar mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, tentunya dengan senantiasa mengembangkan  sikap serta budaya kerja positif.

“Tugas anda yang bbaru ini merupakan sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab serta niat tulus dalam pengabdian terhadap masyarakat. “imbuh Adang.
(ANTON AS)

SMK IT NURUL HIKMAH JATIWARAS GELAR KEGIATAN SERVIS MOTOR MURAH

TASIKNEWS- Mempersiapkan anak didik menjadi terampil, mandiri dan siap kerja pasca keluar sekolah menjadi komitmen bersama para pendidik SMK IT Nurul Hikmah, kedisiplinannya dalam menjalankan komitmen ini pihak sekolah sangat tegas. Anak didik di semua jurusan (Tata Busana dan Otomotif ) sejak dini dituntut mandiri karena sekolah mengajarkan kemandirian pada siswanya dengan mengenalkan rasanya hidup di dunia kerja nyata melalui penggemblengan mental salah satunya lewat uji kompetisi (ujikom), PKL dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.

Pasca gebrakan di jurusan Tata Busana (busana butik), dengan menggelar peragaan busana hasil kretifitas anak didik di hadapan warga dan pemberdayaan masyarakat setempat pada saat kompetensi keahlian bidang lain, yakni, otomotif (teknik sepeda motor) ternyata mendapat sambutan luar biasa.

Saat ditemui di tempat tinggalnya, Kepala SMK IT Nurul Hikmah, Dudu Durahman,S.Pd.i, pihak sekolah berupaya agar lulusan sekolahnya siap pakai, karena sejak sekolah siswa sudah dituntut  mandiri. Seperti dipersiapkan untuk mengenal dunia nyata. berinteraksi dilapangan sesuai jurusannya serta bisa terlibat langsung dengan aktifitas usaha masyarakat.

"Kami buka wawasan pada siswa tentang dunia kerja, biar mereka dapat menciptakan lapangan kerja dan bukan sebagai pekerja," papar Dudu.(4/6)

Diakui Dudu,  selama ini memang peralatan praktek siswa di sekolahnya kurang kumplit, namun ternyata semua ini tidak menjadi hambatan para siswa untuk mewujudkan visi sekolah, Terwujudnya Generasi Rabbani yang Taqwa, Cerdas, Terampil dan Mandiri.

Dudu menambahkan, saat ujikom beberapa waktu lalu pihak sekolahnya digabung dengan sekolah berstatus negri yang nota bene sangat komplit sarana prasarananya, dan saat itu  anak didiknya berhasil meraih nilai yang memuaskan, masuk rangking 3 besar.

Sekolah Kejuruan yang beralamat di Kampung Unara Desa Kaputihan Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya ini juga sukses menjalin kerjasama dengan bengkel resmi AHASS Honda dengan menggelar kegiatan servis motor murah  Honda berbagai type yang dipatok Rp. 35 ribu dan dilaksanakan bertepatan dengan momen program akhir tahun sekolah, pelepasan siswa.

“Acara tersebut berjalan meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. “imbuh Dudu lagi.

Dengan adanya jalinan kerjasama dedngan sebuah perusahaan sepeda motor  PT.Agung Jaya Bersama, menurut Dudu, tentunya menjadi motivasi sekolah untuk terus memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan masyarakat.

 "Kegiatan ini akan menjadi agenda sekolah 3 bulan sekali, dan rencananya tahun depan kami juga ingin memiliki bangunan khusus bengkel resmi didepan sekolah yang akan dikelola guru- guru disini. “pungkasnya.( RUSDIANTO - ANWAR WALUYO)

PEMBANGUNAN MESJID JAMIE AL MUHAJIRIN MENANTI ULURAN TANGAN

TASIK NEWS-Walau tidak berjalan mulus, pembangunan mesjid Jamie Al Muhajirin yang berlokasi di Translok -Sanggariang  Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras, tapi tahapan pembangunannya hingga sekarang sudah bisa mencapai 80 %. Ini berkat keseriusan warga yang ingin mempunyai tempat ibadah di daerahnya walau dalam pelaksanaan pekerjaannya setahap demi setahap tergantung biaya yang terkumpul dari masyarakat

Mesjid ini berdiri di atas lahan kosong (pangangonan), dan pada tahun 2002 dulu dijadikan pemukiman penduduk yang bertransmigrasi ke Aceh ini, .

Seperti dikatakan  Ketua panitia pembangunan, Tatang, pelaksanaan rehab total ini diperkirakan menghabiskan anggaran Rp.350 juta yang diperoleh murni dari swadaya masyarakat, 80 kepala keluarga warga  2 RT dan sumbangan dari para agnia dan hamba Alloh lainnya.

“Pembangunannya pernah sempat terhenti 1 tahun  karena tidak ada biaya. “jelas Tatang.

( HERMANSYAH)

DIKLAT RAMADHAN MEMBENTUK PENDIDIKAN BERKARAKTER ANAK

MANGUNJAYA-Banyak istilah yang dinisbahkan pada bulan Ramadhan, diantaranya bulan yang penuh berkah, bulan pengampunan, bulan yang mulia dan sebagainya. Hal itu memang dinyatakan dan tersirat baik dalam Al-quran atau pun hadist-hadist Nabi Muhammad saw.

Bahkan bulan Ramadhan sering disebut juga bulan pendidikan dan pelatihan bagi orang-orang yang beriman, karena tidak hanya menawarkan pahala yang berlipat ganda namun juga menawarkan proses pendidikan dan pelatihan dalam membentuk akhlak mulia yang bermuara pada pembentukan insan kamil.

Dan mengingat betapa pentingnya untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak usai dini, Yayasan Pendidikan Kamilul Huda yang terletak di Dusun Desa Rt 03 Rw 01Desa mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) ramadhan untuk anak usia sekolah yang diikuti siswa-siswi SD/MI dan SMP/MTs.

Seperti dikatakan Ketua Yayasan Pendidikan Kamilul Huda, Ustadz Hanif, ini merupakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk mengisi kegiatan siswa di bulan ramadhan.

“Diharapkan dengan mengikuti diklat seperti ini, pendidikan berkarakter pun bisa mudah melekat pada seluruh peserta didik. “ungkap Hanif.(2/6)

Ditambahkan Hanif, pihaknya merasa bersyukur karena kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ramadahan ini menjadi skala perioritas program kebijakan pemerintah daerah. 

“Sekaligus ini membuktikan, bahwa Pemda Pangandaran sangat memperhatikan pendidikan keagamaan untuk membentuk siswa berkarakter serta berahlaq mulia. “imbuh Hanif.  (Tn)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN