POLISI BERHASIL IDENTIFIKASI PENEMUAN MAYAT DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Akhirnya Polres Ciamis berhasil mengungkap identitas mayat seorang laki-laki yang pertama kali ditemukan warga di pantai Pangandaran, tepatnya di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran pada hari jumat tanggal 1 juni 2018 lalu sekitar jam 09.00 pagi.

Menurut Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, mayat itu teridentifikasi atas nama Hendika Saputra (30), warga Dusun Sukasari Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis.

“Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Pangandaran, pada kulit tubuh dan kulit jari mengelupas, lidah tergigit, bola mata pecah, wajah rusak sulit dikenali dan pada lehar terdapat luka lebam bekas jeratan. “terang Suyadi.
Menurut Suyadi, dugaan sementara, mayat tersebut korban pembunuhan, dan untuk memastikan hal tersebut mayat pun dibawa ke rumah sakit di Bandung untuk dilakukan otopsi.

Suyadi menambahkan, saat ditemukan, kondisi mayat menggunakan celana dalam warna merah, celana pendek putih bercorak bintang warna biru dan baju berwarna coklat gelap, serta pada tangan korban sebelah kiri terdapat tato bergambar naga.

“Saat dilakukan evakuasi anggota kami bersama-sama masyarakat selama kurang lebih 1 jam, posisi korban waktu itu terkubur cukup dalam dengan kondisi abadan agak jongkok serta  kepala terikat baju. “terang Suyadi lagi.
Seperti diketahui, kejadian penemuan mayat di kawasan pantai Pamugaran ini pertama kali ditemukan seorang warga bernama Ade Wartas, warga Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran saat sedang jalan-jalan di pinggir pantai bersama seekor anjing peliharaaannya.

Menurut Ade, saat melintas di sekitar lokasi, tercium bau busuk bangkai yang menyengat hidungnya, sementara dengan naluri hewannya, anjing peliharaannya pun tiba-tiba menggonggong sambil mancakarkan kakinya seolah memveri isarat.

“Melihat tingkah anjing tersebut saya pun penasaran serta dengan menggunakan sebilah bambu saya mencoba menggali pasir, dan nampak ada rambut manusia tersembul saat galian bambunya agak dalam. “ungkap Ade.

Menurut Ade, langsung ia pun memberi tahu warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian, selang beberapa saat polisi pun tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Dan dengan dibantu warga, akhirnya mayat pun berhasil dievakuasi. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN SERAHKAN BANTUAN HIBAH KEAGAMAAN

PANGANDARAN-Pada rangkaian kegiatan Tarawih Keliling (Tarling), Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan beberapa pejabat di lingkup pemerintahan berkesempatan memberikan bantuan ke beberapa tempat kegiatan keagamaan, seperti mesjid, pondok pesantren, madrasah,  majlis taklim dan lainnya.  Salah satu penerima bantuan tersebut, Mesjid Mujahidin di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran, sebesar Rp.100 juta.

Kepada jemaah yang hadir pada Tarling tersebut, Jeje menyampaikan, pemerintah daerah sekarang tengah berusaha terus mendorong kemajuan pada sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan yang selama ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
“Ini menjadi program perioritas kami, agar masyarakat bisa merasakan langsung pembangunan yang sedang digalakan pemerintah daerah. ”ungkapnya.(29/5)

Ia menambahkan, kini masyarakat pun bisa merasakan bantuan tersebut, seperti biaya pendidikan gratis, biaya kesehatan gratis dan pembagian beras sejahtera (rastra) tanpa harus membayar.

“Selain itu pembangunan infrastruktur pun terus dipacu sehingga ini akan sangat berpengaruh pada laju perekonomian seluruh masyarakat. “iumbuhnya. (HARIS F)

TERTABRAK MOBIL BERMUATAN KELAPA, SEORANG PEMOTOR TEWAS DI TEMPAT

BANJARSARI-Seorang lelaki paruh baya yang diduga pelaku pencurian sepeda motor mengalami nasib naas saat motornya tadi siang sekitar jam 10.00 mengalami kecelakaan di jembatan Merejan Desa Ciherang Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis.(29/5)

Menurut saksi mata, kendaraan melaju dari arah Padaherang yang dikendarai korban menabrak sebuah sebuah mobil bak dengan nomer polisi D 7615 CU bermuatan kelapa yang sedang parkir di tepi jalan setelah mengisi bensin.

“Korban sepertinya mengalami luka berat di kepala sehingga mengakibatkan meninggal di tempat. “terangnya.

Masih kata saksi mata, korban langsung dibawa ke puskesmas, sementara sepeda motor yang dikendarai korban dengan nomer Z 3227 UD langsung diamankan ke Mapolsek Banjarsari.  (Tn)

MUSPIKA KECAMATAN PANGANDARAN ISI RAMADHAN DENGAN TARLING

PANGANDARAN-Mensukseskan berlangsungnya pilkada gubnernur dan wakil gubernur Jawa Barat bulan depan merupakan tugas bersama, baik pemerintah atau pun masyarakat.

Demikian disampaikan Camat Kecamatan Pangandaran, Drs. Yadi Setiadi saat menggelar acara taraweh keliling atau yang lebih popular disebut Tarling di  mesjid Al-Baqarah Desa Babakan.

“Acara tarling tahun ini memang sedikit berbeda karena bertepatan dengan akan digelarnya pilkada serentak. “ungkapnya.(28/5)

Bukan hanya Tarling, kata Yadi, kegiatan dalam mengisi bulan ramadhan ini Pemda Pangandaran pun, digelar acara pesantren kilat (Sanlat) yang pesertanya terdiri dari para pelajar tingkat SD dan SMP yang seluruh kegiatannya dibiayai dari APBD Kabupaten Pangandaran.

Dalam kesempatan sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat, menyampaikan, di bulan yang penuh rahmat ini masyarakat hendaknya bisa memperbanyak amalan dan saling peduli satu sama lain.

“Dengan cara saling menjaga lingkungannya serta selalu memakmurkan mesjid di tempat masing-masing. “kata Anwar. (HARIS F)

SANGGAR BUDAYA CIRANGKONG CANDRA LIJAYA LESTARIKAN BUDAYA SUNDA

“… Bihari Budaya sunda teh ngandung siloka, bubuka sajarah geusan narabas jalan anyar,pikeun laju kawates harepan.

Kiwari Patapakan seni budaya sunda pating rongheap awor jeung pagaliwota budaya modern, marengan kamelang  dina wirahma gelik suling nu mingkin rosa padungdeng jeung hariring sora tutunggulan totonden honcewang mangsa. 

Dina lalakon gengsi nu bubumen dina catetan generasi, atra, hariring sunda ngahiliwir dipadumukan kampung budaya di Cikeusal. Sanggar seni budaya Cirangkong Candra lijaya terus laju marengan seahna budaya luar,,,,”

TASIKNEWS- Melihat fenomena perkembangan seni budaya sunda dewasa ini sudah sangat memprihatinkan karena budaya warisan leluhur sekarang sebagian tinggal kenangan dan mulai ditinggalkan. Dan mirisnya, minat generasi muda untuk mendalami seni budaya sunda pun sangat langka, sementara kran budaya asing terus terbuka lebar.

Melihat “sebuah pertempuran budaya “ di negeri sendiri seperti ini tentunya menimbulkan  rasa kekhawatiran masyarakat, khsusunya para pelaku seni budaya walau segala upaya dalam rangka melestarikan seni buhun ini terus dilakukan, semisal, pelestarian seni budaya warisan yang ada di Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, Sanggar Seni Budaya Candra lijaya.

Kemunculan sanggar ini merupakan bentuk dari rasa kepedulian dalam upaya melestarikan warisan nenek moyang di tengah gebyarnya budaya luar yang merasuki generasi muda.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Cikeusal, Basir, di desanya sekarang telah terbentuk perkampungan budaya, tepatnya di sanggar seni Candra lijaya Cirangkong tempat kesenian budaya buhun tetap dilestarikan.

Hampir 5 tahun berjalan, pada momen-momen tertentu semisal, perinagatan Hari kemerdekaan 17 agustus artau hajat lembur yang sudah rutin di gelar setiap tahun, pada acara itu pagelaran seni budaya selalu ditampilkan.

“Dan secara umum, di Kabupaten Tasikmalaya sendiri nama Sanggar seni budaya Cirangkong Candra Lijaya sudah tidak asing lagi, bahkan Dinas Pariwisata sendiri sudah mengetahui agenda rutin tahunan hajat lembur di Desa Cikeusal. “jelas Basir.(21/5)

Dalam melakoni setiap proses pada acara ritual hajat lembur, lanjut Basir, ada sejarah seni tersendiri yang harus ditempuh, dari setiap proses atau memasuki sebuah fase seni yang ditampilkan pada acara ritual hajat lembur ada makna yang sangat dalam terkandung baik dari irama maupun gerakan.

Penampilan seni pada acara Hajat lembur, masih cerita Basir, dimulai dengan menampilkan seni beluk yakni permulaan membajak sawah ( bekerja), seni rangkong, kesenian mengangkut hasil padi dari sawah, kemudian dibawa ka rumah, di sini muncul fase seni tutunggulan yakni saat menumbuk padi yang dilanjutkan langsung ke fase hajat. Pada Fase terakhir ini masyarakat disuguhi hiburan Terbang Gebes, maen po, lais dan debus.

“Dalam acara hajat lembur ini ada fase-fase yang harus dijalankan, tidak asal muncul tapi ada  sejarah seni yang harus dijalankan,” ujarnya.

Bahkan dalam setiap helaran budaya yang digelar didaerahnya, masih kata Basir, permainan anak-anak  zaman baheula (dulu), seperti gobang, juga dimunculkan.

Menurut Basir, saat ditemui PNews di kantor, seni budaya sunda di Desa Cikeusal selain  dikenal di tingkat kabupaten juga sering diundang ke Jakarta, seperti di Taman Mini, dengan menampilkan beberapa kesenian, diantaranya, Seni Terbang gebes, rengkong, beluk,Tutunggulan dan Angklung Buncis.

Dengan kesungguhan masyarakat, Basir pun  yakin untuk melestarikan peninggalan seni budaya sunda, sudah sepantasnya Desa Cikeusal menjadi buah bibir. Pasalnya, desa yang berada ditengah-tengah perbatasan 4 kecamatan, kecamatan Sukaraja, Sodonghilir, Parungponteng dan Bojonggambir ini sering menjadi obyek penelitian para pelaku seni semisal dan mahasiswa bahkan dari luar negri.

Dengan adanya kampung budaya di daerahnya, Basir pun berharap adanya regenerasi yang bisa menghidupkan seni budaya sunda, kartena selama ini ia melihat minat remaja menekuni seni budaya sunda sangat jarang terutama yang terkait dengan masalah anggaran. Dan selama ini juga anggaran untuk melaksanakan acara rutin hajat lembur didapat dari hasil swadaya masyarakat.

“Intinya, untuk usaha  melestarikan seni budaya sunda sangat kesulitan, disatu sisi kegiatan harus berjalan disatu sisi lain terbentur pengadaan alat kesenian,’ papar Basir.  *** (Rusdianto)

MULAI TANGGAL 27 MEI, SISWA AKAN IKUTI DIKLAT RAMADHAN

PADAHERANG-Pelaksanaan Diklat Ramadhan siswa-siswi yang serentak dilaksanakan se-Kabupaten Pangandaran pelaksanaannya akan dimulai tanggal 27 Mei 2018. Dan untuk melakukan persiapan kegiuatan tersebut, UPTD Dikporan yang ada di tiap-tiap kecamatan pun sudah mengundang seluruh pengelola, seperti Madrasah Diniyah, pengasuh pondok pesantren, ketua MUI desa dan seluruh kepala desa.

Seperti yang dilakukan Kecamatan Padaherang, menurut kepala UPTD Dikpora Padaherang, Endang Mulyono, dalam pertemuan dengan pengelola lembaga keagamaan yang digelar di aula kantor UPTD (22/5), agar pelaksanaan diklat ramadhan dalam pellaksanaannya bisa maksimal.

“Kami berharap  kegiatan yang rutin dilaksanakan bulan ramadhan ini bisa menghasilkan pendidikan keagamaan yang berkualitas bagi peserta didik. ”ungkap Endang.(22/5)

Endang juga mengatakan, sesuai harapan Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang sudah mencanangkan program ini, siswa pun hendaknya bisa melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan bulan ramadhan tahun ini.
“Untuk itu kami menghimabau agar data siswa benar-benar valid, karena data ini akan ditandatangani langsung bupati. “kata Endang.

Sementara Ketua MUI Kecamatan Padaherang,  KH. Suhendi, menjelaskan terkait biaya kegiatan Diklat Ramadhan ini dibiayai dari APBD Kabupaten Pangandaran.

“Dengan perincian, bagi yang mondok Rp.90 ribu per siswa dan yang tidak mondok Rp. 25 ribu, dan ini semuanya dibiayai pemerintah daerah.”terang  Suhendi. (NANA HOERUMAN)

PEMKAB PANGANDARAN GELAR RAPAT KOORDINASI UNTUK MENJAGA KONDUSIFITAS DAERAH

Kejadian gangguan keamanan aksi teroris di beberapa kota, langsung disikapi pihak TNI/Polri dengan menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam mengantisipiasi aksi terorisme sekaligus dalam rangka persiapan keamanan menyambut hari Raya Idul Fitri, yang digelar di aula setda Pangandaran.(18/5)

Menurut Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Reza Nur Patria, koordinasi dan komunikasi sudah menjadi keharusan walau pun tidak mudah direalisasikannya.

“Kita perlu saling bahu membahu dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat secara bersama sama, dan apa pun alasannya kita tidak boleh main hakim sendiri, perlu koordinasi."ungkap Reza.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam sambutannya menyampaikan, akhir-akhir ini pihak kepolisian seringkali menjadi sasaran teror dari para teroris, mungkin karena polri merupakan lembaga yang paling depan mengantisipasi terorisme.

“Di wilayah Pangandaran, personil keamanan baik TNI/Polri serta seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama yang terkait masalah terorisme ini. “kata bupati.

Bupati juga berharap, peran ulama dalam memberikan dakwahnya pada umat agar bisa memberikan rasa damai yang akan menyentuh semua pihak.

Keberadaan FPI di Pangandaran, menurut Jeje, selama ini cukup baik, karena ia juga tahu ciri-ciri  radikalisme dan terorisme. Antara lain, dalam kegiatan eksklusifnya mudah mengkafirkan orang yang tidak sejalan dengan mereka.

“Kami tidak melarang FPI ada di Pangandaran, karena ini dilindungi undang undang, tapi kami tidak setuju dengan maraknya peredaran minuman keras, karenanya dibutuhkan aturan yang disesuaikan dengan kultur Pangandaran.” imbuh Jeje.

Jeje menambahkan, mulai sekarang para kepala desa harus mengaktifkan kembali fungsi roda serta selalu menyiapkan buku tamu agar bila ada orang asing yang berkunjung ke wilayah masing-masing bisa diketahui sejak awal.

“Kami ingin Pangandaran tetap bisa menjaga kondusifitas terlebih sekarang di saat bulan ramadhan, sehingga umat pun bisa tenang dalam menjalankan ibadahnya. “pungkasnya.
(HARIS F)

JELANG RAMADHAN, PANTAI KARAPYAK DIPENUHI WARGA UNTUK MUNGGAHAN

Sudah tepat jika masyarakat memilih Obyek Wisata (OW) Pantai Karapyak untuk acara munggahan (tradisi masyarakat dalam menyambut datangnya bulan ramadhan). Pasalnya, selain pemandangan alam lautnya yang indah, suasananya pun sangat mendukung untuk kumpul dan makan bersma  keluarga di bawah rindangnya pepohonan serta pemandangan di depan mata hamparan laut dengan gulungan ombak kecil yang saling berkejaran.

Pantai Karapyak yang berlokasi di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, tepatnya sekitar 12 km sebelum OW Pantai Pangandaran dari arah Kota Banjar, sudah lama sering menjadi pilihan wisatawan yang datang bersama keluarga.    

Dengan latar belakang Pulau Nusakambangan, di Karapyak pun wisatawan bisa melihat warna kecoklatan air sungai Citanduy yang masuk melalaui muara Sagaraanakan bercampur dengan birunya air laut, sebuah sajian alam eksotik anugerah Yang Maha Esa.

Satu lagi, saat air laut sedang surut, nampak terlihat karang-karang  yang membentuk kolam-kolam kecil dengan aneka ikan hias di dalamnya bak akuarium alam yang siap memanjakan mata pengunjung yang datang kesana.
Tidak hanya wisatawan asal luar kota, ternyata Pantai karapyak pun masih menjadi idola warga sekitar untuk sekedar menggelar acara munggahan. Seperti yang dilakukan rombongan KUA Padaherang yang datang bersama KUA Mangunjaya dan Kalipucang, seluruh amil, penyuluh dan stap.

Menurut Kepala KUA Padaherang, Drs H Mamuri, selain dekat dan tentunya biayanya murah, pilihan Pantai Karapyak untuk acara munggahan tahun ini karena memang keadaan alamnya sangat cocok.

“Selain cocok menjadi tempat tadabur alam, di bawah rimbunnya pohon kami juga bisa santai dan makan bersama dalam suasana santai. “ungkap Mamuri.(10/5)

Mamuri menambahkan, dan momen ini memang menjadi sangat penting untuk menjalin rasa kekeluargaan diantara sesamaa, khususnya di lingkup keluarga besar KUA. (NANA HOERUMAN)

H. ADANG HADARI: “STOK DAN HARGA SEMBAKO DI KABUPATEN PANGANDARAN MASIH TERKENDALI”

PANGANDARAN-Menjelang bulan suci Ramadlan tiba, harga-harga sembako mulai ada peningkatan, seperti harga daging sapi, kini mencapai Rp.120 ribu per kg, ayam sayur masih pada kisaran Rp.36 ribu’kg, harga telur yang sebelumnya Rp. 24 ribu kini merangkak menjadi Rp. 27 ribu/kg, sementara beras belum ada kenaikan signifikan.

Untuk memantau ketersediaan barang dan harga tersebut, Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadiri, melakukan kunjungan langsung ke pasar-pasar, diantaranya pasar Pananjung Pangandaran, yang merupakan pasar terbesar di Kabupaten Pangandaran. (16/5)

Kepada awak media, Wakil Bupati, mengatakan, hal ini dilakukan karena tanpa adanya pengawasan dari pemerintah dikhawatirkan ketersediaan barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok masayarakat dan harganya tidak terkontrol.

“Ini merupakan tanggungjawab pemerintah agar masyarakat tetap tenang menghadapi ramadhan ini. “ungkap Adang.

Sementara menurut Ketua Pengurus Harian Pasar Pananjung (PH2P) H. Aripin, kehadiran wakil bupati  yang langsung mendatangi pasar ini sedikit banyak memberikan pengaruh positif baik bagi para pedagang atau pun mayarakat konsumen, karena secara langsung pemerintah bisa mengetahui stok barang-barang kebutuhan pokok menjelang ramadhan sekaligus harga yang berlaku di pasar.

Selain itu, menurut Aripin, pemerintah daerah juga sangat serius memperhatikan kondisi pasar ke depan, dan diharapkan pada tahun 2020 nanti pasar Pananjung Pangandaran ini dipindahkan ke tempat yang lebih kondusif karena jika lokasi pasar masih disini khawatir berhadapan dengan toko-toko modern yang jaraknya sangat berdekatan.

“Yang jelas pasar Pananjung bisa lebih tertata dan lebih baik lagi, " jelasnya. (HARIS F)

H. OTONG AMINUDIN: “PANGANDARAN HARUS PUNYA MUI-MART”

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, H.  Otong Aminudin, saat ditemui PNews usai mengikuti pelantikan pengurus MUI di Wonoharjo, berharap di Kabupaten Pangandaran ini ada MUI-Mart untuk sosialisasi garapan kerja bidang ekonomi MUI.

“Misaklnya, membuat mini market, café halal atau bidang usaha lainnya. “jelas Otong.(14/5)

Menurut Otong, keinginan dan niat itu pernah ia sampaikan ke Presiden, Jokowi, saat berkunjung ke Pangandaran beberapa waktu lalu.

"Dan saat itu Bapak Presiden balik bertanya, mau usaha apa MUI, dan saya jawab waktu, ya semisal MUI-Mart atau sejenisnya. “jelas otong. (HARIS F)

UNTUK MENANGKAL PAHAM RADIKALISME, PEMERINTAH, ULAMA DAN MASYARAKAT HARUS BERSATU


Belakangan ini aksi terorisme mencuat kembali di Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur dengan korban belasan jiwa dan puluhan lainnya luka-luka. 


Kejadian seperti itu tidak akan terjadi di Kabupaten Pangandaran jika unsur pemerintah, ulama dan masyarakat bersatu pada menjaga hubungan baik antar sesama.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pada acara pelantikan dan ta'aruf DPD Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran bertempat di pesantren Bani Husen Wonoharjo Pangandaran. (14/5)

"Pangandaran merupakan daerah multy kultur dan Daerah Ototnomi Baru, tentunya tugas pemerintah daerah bukan saja menyatukan ukhuwah antara ulama dan umaro, tentu saja sebagai daerah wisata wisatawan. “ungkap bupati.

Menurut bupati, bulan ini saja kunjungan turis baik dari manca negara atau domestik ada sekitar 140 ribu orang, secara ekonomis tentu ini akan memajukan geliat perkonomian masyarakat dan penghasilan daerah yang signifikan, walau secara asfek sosial tentunya akan terjadi gesekan di masyarakat.

Untuk itu, kata bupati, pemerintah bersama-sama MUI berupaya mengantisipasi hal itu seperti, seperti dengan program Pangandaran mengaji, Ajengan Masuk Sekolah (AMS) dan gerakan keagamaan lainnya yang pada intinya itu semua wujud kerjasama pemerintah dengan MUI sebagai mitra.

Dan dengan program-program keagamaan tersebut, pemerintah daerah berharap peran MUI lebih aktif lagi.

"Jika ulama, pemerintahan dan masyarakat bersatu kejadian musibah seperti di Surabaya Insaalloh tidak akan terjadi di Kabupaten Pangandaran.," tegasnya. (HARIS F)

PANTAI BATUKARAS MASIH MENJADI PAFORIT MUNGGAHAN

Di saat menjelang datangnya bulan suci ramadhan, masarakat lajim menyebutnya munggahan, Pantai Batu Karas masih tetap menjadi objek wisata paforit masyarakat.

Mungkin sudah menjadi tradisi tahunan, warga Pangandaran dan kota-kota lainnya setiap kali kedatangan bulan yang penuh rahmat ini dijadikan momen makan bersama (botram) dengan mengunjungi tempat-tempat wisata terdekat, salah satunya Pantai Batukaras di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. (12/5)

Seperti yang lakukan anak-anak SDN 5 Pangandaran, walaupun setiap hari bersentuhan dengan alam laut dan hiruk pikuk wisatawan, tetapi kerinduan untuk menikmati makan bersama di tengah alam terbuka atau pantai, menjadi sat yang ditunggu-tunggu.

"Kami sudah biasa menghibur anak anak menjelang ramadhan tiba dengan mengajak berwisata ke tempat yang tidak jauh dari sekolah, dan pantai batuKaras ini merupakan salah satu tempat wisata paporit anak anak, tahun yang lalu juga kesini," jelas kepala sekolah SDN 5 Pangandaran. (HARIS F)

DIDUGA LANGGAR NETRALITAS ASN, PANWASCAM LANGKAPLANCAR PANGGIL SEORANG PERAWAT

Diduga melanggar netralitas ASN, seorang perawat Puskesmas di Pangandaran dipangil Panwascam Langkaplancar untuk dimintai diklarifikasi terkait foto yang bersangkutan bersama dengan calon gubernur nomor urut 4, Dedi Mizwar yang diupload di media sosial (facebook) dan dijadikan  poto profinya atas nama Ali Mahmud Rosadi.

Ketua Panwaslu Kecamatan Langkaplancar, Oteng Dakik Solehudin membenarkan pihaknya telah mengundang ASN tersebut untuk dipintai keterangannya dan klarifikasi yang dijawalkan hari ini (sabtu, 12/5) di Sekretariat Panwaslu Kecamatan Langkaplancar.

“Selain yang bersangkutan kami juga memanggil seorang saksi yang dianggap memang perlu diminta kesaksiannya. “ujar Oteng.(11/5)

Kang Oteng sapaan akrab Ketua Panwascam Lankaplancar ini juga mengatakan, ASN tersebut diduga telah melanggar Peratutan Pemerintah (PP) nomer 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korp Pegawai Negeri Sipil.

Namun walau demikian, kata Oteng, panwascam juga patut menghormati prinsif praduga tak bersalah, yang paling penting pihaknya tidak akan membiarkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi diwilayah kerjanya.

“Yang pasti hasilnya nanti akan kita ketahui setelah yang bersangkutan kami klarifikasi. “pungkas Oteng. (Tn)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN