ASEP HERDIANSYAH, PROFIL GURU HONORER DI PELOSOK DESA

CIMERAK-Berbadan agak gemuk, bergodeg, bercambang dan murah senyum menbuat penampilan berwibawa. Itulah sosok Asep Herdiansyah dengan prestasi di bidang pramuka dan olahraga, dua  bidang yang menjadi paporitnya.

Dengan keahliannya, Asep pun terus berbakti menjadi seorang honorer di Madrasah Tsanawiya (MTs)  Al Kautsar, sekolah swasta dibawah naungan Yayasan Al Kautsar yang dipimpin Dadan Nasrulloh,SPd ini baru berdiri tiga tahun dan hingga saat ini masih menempati gedung  SDN2 Limusgede di Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. beruntung ada SD yang demerger, sehingga bangunan sekolah tersebut bisa ditempati MTs  Al Kautsar.

Tapi walaupun baru tiga tahun berdiri,  Mts  Al Kautsar  telah mengantongi berbagai prestasi, dan ini berkat  jerih payah dan binaan seorang Asep Herdiansyah.

Asep yang  jebolan MA Al furqon  Cimerak  memang tergolong  siswa aktif khususnya bidang Kepramukaan. Ketika masih sekolah ia pun kerap dipercaya menjadi pelatih dan pembimbing di bidang pramuka, karena bidang pramuka memang menjadi salah satu bidang yang dimunculkan.

Dalam berbagai kursus dan pelatihan kepramukaan,  Asep pun selalu diikutkan, baik tingkat Kecamatan, Kabupaten atau pun propinsi. Sehingga tak heran jika sampai sekarang banyak jabatan yang dipegangngnya, seperti  Pembina PMR, Pramuka, penca Silat,Pengurus Saka Taruna Bumi Cimerak, Ketua Bidang  Pembinaan dan Pengembangan Dewan Kerja Cabang Kabupaten Pangandaran  dan Kordinator Saka Bahari, dan torehan prestasi pribadinya pun sudah banyak diaraih, seperti juara Tergigih HRSB Lintas Alam se-Jabar dan Jateng dan juara satu Tenis Meja Doble Putra  se-Kabupaten Ciamis.

Asep yang lahir dari pasangan Bapak Aep Saepudin dan Ibu Ida Darwati ini sejak  SD memang tergolong anak mandiri, sejak kecil ia diurus kakek dan neneknya, Adem dan Cacih yang tinggal di Dusun Mekarjaya Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak. Kakek dan neneknya sangat sayang sekali dan berharap suatu saat nanti seorang Asep Herdiansyah bisa menjadi orang yang sukses.

Sekarang Asep aktif menjadi tenaga  pelatih ekstrakulikuler husus bidang Kepramukaan, Olahraga dan Bela Diri, dan berkat keberadaaanya di Mts  Al Kautsar, terbukti banyak kejuaraan-kejuaraan yang disandangnya. (RASIMUN)

INI ASAL MULA CERITA JALAN TIWAR PANGANDARAN

PANGANDARAN-Mungkin tak banyak masyarakat yang tahu asal muasal nama “jalan Tiwar” di Desa Wonoharjo berbatasan dengan Desa Pananjung, tepatnya sebelah barat SMA Muhammadiyah dari arah terminal Pangandaran ke arah Cijulang.

Konon, jalan tersebut  dinamai jalan Tiwar diawali pada tahun 1959, saat itu di seberang jalan Tiwar berdiri sebuah warung nasi yang cukup populer.

Seperti dikisahkan warga sekitar, H. Aripin, warung nasi tersebut yang saat itu berada tepat di depan markas TNI Angkatan Darat Batalion 321, dikelola sepasang suami istri, Bapak dan Ibu Tiwar.

"Pada masa itu Warung nasi Bu Tiwar sangat terkenal karena pas di depan markas tentara, sudah tentu  banyak anggita TNI dan masyarakat sekitar yang membeli dan makan di sana," jelasnya. (7/4)

Kata H. Aripin, yang tinggal tidak jauh dari warung Tiwar, saat itu usianya baru menginjak 6 tahun, sehingga ia ingat betul dan sampai saat ini pun masih terbayangan hiruk pikuk ramainya pembeli yang datang tiap hari belanja dan makan di warung itu.

Hal senada dikatakan Bangbang, menurutnya, dahulu warung nasi Tiwar cukup terkenal karena selain berada persis di bahu jalan warung itu pun tidak pernah sepi pembeli.

“Sehingga saat itu hampir seluruh warga sekitar sangat akrab dengan nama warung Bapak-Ibu Tiwar. “ungkanya.

Dikatakan Bangbang, mungkin karena saking akrabnya nama itu sehingga warga pun jika menunjukan alamat atau lokasi daerah itu selalu menyebut nama Tiwar, dan sampai sekarang pun jika warga mengatakan “di jalan Tiwar” atau sebutan “Tiwar”, masyarakat sudah paham  daerah mana yang dimaksud.

Kini warung nasi tersebut hanya tinggal cerita demikian pula markas TNI batalion 321, walau masyarakat dapat melihat sedikit sisa-sisa tugu markas tentara tersebut.

Seiring berjalannya waktu, kini sekitar jalan Tiwar semakin ramai dan padat dengan hunian warga atau lalu lalang kendaraan bermotor, baik menuju desa Purbahayu, Dusun Kadung Rejo maupun jalan Siliwangi yang membelah antara Dusun Kadungrejo dan Dusun Karang Salam Pananjung. (HARIS F)

MA DOMINASI KEJUARAAN LTUB SE-KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Madrasah Aliyah (MA) mendominasi kemenangan pada kegiatan Lomba Tata Cara Upacara Bendera (LTUB) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran tanggal 26 Maret 2018 lalu tingkat SMA/SMK/MA sederajat tingkat kabupaten.

Dalam sambutannya Kadisdikpora, H.Surman, menyampaikan, pentingnya kegiatan ini untuk menumbuhkan kembangkan nilai-nilai karakter berbangsa serta mencetak generasi-generasi kuat dan tangguh.

"Saya ambil contoh beberapa kegiatan di dalam upacara bendera yang memiliki nilai-nilai karakter bangsa, seperti pengibaran bendera merah-putih, disana terdapat nilai luhur yang dapat ditumbuhkan di dalam kegiatan pengibaran bendera ini", ungkapnya.

Bagi petugas pengibar bendera, lanjutnya, ada nilai gotong royong dan kebersamaan yang bisa diambil saat melaksanakan tugasnya, petugas pengibar bendera harus terbiasa dan bisa mengharmoniskan posisi badan, gerakan ayunan tangan dan hentakan kaki. Diantara petugas bendera itu tidak boleh ada yang berbeda gerakan dan sikapnya, karena jika ada, maka pelaksanaan upacara benderanya bisa dinyatakan kurang baik.

“Hal ini dikarenakan pengibaran Sang Merah Putih merupakan ruh atau kegiatan inti dari pelaksanaan upacara bendera. "tambahnya.

Surman berharap, kegiatan LTUB ini dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter kebangsaan anak didik, sehingga pada akhirnya tujuan pendidikan karakter yang dicita-citakan dapat terwujud.

Usai melaksanakan sambutan, Kadisdikpora pun langsung menyerahkan piala dan tropi penghargaan kepada para pemenang lomba.(06/04)

Sementara Kepala Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Pangandaran, Cece Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan kemenangan yang diraih para siswa menjadi juara ke dua, ke tiga dan juara harapan.

"Kemenangan ini merupakan wujud dari jargon madrasah bermartabat dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang didanai dari program Pangandaran hebat atau sekolah gratis, maka sudah selayaknya madrasah memberikan hasil terbaik bagi warga kabupaten Pangandaran", jelasnya.

Cece menambahkan, madrasah akan selalu berpartisipasi dalam semua kegiatan yang melibatkan peserta didik pada kegiatan yang diselenggarakan Pemda Kabupaten Pangandaran.

“Ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah terutama pada penguatan pendidikan karakter", tandasnya. (AGE)

PESONA PANTAI KARAPYAK, JADI SALAH SATU PILIHAN DESTINASI WISATA PANGANDARAN

KALIPUCANG –Walau namanya tak sebesar obyek wisata pantai Pangandaran dan Green Canyon, namun pantai Karapyak yang terletak di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu pantai yang cukup eksotik.

Tak hanya Karapyak, di Sekitarnya juga  terdapat pantai lain yang tak kalah mempesona, seperti Pantai Majingklak, Palatar Agung dan Pantai Karangnini, menjadi batas timur bentangan 91 km panjang keseluruhan Pantai di Kabupaten Pangandaran.

Dari pantai Majingklak yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap Provinsi Jateng melewati Pulau Nusakambangan, mungkin bisa jadi alternative rangkaian wisata pantai hingga ke  Pantai Keusik Luhur di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak, berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya Jabar.

Seperti dituturkan Kasi Promosi wisata di Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran, Asep Kartiwa, tidak ada salahnya wisatawan mencoba berkunjung ke tempat-tempat tersebut agar tahu, destinasi wisata Pangandaran bukan hanya pantai Pangandaran, Green Canyon, Batuhiu atau Pantai batukaras saja, yang selama ini memang sudah akrab dengan wisatawan, akses menuju semua wisata itu pun sudah mulus dan tidak jauh dari jalan utama.

“Seperti Karapyak, hanya 1,5 jam perjalanan dari Kota Banjar, tepatnya sekitar 12 kilo meter sebelum masuk Pangandaran dan hanya beberapa menit saja dari jalan utama menuju lokasi. “terang Asep. (6/4)

Salah satu keindahan yang bisa ditawarkan Pantai Karapyak, ada fenomena alam menjadi pesona tersendiri saat air Sungai Cintaduy dengan arus besar menuju laut, seketika air laut pun berubah warna menjadi merah kecoklatan, sementara warna luat di sekitarnya tetap biru.

Sarana akomodasi pun tersedia, bahkan bagi remaja yang punya hobi kemping, ada Karapyak Glamping yang menyediakan peralatan berkemah dengan fasilitas jaman now.

“Perbedaan warna tersebut sangat kontras sehingga menjadi pemandangan yang mempesona,  untuk melihat penomena tersebut tidak perlu jauh-jauh ke eropa, karena di Karapyak juga ada. “ ungkapnya.

Masih di Karapyak, lanjut Asep lagi, hamparan pasir putih terbentang bak permadani dengan kolam-kolam kecil di pinggir pantai seperti aquarium alam tempat biota laut berkembang biak, merupakan pemandangan alam yang mejadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk bermain di sepanjang pantai.

"Tapi pengunjung harus tetap hati hati, jangan sampai merusak biota lautnya dan jika anda ingin tahu Pulau Nusakambangan yang fenomenal juga tenyata cukup dari Pantai Karapyak", imbuh Asep

Pada pengunjung yang punya hobi memancing, menurut Asep, Pantai Karapyak juga bisa dijadikan salah satu reperensi. Banyak spot pemancing, baik dengan menyewa perahu atau cukup sekedar di pantai dan  Sungai.

“Para nelayan disana pun banyak menyediakan umpan serta siap memenuhi selera strike para angler. “imbuh Asep. (AGE)

DPRD PANGANDARAN BERI APRESIASI PADA RIBUAN MASSA MPPP

PARIGI-Ribuan massa yang yang menamakan dirinya, Masyarakat Peduli Pembangunan Pangandaran (MPPP), datang ke gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya pada wakil rakyat. (5/4)

Menurut Ketua MPPP, Adnan, kedatangannya dengan DPRD untuk memberikan dukungan pada program pembangunan Pemkab Pangandaran terkait penataan objek wisata.

"Kami semua berharap, pembangunan yang sudah direalisasikan bisa menjadi salah satu penunjang visi-misi Kabupaten Pangandaran menjadi wisata mendunia,"ungkapnya.

Adnan juga mengatakan, massa aksi yang hadir pun siap menjadi garda terdepan mendukung program pembangunan dan penataan wisata.

Menurutnya, pihaknya siap meperhatikan kepentingan yang lebih besar dan masa depan Pangandaran sebagai kawasan wisata terbaik se Jawa Barat dengan dukungan seluruh masyarakat yang terdiri dari pedagang, pelaku wisata, nelayan dan masyarakat umum lainnya.

“Kami ikhlas dan sadar menerima penataan kawasan wisata dan relokasi pedagang objek wisata Pantai Pangandaran. “tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Iwan M Ridwan mengatakan, di hadapan ribuan massa , menyampaikan, secara kelembagaan DPRD mengapresiasi aksi yang dilakukan MPPP, dan tentunya segala bentuk aspirasi dan dukungan masyarakat ini akan disampaikan pada pemerintah daerah.

“Atas nama DPRD Pangandaran, saya mengucapkan terima kasih terhadap kepedulian masyarakat yang telah mendukung program pemerintah, dan secara lembaga DPRD Pangandaran pun akan menindaklanjuti aksi dukungan ini secara tertulis. “kata Iwan. (ANTON AS)

SETELAH PENYESUAIAN NJOP, PBB-P2 TAHUN 2018 KABUPATEN PANGANDARAN MENINGKAT 76.33%

PARIGI- Semakin besar porsi PAD yang diperoleh melalui sektor pajak daerah, maka semakin tinggi kemandirian fiskal suatu daerah untuk leluasa melakukan pembangunan dan perbaikan pelayanan publik bagi masyarakatnya.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Drs. Hendar Suhendar S, MM, dalam acara Launching Pendistribuasian SPPT PBS-P2 Tahun Pajak 2018, yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Pangandaran. (4/4)

Dikatakan Hendar,  Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan evaluasi dan pembenahan, khususnya sektor PBB-P2 dan saat ini telah diterbitkan  SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) PBB-P2 tahun 2018 kepada wajib pajak dengan melakukan penyesuaian nilai jual objek Pajak (NJOP).

"Hal ini dilakukan karena sejak tahun 2003 pengenalan pajak daerah berupa PBB-P2 NJOP belum pernah dilakukan penyesuaian,"Ujar Hendar Suhendar.

Masih kata Hendar, saat ini telah diterbitkan SPPT PBB Perkotaan sebanyak 29.303 dengan ketetapan Rp. 3.499.152.904 dan SPPT PBB Perdesaan sebanyak 427.900  dengan ketetapan Rp. 13.211.462.314, dengan total 455.481 dengan ketetapan Rp 16.710.615.218,-

Ketetapan PBB-P2 tahun pajak 2018 ini meningkat signifikan menjadi Rp. 16.710.615.218.- (76.33%) dari ketetapan PBB-P2 tahun lalu sebesar Rp. 9.474.357.747,-.

Hendar menambahkan, untuk SPPT PBB Perkotaan: 29.312, ketetapan : Rp. 2.135 020.895.
dan SPPT PBB Perdesaan 426.169. ketetapan : Rp. 7 339.336.852. Total Jumlah 455.481 dengan ketetapan  Rp. 9.474.357.747,-.

Pada data Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, desa dengan ketetapan PBB terendah, Desa Mekarwangi Kecamatan Langkaplancar, Rp. 38.404.865 dan desa dengan ketetapan PBB tertinggi, Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran, Rp. 1.839.656.095,.

Menurutnya, tujuan dilakukan penyesuain NJOP bumi dan bangunan, untuk menjaga nilai bumi dan bangunan yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, agar tindakan penguasaan, pemilikan dan penggarapan atas bumi dan bangunan dapat dilakukan sebijaksana mungkin dan bertanggungawab atas produktifitas penggunaan lahan sehingga nilai jual objek pajak tidak bernilai rendah bahkan seakan tidak ada harganya sama sekali.

"Semoga momentum ini dapat dijadikan wahana untuk membangun kebersamaan dalam moningkatkan kesadaran membayar PBB-P2. demi terwujudnya percepatan Pembangunan di Kabupaten Pangandaran,"ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran mengatakan, langkah ini memberikan pengaruh yang signifikan bagi penerimaan PAD agar dapat membangun lebih baik dan lebih berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya.

Di mana secara kapasitas, menurut bupati, Pemkab Pangandaran saat ini sudah bergerak melangkah dan berlari dengan beragam inovasi seiring seirama mencari pijakan-pijakan yang kokoh agar dapat melompat lebih jauh dan lebih mantap, dan dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, bersama-sama mewujudkan Pangandaran hebat.

bupati juga berharap, mudah-mudahan kemandirian fiskal Kabupaten Pangandaran sesuai dengan cita-cita bersama agar dapat segera terwujud memenuhi sebagian besar pembangunan dan pelayanan publik yang diharapkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Saya juga berharap Penyesuaian NJOP ini disosialisasikan dengan baik. “tegasnya. (AGE)

KABUPATEN PANGANDARAN RAIH SKOR TERTINGGI DIANTARA 18 DOB

PARIGI- Kunjungan kerja tim evaluasi Daerah Otonomi Baru (DOB) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka menilai DOB Kabupaten Pangandaran, berhasil atau tidaknya dalam melaksanakan pemerintahan sebagai DOB. (04/04)

Menurut Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan DPOD, Dr.Drs. Yusharto H, M.Pd, dalam penilaian tersebut, ada 10 aspek yang di lakukan tim evaluasi/

Ke sepuluh aspek tersebut, lanjut Yusharto, antara lain, embentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penataan dan pengisian porsonil OPD, pengisian DPRD, penyelenggaran wajib dan pilihan, pembiayaan dan alokasi, pengalihan asset, batas wilayah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sarana dan prasarana dan proses pengalihan ibu kota (pengecualian).

10 aspek tersebut, lanjutnya, sudah dilakukan evaluasi setiap tahunnya, sejauh mana perkembangan DOB tersebut, mulai dari usia nol sampai 1 tahun. Lalu dari usia 1 tahun sampai 2 tahun sudah sejauh mana perkembangannya dan seterusnya.

“Kami juga akan menilai terkait tambahan tiga bidang lagi, seperti  pendidikan, kesehatan dan tata ruang.“ ungkap Yusharto, saat ditemui usai rapat dengan Pemda Pangandaran di aula Setda.
Yusharto menambahkan, pada evaluasi tahun 2017 di 18 DOB, Kabupaten Pangandaran mendapat skor tertinggi, dengan skor 84,50. Sehingga dinominasikan untuk menerima penghargaan pada hari otda tahun 2018.

“Adapun temuan yang masih harus dibenahi, ada dua hal, antara lain, masih terdapat kekurangan personalia ASN, baik kuantitas maupun kualitas dan kedua, pembahasan penyusunan raperda RTRW. “ungkap Yusharto.

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata berharap, Pangandaran bisa mendapat nilai tertinggi dan menjadi daerah otonomi depinitif.

“Sementara untuk RTRW, aat ini sudah pada tahap pembahasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang. “terang Jeje. (AGE)

KONDISI SUMUR KERAMAT PENINGGALAN SUKAPURA KINI SEMAKIN TERLANTAR

TASIKNEWS-Kendati dalam buku sejarah tentang Sukapura tidak tertulis ( atau bisa jadi karena minimnya informasi yang didapat penulis),  namun menjadi sebuah pertanyaan yang besar, apakah Kerajaan Sukakerta pernah bubumen ( bermukim) di wilayah Sukapura (Kecamatan Sukaraja sekarang).

Jika menilik sejarah awal sebelum terbentuk Kabupatian Sukapura yang berpusat pemerintahannya di Kecamatan Sukaraja berasal dari kerajaan kecil bernama Sukakerta,  dan mungkin itu bisa saja terjadi mengingat ada fakta sejarah dengan peninggalan berupa pancuran ( pemandian) bernama Sukakerta.

Adapun kini Sukakerta sendiri diabadikan menjadi nama sebuah desa di Kecamatan Jatiwaras (dulu Salopa), dimana di daerah tersebut tercatat perjalanan sejarah pembentukan Kabupaten Tasikmalaya sekarang ini.

Lokasi keberadaan Pancuran Sukakerta tempo dulu berada di Kampung Empang Desa Sukapura  Kecamatan Sukaraja. Lokasi pancuran tersebut sendiri tidak banyak diketahui masyarakat karena tempat itu kini hanya berupa lahan kosong.

Beberapa ratus meter dari lokasi pancuran ada peninggalan yang sama dalam sejarah Sukapura, sebuah Sumur Sukapura berlokasi di Kampung Sukapura. (pada masa Kabupatian Sukapura sumur tersebut sangat disakralkan).

Konon, air sumur itu sering dipergunakan untuk prosesi pemandian bupati yang meninggal, bahkan saat ada yang  akan menunai kan ibadah haji, terlebih dulu harus mandi air sumur Sukapura.

Sampai saat ini pun sumur kahuripan masih didatangi para peziarah, namun ironisnya keberadaan altar (peningalan) sejarah Sukapura kini kondisinya sangat memprihatinkan. Di bawah rimbunan pohon Kitahi dengan debet air yang keluar dari rembesan akar kini kian menyusut, dan terlihat kotor, dan seiring waktu bangunan yang dulunya dibuat konsep mirip gua pun hancur termakan usia, terkadang banyak dedaunan yang masuk ke sumber mata air dari atap bangunan yang sudah hancur, kondisinya pun kini matak sareukseuk.

Begitu juga akses jalan menuju kesana perlu ada pembenahan, perlu adanya pembuatan jalan baru yang representatif.

Menurut salah seorang warga yang mengaku keturunan Sukapura, Eeng Hendriyana, saat ditemui di lokasi Sumur Keramat Sukapura, menuturkan, asal muasal sumur ini ditemukan seorang wali, konon saat itu, dari hasil wangsit yang diperolehnya wali tersebut harus mencari sumber mata air di tatar Sukapura.

Begitu menemukan lokasi yang diperolehnya dari wangsit, teteken (tongkat) kemudian di ketukan ke tanah, dan dari dalam tanah seketika menyembur air, sedangkan tongkatnya sendiri lalu ditancapkan di sumber mata air yang kini berubah menjadi pohon Kitahi.
“Jadi menurut cerita pohon Kitahi yang ada  disana itu merupakan teteken Sang Wali,” paparnya.(1/4)

Dengan maksud untuk melestarikan peninggalan situs tersebut, lanjut Eeng, ia bersama keturunan Sukapura lain yang peduli pada sejarahnya berinisiatif akan berupaya membuka akses jalan menuju sumur Sukapura.

“Bahkan rencananya akan dibangun tempat peristirahatan bagi peziarah yang datang ke Sumur Sukapura, namun samapi sekarang belum bisa terwujud karena terkendala biaya,”pungkasnya.     ***.(Rusdianto/ PNews)

UNTUK BAHAS SISTER CITY, WALIKOTA VILLAGE OF OGIMI JEPANG AKAN BERKUNJUNG KE PANGANDARAN

Untuk rencana kunjungannya ke Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Mr. Norimitsu Miyagi Walikota Village of Ogimi, salah satu kota di jepang melakukan pertemuan dengan staff Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang.

Dalam pertemuan tersebut disimpulkan, Mr. Norimitsu miyagi beserta Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan beberapa dinas terkait  lainnya di Village of Ogimi, sepakat akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Pangandaran dan akan bertemu langsung dengan Bupati Pangandaran, H jeje wiradinata untuk membahas kerjasama di beberapa bidang usaha, dan kemungkinan tindak lanjutannya untuk membuat perjanjian kerjasama hubumgan Sister City antara Kabupaten Pangandaran dengan Kota Ogimi di Jepang

Permohonan kunjungan tersebut pun telah dilayangkan ke Pemkab Pangandaran melalui WhatsApp tertanggal 28 maret 2018, dan diterima langsung sekpri bupati untuk diagendakan.

Dalam surat tersebut, Mr Norimitsu miyagi beserta rombongan direncanakan akan hadir di Pangandaran pada tanggal 27 - 30 - April 2018.

Menurut salah seorang staff KBRI di Jepang, Andry, tahap awal sesuai hasil survey  dengan tenaga ahli dari jepang, terkait  hasil survey di lapangan dua bulan lalu, tentang pengembangbiakan glassill (anak sidat), baru akan bisa di tangkap nelayan sekitar bulan April.

“Jadi karena yang pertama kali dilakukan survey di Pangandaran tentang sidat, kemungkinan budidaya sidat yang akan menjadi prioritas awal bahasan. “ungkap Andry.

Seperti diketahui, saat ini jepang membutuhkan pasokan sidat (Unagi) sekitar 150.000 ton per tahun, tentunya Ini kesempatan untuk warga pangandaran untuk melakukan budidaya sidat, karena ini merupakan peluang di sektor perikanan.

Andry menambahkan, budidaya sidat ini akan dibimbing dan dipasilitasi langsung tenaga ahli dari Jepang, dan termasuk hasil budidayanya pun nantinya akan langsung dibeli pengusaha Jepang setelah sebelumnya diolah menjadi makanan kaleng yang akan dikerjakan di Pangandaran.

Dan jika saja ke depan program sister city ini berjalan dengan baik, menurut Andry, ini akan melibatkan ribuan tenaga kerja masyarakat Pangandaran.

“Sementara tentang rencana kerjasama antar kabupaten dalam program sister city sendiri, itu tergantung pihak Pemerintahan Kabupaten Pangandaran. “imbuh Andry. (ANTON AS)

ADA KESALAHAN KONSULTAN DAN PENDATAAN ? FDK PANGANDARAN LAKUKAN AUDENS KE DPRD

PARIGI - Puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Pedagang Kreatif (FDK) Pangandaran, Senin, (02/04) melakukan audens dengan wakil rakyat diruang komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran dengan mendapat kawalan polisi. Dalam audens tersebut mereka mengadukan nasibnya terkait bangunan tempat mereka berjualan pasca relokasi yang dirasakan kurang menguntungkan karena sepi pembeli.

Seperti dituturkan ketua FDK, Adi Fitriadi, ia sangat menyayangkan bangunan relokasi yang tidak layak untuk tempat berjualan, dan sangat jauh dari harapan akan bisa lebih mensejahterakan masyarakat pedagang.

Dalam dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II, Ruspandi Noer, serta dihadiri Sekda Mahmud, SH, MH,  Asda II, Apip Winayadi, para kabag dari dinas terkait, intinya FDK menuntut bisa dilakukan penataan ulang agar bisa memberikan solusi bagi seluruh pedagang.

"Kami minta relokasi para pedagang bisa ditempatkan pada bangunan yang kontruksinya jangan asal-asalan, aman, bebas untuk berjualan layaknya pedagang yang penuh harapan dan kepastian", kata Adi.

Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH pada kesempatan itu menjelaskan, untuk membangun relokasi pemda sudah menggelontorkan uang sebesar Rp. 60 milyar ditambah biaya untuk sewa tanah ke PJKA Rp. 1 milyar / tahun.

“Jika memang dirasakan ada masalah tentang kurang layaknya lokasi dan pembangunan fasilitas tersebut pemerintah daerah akan coba menganalisa lagi", katanya.

Ditambahkan Mahmud, sebenarnya dari awal pemda sudah menunjuk konsultan perencana dalam proses pembangunannya pada pihak ke tiga.

“Dan untuk  kepentingan ini tentunya kami pun akan pertanyakan masalah ini pada konsultan perencana tersebut. “kata Mahmud lagi.

Ditempat yang sama, Asda II, Apip Winayadi menambahkan, pemerintah Daerah akan terus menganalisa dari penataan sampai ke pendataan ulang para pedagang, karena dari data tersebut masih belum valid, yang awal sekitar 833 pedagang yang direlokasi namun kenyataannya saat ini menjadi sekitar 1200an.

“Kami akan mendata ulang, mana pedagang yang memang benar-benar ingin berdagang" ungkap Apip.  (AGE)

BUPATI PANGANDARAN PENUHI UNDANGAN PANWASLU UNTUK KLARIFIKASI

Hari ini Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata datang ke Kantor Sekretariat Panwaslu di Desa Cibenda Kecamatan Parigi untuk memenuhi undangan terkait adanya indikasi pelanggaran pemilu yang dilakukan bupati saat acara silaturahmi dengan keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kecamatan Cimerak beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Jeje membenarkan, kedatangnnya ke sekretariat Panwaslu Kabupaten Pangandaran untuk memnuhi undangan serta memberikan keterangan terkait ucapannya dalam sambutan pada acara MUI tersebut.

Menurut Jeje, sebagai warga negara atau kafasitasnya sebagai pejabat negara, ia merasa harus hadir memenuhi surat undangan dari Panwaslu.

“Ini sebuah pembelajaran politik yang baik bagi kita semua, walau jabatan saya sebagai bupati kepala daerah, tapi tetap harus patuh pada aturan dan undang-undang yang berlaku. “kata Jeje.(2/4)  

Terkait ucapannnya beberapa hari lalu dalam acara dengan keluarga besar MUI, Jeje menjelaskan, kedatangnya ke panwaslu saat ini untuk memberikan keterangan sesuai yang terjadi saat itu kepada panwaslu. Dan tentang adanya indikasi pelanggaran atau tidak, lanjutnya, itu sepenuhnya kewenangan panwaslu.

“Tadi saya sudah memberikan klarifikasi dihadapan panwaslu dan gakumdu. “kata Jeje. 

Ditambahkan Jeje, ada beberapa ucapannya yang mungkin itu terindikasi merupakan pelanggaran pemilu terkait pilkada gubernur Jawa Barat, walau kata-kata tersebut memang tidak spesifik menjadi slogan kampanye atau ajakan untuk memilih salah satu kontestan  peserta pilkada.

“Intinya, kedatangan saya ini untuk memenuhi undangan panwaslu dalam rangka memberikan keterangan atau klarifikasi ucapan saya pada acara MUI di Cimerak  beberapa waktu lalu. “imbuhnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, membenarkan, kedatangan bupati ke kantornya untuk memenuhi undangannya terkait adanya indikasi pelanggaran pemilu yang dilakukan pejabat negara.

“Dan untuk sementara sampai saat ini kami belum bisa memastikan, apakah itu merupakan pelanggaran atau bukan, karena ini harus melalui rapat pleno kami. “terang Iwan.

Dikatakan Iwan, bukan hanya bupati saja yang diundang, panwas pun mengundang MUI untuk dimintai keterangan serta klarifikasi terkait masalah yang sama, karena kepentingan panwas untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyak dari seluruh elemen.

“Kami juga berharap masyarakat bisa berperan langsung untuk ikut mengwasi, agar proses pemilu bisa berjalan lancar dan aman. “imbuhnya.

Sementara saat berita ini diturunkan, proses pembahasan masih berlangsung untuk memastikan apakah yang dilakukan bupati termasuk  katagori pelanggaran atau bukan.

“Ini akan kami bahas maksimal sampai jam 00.00 malam ini. “ungkap salah seorang anggota  gakumdu. (hiek)

GAME MOBILE LEGEND, TREND ANAK-ANAK JAMAN NOW

PANGANDARAN-Di era milenial ini apa pun bisa didapat, baik itu kebutuhan hidup primer  atau pun hanya sekedar sarana bermain anak. Dengan hanya mengutak-ngatik android di tangan, semua bisa langsung hadir di depan mata, lewat dunia maya segalanya bisa didapat dari rumah.

Seperti permainan anak, bagi usia remaja yang gemar bermain game hanya tinggal "klik" aplikasi playstore pada androidnya, permainan apa pun langsung bisa dinikmati.

Seperti yang dilakukan remaja-remaja tanggung di Desa Pananjung kecamatan Pangandaran, tepatnya di Jalan Statsiun. Puluhan anak sedang keranjingan game Mobile Legend, dari mulai anak usia PAUD hingga yang sudah berkeluarga banyak yang hilang waktunya hanya sekedar main games.

Menurut seorang anak, permainan game Mobile Legend bisa dilakukan bersama-sama menyerupai sebuah perlombaan.

“Kebetulan saya dan rekan-rekan penggemar Mobile Legend sekarang sedang mengadakan turnamen byang diikiuti sekitar 50 peserta. “ungkapnya.(1/4) 

Ia mkenambahkan, dengan membayar uang pendaptaran Rp. 25 ribu per grup, peserta langsung mendapat bonus 1bungkus rokok dan minuman ringan.

“Rencananya untuk juaranya nanti akan mendapat trofi dan piagam. “imbuhnya.

Entah ini bisa berdampak positif atau negatif pada perkembangan anak, yang pasti waktu yang idealnya digunakan untuk belajar, mengaji dan kegiatan lainnya, kini tersita hanya untuk bermain, yang konon katanya untuk “melatih ketangkasan”. (HARIS F)

GUBERNUR JABAR SAKSIKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN PSDKU UNPAD DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan menyaksikan langsung penyerahan hibah tanah dari Pemda Kabupaten Pangandaran kepada pihak Universitas Padjadjaran sebidang tanah di, Blok Pasir Kadu, Dusun Gunung Tilu Desa Cintaratu Kecamatan Parigi, seluas 33 hektar, sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Pangandaran. (31/3)

Berdasarkan masterplan dan Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada, area kampus PSDKU Unpad Pangandaran, nantinya akan dibangun dengan mengelilingi ceruk batu yang telah ditetapkan sebagai zona hijau kampus, ini terdiri dari zona akademik dan zona penunjang akademik.

Beberapa bangunan, seperti gedung akademik, ruang praktikum, pusat kegiatan mahasiswa, masjid, asrama mahasiswa, area olahraga, asrama dosen, serta tempat penginapan untuk umum, akan dibangun pada dataran tinggi ditambah berbagai fasilitas ruang terbuka, seperti taman, jalur telusur hutan (forest walk) dan gardu pandang.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, bangunan kampus ini, akan berciri khas menjadi “kampus pantai” dengan memanfaatkan ruang-ruang terbuka hijau.

“Untuk tahap pertama rencananya akan dibangun satu gedung kuliah, laboratorium, satu gedung pusat administrasi, satu gedung asrama dan satu gedung multi fungsi.”terang Tri.

Tri menambahkan, selain menjadi area kampus, wilayah ini juga akan dijadikan tempat konservasi dengan tetap konsisten dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP).

Adapun program studi yang dibuka di PSDKU Unpad Pangandaran, lanjut Tri, jenjang Sarjana Administrasi Bisnis (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Peternakan (Fakultas Peternakan), Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi), Keperawatan (Fakultas Keperawatan), dan Perikanan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

“Kelima program studi ini merupakan prodi yang memiliki peminat tinggi untuk SNMPTN dan SBMPTN yang proses pembelajarannya dilakukan di Pangandaran. “jelas Tri.

Sementara dalam sambutannya Bupati pangandaran , H. Jeje Wiradinata, berharap dengan dibangunya kampus PSDKU Unpad di Desa Cintaratu ini, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Begitu juga dengan pembangunan Unpad Pangandaran yang didesain dengan sentuhan arsitektur modern didukung lokasi yang berada di wilayah pegunungan yang masih alami.

“Saya yakin dengan adanya Unpad di pangandaran akan mampu menjadi sebuah perguruan tinggi yang berkualitas serta menghasilkan lulusan yang berkualitas pula. “kata Jeje.

Masih di tempat yang sama, Gubernur Jawa barat, H. Ahmad Heryawan mengatakan, pendirian PSDKU untuk unpad dan ITB di Jawa Barat serentak bisa dilaksanakan lebih cepat dibanding daerah lainnya

Heryawan mengatakan, kampus ini akan menjadi kampus yang unik dan megah karena akan di desain sebagai kampus pantai dengan pendidikan merupakan unsur yang paling utama dalam mengembangkan sumber daya manusia.

“Saya meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mendukung agar pembangunan PSDKU Unpad Pangandaran ini bisa berjalan lancar.

“Karena dengan terwujudnya pembangunan Unpad Pangandaran ini nantinya bisa meningkatkan sumber daya manusia, khususnya generasi penerus putra putri pangandaran. “ungkap Heryawan. (Tn)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN