RSUD Pandega Pangandaran Tangani Sejumlah Wisatawan Pada Libur Nataru, 5 Orang Dilaporkan Meninggal

PANGANDARANNEWS.COM  - Saat liburan natal dan tahun baru  nataru) beberapa waktu lalu terhitung hingga hari selasa tanggal 6 januari 2026, ada 76 wisatawan yang mendapat pelayanan medis di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran. Dari jumlah pasien tersebut mayoritas merupakan korban kecelakaan dan gangguan kesehatan non-kecelakaan yang terjadi selama aktivitas wisata, dan dari jumlah pasien yang ditangani 5 orang dinyatakan meninggal dunia. 

Denagn rincian, 2 korban akibat kecelakaan laut, 2 korban kecelakaan terjun payung, dan 1 akibat ganguan kesehatan. Sementara korban dengan kondisi luka ringan tercatat sebanyak 10 orang dan luka sedang sebanyak 17 orang, sementara selain kasus kecelakaan  RSUD Pandega juga menangani 44 pasien dengan penyakit non kecelakaan lalu lintas seperti gangguan kesehatan umum yang dialami wisatawan saat berlibur. 

Untuk tindak lanjut perawatan, 1 pasien dirawat inap, 1 pasien dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan penanganan Pro PCI (Primary Percutaneous Coronary Intervention) atau tindakan jantung lanjutan. 

Selain itu, ada 60 pasien dipulangkan karena sudah dalam kondisi membaik dan 9 pasien pulang atas permintaan sendiri (APS). 

Se[erti disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Medis di RSUD Pandega Pangandaran, Dr. Liza Octa Ferostina, kesiapsiagaan untuk tenaga medis dan fasilitas selama libur Nataru sudah berjalan optimal. 

"Kami bersyukur karena seluruh pasien bisa tertangani dengan baik dan cepat," ungkapnya.(07/01/25) 

Liza mengimbau agar para wisatawan bias tetap mengutamakan keselamatan saat berlibur di Pangandaran, terutama saat melakukan aktivitas wisata berisiko tinggi.

“seperti berenang di lokasi rawan dan sangat dilarang, hendaknya wisatawan berhati-hati dan selalu kontrol kondisi kesehatan," imbuhya.(hiek)




Walau Target Tahunan Tetap Tercapai, Kompepar Sindangkerta Akui Jumlah Kunjungan Wisata Tahun 2025 Turun 50 %

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Sindangkerta yang berlokasi di Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami penurunan jumlah pengunjung hingga 50 persen dibandingkan tahun 2025 lalu. 

Meskipun demikian, target tahunan pengunjung tetap berhasil tercapai berkat upaya untuk menjadikannya pantai Sindangkerta ini menjadi destinasi  wisata favorit masyarakat Jawa Barat.

Menurut Ketua Komite Pariwisata (Kompepar) Sindangkerta, Dede Nurjaman, penurunan ini terjadi tidak hanya pada wisatawan dari luar daerah melainkan juga pada wisatawan lokal asal Kota Tasikmalaya dan daerah sekitar seperti Ciamis. 

Dede yang didampingi petugas tiket masuk pantai, Dadan, juga mengatakan, penurunan tercatat setelah hari pertama tahun baru (1 Januari 2026) yang awalnya cukup ramai namun terus menurun hingga saat ini. 

Sebenarnya, kata Dede, pantai Sindangkerta memiliki potensi menarik dengan pemandangan indah dan lingkungan yang bersih. Namun, hingga kini pantai ini belum memiliki ikon khas yang dapat menjadi ciri khas destinasi tersebut.

"Sehingga masyarakat dan pihak terkait berharap proses pengesahan regulasi serta pembangunan infrastruktur wisata dapat dilakukan secepatnya agar daya tarik pantai ini dapat kembali meningkat," katanya.(06/01/26)

Dede menambahkan, pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya dapat segera melakukan pembangunan untuk meningkatkan daya tarik Pantai Sindangkerta.

Menurut salah seorang warga Sindangkerta, Adi, mengaku  masyarakat setempat menyambut kepada wisatawan karena menganggap pengunjung sebagai tamu yang harus disambut dengan baik. 

Sementara salah satu wisatawan asal Kota Tasikmalaya, Rika menyebut, Pantai Sindangkerta merupakan pantai yang indah.

"Kami sekeluarga selalu berkunjung setiap tahun, terutama pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru," akunya.(anwarwaluyo)

Warga Desa Sukahurip Inisiatif Perbaiki Jalan Batununggul Secara Swadaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS -  Masyarakat Desa Sukahurip menginisiasi perbaikan jalan Batununggul yang menjadi perbatasan Desa Ciandum dan Desa Sukahurip (keduanya berada di Kecamatan Cipatujah) yang sudah hampir 6 tahun tidak pernah mendapatkan perbaikan, dan pengerjaan jalan ini dilaksanakan secara swadaya.


Dalam wawancara dengan Pangandaran news saat kegiatan gotong royong salah salah seorang warga, Redi menyampaikan, kondisi jalan yang rusak telah banyak menyulitkan aktivitas warga. Misalnya ketika ada warga yang sakit dan harus dibawa ke Puskesmas, perjalanan menjadi sangat sulit karena jalan tidak layak.

Meskipun jalan tersebut masuk dalam wilayah administrasi Desa Ciandum, kata Redi, tapi masyarakat Desa Sukahurip tetap peduli dan melakukan perbaikan secara mandiri.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat memperhatikan jalan ini pada tahun 2026 sekarang," ungkap Redi. (06/01/25)

Redi menyampaikan, masyarakat Desa Sukahurip merasa kecewa karena jalan ini belum mendapatkan perhatian serius selama beberapa periode termasuk saat kepemimpinan sebelumnya Bupati Ade Sugianto.

Saat ini juga menurut Redi, kepada Bupati sekarang Cecep Nurul, warga berharap agar memprioritaskan jalan Batununggul mengingat jalur ini merupakan akses penting bagi kehidupan masyarakat Desa Ciandum dan Desa Sukahurip.

"Semoga tahun ini jalan Batununggul ini menjadi prioritas Pemkab Tasikmalaya," ucapnya.(anwarwaluyo)

Sejumlah Wisatawan Keluhkan Pengelolaan Retribusi Parkir Di Obyek Wisata Di Pangandaran

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM –Para wisatawan yang datang sejumlah obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran mengeluhkan sitim retribusi parker yang dianggap masih semerawut, karena di beberapa lokasi wisatawan dimintai biaya parkir dengan penagih berbeda.

Seperti halnya di Pantai Batukaras,  wisatawan bukan hanya diminta membayar di pintu masuk saja tapi saat memarkirkan kendaraan pun dipungut lagi biaya untuk parkir.

Hal ini tentu menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman, pasalnya petugas karcis di pintu masuk memberikan penjelasan bahwa tiket masuk sudah termasuk retribusi  parkir.

Salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya yang enggan disebut namanya mengatakan, saat di pintu masuk pantai Batukaras ia menyebut  dipungut biaya senilai 15 ribu per orang dan ia menilai hal itu merupakan hal wajar sebagai biaya retribusi untuk pemerintah.

“Saya diberitahu petugas di pintu masuk, tiket itu tanda masuk Rp 15 ribu per orang tersebut sudah  termasuk parkir,” ungkapnya. (04/01/26)

Namun saat hendak pulang  dia mengaku heran karena kembali diminta biaya parkir senilai Rp 10 ribu dengan karcis berbeda dengan yang di pintu masuk, yang lebih heran lagi karcis tersebut tidak memiliki logo dari pemerintah.

“Kata petugasnya, itu karcisnya beda lagi, walau pun saya kesel ya akhirnya saya bayar lagi  Rp 10 ribu,” imbuhnya.

Hal yang sama ia alami ketika berwisata ke Pantai Madasari harus membayar biaya parkir berbeda, namun anehnya petugas meminta biaya parkir tanpa ada bukti karcis yang terkesan pungutan ilegal. 

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Ghanny Fahmi Basyah mengatakan, untuk penarikan retribusi parkir di Pantai Batukaras, tidak ditarik langsung di pintu masuk. Sehingga pengunjung harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Ghanny Fahmi Basyah menjelaskan, untuk penarikan retribusi parkir di Pantai Batukaras tidak ditarik langsung di pintu masuk sehingga pengunjung harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir.

“Kalau lahan parkir milik pemerintah di Legok Pari (Batukaras-red), tidak ditarik di depa  tapi di lokasiparkir,” katanya.

Ghany mengatakan,  tidak semua area parkir di kawasan wisata itu merupakan aset yang dikelola pemerintah karena sebagian ada yang  milik swasta sehingga pungutannya pun dilakukan pihak lain yang mengelola lahan.

“Jika melihat dari karcisnya pasti itu di lahan bukan milik pemerintah,” ucapnya.

Sementaran menurut salah seorang petugas penarik retribusi parkir Batukaras Dasep Leo, kemungkinan ada kesalahpahaman atau salah dengar soal penarikan retribusi parkir saat itu. 

“Soalnya di Batukaras tidak seperti di Pantai Pangandaran, yang langsung ditarik di pintu masuk dan hat tersebut  selalu kita sampaikan kepada wisatawan,” ujarnya.(hiek)


Lampaui Target PAD 2025, Pangandaran Sedot 2,6 Juta Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Selama tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran mencapai 2,6 juta wisatawan, dan jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Seperti diketahui pada tahun 2024 lalu, jumlah kunjungan ke Kabupaten Pangandaran mencapai 1,6 juta, itu berarti lebih sedikit dibanding kunjungan tahun 2025.

Objek wisata pantai Pangandaran masih unggul yang paling banyak dikunjungi dibandingkan destinasi lain, jumlahnya mencapai 1,7 juta wisatawan lebih tinggi dibanding tahun 2024 yang hanya mencapai 1 juta wisatawan.

Dan kunjungan paling tinggi terjadi di bulan April dimana saat itu sedang momen libur lebaran, yang totalnya mencapai 626 ribu pengunjung.

Sementara Waktu terbanyak kunjungan kedua tentu saja pada bulan Desember dengan 359 ribu wisatawan datang ke Pangandaran, tentu saja dalam momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Sebaliknya, pada bulan Maret merupakan masa paceklik bagi pariwisata Kabupaten Pangandaran dengan jumlah kunjungan hanya mencapai 17 ribu wisatawan mengingat saat itu merupakan bulan Ramadhan.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran Sarlan menyampaikan, target Penghasilan Asli Daerah (PAD) tahun ini mencapai Rp42 miliar dan realisasinya mencapai Rp 45 Miliar lebih.

Sarlan menyebut target pendapatan dari retribusi wisata sudah tercapai 100 persen, bahkan melampaui target pada momen Nataru tahun lalu, untuk tahun 2024 hanya Rp 25 Miliar.

"Pada momen libur Nataru kemarin wisatawan tidak terlalu membeludak tetapi terus berdatangan secara berangsur karena kondisi cuaca," kata Sarlan, saat dihubungi lewat telepon selulernya.(04/01/26)

Sementara salah seorang pengusaha wisata di Pangandaran, Satimin mengaku sangatlah berbeda, saat malam pergantian tahun baru kunjungan sepi karena malam tahun baru lebih didominasi oleh warga lokal.(hiek)

Setelah Pencarian Beberapa Hari, Atlet Terjun Payung Ditemukan Tewas di Pantai Timur Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Atlet terjun payung, Widiasih (58) yang beberapa hari dinyatakan hilang, hari ini ditemukan meninggal dunia di sekitar Keramba Susi Pantai Timur Pangandaran. 

Dilansir dari berita sebuah media on line, jasad korban ditemukan oleh nelayan asal Cilacap yang sedang menangkap keong laut di sekitar Keramba Susi Pantai Timur Pangandaran pada Jumat (2/1/2026) pagi pukul 06.48 WIB. Tim SAR Gabungan Pangandaran pun segera menjuju lokasi , untuk mengevakuasi  jasad jenazah atlit terjun paying tersebut. 

Jenazah ditemukan oleh nelayan asal Cilacap yang sedang menangkap keong laut di sekitar Keramba Susi Pantai Timur Pangandaran pada Jumat (2/1/2026) pagi pukul 06.48 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan pakaian lengkap terjun payung.

Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto saat dihubungi lewat telepon celullernya membenarkan penemuan jenazah yang diduga penerjun payung yang tenggelam sejak Selasa lalu.

Ia mengaku  ia mendapatkan informasi dari nelayan pencari keong di sekitar Pantai Timur Pangandaran blok Keramba Susi, SAR Gabungan Pangandaran yang selama ini melakukan pencarian di sekitar Pantai Batukaras langsung meluncur ke lokasi penemuan jenazah. 

"Kami langsung cek dan evakuasi jenazah tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut Sakio pun menjelaskan, nelayan asal Cilacap bernama Anwar memang orang yang pertama kali menemukan korban saat melewati keramba. Lalu Anwar pun menghubungi nelayan Batukaras dan Ketua Rukun Nelayan (RN), karena kejadiannya masuk wilayah tersebut.

“Kemudian kami langsung koordinasi untuk evakuasi," imbuhnya.

Dan saat ini, terang Sakio, jenazah korban sudah dibawa ke posko evakuasi di pesisir Batukaras  sebelum nantinya dibawa ke RSUD Pandega.

"Selanjutnya jenazah akan dibawa dulu ke RSUD Pandega untuk diidentifikasi," ucapnya.(hiek)



Sempat Dibuka, Jembatan Sodongkopo Penghubungkan Bandara Nusawiru Dan Pantai Batukara Di Kabupaten Pangandaran Bakal Ditutup Lagi

PANGANDARANNEWS.COM —Setelah sempat dibuka dalam beberapa hari, Jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiru dan Pantai Batukaras di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran  akan ditutup dalam waktu dekat ini karena  pengerjaan jembatan yang memiliki panjang 140 meter tersebut belum sepenuhnya tuntas.

Seperti disampaikan Pengawas Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kab Pangandaran Yusup Supriadi, jembatan itu sudah diuji oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Namunterkait  hasilnya sudah keluar atau belum tahu, mungkin pihak provinsi sudah menerima hasilnya,” ucapnya saat dihubungi PNews (01/01/25).

Yusup menjelaskan, pembangunan trotoar untuk pejalan kaki di sisi kanan dan kiri jembatan tersebut sebenarnya sudah selesai 100 persen. Namun, imbuh Yusup,  pembangunan jalan penghubung masih dilakukan. 

“Jembatan Sodongkopo merupakan proyek yang sempat molor di tahun 2024 lalu, setelah peletakan batu pertama oleh mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada  akhir tahun 2023 lalu,”jelasnya lagi.

Pada pengerjaan tahap pertama, imbuh Yusup, pihak Pemprov Jawa Barat menggelontorkan anggaran sekitar Rp 72 Miliar dan di tahun 2025 sehingga total anggaran pembangunan jembatan Sodongkopo mencapai Rp 50 miliar lebih.

Sementara Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami mengatakan, jembatan Sodongkopo yang sempat dibuka akan ditutup lagi sekitar dua hari kedepan. Tapi karena belum resmi dibuka juga, ia pun menyerahkan pada kebijakan yang ada. Dan  yang sekarang dibuka itu, karena permintaan dari Pemkab Pangandaran.

“Saya berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bisa meresmikan jembatan tersebut, mudah-mudahan sih secepatnya,” katanya.(hiek)


Sejumlah Wisatawan Susuri Keindahan Pantai Padabumi Saat Liburan Tahun Baru

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS -Pantai Padabumi yang terletak di Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan pada liburan Tahun Baru 2026, banyak pengunjung datang untuk menjelajahi pesona alam pantai yang dikenal sebagai destinasi wisata murah meriah ini.

Pada saat liburan Tahun Baru 2026 beberapa waktu lalu, jumlah pengunjung Pantai Padabumi mencapai sekitar 500 orang per hari. Selain keunggulan harga tiket yang terjangkau, pihak pengelola juga terus melakukan penataan kawasan. 

Menurut Ketua Pokdarwis pantai Padabumi, Musliman Somantri, tujuan penataan tersebut adalah untuk mempertahankan keasrian alam sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi setiap pengunjung yang datang sehingga mereka dapat menikmati liburan dengan nyaman dan membawa pulang kenangan indah dari Pantai Padabumi.

Selain itu, kata Musliman,  terdapat juga kolam renang milik swasta yang dibangun sebagai inisiatif dari pemilik warung untuk menarik wisatawan. 

"Ada juga berbagai pilihan kuliner seperti warung kopi, nasi liwet, dan ikan bakar dan pengunjung yang ingin melihat keindahan pantai Karangtawulan dapat naik tangga yang tersedia," ujarnya.(02/01/26)

Ia mengaku pihaknya terus melakukan upaya penataan, sehingga diharapkan Pantai Padabumi dapat terus menjadi pilihan utama wisatawan dari berbagai daerah.

"Penataan ini terus kami lakukan agar pengunjung betah berlama-lama untuk menikmati pesona keindahan obyek wisata padabumi," katanya. (anwarwaluyo)

Pendapatan Tahun 2025 Kabupaten Pangandaran Capai 96.18% Dari Target Rp111,55 Milyar, Ini Perinciannya

Asep Rusli
PANGANDARANNEWS.COM - Jumlah total pendaparan daerah Kabupaten Pangandaran periode tahun 2025, Rp107,22 Milyar dari target Rp111.55 atau sekitar 96.18%.

Demikian disampaikan Kepala Bapenda Pangandaran melalui Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya (PDL), Asep Rusli, saat wawancara dengan Pangandaran News di kantornya.(01/01/26)

Asep mengatakan, dari periode 01 Januari 2025 sampai dengan tanggal 31 Desember 2025 Bapenda melakukan penarikan uang dari wajib pajak dari 13 jenis Pendapatan Daerah dan semuanya ditransfer ke Dinas Keuangan/BPKAD melalui sejumlah rekening diantaranya,

1. Nama Rekening Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT)-Makanan atau Minuman (target perubahan Ta 2025 Rp9.450.000.000, realisasi s/d periode bulan lalu Rp9.680.833.156)

- Reslisasi 1-31 Desember 2025 Rp950.876.118

- Realisasi s/d periode ini Rp10.631.709.274.

- Realisasi 112.50%. 

- Selisih kurang lebih 1.181.709.274

2. Nama rekening PBJT - Tenaga Listrik

- Target perubahan tahun 2025 Rp20.478.937.500.

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp9.680.833.156

- Realisasi 01-31 Desember 2025

Rp1.662.584.520

- Realisasi s/d periode ini Rp18.536.802.762

- Realisasi 90.52%. 

- Selisih kurang lebih (1.942.134.738)

3. Nama Rekening PBJT-Jasa Perhotelan. 

- Target perubahan tahun 2025 Rp25.000.000.000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp19.619.065.274

- Reslisasi 01-31 Desember Rp1.932.862.370

- Realisasi s/d periode ini Rp21.551.927.644

- Realisasi 86.21%

- Selisih kurang lebih (3.448.072.356)

4. Nama Rekening PBJT - Jasa Parkir. 

- Target perubahan tahun 2025 Rp157.500, 000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp91.084.734

- Reslisasi 01-31 Desember 2025 Rp20.969.200

- Realisasi s/d periode ini Rp112.053.934

- Realisasi 71.15%

- Selisih kurang lebih (45.446.066)

5. Nama Rekening PBJT - Jasa Kesenian dan Hiburan. 

- Target perubahan tahun 2025 Rp787.500.000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp574.683.370

- Reslisasi 01-31 Desember Rp102.989.187

- Realisasi s/d periode ini Rp677.672.557

- Realisasi 86.05%

- Selisih kurang lebih (109.827.443)

6. Nama Rekening PBJT - Pajak Reklame. 

- Target perubahan tahun 2025 Rp1.365.000.000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp1.074.463.554

- Reslisasi 01-31 Desember 2025 Rp

52.439.925

- Realisasi s/d periode ini Rp1.126.903.479

- Realisasi 82.56%

- Selisih kurang lebih (238.096.521)

7. Nama Rekening PBJT - Pajak Air Tanah. 

- Target Perubahan tahun 2025 Rp551.250.000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp301.760.202

- Reslisasi 01-31 Desember2025  Rp17.482.373

- Realisasi s/d periode ini Rp319.242.575

- Realisasi  57.91%

- Selisih kurang lebih (242.007.425) 

8. Nama Rekening PBJT - Pajak Sarang Burung Walet. 

- Target Perubahan tahun 2025

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp3.081.000

- Reslisasi 01-31 Desember Rp-

- Realisasi s/d periode ini Rp3.081.000

- Realisasi 100%

- Selisih kurang lebih ( - )

9. Nama Rekening PBJT Pajak MBLB. 

- Target Perubahan tahun 2025 Rp38.577.800

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp30. 117.288

- Reslisasi 01-31 Desember Rp2.868.000

- Realisasi s/d periode ini Rp32.985.288

- Realisasi 85.50%

- Selisih kurang lebih (5.592.512)

Jumlah PJDL 

- Target perubahan Ta 2025 Rp57.831.846.300

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp48.249.306.820

- Reslisasi 01-31 Desember 2025 Rp4.743.071.693

- Realisasi s/d periode ini Rp52.992.378.513

- Realisasi 91.63%

- Selisih kurang lebih (4.839.467.787)

10. Nama Rekening PBJT Opsen PKB.

- Target perubahan tahun 2025 Rp14.917.095.500

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp12.955.633.500

- Reslisasi 01-31 Desember 2025 Rp1.232.299.800

- Realisasi s/d periode ini Rp14.287.933.300

- Realisasi 95.11%

- Selisih kurang lebih (729.162.200) 

11. Nama Rekening PBJT Opsen BBNKB.

- Target Perubahan tahun 2025 Rp6.925.376.418

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp5.354.815.700

- Reslisasi 01-31 Desember Rp712.909.500

- Realisasi s/d periode ini Rp6.067.725.200

- Realisasi 87.62%

- Selisih kurang lebih (857.651.218)

Jumlah Opsen 

- Target Perubahan tahun 2025 Rp21. 842.471.918

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp18.310.449.200

- Reslisasi 01-31 Desember Rp1.945.209.300

- Realisasi s/d periode ini Rp39. 255.658.500

- Realusasi 92.74%

- Selisih kurang lebih (1.586.813.418)

12. Nama Rekening PBJT PBBP2.

- Target Perubahan tahun 2025 Rp20.875.000.000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp19.188.389.345

- Reslisasi 01-31 Desember 2025 Rp754.842.252

- Realisasi s/d periode ini Rp19.943.231.597

- Realisasi 95.54%

- Selisih kurang lebih (931.768.403)

13. PBJT BPHTB.

- Target Perubahan tahun 2025 Rp11.000.000.000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp12.985.548.606

- Realisasi 01-31 Desember 2025 Rp1.110.019.943

- Realisasi s/d periode ini Rp14.095.650.549

- Realisasi 128.14%

- Selisih kurang lebih 3.095.650.549


Jumlah PBB&BPHTB

-Target Perubahan tahun 2025 Rp31.875.000.000

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp32.173.937.951

- Reslisasi 01-31 Desember 2025  Rp1.864.944.195

- Realisasi s/d periode ini Rp34.038.882.146

- Realisasi106. 79%

- Selisih kurang lebih 2.163 882.1466


Jumlah Total. 

-Target Perubahan tahun 2025 Rp111. 549.318.218

- Realisasi s/d periode bulan lalu Rp98.733.693.971

- Realisasi 01-31 Desember 2025 Rp8.553.225.188

- Realisasi s/d periode ini Rp107.286.919.159

- Realisasi 96.18%

- Selisih kurang lebih (4.262.399.059). (hiek) 

Akibat Angin Kencang, Kejurda Terjun Payung Jabar Di Pangandaran Telan Korban 1 Atlit Meninggal 1 Dalam Pencarian

PANGANDARANNEWS.COM – Kegiatan olahraga terjun payung yang digelar di Kabupaten Pangandaran berakhir dengan insiden kecelakaan laut, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 30 Desember 2025, sekitar pukul 11.40 WIB, berlokasi di Perairan Laut Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi.

Berdasarkan laporan yang diterima Polres Pangandaran, kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian. Sementara itu, tiga orang penerjun lainnya berhasil selamat setelah melakukan pendaratan darurat.

Kepada sejumlah awak media Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menyampaikan, sejak menerima laporan kejadian Polres Pangandaran bersama Basarnas, Sat Polairud, TNI, tim kesehatan, serta instansi terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pencarian korban. Dan proses pencarian, masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. 

"Saat ini gelombang laut cukup tinggi dan angin bertiup cukup kencang sehingga pencarian difokuskan di sekitar wilayah pantai dan perairan Bojongsalawe," terangnya.(30/12/25)

Kapolres juga menyampaikan kronologis kejadian, bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB dengan membawa lima orang atlet penerjun payung.

Pada ketinggian sekitar 10.000 feet terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan yang berakibat kelima penerjun pun kehilangan kendali dan arah pendaratan, sehingga tiga penerjun berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua penerjun lainnya jatuh ke perairan laut.

"Satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Puskesmas Cijulang, sementara satu korban lainnya hingga saat ini masih dalam pencarian oleh tim gabungan," jelasnnya.

Korban meninggal dunia diketahui atas nama Rusli, laki-laki, lahir di Medan pada 7 Oktober 1961, beralamat di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.

Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Widiasih, lahir di Bandung pada 27 Juni 1967, berdomisili di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Adapun tiga korban selamat masing-masing bernama Karni, Mustofa, dan Khuldori. Ketiganya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kapolres menyebut, pihaknya pun telah melakukan langkah-langkah penanganan dengan mendatangi tempat kejadian perkara dengan melakukan koordinasi lintas instansi, mengevakuasi korban, serta melaksanakan pencarian korban hilang bersama Basarnas dan instansi terkait.

"Untuk tindak lanjut, saat ini kegiatan terjun payung tersebut dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan," ucapnya.

Seperti diketahui, kegiatan Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Barat tersebut tidak diberitahukan sebelumnya kepada Polres Pangandaran.

Kapolres Pangandaran pun mengimbau kepada pihak penyelenggara, hendaknya kegiatan olahraga ekstrem maupun wisata udara agar selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan serta memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi cuaca guna mencegah terjadinya kejadian serupa.***

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN