Jalin Kemitraan Dengan Polri, AWP Lakukan Silaturahmi Ke Polres Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan, S.I.K., M.H berserta Humas Polres Pangandaran jalin kemitraan dengan awak media yang tergabung di Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Wartawan Pasundan (DPD - AWP) Pangandaran, bertempat di kantor Humas polres pangandaran. (13/08/25)

Dalam kesempetan tersebut, Kapolres menyampaikan terima kasih kepada rekan - rekan AWP karena baru bisa bertemu sekarang.

Ia mengatakan, penting bagi Polri selaku Aparat Penegak Hukum (APH) bersinergi dengan rekan - rekan media mengingat media memang merupakan mitra Polri dalam berbagi informasi.

"Hari ini kita perkuat kemitraan ke depan untuk lebih solid lebih kompak dalam mencegah kamtibmas," ungkap Kapolres.

Komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam menangkal berita - berita hoax dan kriminal, kata Kapolres, diharapkan media bisa mengikis isu - isu yang belum jelas kebenarannya terlebih diera digital sekarang seperti sosial media tentu informasi - informasi hanya berupa video yang secara esensinya patut dipertanyakan keabsahan sumber berita tersebut.p

Kapolres menyebut pihaknya sangat terbuka dan tentu menerima masukan - masukan yang bersifat konstruktif sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kami selaku institusi Kepolisian Republik Indonesia dan ke depan.

"Dalam kegiatan yang kami laksanakan rekan - rekan media bisa membantu kami dalam mensosialisasikan," imbuhnya. 

Sementara Wakil Ketua AWP Pangandaran, Kuswanto tak lupa menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada AWP.

"Kami memberikan apresiasinya, karena di sela-sela kesibukannya Kapolres baru di Kabupaten Pangandaran bisa menyepatkan waktu untuk menerima kami," kata  Kuswanto.

Dan sebagai pilar demokrasi, imbuhnya, ke depannya AWP bisa membantu rekan di Kepolisian dalam menjalankan tugasnya. ( Isis. K)

Sebuah Vidio Beredar Di Medsos, Diduga Perundungan Siswa Di Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Aksi tidak terpuji serang anak SMP di Kabupaten Pangandaran dipertontonkan dalam tayangan video yang diduga perundungan, viral media sosial.

Dalam video berdurasi 48 detik itu terlihat seorang anak berhadapan dengan satu anak lainya dengan postur tubuhnya lebih pendek, kemudian satu orang anak yang bertubuh tinggi melayangkan pukulan ke wajah anak yang lebih pendek hingga jatuh tesungkur dan kontan anak yang dipukul tersebut mengerang kesakitan.

Masih di lokasi tersebut, terdengar beberapa anak juga menyaksikan kejadian tersebut, bahkan ada yang tertawa.

Diperoleh informasi, kejadian itu ternyata terjadi pada hari Rabu (09/08/25) di Desa Panyutran Kecamatan Padaherang.

Kepala SMP Negeri 6 Padaherang, Islah Hadiansyah pun membenarkan adanya kejadian kekerasan yang melibatkan anak didiknya. 

Islah menjelaskan, dalam video tersebut korban dan pelaku adalah benar SMP Negeri 6 Padaherang namun kejadiannya di luar pelajaran sekolah dan di luar lingkungan sekolah.

"Kasus ini pun sudah ditangani kepolisian dan kami belum bisa menerangkan lebih jauh terkait kejadian tersebut, mungkin kami tidak ada kapasitas untuk menjawab," terang Islah.(11/08/25)

Namun meski demikian, ia memastikan pihaknya akan mendampingi orang tua untuk datang ke Mapolres Pangandaran.

Sementara saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan melalui Kasi Humas Polres Pangandaran Iptu Yusdiana mengaku memang pihaknya telah menerima laporan tersebut.

Melalui Kanit PPA Kapolres menyampaikan, kejadianya di salah satu sekolah di Kecamatan Padaherang.

"Saat ini kami sedang melakukan pemanggilan saksi-saksi," ujarnya.

Ia menambahkan, keduanya diketahui masih bertetangga dan masih satu kampung.

"Diduga ini kenakalan remaja," ucapnya.(hiek)

Kades Girikencana Sebut Kegiatan Gotong-Royong Bisa Eratkan Silaturahmi Antara Warga Dan Pemdes

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sudah menjadi kegiatan rutin untuk warga Desa Girikencana Kecamatan Parungpomteng Kabupaten Tasikmalaya, setiap hari Minggu melakukan kerja bakti gotong royong untuk membersihkan jalan-jalan dan area sekitarnya.

Dengan dimpimpin langsung kepala desanya, perangkat desa dan masyarakat dengan semangat kebersamaan bahu membahu membersihkan lingkungan kantor desa serta pemukiman serta membabat rumput liar yang membuat tidak indah lingkungan.

Selain membersihkan sepanjang pinggir jalan, untuk Minggu ini kegiatan gotong royong ini difokuskan pada pembersihan saluran air, perbaikan jalan lingkungan, serta penataan area fasilitas umum desa.

Menurut Kepala Desa Girikencana, Robai, kegiatan gotong-royong ini selain untuk untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih sekaligus bisa untuk olahraga serta menjadi pertemuan silaturahmi antara warga satu dengan lainnya.

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa merasakan langsung manfaat mempunyai lingkungan sehat, bersih dan nyaman," ungkap Robai.(10/08/25)

Robai mengatakan, aksi nyata yang dilaksanakan setiap hari minggu ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan serta untuk memberikan contoh bahwa membangun desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga perlu keterlibatan seluruh masyarakat. 

"Dan hari ini kita bersama-sama turun tangan sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan desa,” ujarnya.

Kehadirannya di tengah kegiatan ini, menurutnya, tidak hanya untuk memotivasi perangkat desa tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat yang hadir dalam jumlah cukup besar.

Sementara menurut salah satu warga, Risma, kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat tetapi juga menciptakan suasana kerja sama yang harmonis dan produktif.

“Kami merasa dihargai karena Pak Kades ikut langsung, dan ini membuat kami lebih semangat bekerja,” kata Risma, 

Risma menambahkan, kegiatan gotong royong ini juga bisa  dimanfaatkan sebagai ajang komunikasi langsung antara perangkat desa dan warga sehingga mampu menyerap aspirasi masyarakat serta mendengarkan masukan terkait pembangunan desa ke depan.

Ia menyebut, untuk membangun desa diperlukan kerja sama, keterbukaan informasi publik dan kepedulian. Dan kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu bagi kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang demi kemajuan desa  secara menyeluruh.

"Dan alhamdulilh kami masyarakat Desa Girikencana masih kompak untuk bersama dalam pembangunan kemajuan desa," ucapnya.(anwarwaluyo)


Warga Desa Nagrog Tagih Janji Bupati Tasikmalaya, Jalan Di Desanya Minta Segera Diperbaikinya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Warga Dusun Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, meluapkan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah maupun provinsi yang dinilai tutup mata dan telinga terhadap kondisi infrastruktur yang rusak parah selama belasan tahun terakhir.

Jalan utama di wilayah tersebut tak kunjung diperbaiki, padahal sudah berkali-kali diajukan masyarakat. Ironisnya, perhatian dari pemerintah kabupaten maupun provinsi hanya muncul saat masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan setelah itu kembali dilupakan.

Salah seorang pengguna jalan yang sehari-hari bekerja sebagai kurir paket, Asep, mengatakan, sudah belasan tahun jalan ini rusak parah tapi belum pernah sekalipun ada perhatian serius dari Pemkab.

"Mereka datang hanya saat kampanye. Habis itu lupa,” ucapnya.(05/08/25)

Kekecewaan warga ini mencapai puncaknya setelah beredarnya video seorang guru yang mengalami kecelakaan saat hendak mengajar di SD Ciranca, dalam video yang viral di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, tampak sang guru terjatuh dari motornya akibat jalan yang licin dan berlumpur pascahujan deras.

Diketahui, guru tersebut berasal dari Bantarkalong dan tengah menuju tempat tugasnya di SD Ciranca. Insiden ini menjadi simbol dari penderitaan warga atas minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di pelosok.

Dengan nada satir Asep pun melontarkan sindiran tajam, “Pilkada dan pil KB apa bedanya? Kalau pil KB lupa pasti jadi tapi kalau Pilkada, kalau sudah jadi pasti lupa.

Warga Dusun Ciranca berharap program Bupati Cecep dan Wakil Bupati Asep ke depan tidak hanya sekadar obral janji, tetapi benar-benar mampu mewujudkan program “Jalan Kasep Mulus” yang menyentuh hingga pelosok desa.

“Semoga bupati dan wakil bupati yang sekarang tidak seperti sebelumnya, kami tidak butuh janji tapi butuh bukti,” tandas Asep.(anwarwaluyo)

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Sodonghilir Tasikmalaya Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III di Dusun Carik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional, Polsek Sodonghilir bersama unsur Muspika Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III, bertempat di lahan baku Non LBS milik Desa Sodonghilir berlokasi di Dusun Carik Rt 15, Rw 54, Desa Cukangkawung Kecamatan Sodonghilir.(06/08/25)

Kapolsek Sodonghilir  IPTU Caryadi pun  turun langsung mengikuti kegiatan ini bersama jajaran TNI, pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa, Dinas Pertanian, serta kelompok tani setempat. 

Kapolres Tasikmalaya "AKBP Haris Dinzah, S.H., S.I.K., M.H  melalui Kapolsek Sodonghilir menyampaikan, keterlibatan aparat kepolisian dalam program pertanian menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan daerah.

Ia mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus pada keamanan dan ketertiban tapi juga ikut mendorong kemandirian pangan masyarakat. 

Dengan penanaman jagung serentak ini, kami harap bisa menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan,” ujar Kapolsek Sodonghilir IPTU Caryadi.

Kegiatan ini juga, kata Caryadi,  menjadi ajang kolaborasi dan semangat gotong royong antara pemerintah, aparat dan masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kecamatan Sodonghilir.(anwarwaluyo)

Terus Tingkatkan Fasilitas, RSUD Pandega Pangandaran Bangun Sejumlah Sarana Dari Anggaran DAK Tahun 2025

PANGANDARANNqEWS.COM. Bupati Kabupaten Pangandaran Citra Pitriyami siang tadi melaksanakan peletakan batu pertama pembanguanan sejumlah fasilitas tambahan di Rumah Sakut Umum Daerah (RSUD) Pandega, bertempat di area belakang gedung utama RSUD Pandega.(05/08/25)

Pembangunan fasilitas yang pelaksanaanya akan dilakukan bertahap menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK tahun 2025) sebesar rp 17,7 miliar, diantaranya gedung rawat inap khusus jantung (icvcu) senilai rp14,1 miliar, Cath Lab (ruang pemašangan ring jantung) Rp2,35 miliar dan gedung Cytotoxic (ruang pencampuran obat kanker) senilai Rp 1,31 miliar.

Selainpembangunan tiga gedung tersebut, juga meluncurkan dua ambulans baru senilai rp 968 juta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan darurat.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengaku bersyukur karena hari ini RSUD Pandega sudah sudah mempunyai dokter spesialis jantung, Dr Nala, yang baru selesai melaksanakan tugas belajar ďi Universitas Indonesia dengan dibiayai oleh pemerintah daerah.

“Dan saat ini Dr Nala masih menunggu proses surat tanda registrasi dan stelah itu diproses surat izin praktek, stelah itu baru bisa memberikan pelayanan di poliklinik jantung untuk melayani masyarakat pangandaran,” ungkap bupati.

Bupati mengatakan, walaupun saat ini pelayaanan masih terbatas hanya sebatas perawatan pasein jantung biasa dan belum  bisa melakukan oprasi, seperti pemasang ring. Karena disamping alatnya belum ada, dokternya juga harus sekolah lagi ngambil intervensi jantung selama 1 tahun dengan sarat dokter yang bersangkutan harus melakukan pelayan selama 1 tahun baru bisa sekolah lagi.

Ia menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran saat kini resmi menjadi rumah sakit rujukan utama di pangandaran untuk layanan kisu-kia (kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, dan kesehatan ibu dan anak). Dan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayan ksehatan, dan untuk hal tersebut Pemkab Pangandaran akan terus melengkapi fasilitasnya.

Bupati juga berharap semua proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai standar yang ditentukan dengan pendampingan tim kejaksaan negeri ciamis.

“Pemerintah daerah juga akan terus mendukung dengan peningkatan kopetensi tenaga medis dengan menyekolahkan putra-putri daerah menjadi dokter spesialis,” tegasnya.(hiek)















Meriahkan Hari Kemerdekaan Ke 80, Komunitas Pencinta Musik Keroncong Pangandaran Gelar Lomba Karaoke Keroncong

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, Komunitas Pencinta Musik Kroncong Pangandaran menggelar Lomba Karoke Keroncong dengan total hadiah sebesar RP 1,5 juta dan Sertifikat.

Seperti disampaikan salah seorang juri lomba, Dede Koharudin, perlombaan ini terbuka untuk umum dan semua usia. 

Dalam pelaksanaannya, terang Dede, peserta Mengirimkan video menyanyl berdurasi 30 detik - 1 menit dengan menyertakan nama serta asal daerah masing-masing.

"Pada vidio yang dikirimkan tersebut peserta dilarang menggunakan AI," jelas Dede.(03/08/25)

Dede menyampaikan, peserta lomba harus menyanyikan lagu yang telah ditentukan panitia, antara lain Pahlawan Merdeka, Selendang Sutra, Bandung Selatan, Sepasang Mata Bola, Jembatan Merah, Dinda Bestarl, Rangkal Melati, Sapulidi, Gugur Bunga, Di Bawah Sinar Bulan Purnama, Sapu Tangan, Angin Mamiri, Dewi Murnl, Telomoyo, Tanah Airku, Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, Juwita, Sumpah Pemuda, Restu Yang Kunantikan.

"Peserta bisa menyerahkan vidio lomba langsung ke Kuliner Sokka di jalan Kldang Pananjung nomer 92 Pangandaran dengan batas waktu mulai tanggal 1 sampai dengan 11 agustus 2025," imbuh Dede.

Dede menambahkan, peserta terpilih akan diumumkan tanggal 11 Agustus 2025 dan akan dipilih 7 peserta yang bisa masuk pada babak final. Kemudian peserta yang masuk final hadir offiline menylapkan file/instrumen musik pribadi untuk membawakan satu lagu yang sudah dikirimkan dan satu mengambl darl daftar lagu yang sudah ada.

"Techlncal Meeting akan dilaksanakan tanggal 13 agustus 2025 jam 13.00 WIB, bertempat di Kuliner Sokka di jalan Kldang Pananjung nomer 92 Pangandaran," tutupnya.(hiek)













Ikut Lestarikan Budaya Lokal, 27 SD Di Pangandaran Ikut Berpartisipasi FTBI Tingkat Kecamatan

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di SD Negeri 2 Pangandaran, 27 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran siang tadi mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan.(31/07/25)

Menurut Ketua panitia, Rijal Yanwar Ganda Sasmita, sebanyak tujuh cabang lomba yang dilombakan dalam ajang FTBI tahun ini. Diantaranya Pupuh, Biantara, Maca Jeng Nulis Aksara Sunda, Sajak, Borangan, Ngadongeng dan mengarang.

Rijal berharap, kegiatan ini bisa menjadi media untuk menumbuhkembangkan kecintaan para siswa terhadap bahasa dan budaya sunda. 

"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya sunda melalui jalur pendidikan," ungkap Rijal.

Festival ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi, menurut Rijal, juga mampu sarana untuk menanamkan rasa bangga terhadap bahasa ibu (bahasa sunda). 

Menurutnya, melalui FTBI ini para siswa yang mempunyai bakat akan mampu mengekspresikan dirinya dalam bahasa dan seni Sunda secara kreatif serta semakin mencintai budaya lokal.

"Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta dan dukungan dari para guru pembimbing serta orang tua murid yang terus mendorong anak-anak nya yang berbakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan berbasis budaya ini," ucapnya. (hiek)

Pangandaran Darurat Miras, Tokoh Agama, DPRD dan Pemda Rapatkan Barisan untuk Tindakan Tegas

PANGANDARANNEWS.COM — Bertempat di aula Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten pangandaran, dalam sebuah pertemuan yang melibatkan unsur DPRD, Satpol PP, Setda, serta tokoh masyarakat Kabupaten Pangandaran lahir kesepakatan bersama untuk menindaklanjuti keresahan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang semakin meresahkan. (31/07/25)

Sejumlah anggota DPRD dengan tegas menyampaikan dukungan atas kepedulian tokoh agama dan masyarakat yang selama ini selalu bersuara lantang menolak peredaran miras di tengah masyarakat, ini tentu menjadi angin segar terkait maraknya peredaran miras yang selama ini terkesan bebas di tengah masyarakat.

Menurut salah seorang anggota DPRD, salah satu fungsi DPRD adalah mengawasi bahkan menegur pihak eksekutif jika perlu. 

"Kita harus saling menahan diri agar tidak bertindak sendiri-sendiri,” ujarnya.

Namun pihaknya menyayangkan, hingga saat ini regulasi terkait pengendalian miras dinilai belum tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat maupun para penegak di lapangan sehingga celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk tetap menjalankan praktik distribusi dan konsumsi miras secara terang-terangan. 

Namun demikian, imbuhnya, DPRD menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi langkah-langkah konkret dalam upaya memberantas miras termasuk mendorong penegakan aturan yang lebih tegas dan terstruktur.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dedih mengungkapkan rasa keprihatinannya yang mendalam serta mengaku miris melihat kondisi ini. 

Menurut Dedih, pihaknya saat ini belum bisa menutup total peredaran miras karena keterbatasan personel dan sumber daya lainnya. 

"Namun kami siap menindaklanjutinya dengan langkah-langkah yang memungkinkan,” tegasnya.

Pernyataan ini tentu menegaskan bahwa di tengah segala keterbatasan, ternyata masih ada niat kuat dari penegak perda (gakda) untuk bertindak.

Sementara pejabat yang hadir mewakili Bupati mengakui adanya kelemahan dalam bertindak cepat terhadap fenomena miras, namun dipastikan ke depannya Pemkab Pangandaran akan ditindaklanjuti terkait hal ini. Dan komitmen di ruangan ini tentu menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi dianggap abai terhadap persoalan yang mengganggu moral dan ketertiban sosial masyarakat karena saat ini tekanan dari masyarakat dan para tokoh yang semakin kuat  mendesak Pemda untuk tidak bersikap lunak dalam menghadapi peredaran miras.

Masih di tempat yang sama, salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan ia tidak ingin Pangandaran dikenal sebagai daerah wisata yang mengorbankan moral warganya. 

"Jangan biarkan miras menghancurkan generasi muda kami,” teganya.

Ia menambahkan, suara publik yang tegas dan komitmen di ruangan ini diharapkan mampu mendorong pemerintah dan legislatif bekerja lebih cepat dan konkret dalam menciptakan Pangandaran yang bersih dari miras.(harisfirdaus)


Warga Nagrog Cipatujah Keluhkan Buruknya Infrastruktur Jalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Rusaknya kondisi jalan di wilayah Tasikmalaya Selatan, tepatnya ruas jalan di Dusun Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah menjadi bahan postingan di media sosial (medsos)

Menurut akun Budak Angon di media sosial Face Book, akibat jalan rusak ini seorang pegawai   PLN bernama Encep terpeleset dan jatuh ke lumpur, dan insiden ini terjadi karena kondisi jalan yang rusak parah dan penuh lumpur. 

Sementara dari hasil pantauan Pangandaran news di lokasi usai video jalan rusak viral, memang penuh lumpur setelah diguyur hujan. 

Kata Encep tak hanya dirinya saja yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak tersebut, tapi pernah juga seorang pelajar yang motornya tergelincir akibat jalan licin.

"Kami berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan perbaikan jalan disini," kata Encep.(29/07/25)

Menurutnya, semua pasti paham kalau jalan adalah salah satu sarana dan prasarana paling penting dalam kemajuan suatu wilayah, baik untuk aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. 

"Masyarakat disini  sering mencurahkan unek-uneknya lewat media sosial dan berharap terbaca pejabat yang ada Pemda Tasikmalaya," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi terkait aksinya ini, ia mengaku hal tersebut sengaja dilakukan karena kondisi jalan yang sempat dirinya viralkan agar bisa diketahui oleh para pemangku kebijakan di Pemkab Tasikmalaya.

"Saya sengaja melakukan aksi ini sebagai sindirian terhadap pemerintah apalagi sekarang menjelang peringatan hari kemerdekaan ke 80," akunya.

Dia berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya bisa lebih memperhatikan kondisi jalan yang rusak khususnya di wilayah Tasikmalaya Selatan.

Tak hanya itu, ia menympaikan untuk pemimpin sekarang bisa menepati janji jalan kasep mulus bisa terealisasi di tengah gempuran tudingan ini dan itu dari orang-orang yang sudut pandangnya berbeda.

"Tidak hanya soal infrastruktur saja, segi kesehatan, pendidikan, ekonomi juga yang harus lebih di perhatikan lagi," pungkasnya.

(anwarwaluyo)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN