Pangandaran Darurat Miras, Tokoh Agama, DPRD dan Pemda Rapatkan Barisan untuk Tindakan Tegas

PANGANDARANNEWS.COM — Bertempat di aula Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten pangandaran, dalam sebuah pertemuan yang melibatkan unsur DPRD, Satpol PP, Setda, serta tokoh masyarakat Kabupaten Pangandaran lahir kesepakatan bersama untuk menindaklanjuti keresahan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang semakin meresahkan. (31/07/25)

Sejumlah anggota DPRD dengan tegas menyampaikan dukungan atas kepedulian tokoh agama dan masyarakat yang selama ini selalu bersuara lantang menolak peredaran miras di tengah masyarakat, ini tentu menjadi angin segar terkait maraknya peredaran miras yang selama ini terkesan bebas di tengah masyarakat.

Menurut salah seorang anggota DPRD, salah satu fungsi DPRD adalah mengawasi bahkan menegur pihak eksekutif jika perlu. 

"Kita harus saling menahan diri agar tidak bertindak sendiri-sendiri,” ujarnya.

Namun pihaknya menyayangkan, hingga saat ini regulasi terkait pengendalian miras dinilai belum tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat maupun para penegak di lapangan sehingga celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk tetap menjalankan praktik distribusi dan konsumsi miras secara terang-terangan. 

Namun demikian, imbuhnya, DPRD menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi langkah-langkah konkret dalam upaya memberantas miras termasuk mendorong penegakan aturan yang lebih tegas dan terstruktur.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dedih mengungkapkan rasa keprihatinannya yang mendalam serta mengaku miris melihat kondisi ini. 

Menurut Dedih, pihaknya saat ini belum bisa menutup total peredaran miras karena keterbatasan personel dan sumber daya lainnya. 

"Namun kami siap menindaklanjutinya dengan langkah-langkah yang memungkinkan,” tegasnya.

Pernyataan ini tentu menegaskan bahwa di tengah segala keterbatasan, ternyata masih ada niat kuat dari penegak perda (gakda) untuk bertindak.

Sementara pejabat yang hadir mewakili Bupati mengakui adanya kelemahan dalam bertindak cepat terhadap fenomena miras, namun dipastikan ke depannya Pemkab Pangandaran akan ditindaklanjuti terkait hal ini. Dan komitmen di ruangan ini tentu menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi dianggap abai terhadap persoalan yang mengganggu moral dan ketertiban sosial masyarakat karena saat ini tekanan dari masyarakat dan para tokoh yang semakin kuat  mendesak Pemda untuk tidak bersikap lunak dalam menghadapi peredaran miras.

Masih di tempat yang sama, salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan ia tidak ingin Pangandaran dikenal sebagai daerah wisata yang mengorbankan moral warganya. 

"Jangan biarkan miras menghancurkan generasi muda kami,” teganya.

Ia menambahkan, suara publik yang tegas dan komitmen di ruangan ini diharapkan mampu mendorong pemerintah dan legislatif bekerja lebih cepat dan konkret dalam menciptakan Pangandaran yang bersih dari miras.(harisfirdaus)


Warga Nagrog Cipatujah Keluhkan Buruknya Infrastruktur Jalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Rusaknya kondisi jalan di wilayah Tasikmalaya Selatan, tepatnya ruas jalan di Dusun Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah menjadi bahan postingan di media sosial (medsos)

Menurut akun Budak Angon di media sosial Face Book, akibat jalan rusak ini seorang pegawai   PLN bernama Encep terpeleset dan jatuh ke lumpur, dan insiden ini terjadi karena kondisi jalan yang rusak parah dan penuh lumpur. 

Sementara dari hasil pantauan Pangandaran news di lokasi usai video jalan rusak viral, memang penuh lumpur setelah diguyur hujan. 

Kata Encep tak hanya dirinya saja yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak tersebut, tapi pernah juga seorang pelajar yang motornya tergelincir akibat jalan licin.

"Kami berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan perbaikan jalan disini," kata Encep.(29/07/25)

Menurutnya, semua pasti paham kalau jalan adalah salah satu sarana dan prasarana paling penting dalam kemajuan suatu wilayah, baik untuk aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. 

"Masyarakat disini  sering mencurahkan unek-uneknya lewat media sosial dan berharap terbaca pejabat yang ada Pemda Tasikmalaya," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi terkait aksinya ini, ia mengaku hal tersebut sengaja dilakukan karena kondisi jalan yang sempat dirinya viralkan agar bisa diketahui oleh para pemangku kebijakan di Pemkab Tasikmalaya.

"Saya sengaja melakukan aksi ini sebagai sindirian terhadap pemerintah apalagi sekarang menjelang peringatan hari kemerdekaan ke 80," akunya.

Dia berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya bisa lebih memperhatikan kondisi jalan yang rusak khususnya di wilayah Tasikmalaya Selatan.

Tak hanya itu, ia menympaikan untuk pemimpin sekarang bisa menepati janji jalan kasep mulus bisa terealisasi di tengah gempuran tudingan ini dan itu dari orang-orang yang sudut pandangnya berbeda.

"Tidak hanya soal infrastruktur saja, segi kesehatan, pendidikan, ekonomi juga yang harus lebih di perhatikan lagi," pungkasnya.

(anwarwaluyo)



Pertamakali Berhasil Dikembangkan Di Pusat Reintroduksi Banteng ? Seekor Bayi Banteng Jawa Lahir Di BKSDA Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu seekor anak betina banteng jawa telah lahir di Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran, tepatnya sekitar jam 06.00 WIB pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2025.

Seperti disampaikan melalui pesan WhatsApp Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran Kusnadi, kelahiran anak banteng tersebut di tempat Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Cagar Alam Pananjung. 

Kusnadi mengatakan, bayi itu lahir dari induk banteng bernama Uchi yang dilepasliarkan Kementerian Kehutanan bersama tiga induk lainnya pada 11 Desember 2024 lalu.

"Alhamdulillah bayi banteng tersebut dalam kondisi sehat," ungkapnya.(28/07/25)

Kata Kusnadi, menurut informasi yang diterima dari Kemenhut, kelahiran banteng Jawa (Bos Javanicus Javanicus) ini merupakan yang pertamakali dan berhasil dikembangkan di Pusat Reintroduksi Banteng.

Seperti diketahui, di pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran ini memiliki konsep pengembangbiakan semi alami sejumlah dua pasang atau empat (empat) individu Banteng Jawa. Indukan Banteng jawa berasal dari tiga lembaga konservasim, diantaranya dari Taman Safari Indonesia Bogor sebanyak satu individu betina bernama Uchi, Taman Safari Indonesia Prigen sebanyak satu individu betina bernama Bindi dan Taman Safari Indonesia Gianyar Bali sebanyak dua individu jantan bernama Bejo dan Senta.

Kusnadi berharap, banteng yang ada di habitat TWA Cagar Alam Pangandaran ini bisa terus bertambah dan tentunya bisa menjadi daya tarik wisata kedepannya.

Sementara informasi anak banteng jawa betina ini bernama Exploitasia, dan infonya nama tersebut disematkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni.

“Usai kelahiran Exploitasia, dari tim medis BBKSDA Jawa Barat terus melakukan pemantauan anakan beserta induknya untuk memastikan kesehatan satwa," terang Kusnadi.(hiek)


Jaga Lingkungan Agar Tetap Nyaman, Warga Desa Cimanuk Gotong-Royong Laksanakan Gerakan Kebersihan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masalah kebersihan sudah melekat dalam kebidupan sehari-hari baik di rumah atau pun lingkungan bagi warga Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, sehingga setiap ada kegiatan kebersihan yang diselenggarakan pemerintah desa selalu disambut antusias oleh masyarakat.

Dengan dipimpin RT 002, 003 dan RW 05 Dusun Pamoyana warga bergotong-royong dengan membawa alat dari rumah masing-masing membersihkan sampah dan rumput yang tumbuh liar di sekitar jalan, serelah sebelumnya mendengarkan arahan dari Kepala Desa Cimanuk, Anhar.(27/07/25)

Hasil musyawarah bersama dengan pemdes, gerakan kebersiahan kali ini difokuskan untuk membersihkan selokan jalan yang di penuhi sampah dan dedaunan. Karena selokan atau saluran air yang di penuhi sampah dan dedauan jika tidak di bersihkan maka aliran air pun akan tersumbat sehingga meluber ke jalan.

Di sela-sela kegiatan, Kepala Desa Cimanuk, Anhar, kepada PNews mengatakan, selain menjadi kegiatan yang dilaksanakan setiap hari minggu, kata Anhar, juga dalam rangka menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 80.

"Semua warga, baik pemuda atau pun orang tua ramai-ramai ikut kerja gotong-royong," kata Anhar.

Dengan kondisi lingkungan yang bersih, indah dan nyaman di tengah masyarakat, kata Anhar, tentu akan membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang semakin erat.

"Dan seperti biasa selesai kegiatan kami pun makan bersama dengan makanan yang telah di siapkan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak yang mendapat bagian untuk memasak," terang Anhar.

Anhar mengatakan, pihaknya terus mmwnghimbau kepada masyarakat agar menjaga dan merawat kebersihan lingkungan sehingga kelestariannya bisa terjaga dengan baik. 

Sementata secara terpisah Camat Cikalong Acep Sofian S,Pd, sangat mengapresiasi masyarakat Desa cimanuk yang begitu kompak dalam bergotong royong membersihkan lingkungan. 

"Kegiatan ini juga sekaligus untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Tasik yang ke 393 dan menjelang HUT kemerdekaan ke 80," ucapnya. (anwarwaluyo)

Cibenda Festival, Literasi Anak Dan Festival UMKM Semarakan Kegiatan KKN IPB University

PANGANDARANNE S.COM - Beberapa waktu lalu Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IPB University sukses menyelenggarakan kegiatan terpadu yang menggabungkan perlombaan literasi anak dan festival UMKM lokal (Cibenda Festival), bertempat di Balai Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.(23/07/25)

Dalam festival, sejumlah lomba seperti mewarnai untuk kelas 1–3, menggambar dan mewarnai untuk kelas 4–6, menyanyi solo, serta mengulas buku cerita anak ini menjadi ajang kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat desa untuk mengembangkan potensi lokal yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak sejak dini.

Seperti disampaikan salah seorang peserta KKN, Faud, Festival UMKM juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini. 

Warga dan pelaku usaha lokal, kata Faud, diberi ruang untuk memamerkan dan menjual produk unggulan desa, antara lain olahan makanan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.

"Festival ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pengembangan potensi desa,“ ungkap Faud saat ditemui di sela kegiatan.

Faud juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan tapi juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan, karena dalam kegiatan ini anak-anak bisa tampil percaya diri dan para pelaku UMKM bisa memperkenalkan produk mereka lebih luas.

Faud mengaku sebang Karena ternyata antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara, sehingga balai Desa Cibenda dipenuhi anak-anak peserta lomba dan warga yang datang untuk menikmati suasana festival. 

"Tak hanya itu, panitia juga menyediakan doorprize menarik bagi peserta, yang semakin menambah semarak suasana," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, dalam sambutannya Kepala Desa Cibenda, Dede, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN di desanya.

Ia menyebut, pihaknya sangat senang dan bangga karena kegiatan seperti ini bisa membangkitkan semangat warga, terutama anak-anak dan pelaku usaha kecil.

"Semoga ke depan bisa terus berlanjut,” ujarnya.

(nurhifzhulmawaliaalfath)


Warga Desa Hegarwangi Bersama Masyarakat Lainnya Sambut Hangat HUT Ke 393 Kab Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Momen Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tasikmalaya yang jatuh pada 26 Juli 2025 disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Pemerintah Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong.

Ribuan warga dari berbagai pelosok turut serta memeriahkan puncak peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan ini menjadi simbol nyata kekuatan gotong royong yang menjadi pondasi utama Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan mengusung tema Nyorang Mangsa, Tasik Raharja, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, namun juga menjadi ruang refleksi mendalam terhadap perjalanan sejarah dan masa depan Kabupaten Tasikmalaya.

Salah seorang tokoh Desa Hegarwangi menyampaikan, hari jadi ini bukan sekadar mengenang masa lalu tetapi menjadi panggilan moral bagi kita semua. 

"Lalu pertanyaannya, apakah kita sudah berkontribusi untuk Tasikmalaya hari ini dan esok?," ucapnya.(26/07/25)

Menurutnya, pembangunan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah tetapi harus menjadi gerakan kolektif semua elemen.

Ia menekankan, kemajuan sejati lahir dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dengan dilandasi semangat gotong royong dan didasarkan pada pelayanan yang tulus. 

Ia Menambahkan, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur megah melainkan tentang kehadiran pemerintah yang terbuka, responsif, dan mau belajar bersama rakyatnya.

Di sisi lain Ketua DPK APDESI Kecamatan Bantarkalong, Muhammad Taufan Fitmayah dalam keterangannya kepada Pangandaran News di sela-sela kegiatan puncak peringatan menyampaikan, hari jadi ini menjadi momen penting untuk mempererat soliditas antara pemerintah dan masyarakat dalam satu semangat kebersamaan.

Ia mengatakan, Ini bukan sekadar perayaan tapi juga tonggak evaluasi dan pemantik semangat baru dalam membangun daerah.

"Kita butuh kesatuan visi antara pemimpin dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara dalam sambutannya Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyatukan tekad dan semangat dalam mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang religius, unggul dalam pertanian, infrastruktur, pendidikan, serta layanan kesehatan.

Ia menyebut Pemkab Tasikmalaya terus berupaya menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik serta memperkuat peran desa, mendampingi UMKM dan para petani agar makin mandiri.

"Dengan potensi alam dan SDM yang kita miliki, Tasikmalaya punya peluang besar menjadi daerah unggulan di Jawa Barat,” tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang turut hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya (26/07/25), menyampaikan pesan khusus terkait pentingnya penyelesaian persoalan infrastruktur dan pendidikan.

"Di hari jadi ini jangan biarkan ada jalan dan sekolah yang rusak, ini pesan penting bagi semua pemangku kebijakan,” ucapnya tegas.

"Saya tekankan kepada bupati, agar tahun ini di Kabupaten Tasikmalaya tidak ada lagi jalan dan sekolah rusak," tegasnya lagi.(anwarwaluyo)

Peredaran Miras Di Pangandaran Semakin Meresahkan, Para Tokoh Agama Desak Pemda Bertindak Tegas

PANGANDARANNEWS.COM — Peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi di wilayah Pangandaran semakin kian hari semakin terbuka dan meresahkan, lebih dari 40 tempat penjualan miras kini beroperasi secara terang-terangan.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Umat Islam Pangandaran (FUIP) Pangandaran Iman Nugraha, saat diminta komentarnya terkait peredaran miras khususnya di kawasan wisata dan sekitarnya di Kcamatan Pangandaran.(25/07/25)

Menurut Iman, praktik prostitusi juga telah bertransformasi dengan memanfaatkan media digital yang lebih canggih, dan ini bukan hanya merusak citra pariwisata tetapi juga mengancam moralitas generasi muda.

Hal senada disampaikan salah seorang mubaligh pengurus mesjid di kawasan pantai timur, Ustadz Fatah, menurutnya peredaran miras saat ini sudah tidak bisa lagi ditoleransi. Ia mendesak pemerintah daerah untuk bersikap tegas, mengingat dampaknya bukan hanya jangka pendek tapi bisa menjadi "bom waktu" yang akan menghancurkan masa depan moral masyarakat khususnya anak-anak muda.

Sementara tokoh ulama dari MUI Desa Pangandaran, Ustadz Hambali menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta mengajak seluruh tokoh agama, ustadz, serta majelis taklim untuk segera mengambil peran aktif dalam memberikan arahan dan pembinaan kepada masyarakat. 

Hambali mengatakan, ulama harus berada di garda terdepan dalam menanggulangi penyakit masyarakat seperti miras dan prostitusi.

Dari sisi kelembagaan, Drs. Anwar Hidayat Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, mendorong pemerintah daerah agar tidak ragu dalam menegakkan aturan. Ia menekankan bahwa kekuasaan dan perangkat hukum sudah dimiliki, tinggal keberanian eksekusi dari Pemda.

"Kami meminta agar Pemda segera berkoordinasi dengan MUI untuk menyikapi keresahan yang semakin meluas ini," kata Anwar.

Lain lagi yang dikatakan MUI Desa Pananjung, Ustadz Haris Firdaus, ia menilai tindakan razia yang dilakukan institusi terkait semata tidak cukup. 

"Kami berharap adanya sanksi hukum yang nyata bisa ditegakkan secara konsisten," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, kekhawatiran akan turunnya pendapatan dari sektor wisata tanpa miras dan prostitusi itu hal yang tidak berdasar. Karena justru pariwisata yang bersih akan membawa keberkahan dan kepercayaan masyarakat luas..

Masih di tempat yang sama, tokoh MUI dan pengurus majelis taklim Desa Wonoharjo, Kiai Subariyo menyatakan dukungannya terhadap gerakan anti-miras di Kabupaten Pangandaran. 

Ia mendesak pemerintah agar bisa membuktikan komitmennya menjadikan Pangandaran bukan hanya maju secara ekonomi dan pembangunan tetapi juga unggul dalam moral dan religius, dan pihaknya juga sangat menyayangkan jika pencapaian fisik tidak diiringi dengan pembinaan karakter masyarakat

Ia tegaskan, para tokoh agama memiliki tanggung jawab keagamaan dan moral untuk menyelamatkan umat dari kerusakan sosial yang ditimbulkan oleh miras dan prostitusi. 

“Kami siap membantu, bukan hanya lewat mimbar tapi juga dalam aksi nyata,” ujarnya.

Para tokoh agama ini berharap Pemda Pangandaran segera mengambil sikap sebelum keresahan warga berubah menjadi tindakan spontan yang tidak terkendali. 

Dan mereka juga sepakat, pengendalian penyakit masyarakat (pekat) di kawasan wisata harus dimulai dari keseriusan dan keberanian pemerintah dalam menegakkan aturan demi menyelamatkan masa depan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata yang aman, bersih, dan bermartabat.(harisfirdaus)

Kosti Berharap, Komunitasnya Dilibatkan dalam Event Pemda Pangandaran

 

PANGANDARANNEWS.COM - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pangandaran menyampaikan harapan agar ke depan bisa lebih dilibatkan dalam berbagai event resmi yang diselenggarakan instansi maupun dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, harapan ini mencerminkan semangat komunitas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendekatan budaya, sejarah, dan gaya hidup sehat.

Demikian disampaikan Salah satu anggota Kosti, Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya.(25/07/25)

Menurut Ismail, Kosti Pangandaran selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan lokal, seperti gowes budaya, kampanye hidup sehat, hingga bakti sosial. 

Namun demikian, kata Ismail, keterlibatan mereka dalam acara resmi pemerintah masih tergolong minim. Beberapa kegiatan internal mereka bahkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena menghadirkan nuansa kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal. Padahal, komunitasnya siap bergerak kapan pun diberi ruang dan kepercayaan.

 “Kami ini cinta budaya dan negeri dan kami siap mendukung setiap event pemerintah, tinggal diberi kesempatan,” ungkap Ismail.

Ia menambahkan, Kosti bukan sekadar komunitas sepeda tua melainkan penjaga nilai-nilai sejarah dan harmoni sosial dan dukungan terhadap Kosti juga datang dari masyarakat. 

Hal senada disampaikan pecinta sepeda ontel yang tinggal di Desa Pananjung, Haris (54), ia menilai keberadaan Kosti dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap kegiatan pemerintah daerah. Dan kegiatan Kosti itu unik, bisa jadi hiburan, edukasi, sekaligus promosi wisata. 

"Saya kira sayang sekali kalau mereka tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan Kosti bisa bersinergi dengan program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang pariwisata, budaya, dan olahraga. 

"Dengan dukungan masyarakat serta perhatian dari pemerintah, Kosti optimis dapat menjadi bagian dari wajah Pangandaran yang lebih berwarna dan membanggakan," ucapnya (arisfirdaus)

Polres Pangandaran Ajak Aksi Forum BBL Berdialog Cari Solusi Terkait SKAB

PANGANDARANNEWS.COM – Kericuhan hebat sempat mewarnai dan tak terhindarkan saat aksi unjuk rasa para nelayan yang teegabung dalam Forum Benih Bening Lobster (BBL) Kabupaten Pangandaran, bertempat di depan pintu gerbang pendopo bupati di Kecamatan Parigi.(24/07/25)

Dalam aksi Forum BBL terkait penerbitan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB), berubah menjadi lautan amarah ketika massa merasa aspirasinya diabaikan. 

Setelah berhasil menjebol gerbang dan membakar ban bekas, massa pun melampiaskan frustrasinya pada mobil Damkar yang disiagakan di lokasi dengan memecahkan kaca dan merusak bodinya dengan lemparan benda keras.

Aksi sempat memanas karena  massa tidak dapat bertemu Bupati Pangandaran, hal ini tentu saja membuat kemarahan massa pun memuncak dengan perusakan gerbang Pendopo dan memecahkan kaca depan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). 

Namun situasi yang hampir anarki ini akhirnya berhasil dikendalikan setelah Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H turun langsung menembus kerumunan massa yang beringas.

Di tengah situasi aksi tersebut, Kapolres Pangandaran mengambil langkah berani. Ia maju ke garis depan berhadapan langsung dengan massa dan berbicara melalui pengeras suara untuk meredam amuk yang lebih besar.

Di depan peserta aksi, dengan suara yang tegas dan jelas Kapolres menyampaikan ia akan memfasilitasi BBL dengan pemda.

"Saudara-saudaraku tolong dengarkan saya, kami siap memfasilitasi dan mendukung kepada pemerintah dan masyarakat, khususnya nelayan," tegas Kapolres.

Kapolres juga berpesan agar Pangandaran tetap kondusif karena pihaknya siap mengawal proses ini hingga ada solusi dengan cara yang terhormat, bukan dengan perusakan.

Massa yang tadinya emosional pun perlahan mulai tenang dan mendengarkan apa yang disampaikan Kapolres, komunikasi langsung itu berhasil memadamkan api amarah dan membuka kembali jalan dialog.

Setelah berdiskusi singkat dengan koordinator lapangan dan menegaskan kembali komitmennya, Kapolres  berhasil membujuk massa untuk membubarkan diri secara tertib. ***

Polsek Karangnunggal Gelar Forum Diskusi Ketapang, Cegah Pengangguran dan Dorong Ekonomi Lokal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kesadaran warga lokal terhadap pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi saat ini semakin menguat, hal ini tampak dalam kegiatan Forum Silaturahmi Warga Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang digelar di aula Kantor Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal  Kabupaten Tasikmalaya.(23/7/2025).

Acara yang diinisiasi oleh Polsek Karangnunggal bersama tokoh masyarakat ini mengusung tema “POLRI untuk Masyarakat” ini bertujuan meningkatkan fokus dan konsentrasi warga dalam menciptakan aktivitas positif, produktif dan bernilai ekonomi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Karangnunggal AKP, Jaja Hidayat, Ketua APDESI Karangnunggal, 9 kepala desa yang melrealisasikam Ketapang Penanaman jagung, Pengusaha dan petani lokal dari wilayah Tasik Selatan (Tasela), Kepala BPP, Para pengurus Bumdes dan perwakilan organisasi masyarakat Permata Pujaseka.

Dalam diskusi terungkap, sektor pertanian khususnya penanaman jagung ternyata memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan. Dari total kebutuhan jagung untuk pasar lokal dan peternak di wilayah Tasikmalaya Selatan saja saat ini baru mampu dipenuhi sekitar 25%, sementara permintaan pasar terus meningkat baik untuk kebutuhan pangan manusia maupun pakan ternak.

Kapolsek Karangnunggal dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya ingin warga punya kegiatan yang produktif dan menghasilkan. 

"Dengan bertani jagung misalnya, ini bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan daerah tapi juga mengurangi pengangguran, menekan angka kriminalitas dan meningkatkan kesejahteraan," kata Kapolsek.

Gayung bersambut, ternyata Badan Urusan Logistik (Bulog)  pun siap membeli jagung hasil panen warga dengan harga bersaing. Apalagi dengan standar kualitas yang baik, hasil jagung dari Karangnunggal bahkan bisa dikirim ke luar daerah untuk memenuhi kuota pasar nasional yang masih terbuka lebar.

Masih di tempat yang sama, Ketua Apdesi  Karangnunggal, Tohir E Sumarlin menambahkan, para kepala desa siap mendukung dengan memetakan lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan dan membantu memfasilitasi warga dengan pelatihan serta akses bibit dan pupuk.

Sementara salah seorang pengusaha lokal yang hadir dalam forum menyatakan minatnya untuk bermitra dengan kelompok tani warga, menurutnya ia butuh suplai jagung berkualitas untuk pakan ternak. 

"Selama ini stok masih kurang, kalau warga bisa produksi lebih banyak kami siap tampung,” ujarnya.

Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, pengusaha, dan masyarakat untuk menciptakan swasembada pangan lokal yang kuat dan berkelanjutan.

Sisi penting yang bisa diambil hasil diskusi forum tersebut, fokus warga pada kegiatan positif dan produktif akan mengurangi pengangguran dan kriminalitas dan selanjutnya potensi pasar jagung masih sangat besar, baru terpenuhi 25% dari kebutuhan pasar.

Tak hanya itu, selain bulog dan pengusaha lokal yang siap membeli jagung dengan standar kualitas baik, progarm ini juga perlu sinergitas antara warga, pemerintah dan pengusaha untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Hasil dari Kegiatan forum diskusi ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi berbasis pertanian di Karangnunggal umumnya wilayah Tasik Selatan dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, wilayah ini berpotensi menjadi salah satu sentra produksi jagung di tasikmalaya selatan yang akan memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan jangka panjang.(anwarwaluyo)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 4

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");