Dalam Pertemuan Dengan Forkopinda Pangandaran, Polemik Petani Di Maruyungsari-Paledah Tak Temukan Titik Terang

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan petani di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yang berharap bisa segera terbebas dari banjir yang setiap musim hujan merendam ratusan hektare sawah mereka kini kembali menemui jalan buntu, pasalnya upaya untuk menjebol badan jalan perbatasan demi memperlancar aliran air justru memicu penolakan keras dari petani tetangga di Desa Paledah.

Permasalahan yang terus bergulir ini pun akhirnya menarik perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pangandaran, Bupati Oangandaran Citra Pitriyami, Kapolres AKBP Mujianto dan Dandim 0625 Letkol CZI Ibnu Muntaha serta mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dengan didampingi perwakilan dari BBWS Citanduy pun turun langsung ke lapangan, namun hasilnya jauh dari memuaskan.

Dalam pertemuan dengan petani Paledah tersebut, terjadi penolakan terhadap penjebolan jalan tetap bergeming. Para petani menuntut solusi teknis jangka panjang, yaitu perbaikan saluran pembuangan bukan tindakan yang dianggap merugikan desa mereka.

Saat pertemuan dengan petani Maruyungsari situasi sempat memanas, dan alih-alih membawa solusi konkret karena Bupati Pangandaran hanya menyampaikan bahwa jalan tidak akan dijebol namun menggantinya dengan tawaran tiga unit pompa dari BBWS Citanduy serta janji kompensasi Rp1,5 juta per hektare jika tanaman rusak.

“Ini bukan hal mudah dan saya baru tiga bulan menjabat bupati, saya bukan wonder woman,” kata bupati.(24/05/25)

Jawaban bupati ini menambah kekecewaan petani, sehingga tanggapan tersebut pun disambut sorakan kecewa. Malah tak sedikit para petani memilih meninggalkan lokasi sebelum penjelasan tuntas, meskipun sebagian lainnya tampak pasrah dan menerima tawaran pemerintah.

Mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pun mencoba turun tangan meredam situasi, namun gagal membendung kekecewaan warga dan seruan penolakan dan keinginan tetap menjebol jalan masih terdengar lantang.

Dan solusi untuk banjir di kawasan pertanian Desa Maruyungsari belum didapat, dan petani pun kini hanya bisa berharap dengan rasa kecewa yang mendalam.(Tn)

Ketua DPRD Pangandaran Sebut, Pemda Harus Serius Dalam Menata Obyek Wisata Pantai

PANGANDARANNEWS.COM - Penataan pantai yang baik tentu akan menciptakan objek wisata yang berkelanjutan dan juga ramah lingkungan, sebuah destinasi yang mampu memberikan kenyamanan terhadap wisatawan.

Permasalahan seperti sampah dan limbah merupakan hal yang harus paling diproritaskan harus tuntas dari hulu ke hilir, sehingga tak lagi jadi masalah klasik yang sering terjadi.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran Asep Noordin, saat wawancara dengan sejumlah awak media, di gedung DPRD.

Ia juga meminta kepada Pemkab Pangandaran untuk serius menata objek wisata Pantai Pangandaran karena DPRD pun sudah mendiskusikan tentang keseriusan menata Pantai Pangandaran dengan beberapa pihak  seperti Bappeda, Dunas PU, dan Dinas Pariwisata terkait hal apa saja yang harus dilakukan dalam penataan.

"Banyak yang harus kita tata, mulai dari pantainya, mengatasi limbah, kemudian drainase, pengelolaan sampah, semuanya harus serius," ucapnya. (23/05/25).

Kata Asep, Kabupaten Pangandaran beruntung memiliki pantai yang cukup indah, dan ini harus dijaga bersama-sama apalagi pantai ini menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar.

"Ini perlu keseriusan dari semuanya, saya harap ini menjadi sebuah atensi bagi semuanya," ucapnya.

Disoal terkiat limbah, Asep mengatakan, pembuatan IPAL menjadi salah satu solusi yang bisa secepatnya dilakukan. 

"Tentu saja dengan mempertimbangkan kebutuhan anggaran" tegasnya.(hiek)

Buntut Diamankannya Dua Penambang Emas, APRI Tasikmalaya Datangi Kantor Dinas ESDM Provinsi Jabar

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Ratusan penambang dari Kecamatan Karangjaya yang tergabung dalam Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Tasikmalaya melakukan aksi demo di halaman Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat Wilayah VI Tasikmalaya Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, massa aksi datang di kantor tersebut sekitar pukul 10:00 WIB dengan menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan puluhan kendaraan roda empat dengan dikawal ketat pihak Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota.(22/05/25).

Seperti dijetahui, aksi ini buntut dari diamankannya dua penambang emas ilegal di Kawasan Perhutani Blok Cilutung dan Blok Citunun, Kampung Karangpaninggal, RT 023 RW 006, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis 15 Mei 2025 lalu.

Dalam aksi ini perwakilan dari massa aksi pun secara bergantian melakukan orasi, yang pada intinya mereka meminta regulasi yang jelas dari pihak pemerintah terkait aktivas tambang emas di Kecamatan Karangjaya. 

Aksi ini digelar, juga sebagai bentuk desakan terhadap pemerintah agar segera merealisasikan peraturan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) serta IPR (Izin Pertambangan Rakyat) pasca ditetapkannya dua tersangka oleh pihak kepolisian terkait dugaan penambangan ilegal.

Mereka juga menuntut dibebaskannya dua penambang emas warga Karangjaya yang ditangkap pihak kepolisian Polres Tasikmalaya Kota, dengan tuduhan telah melakuka aktivitas penambangan ilegal atau tanpa izin. 

Seperti disampaikan kordinator aksi, Hendra Bima yang merupakan Ketua DPC APRI Kabupaten Tasikmalaya mengatakan kedatangan massa aksi tersebut bertujuan untuk mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menerbitkan dokumen perizinan reklamasi tambang dalam sesuai peraturan menteri No 174 kementrian SDM tahun 2024 yang dianggap berlarut-larut, karena selama ini pemerintah hanya menerbitkan untuk izin reklamasi tambang luar. 

Padahal, kata Hendra, di tambang rakyat hampir semuanya tambang dalam, dan akibatnya dengan tidak terbitnya izin reklamasi tambang dalam tersebut, menghambat dokumen teknis tambang dan dokumen lingkungan yang sedang kami buat. 

"Kami mengusulkan izin pertambangan rakyat di wilayah Kecamatan Cineam dan Karangjaya yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi mata pencaharian rakyat," ujar Hendra.

Hendra mengatakan, dulu 92 2002 para orang tua sempat melegalkan. Namun setelah itu berhasil tidak pernah berpihak lagi kepada rakyat karena regulasinya sangat mahal, karena izin undang-undang nomor 3 2 perubahan dari undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang minerba hal ini sempat memberi angin surga kepada penambang rakyat di seluruh Indonesia. Peraturan pemerintah Nomor 96 tahun 2001 mengisyaratkan, beberapa kewajiban para pemohon izin pertambangan rakyat salah satunya adalah wilayah pertambangan rakyat 2002..

Hendra menambahkan, pihaknya mengusulkan permohonan wilayah pertambangan rakyat melalui Bupati Tasikmalaya dan Gubernur Jawa Barat serta ditembuskan kepada Kementerian ESDM, dengan penantian selama 2 tahun bersama 2 tahun baru mendapat penetapan SK Menteri ESDM ada 433 hektar yang ditetapkan menteri SDM di wilayah Kecamatan Cineam dan Karangjaya sebagai wilayah pertambangan rakyat.

"Para penambang ini telah mengantongi SK Penetapan WPR, namun belum dapat beraktivitas secara legal karena belum turunnya regulasi HKI dari pemerintah," tegas Hendra.

Kata Hendra, para penambang ini hanya menuntut hak sebagai rakyat untuk menambang secara sah dan sesuai aturan. SK WPR sudah dikantongi, tinggal mengisyaratkan lagi yaitu regulasi HKI, jadi jangan biarkan rakyat terus dibayang-bayangi rasa khawatir.

Hendra juga meminta kepada Polres Tasikmalaya kota untuk segera membebaskan atau penangguhan dua orang keluarga besar APRI yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, karena APRI beserta Eksekutif dan menjamin untuk kedua orang tersebut.

Ditempat yang sama, Penyelidik Bumi Ahli Muda dari Cabang Dinas ESDM Wilayah VI Tasikmalaya Pepen Ucu Atila saat berdiskusi dengan massa demontrasi menyampaikan, selama ini pihaknya terus berupaya agar regulasi NSPK dan juga IPR segera di sah kan,.

“Kami akan terus memastikan untuk tahun ini regulasi HKI agar segera sah karena kewenangan HKI itu di kementerian ESDM bukan di kami, akan tetapi setelah kami koordinasikan maksimal di bulan Mei 2026 untuk HKI akan direalisasikan karena akan perlu kajian dulu oleh pihak kementerian,” ungkap Pepen.

Setelah ditandatanganinya berita acara kesepakatan terkait HKI, massa aksi pun kembali pulang dengan pengawalan dari aparat keamanan. (anwarwaluyo)

Akibat Hujan Deras, Beberapa Sawah Dan Jalan di Kabupaten Pangandaran Terndam Luapan Air Sungai

PANGANDARANNEWS.COM – Hujan yang mengguyur beberapa hari ini di Kabupaten Pangandaran, menyebabkan terjadi luapan air di sejumlah daerah. Tak hanya terjadi Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Padaherang, bencana banjir pun terjadi  Kecamatan Cimerak yang berdapak terndamnya  badan jalan dan puluhan hekta sawah.

Seperti yang terjadi di blok Cisempu Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, air setinggi satu meter merendam jalan dan sawah masyarakat akibat kondisi meluapnya air sungai saluran yang menghubungkan langsung dengan laut.( 21/05/25)

Menurut Kepala Desa Ciparanti, Dadang Suherman, banjir sekarang ini lebih parah dari yang sebelumnya, banjir biasanya surut dalam waktu 1 sampai 2 jam.

Selain merendam jalan, kata Dadang, banjir luapan sungai juga menyebabkan sekitar 30 hektar sawah milik petani sehingga terancam gagal tanam.

"Ini karena ada saluran irigasi sepanjang 20 meter yang mengalami jebol," terang Dadang, melalui peasn WhatsApp.(22/05/2025) 

Dadang mengatakan, padahal saluran irigasi yang rusak tersebut baru dibangun sekitar lima tahun lalu. Tepatnya, dibangun pada tahun 2020.

"Akibatnya  air dari sungai ini meluap ke sawah dan badan jalan dengan ketinggian  sekitar 1 meter," ucapnya. (hiek)


Terkesan Tak Ada Tanggapan, Sudah Lama Warga Sarimukti Keluhkan Kondisi Jalan Di Desanya



PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Warga Desa Sarimukti Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merasa kecewa, pasalnya jalan di daerahnya sudah lama kondisinya rusak.

Kondisi jalan rusak ini, menurut warga terkesan dibiarkan oleh pemerintah, karena sudah beberapa pergantian Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya namun kondisi jalan tidak berubah tetap rusak dan tak layak digunakan.

Seperti jalan yang menghubungkan Desa Kujang dan Cidadap, di lokasi ini para pengendara baik roda dua atau empat harus sangat hati-hati karena di sepanjang kawasan ini benar-benar rusak kalau pun tak mau dibilang hancur.

Menurut pengalaman salah seorang pengendara roda dua yang sering melewati jalan tersebut membawa barang dagangnnya, Andi, ia mengaku harus ekstra hati-hati dan perlahan saat lewat di jalur ini. 

Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, kata Andi, banyak genangan air yang menutupi permukaan jalan sehingga terkadang ban kendaraannya masuk pada kubangan air tersebut.

"Jika musim kemarau pun tampak batu-batu besar berserakan di tengah jalan dan debu menghalangi pandangan," ucapnya.((21/05/25)

Ia pun sangat menyayangkan mengapa tidak ada perhatian dari pemerinatah, padahal jalan ini sangat dibutuhkan warga untuk sarana ekonomi, sosial dan keperluan lainnya.

"Banyak juga warga disini yang akan mengantar hasil pertanian terpakasa harus berjibaku saat melewati jalur ini," imbuhnya.(anwarwaluyo)

 

Gaet PATELKI dan PMI, RSUD Pandega Pangandaran Gelar Donor Darah Untuk peduli Pada sesama

Oleh hiek, 20 Mei 2025

PANGANDARANNEWS.COMBekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu Rumah Sakit Umum Darerah (RSUD) Pandega Pangandaran menggelar kegiatan donor darah.(07/05.25)

Dalam rilisnya di media sosial RSUD Pandega disampaikan, aksi kemanusiaan serta seiring dengan dinamika kondisi kesehatan masyarakat, donor darah ini digelar sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan stok darah yang terus mengalami fluktuasi di wilayah Pangandaran,.

Dengan mengusung slogan “Karena setiap tetes darah Anda sangat berarti,” pihak RSUD Pandega juga mengajak masyarakat umum serta seluruh civitas rumah sakit untuk turut ambil bagian dalam kegiatan ini. 

“Ini adalah momen yang tepat untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama, karena  setiap kantong darah yang disumbangkan bisa menyelamatkan nyawa,” dalam unggahannya.

Selain membantu sesama donor darah juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti meningkatkan produksi sel darah baru dan menjaga kesehatan jantung.

Pihak RSUD Pandega juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah serta menambah ketersediaan darah untuk kebutuhan darurat medis. Sebagai rumah sakit rujukan di Pangandaran, RSUD Pandega terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dengan fasilitas memadai dan tenaga medis profesional.

Pihaknya juga menghmbau agar masyarakat tidak melewatkan kesempatan ini, dan untuk informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak resmi RSUD Pandega yang tertera pada poster kegiatan.(hiek)



Sempat Mangkrak Setahun, Dengan Anggarannya Rp 55,4 Miliar Pembangunan Jembatan Sodongkopo di Pangandaran Tahun Ini Dilanjutkan

PANGANDARANNEWS.COM - Sempat mangkrak setahun lebih, Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tahun ini kembali dibangun, padahal jembatan yang menghubungkan antara Bandara Nusawiru dan Pantai Batu Karas  ini seharusnya rampung Desember 2023 lalu.

Seperti disampaikan Tenaga ahli Jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Yusuf Supriadi, proyek kelanjutan pembangunan jembatan Sodongkopo saat ini sedang dilaksanakan.

Selain pekerja, di lokasi pun tampak beberapa alat berat yang beroperasi untuk menata dan memindahkan perlengkapan dalam proses pembangunan jembatan,

Yusuf mengatakan, pengerjaan jembatan Sodongkopo ini masuk ke tahap kedua dengan nilai anggaran sebesar Rp 55,4 Miliar. 

“Kalau tahap pertama itu senilai Rp 74 Miliar,” terang Yusuf.(20/05/25)

Yusuf menambahkan, waktu pekerjaannya mulai dari 21 April 2025 sampai 31 Desember 2025, artinya jika melewati batas waktu yang telah ditentukan pihak ketiga akan menerima denda yang dalam satu hari per seribu kali nilai kontrak. 

"Jadi harus beres sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan atau bila perlu lebih cepat lebih baik," ucapnya.

Disoal kenapa pembangunan jembatan Sodongkopo inni sempat mangjkrak sekitar satu tahun, Yusuf mengatakan, hal tersebut karena ada tahapan yang harus dilalui. 

"Sebetulnya di tahap pertama kemarin itu mahal di pengadaan komponen untuk jembatan," jelas  Yusuf.(hiek)



Peringati Hari Hipertensi, RSUD Pandega Ajak Masyarakat Pahami Diet Sehat untuk Penderita Darah Tinggi

Oleh hiek   18 Mei 2025P

PANGANDARANNEWS.COM - Memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran menggelar acara Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan (Ngobatan), dengan tema “Diet untuk Penderita Hipertensi”. (15/05/25)

Acara ini menghadirkan nara sumber  Dwiana Destya Putri, S.Gz, seorang ahli gizi yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat bagi penderita tekanan darah tinggi.

Lebih lanjut Dwiana menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi 140/90 mmHg. Ia menyebut hipertensi sebagai "silent killer" atau pembunuh diam-diam karena sering tidak menunjukkan gejala, namun bisa menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung.

Mengapa diet menjadi penting bagi penderita Hipertensi? menurut Dwiana, pola makan sangat memengaruhi tekanan darah. Diet yang tepat tidak hanya mampu menurunkan tekanan darah, tapi juga mencegah komplikasi seperti diabetes dan penyakit jantung.

 Ia juga menekankan pentingnya membatasi konsumsi natrium (garam),  dengan batas maksimal konsumsi garam untuk penderita hipertensi hanya sekitar setengah hingga satu sendok teh per hari.

“ Natrium banyak ditemukan dalam garam dapur, penyedap rasa, makanan kemasan, roti, kecap, dan saus,” terangnya.

Ia juga menyarakan agar penderita Hipertensi menghindari Lemak jenuh dan kolesterol tinggi seperti daging merah, jeroan, seafood, mentega dan gorengan.

Apa yang sebaiknya dikonsumsi? Kata Dwiana, sebaliknya penderita hipertensi dianjurkan mengonsumsi makanan kaya kalium, magnesium, kalsium, serta tinggi serat, seperti Buah-buahan, Kacang-kacangan, Kentang dan ubi jalar, Air kelapa muda, Tahu dan tempe, Yogurt, Ikan berduri lunak dan Beras merah.

“Pola makan ini bisa membantu mengontrol tekanan darah secara alami,” ujarnya.

Gaya hidup sehat sebagai pendukung diet tak hanya dari makanan, Dwiana juga menekankan pentingnya perubahan gaya hidup, seperti aktif secara fisik dan rutin berolahraga, menghindari stres, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol atau minuman bersoda serta rutin memantau tekanan darah

Melalui kegiatan ini, pihak RSUD Pandega berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi.

“Edukasi seperti ini juga diharapkan dapat mengurangi angka kasus komplikasi akibat darah tinggi di wilayah Pangandaran dan sekitarnya,” tegasnya.(hiek)

Untuk Melengakapi Sarana Wisata Religi, Warga Desa Giri Kencana Bangun Mesjid Di Makam Eyang Jaelani

PANNGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Warga Desa Girikencana Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya bersama tokoh agama bahu membahu bergotong-royong membangun sebuah mesjid yang ada di sekitar kawasan makam eyang Jaelani, dengan biaya murni hasil infak dan swadaya masyarakat.

Di atas tanah wakaf dari Kepala Desa Girikencana, Robai, mesjid ini sengaja di bangun dekat makam Eyang Jaelni, agar memudahkan para peziarah untuk melaksanakan sembahyang.

Saat ditemui ditengah kesibukan bersama warga, Kepala Desa Girikencana, Robai mengaku senang dan bangga melihat semangat warganya yang penuh antusias melaksanakan gotong-royong walau pembangun masjid tersebut baru tahap membuat fondasi 

Kata Robai, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat pada nilai-nilai keagamaan di lingkungan sendiri.

"Kekompakan warga ini harus tetap terjaga agar keinginan untuk mempunyai mesjid bisa terwujud," ungkap Robai.(19/05/25)

Selain digunakan menjadi tempat ibadah, kata Robai, keberadaan mesjid di komplek makam Eyang Jaelani ini diharapkan bisa melengkapi wisata religi di Desa Girikencana.

Ia mengatakan, tak hanya unsur pemerintaha desa, seperti LPM, BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama, tapi hampir semua warga berkontribusi pada pembangunan mesjid ini.

Tak hanya tenaga, imbuh Robai, ternyata warga juga banyak memberikan infak berupa semen, pasir dan bahan bangunan lainnya.

"Kami tidak meminta sumbangan tapi siapapun yang mau berinfak beramal, mangga dan tidak ditarget harus berapa," terangnya.

Awal dari rencana pembangunan mesjid ini, menurut Robai, karena saat melihat penziarah ke makam Eyang Jaelni yang akan melaksanakan shalat atau sekedar buang air kecil tidak ada tempat. Sehingga setelah dikaji, ternyata di komplek makam harus ada MCK dan mesjid sebagai sarana pelengkapnya.

"Atas nama pemerintahan desa saya pun mengucapkan terimakasih, semoga ini semua menjadi amal ibadah kita semua," ucapnya.(anwarwaluyo)



  

DPC APRI Tasikmalaya Desak Pemerintah Tuntaskan Regulasi IPR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Menyusul penetapan dua orang anggotanya sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPC APRI) Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan sikap resmi bersama para penambang. (18/05/25).

Ketua DPC APRI Kabupaten Tasikmalaya, Hendra Bima, menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan namun tetap akan memberikan pendampingan hukum hingga proses peradilan selesai.

“Kami menanggapi penetapan dua tersangka dari keluarga besar penambang rakyat dengan sikap hormat terhadap proses hukum, namun kami juga akan terus memberikan pendampingan hukum bagi mereka,” ujar Hendra.

Hendra mengungkapkan, lokasi pertambangan yang dikelola para anggotanya sebenarnya telah memiliki legalitas awal berupa Surat Keputusan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dari Kementerian ESDM, selain itu sejumlah dokumen pendukung yang menjadi syarat pengajuan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) juga telah dikantongi.

Namun demikian ia menilai lambannya penyelesaian regulasi dari pihak pemerintah menjadi kendala utama, karena berdasarkan Kepmen nomer 174, seharusnya Kementerian ESDM segera menerbitkan dokumen acuan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) terkait reklamasi pasca tambang dalam yang hingga kini belum juga diselesaikan.

“Permasalahan hari ini justru berada di pihak pemerintah karena tanpa adanya NSPK tersebut proses penerbitan IPR pun terhambat, padahal masyarakat penambang kami sudah sangat siap secara administrasi dan teknis,” tegasnya.

Melalui pernyataan ini, DPC APRI Kabupaten Tasikmalaya mendesak pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk segera merampungkan regulasi dan legalitas agar IPR dapat segera diakses, tidak hanya oleh penambang rakyat di Tasikmalaya, tetapi juga di seluruh Indonesia.(anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN