Akibat Hujan Deras, Beberapa Sawah Dan Jalan di Kabupaten Pangandaran Terndam Luapan Air Sungai

PANGANDARANNEWS.COM – Hujan yang mengguyur beberapa hari ini di Kabupaten Pangandaran, menyebabkan terjadi luapan air di sejumlah daerah. Tak hanya terjadi Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Padaherang, bencana banjir pun terjadi  Kecamatan Cimerak yang berdapak terndamnya  badan jalan dan puluhan hekta sawah.

Seperti yang terjadi di blok Cisempu Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, air setinggi satu meter merendam jalan dan sawah masyarakat akibat kondisi meluapnya air sungai saluran yang menghubungkan langsung dengan laut.( 21/05/25)

Menurut Kepala Desa Ciparanti, Dadang Suherman, banjir sekarang ini lebih parah dari yang sebelumnya, banjir biasanya surut dalam waktu 1 sampai 2 jam.

Selain merendam jalan, kata Dadang, banjir luapan sungai juga menyebabkan sekitar 30 hektar sawah milik petani sehingga terancam gagal tanam.

"Ini karena ada saluran irigasi sepanjang 20 meter yang mengalami jebol," terang Dadang, melalui peasn WhatsApp.(22/05/2025) 

Dadang mengatakan, padahal saluran irigasi yang rusak tersebut baru dibangun sekitar lima tahun lalu. Tepatnya, dibangun pada tahun 2020.

"Akibatnya  air dari sungai ini meluap ke sawah dan badan jalan dengan ketinggian  sekitar 1 meter," ucapnya. (hiek)


Terkesan Tak Ada Tanggapan, Sudah Lama Warga Sarimukti Keluhkan Kondisi Jalan Di Desanya



PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Warga Desa Sarimukti Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merasa kecewa, pasalnya jalan di daerahnya sudah lama kondisinya rusak.

Kondisi jalan rusak ini, menurut warga terkesan dibiarkan oleh pemerintah, karena sudah beberapa pergantian Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya namun kondisi jalan tidak berubah tetap rusak dan tak layak digunakan.

Seperti jalan yang menghubungkan Desa Kujang dan Cidadap, di lokasi ini para pengendara baik roda dua atau empat harus sangat hati-hati karena di sepanjang kawasan ini benar-benar rusak kalau pun tak mau dibilang hancur.

Menurut pengalaman salah seorang pengendara roda dua yang sering melewati jalan tersebut membawa barang dagangnnya, Andi, ia mengaku harus ekstra hati-hati dan perlahan saat lewat di jalur ini. 

Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, kata Andi, banyak genangan air yang menutupi permukaan jalan sehingga terkadang ban kendaraannya masuk pada kubangan air tersebut.

"Jika musim kemarau pun tampak batu-batu besar berserakan di tengah jalan dan debu menghalangi pandangan," ucapnya.((21/05/25)

Ia pun sangat menyayangkan mengapa tidak ada perhatian dari pemerinatah, padahal jalan ini sangat dibutuhkan warga untuk sarana ekonomi, sosial dan keperluan lainnya.

"Banyak juga warga disini yang akan mengantar hasil pertanian terpakasa harus berjibaku saat melewati jalur ini," imbuhnya.(anwarwaluyo)

 

Gaet PATELKI dan PMI, RSUD Pandega Pangandaran Gelar Donor Darah Untuk peduli Pada sesama

Oleh hiek, 20 Mei 2025

PANGANDARANNEWS.COMBekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu Rumah Sakit Umum Darerah (RSUD) Pandega Pangandaran menggelar kegiatan donor darah.(07/05.25)

Dalam rilisnya di media sosial RSUD Pandega disampaikan, aksi kemanusiaan serta seiring dengan dinamika kondisi kesehatan masyarakat, donor darah ini digelar sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan stok darah yang terus mengalami fluktuasi di wilayah Pangandaran,.

Dengan mengusung slogan “Karena setiap tetes darah Anda sangat berarti,” pihak RSUD Pandega juga mengajak masyarakat umum serta seluruh civitas rumah sakit untuk turut ambil bagian dalam kegiatan ini. 

“Ini adalah momen yang tepat untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama, karena  setiap kantong darah yang disumbangkan bisa menyelamatkan nyawa,” dalam unggahannya.

Selain membantu sesama donor darah juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti meningkatkan produksi sel darah baru dan menjaga kesehatan jantung.

Pihak RSUD Pandega juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah serta menambah ketersediaan darah untuk kebutuhan darurat medis. Sebagai rumah sakit rujukan di Pangandaran, RSUD Pandega terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dengan fasilitas memadai dan tenaga medis profesional.

Pihaknya juga menghmbau agar masyarakat tidak melewatkan kesempatan ini, dan untuk informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak resmi RSUD Pandega yang tertera pada poster kegiatan.(hiek)



Sempat Mangkrak Setahun, Dengan Anggarannya Rp 55,4 Miliar Pembangunan Jembatan Sodongkopo di Pangandaran Tahun Ini Dilanjutkan

PANGANDARANNEWS.COM - Sempat mangkrak setahun lebih, Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tahun ini kembali dibangun, padahal jembatan yang menghubungkan antara Bandara Nusawiru dan Pantai Batu Karas  ini seharusnya rampung Desember 2023 lalu.

Seperti disampaikan Tenaga ahli Jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Yusuf Supriadi, proyek kelanjutan pembangunan jembatan Sodongkopo saat ini sedang dilaksanakan.

Selain pekerja, di lokasi pun tampak beberapa alat berat yang beroperasi untuk menata dan memindahkan perlengkapan dalam proses pembangunan jembatan,

Yusuf mengatakan, pengerjaan jembatan Sodongkopo ini masuk ke tahap kedua dengan nilai anggaran sebesar Rp 55,4 Miliar. 

“Kalau tahap pertama itu senilai Rp 74 Miliar,” terang Yusuf.(20/05/25)

Yusuf menambahkan, waktu pekerjaannya mulai dari 21 April 2025 sampai 31 Desember 2025, artinya jika melewati batas waktu yang telah ditentukan pihak ketiga akan menerima denda yang dalam satu hari per seribu kali nilai kontrak. 

"Jadi harus beres sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan atau bila perlu lebih cepat lebih baik," ucapnya.

Disoal kenapa pembangunan jembatan Sodongkopo inni sempat mangjkrak sekitar satu tahun, Yusuf mengatakan, hal tersebut karena ada tahapan yang harus dilalui. 

"Sebetulnya di tahap pertama kemarin itu mahal di pengadaan komponen untuk jembatan," jelas  Yusuf.(hiek)



Peringati Hari Hipertensi, RSUD Pandega Ajak Masyarakat Pahami Diet Sehat untuk Penderita Darah Tinggi

Oleh hiek   18 Mei 2025P

PANGANDARANNEWS.COM - Memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran menggelar acara Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan (Ngobatan), dengan tema “Diet untuk Penderita Hipertensi”. (15/05/25)

Acara ini menghadirkan nara sumber  Dwiana Destya Putri, S.Gz, seorang ahli gizi yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat bagi penderita tekanan darah tinggi.

Lebih lanjut Dwiana menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi 140/90 mmHg. Ia menyebut hipertensi sebagai "silent killer" atau pembunuh diam-diam karena sering tidak menunjukkan gejala, namun bisa menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung.

Mengapa diet menjadi penting bagi penderita Hipertensi? menurut Dwiana, pola makan sangat memengaruhi tekanan darah. Diet yang tepat tidak hanya mampu menurunkan tekanan darah, tapi juga mencegah komplikasi seperti diabetes dan penyakit jantung.

 Ia juga menekankan pentingnya membatasi konsumsi natrium (garam),  dengan batas maksimal konsumsi garam untuk penderita hipertensi hanya sekitar setengah hingga satu sendok teh per hari.

“ Natrium banyak ditemukan dalam garam dapur, penyedap rasa, makanan kemasan, roti, kecap, dan saus,” terangnya.

Ia juga menyarakan agar penderita Hipertensi menghindari Lemak jenuh dan kolesterol tinggi seperti daging merah, jeroan, seafood, mentega dan gorengan.

Apa yang sebaiknya dikonsumsi? Kata Dwiana, sebaliknya penderita hipertensi dianjurkan mengonsumsi makanan kaya kalium, magnesium, kalsium, serta tinggi serat, seperti Buah-buahan, Kacang-kacangan, Kentang dan ubi jalar, Air kelapa muda, Tahu dan tempe, Yogurt, Ikan berduri lunak dan Beras merah.

“Pola makan ini bisa membantu mengontrol tekanan darah secara alami,” ujarnya.

Gaya hidup sehat sebagai pendukung diet tak hanya dari makanan, Dwiana juga menekankan pentingnya perubahan gaya hidup, seperti aktif secara fisik dan rutin berolahraga, menghindari stres, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol atau minuman bersoda serta rutin memantau tekanan darah

Melalui kegiatan ini, pihak RSUD Pandega berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi.

“Edukasi seperti ini juga diharapkan dapat mengurangi angka kasus komplikasi akibat darah tinggi di wilayah Pangandaran dan sekitarnya,” tegasnya.(hiek)

Untuk Melengakapi Sarana Wisata Religi, Warga Desa Giri Kencana Bangun Mesjid Di Makam Eyang Jaelani

PANNGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Warga Desa Girikencana Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya bersama tokoh agama bahu membahu bergotong-royong membangun sebuah mesjid yang ada di sekitar kawasan makam eyang Jaelani, dengan biaya murni hasil infak dan swadaya masyarakat.

Di atas tanah wakaf dari Kepala Desa Girikencana, Robai, mesjid ini sengaja di bangun dekat makam Eyang Jaelni, agar memudahkan para peziarah untuk melaksanakan sembahyang.

Saat ditemui ditengah kesibukan bersama warga, Kepala Desa Girikencana, Robai mengaku senang dan bangga melihat semangat warganya yang penuh antusias melaksanakan gotong-royong walau pembangun masjid tersebut baru tahap membuat fondasi 

Kata Robai, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat pada nilai-nilai keagamaan di lingkungan sendiri.

"Kekompakan warga ini harus tetap terjaga agar keinginan untuk mempunyai mesjid bisa terwujud," ungkap Robai.(19/05/25)

Selain digunakan menjadi tempat ibadah, kata Robai, keberadaan mesjid di komplek makam Eyang Jaelani ini diharapkan bisa melengkapi wisata religi di Desa Girikencana.

Ia mengatakan, tak hanya unsur pemerintaha desa, seperti LPM, BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama, tapi hampir semua warga berkontribusi pada pembangunan mesjid ini.

Tak hanya tenaga, imbuh Robai, ternyata warga juga banyak memberikan infak berupa semen, pasir dan bahan bangunan lainnya.

"Kami tidak meminta sumbangan tapi siapapun yang mau berinfak beramal, mangga dan tidak ditarget harus berapa," terangnya.

Awal dari rencana pembangunan mesjid ini, menurut Robai, karena saat melihat penziarah ke makam Eyang Jaelni yang akan melaksanakan shalat atau sekedar buang air kecil tidak ada tempat. Sehingga setelah dikaji, ternyata di komplek makam harus ada MCK dan mesjid sebagai sarana pelengkapnya.

"Atas nama pemerintahan desa saya pun mengucapkan terimakasih, semoga ini semua menjadi amal ibadah kita semua," ucapnya.(anwarwaluyo)



  

DPC APRI Tasikmalaya Desak Pemerintah Tuntaskan Regulasi IPR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Menyusul penetapan dua orang anggotanya sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPC APRI) Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan sikap resmi bersama para penambang. (18/05/25).

Ketua DPC APRI Kabupaten Tasikmalaya, Hendra Bima, menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan namun tetap akan memberikan pendampingan hukum hingga proses peradilan selesai.

“Kami menanggapi penetapan dua tersangka dari keluarga besar penambang rakyat dengan sikap hormat terhadap proses hukum, namun kami juga akan terus memberikan pendampingan hukum bagi mereka,” ujar Hendra.

Hendra mengungkapkan, lokasi pertambangan yang dikelola para anggotanya sebenarnya telah memiliki legalitas awal berupa Surat Keputusan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dari Kementerian ESDM, selain itu sejumlah dokumen pendukung yang menjadi syarat pengajuan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) juga telah dikantongi.

Namun demikian ia menilai lambannya penyelesaian regulasi dari pihak pemerintah menjadi kendala utama, karena berdasarkan Kepmen nomer 174, seharusnya Kementerian ESDM segera menerbitkan dokumen acuan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) terkait reklamasi pasca tambang dalam yang hingga kini belum juga diselesaikan.

“Permasalahan hari ini justru berada di pihak pemerintah karena tanpa adanya NSPK tersebut proses penerbitan IPR pun terhambat, padahal masyarakat penambang kami sudah sangat siap secara administrasi dan teknis,” tegasnya.

Melalui pernyataan ini, DPC APRI Kabupaten Tasikmalaya mendesak pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk segera merampungkan regulasi dan legalitas agar IPR dapat segera diakses, tidak hanya oleh penambang rakyat di Tasikmalaya, tetapi juga di seluruh Indonesia.(anwarwaluyo)

FORWAPI Jabar Soroti PBB Di Sejumlah Desa Di Kabupaten Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) Provinsi Jawa Barat bongkar dugaan penyalahgunaan anggaran dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah desa di wilayah kabupaten Tasikmalaya yang selama ini luput dari pengawasan publik.

FORWAPI menilai bahwa pembayaran PBB kerap dijadikan alasan oleh pihak pemerintah desa atas tidak maksimalnya pelayanan atau pembangunan, padahal Dana Bagi Hasil (DBH) dari kas daerah terus diterima oleh desa setiap tahunnya.

“Dugaan ini menguat karena ada ketidaksesuaian antara penerimaan dana dari pemerintah daerah dengan alasan yang diberikan pihak desa terkait pemanfaatan PBB. Ini layak dicurigai sebagai indikasi adanya penyalahgunaan,” ungkap Halim Saepudin Ketua Umum FORWAPI dalam pernyataanya. Sabtu (17/03/2025).

Lebih lanjut Halim mengatakan, Kami dari FORWAPI juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membayar PBB. Ketika menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), warga diminta memeriksa dengan seksama apakah terdapat denda atau tidak, dan kalau memang merasa pembayaran lancar tidak pernah ada tunggakan atau ada denda tertera di SPPT, sebaiknya segera verifikasi ke kas daerah.

“Karena berdasarkan penelusuran di lapangan, terdapat kasus di mana pihak desa meminta warga mengabaikan adanya denda karena mengklaim sudah melakukan pembayaran, yang justru menimbulkan kebingungan dan potensi pelanggaran administratif,” katanya.

Adapun temuan lainnya yang mencurigakan, Sekjen FORWAPI Ade Global menerangkan, dimana adanya sejumlah SPPT yang ditutupi menggunakan tipe-x atau diubah dengan alasan adanya kesalahan data. Padahal, masyarakat memiliki hak untuk memverifikasi data tersebut secara online atau melalui pihak kas daerah, terangnya.

“Atas dasar kejadian tersebut, tentunya kami dari FORWAPI berharap agar pihak terkait segera menindaklanjuti dugaan ini dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana PBB di tingkat desa, guna mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” harap Sekjen forwapi 

Selain itu, Ade Global juga menegaskan, FORWAPI akan segera menindaklanjuti temuan-temuan dilapangan untuk disampaikan ke pemerintah Provinsi ataupun pusat agar audit PBB di tingkat desa di kabupaten Tasikmalaya segera dilakukan secara menyeluruh, baik di internal pemerintah desa ataupun eksternal dengan sampling ke rumah warga langsung, sehingga praktik-praktik yang mengarah ke indikasi korupsi dapat dicegah sedini mungkin, tegasnya.(anwarwaluyo)

Penataan Pasar Wisata Diperkirakan Rampung 1 Minggu, Lapangan Ketapang Doyong Jadi Lokasi Parkir Sementara

PANGANDARANNEWS.COM – Usai dilakukan pembongkaran Pasar Wisata yang rencananya akan dialihfungsikan menjadi area parkir, Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran mengumumkan perubahan lokasi parkir untuk kendaraan jenis bus di lapang Ketapangdoyong di kawasan pantai timur.

Seperti disaampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, selama proses pembongkaran, seluruh bus wisata akan ditempatkan di Lapangan Ketapang Doyong.

“Pembongkaran serta perataan puing-puing bangunan pasar wisata ini ditarget rampung dalam waktu satu minggu,” terang Irwansyah. 

Irwansyah mengataka langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata utama Pangandaran, dan penempatan parkir yang lebih terpusat ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan besar di area Pasar Wisata yang selama ini menjadi titik keramaian.

 Ia juga mengatakan, saat ini pemerintah daerah bersama pihak pengelola kawasan wisata mengimbau seluruh pelaku usaha khususnya pemilik dan pengelola hotel untuk segera menyosialisasikan kebijakan ini kepada para tamu yang menggunakan bus, dan koordinasi ini penting agar proses parkir berjalan tertib dan sesuai dengan arahan yang telah ditentukan.

Ia menilai lapangan Ketapang Doyong sangat strategis untuk lokasi parkir, karena memiliki kapasitas luas dan akses yang mudah dijangkau dari berbagai titik wisata di Pangandaran.

Selain itu, menurutnya, keberadaan area parkir khusus ini akan mendukung kenyamanan wisatawan selama beraktivitas di area Pantai Timur maupun tempat-tempat wisata lainnya.

“Saya berharap dengan kebijakan baru ini wisatawan khususnya yang datang menggunakan bus dapat menikmati kunjungannya  tanpa terganggu masalah lalu lintas atau kesulitan mencari tempat parkir,” ungkapnya.(hiek)


Gencarkan Pola Pencegahan Infeksi di Lingkungan Rumah Sakit, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Pasien dan Pengunjung Biasakan Cuci Tangan

oleh, hiek  08/05/25

PANGANDARANNEWS.COM – Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit terus digencarkan, seperti yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran melalui Perawat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Yudi Trisna Krisnandi, S.Kep., Ners, mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya saat berada di fasilitas kesehatan.

Yudi juga menekankan, pasien dan pengunjung harus dalam kondisi sehat saat melakukan kunjungan ke RSUD Pandega. Salah satu langkah utama yang harus diperhatikan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar, serta menggunakan masker selama berada di area rumah sakit.

“Cuci tangan pakai sabun bukan hanya formalitas, ini langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penularan infeksi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” jelas Hyudi. (08/05/25)

Penggunaan masker tidak hanya untuk pasien, tetapi juga, kata Yudi, untuk pengunjung sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan bersama.

Yudi mengatakan, RSUD Pandega terus berkomitmen meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan infeksi sebagai bagian dari layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

Yudi menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran juga siap melayani dalam situasi darurat serta siap memberikan pelayanan terbaik. 

Jangan ragu untuk menghubungi nomor darurat (0265) 7503045 atau pusat informasi (0265) 7503044. 

Informasi lebih lanjut juga dapat diakses melalui situs web rsudpandega.pangandarankab.go.id atau melalui WhatsApp Humas di 0821-2005-6071.


Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang benar menurut Yudi adalah sebagai berikut, 

1. Gosok telapak tangan dengan sabun

2. Bersihkan punggung tangan

3. Bersihkan sela-sela jari

4. Lakukan gerakan mengunci antar jari

5. Bersihkan ibu jari secara menyeluruh

6. Gosok ujung jari dan kuku


 

 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN