Terkait Parkir Di Obyek Wisata, Ini Kata Ketua DPRD Pangandaran

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten
Pangandaran Asep Noordin angkat bicara terkait permasalahan parkir liar di Pantai Pangandaran, yang hingga saat masih debateble.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Bapenda, Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, untuk membuat sebuah kajian terkait dengan pengelolaan parkir baikparkir tepi jalan, tempat khusus dan parwsiata.

“Aaturanya semua ada dan tinggal bagaimana penerapan kebijakanya," ucapnya. (7/11).

Disoal terkait maraknya parkir liar di obyek wisata, Asep mengatakan hal ini tentu menjadi seusatu yang krusial untuk dibahas dan segera dicari solusinya. Karena selama ini terjadi double karcis parkir d idalam dan wisatawan  juga membeli  tiket masuk yang include retribusi parkir, namun ternyata dilahan parkir milik Pemkab sendiri ada pertugas yang bukan dari Pemkab Pangandaran.

“Saya tidak ngerti itu masyarakat atau lembaga, itu harus ditertibkan," tegasnya.

Dengan kondisi seperti itu, Asep menyarankan untuk menarik biaya parkir diluar tiketing, artinya tiket wisata ini dipsah dengan tiket parkir. Namun ini juga harus dihitung berapa lahan parkir yang sudah disediakan Pemkab Pangandaran, seperti diketahui saat ini  ada beberapa lahan parkir seperti Cagar Alam, Pantai Timur, Kampung Turis dan lain-lain.

Jika menempatkan petugas pemungut parkir secara langsung, ucap dia, ini tentu  akan lebih efektif dan efisien.

"Nantikan bisa saja petugasnya dari masyarakat sendiri yang sduah diberi pembinaan oleh Dishub, jadi secara tidak langsung bisa memberdayakan mereka," imbuhnya.

Ia juga mengatakan, ada sejumlah wisatawan yang merasa tidak apa-apa dengan adanya parkir liar namun tidak sedikit yang mengeluhkanya karena mungkin, nilainya tidak sama.

Tapi sekecil apa pun keluhan wisatawan menurut Asep harus menjadi perhatian Pemkab Pangandara karena Pangandaran adalah Kabupaten Pariwisata yang harus  memberi kenyaman pada wisatawan.

"Sekecil apapun keluhan mereka, itu harus direspon," tegasnya. (hiek)


Wali Kota Difrank, BANK BJB Cabang Banjar Beri Harapan Palsu


PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS
- Rasa kecewa BPBD Kota Banjar terkait gagalnya menerima bantuan CSR dari pihak BJB Cabang Banjar sepertinya tidak bisa ditutup-tutupi.

Seperti yang disampaikan Kapala Lapangan (Kalak) BPBD kota Banjar Kusnadi, saat ditemui PNews
di markas Damkar Kota Banjar.

Kata Kusnadi, CSR ini sudah di umumkan secara simbolik di acara HUT RI yang mengatakan bahwa BPBD Kota Banjar menjadi salah satu penerima CSR BJB.

Namun Kusnadi mengaku menyesalkan dengan kegagalan ini karena pihaknya sangat memerlukan bantuan iru, sementara  penyerahan simbolik yang sudah di lakukan pihak Bank Jabar (BJB)  di ketahui Forkopinda dan masyarakat Banjar.

"Dalam penyaluran CSR BJB ini  BPBD Banjar seharusnya  menerima bantuan dua unit  pompa pemadam kebakaran dengan nilai satuan unit pompa pemadam kebaran tersebut Rp200 juta dan total babtuan yang harus diterima itu sebesar Rp400 juta," terangnya.(20/12)

Kusnadi juga merasa kebingungan karena mesin pompa pemadam kebakaran yang saat ini dipakai bukan peruntukan alat pemadam kebakaran, melainkan mesin deasel yang biasa di pakai untuk ngambil air masyarakat.

Dengan gagalnya menerima bantuan ini, kata Kusnadi, jelas berdampak pada pelayanan masyarakat dalam kasus  ragam bentuk kebakaran, seperti kebakaran rumah atau pun hutan.

Alasan yang disampaikan Kusnadi itu setelah menerima laporan dari Kepala Pemadam Kebakaran Aam kepada awak media mengatakan pihak BJB membatalkan bantuan karena adanya persyaratan yang kurang dari BPBD, sedangkan pihaknya sudah menyerahkan persyaratan itu secara berkala karena pihak BJB terus menghubunginya saat ada persyaratan-persyaratan baru yang harus ditempuh dan ini sudah diselesaikan. 

"Hari ini saya menerima pelaporan dari Kepala Damkar, Pak Aam bahwa bantuan CSR BJB tersebut batal diterima," ungkapnya.

Saat dihubungi Aam pun membetulkan gagalnya bantuan tersebut malah saat itu Wali Kota sendiri yang menyerahkan CSR itu secara simbolik di Upacara HUT RI.

Disoal solusi kaitan dengan alat pompa damkar yang sudah tidak layak pakai, Aam mengatakan itu sudah bukan kewenangannya lagi.

"Saya masih menunggu instruksi dari pimpinan," ujarnya. (titosantiko)

Dandim 0265 Pangandaran Sebut, Bela Negara Bukan Tanggung Jawab Aparat Pertahanan Saja


PANGANDARANNEWS.COM
-Bertempat di lapangan upacara Paraduta Siliwangi, KODIM0625/ Pangandaran gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke 75 Tahun 2023, dengan Insfektur Upacara, Komandan Kodim 0625 Pangandaran Letkol Inf Indra Mardianto Subroto,M.IP.(19/12)

Di hadapan peserta upacara dari seluruh jajaran anggota Kodim, dalam amanatnya Dandim mengaku merasa bersukur karena hari ini dapat memperingati Hari Bela Negara Ke 75 dalam kondisi sehat.

Hari Bela Negara ini, menurut Dandim, merupakan momentum bagi semua untuk bersatu dan berkontribusi positif demi Indonesia maju seperti yang dicita citakan semua.

Dan untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin tidak terduga karena bukan hanya menghadapi ancaman fisik tetapi juga ancaman yang tak kasat mata, seperti Pandemi, konflik global, revolusi teknologi hingga krisis iklim telah membawa dampak dan risiko ketahanan negara.

"Dan kita tentu harus memiliki jiwa bela negara sebagai pilar utama yang menjadikan kita tangguh dan cerdas dalam menghadapi situasi yang tidak menentu ini," tegas Dandim.

Semangat Bela Negara ini, ucap Dandim, bukan hanya tanggung jawab sebagai aparat pertahanan saja tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, dan ini merupakan tugas bersama dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

"Bela Negara di Indonesia bukan hanya terkait pada aspek militer tetapi harus lebih luas lagi untuk merangkul semua lapisan masyarakat," ungkap Dandim.


Dalam kehidupan sehari hari dan setiap tindakan sekecil apapun harus dilandasi rasa cinta kepada bangsa, negara, Pancasila dan NKRI. Dan ini semua merpakan wujud konkrit Bela Negara.

"Pada momen baik ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengobarkan semangat Bela Negara dan meningkatkan rasa cinta tanah air, "Pungkasnya.***

Warga Kota Tasik Pertanyakan Revitalisasi Alun-Alun Dadaha


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Masyarakat Kota Tasikmalaya mempertanyakan hingga saat ini Alun-alun Dadaha masih belum dibuka untuk umum padahal pembangunannya sudah selesai, sehingga tak sedikit warga mempertanyakan apakah karena sebagian fasilitas yang baru dibangun sudah rusak lagi.

Seperti disampaikan salah seorang warga, Sinta (28), bahkan jika malam hari suasana di alun Dadaha ini gelap gulita, padahal menurut informasi dan pengamatan di lapangan revitalisasi alun-alun Dadaha sudah selesai pembangunannya di akhir Oktober 2023 lalu.

"Alun-alun Dadaha ini telah menjadi ikon Kota Tasik sehingga warga sangat menunggu kapan dibuka," ucapnya.(19/12)

Hal ini kata Sinta, terlihat ketika alun-alun dibuka sementara. Saat itu masyarakat yang hadir pun membludak, namun setelah beberapa hari dibuka lalu ditutup kembali tanpa ada alasan yang jelas.

"Seharusnya Pemkot Tasik tidak usah membangun jika tidak ada anggtan untuk perawatannya," ungkapnya.(anwarwaluyo)

Ikuti Kegiatan Babinsa Koramil Langkaplancar, Gotong-Royong Jadi Cermin Kearifan Lokal Warga Desa


PANGANDARANNEWS.COM
- Banyak hal bisa dilakukan untuk dijadikan media kebersamaan, bisa melalui jalinan komunikasi atau melakukan kerja gotong-royong.

Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 2507/Langkaplancar Kodim/0625 Pangandaran, Sertu Supardi, ia langsung terjun di tengah warga Dusun Cigorowek RT 01 RW 02, Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar, turut serta dalam kegiatan gotong royong pengecoran jalan. 

Kepada PNews ia mengungkapkan, kerja bakti bersama ini merupakan menjadi salah satu wujud dalam upaya bersama untuk meningkatkan infrastruktur sebagai sarana kebutuhan masyarakat.

Pengecoran jalan ini, kata Supardi, tidak hanya memperbaiki fasilitas umum tetapi juga mampu menjadi media untuk mempererat kebersamaan khususnya TNI dengan rakyat.

"Di sela-sela pekerjaan kami bisa tertawa bersama, dan saya pun bisa secara langsung mendengar apa yang menjadi keluhan warga," ucapnya.


Supardi mengaku, dalam semangat gotong royong ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak lainnya yang turut berpartisipasi. 

Kegiatan juga, menurutnya bisa mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian warga paling tidak pada lingkungan sekitar.

"Ternyata budaya gotong-royong bisa menjadi cermin bahwa kearifan lokal masyarakat kita tak akan hilang, karena itu memang sudah menjadi jati diri kita," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Pemerintah Desa Pangkalan dan seluruh warga pun mengucapkan terima kasih kepada Sertu Supardi serta semua yang terlibat dalam kegiatan ini dan diharapkan kolaborasi positif semacam ini dapat terus memperkuat ikatan kebersamaan dan untuk kesejahteraan bersama.***




Libur Nataru, Dinkes Pangandaran Terjunkan Ratusan Nakes Dan Poskes Di Sejumlah Lokasi Wisata


PANGANDARANNEWS.COM
- Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran akan menurunkan 442 petugas tenaga kesehatan (Nakes), yang akan bertugas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di tiap-tiap obyek wisata.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yadi Sukmayadi, saat ditemui sejumlah wartawan usai pengikuti rapat kordinasi, bertempat di aula setda Pangandaran.(18/12)

Tak hanya itu, kata Yadi, pihaknya juga akan menyiapkan 38 unit mobil ambulance, 6 Ambulance motor, 50 dokter, 296 perawat, 34 ATML, 32 Sopir Ambulance dan 30 petugas monitoring

Selain itu, Yadi mengatakan Dinas Kesehatan pun akan menyiapkan 9 Pos Kes Protokol, diantaranya di Pos Kes Puskesmas (PKM) Padaherang, PKM Sindangwangi, PKM Kalipucang, PKM Pangandaran, PKM Cikembulan, PKM Parigi, PKM Cijulang, PKM Cimerak, dan Pos Kes PKM Legokjawa.

"Sementara untuk Poskes non protokol Dinas kesehatan kami sudah menyiapkan 6 tempat,  di PKM Mangunjaya, PKM Sidamulih, PKM Selasari, PKM Langkaplancar, PKM Jadikarya dan PKM Cigugur," jelasnya.

Selain untuk menjamin kenyaman wisatawan di jalan raya, baik protokol dan non protokol Dinkes Pangandaran pun menyiapkan Poskes di 14 tempat wisata. Diantaranya di Pantai Karapyak, Pantai Timur Pangandaran (Pol Airud), Pantai Barat Pangandaran(Pos Life Guard), Pantai Batu Hiu, Green Canyon, Pantai Batukaras, Pantai Madasari, Citumang, Santirah, Ciwayang, Ujung Tol, Depan Hotel Horison, Jalan Baru Karangtirta, Jalan Baru Batukaras.

"Dan untuk Poskes terpadu ada 4 lokasi yaitu  di Pos Terpadu TIC Pangandaran, Pos PAM Pancimas Kalipucang, Pos PAM Cikidang dan Pos PAM Perbatasan Padaherang," imbuhnya.***


Antisipasi Kemacetan Di Kawasan Wisata Pada Libur Nataru, Satlantas Polres Pangandaran Lakukan Rekayasa


PANGANDARANNEWS.COM
- Pada momen libur natal dan tahun baru, Satlantas Polres Pangandaran akan melakukan sejunlah rekayasa lalulintas di objek wisata Pantai Pangandaran, rekayasa lalulintas ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi setiap perayaan tahun baru. 

Seperti disampaikan Kepala Satuan Lalu Lintas AKP Asep Nugraha yang turut didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, S.Sos, manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Pantai Pangandaran ini akan dibuat one way atau satu arah.

Asep menjelaskan, rekayasa jalur wisata mulai dari pintu masuk (toll gate) utama sampai ke pertigaan Bulak Laut belok kiri, kemudian di pertigaan Hotel Arnawa bisa lurus dan bisa belok kanan untuk ke arah Hotel Century namun di pertigaan Hotel Century tidak bisa belok kiri dan hanya bisa belok kanan satu arah.

Sementara jalurdi simpang Ajo, kendaraan dari arah simpang matahari dan Pasar Wisata bisa belok ke kanan atau lurus ke jalan Pengadilan Lama, begitu juga di simpang tiga Polairud Pantai Timur itu bisa belok ke kiri dan ke kanan.

"Untuk kendaraan truk dan bus nantinya akan kami arahkan ke kantong parkir di Katapang Doyong dan Pasar Wisata," terang Asep, usai mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Natal dan Tahun Baru bertempat di  Aula Setda Pangandaran.(18/12)

Asep mengatakan, Satlantas Satuan Polres Pangandaran bersama forum lalu lintas yang terdiri dari Bappeda, Dinas Perhubungan, DPUTRPRKP Dinas Kesehatan, Satpol PP, Disparbud dan PHRI, telah menetapkan rekayasa jalur lalu lintas selama liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di objek wisata dan jalur arteri.


Untuk di jalur arteri, imbuh Asep, mulai dari simpang Pancimas Kalipucang hingga bundaran Tugu Marlin Pangandaran akan dilakukan pemenggalan arus apabila terjadi kepadatan kendaraan pada saat arus balik. Dan selanjutnya untuk di kawasan obyek wisata pantai Batukaras dan Green Canyon akan disiapkan tim urai terpadu untuk mengurai apabila terjadi kepadatan kedua lokasi tersebut oleh Satuan Lalu Lintas, Sabara, Dishub dan Satpol PP.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Irwansyah menyampaikan, pihaknya akan melakukan patroli agar jangan sampai ada mobil yang parkir di bahu jalan baik di Pantai Timur maupun Pantai Barat.

"Karena kendaraan yang diparkir di bahu jalan akan mempersempit lebar jalan sehingga terjadi kemacetan," ucapnya.(hiek)

Pemkab Pangandaran Terus Lakukan Persiapan Jelang Libur Nataru


PANGANDARANNEWS.COM
- Forkoinda Kabupaten Pangandaran dan unsur stakeholder lainnya, terus lakukan persiapan jelang libur natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2023.

Dalam Rapat Koordinasi (rakor) Persiapan Natal dan Tahun Baru di aula setda Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, libur Nataru tahun ini berbarengan juga dengan libur sekolah sehingga diperkirakan arus kunjungan wisata pun angkat meningkat signifikan.

"Untuk itu perlu kesiapan dan pengamanan yang optimal," kata bupati, kepada sejumlah wartawan. (18/12).

Persiapan ini tentu demi ketertiban dan kenyamanan  wisatawan yang akan berlibur di Pangandaran, saat ini untuk mbahas pengamanannya, san nanti diteruskan dengan rakor teknis di masing-masing kecamatan.

Menurutnya, arus lalu lintas dan pengamanan di pantai serta masalah parkir menjadi catatan khusus menjelang libur Nataru dalam rakor saat ini. Dan biasanya banyak kendaraan yang parkir di kawasan taman sunset pantai barat, namun karena kurangnya pengamanan wisatawan pun langsung berenang di area sekitar pos 4 dan 5, padahal di kawasan itu merupakan daerah berbahaya untuk akivitas berenang.

"Kami meminta di sekitar pos 4  dan 5 ada peningkatan pengamanan di pos 4 dan 5 dari Balawista dan Polairud," tegasnya.


Bupati juga mengatakan, setiap tahun Pangandaran selalu diributkan oleh isu atau hoax yang akan berimbas pada menurunya tingkat kunjungan wisatawan, sehingga ia meminta Dinas Pariwisata untuk sigap mengantisipasi hal tersebut.

"Beda halnya pada tahun 2021 yang lalu, saat itu kunjungan saat libur Nataru cukup tinggi karena pasca kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sekitar dua tahun," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengatakan, pada libur Nataru 2022 lalu kunjungan wisatawan mencapai 75 ribu wisatawan, kondisi ini jauh dengan tahun 2021 yang mencapai diats 200 ribu.

Tahun ini, kata Tonton, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan pada libur Nataru bisa naik secara signifikan tahun ini.

"Targetkan kami sama seperti tahun 2021," katanya.(hiek)

UU nomer 4 Tahun 2023 Disahkan, BPR BKPD Pangandaran Harus Mampu Menangkap Peluang Usaha




penulis: hiek PANGANDARANNEWS.COM - Pasca disahkan Undang-undang nomer 4 tahun 2023 oleh Presiden Republik Indonesia RI Joko Widodo pada tanggal 13 januari 2023, kini Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berubah nama menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

Tak hanya perubahan nama saja, pengembangan serta Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) telah membawa arah baru bagi BPR) di Indonesia, kini fungsi dan peran BPR makin luas sejalan dengan ruang kegiatan Usahanya yang kian besar dan tentu hal ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan kegiatan bisnis di industri perbankan.

Dikutip dari majalah yang diterbitkan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), undang-undang tersebut mendorong BPR untuk mengoptimalkan peranananya sehingga kehadirannya tak terbatas pada fungsi intermediasi tapi juga pada layanan keuangan lainnya.

Sejumlah poin penting dalam UU tersebut, diantaranya pertama, perubahan nama BPR dari bank perkreditan rakyat menjadi bank perekonomian rakyat.

Kedua, perluasan fungsi dan kegiatan usaha BPR, di antaranya melakukan usaha penukaran valuta asing (valas), penyertaan modal pada lembaga penunjang BPR, bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan (LJK) lain dan dengan selain LJK dalam pemberian layanan jasa keuangan kepada nasabah, melakukan kegiatan pengalihan piutang, dan/atau melakukan kegiatan lainnya dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketiga, BPR diizinkan untuk melakukan kerja sama dengan bank umum dalam pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keempat, BPR bisa menjadi perusahaan publik. Kelima, BPR dapat membeli sebagian atau seluruh agunan melalui pelelangan atau di luar pelelangan bila nasabah debitur tidak memenuhi kewajibannya. Dan, keenam, BPR bisa melakukan penggabungan dengan lembaga keuangan mikro (LKM).

Saat diminta komentarnya terkait hal ini, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR BKPD Pangandaran Yana Maulana mengatakan, ia  berharap perubahan ini dapat memberikan energi dan semangat baru bagi BPR BKPD Pangandaran untuk meningkatkan pelayanan ke
masyarakat khususnya dalam sektor perbankan.

Dirut BPR BKPD Pangandaran, Yana Maulana

Yana mengaku pihaknya harus terus memperkokoh infrastruktur digital, karena BPR dapat memanfaatkan teknologi informasi (TI) dalam menjalankan kegiatan usahanya.

"Di sisi lain digitalisasi ini diperlukan karena persaingan yang kian ketat tak hanya dengan perbankan, namun juga  dengan perusahaan financial technology," ungkapnya, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(18/12)

Namun dalam persaingan ini, menurut Yana, salah satu strategi yang diterapkan BPR BKPD Pangandaran ini dengan tetap mempertahankan karakteristik BPR yang memberikan layanan secara personal yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Dengan kolaborasi antara pelayanan tatap muka dan penggunaan teknologi, kata Yana, maka service level yang diberikan BPR pun diharapkan akan terus meningkat.

Yana menyebut, data kinerja di Perumda BPR BKPD Pangandaran berhasil masuk urutan ke 70 dari sekitar 500 BPR beraset Rp
35 - Rp100 Milyar.

"Aset BPR BKPD Pangandaran per tahun 2022 sebesar Rp55.345 Milyar," jelasnya.

Dan jika bisa bertahan pada urutan 100 besar, maka imbuh Yana, BPR BKPD Pangandaran bisa meraih predikat golden dari
Perbarindo.

"Sekarang kami dituntut harus bisa lebih profesional lagi dalam menjalan usaha kami," tegasnya.

Disoal saat ini banyak BPR di sejumlah daerah yang dicabut ijin usahanya, Yana mengatakan, hal tersebut tidak akan terjadi pada Perumda BPR BKPD.

"Karena selain sarat-sarat perbankan sudah terpenuhi kinerja dan kesehatan BPR BKPD Pangandaran dalam penilaian OJK, sehat," pungkasnya.

Dandim/0625 Pangandaran Ikuti Rakor Persiapan Natal dan Tahun Baru


PANGANDARANNEWS.COM
- Rapat Kordinasi (rakor) ini menjadi forum strategis untuk membahas langkah-langkah persiapan menyambut libur Natal dan Tahun Baru dengan optimal, serta bisa memberikan rasa aman dan nyaman baik pada warga mau pun wisatawan yang datang untuk berlibur.

Hal ini sampaikan Dandim 0625/Pangandaran Letkol Indra Mardianto Subroto,M.IP, usai mengikuti rakor persiapan menyambut Natal dan Tahun baru bersama Pemda Kabupaten Pangandaran dan sejumlah institusi lainnya, bertempat di aula setda Pangandaran.(18/12)

"Dan Kodim 0265 Pangandaran pun hadir untuk memberikan kontribusi dalam memastikan kelancaran dan keamanan even tahunan ini," ucapnya.

Dandim menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama perayaan natal dan tahun baru ini, serta pihaknya juga memberi apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam persiapan acara ini. 

Seperti diketahui, Pangandaran, sosok Dandim ini telah lama dikenal sebagai pemimpin yang peduli dan aktif dalam mendukung kegiatan masyarakat, termasuk perayaan-perayaan keagamaan. 

Dan kehadirannya dalam rapat ini juga mencerminkan komitmen untuk bersama-sama memastikan kesuksesan dan keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, khususnya di wilayah Pangandaran. ***


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN