Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Lewat Malam Grand Final Pasanggiri, Selsea & Taufiq Dinobatkan Jadi Mojang Jajaka Pinilih Pangandaran 2026

PANGANDARANNEWS.COM -  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran akhirnya menetapkan Selsea Tamari Legan Iskandar dan Taufiq Nurrohman berhak menyandang predikat Mojang Jajaka (Moka) Pinilih tahun 2026, penetapan dilakukan melalui serangkaian tahapan. Mulai dari prakarantina, karantina, unjuk kabisa, hingga malam Grand Final yang dilaksanakan di aula SMPN 1 Pangandaran.(25/04/26) Malam.

Seperti diketahui Selsea dan Taufiq merupakan perwakilan dari Kecamatan Parigi, pasangan ini berhasil menyisihkan belasan peserta lain yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Malam Grand Final Pasanggiri disaksikan oleh ratusan warga dan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran berlangsung meriah, karena keluarga dan rekan perwakilan dari kecamatan datang untuk menyaksikan serta memberikan dukungan.

Saat acara pembukaan, dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha mengatakan, ajang pemilihan duta pariwisata melalui Pasanggiri Mojang Jajaka Pangandaran 2025 ini kembali digelar setelah vakum selama satu tahun.

Sudah 1 tahun, kata Dadan,  Mojang Jajaka atau duta pariwisata Pangandaran ini tidak diselenggarakan.

"Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan kembali," ungkap Dadan.(25/4/2026).

Dadan juga menjelaskan, penilaian untuk penetapan Mojang Jajaka Pangandaran ini melalui sejumlah tahapan. Mulai dari tes wawasan umum, kepariwisataan, budaya, hingga pengetahuan seputar Pangandaran.

Para Moka ini, menurutnya, merupakan wajah pariwisata atau beranda terdepan sebagai brand ambassador wisata Pangandaran. Sehingga selain penampilan, sosoknya, publik speaking dan latar belakang prestasi menjadi salah satu penilaiannya.

Dadan juga berharap setelah terpilih sebagai Mojang Jajaka Pangandaran 2026, mereka bisa bertugas selama setahun ke depan untuk mengenalkan dan memberikan dampak positif bagi promosi wisata di Pangandaran.

"Harapan kami para Moka ini, selama setahun dapat menjadi duta pariwisata yang menjadi wajahnya pariwisata dan budaya Pangandaran," tegasnya.

Sementara Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Pangandaran Panji Arum, menerangkan, ada 20 perwakilan Moka dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran. 

Panji menyebut, tentu mereka semua orang-orang pilihan bisa bersaing dengan puluhan orang dan lolos seleksi .

Panji juga menjelaskan bahwa penilaian juri dan panitia sudah didasarkan pada poin selama proses tes tulis, wawancara, prakarantina, karantina, hingga malam Grand Final.

"Intinya semuanya telah sesuai, penilaian dari juri tidak dapat diganggu gugat," imbuhnya.

Panji menambahkan, usai penetapan pasangan Mojang dan Jajaka 2026 ini nantinya akan mewakili daerah untuk bertanding di Pasanggiri Moka tingkat Jawa Barat. Di tingkat Provinsi, mereka akan bersaing dengan perwakilan dari 27 kabupaten/kota yang akan membawa nama daerah masing-masing.

Pada kesempatan sama, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, pagelaran Pasanggiri Mojang Jajaka ini tidak hanya menonjolkan putra-putri terbaik di Pangandaran dalam bidangnya, namun para finalis membuktikan jika kemampuan intelektual mojang jajaka punya kemampuan yang fleksibel. 

"Memang harus paham Pariwisata dan elektoralnya, jadi mereka tahu visi Kabupaten Pangandaran," ujarnya.

Selain menjadi ajang pemilihan duta wisata, menurutnya, moka  Pangandaran terpilih ini diharapkan mampu memberikan contoh aksi nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung. Mereka harus menjadi putra-putri nu masagi, luhung elmuna, pengkuh agamana, jembar pangartina jeung rancage gawena.

"Kami berharap Moka mampu menjadi sosok tokoh muda daerah yang handal serta memiliki daya saing tinggi," pungkasnya.

Berikut Daftar Pemenang Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Pangandaran 2026

Juara Kategori

- Yusholuna: Mojang Motekar 2026 (Kecamatan Parigi)

- Rizwan: Jajaka Motekar 2026 (Kecamatan Langkaplancar)

- Lisna: Mojang Kamemeut/Favorit 2026 (Kecamatan Cijulang)

- Assroff: Jajaka Kamemeut/Favorit 2026 (Kecamatan Pangandaran)

Juara Utama

- Indri: Mojang Wakil II (Kecamatan Kalipucang)

- Haryo: Jajaka Wakil II (Kecamatan Pangandaran)

- Rashel: Mojang Wakil I (Kecamatan Cijulang)

- Riko: Jajaka Wakil I (Kecamatan Padaherang

(hiek)


Razia Tempat Hiburan Dan Sejumlah Hotel, Satpol PP Pangandaran Amankan 11 Orang Tak Bawa KTP

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam razia di sejumlah tempat hiburan malam dan penginapan pada hari Sabtu (25 April 2026) , Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran berhasil mengamankan 11 orang yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Pangandaran, Rusnandar, kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, penertiban ini merupakan bagian dari pengawasan administrasi kependudukan sekaligus upaya menjaga ketertiban umum. 

Ia juga menegaskan, setiap warga yang bepergian wajib membawa identitas diri sesuai ketentuan Perda Nomor 4 Tahun 2017.  

"Pada perda tersebut dinyatakan bahwa setiap orang yang bepergian wajib membawa identitas diri, ini bagian dari aturan administrasi kependudukan,” ujarnya. (25/04/26)

Ia menambahkan, dalam operasi tersebut, petugas juga menyasar pengunjung kafe, pemandu lagu, serta sejumlah penginapan di beberapa titik. Dan hasilnya, 11 orang tidak dapat menunjukkan KTP saat dilakukan pemeriksaan. 

Menurutnya, berbagai alasan disampaikan oleh mereka yang terjaring, mulai dari lupa membawa hingga kehilangan identitas. Dan warga yang terjaring ini kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. 

“Setelah didata mereka diberikan pembinaan,” ungkapnya. 

Rusnandar juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara ternyata seluruhnya diketahui berasal dari luar daerah Kabupaten Pangandaran. Dan untuk memastikan identitas mereka, petugas pun melakukan verifikasi tambahan melalui panggilan video dengan keluarga serta konfirmasi ke aparat desa asal. Dan setelah proses tersebut, mereka diperbolehkan kembali dengan syarat membuat surat pernyataan agar selalu membawa identitas saat beraktivitas di luar rumah.  

Rusnandar menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Pangandaran. 

“Dan ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah,” ucap11nya.(hiek)




 


Dampak Terkendalanya Pengerjaan Proyek Relokasi Penghuni Eks Pasar Wisata , Bupati Pangandaran Minta Tanggungjawab Penerima Dana

PANGANDARANNEWS.COM – Saat melakukan peninjauan lapangan, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengaku kecewa melihat progres pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata Pangandaran yang berlokasi di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran yang belum mencapai target. (23/04/26).

Padahal, kata bupati, dana stimulan telah dicairkan sepenuhnya. Namun capaian pembangunan dinilai belum optimal, bahkan ditemukan disparitas signifikan antara pembangunan yang dikelola secara kelompok dan secara mandiri.

Bupati menegaskan, seharusnya akhir April ini sudah rampung. Namun hingga hari ini, masih ada unit yang progresnya baru sekitar 50 persen.

"padahal dana telah disalurkan dalam dua tahap dengn rincian masing-masing Rp20 juta langsung ke rekening penerima," kata bupati.(23/04/26)

Menurutnya, pembangunan yang dikoordinasikan melalui kelompok menunjukkan progres relatif baik dengan capaian rata-rata sekitar 90 persen. Namun sebaliknya kendala justru terjadi pada 32 unit rumah yang dibangun secara mandiri, dimana hanya lima unit yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Ia menyebut, kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Seharusnya anggaran yang bersumber dari negara bisa dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya. 

"Kami telah menugaskan asisten daerah untuk memanggil penerima manfaat dengan progres rendah,” tegas bupati.

Selain persoalan progres fisik, bupati mengakui ada kendala teknis berupa longsor di kawasan relokasi. 

"Namun kami tetap berkomitmen untuk melakukan penanganan darurat, termasuk rencana penerapan sistem terasering guna menjaga stabilitas lahan," imbuhnya.

Sementara saat mendampingi bupati, Anggota Komisi III DPRD Pangandaran, Adang Sudirman, mendukung langkah cepat pemerintah daerah dalam mengawal proyek tersebut.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah bupati yang turun langsung ke lapangan, dan ini bagian dari transparansi untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

Adang juga menyoroti kebutuhan fasilitas penunjang, seperti akses jalan, drainase, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.

Fasilitas dasar ini, menurut Adang, harus segera dipenuhi agar hunian layak ditempati. 

"DPRD akan terus melakukan pengawasan, termasuk mendorong koordinasi lintas sektor jika diperlukan pembebasan lahan tambahan,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemkab Pangandaran berencana mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk melengkapi fasilitas tersebut dengan prioritas pada penanganan kawasan rawan bencana di lokasi relokasi.(hiek)


Ustadz Dani Ramdani Sebut Sinergi Ulama dan Umara dari Akar Rumput Kunci Ketahanan Umat

Ustadz Dani Ramdani, S.H
PANGANDARANNEWS.COM - Sinergitas antara ulama dan umara di tingkat paling bawah, dinilai harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Demikian disampaikan Sekretaris MUI Kecamatan Pangandaran, Ustadz Dani Ramdani, S.H., dalam acara Pelantikan MUI Desa Pananjung yang digelar di Aula Desa Pananjung.(22/04/26)

Ia menegaskan bahwa urusan keumatan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan menjadi urusan bersama seluruh elemen terutama pemerintah desa, ulama, dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat diantara unsur-unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Urusan keumatan, kata dia, merupakan urusan bersama. Terutama pemerintah, dalam hal ini aparatur desa. Demikian juga ulama dan tokoh masyarakat, karena dua pilar inilah benteng umat terdepan. 

"Tanpa keterlibatannya, masyarakat akan mudah bergejolak dan berpotensi terjadi berbagai konflik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi sejak dari akar rumput, yaitu di tingkat desa. Kehadiran figur teladan dari kalangan ulama dan umara, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ketenangan dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, keteladanan tersebut tidak hanya sebatas simbolis tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Dengan demikian, keberadaan ulama dan pemerintah benar-benar menjadi solusi atas berbagai persoalan umat," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pananjung, Dedi menyatakan dukungannya terhadap peran MUI di wilayahnya. 

Menurutnya, kesiapan pemerintah desa untuk terus bersinergi dengan para ulama, salah satu satunya dalam memberikan manfaat untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga kondusivitas masyarakat di Desa Pananjung.(harisfirdaus)

Untuk Memperkuat Peran Ulama di Tingkat Akar Rumput, Pelantikan MUI Desa Digelar Serentak

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam upaya memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat, sebanyak tujuh desa dari total delapan desa di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran menggelar pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tingkat desa.(21/04/26)

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam selama sepekan ini dimulai dari Desa Pananjung pada Selasa, 21 April 2026.

Pelantikan yang dilaksanakan di aula Desa Pangandaran tersebut, menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa di desa-desa lainnya. Sementara untuk hari-hari berikutnya, pelantikan dilanjutkan di desa berikutnya secara bergiliran hingga mencakup hampir seluruh wilayah di Kecamatan Pangandaran. 

Berbeda dengan periode sebelumnya, pelantikan MUI tingkat desa kali ini tidak lagi dilakukan secara kolektif di tingkat kecamatan namun  pelaksanaannya dilakukan secara mandiri di masing-masing desa.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Kiyai Subariyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan berbagai elemen di desa.

 Menurutnya, pelibatan langsung para alim ulama, tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan desa ini tentu akan menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

"Kebutuhan spiritual umat di tingkat desa memerlukan perhatian khusus dan pendekatan yang lebih intensif," ungkapnya.

Dengan adanya kepengurusan MUI yang dilantik langsung di desa, ia berharap berbagai program keagamaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, imbuh Subariyo, pelantikan MUI desa ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat kolaborasi antara ulama dan pemerintah desa.

 "Dengan sinergi yang baik, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berakhlak mulia di wilayah Kecamatan Pangandaran," katanya. (harfir)

Skema Opsen Baru 70 % Untuk Pemkab 30% Untuk Pemprov, Bapenda Pangandaran Gunakan Sistem Pasopati

Sarlan 
PANGANDARANNEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini tengah gencar meningkatkan penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hal ini untuk mendongkrak pundi-pundi kas daerah. 

Langkah strategis ini tentu dilakukan dengan fokus utama, salah satunya dengan menyasar para penunggak pajak kendaraan bermotor agar segera memenuhi kewajibannya.

Seperti disampaikan Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, hal tersebut seiring dengan adanya kebijakan pembagian hasil pajak yang kini jauh lebih menguntungkan untuk pemerintah daerah kabupaten.

Seperti diketahui, ungkap Sarlan, mulai tahun ini terdapat perbedaan mendasar pada pengelolaan pajak melalui skema opsen. Jika sebelumnya Pemda Pangandaran hanya mendapatkan porsi 30 persen, kini pembagiannya dibalik menjadi 70 persen untuk Pemda Pangandaran dan 30 persen untuk Provinsi Jawa Barat.

"Hingga saat ini baru sekitar 25.000 kendaraan atau setara 40 persen yang aktif membayar pajak, ini berarti masih ada potensi sebesar 60 persen yang belum masuk ke kas daerah," jelas Sarlan.(16/04/26)

Sarlan mengatakan, untuk mengejar target pendapatan tersebut Bapenda Pangandaran memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Pasopati. Pada aplikasi canggih ini, memungkinkan petugas di lapangan mendeteksi status pajak sebuah kendaraan. 

"Baik yang sedang terparkir maupun melintas, cukup dengan memasukkan identitas kendaraannya saja," terangnya.

Dan melalui aplikasi Pasopati, Sarlan mengaku bisa tahu mana kendaraan yang pajaknya mati atau surat-suratnya tidak lengkap.

Menurutnya, pembayaran kini sudah sangat dipermudah dan dapat diakses oleh para penunggak pajak kendaraan bermotor melalui ponsel maupun media sosial.

Sarlan juga mengimbau masyarakat agar taat pajak, karena seluruh hasil penerimaan tersebut tentu nantinya akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur nyata. Dan program-program seperti perbaikan jalan rusak hingga pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sangat bergantung pada partisipasi wajib pajak dalam membayar PKB.

Sarlan juga mengingatkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar kendaraan dinas yang pajaknya mati segera diperpanjang.

Ia juga tidak lupa menyarankan agar pemegang kendaraan dinas berinisiatif menggunakan dana pribadi terlebih dahulu jika anggaran dinas belum tersedia, hal ini tentu untuk memastikan aparatur negara tidak tergolong sebagai penunggak pajak kendaraan bermotor. 

"Dan yang pasti, hal ini juga dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas," pungkasnya.(hiek)


Transformasi Digital Layanan Kesehatan, Kemudahan Berobat di RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Transformasi digital dalam layanan kesehatan saat ini kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran.

Dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN, terbukti mampu mempersingkat alur pendaftaran dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Seperti disampaikan salah seorang pasien setia RSUD Pandega asal Kecamatan Cijulang, Atikah (41), pengalaman selama ini ia selalu  menggunakan fitur-fitur digital tersebut. 

"Hambatan administratif yang dulu sering dikeluhkan, sekarang semakin mudah diatasi," ujarnya.(13/04/26)

Atikah menuturkan, sistem pendaftaran di RSUD Pandega kini sangat suportif terhadap pasien dan petugas di lapangan pun dengan sigap siap membantu masyarakat yang ingin beralih menggunakan sistem JKN.

​Atikah bersyukur, karena selama pelayanan di Pandega pendaftarannya mudah, suka dibantu sama petugas dan di bagian pendaftaran pun selalu menggunakan JKN.

Kemudahan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh pasien lama, namun kata Atikah, bagi pasien baru atau mereka yang belum memiliki akun petugas RSUD Pandega memberikan pendampingan penuh untuk proses pembuatan akun Mobile JKN di tempat.

​Salah satu fitur yang paling dirasakan manfaatnya, menurutnya, adalah pengambilan antrean kontrol secara daring. Pasien tidak perlu lagi datang subuh untuk mendapatkan nomor urut, karena antrian bisa dilakukan dari rumah. Menariknya, sistem ini juga ramah bagi pengguna yang kurang mahir teknologi atau mengalami kendala teknis.

​”Kalau mau mengambil antrean untuk kontrol selanjutnya selalu dibantu, bahkan kalau lupa password pun selalu dibantu oleh petugas,” tambahnya.

Terkait adanya isu perbedaan kualitas layanan antara pasien umum dan pasien BPJS, Atikah mengatakan, di RSUD Pandega Pangandaran diskriminasi tersebut tidak ditemukan. Petugasnya sangat ramah-ramah, sangat membantu, dan pelayanannya juga oke. 

"Jadi tidak ada yang dibeda-bedakan, mau pasien umum atau BPJS pun pelayanannya selalu sama,” imbuhnya.

​Sementara pihak RSUD Pandega Pangandaran, terus mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan aplikasi Mobile JKN guna mendapatkan pengalaman berobat yang lebih cepat, transparan, dan efisien.(hiek)

Hari Kanker Tulang Nasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Lakukan Deteksi Dini

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit kanker tulang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran peringati Hari Kanker Tulang Nasional yang jatuh setiap 11 April.

Dalam kesempatan tersebut, direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal yang sering muncul secara perlahan.

Kanker tulang, menurut Titi, kerap tidak disadari sejak awal karena gejalanya mirip keluhan biasa, seperti nyeri pada tulang atau pembengkakan.

Titi mengatakan, peringatan Hari Kanker Tulang Nasional bukan hanya seremoni namun menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri.

"Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan," ujarnya.(11/04/26)

Ia menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran juga membuka layanan konsultasi dengan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Selain deteksi dini, penanganan yang tepat dan berkelanjutan juga menjadi kunci dalam proses penyembuhan pasien kanker tulang.

Titi juga mengimbau, agar masyarakat tidak ragu melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mencurigakan. Jangan menunggu parah, egera periksa agar bisa ditangani lebih cepat dan tepat.

"Dan melalui.momentum ini, kami berharap agar masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, salahsatunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius," ucapnya.(hiek)

Kenali Gejalanya Sejak Dini, Awas Campak Datang Bisa Secara Diam-Diam

PANGANDARANNEWS.COM – Penyakit campak saat ini masih menjadi ancaman kesehatan terutama pada anak-anak, gejalanya sering muncul perlahan dan kerap disalahartikan sebagai penyakit biasa.

Seperti disampaikan Dokter spesialis anak RSUD Pandega Pangandaran, Dyah Rahmawanti, campak biasanya diawali dengan gejala ringan sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Campak, jelas Dyah, sering datang diam-diam. Awalnya anak hanya mengalami demam, batuk, pilek, dan mata merah, sehingga sering dianggap flu biasa.

"Tanda khas campak baru terlihat beberapa hari kemudian, seperti munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh," terang Dyah.(10/04/26)

Selain itu, imbuhnya, biasanya terdapat pula bercak putih kecil di dalam mulut yang menjadi salah satu ciri spesifik penyakit ini.

Dyah mengatakan, penanganan yang terlambat dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi paru hingga gangguan pada sistem saraf.

Jadi, menurut Dyah, jika tidak ditangani dengan baik bisa berbahaya terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah.

Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala awal tersebut, terlebih jika disertai demam tinggi dan ruam. Karena pencegahan paling efektif, dilakukan melalui imunisasi campak yang rutin diberikan pada anak.

"Imunisasi ini sangat penting untuk melindungi anak dari risiko campak dan komplikasinya," jelasnya lagi.

Ia mengingatkan, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membatasi kontak dengan penderita guna mencegah penularan.

"Dengan mengenali gejala sejak dini, diharapkan kasus campak dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius," pungkasnya. (hiek)


Ada Apa ? KNPI Pangandaran Pertanyakan Penutupan Akses Liputan Rapat BGN

tampak sejumlah awak media di luar ruang rapat
PANGANDARANNEWS.COM – Menanggapi tindakan penutupan akses peliputan bagi awak media dalam rapat koordinasi dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di Hotel Laut Biru Pangandaran, Sabtu (11/4), sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pangandaran sekaligus Aktivis Pemuda, Tian Kadarisman, melontarkan kritik pedas terhadap Badan Gizi Nasional (BGN). 

Seperti diketahui berdasarkan surat undangan resmi nomor 1317/D.TWS/04/2026 dan 1450/D.TWS/WIL.II/04/2026, agenda tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN serta dihadiri oleh mitra dapur (SPPG) dari wilayah Ciamis, Pangandaran dan sekitarnya.

Menurut Tian, ini sangat ironis dan memalukan. Pejabat yang datang adalah Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, tapi justru mereka menutup diri dari pantauan publik dan pengawasan media. 

"Jika fungsi pengawasan internal mereka saja eksklusif dan tertutup, bagaimana rakyat bisa percaya bahwa program MBG ini bebas dari penyimpangan?” tegas Tian.(11/04/26)

Tian menyebut, ketidakterbukaan BGN dalam rapat evaluasi ini semakin memperkuat kecurigaan publik di tengah banyaknya sorotan negatif terhadap program MBG. Mulai dari rendahnya kualitas menu di lapangan, isu anggaran motor trail listrik yang fantastis, hingga gaya hidup mewah oknum mitra di media sosial.

Kata Tian masyarakat berhak tahu apa hasil evaluasi terhadap mitra-mitra dapur tersebut, apakah ada sanksi bagi penyedia makanan yang tidak layak? 

"Atau jangan-jangan pertemuan di hotel mewah ini hanya sekadar ajang 'pengamanan' administratif agar semuanya terlihat benar di atas kertas?," ungkap Tian.

Dan tindakan menghalangi tugas jurnalistik bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tegas Tian, adalah salah satu bentuk pelanggaran kode etik jurnalistik. Dan program yang menggunakan anggaran negara dalam skala besar, tentu wajib mengedepankan prinsip transparansi.

Tian menambahkan, jangan gunakan dalih rapat internal untuk menutupi fakta lapangan. 

Pihaknya juga menuntut Deputi BGN untuk berani membuka hasil audit kualitas gizi dan kebersihan dapur mitra kepada publik, serta mendesak pelibatan BUMDes secara nyata agar anggaran ini benar-benar berputar di desa.

"Bukan hanya menguap di hotel-hotel mewah,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, pihak KNPI dan koalisi masyarakat sipil akan terus mengawal jalannya program MBG secara independen.

"Dan jika BGN pusat tetap menutup diri, jangan salahkan jika rakyat bergerak dengan caranya sendiri untuk menuntut transfansi dan utamakan kualitas MBG bagi para pelajar,” tegas Tian lagi. (hiek)

Wisatawan Wajib Tahu, Sekarang Dishub Pangandaran Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Wisata

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berada di kawasan wisata, berdasarkan hasil rapat koordinasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Nana Sukarna, pengaturan ini difokuskan pada kendaraan besar seperti bus agar pergerakannya lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di titik-titik padat. 

"Bus dan kendaraan sejenis tidak diperbolehkan masuk melalui pintu pelabuhan atau Pantai Timur tapi diarahkan ke pintu utama, kemudian menuju jalan Pantai Barat dengan sistem satu arah untuk keperluan penurunan wisatawan ke hotel,” jelasnya. Wa(09/04/26).

Dan bagi bus yang menurunkan penumpang di area sebelum pertigaan Hotel Century, imbuh Nana, kendaraan diarahkan untuk parkir melalui akses jalan depan Hotel Arnawa. Sementara untuk hotel yang berada setelah pertigaan tersebut, penurunan penumpang dilakukan di Jalan Kalen Buaya. Selanjutnya setelah menurunkan penumpangnya di Jalan Kalen Buaya, bus diarahkan masuk melalui pertigaan Balawista, berputar, lalu keluar melalui Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di Central Parkir atau eks Pasar Wisata.

Nana menambahkan, untuk wisatawan yang menuju penginapan di Jalan Sumardi dan Jalan Pramuka, proses penurunan penumpang dilakukan langsung di kawasan Central Parkir. 

"Setelah itu, kendaraan bus diwajibkan tetap berada di lokasi parkir tersebut," imbuhnya.

Nana menyebut, pihaknya juga mengatur kendaraan roda empat dan bus yang melintas di Jalan Pantai Timur untuk berputar arah di kawasan air mancur kemudian diarahkan menuju Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di area Pasar Wisata.

“Jadi seluruh kendaraan baik saat penurunan maupun penjemputan wisatawan akan mendapat pengawalan dari petugas gabungan, baik dari Dishub maupun unsur terkait lainnya,” ujarnya.

Ia berharap, kebijakan ini dapat dipatuhi oleh para pelaku usaha pariwisata serta wisatawan demi terciptanya kelancaran arus lalu lintas di kawasan destinasi unggulan Pangandaran.

“Informasi ini kami sampaikan agar diketahui dan dipedomani bersama sehingga aktivitas wisata tetap berjalan lancar, nyaman dan aman,” tegasnya.(hiek)

KPU Pangandaran Gelar Rapat Pleno, Setujui Dokumen Data Dan Laporan SPIP

PANGANDARANNEWS.COM -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran hari ini melaksanakan Rapat Pleno Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah (SPIP) periode Maret Tahun 2026, bertempat di aula KPU Kabupaten Pangandaran.(09/04/26)

Dalam rapat yang dipimpin dan dibuka langsung oleh pimpinan Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, dibahas sejumlah terkait persetujuan atas laporan SPIP.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan sebagai pengarah dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa dokumen yang berisi data perndukung dan laporan SPIP dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 855 Tahun 2025 diharuskan disetujui melalui rapat pleno. 

Sementara Sekretaris KPU Kabupaten Pangandaran sebagai penanggungjawab berkenan menyerahkan dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP kepada Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran. 

Masih di tempat yang sama, Tim Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pangandaran sebagai Tim Satgas SPIP menjelaskan, dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP kepada Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pangandaran.

Selanjutnya dalam rapat pleno ini, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pangandaran menyetujui seluruh dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP.***


Musrenbang RKPD 2027 Pangandaran, Sektor Pariwisata Perlu Dijadikan Motor Utama

PANGANDARANNEWS.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), bertujuan untuk penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).

Melalui Musrenbang Penyusunan RKPD ini, Kabupaten Pangandaran Tahun 2027 adalah langkah awal perancangan masa depan daerah dimulai.

Berbagai aspirasi, usulan, dan ide pembangunan dihimpun untuk mewujudkan Kabupaten Pangandaran yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Bersama pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, disusun arah pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi

Pada Musrenbang kali ini, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dalam Musrenbang untuk penyusunan RKPD 2027. 

Dalam Musrenbang yang diselenggarakan di aula SMPN 1 Pangandaran ini, Pemda Pangandaran mengusung tema "percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dengan target menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata bertaraf internasional".

Seperti disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, musrenbang merupakan agenda strategis tahunan sebagai turunan dari RPJMD agar arah kebijakan pembangunan selaras dengan prioritas yang telah ditetapkan. 

"Dan sektor pariwisata perlu dijadikan motor utama penggerak ekonomi daerah," ungkap Asep.(08/04/26)

Sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam perencanaan tahun mendatang, kata Asep,  di antaranya evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD sebelumnya agar kebijakan lebih terarah serta pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, termasuk kerja sama regional dengan wilayah sekitar seperti Cilacap, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.

Ia juga menyoroti besarnya potensi wisata Pangandaran, mulai dari pantai, perbukitan, gua hingga sungai, yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola secara optimal. 

Namun, Asep menyebut, persoalan kemacetan saat musim libur menjadi catatan penting. 

Untuk itu pihaknya juga mendorong, penerapan sistem sentral parkir di kawasan pantai timur dan barat serta pembatasan kendaraan yang masuk ke area wisata guna menciptakan kawasan yang lebih tertata dan ramah lingkungan. 

Ia menambahkan, dan tentunya penataannya harus tetap berpihak kepada masyarakat agar bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa menghilangkan peran mereka.

"Saya juga menilai perlunya penyusunan master plan pariwisata sebagai acuan pengembangan jangka menengah, minimal untuk lima tahun ke depan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menyampaikan, sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi daerah. 

Menurutnya, posisi Pangandaran saat ini berada di peringkat kedelapan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dan optimistis dapat terus meningkat.

Program Prioritas Dalam RKPD 2027 ini, bupati mengatakan, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program prioritas. Diantaranya, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), serta pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat desa. 

"Pembangunan harus dimulai dari desa, termasuk peningkatan jalan desa dan konektivitas antarwilayah, baik untuk pertanian maupun pariwisata,” ujar Citra. 

Dan penataan kawasan wisata juga akan dilakukan, termasuk rencana pembangunan jalur pedestrian atau jogging track di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur untuk mendukung aktivitas wisata sekaligus mengurangi parkir di bahu jalan.

Ia menambahkan, seluruh program tersebut direncanakan didanai melalui APBD dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata.

"Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah bersama DPRD berharap Pangandaran mampu berkembang sebagai destinasi unggulan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ucapnya.(hiek)






Lewati Target, Retribusi Wisata Pangandaran Per Bulan Maret 2026 Capai Rp9,2 Miliar

PANGANDARANNEWS.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran sepanjang Maret 2026, melampaui target yang ditetapkan.

Tercatat, data di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), realisasi retribusi terhitung sejak 1 hingga 30 Maret 2026 mencapai Rp9,2 miliar atau melampaui target bulanan sebesar Rp8,5 miliar. 

Seperti disampaikan Kepala Bidang Retribusi Bapenda Pangandaran, Bagus Winahyu, lonjakan penerimaan tersebut dipicu tingginya kunjungan wisatawan khususnya selama masa libur Lebaran. 

“Total hingga akhir Maret mencapai Rp9,2 miliar, dan angka ini sudah melebihi target yang ditetapkan tahun 2026,” ujarnya. (30/03/26).

Lebih lanjut Bagus menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari masa libur Lebaran, dengan capaian sekitar Rp8,7 miliar hanya dalam periode tersebut. 

"Peningkatan ini tidak hanya dipengaruhi tingginya jumlah wisatawan, tetapi juga hasil dari optimalisasi pengelolaan retribusi di lapangan," ucapnya.

Capaian ini, kata Bagus, tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah sekaligus menjaga tren positif sektor pariwisata di Pangandaran. 

“Hal ini tentunya menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengelolaan retribusi di masa yang akan datang,ke depan,” imbuhnya. (hiek)





Sekapur Sirih Jeje Wiradinata, Refleksi 6 Tahun RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki usianya yang ke-6 tahun, Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Pandega kini telah bertransformasi menjadi tulang punggung layanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran. Dan perjalanan ini pun menjadi bukti, komitmen dan keberanian dalam kebijakan publik untuk mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Pada enam tahun lalu, Kabupaten Pangandaran berada di persimpangan penting dalam hal akses layanan kesehatan. Minimnya fasilitas rumah sakit daerah memaksa masyarakat pesisir selatan Jawa Barat ini harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan penanganan medis terutama layanan spesialis.

Kini, dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-6 RSUD Pandega, kisah perjuangan itu kembali dikenang. 

Bupati Pangandaran periode 2016–2024, Jeje Wiradinata, mengajak publik menengok perjalanan awal berdirinya rumah sakit kebanggaan masyarakat Pangandaran tersebut.

Dalam sambutannya saat diundang menghadiri HUT ke  6 RSUD Pandega, Jeje menuturkan masa-masa awal kepemimpinannya saat Pangandaran masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, ia ingat betul awal menjabat yang dipikirkan saat itu salah satu prioritasnya adalah kesehatan. 

"Saat itu kita baru punya beberapa Puskesmas yang kondisinya memprihatinkan, ruangannya ada yang bau pesing serta jumlah dokter spesialis bisa dihitung jari,” tutur Jeje.(30/03/26).

Untuk menghadirkan layanan kesehatan yang layak, Jeje pun mengambil langkah berani dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 miliar hingga Rp266 miliar untuk pembangunan RSUD Pandega dan keputusan ini sempat menuai kekhawatiran mengingat keterbatasan APBD saat itu.

Namun, menurutnya, pembangunan fisik hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkualitas.

Ia pun kemudian menggandeng sejumlah institusi pendidikan ternama, salah satunya Universitas Padjadjaran untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Pangandaran. 

Selain itu, pada pemerintahan yang ia pimpin juga memberikan insentif dan tambahan penghasilan (TPP) guna menarik minat tenaga medis profesional.

Jeje menyebut, tidak mungkin jika hedung semegah ini hanya diisi dokter umum. 

"Kami pun berikan insentif agar para spesialis mau mengabdi di sini, dan ini menjadi titik krusial kedua yang harus kami lalui,” imbuhnya.

Di tahun 2020, keberadaan RSUD Pandega mendapat ujian saat pandemi Covid-19 melanda. 

"Dalam situasi tersebut, saya dan wakil bupati justru menjadi salah satu pasien yang harus menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit ini," terangnya.

Meski saat itu ia sempat disarankan agar dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar di Bandung, tapi ia tetap bertahan dan memilih di RSUD Pandega sebagai bentuk kepercayaan terhadap fasilitas daerahnya sendiri.

Ia berpikir, jika bupatinya saja tidak percaya pada rumah sakitnya sendiri bagaimana dengan masyarakat? 

Maka saat itu pun ia putuskan, hidup atau mati tetap harus dirawat di Pandega. 

"Ini soal kepercayaan publik yang harus dijaga,” ungkapnya.

Masih dalam sambutannya, Jeje yang juga berpesan kepada jajaran direksi, tenaga medis, dan seluruh karyawan RSUD Pandega agar terus menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Tantangan ke depan, kata Jeje, bukan lagi soal pembangunan infrastruktur melainkan menjaga konsistensi pelayanan dan integritas dalam melayani masyarakat.

Modal utamanya adalah kekompakan, dan dalam momentum ulang tahun yang ke 6 ini harus jadi momen perenungan semua.

"Apakah kita sudah memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat?” ucapnya.(hiek)


Libur Lebaran Pangandaran Tetap Jadi Tujuan Wisata Masyarakat, Berikut Data Jumlah Kendaraan Yang Masuk

PANGANDARANNEWS.COM - Selama libur Lebaran 1447 H/2026, jumlah kendaraan wisatawan yang datang ke obyek wisata Pangandaran tercatat cukup tinggi.

Dari data rekapitulasi harian yang diterima Pangandaran News, selama delapan hari (shift pagi dan malam) per tanggal 21 hingga 28 Maret 2026 total kendaraan masuk pantai Pangandaran sebanyak 64.173 unit. Dengan rincian, urutan pertama didominasi kendaraan roda dua (motor) dengan jumlah 33.789 unit, disusul kendaraan roda empat (mobil) total 28.510 unit. 

Sementara itu, kendaraan besar jenis bus cukup signifikan, dengan rincian bus kecil sebanyak 1.231 unit, bus besar 349 unit, dan bus sedang 294 unit.

Hari kedua Idul Fitri menjadi lonjakan tertinggi, dengan rincian mobil mencapai 5.920 unit dan motor menembus 7.193 unit dalam satu hari. 

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, memang jumlah kendaraan roda empat pada momen libur lebaran ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya.

"Jika dilihat dari jenis kendaraan wisatawan, ada perbedaan dibanding lebaran tahun sebelumnya," terang Nana, saat wawancara dengan sejumlah wartawan di Pantai Barat Pangandaran. (29/03/26) pagi.

Kalau tidak salah, jelasnnya lagi, pada libur lebaran tahun 2025 lalu  puncaknya hanya di H+3 dengan jumlah kendaraan yang masuk pantai Pangandaran sekitar 10 ribu unit.

Dan saat libur lebaran tahun ini, imbuhnya, puncaknya kunjungan terjadi pada H+2 dengan total kendaraan yang masuk Pangandaran itu sekitar 13 ribu unit.

Nana juga merasa bersyukur, karena momen libur lebaran tahun ini tidak sampai terjadi kemacetan yang parah di Pantai Pangandaran. 

"Kami dengan instansi terkait terus melakukan sosialisasi dan bekerja di lapangan, sehingga kendaraan wisatawan pun tertata rapih di lokasi parkiran dan tidak terjadi kemacetan parah," ucapnya.(hiek)










Terseret Ombak Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Hilang Terbawa Arus

PANGANDARANNEWS.COM— Kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di depan Piamari yang mengakibatkan seorang remaja berusia 14 tahun hilang terseret arus sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan.(27/03/26) pukul 08.30 WIB.

Hingga saat ini korban yang belum ditemukan diketahui bernama Muhamad Luthfi Padilah (14), seorang pelajar asal Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Sementara itu, korban selamat bernama Muhamad Harian Azam (11), juga seorang pelajar dari desa yang sama.

Menurut keterangan saksi, Yahdi Muhajatun Arifin (16), kejadian bermula saat ia bersama kedua korban berada di lokasi pantai yang bukan merupakan zona wisata maupun zona berenang. Kedua korban pun berenang di sekitar area breakwater, sementara saksi hanya duduk di atas pemecah ombak.

Tak lama kemudian, saksi melihat kedua korban terseret arus ke tengah laut akibat ombak tinggi dan berarus deras. Ia langsung berenang untuk memberikan pertolongan, namun dalam upaya penyelamatan tersebut salah satu korban terlepas akibat kuatnya arus dan hantaman ombak.

Saksi pun mengaku hanya berhasil menyelamatkan Azam ke tepi pantai tetapi korban Luthfi tidak terlihat kembali ke permukaan, warga sekitar pun kemudian dimintai bantuan untuk melakukan pencarian.

Saat diwawancara sejumlah awak media, Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menyampaikan bahwa lokasi kejadian bukan merupakan area resmi untuk berenang atau wisata sehingga tidak terdapat pengamanan maupun penjagaan di lokasi tersebut saat kejadian berlangsung.

Wilayah tersebut, terang Kapolres, merupakan pinggir pantai kampung dan bukan zona wisata. 

"Saat kejadian di lokasi kejadian dalam kondisi sepi, sehingga tidak ada petugas atau pengawasan,” ujarnya.

Kapolres menyebut, pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya termasuk menerima laporan, mendatangi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dalam proses pencarian korban yang hilang.

Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat khususnya wisatawan dan warga lokal, untuk tidak berenang di area yang tidak ditetapkan sebagai zona aman.

“Saat ini gelombang sedang tinggi dan arus sangat kuat, kami berharap masyarakat hanya beraktivitas di area yang telah ditentukan dan diawasi demi keselamatan,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan.***

Live CCTV Pantai Pangandaran 2026, Wisatan Bisa Pantau Secara Real-Time

PANGANDARANNEWS.COM - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran, kini menghadirkan layanan live pemantauan CCTV gerbang utama Pantai Pangandaran melalui laman resmi cctv.pangandarankab.go.id.

Inovasi ini bertujuan memberikan kemudahan akses informasi bagi wisatawan yang ingin memantau kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan sebelum memasuki kawasan wisata, khususnya pada momen libur Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

Melalui layanan ini masyarakat dapat melihat secara langsung situasi terkini di pintu masuk Pantai Pangandaran, mulai dari arus kendaraan hingga tingkat kepadatan pengunjung. Fitur live streaming ini diharapkan dapat membantu wisatawan dalam merencanakan waktu kunjungan yang lebih nyaman dan efisien, sekaligus menghindari kemacetan.

Selain itu, data visual yang tersaji juga menjadi referensi penting bagi pelaku usaha dan pihak terkait dalam mengambil keputusan operasional selama masa liburan.

Kehadiran CCTV online ini, tentu menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik berbasis digital oleh Diskominfo Kabupaten Pangandaran.

Tidak hanya bagi wisatawan, layanan ini juga turut mendukung kebutuhan pemangku kepentingan lainnya seperti aparat keamanan, pengelola wisata, dan pemerintah daerah dalam memantau situasi secara real-time.

Diharapkan kedepannya titik-titik lokasi CCTV di area strategis lainnya akan terus ditambah secara bertahap, sehingga cakupan pemantauan semakin luas dan pelayanan informasi kepada masyarakat semakin optimal, aman, dan terpercaya.***

Nahas, Seorang Pengendara Motor Di Pangandaran Tewas Tertimpa Dahan Pohon

Poto, ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Nasib naas menimpa seorang pengendara motor, Dewi Safitri (23), warga Dusun Ciokong Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Ia tewas setelah tertimpa dahan kering pohon mahoni yang tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya di Jalan Raya Provinsi, Dusun Ciheras Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. (24/03/26) sekitar jam 23.00 WIB.

Dahan besar yang jatuh dari pohonnya langsung menghantam bagian kepala dan bahunya saat ia melaju seorang diri dengan sepeda motor di jalan yang mulai lengang, suara jatuhnya dahan terdengar hingga ke permukiman warga sekitar. 

Menurut salah satu pengguna jalan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, Arif, peristiwanya terjadi begitu cepat dan tanpa peringatan.

“Pohon itu memang sudah tua dan memang dikhawatirkan warga," ungkapnya.

Saksi mata lainnya, Ade Mustopa, menjelaskan, insiden maut itu terjadi tepat di wilayah Dusun Ciheuras, perbatasan RT 01/02 RW 01 Desa Sukaresik, dan saat itu korban berada persis di bawah pohon mahoni tua ketika dahan kering tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya.

Ade menambahkan, Korban pun kehilangan kendali dan sepeda motor yang dikendarainya bahkan masih sempat melaju liar sejauh kurang lebih 10 meter ke arah timur sebelum akhirnya terjatuh di depan gerbang masjid, warga yang mendengar suara benturan pun langsung berhamburan ke lokasi. 

"Namun nahas, saat ditemukan, kondisi korban sudah mengenaskan dengan luka serius di bagian kepala dan tubuh sehingga nyawanya pun tak tertolong," kata Ade.

Kejadian yang merenggut nyawa ini pun kontan memicu kemarahan warga, mereka menilai banyaknya pohon tua di sepanjang jalur nasional yang tak terawat menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.

Atas nama warga Desa Ade pun dengan tegas meminta pemerintah tidak lagi berlindung di balik alasan birokrasi, karena keselamatan warga jauh lebih penting dibanding proses administrasi yang berlarut-larut.

“Kami warga Sukaresik memohon supaya ada pemangkasan dan jangan menunggu jatuh korban jiwa lagi, baru ada tindakan,” tegasnya.

Saat dihubungi lewat telepon selularnya, ketua Tagana Pangandaran, Nana Sumarna mengaku upaya pemangkasan pohon kerap terbentur persoalan izin dari pihak terkait termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Padahal, ujarnya, kondisi pohon-pohon tersebut sudah lama mengkhawatirkan," ucap Nana.(hiek)


Walau Tidak Merata, Tingkat Hunian Hotel di Pangandaran Naik Signifikan

PANGANDARANNEWS.COM -  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran mencatat, untuk tingkat hunian hotel  selama empat hari libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan.

Demikian disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana, namun yang paling signifikan hanya di Pantai Barat Pangandaran saja yang kunjunganya memang paling tinggi dibanding objek wisata lainya.

Berdasarkan data dari PHRI Kabupaten Pangandaran, terang Agus, tingkat hunian hotel pada 21 hingga 24 Maret 2026 terus mengalami kenaikan. 

"Pada 21 Maret tercatat sebesar 52 persen, kemudian meningkat menjadi 63,3 persen pada 22 Maret 2026. Lonjakan tajam terjadi pada 23 Maret dengan angka mencapai 96 persen dan puncaknya pada 24 Maret yang menyentuh 98 persen," jelasnya.(24/03/26)

Agus mengatakan, tingkat hunian tertinggi ini terjadi di kawasan Pantai Pangandaran. Okupansi (tingkat hunian) yang mencapai hampir 100 persen hanya terjadi di Pantai Pangandaran, selain hotel, penginapan dan rumah warga juga banyak disewa oleh pengunjung.

Agus menyebut, anggota PHRI di Kabupaten Pangandaran tidak hanya berada di Pantai Pangandaran tapi tersebar di sejumlah destinasi wisata lain mulai Pantai Batukaras, Pantai Madasari, Parigi, dan Karapyak.

Namun untuk tingkat hunian di kawasan Pantai Karapyak masih sangat rendah, hanya mencapai sekitar 2 persen.

"Tentunya banyak kamar kosong, karena wisatawan umumnya hanya datang untuk beraktivitas di siang hari tanpa menginap," ungkapnya.

Namun Agus memprediksi, memproyeksikan tingkat hunian hotel di seluruh Kabupaten Pangandaran pada 25 hingga 28 Maret 2026 akan mengalami penurunan sebelum kembali meningkat.

"Pada 25 Maret diperkirakan 45 persen, lalu naik menjadi 50 persen pada 26 Maret. Tingkat hunian pada 27 Maret menjadi 68 persen, dan diprediksi mencapai 80 persen pada 28 Maret 2026," imbuhnya. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN