wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Lewat Platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan RSUD Pandega Pangandaran Raih Skor 4,7 Kepuasan Publik

7 Oktober 2026 07:53

PANGANDARANNEWS.COM — Komitmen penguatan kualitas layanan kesehatan, saat ini terus ditunjukkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran. Dan berdasarkan penilaian masyarakat melalui platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan milik daerah tersebut berhasil meraih skor kepuasan publik sebesar 4,7 bintang.

​Tingginya rating tersebut, didukung oleh sejumlah ragam tanggapan positif dari para pasien dan keluarga pengunjung.

Respons masyarakat ini,  menyoroti kecepatan respons tenaga medis, kebersihan lingkungan rumah sakit, kelengkapan sarana medis, serta keramahan petugas di unit perawatan.

Pada suatu kesempatan, ​Pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran menyampaikan bahwa pihaknya sangat menngapresiasi kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu memberikan umpan balik secara transparan.

Dan evaluasi digital ini, tentu bisa dijadikan tolak ukur dalam menjaga standar pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan.

​”Kepuasan dan kenyamanan Sahabat Pandega adalah motivasi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik,” tulis manajemen pada akun di media sosial resminya.

RSUD Pandega Pangandaran juga terus ​Perkuat Keterbukaan Akses Layanan Darurat dan Unit Medis
​Guna mempertahankan kepercayaan publik sekaligus mempercepat akses penanganan medis dengan memperluas kanal informasi dengan merilis daftar nomor kontak penting.

Masyarakat pun dihimbau untuk memanfaatkan saluran komunikasi tersebut sesuai dengan jam operasional unit kerja yang bersangkutan, khususnya untuk kebutuhan laboratorium, radiologi, dan farmasi. Sementara itu, penanganan gawat darurat melalui unit IGD dipastikan tetap bersiaga penuh melayani kebutuhan masyarakat selama 24 jam nonstop.

Berikut sejumlah fasilitas operasional yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran,

-​Instalasi Gawat Darurat (IGD): (0265) 7503045 (Layanan Darurat Siaga 24 Jam)
-​Information Center: (0265) 7503044
-​Laboratorium: 0821-1932-9525
-​Radiologi: 0877-1995-7088
+​Farmasi: 0821-1881-6226
-​Humas (Chat Only): 0821-2005-6071. ​***

Waspadai Influenza, Berikut Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A

PANGANDARANNEWS.COM – RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan, agar masyarakat lebih mengenali perbedaan antara flu biasa dan Influenza A.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui postingan akun Instagram resmi @rsud_pangandaran yang dikutip hari Rabu (7/10/2026), dan ini bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.

Dalam edukasinya RSUD Pandega menjelaskan, Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang lebih serius dibandingkan batuk pilek biasa.

Dan salah satu perbedaan terlihat dari gejalanya, Influenza A dapat ditandai dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering hingga badan terasa berat.

Sementara itu, batuk pilek biasa umumnya ditandai dengan pilek, hidung tersumbat, batuk ringan, sakit tenggorokan dan jarang disertai demam tinggi.

Dari sisi lama sakit, Influenza A umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu dan dapat lebih lama apabila terjadi risiko tinggi. Sedangkan batuk pilek biasa biasanya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari dan pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

RSUD Pandega juga mengingatkan adanya potensi komplikasi akibat Influenza A, penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau bronkitis. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil.

Bisa Menular Melalui Droplet

Influenza A dapat menular melalui droplet atau percikan saat seseorang batuk dan bersin, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung. Seperti tangan yang menyentuh mulut, hidung atau mata, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Untuk mengurangi risiko penularan, pihak RSUD Pandega mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan. Diantaranya mendapatkan vaksinasi influenza, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan serta menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala yang semakin berat, dengan memeriksaan ke fasilitas kesehatan. Dianjurkan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, nyeri dada, sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran juga mengajak masyarakat tidak menganggap seluruh keluhan flu sebagai penyakit ringan. Dan mengenali gejala sejak awal ini menjadi penting, agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. ***

17 Pasien HIV Jalani Pengobatan di Puskesmas Padaherang Pangandaran, Pasiennya Ada yang Usia Pelajar

PANGANDARANNEWS.COM - Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran saat ini terus melakukan perawatan dan pendampingan pada orang dengan HIV (ODHIV), saat ini tercatat ada sekitar 17 pasien yang sedang menjalani pengobatan HIV di fasilitas kesehatan tersebut.

Seperti disampaikan Dokter Umum Puskesmas Padaherang, dr. Hilda Fauzia Akmal, mayoritas pasien yang menjalani pengobatan berada pada usia produktif. Sekitar 20 hingga 50 tahun, namun terdapat juga pasien yang masih berusia anak-anak.

"Ada satu orang pasien dengan usia anak, pasien tersebut diketahui masih berusia sekolah dasar," jelas Hilda. (07/10/2026).

Namub Hilda mengaku tidak mengetahui secara pasti riwayat penularannya karena dirinya baru bertugas di Puskesmas Padaherang sejak 2024, sementara layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV sudah berjalan sebelumnya.

Di sisi lain, imbuhnya, jumlah pasien yang terdeteksi di fasilitas kesehatan kemungkinan belum menggambarkan keseluruhan kondisi di lapangan.

Penemuan kasus HIV ini, menurutnya, masih seperti fenomena gunung es. Karena sebagian orang, menjalani pemeriksaan ketika sudah mengalami keluhan kesehatan.

"Jadi yang pertama datang ke kita tuh biasanya yang sudah ada keluhan," ucapnya.

Hilda mengatakan, pada tahap awal HIV belum menimbulkan keluhan yang khas. Sehingga ketika pasien datang ke fasilitas kesehatan, sebagian sudah mulai mengalami gejala dan setelah dilakukan penelusuran ternyata ditemukan adanya faktor risiko.

"Yang datang ke kita mungkin sepersekiannya dari yang sebetulnya ada di lapangan," terangnya.

Tidak Hanya ARV, ungkap Hilda,
Sebagai fasilitas layanan PDP Puskesmas Padaherang tidak hanya memberikan obat antiretroviral (ARV) kepada pasien HIV. Namun, penanganan disesuaikan dengan kondisi dan penyakit penyerta yang dialami pasien.

Hilda juga menjelaskan, pasien HIV yang mengalami tuberkulosis (TB), misalnya, juga membutuhkan pengobatan TB. Begitu pula apabila terdapat infeksi menular seksual (IMS) atau keluhan lainnya, penanganannya disesuaikan dengan kondisi pasien.

"Dan untuk pengobatannya tidak cuma ARV aja, tapi disesuaikan juga dengan kondisi pasien," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, dalam menjalankan layanan tersebut Puskesmas Padaherang mendapat pendampingan dan monitoring dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran maupun tim mentor.

"Yaitu Puskesmas Parigi yang lebih dahulu menjadi layanan PDP dan berperan sebagai mentor kabupaten," ujarnya.

Menurut Hilda, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut membantu tenaga kesehatan memperdalam pengetahuan mengenai penanganan HIV. Pasien Stadium Berat Dirujuk
Apabila kondisi pasien sudah berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Padaherang melakukan rujukan ke RSUD Pandega Pangandaran untuk stabilisasi. Dan setelah kondisi pasien membaik, pengobatan pun dapat kembali dilanjutkan di Puskesmas Padaherang.

"Kalau misalnya stadiumnya yang parah sekali perlu dirujuk, maka kita enggak susah sekarang karena kita sudah punya rumah sakit," katanya.

Selama dirinya bertugas di Padaherang, Hilda mengaku, pasien dengan kondisi berat yang dirujuk ke rumah sakit dapat kembali ditangani di puskesmas setelah kondisinya membaik.

Dari sisi pembiayaan, Hilda mengatakan, Pengobatan Ditanggung BPJS Kesehatan. Bahkan, pasien yang belum memiliki BPJS dapat dibantu melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan di Kabupaten Pangandaran.

"Semua semuanya di-cover BPJS. Termasuk kalau misalnya sekarang kan ada UHC. Kalau misalnya dia belum punya BPJS difasilitasi," terangnya.

Hilda menyebut, dukungan pembiayaan tersebut membantu pasien tetap mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan secara berkelanjutan.

Selain pengobatan, Puskesmas Padaherang juga ia juga melakukan edukasi mengenai HIV termasuk melalui penyuluhan kepada pelajar SMP dan tenaga pengajar.

Skrining HIV secara luas kepada masyarakat belum dilakukan karena pemeriksaan HIV memerlukan persetujuan atau informed consent serta dilakukan berdasarkan indikasi dan faktor risiko.

"Jadi untuk sementara skriningnya ke yang berisiko aja dulu," imbuhnya.

Hilda juga mengatakan, penanganan HIV di Puskesmas Padaherang juga melibatkan tim PDP yang terdiri dari dokter, petugas administrasi atau rekam medis, perawat, analis dan petugas apotek.  Tim ini melakukan pemantauan pasien secara berkala, termasuk terhadap pasien yang tidak selalu dapat datang langsung ke puskesmas.

"Kita juga melakukan pemantauan melalui komunikasi jarak jauh untuk keberlanjutan pengobatan," pungkasnya. (hiek)

Ratusan Pengemudi Becak Pangandaran, Terima Bantuan Beca Listrik Dari Presiden RI

PANGANDARANNEWS.COM - Sebanyak 240 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, disalurkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Pangandaran. selasa (6/9/2026).

Seperti diketahui, becak listrik ini memiliki kapasitas hingga dua penumpang dan dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer dalam satu kali pengisian baterai. Pengisian daya dapat dilakukan di rumah menggunakan perangkat charger yang telah diberikan kepada penerima, sehingga diharapkan kendaraan dapat digunakan secara praktis untuk mendukung aktivitas para pengayuh

Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) bersama Pemerintah Kabupaten Pangandaran ini, diperuntukan terutama bagi pengayuh lanjut usia sebagai upaya membantu meringankan beban fisik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mencari nafkah.

Pada acara penyerahan tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Pangandaran khususnya para pengayuh becak.

Bupati berharap, bantuan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi para pengayuh yang selama ini masih mengandalkan tenaga untuk mengoperasikan becak. Karena dengan menggunakan tenaga listrik, kendaraan tersebut dapat membantu mengurangi beban saat membawa penumpang sekaligus menunjang aktivitas transportasi masyarakat dan wisata di Kabupaten Pangandaran.

"Saya berpesan kepada para penerima agar bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata bupati.

Ia juga menegaskan, kendaraan bantuan ini tidak untuk disewakan maupun diperjualbelikan sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh penerima yang telah ditetapkan. (@nton AS)

Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata Turun Langsung Dampingi Korban Kebakaran Di Desa Legokjawa

Jeje Wiradinata 
PANGANDARANNEWS.COM — Musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga di Dusun Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, kini menyisakan kerugian materi. Namun di tengah kondisi tersebut, solidaritas mulai bergerak untuk memastikan para korban bisa kembali memiliki tempat tinggal.

Seperti yang dilakukan tokoh masyarakat Pangandaran, Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran sekaligus sebagai mantan Bupati Pangandaran, Hj Jeje Wiradinata, turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan untuk warga terdampak.

Tak berhenti pada bantuan logistik, Jeje juga menginisiasi gerakan gotong royong untuk mempercepat pembangunan kembali rumah warga yang ludes terbakar.

Dalam kunjungannya, ia pun menyerahkan sejumlah kebutuhan pokok. Seperti Beras dan Mie Instan, serta bantuan Dana Tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban.

Seperti diketahui rumah-rumah yang terdampak kebakaran tersebut merupakan hunian bantuan bagi korban tsunami tahun 2006, dan Jeje memiliki keterikatan historis dengan pembangunan rumah tersebut karena saat itu dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ciamis yang turut mengawal proses pembangunannya.

Menurutannya, bantuan yang datang dari Pemkab Pangandaran, sekitar Rp20 juta untuk setiap unit rumah belum tentu mampu menutup seluruh kebutuhan Sehingga ia pun memilih mendorong pola gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, anggota DPRD, organisasi sosial hingga pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi korban.

Sementara untuk kebutuhan material pembangunan seperti semen, bata, kayu hingga genteng diupayakan dipenuhi melalui sumbangan dan iuran bersama.

"Kebutuhan material tersebut akan kami tanggung bersama dari swadaya pribadi, iuran anggota dewan fraksi PDI Perjuangan, bantuan dari IBu Ida Nurlela Anggota DPR RI, hingga dana sosial HNSI," jelas Jeje, saat berada di lokasi kebakaran. Selasa (06/09/2026).

Jeje mengatakan, keterlibatan HNSI ini tentu erat berkaitan dengan latar belakang sebagian besar korban kebakaran yang merupakan keluarga nelayan.

"Dana sosial HNSI sekitar 20-25 juta turut diarahkan untuk membantu proses pembangunan kembali rumah warga yang terdampak," imbuhnya.

Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat melengkapi dukungan pemerintah sehingga kebutuhan pembangunan rumah dapat segera terpenuhi.

Jeje menilai, musibah yang dialami warga Legok Jawa menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Saya juga mengajak kepada para pejabat, anggota dewan, organisasi sosial dan elemen masyarakat lainnya untuk tidak ragu turun tangan ketika warga mengalami musibah," ujarnya.

Penanganan bencana ini, kata Jeje, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah namun hasil kolaborasi berbagai pihak menjadi penting agar pemulihan dapat dilakukan lebih cepat.

Yang paling penting, ungkap Jeje, sekarang bagaimana rumah warga ini bisa segera dibangun kembali dan jangan sampai korban terlalu lama menunggu.

"Kalau semua bergerak bersama, insyaallah beban masyarakat akan menjadi lebih ringan," tegasnya. (@nton AS)

Tongkat Komando Kodim 0625/Pangandaran Berganti, Letkol Inf Eko Novandy Saputro Resmi Gantikan Letkol Czi Citra Kurniawan

PANGANDARANNEWS.COM — Tongkat komando kepemimpinan Kodim 0625/Pangandaran resmi diserahterimakan dari Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I. kepada Letkol Inf Eko Novandy Saputro, S.I.P,  upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim 0625/Pangandaran dipimpin langsung oleh Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., bertempat di Makorem 062/Tarumanagara, Selasa (06/10/2026).

Dalam amanatnya, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi menyampaikan, jabatan yang diemban seorang Dandim merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus bentuk kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan.

Untuk itu, lanjut Danrem, jabatan yang dipegang agar dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

Danrem juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Letkol Czi Citra Kurniawan atas pengabdian, dedikasi, serta pelaksanaan tugas selama mengemban amanah selama menjabat menjadi Dandim 0625/Pangandaran.

Danrem menyebut, selama menjabat Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan telah memberikan kontribusi dan pengabdian yang besar bagi satuan, Korem 062/Tarumanagaraserta masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama melaksanakan tugas sebagai Dandim 0625/Pangandaran,” ungkapnya.

Danrem juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada istri Letkol Czi Citra Kurniawan atas pengabdian dan pengorbanannya dalam mendampingi suami selama menjalankan tugas, serta kontribusinya dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana.

Sementara itu, kepada Letkol Inf Eko Novandy Saputro, S.I.P., Danrem berpesan agar dapat melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya.

“Apa-apa yang menjadi kekurangan agar bisa lebih ditingkatkan,” tegasnya.

Danrem juga menekankan, pentingnya membangun sinergi dan komunikasi yang baik dengan seluruh unsur pemerintah daerah serta komponen masyarakat. Hal tersebut diperlukan guna mendukung pelaksanaan tugas kewilayahan, sekaligus mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangandaran.

Danrem berharap, pergantian Dandim Pangandaran ini dapat menjadi bagian dari kesinambungan pembinaan satuan dan pelaksanaan tugas teritorial Kodim 0625/Pangandaran dengan tetap menjaga soliditas TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

"Sejak saat ini, Letkol Inf Eko Novandy Saputro, S.I.P. resmi mengemban amanah sebagai Komandan Kodim 0625/Pangandaran untuk melanjutkan tugas dan pengabdian dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangandaran," pungkasnya.(@nton AS)

Rangkaian Milangkala ke-14 Pangandaran Dimulai 12 Oktober, Berikut Jadwal Agenda hingga Malam Puncak

Aep Haris
PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran merancang rangkaian agenda meriah untuk menyambut peringatan Hari Jadi atau Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.

Panitia mengemas perayaan maraton ini selama 14 hari penuh, terhitung mulai 12 hingga 25 Oktober 2026. Mereka mengusung tajuk khusus “14 Keramat” yang menyimbolkan usia Kabupaten Pangandaran yang kini menginjak 14 tahun.

Menurut Ketua Panitia Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Asda III Aep Haris, perayaan tahun ini memadukan agenda birokrasi, atraksi budaya, kejuaraan olahraga, peringatan keagamaan, serta promosi wisata daerah.

Milangkala tahun ini, katanya, dikemas dalam 14 Keramat sesuai dengan usia Kabupaten Pangandaran yang ke-14.

"Semua kegiatan kita gelar selama 14 hari, dari 12 sampai 25 Oktober,” ujar Aep Haris,Senin (5/10/2026).

Panitia membuka rangkaian acara, diantaranya dengan menggelar ziarah ke makam para tokoh agama serta jajaran pejuang presidium pemekaran Pangandaran. Ziarah akan dilakukan di tingkat kabupaten dan kecamatan, untuk sejumlah tokoh yang makamnya jauh dari jangkauan pemerintah kabupaten pelaksanaannya akan kita koordinasikan oleh masing-masing kecamatan.

Selain agenda spiritual, imbuh Aep, perlombaan olahraga antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut menyemarakkan suasana. Diantaranya turnamen bola voli putra-putri dan kompetisi sepak bola, Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran juga akan menampilkan babak final berbagai lomba tingkat pelajar di panggung Milangkala.

Momen Milangkala ke-14 ini juga beririsan langsung dengan Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026. Ratusan santri, pimpinan pesantren, dan tokoh agama akan menghadiri upacara peringatan di Lapang Merdeka.

Untuk menggeliatkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, panitia menggelar Pangandaran Fest di Kawasan Paamprokan pada 22–24 Oktober 2026. Festival ini menyajikan panggung hiburan megah, penataan tata cahaya, hingga puluhan stan bazar UMKM lokal.

Sementara upacara Resmi Hari Jadi Kabupaten Pangandaran sendiri, terang Aep, akan berlangsung di Lapang Parigi sebagai agenda utama pada 24 Oktober 2026.

“Upacara akan melibatkan ASN, TNI, Polri, serta kita mengundang pemerintah kabupaten/kota tetangga dan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Dan sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara, DPRD Kabupaten Pangandaran akan menyelenggarakan Sidang Paripurna Istimewa pada 25 Oktober 2026 pagi.

“Dan malam puncak pada 25 Oktober akan kita isi dengan tabligh akbar sebagai penutup seluruh rangkaian Milangkala,” pungkas Aep. (@nton AS)

Bantah Anggaran Milangkala Sebesar Rp2 Miliar Bupati Pangandaran Sebut, Lebih Baik untuk Bayar Utang

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami
PANGANDARANNEWS.COM — Di tengah kondisi keuangan daerah yang masih mengalami defisit, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menegaskan tidak akan menghamburkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan seremonial.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, bahkan secara tegas membantah anggapan bahwa pemerintah daerah mengalokasikan anggaran hingga Rp2 miliar untuk peringatan Hari Jadi atau Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, pemerintah saat ini justru tengah memperketat disiplin belanja dan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak termasuk pembayaran utang daerah.

“Saat ini kondisi kita kan lagi defisit. Sekalipun ada uang, sebagai bupati tidak mungkin juga saya menghabis-habiskan uang buat seremonial. Lebih baik dipakai untuk bayar utang oleh saya, betul tidak? Dibanding hura-hura, itu tidak mungkin,” jelas Citra, kepada sejumlah awak media. (5/10/2026).

Ia mengatakan, angka hampir Rp2 miliar yang beredar terkait anggaran Milangkala Pangandaran ke-14 tidak serta-merta menggambarkan besaran APBD yang benar-benar dikeluarkan pemerintah daerah. Nominal tersebut diduga berkaitan dengan rancangan kebutuhan dalam proposal rangkaian kegiatan, yang menghimpun berbagai agenda dari sejumlah pihak. Sementara anggaran yang benar-benar bersumber dari APBD disebut jauh lebih kecil, hanya Ratusan Juta saja.

Citra menjelaskan, alokasi APBD melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berada pada kisaran ratusan juta rupiah.

"Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung agenda rutin tahunan sekaligus pelestarian dan pengembangan budaya lokal," ungkapnya.

Sejumlah kegiatan yang masuk dalam rangkaian Milangkala ke-14 Pangandaran antara lain karnaval seni budaya, ronggeng amen, seni kuda lumping, perlombaan olahraga, kegiatan keagamaan hingga tabligh akbar.

Selain itu, terdapat pula lomba memasak kuliner khas Pangandaran, yakni pindang gunung.

Kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi budaya dan kuliner lokal sebagai bagian dari promosi pariwisata Pangandaran.

Hiburan Didukung Sponsor, Bukan Beban APBD
Untuk menjaga kemeriahan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran tanpa membebani keuangan daerah, Pemkab Pangandaran juga menggandeng pihak eksternal melalui skema kemitraan dan sponsorship.

Salah satunya untuk mendukung agenda panggung hiburan masyarakat, termasuk penampilan grup musik Letto.

Kegiatan tersebut disebut mendapatkan dukungan sponsor dari sektor perbankan, di antaranya Bank BJB dan Bank Indonesia.

Dukungan pihak eksternal ini sekaligus diarahkan agar rangkaian Milangkala dapat terintegrasi dengan program pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Dengan demikian, kegiatan hari jadi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, terkait gerakan infaq serentak dengan momentum angka 14 yang dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Pangandaran, Citra memastikan dana tersebut tidak digunakan untuk membiayai kegiatan Milangkala.

Pengumpulan infaq bersifat sukarela dan diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dana tersebut akan disalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim di Kabupaten Pangandaran.

Citra pun meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang tanpa melihat sumber dan fakta anggaran yang sebenarnya.

Terlebih, kondisi fiskal Kabupaten Pangandaran saat ini masih membutuhkan kehati-hatian dalam setiap pengeluaran, "katanya".

Tambah Citra, Bagi pemerintah daerah, menjaga keuangan daerah dan memenuhi kewajiban yang lebih mendesak jauh lebih penting dibanding menggelontorkan anggaran besar untuk kegiatan seremonial. Lebih baik dipakai bayar utang,"ujarnya". (@nton AS)

Isi Kekosongan Di Sejumlah OPD, Bupati Pangandaran Lantik Empat Pejabat Baru

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Citra Pitriyami, beberapa waktu lalu melantik empat pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Kamis (01/10/2026).

Keempat pejabat yang dilantik, antara lain Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Jabatan Administrator. Titi Sutiamah sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Asep Suhendar sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Syarief Hidayat sebagai Inspektur, serta Tedi sebagai Camat Cimerak.

Sebelumnya, Titi Sutiamah diketahui sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan. Sementara Asep Suhendar sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Bappeda dan Syarief Hidayat merupakan Sekretaris Inspektorat.

Di depan pejabat yang dilantik, bupati menyampaikan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai tanggung jawab masing-masing.

Ia juga berharap, mereka bisa bekerja dengan baik. Bekerja dengan baik.

Salah satunya Inspektur, ia tugasnya auditor, memeriksa dan mengawasi para pejabat di lingkup pemerintah Pangandaran.

"Saya juga berpesan khusus kepada Kepala Dinas Kesehatan agar memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan terjamin," ujarnya.

Sementara kepada Kepala BKPSDM, ia meminta agar dapat mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pangandaran bekerja secara optimal.

Selain itu, Citra juga menyoroti pentingnya penempatan ASN sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta latar belakang keilmuan yang dimiliki.

Menurutnya, penempatan ASN harus dilakukan secara tepat agar tugas yang diberikan sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Bupati meminta agar persoalan tersebut menjadi perhatian dan segera dievaluasi, sehingga penempatan ASN di lingkungan Pemkab Pangandaran lebih sesuai dengan bidang tugas dan kompetensinya.

Disoal isu rotasi dan mutasi pejabat eselon II yang disebut akan kembali dilakukan dalam waktu dekat, bupati membantah kabar tersebut.

"Saya tenegaskan bahwa belum ada agenda rotasi dan mutasi eselon II, seperti isu yang beredar," tegasnya. (@nton AS).

Ratusan Pengelola Keuangan Kantor Kemenag, Ikuti Pembekalan Komprehensif Serta Bersinergi Bersama Polres Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM — Dalam upaya memperkuat tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel terus digelorakan di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, beberapa waktu lalu 420 peserta memadati Gedung Islamic Centre, Kecamatan Cijulang, dalam agenda Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Negara. Rabu (30/9/2026).

Dengan mengusung tema "Terwujudnya Zona Integritas Melalui Peningkatan Kinerja Pengelolaan Keuangan Negara", kegiatan ini untuk membekali seluruh elemen pimpinan dan pengelola anggaran di tingkat satuan kerja.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga pemateri kompeten di bidangnya. Sesi pertama dibuka oleh Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, dilanjutkan oleh H. Subhan Halili, S.E. (PPK Pembangunan Gedung Negara Kanwil Kemenag Jawa Barat), dan dipungkasi oleh Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H. (Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I., dalam arahannya menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara bukan sekadar pemenuhan administrasi formal melainkan bentuk tanggung jawab moral dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Setiap anggaran yang digunakan harus memberikan manfaat dan dampak nyata bagi pelaksanaan tugas serta pelayanan publik," tegas Asep.

Secara terpisah, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar, S.H., S.I.K., M.S.i., M.I.K, mengapresiasi langkah proaktif Kemenag Pangandaran dalam membangun sinergi pencegahan korupsi sejak dini.

Pihaknya menegaskan, komitmen Kepolisian dalam mendukung penuh terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih di wilayah Pangandaran.

Penegakan hukum dan pencegahan tindak pidana korupsi, menurutnya, harus berjalan beriringan. Dan Polres Pangandaran berkomitmen, mengawal setiap rupiah anggaran negara agar benar-benar terserap secara tepat sasaran demi kemaslahatan masyarakat dan terhindar dari praktik penyimpangan.

Ia juga mengatakan, sosialisasi dan edukasi hukum seperti ini sangat vital sebagai langkah preventif sebelum terjadinya pelanggaran.

"Integritas harus menjadi fondasi utama," imbuhnya.

Kapolres juga berharap, seluruh pengelola keuangan memiliki pemahaman hukum yang kuat sehingga dapat bekerja dengan tenang, transparan, dan akuntabel.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini, mencakup seluruh pemangku kepentingan pengelolaan anggaran dan pendidikan di lingkungan Kemenag Pangandaran. Antara lain,  Kasubbag TU dan para Kepala Seksi, Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu dan Penyuluh ASN (PNS & PPPK), Kepala RA serta Kepala Madrasah Negeri dan Swasta (MI, MTs, MA), Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN dan MAN, Bendahara RA, MI, MTs, dan MA (Negeri & Swasta), Kanit Tipidkor Paparkan Regulasi dan 7 Bentuk Korupsi
Hadir memberikan pembekalan teknis hukum, Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran, Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H., menggarisbawahi pentingnya pemahaman regulasi guna mengantisipasi potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana publik.

Ipda Fathul Alim menjelaskan landasan hukum utama pemberantasan korupsi di Indonesia, yakni UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001, serta penyesuaian aturan dalam UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP). Secara yuridis, ia memaparkan bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi yang merugikan keuangan atau perekonomian negara, serta bertentangan dengan nilai-nilai keadilan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Fathul Alim membedah, ada 7 bentuk tindak pidana korupsi yang wajib dihindari oleh seluruh pengelola keuangan. Diantaranya merugikan Keuangan Negara, Suap-Menyuap, Penggelapan dalam Jabatan, Pemerasan, Perbuatan Curang, Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dan Gratifikasi.

Melalui pembekalan komprehensif serta sinergi erat bersama Polres Pangandaran ini, Kemenag Kabupaten Pangandaran optimis dapat mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, profesional, dan akuntabel demi menyukseskan pembangunan pilar Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di Kabupaten Pangandaran.(@nton AS)

Ikhtiar Spiritual Hadapi Kekeringan, MUI Pangandaran Pimpin Shalat Istisqa

PANGANDARANNEWS.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran menggelar Shalat Istisqa di halaman Masjid Istiqomah, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, sekaligus menghidupkan sunnah Nabi Rasul serta sejalan dengan anjuran Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan MUI Provinsi Jawa Barat.

Shalat Istisqa dihadiri lebih dari 300 jamaah yang berasal dari berbagai desa, khususnya Desa Pananjung, Pangandaran, dan Babakan.
Bahkan sejumlah jamaah dari Kecamatan Kalipucang turut hadir dalam kegiatan tersebut, kehadiran tersebut menunjukkan tingginya kepedulian terhadap kondisi kekeringan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Pangandaran yang diwakili Camat Pangandaran, Mahfuz Ghozali S.I.P dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan ibadah bersama tersebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam menghadapi musim kemarau. Ia juga berharap doa-doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT sehingga hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, KH Subariyo, menyampaikan, Shalat Istisqa merupakan salah satu ikhtiar terbaik yang diajarkan dalam Islam ketika hujan tidak kunjung turun.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup.

“Air adalah kehidupan dan menjadi kebutuhan yang sangat urgen bagi semua makhluk. Tanpa air, kehidupan akan mengalami berbagai kesulitan dan kerusakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dani Ramdhani, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan sejak jauh hari serta berkoordinasi dengan MUI desa-desa di wilayah Kecamatan Pangandaran agar turut melaksanakan dan mendukung pelaksanaan Shalat Istisqa.

“Kami mengagendakan kegiatan ini jauh-jauh hari mengingat hujan sudah lebih dari lima bulan tidak turun. Semoga ikhtiar ini menjadi sebab turunnya hujan yang penuh keberkahan,” katanya.

Dalam khutbahnya, Ustadz Ujang Bakhtiar mengingatkan pentingnya menjalankan hukum-hukum Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan hak-hak harta. Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor terhalangnya keberkahan, termasuk turunnya hujan, adalah ketika hak-hak dalam harta tidak ditunaikan dengan baik. Karena itu, selain berdoa dan berikhtiar, umat Islam juga diajak untuk memperbaiki amal, menegakkan keadilan, serta menunaikan hak-hak sesama sebagai bagian dari upaya meraih rahmat dan keberkahan Allah SWT. (harisfirdaus)

Terduga Pelaku Pembunuhan di Hotel Cirebon, SN Serahkan Diri ke Polsek Padaherang Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang pria berinisial SN (23) akhirnya menyerahkan diri ke Mako Polsek Padaherang, Polres Pangandaran, setelah diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar Hotel Nusantara, Kota Cirebon.

SN datang ke Mako Polsek Padaherang pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB didampingi kakak iparnya, Satim, warga Blok Bojongsalak, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Kedatangan SN pun langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Padaherang, tim Maung Padaherang kemudian mengamankan SN dan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Cirebon Kota.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., melalui Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman mengatakan, pihaknya mengamankan SN setelah yang bersangkutan datang dan menyerahkan diri ke Polsek Padaherang.

Yang bersangkutan, ucap Abdurahman, datang ke Polsek Padaherang dan menyampaikan bahwa dirinya terlibat dalam kejadian di wilayah Kota Cirebon.

"Setelah menerima informasi tersebut, kami pun langsung melakukan pengamanan lalu melakukan berkoordinasi dengan Polres Cirebon Kota,” ujar Iptu Abdurahman.

Seperti diketahui, kata Abdurahman, kasus ini berkaitan dengan penemuan seorang perempuan berinisial Y (23) yang ditemukan meninggal dunia di kamar F5 lantai 3 Hotel Nusantara di kawasan Jalan Suradinaya, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, pada Senin (21/9/2026).

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui datang ke hotel bersama seorang pria pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Pria tersebut kemudian meninggalkan hotel sekitar pukul 22.00 WIB.

Setelah menerima informasi mengenai keberadaan SN, jelas Abdurahman, Tim Maung Padaherang kemudian berkomunikasi dengan jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota.

"Koordinasi dilakukan karena perkara yang disampaikan SN terjadi di wilayah hukum Kota Cirebon," terangnya.

Abdurahman menambahkan, SN diserahkan kepada jajaran Polres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut guna mengungkap secara lengkap kronologi serta dugaan tindak pidana yang terjadi.

Sebelum menyerahkan diri, Abdurahman menyebut, SN diketahui meninggalkan wilayah Kota Cirebon dan menuju kediaman kakak iparnya di Blok Bojongsalak, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang.

"SN tiba di wilayah Padaherang sekitar pukul 18.00 WIB sebelum akhirnya datang ke Mako Polsek Padaherang pada malam harinya," imbuhnya.

"Kami kemudian melakukan langkah pengamanan dan koordinasi dengan Polres Cirebon Kota hingga proses penyerahan SN untuk penanganan perkara lebih lanjut" pungkasnya. (@nton AS)

Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Sosialisasi Sidakep & Srikandi Di Lingkungan UPTD Farmasi

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung administrasi kepegawaian, persuratan, dan pengelolaan arsip, di lingkungan UPTD Farmasi telah telah  sebagai bagian dari dilaksanakan kegiatan sosialisasi SIDAKEP (Sistem Digitalisasi Kepegawaian) dan SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). (21/09/2026).

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai di lingkungan UPTD Farmasi dapat memahami serta mengoptimalkan penggunaan SIDAKEP dan SRIKANDI dalam mendukung proses kerja yang lebih efektif, tertib, transparan, dan terdigitalisasi.

Dengan penerapan sistem digital yang baik, pelayanan administrasi pun dapat menjadi lebih cepat dan efisien sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin modern. (@nton AS)

Harhubnas 2026, Perkuat Konektivitas Transportasi Bandara Nusawiru - Destinasi Wisata Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penguatan konektivitas transportasi untuk mendukung kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata. Momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang dipusatkan di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Jumat (18/9/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi antarmoda, termasuk menghubungkan akses udara dengan kawasan wisata seperti Pantai Batukaras dan Pantai Pangandaran.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan pentingnya keterhubungan tersebut agar wisatawan tidak menghadapi kendala setelah tiba di Nusawiru.

Salah satu langkah yang didorong yakni penyediaan shuttle bus wisata dari Bandara Nusawiru menuju sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran.

Moda tersebut diharapkan menjadi penghubung bagi wisatawan sekaligus memperkuat sistem transportasi yang aman, nyaman, terintegrasi, dan ramah lingkungan, sejalan dengan semangat Harhubnas 2026.

Selain shuttle bus, pengembangan transportasi berbasis listrik juga diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan Harhubnas sebagai alternatif mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Sementara, Bupati Pangandaran Hjh Citra Pitriyami SH menyambut baik penguatan konektivitas transportasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. “Harapan saya transportasi semakin baik, aksesnya semakin mudah, dan wisatawan merasa nyaman serta aman,” kata Citra.

Pemkab Pangandaran berharap sinergi bersama Pemprov Jabar dapat terus berkembang sehingga akses menuju destinasi wisata semakin mudah, mobilitas masyarakat dan wisatawan semakin lancar, serta aktivitas ekonomi daerah ikut bergerak, "katanya. (@nton AS).

Perkuat Tata Kelola PBB-P2, Bapenda Pangandaran Siapkan aplikasi SAPA

PANGANDARANNEWS.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran terus memperkuat tata kelola Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), melalui digitalisasi layanan dan penguatan peran petugas pemungut. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Tata Kelola dan Evaluasi PBB-P2 yang digelar di Kantor Bapenda Pangandaran yang dipimpin langsung Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, S.IP., didampingi Kepala Bidang Perencanaan, Pegembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah Evan A.H. Nasution, S.STP, Kepala Bidang PBB-P2 & BPHTB Yana Rodiana, S.Pi, dengan dihadiri 93 petugas pemungut PBB-P2. (16/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bapenda memperkenalkan pengembangan SAPA (Sistem Aplikasi Pembayaran) PBB-P2, bagian dari upaya membangun sistem yang dapat membantu petugas dalam pelaksanaan pemungutan di lapangan.

Usai kegiatan, Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, menyampaikan, digitalisasi ini diharapkan membuat pengelolaan PBB-P2 lebih tertib, efisien, transparan, dan akuntabel.

Pengembangan sistem ini, menurutnya, merupakan bagian dari Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang sedang diikuti olehnya.

Ia menjelaskan, mulai tahun 2027 Bapenda akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai tahap persiapan penerapan E-SPPT PBB-P2. Kedepannya di pada 2028, SPPT tidak lagi disampaikan dalam bentuk fisik tetapi dapat diakses dan diunduh masyarakat melalui website Bapenda Pangandaran. Dan sistem tersebut nantinya memberikan pemberitahuan PBB-P2 tahun berjalan, mencatat bukti pembayaran serta menyediakan dashboard untuk pemantauan.

"Pembayaran tetap dapat dilakukan secara tunai maupun secara nontunai melalui QRIS," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sarlan menyebut, Bapenda Pangandaran mengukuhkan Tim Jaga dan Amankan Target PBB-P2 (Jagat PBB-P2), dan sebanyak lima desa akan ditetapkan sebagai lokasi pilot project untuk penerapan konsep tersebut.

"Diharapkan tim ini nantinya akan mampu menjadi bagian dari penguatan pengawasan dan pengamanan target penerimaan PBB-P2 dilapangan," imbuhnya.

Sarlan juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh petugas dalam menghadapi perubahan tata kelola berbasis digital, karena selain meningkatkan efektivitas pemungutan penerapan sistem baru juga akan memperhatikan keamanan informasi dan data Wajib Pajak agar tetap terlindungi.

Menurut Sarlan, Kabupaten Pangandaran sebelumnya menjadi salah satu daerah yang mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan PBB-P2. Pada 2025 lalu, Pemkab Pangandaran mengalihkan pelaksanaan pemungutan PBB-P2 yang sebelumnya dilakukan oleh desa menjadi kewenangan Bapenda.

"Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat tata kelola pemungutan dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah "ucapnya. (@nton AS)

Proyek PSN-KNMP Pangandaran Mangkrak Pengoperasian, Pemdes Karangjaladri Belum Terima BAST

PANGANDARANNEWS.COM — Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini belum jelas kapan dapat dioperasikan. Meski sebagian besar bangunan telah berdiri dan secara fisik diklaim mencapai sekitar 99 persen, namun proses serah terima proyek senilai Rp10,6 miliar tersebut belum juga dilakukan.

Kondisi ini tentu membuat beberapa fasilitas yang sedianya menjadi penunjang aktivitas dan kesejahteraan nelayan tersebut, belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Proyek KNMP tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai sekitar Rp10,6 miliar dan pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.

Namun, hingga Rabu (16/9/2026), atau sekitar delapan bulan setelah batas waktu penyelesaian, kepastian mengenai serah terima dan pengoperasian fasilitas tersebut masih belum diperoleh Pemerintah Desa Karangjaladri.

Saat diminta tanggapannya, Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan, mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, sejumlah bangunan dan fasilitas KNMP telah berdiri. Dan secara kasatmata, kawasan tersebut tampak siap digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan.

Namun, Eris menyebut, hingga saat ini belum adanya proses Berita Acara Serah Terima (BAST) menjadi salah satu kendala pengoperasian fasilitas tersebut.

Eris menambahkan, hingga saat ini pihak pemerintah desa juga belum menerima serah terima pembangunan KNMP.

Menurutnya, belum ada kepastian koordinasi dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait mekanisme serah terima dan pengelolaan fasilitas.

“Hingga saat ini kami belum menerima atau serah terima pembangunan KNMP dan belum ada koordinasi dari pihak KKP maupun PPK terkait serah terima dan pengelolaan,” ujar Eris, Rabu (16/09/2026).

Eris Darmawan
Eris juga mengatakan, progres pembangunan secara umum telah mencapai sekitar 99 persen. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan dan fasilitas yang perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum proyek benar-benar dinyatakan siap digunakan. Salah satunya adalah fasilitas pabrik es, yang dinilai membutuhkan kesiapan mesin dan sistem pendukung agar dapat berfungsi sesuai peruntukannya.

“Untuk pabrik es harus disiapkan mesin karena harus mengambil air laut langsung, sehingga harus ada pekerjaan tambahan,” imbuhnya.

Pemerintah desa, kata Eris, sebelumnya juga telah menyampaikan sejumlah usulan pekerjaan tambahan dengan harapan seluruh fasilitas yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik tetapi benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.

Belum tuntasnya sejumlah fasilitas, imbuh Eris, membuat Pemerintah Desa Karangjaladri memilih bersikap hati-hati dalam proses serah terima.

Menurutnya, Pemdes tidak ingin terburu-buru menandatangani BAST apabila masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan. Sebab, setelah fasilitas diterima, terdapat konsekuensi pengelolaan, pemeliharaan, maupun potensi perbaikan yang dapat menjadi beban pihak pengelola.

Pihaknya juga ingin memastikan, seluruh fasilitas dalam kondisi benar-benar siap digunakan sebelum serah terima dilakukan.

Ia juga tidak mau ketika sudah diterima namun masih ada kekurangan, dan pihak kami yang terbebani.

"Jadi memang harus 100 persen bisa digunakan,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta agar dokumen BAST nantinya dipelajari secara cermat sebelum ditandatangani, untuk dipelajari dulu berita acaranya. Dan ketika memang belum ada yang selesai mungkin pemdes pun akan menandatangani.

Saat ini, dengan kondisi tersebut Pemerintah Desa Karangjaladri masih menunggu kejelasan dari pihak terkait mengenai penyelesaian pekerjaan, mekanisme serah terima, hingga pola pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih Pangandaran.

"Kami berharap seluruh fasilitas KNMP dapat diselesaikan secara menyeluruh sebelum diserahkan, sehingga keberadaannya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dan tidak justru menimbulkan persoalan baru dalam pengelolaannya," pungkasnya. (@nton AS)

Walau Pusat Gempa M 5,9 Berada Di Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM  – Walaupun pusat gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang berada di Pusat gempa berada pada koordinat 5,81 Lintang Selatan (LS) dan 106,56 Bujur Timur (BT) wilayah tengara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026)  dini hari, namun berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pada pukul 04.23.56 WIB ini terasa hingga Kabupaten Pangandaran.

Getaran gempa tersebut turut dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.

Menurut salah seorang warga wonoharjo Iyah (47), ia mengaku terbangun dari tidurnya setelah merasakan getaran gempa serta mendengar bunyi dari kaca jendela kamar yang ikut bergetar.

“Terasa banget ya getarannya sampai kaca jendela kamar  berbunyi,” ucap Iyah. (12/09/2026)

Iyah juga mengatakan bahwa getaran gempa dirasakannya cukup lama sehingga membuatnya khawatir, sehingga ia pun kemudian langsung berusaha keluar dari kamar untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

“Ternyata tetangga pun sama, semua sudah berada di luar rumah," imbuhnya.

Dalam informasi BMKG, masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan gempa bumi susulan. Karena peta guncangan BMKG menunjukkan wilayah Jawa Barat termasuk dalam area yang terdampak getaran gempa, meski tingkat guncangan berbeda-beda berdasarkan lokasi dan kondisi setempat. (hiek).



Rumah Lobster Pangandaran, Surga Pecinta Seafood di Jalur Wisata

Reporter: Haris Firdaus

PANGANDARANNEWS.COM — Pilihan kuliner seafood di Pangandaran kini semakin beragam, salah satunya Rumah Lobster yang berlokasi di Jalan Pramuka.

Rumah makan ini menawarkan cita rasa berbeda, karena pengunjung bisa memilih langsung lobster hidup sesuai ukuran dan selera sebelum diolah.

Konsep "pilih sendiri" ini ternyata justru menjadi daya tarik utama, pasalnya tak banyak rumah makan di Pangandaran yang menyediakan lobster hidup dalam berbagai ukuran untuk dipilih pelanggan. Setelah dipilih lobster kemudian diolah oleh koki berpengalaman menjadi berbagai menu, mulai dari lobster bakar, saus padang, saus tiram, hingga racikan bumbu khas seafood lainnya.

Seperti diketahui, udang lobster dikenal sebagai komoditas laut premium. Selain rasanya yang khas, daging lobster juga kaya protein, rendah lemak, dan mengandung mineral penting seperti zinc, selenium, fosfor, serta vitamin B12. Kandungan omega-3 di dalamnya juga dipercaya baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.

Selain menu utama lobster, Rumah Lobster juga menyediakan menu seafood lain seperti ikan laut segar, udang, cumi-cumi, dan kepiting.

Kelengkapan menu ini, tentu membuat tempat ini cocok untuk keluarga maupun rombongan wisatawan.

Pemilik Rumah Lobster, Iman Boim mengatakan bahwa kualitas bahan baku dan pelayanan menjadi kunci utama sehingga banyak pelanggan yang datang berulang kali.

Bahkan, kata Imam, ada yang mengaku hampir sepuluh kali mampir setiap kali berkunjung ke Pantai Pangandaran.

"Tentunya ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," ujar Iman. (11/09/2026)

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung, kesegaran lobster serta cita rasa masakan yang konsisten ditambah suasana tempat yang nyaman disebut sebagai alasan mereka kembali.

Lokasi Rumah lobster yang berlokasi di jalan Pramuka juga dinilai sangat strategis, karena terletak di jalur utama menuju kawasan pantai sehingga mudah terlihat wisatawan.

Dari arah Jalan Kidang Pananjung, lokasinya juga dekat dengan pusat penginapan dan akses ke Pantai Barat maupun Pantai Timur Pangandaran.

Untuk menunjang kenyamanan, tersedia area makan yang luas, suasana yang nyaman, serta lahan parkir yang memadai untuk kendaraan pribadi maupun rombongan.

Kehadiran Rumah Lobster, diyakini semakin memperkaya wisata kuliner Pangandaran. Setelah menikmati panorama pantai, wisatawan kini bisa melengkapi liburan dengan mencicipi hidangan lobster segar yang menjadi salah satu ikon kuliner pesisir Jawa Barat.

Dengan perpaduan lobster hidup, ragam menu, lokasi strategis, dan pelayanan, Rumah Lobster terus menjadi tujuan kuliner favorit di Pangandaran.***

Dua Anggota Polri Purna Tugas, Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Pangandaran Berganti

PANGANDARANNEWS.COM – Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, pimpin langsung kegiatan  pergantian jabatan Wakapolres dan Kasatreskrim, bertempat di Mapolres Pangandaran, Rabu (09/09/2026).

Dalam mutasi tersebut, Kompol Glatiko Nagiewanto, S.H., yang sebelumnya menjabat Kabagops Polres Tasikmalaya, mendapat amanah baru sebagai Wakapolres Pangandaran.

Sementara jabatan Kasatreskrim Polres Pangandaran kini diemban AKP Asep Ahmad Nuron, S.H., yang sebelumnya menjabat Wakasatreskrim Polresta Bandung.

Pejabat sebelumnya, Kompol Usep Supiyan, S.H., M.H., mendapat penugasan baru sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang Yanma Polda Jawa Barat.

Sedangkan AKP Idas Wardias, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polres Pangandaran, mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Cidadap Polrestabes Bandung.

Selain serah terima jabatan kegiatan tersebut juga diisi dengan pelepasan dua anggota Polri yang telah memasuki masa purna tugas, yakni AKBP Subagja, S.I.P. dan Aiptu Harun.

Keduanya resmi mengakhiri masa pengabdiannya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, setelah menjalankan tugas dan memberikan pengabdian selama bertahun-tahun.

Dalam prosesi pelepasan purna tugas, berlangsung penuh kekeluargaan. Jajaran Polres Pangandaran memberikan penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian AKBP Subagja, S.I.P. dan Aiptu Harun selama bertugas sebagai anggota Polri.

Purna tugas ini, tentunya menjadi momentum bagi institusi untuk memberikan penghargaan atas jasa dan loyalitas personel yang telah mengabdikan diri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Pangandaran menyampaikan apresiasi atas pengabdian kedua personel tersebut.

Meski telah memasuki masa purna tugas, kata Kapolres, hubungan silaturahmi dengan keluarga besar Polres Pangandaran diharapkan tetap terjalin.

Ia menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polres Pangandaran merupakan bagian dari mutasi dan rotasi personel berdasarkan surat telegram Kapolda Jawa Barat tertanggal 22 Agustus 2026.

"Pergantian Wakapolres dan Kasatreskrim juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Polres Pangandaran," ungkap Kapolres.

Berdasarkan surat telegram yang diterbitkan, Kapolres menyebut, sejumlah personel mendapat penugasan baru baik di lingkungan Polres Pangandaran maupun di satuan kewilayahan lainnya.

Dua perwira lulusan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (Dik SIP) Angkatan 55 Tahun Anggaran 2026, yakni Ipda Helmi Pirmansah dan Ipda Heru Hayadi, S.H., mendapat penugasan sebagai Pama Polres Pangandaran.

Selain itu, terdapat sejumlah bintara yang masuk maupun keluar dari Polres Pangandaran.

Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan penyegaran sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Dengan adanya pergantian pejabat serta pelepasan personel yang memasuki masa purna tugas, Polres Pangandaran diharapkan semakin solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pangandaran.(Anton AS)

Kapan Cedera Harus Istirahat dan Datang ke Dokter? Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran

oleh, hiek

8 September 2026

PANGANDARANNEWS.COM — Cedera akibat aktivitas fisik maupun kecelakaan, sering kali menimbulkan keraguan bagi penderitanya.

Sebagian orang memilih membiarkannya pulih sendiri dengan beristirahat di rumah, sementara yang lain langsung memeriksakannya ke fasilitas  kesehatan.

Dalam akun resminya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, rsud_pangandaran, membagikan panduan mengenai kriteria cedera yang masih bisa dipantau secara mandiri di rumah serta tanda-tanda darurat yang mengharuskan penderita segera berkonsultasi dengan dokter medis.

Menurut edukasi RSUD Pandega Pangandaran, tidak semua cedera membutuhkan penanganan medis darurat karena tubuh memiliki mekanisme alami untuk memulihkan diri jika tingkat cederanya tergolong ringan.

Dan ini beberapa indikasi terkait kondisi tubuh, yang masih bisa dipantau di rumah antara lain. Antara lain nyeri ringan, rasa sakit masih tergolong ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.

Tidak ada da pembengkakan di bagian tubuh yang cedera, tidak mengalami pembengkakan berat atau memar parah.

Fungsi gerak normal, sendi atau anggota tubuh masih dapat digerakkan serta digunakan berjalan dengan normal.

Dan untuk penanganan awal pada cedera ringan, penderita disarankan melakukan istirahat, kompres dingin pada area terdampak dan menjaga posisi tubuh agar tetap aman.

Gejala Darurat yang Membutuhkan Penanganan Dokter

Meskipun istirahat penting, terdapat sejumlah tanda peringatan yang menunjukkan bahwa cedera telah melibatkan struktur jaringan atau tulang yang lebih serius.

Pihak RSUD Pandega menghimbau, penderita segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut.

Nyeri Sangat Berat: Rasa sakit hebat yang tidak kunjung mereda

Perubahan bentuk anggota tubuh, seperti terjadi deformitas atau kelainan bentuk pada tulang/sendi yang cedera.

Bengkak Hebat: Pembengkakan berkembang pesat dan tampak parah

Sendi sulit digerakkan, Ini terjadi karena ada keterbatasan gerak total atau kesulitan menggerakkan sendi.

Layanan Spesialis Ortopedi di RSUD Pandega

Jika keluhan cedera tidak membaik atau kian memburuk, penanganan medis yang tepat dari dokter spesialis sangat diperlukan. RSUD Pandega Pangandaran menyediakan layanan konsultasi dan penanganan cedera bersama Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, dr. Rosyad Nur Khadafi, Sp.O.T. ***

Layanan praktek poli orthopaedi di RSUD Pandega beroperasi setiap hari Senin hingga Jumat. Pendaftaran pasien dapat dilakukan pada pukul 07.00–11.00 WIB (Senin–Kamis), 07.00–10.00 WIB (Jumat), serta 07.00–10.30 WIB (Sabtu). Adapun untuk penanganan kasus gawat darurat, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pandega siap melayani selama 24 jam.

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN