wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Di Usianya Yang Ke 7, AWP Pangandaran Tegaskan Komitmen Jaga Independensi Pers

PANGANDARANNEWS.COM -  Aliansi Wartawan Pasundan (AWP) DPD Kabupaten Pangandaran, hari ini memperingati hari jadi ke-7 dengan memperkuat komitmen terhadap profesionalisme jurnalistik dan independensi pers. Peringatan digelar di Sekretariat AWP, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu, diisi dengan syukuran dan aksi berbagi kepada masyarakat.

Di depan anggotanya, Ketua DPD AWP Pangandaran, N. Nurhadi, mengatakan, tujuh tahun perjalanan organisasi menjadi bukti konsistensi anggota dalam membangun wadah wartawan yang menjunjung tinggi integritas profesi.

Menurutnya, bertambahnya usia harus diiringi peningkatan kualitas SDM dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.

"Tepat hari ini tanggal 28 Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, ucap Nurhadi, DPD AWP Pangandaran, menginjak usia tujuh tahun.

"Angka tujuh bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol perjalanan, kedewasaan, dan tekad konsisten menjaga marwah jurnalisme di Tanah Pasundan," ungkap Nurhadi.

Ia juga menegaskan, sejak awal dibentuk, AWP merupakan ruang kebersamaan wartawan untuk meningkatkan kompetensi, memperjuangkan kesejahteraan, dan menjaga kehormatan profesi.

Dan di tengah disrupsi informasi digital, imbuhnya, wartawan dituntut tidak hanya cepat tetapi juga cermat, akurat, dan edukatif dengan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.

"Kita dituntut bukan hanya cepat menyajikan berita, melainkan akurat, edukatif, dan tetap menjunjung Kode Etik Jurnalistik," teganya.

Nurhadi menyebut, memasuki usia ke-7 ini AWP Pangandaran bertekad semakin solid dan memberikan dampak nyata yang lebih luas, termasuk di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan generasi muda.

Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang profesional dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, dan ormas, tanpa mengorbankan independensi pers.

Sementara itu, Perwakilan Koramil Kalipucang, Letda Inf. Tino Hindarto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku, mengapresiasi peran AWP.

Ia menilai, pers berkontribusi penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan membangun komunikasi antara aparat, pemerintah, dan warga melalui pemberitaan yang informatif dan kondusif. (isis K)

Perkuat Listrik Kawasan Wisata, PLN Pangandaran Tarik Kabel Bawah Tanah Sepanjang 3 Kilometer

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mempercantik kawasan wisata, PT PLN (Persero) ULP Pangandaran mulai mengerjakan proyek penarikan kabel bawah tanah sepanjang 3 kilometer dari gardu di belakang Rumah Makan Akustik hingga Hotel Aquarium Indonesia.

Pekerjaan diawali dengan apel gelar pasukan dan peralatan, sebanyak 30 personel dikerahkan dengan target pengerjaan rampung dalam 20 hingga 25 hari kerja, tergantung kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

Kepada sejumlah awak media, Manager PLN ULP Pangandaran, Diki Gunawan, mengatakan, pembangunan jaringan bawah tanah ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keandalan listrik khususnya bagi sektor perhotelan yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Pertama, jelas Diki, untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik. Kedua untuk estetika, yang fiharapkan kabel tanah ini bisa memperkuat pasokan, khususnya di sisi perhotelan.

"Jika terjadi gangguan, kita bisa memotong atau mengalihkan ke sumber pasokan lain," ujar Diki. (28/10/2026).

Diki mengatakan, kebutuhan infrastruktur kelistrikan yang andal semakin penting seiring pesatnya perkembangan pariwisata Pangandaran. Dan pasokan listrik yang stabil menjadi faktor vital bagi operasional hotel, usaha pariwisata serta kenyamanan wisatawan dan masyarakat.

"Melalui proyek ini, PLN berharap sistem distribusi listrik di kawasan wisata semakin andal dan mampu menopang pertumbuhan pariwisata secara berkelanjutan," imbuhnya.

Diki juga meminta dukungan kepada masyarakat agar selama proses pengerjaan berlangsung agar pekerjaan berjalan lancar, aman, dan selesai sesuai target.

"Mohon kerja sama dari seluruh masyarakat, karena pekerjaan ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan keandalan pasokan listrik untuk meningkatkan pelayanan kami," ucapnya.

Dalam apel tersebut, Diki yang didampingi Supervisor Teknik PLN ULP Pangandaran, Imam, dan Supervisor K3L, Hanif, juga menyampaikan, pengan proyek inil PLN ULP Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi kenyamanan masyarakat dan kemajuan pariwisata Kabupaten Pangandaran. (isis k)

Fredy and Partner Kembali Menang, PTTUN Jakarta Kuatkan Putusan Sengketa RSUD Pangandaran

Fredi 
PANGANDARANNEWS.COM – Kantor Hukum Fredy And Partners, kembali mencatat hasil positif dalam penanganan perkara hukum di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta, dan ini menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung dalam perkara sengketa keputusan hukuman disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan RSUD Kabupaten Pangandaran.

Putusan tersebut tertuang dalam Putusan PTTUN Jakarta Nomor 204/B/2026/PT.TUN.JKT, yang diputus pada 15 Oktober 2026 dan diucapkan pada 20 Oktober 2026 melalui persidangan elektronik.

Dalam perkara ini, Fredy Kristianto, S.H., Advokat Kantor Hukum Fredy And Partners, bertindak sebagai kuasa hukum Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran selaku Terbanding.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim PTTUN Jakarta menyatakan bahwa pihaknya menerima permohonan banding secara formal dan menguatkan Putusan PTUN Bandung Nomor 49/G/2026/PTUN.BDG tanggal 22 Juli 2026.

Seperti diketahui, sebelumnya PTUN Bandung menerima eksepsi Tergugat mengenai kedudukan hukum (legal standing) Penggugat dan menyatakan gugatan tidak diterima.

Dengan dikuatkannya putusan tersebut, upaya banding yang diajukan Pembanding tidak mengubah hasil putusan pengadilan tingkat pertama.

Kepada Pangandaran News, Fredy, menyampaikan, dalam pertimbangan hukumnya Majelis Hakim menilai bahwa objek sengketa berupa Keputusan Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran Nomor 193.a Tahun 2025 tanggal 7 Oktober 2025,  terkait penjatuhan hukuman disiplin

Ia menjelaskan, Majelis Hakim berpendapat bahwa keputusan tersebut tidak ditujukan kepada Penggugat/Pembanding dan tidak menimbulkan akibat hukum secara langsung terhadap kedudukan, hak, maupun kewajibannya. Dan hakim juga mempertimbangkan, kedudukan sebagai penggugat  dugaan pelanggaran disiplin tidak serta-merta memberikan hak untuk menentukan bentuk maupun berat-ringannya hukuman disiplin yang dijatuhkan kepada ASN yang dilaporkan.

Atas dasar pertimbangan tersebut, menurutnya, Majelis Hakim menyatakan bahwa Pembanding tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan gugatan terhadap objek sengketa tersebut.

"Dalam proses pemeriksaan banding, pihak Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran melalui kami, mengajukan kontra memori banding pada 15 Agustus 2026," terangnya. (27/10/2026)

Kontra memori tersebut, terang Fredi, pada pokoknya memohon agar permohonan banding ditolak dan putusan PTUN Bandung dikuatkan dengan menitikberatkan pada persoalan kedudukan hukum Pembanding. Dan dalam pertimbangannya, PTTUN Jakarta menyatakan bahwa alasan-alasan keberatan dalam memori banding tidak melemahkan pertimbangan hukum pengadilan tingkat pertama.

"Hasil ini mempertahankan putusan sebelumnya yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena persoalan legal standing," terangnya lagi.

Ia juga mengatakan, perkara ini menjadi pengingat bahwa dalam sengketa Tata Usaha Negara persoalan kedudukan hukum merupakan aspek mendasar yang perlu diperhatikan dalam mengajukan gugatan.

"Penggugat harus dapat menunjukkan adanya kepentingan hukum yang bersifat pribadi serta hubungan langsung antara keputusan administrasi yang disengketakan dan kerugian yang didalilkan," ucapnya.

Fredy mengaku, putusan ini menjadi catatan positif dalam pendampingan hukum terhadap klien khususnya dalam perkara sengketa administrasi pemerintahan dan kepegawaian.

"Dengan dikuatkannya putusan PTUN Bandung oleh PTTUN Jakarta, posisi hukum Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran dalam perkara ini tetap sebagaimana ditetapkan dalam putusan pengadilan tingkat pertama," terangnya. (@nton AS)

Realisasi PAD Kabupaten Pangandaran Target Tahun Ini Capai 80,38 Persen, Berikut Rinciannya

Evan AH Nasution
PANGANDARANNEWS.COM — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran, saat ini telah menembus Rp167,4 miliar hingga 26 Oktober 2026. Walau dengan target pendapatan sebesar Rp208,74 miliar tahun ini, pemerintah daerah masih harus mengejar sisa sekitar Rp41,32 miliar agar target PAD 2026 dapat tercapai.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, Sarlan, S.IP, melalui Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Bapenda Pangandaran, Evan AH Nasution, S.STP.

Berdasarkan laporan rekapitulasi target dan realisasi pajak serta retribusi daerah yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, terang Evan, realisasi PAD tercatat sebesar Rp167.419 milyar atau 80,38 persen dari target Rp208.740 milyar.

Ia menjelaskan, capaian ini menunjukkan bahwa penerimaan daerah telah melampaui 80 persen menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026. Namun meski demikian, optimalisasi pendapatan dari sektor pajak dan retribusi masih menjadi bagian penting untuk mengejar target yang telah ditetapkan.

"Dari sektor pajak daerah Bapenda Pangandaran mencatat target sebesar Rp134.966 milyar dengan realisasi Rp104.255.656 milyar, atau sekitar 77,25 persen," terangnya. (21/10/2026)

Evan menyebut, salah satu penyumbang utama penerimaan pajak berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), yang mencakup sektor makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, parkir, serta kesenian dan hiburan.

"Secara keseluruhan, PBJT memiliki target Rp72,2 miliar dengan realisasi mencapai Rp54.465.002.913 atau 75,44 persen," jelasnya lagi.

Dan dari sejumlah komponen tersebut, ucap Evan, pajak jasa perhotelan mencatat realisasi Rp24,20 miliar atau 84,92 persen, dari target Rp28,5 miliar.

Ia menambahkan, capaian ini menjadi salah satu komponen penting penerimaan daerah sejalan dengan aktivitas usaha perhotelan di Kabupaten Pangandaran yang dikenal sebagai kawasan pariwisata.

'Sementara dari sektor PBJT makanan dan minuman, terealisasi Rp10.643.790 milyar atau 77,13 persen dari target Rp13,8 miliar," ucapnya.

Lebih jauh Evan menjelaskan, dari PBJT tenaga listrik mencapai Rp18.132.268.118 atau 66,66 persen dari target Rp27,2 miliar. Untuk sektor jasa parkir, realisasi tercatat Rp144.488.125 atau 72,24 persen dari target Rp200 juta. Sedangkan pajak jasa kesenian dan hiburan baru mencapai Rp1.343.481.587 atau 53,74 persen dari target Rp2,5 miliar. Sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), realisasi penerimaan mencapai Rp19.359.231.023 atau 86,04 persen dari target Rp22,5 miliar. Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp12.293.837.684 atau 72,81 persen dari target Rp16,885 miliar. Pajak reklame tercatat terealisasi Rp1.100.788.666 atau 70,52 persen dari target Rp1,7 miliar. Pajak air tanah mencapai Rp197.622.556 atau 79,05 persen dari target Rp250 juta. Pajak mineral bukan logam dan batuan terealisasi Rp26.170.284 atau 74,77 persen dari target Rp35 juta. Pajak sarang burung walet, mencatat realisasi Rp3.881.000 atau 58,69 persen dari target Rp5,25 juta. Penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), mencapai Rp11.579.659.188 atau 73,03 persen dari target Rp15.858.061.828. Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), bahkan telah mencapai Rp6.833.571.004 atau 85,40 persen dari target Rp7.991.644.370.

Selain pajak, sektor retribusi daerah turut memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kabupaten Pangandaran.

Dari target Rp73.774.650.000, realisasi retribusi daerah telah mencapai Rp63.010.031.960 atau 85,41 persen. Kelompok retribusi jasa umum, realisasi tercatat Rp1.782.500.900 atau 56,18 persen dari target Rp3.173.000.000.

"Sementara retribusi jasa usaha menjadi penyumbang terbesar dalam kelompok retribusi, dengan realisasi Rp59.920.556.871 atau 86,01 persen dari target Rp69.676.250.000," imbuhnya.

Pendapatan ini, menurut Evan, mencakup sejumlah layanan dan pemanfaatan aset daerah, termasuk tempat pelelangan, tempat khusus parkir, tempat rekreasi dan olahraga, serta penyediaan tempat kegiatan usaha.

Capaian tersebut memperlihatkan besarnya peran sektor jasa usaha dalam menopang penerimaan daerah, termasuk dari pemanfaatan fasilitas dan objek wisata yang dikelola pemerintah daerah.

Sementara di sisi lain, retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) mencatat capaian di atas target. Dari target Rp925 juta, realisasinya mencapai Rp1.306.515.489 atau 141,24 persen.

Dengan demikian, imbuhnya, penerimaan retribusi PBG telah melampaui target yang ditetapkan dalam tahun anggaran 2026.

Pada pos lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah, laporan juga mencatat penerimaan dari pendapatan denda pajak sebesar Rp153.174.729.

Secara keseluruhan, realisasi PAD Kabupaten Pangandaran sebesar Rp167,41 miliar menyisakan selisih sekitar Rp41,32 miliar dari target tahunan.

"Dengan waktu yang tersisa hingga akhir Desember 2026, capaian tersebut menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi," ujarnya.

Evan juga mengatakan bahwa peningkatan kepatuhan wajib pajak, optimalisasi pengelolaan aset daerah, serta pengawasan terhadap potensi penerimaan dari sektor usaha dan pariwisata menjadi sejumlah aspek yang relevan dalam upaya mengejar target PAD.

"Meski realisasi telah mencapai 80,38 persen, pencapaian target akhir tahun tetap bergantung pada perkembangan penerimaan pada sisa periode anggaran," pungkasnya. (@nton AS)

Berlangsung Sejak 26 Oktober Hingga 8 November 2026, Polres Pangandaran Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Pangandaran, Polres Pangandaran dengan mengerahkan sekitar 100 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan dinas terkait siap dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar pada hari Senin (26/10/2026), Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., membacakan amanat Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Jabar menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Kapolres juga menegaskan, keberhasilan Operasi Patuh Lodaya 2026 tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak tetapi dari kemampuan dalam mencegah kecelakaan, menekan fatalitas korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas.

Operasi Patuh Lodaya 2026 ini, ujar Kapolres, mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif melalui edukasi, sosialisasi, serta pendekatan persuasif dan humanis.

"Upaya tersebut didukung penegakan hukum lalu lintas secara elektronik serta pemberian teguran kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran sesuai ketentuan," jelas Kapolres.

Masih dalam amanat Kapolda Jabar, seluruh personel ditekankan untuk bertindak profesional, tegas dalam menegakkan aturan, santun dalam bertindak, dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dan masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak melawan arus serta memastikan kelengkapan kendaraan sebelum bepergian.

"Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Pangandaran mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berkendara demi mewujudkan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan di Kabupaten Pangandaran," tegasnya. ****

Satu Lagi Sarana Pelayanan RSUD Pandega Pangandaran, Telah Dibuka Klinik THT-BKL

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran saat ini terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, salah satunya saat ini secara resmi telah dibuka layanan Klinik THT-BKL (Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher). di RSUD Pandega Pangandaran. (24/10/2026)

Tentu saja peresmian klinik spesialis ini juga dikhususkan sebagai kado terindah bagi masyarakat, karena saat ini bertepatan dengan momentum Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya,  Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami mengatakan, pembangunan sektor kesehatan adalah prioritas utama pemerintah daerah. Dan pihaknya berharap ke depannya, tidak ada lagi masyarakat Pangandaran yang harus mencari pelayanan kesehatan ke luar daerah.

​Selama ini, kata bupati, banyak warga yang membutuhkan penanganan THT dan seringkali harus pergi ke luar kota.

Hal ini, menurut bupati, tentu memakan biaya transportasi dan akomodasi untuk keluarga yang mendampingi meskipun biaya perawatannya digratiskan karena ditanggung BPJS.

"Dan sekarang dengan hadirnya fasilitas ini, kami berharap minimal ada satu dokter spesialis baru yang melengkapi RSUD setiap tahunnya," ungkapnya.

Bupati juga memberikan edukasi singkat terkait istilah medis THT-BKL, ia juga mengklarifikasi agar masyarakat tidak perlu takut dengan istilah Bedah Kepala karena tindakan ini hanya mencakup bedah area luar dan bukan bedah saraf otak.

​Melengkapi kebahagiaan momen peresmian ini, Kabupaten Pangandaran juga mendapatkan hibah satu unit mobil ambulans dari Panglima TNI, Agus Subiyanto.

Tambahan ambulan ini, tentu diharapkan bisa bermanfaat untuk mendukung mobilitas sektor kesehatan.

​Bupati menitip pesan kepada jajaran dokter, perawat, dan staf RSUD Pandega, agar setiap pasien dilayani dengan ramah, senyum, dan penuh keikhlasan.

​Kesembuhan pasien, ucapnya, tidak hanya bergantung pada obat medis. Karena pelayanan yang penuh kasih sayang, juga dorongan psikologis positif dari tenaga kesehatan justru sangat ampuh memotivasi pasien untuk kembali sehat.

"Saya berharap fasilitas baru ini dapat bisa dimanfaatkan sepenuhnya, khususnya oleh masyarakat Pangandaran," imbuhnya. (hiek)

Upacara Milangkala Kabupaten Pangandaran Ke 14, Ngahiji Dina Rasa, Ngawujud Dina Karya, Mawa Pangandaran Melesat Nepi Ka Jaya

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di alun-alun Parigi, Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, memimpin upacara peringatan Milangkala/Ulang Tahun Kabupaten Pangandaran ke 14 sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Milangkala tahun 2926. (24/10/2026)

Upacara dengan tema ngahiji Dina rasa, ngawujud dina karya, mawa Pangandaran melesat nepi ka jaya, turut dihadiri seluruh Forum Komunikasi Daerah (Forkopinda), Pimpinan dan anggota DPRD, mantan Pejabat Bupati Pangandaran tahun 2013-2015, Endjang Naffandi, Pejabat Bupati tahun tahun 2020 H. Dani Ramdani, Pejabat Bupati tahun 2024 Benni Bachtiar, Jajaran Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran dan ratusan tamu serta peserta upacara lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, menyampaikan bahwa 14 tahun perjalanan Kabupaten PANGANDARAN ini bukan sekedar tentang bertambahnya usia. Namun ini merupakan momentum bagi semua untuk melihat kembali bagaimana perjalanan yang telah dilalui, sekaligus mensyukuri sejumlah kemajuan yang telah dicapai.

Karena pada akhirnya, kata bupati, cita-cita Pemekaran bukan sekedar menghadirkan pemerintah yang lebih dekat tetapi harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat.

"Dan sejarah merupakan tauladan lengkap, kaca benggala besar bagi kita untuk merumuskan dan menentukan sikap hari ini sekaligus untuk menata masa depan," tegas bupati.

Dan setiap masa kepemimpinan, menurutnya, merupakan sebuah perjalanan sejarah pembangunan daerah ini.

"Apa yang telah dirintis dan dilakukan pendahulu beberapa waktu lalu, telah menginspirasi kita untuk terus melangkah serta menyempurnakannya," kata bupati.

Bupati mengatakan, Pangandaran memiliki potensi luar biasa. Bukan hanya keindahan alamnya dan pariwisata saja, tetapi kekayaan budaya, pertanian, perikanan serta berbagai usaha yang tumbuh di masyarakat.

Kata bupati, semua potensi ini tentu harus dikembangkan agar memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.

"Karena bagi kami, kemajuan Pangandaran bukan hanya tentang seberapa orang yang datang berkunjung tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Dalam melanjutkan pembangunan, menurutnya, semua harus jujur melihat kondisi yang saat ini tengah dihadapi. Kemampuan keuangan daerah saat ini masih terbatas, sementara kebutuhan pembangunan dan harapan masyarakat terus meningkat. Kondisi ini tentu menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menentukan perioritas serta memastikan setiap angggaran yang digunakan benar-benar sepenuhnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati mengaku menyadari, masih ada sejumlah program yang belum bisa dilaksanakan malahan ada yang harus ditunda dan dan disesuaikan. Tentu ini bukan keputusan yang mudah, karena setiap harapan masyarakat tentu memiliki arti penting bagi pemerintah daerah.

Bupati juga bersyukur, karena di tengah keterbatasan anggaran pihaknya terus berupaya membenahi kondisi keuangan daerah.

"Tentu ini belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan, namun ini akan tetap menjadi upaya kami untuk terus memperbaikinya," terangnya. (hiek)

 

Rawat Semangat Perjuangan Pemekaran, Bupati Pangandaran Sowan Ke Tokoh Presidium

PANGANDARANNEWS.COM – Menjelang puncak perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, S.H, bersama jajaran pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersilaturahmi dengan tokoh Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, H. Supratman, Selasa (20/10/2026).

Menariknya, Bupati dan rombongan berangkat bersama menggunakan bus Dinas Perhubungan (Dishub), dan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun Kabupaten Pangandaran.

Kunjungan ini tentu menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para tokoh yang telah berjuang mewujudkan pemekaran Kabupaten Pangandaran hingga resmi menjadi daerah otonom pada tahun 2012.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati  dan rombongan dukungan agar pembangunan daerah terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati juga berkesempatan mengundang H. Supratman secara langsung untuk menghadiri acara puncak Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran pada 25 Oktober 2026 mendatang.

Bupati berharap melalui momentum Milangkala, Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga ingin mempererat hubungan dengan para tokoh pendiri serta melanjutkan semangat perjuangan untuk mewujudkan Pangandaran yang semakin maju dan sejahtera.

Seperti diketahui, presidium pemekaran Kabupaten Pangandaran merupakan kumpulan tokoh masyarakat yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah berdirinya kabupaten ini. (@nton AS)

Aksi Mahasiswa PSDKU Unpad Di DPRD, Kapolres Pangandaran Sambut Dengan Suasana Humanis

PANGANDARANNEWS.COM — Aksi unjuk rasa dan audiensi yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran berlangsung aman, damai, dan tertib. (23/10/2026)

Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa menyampaikan berbagai poin aspirasi serta evaluasi kritis terkait 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kedatangan para demonstran pun disambut langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari bersama Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, dan suasana humanis pun terasa saat Kapolres memberikan sambutan dan apresiasi kepada para mahasiswa yang hadir.

Kapolres menyampaikan selamat datang para pejuang aspirasi, pihaknya siap melayani dan menjaga.

"Mari kita bersama-sama menjaga Harkamtibmas serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang bermartabat secara intelektual," ujar Kapolres.

Selama penyampaian aspirasi dan proses audiensi berlangsung, sempat terjadi aksi mahasiswa yang hendak membakar ban bekas menggunakan bensin. Namun aksi tersebut berhasil dicegah secara persuasif oleh kapolres, sehingga aksi dilanjutkan dengan audiensi dengan Ketua DPRD bertempat di ruang Paripurna DPRD.

Di luar tampak jajaran Kepolisian Resor Pangandaran, tetap memberikan pengawalan dan pelayanan secara ketat namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Dan aksi yang melibatkan ratusan mahasiswa ini pun berakhir dengan tertib tanpa ada insiden yang mengganggu ketertiban umum.

Di akhir kegiatan, pihak Polres Pangandaran berkempata menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dengan bijak, santun, dan kondusif. (@nton AS)

Pangandaran Berbagi, Bersumber Dari Infak ASN Sebesar Rp105,8 Juta Disalurkan Pada Fakir Miskin Dan Yatim Piatu

PANGANDARANNEWS.COM - Masih dalam rangkaian memperingati Milangkala ke-14 K, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mempunyai cara tersendiri untuk berbagi kepada ratusan fakir miskin.

Nilai sumbangan yang berasal dari infak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran ini terkumpul sebesar Rp105,8 juta, dan masing-masing penerima mendapatkan Rp.500 ribu.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan, penerima bantuan tersebar di 93 desa.

"Dengan demikian, seluruh desa di Kabupaten Pangandaran mendapat alokasi penerima manfaat," jelasnya.(21/10/2026)

Ia mengatakan, seluruh jumlah yang didapat dari infak ASN ini Akan dibagikan kepada 200 orang yang ada di 93 desa.

Selain menjadi bentuk kepedulian ASN terhadap warga yang membutuhkan, Citra berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerima.

Ia juga memohon dukungan dan doa masyarakat agar kondisi fiskal Kabupaten Pangandaran semakin membaik, sehingga semangat ASN untuk berinfak dan berbagi dapat terus meningkat.

“Insyaallah kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan kami, pada setiap peringatan Milangkala ada acara Infak Pangandaran Berbagi," ucapnya.

Citra menjelaskan, penyalurannya infak ini dilakukan secara bertahap dengan menyasar warga kurang mampu termasuk lansia atau jompo dari setiap desa. Dan penyalurannya dilakukan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan pemerintah kecamatan.

Selain bantuan bagi 200 penerima tersebut, Citra menyebut, masih terdapat sekitar Rp5 juta yang akan dialokasikan untuk anak yatim.

"Artinya, sisa bantuan ini akan diberikan kepada anak yatim dan masyarakat lain yang berhak menerima bantuan," imbunya. (hiek)

Musprof XVIII PMI Jawa Barat Tahun Ini Berpotensi Panas, Petahana Dihadapkan pada Penantang Kuat

PANGANDARANNEWS.COM - Musyawarah Provinsi (Musprov) XVIII Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Barat yang berlangsung hari ini tanggal 22 Oktober 2026, berpotensi berlangsung panas dan menjadi ajang persaingan kepemimpinan yang menyita perhatian.

Berdasarkan surat pemberitahuan dan undangan Pengurus PMI Provinsi Jawa Barat Nomor 241/02.03.00/ORG/X/2026 tertanggal 19 Oktober 2026, Musprov akan dilaksanakan di Markas PMI Provinsi Jawa Barat, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 426A, Kota Bandung 22 Oktober 2026
mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Seperti disampaikan Ketua PMI Kota Bandung, H. Ade Koesjanto, saat dihubungi lewat telepon selulernya, dinamika menjelang forum tersebut diperkirakan semakin menghangat apabila petahana harus menghadapi kandidat penantang yang disebut memperoleh dukungan dari sejumlah ketua PMI kabupaten/kota di Jawa Barat.

Konfigurasi dukungan antardaerah pun, menurut Ade, menjadi salah satu faktor yang patut dicermati dalam proses pemilihan kepemimpinan organisasi kemanusiaan tersebut.

Musprov ini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan, kata Ade, merupakan forum strategis untuk menentukan arah kebijakan, penguatan organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan kemanusiaan PMI di Jawa Barat.

Apabila terdapat dua kekuatan yang bersaing dengan dukungan dari berbagai daerah, imbuhnya, dinamika musyawarah berpotensi berlangsung ketat bahkan panas.

"Setiap kandidat akan diuji melalui gagasan, rekam jejak pengabdian, kemampuan membangun konsolidasi organisasi, serta visi pengembangan PMI untuk periode mendatang," kata Ade. (21/10/2026)

Di sisi lain, masih kata Ade, dukungan dari ketua PMI kabupaten/kota perlu dilihat dalam kerangka mekanisme organisasi. Karena keputusan akhir tetap bergantung pada tata tertib Musprov, ketentuan AD/ART PMI, serta hak dan keabsahan peserta yang memiliki kewenangan dalam proses pengambilan keputusan.

Di tengah potensi memanasnya persaingan, Ade menyebut, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan persaudaraan, musyawarah, dan penghormatan terhadap aturan organisasi.

"Karena perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi yang seharusnya tidak mengganggu pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat," imbuhnya.

Ia menambahkan, PMI memiliki mandat kemanusiaan yang melampaui kepentingan personal maupun kelompok. Sehingga siapa pun yang memperoleh amanah kepemimpinan diharapkan mampu memperkuat solidaritas antarpengurus, meningkatkan kapasitas relawan, serta memastikan pelayanan kepalangmerahan berjalan semakin profesional dan responsif.

Kata Ade, Musprov XVIII PMI Provinsi Jawa Barat kini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk menentukan arah organisasi ke depan.

Potensi panasnya persaingan, dinamika dukungan, dan pertarungan gagasan, menurutnya, ini akan menjadi bagian dari proses tersebut.

"Dengan hasil akhir ditentukan melalui mekanisme Musprov yang sah," ucapnya. (@nton AS).

Pastikan Kondusifitas Wilayah, Polres Pangandaran Rutin Gelar Patroli Malam KRYD

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, Kepolisian Resor (Polres) Pangandaran menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) patroli malam sabtu (17/10/2026) mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.

Patroli malam tersebut berfokus pada pencegahan aksi kriminalitas C3 (Curas, Curat, Curanmor), penggunaan knalpot brong hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pangandaran.

Pelaksanaan patroli dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Pangandaran bersama Kanit I Narkoba, Pamapta III, serta jajaran personel Polres Pangandaran yang tergabung dalam Surat Perintah (Sprint).

Rute patroli diawali dari Pos Lantas Tourist Information Center (TIC), menyisir kawasan Jalan Bulak Laut, menyambangi sejumlah tempat hiburan malam seperti Star Karaoke dan Akustik Karaoke, mengitari kawasan Pangandaran Sunset, hingga kembali lagi ke titik awal di Pos Lantas TIC.

Kepada sejumlah awak media, Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., menyampaikan, kegiatan KRYD ini rutin dilaksanakan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pangandaran.

Patroli KRYD ini, ujar Kapolres, dilakukan secara preventif dan humanis untuk menekan potensi kejahatan, penertiban knalpot brong yang mengganggu kenyamanan warga, serta memastikan kawasan tempat hiburan terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Pangandaran terpantau aman, tertib, dan kondusif," terang Kapolres. (@nton AS)

Pangandaran Icon Karnaval, Semarakan Rangkaian Kegiatan Minangkala ke-14 Pangandaran 2026

PANGANDARANNEWS.COM - Ribuan masyarakat datang memadati kawasan ujung pintu masuk Tol pantai barat menyaksikan kemeriahan Pangandaran Icon Karnaval, dalam rangkaian peringatan Minangkala Kabupaten Pangandaran ke-14. (19/10/2026)

Acara yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran ini menjadi ajang perayaan sekaligus panggung bagi masyarakat untuk menampilkan beragam potensi seni, budaya, dan kreativitas dari berbagai pelosok daerah.
Berbagai penampilan menarik mewarnai jalannya karnaval.

Selain kesenian sisingaan yang menjadi salah satu daya tarik perhatian penonton, sejumlah kelompok seni dari berbagai desa turut mempersembahkan kreasi khas daerah masing-masing.

Tak ketinggalan, komunitas sepeda ontel juga ikut ambil bagian menambah warna tersendiri dalam perayaan yang berlangsung meriah tersebut.

Kehadiran komunitas ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan dapat terjalin melalui seni, budaya, dan kecintaan terhadap warisan masa lalu.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir untuk menyaksikan setiap penampilan peserta karnaval.

Warga pun tampak menikmati beragam atraksi yang disuguhkan, mulai dari pertunjukan kesenian tradisional hingga penampilan komunitas yang tampil dengan ciri khas masing-masing.

Tak hanya hiburan, peringatan Minangkala ke-14 ini juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para tokoh dan masyarakat yang berperan dalam proses terbentuknya Kabupaten Pangandaran. Perjalanan menuju terbentuknya daerah otonom tersebut merupakan bagian penting dari sejarah yang patut dihargai oleh generasi penerus, dan melalui kegiatan seperti ini semangat perjuangan dan rasa memiliki terhadap daerah serta kecintaan terhadap seni dan budaya lokal diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Di sisi lain, kemeriahan karnaval juga berpotensi menjadi sarana promosi pariwisata Kabupaten Pangandaran. Beragam penampilan yang ditampilkan tidak hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan potensi daerah. Salah seorang pengunjung pun berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun.

Salah seorang warga asal Kecamatan Parigi, Rasti (32) mengku gembira saat menyaksikan acara tersebut.

Ia mengatakan, sangat senang menyaksikan karnaval ini. Karena selain ramai, acaranya juga menjadi hiburan bagi masyarakat.

"Kita bisa melihat berbagai kesenian dari sejumlah daerah yang ada di Pangandaran, dan hal ini jarang ditemui dalam keseharian,” ujarnya.

Rasti juga berharap, acara seperti ini terus ada dan dari tahun ke tahun semakin meriah serta semakin banyak wisatawan yang datang ke Pangandaran.

Sarti menyebut, Pangandaran mempunyai banyak potensi seni dan budaya yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas.

"Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat, perayaan Minangkala ke-14 diharapkan menjadi penguat identitas daerah sekaligus langkah nyata dalam mendorong kemajuan pariwisata Pangandaran," katanya.
(harisfirdaus).

Hadapi Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Pangandaran Siapkan Ratusan Juta Untuk Pengadaan Tandon Air

Poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, saat ini mengalokasikan dana sekitar Rp596 juta untuk menyediakan 90 unit fasilitas penampung air bersih berkapasitas masing-masing 2.000 liter.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, langkah ini diambil sebagai tindakan konkret dalam mengatasi krisis pasokan air akibat musim kemarau di kawasan tersebut.

"​Penyediaan tempat penyimpanan air ini diharapkan bisa untuk memaksimalkan dan mengefisiensikan alur penyaluran air bersih kepada warga yang wilayahnya dilanda kekeringan," ujarnya. (16/10/2026)

​Dodo menjelaskan, pihaknya telah menggelar pertemuan koordinasi bersama DPRD dan instansi terkait guna merumuskan skema distribusi air bersih yang lebih berdaya guna.

Ia juga mengatakan, ​dalam waktu dekat ini BPBD akan melakukan pengadaan 90 unit toren tandon air bersih.

​Ia menambahkan, fasilitas tempat air ini nantinya akan ditempatkan di tingkat desa. Kemudian pemerintah desa, memberikan acuan lokasi persisnya serta mendata warga setempat yang paling membutuhkan pasokan air.

​Melalui penerapan metode ini, Dodo berharap, pembagian air bersih menjadi lebih sistematis dan tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak kekeringan selama periode kemarau berlangsung.

​Ia juga optimistis proses penyediaan 90 penampung air ini dapat dirampungkan dalam kurun waktu yang singkat, pada pekan ini atau paling lambat pekan berikutnya.

"Mudah-mudahan saja bisa terealisasi minggu ini atau paling lambat minggu depan," katanya.

Disoal jumlah anggaran untuk kegiatan ini, Dodo mengatakan, biaya pembelian tiap satu unit tempat penampungan air beserta perlengkapan penunjangnya diprediksi menelan biaya Rp6,6 juta. ​Sehingga untuk pemenuhan total 90 unit fasilitas tersebut, jumlah dana keseluruhan yang disiapkan pemerintah daerah diperkirakan menembus angka Rp596 juta lebih.

​"Anggaran pengadaan tandon atau tempat penampungan air itu bersumber dari dana kedaruratan yang dialokasikan untuk mendukung penanganan kondisi darurat akibat kekeringan," jelasnya.(hiek)

Melalui Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Terima Kunjungan Edukatif Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

PANGANDARANNEWS.COM – Polres Pangandaran siang tadi (15/10/2026) menerima kunjungan edukatif atau outing class dari siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Widi Asih Parigi, kegiatan ini menjadi bagian dari program Polisi Sahabat Anak untuk mengenalkan tugas kepolisian sekaligus memberikan pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah bagi peserta didik penyandang disabilitas.

SLB Negeri Widi Asih merupakan satuan pendidikan negeri yang berlokasi di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran ini, menyelenggarakan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan beragam kebutuhan layanan pendidikan. Berdasarkan data pendidikan resmi sekolah tersebut melayani peserta didik dengan kebutuhan khusus. Antara lain tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan kebutuhan khusus lainnya.

Pada kegiatan tersebut, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Pangandaran Aiptu Acep Yudi Heriyanto, S.H., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri yang humanis sekaligus upaya mendekatkan institusi kepolisian kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak ini, ungkap Acep Yudi, pihaknya ingin mengenalkan sosok polisi yang ramah, bersahabat dan siap membantu masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa serta menjadi kesempatan untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian,” ujarnya.

Pada kegiatan outing class ini, imbuhnya, Polres juga berharap dapat menambah wawasan para siswa mengenai tugas kepolisian serta memperkenalkan peran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Dan pendekatan yang ramah dan inklusif juga menjadi bagian penting agar anak-anak dapat merasa nyaman saat berinteraksi dengan personel kepolisian," jelas Acep Yudi.

Ia menambahkan, Polres Pangandaran berkomitmen untuk terus membangun kedekatan dengan dunia pendidikan melalui kegiatan edukatif yang mengedepankan kepedulian, kesetaraan, dan penghormatan terhadap setiap peserta didik.

Dan melalui program Polisi Sahabat Anak, kata Acep Yudi, Polres Pangandaran berharap dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta menghadirkan pengalaman positif bagi anak-anak.

"Termasuk peserta didik penyandang disabilitas," ucapnya.(@nton AS)

Usai Terima Laporan Dari Keluarga, Polsek Kalipucang Lakukan Pencarian Keberadaan Seorang Pelajar MTs

Dinda Aulia
PANGANDARANNEWS.COM – Polsek Kalipucang Polres Pangandaran, menerima laporan terkait seorang anak perempuan bernama Dinda Aulia (13) yang belum kembali ke rumah setelah pulang sekolah pada Senin (12/10/2026).

Dan laporan tersebut, diterima Polsek Kalipucang pada Selasa (13/10/2026) malam pun langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur kepolisian.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., melalui Kapolsek Kalipucang IPTU Ridwan, menyampaikan, pihak kepolisian menerima laporan tersebut dari keluarga kemudian melakukan upaya penelusuran untuk mengetahui keberadaan anak tersebut serta memastikan keselamatannya.

Dan berdasarkan keterangan pelapor, terang Ridwan, Dinda diketahui tidak pulang ke rumah setelah selesai mengikuti kegiatan belajar di salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) Kalipucang.

Ridwan menambahkan, sebelum keberadaannya tidak diketahui Dinda sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada bibinya. Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya belum akan pulang ke rumah dengan alasan untuk menenangkan pikiran.

Pihak keluarga pun kemudian melakukan pencarian, dan  berdasarkan informasi dari anggota keluarga lainnya Dinda diduga sempat berada di rumah seorang temannya masih di wilayah Kalipucang. Namun, saat dilakukan pengecekan, yang bersangkutan tidak ditemukan di lokasi tersebut.

Kemudian keluarga pun memperoleh informasi Dinda diduga pergi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio 125 berwarna hitam-merah, dan informasi ini menjadi bagian dari keterangan yang disampaikan kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penelusuran.

Polres Pangandaran pun mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi relevan mengenai keberadaan Dinda agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian terdekat, dan diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun spekulasi yang dapat merugikan anak dan keluarganya.

Apabila menemukan anak dengan ciri-ciri yang sesuai, diminta segera menghubungi pihak kepolisian terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Polres Pangandaran mengajak masyarakat untuk membantu proses pencarian ini, dengan menyampaikan informasi yang relevan melalui jalur resmi kepolisian serta tetap menjaga privasi dan keselamatan anak. (Anton AS)

Hadiri Dan Meriahkan Munas IFC 2026, Ratusan Pencinta Mobil Fiat Berkumpul di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan pencinta Mobil Fiat dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam kegiatan Jambore dan Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia Fiat Club (IFC) 2026 yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026, bertempat di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas, sekaligus momentum penting bagi organisasi melalui pemilihan Presiden Indonesia Fiat Club periode 2026–2030.

Sejumlah perwakilan komunitas yang hadir berasal dari beberapa kota, seperti Malang, Yogyakarta, Bandung, Kediri, Serang, Surabaya, Tasikmalaya, Trenggalek, Ponorogo, Cirebon, Galuh Ciamis, Bekasi, Madiun dan Garut.

Pada kesempatan menghadiri ratusan peserta IFC ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, S.T., M.M, menyampaikan, selamat datang kepada seluruh peserta serta mengajak seluruh peserta untuk menikmati keindahan alam Pantai Karapyak.

"Kami berharap, kunjungan para pencinta otomotif dari berbagai daerah ini dapat memberikan pengalaman berkesan sekaligus memperkenalkan potensi wisata Pangandaran kepada komunitas yang lebih luas," ucapnya.

Dalam agenda pemilihan Presiden IFC periode 2026–2030, akhirnya Soeharto memperoleh 11 suara dan terpilih menjadi ketua baru. Kepemimpinan sebagai ketua, tentu diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan menjaga keberlangsungan organisasi yang mempertemukan para pencinta mobil Fiat dari berbagai daerah.

Dalam sambutan pertamanya, Suharto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan anggota serta berharap dukungan dan partisipasi seluruh anggota dalam menjalankan organisasi ke depan.

Ia juga menekankan terkait pentingnya menjaga silaturahmi, karena Indonesia Fiat Club merupakan organisasi yang berlandaskan hobi dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, kata Suharto, diharapkan Indonesia Fiat Club bisa terus menjaga solidaritas dan persaudaraan antar anggotanya.

"Dan sekaligus menjadikan kegiatan komunitas sebagai sarana memperkenalkan destinasi wisata di berbagai daerah di Indonesia," imbuhnya.

Selain agenda musyawarah kegiatan jambore pun dimeriahkan dengan berbagai aktivitas komunitas dan hiburan, salah satunya grand prize berupa satu unit mobil Fiat Uno tahun 1990.

Hadiah tersebut tentu menambah antusiasme kegiatan sekaligus menjadi daya tarik bagi para peserta yang memiliki kecintaan terhadap mobil Fiat, khususnya kendaraan klasik.

Masih dalam kesempatan tersebut akhirnya Yogyakarta pun ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Jambore Indonesia Fiat Club tahun 2027 mendatang, Penetapan ini menjadi bagian dari kesinambungan agenda komunitas untuk mempertemukan anggota dari berbagai daerah dalam suasana kekeluargaan. (@nton AS)

Lewat Platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan RSUD Pandega Pangandaran Raih Skor 4,7 Kepuasan Publik

7 Oktober 2026 07:53

PANGANDARANNEWS.COM — Komitmen penguatan kualitas layanan kesehatan, saat ini terus ditunjukkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran. Dan berdasarkan penilaian masyarakat melalui platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan milik daerah tersebut berhasil meraih skor kepuasan publik sebesar 4,7 bintang.

​Tingginya rating tersebut, didukung oleh sejumlah ragam tanggapan positif dari para pasien dan keluarga pengunjung.

Respons masyarakat ini,  menyoroti kecepatan respons tenaga medis, kebersihan lingkungan rumah sakit, kelengkapan sarana medis, serta keramahan petugas di unit perawatan.

Pada suatu kesempatan, ​Pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran menyampaikan bahwa pihaknya sangat menngapresiasi kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu memberikan umpan balik secara transparan.

Dan evaluasi digital ini, tentu bisa dijadikan tolak ukur dalam menjaga standar pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan.

​”Kepuasan dan kenyamanan Sahabat Pandega adalah motivasi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik,” tulis manajemen pada akun di media sosial resminya.

RSUD Pandega Pangandaran juga terus ​Perkuat Keterbukaan Akses Layanan Darurat dan Unit Medis
​Guna mempertahankan kepercayaan publik sekaligus mempercepat akses penanganan medis dengan memperluas kanal informasi dengan merilis daftar nomor kontak penting.

Masyarakat pun dihimbau untuk memanfaatkan saluran komunikasi tersebut sesuai dengan jam operasional unit kerja yang bersangkutan, khususnya untuk kebutuhan laboratorium, radiologi, dan farmasi. Sementara itu, penanganan gawat darurat melalui unit IGD dipastikan tetap bersiaga penuh melayani kebutuhan masyarakat selama 24 jam nonstop.

Berikut sejumlah fasilitas operasional yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran,

-​Instalasi Gawat Darurat (IGD): (0265) 7503045 (Layanan Darurat Siaga 24 Jam)
-​Information Center: (0265) 7503044
-​Laboratorium: 0821-1932-9525
-​Radiologi: 0877-1995-7088
+​Farmasi: 0821-1881-6226
-​Humas (Chat Only): 0821-2005-6071. ​***

Waspadai Influenza, Berikut Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Terkait Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A

PANGANDARANNEWS.COM – RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan, agar masyarakat lebih mengenali perbedaan antara flu biasa dan Influenza A.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui postingan akun Instagram resmi @rsud_pangandaran yang dikutip hari Rabu (7/10/2026), dan ini bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.

Dalam edukasinya RSUD Pandega menjelaskan, Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang lebih serius dibandingkan batuk pilek biasa.

Dan salah satu perbedaan terlihat dari gejalanya, Influenza A dapat ditandai dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering hingga badan terasa berat.

Sementara itu, batuk pilek biasa umumnya ditandai dengan pilek, hidung tersumbat, batuk ringan, sakit tenggorokan dan jarang disertai demam tinggi.

Dari sisi lama sakit, Influenza A umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu dan dapat lebih lama apabila terjadi risiko tinggi. Sedangkan batuk pilek biasa biasanya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari dan pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

RSUD Pandega juga mengingatkan adanya potensi komplikasi akibat Influenza A, penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau bronkitis. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil.

Bisa Menular Melalui Droplet

Influenza A dapat menular melalui droplet atau percikan saat seseorang batuk dan bersin, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung. Seperti tangan yang menyentuh mulut, hidung atau mata, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Untuk mengurangi risiko penularan, pihak RSUD Pandega mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan. Diantaranya mendapatkan vaksinasi influenza, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan serta menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala yang semakin berat, dengan memeriksaan ke fasilitas kesehatan. Dianjurkan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, nyeri dada, sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran juga mengajak masyarakat tidak menganggap seluruh keluhan flu sebagai penyakit ringan. Dan mengenali gejala sejak awal ini menjadi penting, agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. ***

17 Pasien HIV Jalani Pengobatan di Puskesmas Padaherang Pangandaran, Pasiennya Ada yang Usia Pelajar

PANGANDARANNEWS.COM - Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran saat ini terus melakukan perawatan dan pendampingan pada orang dengan HIV (ODHIV), saat ini tercatat ada sekitar 17 pasien yang sedang menjalani pengobatan HIV di fasilitas kesehatan tersebut.

Seperti disampaikan Dokter Umum Puskesmas Padaherang, dr. Hilda Fauzia Akmal, mayoritas pasien yang menjalani pengobatan berada pada usia produktif. Sekitar 20 hingga 50 tahun, namun terdapat juga pasien yang masih berusia anak-anak.

"Ada satu orang pasien dengan usia anak, pasien tersebut diketahui masih berusia sekolah dasar," jelas Hilda. (07/10/2026).

Namub Hilda mengaku tidak mengetahui secara pasti riwayat penularannya karena dirinya baru bertugas di Puskesmas Padaherang sejak 2024, sementara layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV sudah berjalan sebelumnya.

Di sisi lain, imbuhnya, jumlah pasien yang terdeteksi di fasilitas kesehatan kemungkinan belum menggambarkan keseluruhan kondisi di lapangan.

Penemuan kasus HIV ini, menurutnya, masih seperti fenomena gunung es. Karena sebagian orang, menjalani pemeriksaan ketika sudah mengalami keluhan kesehatan.

"Jadi yang pertama datang ke kita tuh biasanya yang sudah ada keluhan," ucapnya.

Hilda mengatakan, pada tahap awal HIV belum menimbulkan keluhan yang khas. Sehingga ketika pasien datang ke fasilitas kesehatan, sebagian sudah mulai mengalami gejala dan setelah dilakukan penelusuran ternyata ditemukan adanya faktor risiko.

"Yang datang ke kita mungkin sepersekiannya dari yang sebetulnya ada di lapangan," terangnya.

Tidak Hanya ARV, ungkap Hilda,
Sebagai fasilitas layanan PDP Puskesmas Padaherang tidak hanya memberikan obat antiretroviral (ARV) kepada pasien HIV. Namun, penanganan disesuaikan dengan kondisi dan penyakit penyerta yang dialami pasien.

Hilda juga menjelaskan, pasien HIV yang mengalami tuberkulosis (TB), misalnya, juga membutuhkan pengobatan TB. Begitu pula apabila terdapat infeksi menular seksual (IMS) atau keluhan lainnya, penanganannya disesuaikan dengan kondisi pasien.

"Dan untuk pengobatannya tidak cuma ARV aja, tapi disesuaikan juga dengan kondisi pasien," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, dalam menjalankan layanan tersebut Puskesmas Padaherang mendapat pendampingan dan monitoring dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran maupun tim mentor.

"Yaitu Puskesmas Parigi yang lebih dahulu menjadi layanan PDP dan berperan sebagai mentor kabupaten," ujarnya.

Menurut Hilda, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut membantu tenaga kesehatan memperdalam pengetahuan mengenai penanganan HIV. Pasien Stadium Berat Dirujuk
Apabila kondisi pasien sudah berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Padaherang melakukan rujukan ke RSUD Pandega Pangandaran untuk stabilisasi. Dan setelah kondisi pasien membaik, pengobatan pun dapat kembali dilanjutkan di Puskesmas Padaherang.

"Kalau misalnya stadiumnya yang parah sekali perlu dirujuk, maka kita enggak susah sekarang karena kita sudah punya rumah sakit," katanya.

Selama dirinya bertugas di Padaherang, Hilda mengaku, pasien dengan kondisi berat yang dirujuk ke rumah sakit dapat kembali ditangani di puskesmas setelah kondisinya membaik.

Dari sisi pembiayaan, Hilda mengatakan, Pengobatan Ditanggung BPJS Kesehatan. Bahkan, pasien yang belum memiliki BPJS dapat dibantu melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan di Kabupaten Pangandaran.

"Semua semuanya di-cover BPJS. Termasuk kalau misalnya sekarang kan ada UHC. Kalau misalnya dia belum punya BPJS difasilitasi," terangnya.

Hilda menyebut, dukungan pembiayaan tersebut membantu pasien tetap mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan secara berkelanjutan.

Selain pengobatan, Puskesmas Padaherang juga ia juga melakukan edukasi mengenai HIV termasuk melalui penyuluhan kepada pelajar SMP dan tenaga pengajar.

Skrining HIV secara luas kepada masyarakat belum dilakukan karena pemeriksaan HIV memerlukan persetujuan atau informed consent serta dilakukan berdasarkan indikasi dan faktor risiko.

"Jadi untuk sementara skriningnya ke yang berisiko aja dulu," imbuhnya.

Hilda juga mengatakan, penanganan HIV di Puskesmas Padaherang juga melibatkan tim PDP yang terdiri dari dokter, petugas administrasi atau rekam medis, perawat, analis dan petugas apotek.  Tim ini melakukan pemantauan pasien secara berkala, termasuk terhadap pasien yang tidak selalu dapat datang langsung ke puskesmas.

"Kita juga melakukan pemantauan melalui komunikasi jarak jauh untuk keberlanjutan pengobatan," pungkasnya. (hiek)

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN