PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kebijakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya, kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Warga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang dinilai tidak konsisten dan tebang pilih dalam menertibkan pedagang yang menempati area publik.
Seperti disampaikan salah seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya, dirinya mengaku kecewa pasalnya beberapa waktu lalu PKL tersebut selalu ditertibkan. Tapi sekarang terkesan dibiarkan begitu saja, padahal di Kompleks Dadaha masih banyak yang berjualan baju dan dagangan lain baik di sepanjang jalan atau pun di bahu jalan bahkan di trotoar.
"Kalau pemerintah mau menertibkan, jangan tebang pilih tertibkan semua, trotoar dan bahu jalan itu bukan tempat berjualan tapi itu hak pejalan kaki," tegasnya. (05/09/2026)
Keluhan warga ini semakin menguat, karena terlihat jelas masih banyaknya pedagang yang menempati area yang seharusnya bebas dari aktivitas jual beli. Sementara di sisi lain, penertiban hanya difokuskan pada area jalur jogging track saja. Para pedagang lainnya pun kini menuntut kesetaraan dalam penegakan peraturan daerah, agar tidak ada kesan pilih kasih dalam penertiban.
Ia juga mempertanyakan, kenapa hanya area jogging track yang ditertibkan sementara pedagang yang di trotoar dan bahu jalan dibiarkan saja.
"Kalau tujuannya ingin menata kota, tata semua dengan rapi dan jangan tebang pilih," ucapnya.
Sayang hingga saat ini belum ada keterangan resmi disampaikan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui UPTD Dadaha, terkait keluhan masyarakat ini. (@mirsaripudin).

