PANGANDARANNEWS.COM – Sakit kepala yang datang secara tiba-tiba dan terasa berat, sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa. Pasalnya kondisi ini terlebih jika disertai gejala lain, bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf hingga gejala awal stroke.
Demikian disampaikan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, melalui akun resminya rsud_pangandaran. (07/09/2026)
Dalam edukasi kesehatan yang dibagikan ini, RSUD Pandega juga mengajak masyarakat lebih mengenali tanda-tanda stroke agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Masih ditulis dalam informasi yang dibagikan, sakit kepala mendadak dan berat menjadi salah satu gejala yang perlu diwaspadai. Masyarakat juga diminta memperhatikan apabila sakit kepala disertai kebas atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Dan untuk memudahkan masyarakat mengenali gejala stroke, RSUD Pandega menggunakan pengingat "SEGERA Ke RS".
"SE" merujuk pada senyum tidak simetris, "GE" berarti gerak salah satu sisi melemah, sedangkan "RA" merupakan bicara pelo atau sulit bicara.
Sementara itu, "Ke" mengingatkan masyarakat terhadap kebas atau kesemutan pada separuh tubuh dan "R" untuk rabun atau gangguan pandangan pada satu mata.serta "S" menunjukkan sakit kepala yang hebat.
Gejala-gejala tersebut, perlu direspons dengan cepat.
Pihak RSUD Pandega juga menekankan bahwa semakin cepat seseorang dengan gejala stroke mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk memperoleh hasil pemulihan yang lebih baik.
"Jangan tunggu gejala hilang sendiri," demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam materi edukasi tersebut.
Bukan hanya itu, RSUD Pandega juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan sakit kepala yang muncul tiba-tiba. Seperti, ketika disertai gangguan pada gerak, bicara, penglihatan, maupun sensasi pada tubuh.
Untuk masyarakat yang menemukan gejala yang mengarah pada stroke, RSUD Pandega mengannjurkan agar segera mendapatkan pertolongan medis dan tidak menunggu kondisi membaik dengan sendirinya.***

