PANGANDARANNEWS.COM
/CIAMISNEWS — Peringatan Milangkala Gong Perdamaian Dunia Tahun 2026 di Situs Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, tokoh kebudayaan Jawa Barat, Abah H. Anton Carliyan, MPKN, para seniman, budayawan, unsur Muspida dan Muspika, warga masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang datang dari berbagai daerah.
Gong raksasa Perdamaian Budaya Dunia yang berdiri megah di situs bersejarah Ciung Wanara Karangkamulyan ini adalah lambang persaudaraan universal, persatuan, keharmonisan, dan seruan perdamaian bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Dan seperti diketahui, pelopor Utama Perdamaian Budaya Dunia 202 Negara, antara lain Mr. Sartria Pasundan (Pencetus Hari Budaya Dunia dan Perdamaian Budaya Dunia), Mr. Juyoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia), Mrs. Karen Merlin Suntani (Direktur Komite Perdamaian Dunia) dan Dr. Sriwahyuni (Pengusul ke PBB, sekaligus pelahir ide Gong Perdamaian Dunia) serta didukung oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.
Dan sebagai pendukungnya, diantaranya Gubernur Jawa Barat, Kadisparbud Jawa Barat, HPI Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, Forum Jawa Barat, Ketua Kompepar Jawa Barat, Bupati Kabupaten Bandung, Disparbud Kabupaten Bandung beserta jajaran hingga titik darah deklarasi Tutugan Sunda,1.500 kelompok generasi milenial pencinta budaya, 5.000 tokoh adat se-Jawa Barat dan 33 provinsi serta dihadiri 10.000 tokoh, seniman, dan budayawan.
Kabupaten Ciamis merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Barat yang memiliki Gong Perdamaian Dunia, yang berdiri sejak 9 September 2009 di Situs Karangkamulyan petilasan Kerajaan Galuh (tahun 600–1300 M) yang juga dikenal sebagai tempat bersejarah Ciung Wanara/Sang Manarah (Prabu Suratama).
Prakarsa penempatan digagas oleh Mantan Kapolda Jawa Barat, Abah Irjen Pol. H. Anton Carliyan, MPKN, yang saat itu menjabat sebagai Kapolwil Priangan. Penempatan di Ciamis bukan tanpa alasan: Tatar Galuh adalah cikal bakal perdamaian di bumi Priangan. Situs ini menjadi ikon untuk memelihara perdamaian, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur leluhur.
Gong Perdamaian Dunia Tersebar di Berbagai Negara, diantaranya di New Delhi India (11 September 2006), Bali Indonesia (31 Desember 2002), Blitar, Jawa Timur, Indonesia +1 Juni 2009), Ciamis, Jawa Barat, Indonesia (9 September 2009), Ambon, Maluku, Indonesia (25 November 2009), Poltaya, Ukraina (21 September 2010), Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia (11 Maret 2013), IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat (19 Agustus 2014) dan di Shandong, China (24 Agustus 2024). ***

