» » Jadi Pemandangan Ironis ? Saat Merah Putih Berkibar, Sebagian Warga Justru Asyik Liburan

Jadi Pemandangan Ironis ? Saat Merah Putih Berkibar, Sebagian Warga Justru Asyik Liburan

Penulis By on 17/08/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM - Tanggal 17 Agustus, seharusnya menjadi hari untuk merenung dan menghormati jasa para pahlawan. Bendera berkibar, upacara digelar, dan lagu Indonesia Raya menggema di seluruh pelosok negeri.

Namun pemandangan berbeda justru terlihat di sejumlah destinasi wisata karena alih-alih khidmat mengikuti upacara, sebagian masyarakat justru memilih menghabiskan Hari Kemerdekaan dengan berwisata.

Di pantai, pegunungan, hingga tempat hiburan, keramaian wisatawan justru membludak sejak pagi. Tawa, selfie, dan antrian tiket panjang mewarnai suasana, sementara di kejauhan suara sirine upacara 17-an terdengar sayup-sayup.

"Ya sekalian libur panjang, mumpung ada waktu," ungkap salah satu pengunjung asal Kabupaten Bandung yang enggan menyebut namanya, saat ditemui di obyek wisata pantai Pangandaran sambil membawa bendera kecil dan es kelapa muda. (17/08/2026)

Ironis memang, di satu sisi bangsa memperingati perjuangan merebut kemerdekaan dengan pengorbanan darah dan air mata. Sementara di sisi lain, kemerdekaan itu dirayakan dengan liburan (berwisata).

Atau mungkin inilah bentuk kemerdekaan yang dimaksud, bebas memilih mau upacara atau mau wisata.

Saat diminta komentarnya, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP
Universitas Galuh, Asep Nurdin RA. S.IP, M.Si, menyampaikan, rasa nasionalisme bukan berarti luntur karena banyaknya wisatawan yang berwisata di banding mengikuti upacara bendera.

Sebagai akademisi Asep menilai, nasionalisme itu dinamis. Dulu bentuknya upacara dan orasi, namun sekarang bentuknya juga aksi. Datang ke destinasi lokal, membelanjakan uang di UMKM, mempromosikan keindahan alam Indonesia. Itu bagian dari nasionalisme kontemporer.

"Memilih wisata dalam negeri saat momen kebangsaan adalah bentuk nasionalisme ekonomi," jelasnya.

Ketika 1 keluarga berwisata ke Pangandaran, imbuh Asep, uangnya pasti muter di sini. Bayar hotel orang Pangandaran, makan di warung orang Pangandaran, naik perahu nelayan Pangandaran.

"Itu jauh lebih berdampak daripada kita belanja di luar negeri," imbuhnya.

Namun Asep juga mengaku, mengapresiasi masyarakat yang menggelar upacara bendera sambil menyelam di terumbu karang.

"Itu simbolis, Merah Putih tetap dikibarkan dan dilanjutkan dengan menikmati hasil kemerdekaan," ucapnya. (hiek)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya