Penuhi Syarat Administrasi, Pasangan Dimyati-Alam Lolos Maju Lewat Jalur Perseorangan Di Pilkada Kota Banjar

H. Dimyati
PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar Jabar akhir mengumumkan pasangan H.Dimyati dan Alam Mbah Dukun dinyatakan lolos   persyaratan dari jalur perseorangan untuk maju menjadi calon Wali Kota dan Wakil Wali kota di Pilkada Tahun 2024 usai melewati sidang pleno yang digelar di aula Pajajaran Lt 3, kota Banjar pada hari Senin (22/7/2024) yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Dan dim 0613, Stap Ahli dan beberapa tokoh masyarakat.

Kepada sejumlah wartawan Ketua KPU Kota Banjar Muhamad Muklis mengatakan, persyaratan untuk pencalonan H Dimyati dan Alam Mbah dukun setelah melalui verifikasi faktual dan dinyatakan memenuhi syarat untuk maju dari jalur perseorangan.

"Calon tersebut secara  administratif sudah mendapatkan dukungan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku," terang Muklis.

Untuk bisa mendaftarkan diri secara perseorangan di Kota Banjar, jelas Muklis, calon harus memiliki jumlah dukungan minimal 10% persen dari jumlah penduduk atau Daftar Pemilih Tetap. Dan peryaratan dukungan ini harus mendapat sebanyak 15.393, sementara data KTP pendukung yang sudah di serahkan melebihi persyaratan yaitu sebanyak 15.677.

"Jadi sebagai sarat perseorangan pasangan H Dimyati dan Alam Mbah Dukun mendapat dukungan dari masyarakat Banjar dan dinyatakan lolos untuk maju di pilkada Kota Banjar Tahun 2024," ungkapnya. (tito)

Datangi BPN Pangandaran, FPDS Pertanyakan Polemik Tanah Tanjung Cemara


PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Peduli Desa Sukaresik (FPDS), siang tadi mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Cintaratu.(23/07)

Kedatangan FPDS ini untuk mempertanyakan beberapa fakta terkait polemik tanah Tanjung Cemara yang terindikasi adanya dugaan praktek kejahatan penyerobotan tanah yang dilakukan oleh mafia tanah secara teroganisir, terstruktur, sistematik dan massive serta diduga melibatkan oknum dari lintas institusi.

Dengan membawa sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan terkait status tanah Tanjung Cemara, mereka mengklaim bahwa tanah mereka telah dikuasai oleh mafia tanah.

Seperti disampaikan kordinasi lapangan (Korlap) aksi, Jemono, warga Desa Sukaresik menyampaikan sikap bahwa polemik yang terjadi di Tanjung Cemara merupakan praktek mafia tanah penyerobot lahan, pencuri dan penjahat berkedok investor.

"Hal ini jelas harus dilawan sampai titik darah penghabisan," tegas Jemono pada sejumlah awak media.

Ia mengaku, warga Sukaresik siap melawan jika ada oknum institusi atau instansi yang membekingi mafia tanah ini karena warga merasa memiliki harga diri dan kehormatan yang siap mempertahankan warisan leluhurnya.

"Telah terjadi pergeseran peta lokasi Tanjung Cemara yang menjadi kecurigaan warga, sehingga BPN harus membeberkan kepemilikan yang jelas," ucapnya.

Status Tanjung Cemara ini, kata Jemono, merupakan tanah desa atau yang disebut pangangonan. Dan data ini berdasarkan surat dari Bupati Ciamis waktu itu, kemudian Gubernur Jawa Barat yang ditandatangani mantan Kepala Desa Cikalong, saat dulu Sukaresik ini masih wilayah Desa Cikalong.

"Tak hanya itu, saksi yang masih hidup yaitu Bapak Sahidin juga ikut menandatangani," jelasnya.

Atas nama warga, Jemono pun meminta agar kegiatan yang ada di Tanjung Cemara saat ini harus dihentikan sementara, setelah adanya audiensi dengan BPN Pangandaran.

"Tadi hal ini sudah dituangkan dalam berita acara," ucapnya.

Sementara Koordinator Substansi Penanganan Sengketa  BPN Pangandaran Wili SN menyampaikan, untuk sementara pihaknya hanya baru bisa menampung aspirasi dari masyarakat, karena hal ini harus ditelaah lagi dan belum bisa diputuskan dalam waktu dekat. Dan nanti ada pertemuan lebih lanjut, sehingga bisa clear and clean nantinya.

"Kita akan cek langsung  permasalahan ini," tegas. (hiek)





Hasil Berbagai Upaya Satlantas Polres Pangandaran, Tahun Ini Angka Kecelakaan Menurun

PANGANDARANNEWS.COM -  Selama minggu pertama pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2024 di Kabupaten Pangandaran kasus kecelakaan menurun dibanding dengan tahun 2023, hal ini berdasarkan data yang dirilis unit Pengekan Hukum (Gakum)  Sat Lantas Polres Pangandaran Polda Jabar.

Seperti disampaikan Kasat Lantas Polres Pangandaran AKP Asep Nugraha melalui Kanit Gakum Ipda Dimas Aditama, S.E, Operasi Patuh Lodaya yang di gelar sejak tanggal 15 juli hingga saat terhitung hanya ada dua kasus kecelakaan yang dilakukan pengendara roda dua, dengan rincian luka berat 1 kasus, luka ringan 2 kasus dan kerugian materi sebesar Rp 1 juta.

"Operasi lodaya ini sendiri akan dilaksakan hingga tanggal 28 Juli 2024," kata Dimas.(23/07)

Jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu, Dimas menyebut, lebih banyak yaitu 3 kasus dengan rincaian luka berat dua, luka ringan tiga dan kerugian materi Rp 4 juta. 

"Sementara untuk korban meninggal dunia, nihil," imbuhnya. 

Penurunan angka ini, menurut Dimas, bukan tanpa sebab tapi karena Satlantas Polres Pangandaran telah melakukan beberapa upaya, seperti pemasangan rambu-rambu himbauan daerah rawan kecelakaan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Selain itu, ucapnya, Satlantas juga telah melakukan peneguran kepada sejumlah pengendara yang melanggar dengan melakukan tilang dan lembar teguran. 

"Kami juga melakukan penindakan kepada ODOL (Over Dimensi Over Loading-red)," jelas Dimas. (isis)

Untuk Kelestarian Pantai, Kodim 0625/Pangandaran Semai 1500 Bibit Mangrove

PANGANDARANNEWS.COM - Panjang hamparan pantai yang ada di Kabupaten Pangandaran mencapai 92 kilo meter sehingga dalam perawatan di sekitar pantai ini perlu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, salah satunya diperlukan sentra-sentra pembibitan tanaman mangrove.

Demikian disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Inf Indra Mardianto Subroto, M.IP, saat meninjau kegiatan personil Kodim dalam kegiatan Tahap Satu Penyemaian Bibit Mangrove sebanyak 1.500 pohon, di Dusun Cipari Blok Karang Tirta, RT 005/RW 002, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.(23/07)

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program, Bersatu dengan Alam Tahun 2024," ungkap Dandim.

Dandim mengatakan, tujuan jangka panjang dari program ini untuk memastikan kelestarian mangrove di Pangandaran sehingga dapat memberikan manfaat maksimal sesuai dengan fungsinya, salah satunya untuk menetralisir segala hal yang berkaitan dengan pantai.

Ia menyebut, kegiatan ini juga merupakan program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam demi NKRI.

Ia pun berharap program ini terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga Pangandaran dan ekosistemnya tetap lestari serta bisa terus menjaga pelestarian alam sehingga selalu dekat dengan alam, dan berharap masyarakat dapat terus menjaga kelestarian lingkungan pesisir pantai demi generasi mendatang.

Pada tahap pertama ini, terangnya, Kodim 625/Pangandaran menyemai 1.500 pohon mangrove, yang nantinya  akan dilaksanakan juga penanaman sekitar 3.000 batang mangrove dan diikuti dengan pembibitan sebanyak 5.000 bibit mangrove.

"Kerjasama antara TNI dan masyarakat ini sangat penting dalam menjaga kelestarian alam ini," katanya.***

Sekdis Pendidikan Tasikmalaya, Mengabdi Tak Hanya Dengan Pikiran Tapi Juga Harus Dari Hati

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pelayanan merupakan bentuk pengabdian yang sangat luar biasa sehingga ia harus berorientasi pada menjadi poin pertama dalam core value Aparatur Sipil Negara (ASN, yaitu berakhlak mulia.

Hal ini disampaikan dalam sambutan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya Edi Ruswandi H, S.Pd., MM, saat melakukan
monitoring Pembinaan dan  Evaluasi penilaian tahun 2024 pada 169 ASN dan P3K di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di gedung PGRI KEC Cikatomas.(23/07)

Edi juga menekankan terkait pentingnya pembinaan terhadap ASN di lingkungan Disdik Wilayah Cikatomas ini untuk memastikan kebijakan tenaga pendidik agar lebih terarah dalam proses belajar mengajar, serta perlunya motivasi bagi para tenaga pendidik agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

"Saya berharap melalui pembinaan ini, ada kesamaan target dari tenaga pendidik terhadap apa yang ingin dicapai," tegasnya.

Menurutnya, akan menjadi sulit jika tenaga pendidik tidak dapat menyampaikan materi yang seharusnya kepada peserta didik, padahal sekarang dengan teknologi para siswa sudah mulai paham terhadap situasi-situasi yang sangat berbeda dengan zaman dulu.

Karen sekarang informasi sudah terbuka, maka kata Edi, harus disesuaikan dengan program pola belajar mengajar yang tentu harus disesuaikan dengan situasi kondisi dan juga tata aturan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Pendidikan juga, imbuh Edi, akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga kemampuan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan IPM tersebut.

Edi juga mengajak serta menyemangati agar semua tenaga pendidikan ini lebih termotivasi, lebih ikhlas, terus mengembangkan pendidikan dan kemampuan serta membuka cakrawala luas daripada informasi-informasi yang ada sekarang tentu yang positif.

"Mengabdi tidak cukup dengan otak atau pikiran saja, tetapi juga harus dari hati," tegasnya.

Edi menyebut, khususnya di sektor pendidikan harus bisa menunjukkan budaya kolaborasi serta memberikan platform untuk mengatasi tantangan bersama. Guru-guru dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi dan mengukur dampaknya.

Kolaborasi semacam ini, ucap Edi, tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab atas kesuksesan siswa. Dan dengan dibangun budaya kolaborasi yang kokoh, maka lembaga pendidikan dapat menciptakan ekosistem di mana setiap guru merasa didukung, dihargai dan memiliki peran aktif dalam perbaikan terus-menerus.

Budaya kolaborasi juga dapat membentuk fondasi untuk kesuksesan bersama serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan inovasi dan pertumbuhan profesional terus berkembang dan peningkatan signifikan pada tahun 2024, walau diakui Edi hal ini masih perlu perjuangan.

Maka untuk itu, guru jangan pernah lelah untuk tetap bekerja keras serta tetap lillah dalam bekerja karena rezeki itu hanya efek dari kerja.

"Bukan di otaknya ada rezeki, jadi rezeki itu efek dari kerja kita yang ikhlas dari hati," tegas Edi lagi.

Ditemui terpisah, Ketua K3S wilayah Cikatomas Nana, mengaku monitoring Evaluasi Penilaian Kinerja ASN ini bertujuan untuk lebih meningkat disiplin administrasi serta memenuhi hak-hak guru.

"Kegiatan ini meningkatkan karir para guru dalam berinovasi, meningkatkan disiplin administrasi serta memenuhi hak-hak karir guru," ujarnya. (anwarwaluyo)

Tingkat Penerimaan PKB Kota Banjar Bantu Pembangunan Infrastruktur

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Tim Pembina Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Banjar menyelenggarakan acara sosialisasi mengenai diseminasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), bertempat di Aula  Samsat Lt 3.(21/07)

Acara sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pemerintah daerah tentang pentingnya Opsen PKB sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Opsen PKB merupakan bagian dari pajak yang dikenakan atas kepemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor, yang hasilnya digunakan untuk pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di kota Banjar

Kegiatan ini dipimpin dan dibuka secara resmi oleh PJ Wali Kota Ida Wahida yang di saksikan Sekretaris Daerah Kota Banjar Sony Harison, dan beberapak Keoala Dinas dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan secara tepat waktu.

"Pembayaran pajak yang tepat waktu sangat krusial untuk pengembangan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Kota Banjar," tegas Ida dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kesadaran dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.

"Samsat Kota Banjar berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam administrasi perpajakan kendaraan bermotor. Kolaborasi dengan Jasa Raharja juga memberikan perlindungan optimal bagi pemilik kendaraan," tambah Ida.

Sementara itu kepala Samsat Kota Banjar Beni Suranata ssaat di wawacara kepada media mengatakan, pemerintah sudah bekerja sama baik. Kendaraan yang digunakan untuk kepentingan kerja pajak nya sudah  teratur baik, adapun keterlambatan itu karena adanya epokusing anggaran saja ujarnya.

"Keterlambatan ini nanti akan di musyawarahkan dengan pihak terkait," ujarnya.

Sementara di tempat terpisah salah satu peserta sosialisasi keterlambatan mengatakan, ini bukan karena tidak ada uang tapi uang yang ada  belum bisa diambil.

Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banjar atau Samsat berharap agar acara ini dapat menjadi ajang yang efektif, khususnya dalam menyebarluaskan informasi dan kebijakan terbaru mengenai pajak kendaraan bermotor di Kota Banjar.

Karena, menurutnya, kegiatan diseminasi ini merupakan strategi rutin yang diadakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh pemilik kendaraan di Kota Banjar untuk mendukung kegiatan ini dengan mematuhi kewajiban perpajakan yang telah ditetapkan.

"Awal juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Penegakan (Opsen-red) PKB yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan menegakkan kedisiplinan di kalangan pemilik kendaraan bermotor," jelasnya (Tito)

3 Unit Mobil Dan Warung Di Terminal Pangandaran Rusak Berat Tertimpa Dahan Pohon Kenari

PANGANDARANNEWS.COM - Sebuah pohon kenari yang tumbuh di sekitar Terminal Pangandaran tadi pagi roboh menimpa tiga unit mobil dan tiga warung, sehingga menimbulkan kerugian materi.(22/07)

Menurut salah seorang pedagang, Ali Sahidin (40), kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08 : 30 pagi sat tiga unit mobil berjenis Mobilio, Calya dan juga Agya terparkir didepan sebuah warung makan, beruntung saat kejadian tidak ada seorangpun berada di dalam mobil atau kios tersebut.

Awalnya Ali mendengar suara dentuman yang cukup keras yang kira suara tersebut berasal  dari suara tabrakan, ternyata  setelah Ali keluar warung terlihat ranting dan dahan pohon sudah menimpa tiga mobil dan juga warung disampingnya.

"Warga pun saat itu langsung melaporkan kejadian ini ke pihak pengelola terminal," ungkap Ali.

Usai menerima laporan, masih kata Ali, pihak pengelola terminal pun langsung berkoordonasi dengan pihak tagana, kepolisian, TNI dan juga PLN.

"Dahan pohon yang menimpa mobil dan warung pun langsung dievakuasi dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian," terang Ali.

Sementara warga dan petugas gabungan, memarkirkan ketiga mobil nahas dengan kondisi kaca depan pecah tersebut pun ke tempat yang lebih aman 

Saat diwawancara, Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, kondisi pohon kenari tersebut memang sudah lapuk. 

Nana mengatakan, sebenarnya pohon yang sudah berusia tua di Pangandaran itu banyak, sehingga perlu ada tim khusus yang merawatnya.

Adapun pohon-pohon yang berada di taman, menurutnya, pemeliharaanya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan yang berada di pasar oleh Diskoperindag.

"Namun untuk pohon-pohon yang ada di samping jalan, belum ada yang mengurusnya," jelanya.

Padahal, kata Nana, ketinggian pohon tua itu bisa mencapai belasan hingga puluhan meter sehingga dianggap cukup berbahaya.

Sementara saat diminta tanggapannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Dedi Surachman mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemeliharaan di taman saja seperti di Paamprokan, taman Parigi, Pangandaran Sunset dan taman lainya.

"Sementara untuk pemeliharaan pohon yang ada di tepi jalan umum saya kurang tahu, tapi kalau yang ada di terminal mungkin Dishub Pemprov Jawa Barat," terangnya.(hiek)

Pemkot Banjar Gaet PT Asuransi Jasa Indo, Sosialisasikan AUTP Untuk Petani Gagal Panen

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Usaha pada sektor pertanian khususnya tanaman padi, terkadang petani dihadapkan pada permasalahan yang sangat ektrim seperti banjir, kekeringan, tanaman terserang hama dan sebab lainnya. Dan semua ini jelas akan berdampak pada kegagalan panen, dan tentu kerugian pun di depan mata.

Du sisi lain, selama ini jika mendengar kata asuransi pasti pikiran akan tertuju pada asuransi kesehatan, kecelakaan, tunjangan hari tua, pendidikan dan jenis asuransi lainnya.

Ternyata tidak hanya itu, ada juga jenis asuransi yang bisa dimanfaatkan para petani.

Untuk membahas asuransi ini,  Dinas pertanian bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indo  melaksanakan sosialisasi terkait asuransi pertanian seputar tanaman padi.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kelurahan Banjar dibuka langsung oleh PJ Wali Kota Ida Wahida, dengan dihadiri Sekertaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian (Distan), sejumlah SKPD dan  peserta sekitar 50 kelompok Tani se-Kota Banjar.

Menurut pihak asuransi, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ini untuk para petani padi yang mengalami gagal tumbuh atau gagal panen yang di sebabkan karena bencana.

"Asuransi ini bertujuan untuk mencegah kerugian petani  selama proses bercocok tanam dengan pengganti gagal tanam dan gagal panen," jelasnya. (TITO)

Malam Puncak Kejurnas Motocross, Penampilan D'Masiv Hipnotis Ribuan Penonton Di Kota Banjar

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Bertempat di Komplek Glora Sport Center Langensari Kota Banjar, Grup Band D'masiv berhasil memukau ribuan penonton pada malam puncak kejurnas motocross dan Grasstrack.(21/07)

Ribuan penonton itu tidak hanya dari dalam kota Banjar, namun banyak penonton dari luar Banjar bahkan ada penonton yang sengaja datang dari Jogjakarta, Indri yang kebetulan suaminya ikut lomba di motocros.

Menurut Indri, ia mau pulang malam hanya untuk menyaksikan malam pucak kejurnas motocros dan Grasstrack yang dimeriahkan penampilan grup band idolanya. 

Indri mengaku, ia dan keluarganya pun rela menunda waktu kepulangannya ke kota gudeg karena ingin menyaksikan penampilan D'masiv.

"Pokoknya Banjar keren, acaranya juga pecah parah," ungkap Indri. 

Dia menyebut datang ke Stadion Sport Center  malam Sabtu dan rencana pulang kembali ke Jogja pada minggu malam setelah conser D Mesiv selesai, ini karena kecintaannya pada band D Mesiv. 

"Dua hari satu malam  bang disini, nanti malam selesai conser kita pulang menjelang pagi ke Jogja karena  harus masuk kerja, jadi gak masalah badan capek yang penting bisa band kesayangan," ujarnya kepada PNews.

Hal senada disampaikan penonton asal Kabupaten Cilacap, Hendra, ia pun mengaku lebih memilih ke Banjar walaupun di tempatnya juga ada hiburan. 

"Karena lebih ngefans sama D'masiv, kapan lagi bisa liat idola dari dekat" tuturnya. 

Sementara sang vokalis D'masiv, Rian, mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada seluruh fansnya yang sudah menjaga kondusifitas selama konser berlangsung. 

"Terimakasih Massiver, Kota Banjar memang keren," ucapnya  (Tito)

Pada Tahapan Coklit Pilkada 2024, Bawaslu Kota Banjar Dapati Lima Temuan

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 yang akan diselenggarakan tanggal 27 November 2024 mendatang, sudah masuk pada tahapan proses pemutakhiran data pemilih melalui prosedur Pencocokan dan Penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih).

Proses coklit yang sudah dilaksanakan sejak 24 Juni 2024 lalu dan akan berakhir pada tanggal 24 Juli 2024 mendatang, dan menurut keterangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar tahapan Coklit ini telah terlaksana seratus persen.

Pada tahapan pemutakhiran data pemilih melalui coklit, Bawaslu Kota Banjar beserta jajaran pengawas tingkat kecamatan (Panwascam) dan kelurahan/desa (PKD) melakukan pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit.

Seperti disampaikan Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Wahidan kepada sejumlah awak media, hasil pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan yang dilakukan jajaran Bawaslu Kota Banjar didapati beberapa temuan terkait proses coklit yang dilakukan oleh Pantarlih maupun soal data pemilih yang masih kurang lengkap.

Menurutnya, ada 5 temuan yang yang menjadi trend pada saat dilaksanakan Coklit data pemilih, diantaranya adanya pantarlih yang terbukti sebagai anggota/pengurus Parpol, tim kampanye/tim pemenangan pemilu /pemilh terakhir  5 orang.

Pantarlih yang tidak mencoklis secara langsung 1 orang, pemilih yang tidak nemenuhi persyaratan (pemilih meninggal Dunia) tapi masih terdaptar pemilih serta belum memiliki surat kematian dan belum di lakukan pencoretan oleh Pantarlih jumlahnya 677, beralih status dari sipil ke TNI/polri 3 orang dan adanya 3 Kartu Keluarga yang belum tercoklit.

Temuan-temuan tersebut, kata Wahidan, diantaranya adalah kesalahan prosedur pelaksanaan coklit yang dilakukan oleh Pantarlih, adanya daftar pemilih tidak memenuhi syarat yang masih terdapat pada daftar pemilih.

"PPK dan PPS  untuk melakukan monitoring dan pembinaan kepada pantarlih agar tidak melakukan tindakan diluar presedural dalam pelaksanaan pencocokan dan penelitian data pemilih pada pemilihan serantak tahun 2024,"  tandasnyanya. (TITO)

Datang Berikan Bantuan, Dua Bacalon Bupati Pangandaran Jenguk Siswa Yang Diduga Keracunan

PANGANDARANNEWS.COM - Satu hari pasca kejadian puluhan siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya yang diduga keracunan saat mengijuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dua Bakal Calon (Bacalon) Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan dan Dadang Solihat mendatangi para siswa tersebut yang masih dalam perawatan.(20/07)

Dadang Solihat yang datang lebih awal tampak langsung mendatangi ke tempat para siswa dirawat, baik yang di Puskesmas, Klinik atau pun di UKS SMAN 1 Mangunjaya.

Dadang pun tampak mendatangi satu per satu para siswa yang sedang dirawat, dan ia pun menyampaikan turut prihatin serta mudah-mudahan cepat sembuh hingga bisa belajar kembali.

Selain datang untuk memastikan kondisi siswa, Dadang pun memberikan sedikit bantuan kepada keluarga siswa yang sedang menjaga anak-anaknya di ruang perawatan.

Saat diminta komentarnya Dadang mengatakan, ini merupakan sebuah musibah sehingga tidak perlu mencari siapa yang salah.

Ia juga mengapresiasi kepada pihak kecamatan, Koramil, Polsek, petugas kesehatan dan lainnya yang telah sigap menangani kejadian ini.

Selain menyampaikan agar para siswa bersabar dan berdoa, ia juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Dan kedepan siswa harus lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan periksa dulu sebelum dimakan, apakah masih seger atau sudah basi," katanya.

Tak lama berselang, bacalon Ujang Endin Indrawan pun tampak hadir ke lokasi ruang perawatan siswa untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa SMA N 1 Mangunjaya yang diduga mengalami keracunan ini sudah berangsur baik.

Ujang Endin atau yang akrab disapa UE yang datang bersama istrinya, kepada PNews mengatakan, sengaja datang di sela-sela kesibukannya untuk melihat langsung serta mamastikan kondisi para siswa yang sedang dirawat di sejumlah ruang perawatan.

Sebagai bentuk simpati dan tanggung jawab Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, menurutnya, ia pun harus memberikan motifasi dan semangat agar para siswa segera sembuh dan bisa kembali ke bangku sekolah.

"Semua ini sudah kehendak Alloh karena yang namanya musibah itu tidak pernah tahu, jadi dalam hal ini kita tidak usah menyalahkan siapa siapa," ucapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak SMAN 1 Mangunjaya, TNI, Polri, tenaga kesehatan dan masyarakat yang telah bersama-sama menangani musibah ini.

"Alhamdulilah para tenaga kesehatan sudah melakukan tindakan secara yang baik sehingga hampir keseluruhan siswa sudah mulai stabil, mari kita ambil hikmahnya saja dan semua melakukan introsfeksi diri," katanya.

Seperti diketahui, kejadian puluhan siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya yang diduga keracunan makanan saat mengikuti kegiatan MPLS pada tanggal 18 juli lalu ini menjadi perhatian semua pihak baik masyarakat maupun para pejabat publik, seperti Bupati, Wakil Bupati Kabupaten  Pangandaran, Dandim Kapolres dan instansi lainnya turut datang untuk menjenguk. (Tn)

Bawaslu Pangandaran Awasi Uji Petik Coklit Yang Dilaksanakan KPU

PANGANDARANNEWS.COM  - 4 bulan Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tepatnya akan dilaksanakan tanggal  27 November 2024, saat masuk proses pemutakhiran data pemilih melalui Pencocokan dan Penelitian (coklit) yang dilaksanakan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). Proses coklit ini sudah dilakukan sejak 24 Juni 2024 lalu sampai dengan 24 Juli 2024, dan menurut informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran tahapan coklit ini telah selesai seratus persen.

Seperti disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Ade Ajat Sudrajat,

pada tahapan ini Bawaslu Kabupaten Pangandaran beserta jajaran pengawas adhoc di tingkat kecamatan (Panwascam) dan kelurahan/desa (PKD) melakukan pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit serta melaksnakan Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih. 

Hasil pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran, menurut Ade, didapati beberapa temuan terkait proses coklit yang dilakukan oleh Pantarlih. 

Temuan-temuan tersebut, jelasnya, kebanyakan terkait kesalahan prosedur pelaksanaan coklit yang dilakukan Pantarlih dan terdapat beberapa Pemilih yang belum tercoklit.

"Dari temuan-temuan tersebut Bawaslu pun memberikan instruksi kepada jajaran pengawas adhoc untuk memberikan saran perbaikan dan merekomendasikan kepada jajaran KPU di tingkatannya masing-masing," terang Ade.(20/07)

Ade mengatakan, berdasarkan data jajaran Panwascam dan PKD terdapat telah 29 kejadian salah prosedur kesalahan proses Coklit yang dilaksankan oleh Pantarlih. 29 kejadian  tersebut tersebar di 8 Kecamatan, diantaranya di Kecamatan Padaherang sebanyak 4 kejadian, Kalipucang 4 Kejadian, Cijulang 7 kejadian, Sidamulih 3 kejadian, Langkaplancar 4 Kejadian, Parigi 1 kejadian, Pangandaran 2 kejadian dan di Kecamatan Mangunjaya 4 kejadian.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan menambahkan, pada tahapan coklit pihaknya memberikan instruksi kepada pengawas adhoc untuk melaksanakan pengawasan melekat dan uji petik pengawasan coklit dan menyampaikan hasil kerja-kerja pengawasan kepada publik melalui Media Sosial Resmi Panwaslu Kecamatan. 

Dalam tahapan coklit ini, kata Iwan, Bawaslu juga melakukan pengawasan melekat dan uji petik pengawasan coklit dengan tujuan untuk memastikan tidak ada permasalahan terkait data maupun daftar pemilih pada Pemilihan Tahun 2024.

"Dan hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu," ungkapnya.

Selain itu, imbuh Iwan, paska tahapan coklit selesai, Bawaslu bersama Panwascam dan PKD akan tetap mengawal hak pilih masyarakat dengan melaksanakan patroli pengawasan kawal hak pilih di semua wilayah di Kabupaten Pangandaran.

 yang akan kami laksanakan hingga hari pemungutan suara 27 November 2024 mendatang,” ucap Iwan Yudiawan.

Iwan juga mengatakan, dalam undang-undang dengan tegas Bawaslu diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan Pemilihan Tahun 2024.

Namun ia mengaku, Bawaslu tidak akan bisa melakukan tugas dengan baik tanpa adanya partisipasi maupun dukungan dari seluruh elemen masyarakat. 

Untuk itu ia pun berharap agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan Pemilihan Tahun 2024 serta bersedia melapor ke Bawaslu jika menemui adanya dugaan pelanggaran atau setidak-tidaknya ikut serta dalam melakukan pencegahan pelanggaran dengan menyebarkan informasi ke lingkungan sekitar.

"Dalam hal ini kita harus saling bersinergi untuk memastikan pelaksanaan Pilkada ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

Seperti diketahui, Bawaslu Kabupaten Pangandaran juga telah berupaya melakukan Pencegahan dengan membentuk Forum warga di 10 Kecamatan dan Kampung Pengawasan di Desa Babakan yang dicanangkan oleh Kabupaten. (hiek)

Untuk Kenyamanan Wisatawan, Pengelola Parkir Di Obyek Wisata Pangandaran Segera Pasang CCTV

PANGANDARANNEWS.COM - Entah sudah berapa kali wisatawan yang datang ke obyek wisata Pantai Pangandaran mengeluh karena mereka harus beberapa kali membayar retribusi parkir, padahal saat membeli tiket masuk di toll gate wisatawan mendapat keterangan dari petugas bahwa harga tiket yang dibayar sudah sekaligus dengan retribusi parkir.

Keluhan pengunjung masalah parkir di obyek wisata Pangandaran ini muncul di beranda media sosial, namun keluhan pengunjung ini tak satu pun yang mendapat komentar baik dari pihak pengelola parkir atau pun pemerintah daerah.

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung asal Kota Tasikmalaya yang diterima penulis, ia mengaku kecewa karena harus beberapa kali membayar parkir.

"Informasi yang saya dapat dari petugas di toll gate katanya di dalam tidak harus membayar lagi retribusi parkir," terang dia di pesan whats appsnya.(19/07)

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah mengatakan, dalam rangka pengawasan implementasi parkir di kawasan obyek wisata pangandaran ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati nomer 02/KpTs.120-Huk/ 2024 tentang Penetapan Titik Lokasi Tempat Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Titik Lokasi Tempat Khusus Parkir di Luar Badan Jalan bahwa parkir ditarik di depan (bayar sekali) dengan tarif progresif minimal setengah hari 12 jam untuk zona parkir di 16 titik.

Namun apa bila di lapangan ada penarikan kembali di luar pintu masuk tersebut di zona-zona yang telah disebutkan diatas, maka, kata Ghanyy, pemilik kendaraan dapat menolak memberikan parkir kembali dengan menunjukkan karcis parkir yang telah dibayar.

"Apabila tetap terjadi, maka kami pun akan menerima keluhan dan masukan dengan melampirkan waktu dan tempat kejadian dengan jelas sehingga memudahkan untuk dilakukan penelurusan dan tindak lanjut yang spesifik," tegasnya.

Ia juga berterimakasih apa bila ada informasi yang masuk, karena hal ini akan menjadikan bahan evaluasi dalam rangka implementasi parkir di kawasan pangandaran dan sebagai pertimbangan untuk peningkatan strategi dan kebijakan lanjutan.

Ia menambahkan, kedepannya pihak vendor (pengelola parkir) akan memasang CCTV di sejumlah titik lokasi parkir sehingga apa bila terjadi pemungutan parkir di area wisata, maka akan mudah untuk penindakannya. Tak hanya itu, jika memang terjadi pungutan parkir di luar yang sudah diatur, maka ini akan menjadi urusan Saber Pungli dalam penindakannya.

"Dan kami pun sudah berkordinasi tentang hal ini dengan Saber Pungli Kabupaten Pangandaran," tegasnya.(hiek)

Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Mangunjaya, Dirawat Di Puskesmas

PANGANDARANNEWS.COM ,-  Puluhan siswa-siswi SMA 1 Negeri Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, padati ruangan UKS karena diduga mengalami sakit akibat keracunan. (19/07)

Kejadian ini menurut beberapa saksi saat 430 siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah  (MPLS), dan dari seluruh siswa tersebut 52 siswa di SMA N 1 Mangunjaya kamis Ada sekitar 52 siswa   mengalami sakit dan terpqksa harus dirawat oleh tenaga medis.

Seperti disampaikan orang tua siswa Endang Suardzo (61), kejadian ini  berawal dari kegiatan orientasi sekolah selama dua (kamis- jumat) dengan salah satu kegiatan menjelajah yang dilanjutkan dengan acara makan siang nasi boks sekitar jam 12.00 WIB.

Awalnya Endang menyebut, anaknya tidak merasakan apa-apa, namun pada hari jumat anaknya mengaku merasa mual dan muntah muntah.

"Saya membawa anak saya ke Puskesmas Mangunjaya, namun ternya di puskesmas sudah penuh oleh siswa yang mengalami sakit yang sama," terang Endang.

Mengetahui bukan anaknya saja yang mengalmi mual-mual, Endang dengan sejumlah siswa lainnya membawa anaknya untuk dirawat  di ruanngan  sekolah dengan didampingi tim medis.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 1 MangunjayaTeti Gumiati membenarkan, puluhan siswanya yang sedang mengikuti MPLS.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf, karena kejadian yang menimpa sejumlah siswa yang sedang mengikuti MPLS ini membuat khawatir orang tua siswa dan menjadi berita ramai di masyarakat.

Setelah mengetahui puluhan siswanya terganggu kesehatannya, Teti mengaku ia pun langsung berkordinasi dengan pihak kesehatan dan direspon dengan menurunkan sejumlah tenaga medis.

Namun dalam kepada sejumlah wartawan Teti menyangkal, penyebab puluhan siswa terganggu kesehatannya akibat keracunan makanan.

Menurutnya, penyebabnya karena diketahui siswanya ada yang tidak sarapan pagi sebelum ke sekolah dan mempunyai penyakit lambung.

"Dan ini sekaligus saya meluruskan, kejadian ini bukan karena keracunan," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Di tempat Kepala Puskesmas Mangunjaya, Suharyanto membenarkan kejadian tersebut dan menurutnya ini termasuk kejadian luar biasa

Suharyanto mengatakan, sejak mendengar informasi kejadin tersebut pihaknya pun sigap bereaksi dengan langsung menurunkan petugas medis ke lokasi.

Ia menjelaskan, saat ini 18 siswa dirawat di Puskesmas Mangunjaya, 19 siswa lainnya dirawat di SMAN 1 Mangunjaya, Puskesma Padaherang 6 siswa, Klinik Cahaya Medika 4 siswa, Klinik Sultan 3 siswa dan di Klinik Mitra Sehat 2 siswa.

Tempat siswa dirawat ini, kata Suharyanto, diusahakan tergantung dimana tempat tinggal siswa yang berdekatan dengan pusat kesehatan dan tujuannya agar cepat dalam menanggulanginya.

"Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada seorang siswa pun yang harus di rujuk ke RSU," katanya. (Tn)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN