KPU PANGANDARAN TETAPKAN JUMLAH DUKUNGAN MINIMAL BAGI CALON PERSEORANGAN PADA PILKADA 2020

PANGANDARANNEWS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, menetapkan dan mengumumkan jumlah dukungan minimal bagi calon perseorangan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 nanti, menurut ketentuan PKPU No.3 Tahun 2017 Tentang Pencalonan pada Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur,Bupati Wakil Bupati dan Walikota Wakil Walikota, bagi Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk termuat dalam DPT 250 sampai 500, jumlah dukungan minimal 8,5 persen dari jumlah penduduk yang termuat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu terakhir.

Sepeti dikatakan Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, sesuai ketentuan itu untuk Kabupaten Pangandaran sendiri, dengan jumlah pemilih dalam DPT pemilu terakhir sebanyak  320.118 orang, harus mempunyai dukungan 8,5 persen dari total jumlah DPT tersebut.

Dikatakan Muhtadin, jika dikalikan dengan jumlah pemilih dalam DPT, maka untuk dukungan minimal calon perseorangan, akan diperoleh angka 27.211 orang dengan pembagian desimal ditarik ke atas sesuai PKPU.

"Dan untuk persebarannya per kecamatannya, harus memenuhi minimal lebih dari 50 persen dari total kecamatan di kabupaten Pangandaran," jelasnya.(3/11)

Lebih jauh Muhtadin mengatakan, dikarenakan Kabupaten Pangandaran ada 10 Kecamatan, maka lebih dari 50 persen dari 10 adalah 6 kecamatan, sehingga untuk persebaran dukungan calon perseorangan di daerah ini harus ada di minimal 6 Kecamatan.

Penetapan dan pengumuman ini, kata Muhtadin, telah dilakukan dalam rapat pleno yang dihadiri seluruh anggota KPU dan para pejabat terkait di lingkungan penyelenggara pemilu Kabupaten Pangandaran, hari senin kemarin.(2/11). Dan hasilnya ini sudah diteruskan kepada seluruh partai politik dan pemerintah serta media massa untuk disebarluaskan kepada masyarakat, agar diketahui dan dipahami.

Muhtadin menambahkan, sementara untuk formulir  surat pernyataan dukungan masing-masing pendukung yang ditenpel dengan foto kopi KTP elektronik atau Surat Keterangan (Model B-1 KWK Perseorangan) dapat diunduh di https://kab-pangandaran.kpu.go.id.

"Kami sangat berharap dengan dimulainya tahapan dalam penetapan dan penandatanganan berita acara tersebut, maka semua pihak terkait sudah bersiap-siap, untuk menyukseskan pesta demokrasi di Kabupaten Pangandaran dalam rangka memilih kepala daerah," ujarnya. (ANTON AS)

HARI INI 68 DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN LAKSANAKAN PILKADES SERENTAK

PANGANDARAN NEWS-Sebanyak 68 dari 93 jumlah desa di 10 kecamatan Kabupaten Pangandaran, hari ini (30/11) ak melaksanakan Pilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.
Menurut Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda, Kapolres dan Dandim Ciamis, dalam pantauannya, mengatakan, secara umum penyelenggaraan pilkades serentak tahun 2019 berjalan aman dan lancar. Dan 239 seluruh jumlah calon kepala desa yang berlaga pada pilkades serentak ini, sudah siap menerima kemenangan juga kekalahan.

“Kami berharap kepala desa terpilih nanti mendapat dukungan dari calon yang tidak terpilih, “ungkapnya, kepada PNews, saat memantau langsung jalannya Pilkades Wonoharjo.

Kepada seluruh calon, bupati juga berpesan agar bisa menghormati proses pilkades ini serta menyerahkan sepenuhnya pada panitia di tiap-tiap desa. Juga setelah proses pilkades ini berlangsung tidak ada persoalan apa pun di kemudian hari.

“Dalam pemilihan pasti ada yang kalah dan menang, kita serahkan sepenuhnya pada Allah SWT, “kata bupati lagi.

Seperti diketahui, ada 1.835 desa di Jawa Barat yang tahun melaksanakan pilkades serentak, yang dilaksanakan mulai bulan oktober 2019 hingga april 2020. Waktu pelaksanaannya tiap-tiap kabupaten pun berbeda, seperti di Kabupaten Tasikmalaya (211 desa) 24 Oktober, Kabupaten Bandung (199) 26 Oktober dan Kota Banjar (11 desa) 31 Oktober 2019. Kemudian Majalengka (141 desa) pada 2 November, Kabupaten Bogor (373 desa) pada 3 November, Garut (125 desa) pada 5 November, Kabupaten Cirebon (184 desa) pada 9 November, Kabupaten Sukabumi (240 desa) pada 17 November, Pangandaran (68 desa) pada 30 November, Bandung Barat (45 desa) pada 24 November dan kabupaten Kuningan pada 3 November. (PNews-net)

DESA TARUNAJAYA BERDAYAKAN MASYARAKAT UNTUK OPTIMALISASI SDM DAN SDA

TASIKNEWS-Pemberdayaan potensi yang ada  di daerah baik Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang dikelola  secara propesional dan proposional, menjadi terobosan untuk menuju kemandirian desa. Untuk itu yang terpenting alah satunya dengan optimalisasi aset potensi daerah yang dilakukan secara sungguh-sungguh dapat meningkatkan akselerasi perekonomian di masyarakat.

Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, dengan kekayaan sumber air melimpah yang dimiliki dan sarana irigasi bendungan Leuwisapi selama telah mampu dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari disamping keperluan pertanian dan perikanan.

Seperti dikatakan Kaur Perencanaan Desa Tarunajaya, Heri Nurjaman, di daerahnya terdapat banyak kolam ikan karena air dari irigasi sangat melimpah  dan warga pun memanfaatkan sumber daya alam  tersebut untuk perikanan dan pertanian. Smentara Pemdesa memanfaatkan potensi tersebut dengan memberdayakan warga melalui beragam pelatihan.

"Seperti belum lama ini kami memfasilitasi warga dengan melaksanakan pelatihan komoditi budidaya ikan dan tentunya ini akan penambahan ilmu baru bagi warga dalam pembudidayaan ikan", paparnya.(28/11)

Bukan hanya optimalisasi potensi sumber daya alam kolam ikan saja, kata Heri, dalam membantu peningkatan perekonomian warga khusus bagi Ibu-ibu PKK, desa juga telah memfasilitasi pelatihan keterampilan memasak dan membuat kerjinan antaran yang biasa digunakan dalam pernikahan.
Heri yang ditemui PNews di ruang kerjanya, juga mengatakan, pelatihan keterampilan Ibu-Ibu PKK dan Posyandu  bersamaan dengan sosialisasi pencegahan stunting yang digelar di desa belum lama ini, hingga saat ini masih tetap akan berlanjut. Materi pelatihan keterampilan paketan dalam acara pernikahan, seperti pelatihan tata rias.

“Rencana kedepan, pemerintah desa akan mengagendakannya disamping diadakan pelatihan daur ulang sampah yang akan di ikuti seluruh RT, “jelas Heri.

Dan kedepan nya, saat desa ataupun warga ada yang membutuhkan untuk acara pernikahan, kata Heri, tidak harus memesan keluar daerah, karena semuanya sudah dipersiapkan.

Heri menambahkan, dalam setiap kegiatan pelatihan Bumdes juga ikut berperan, seperti dalam percetakan sablon baju dan pengadaan buku pelatihan. Dan dalam kegiatan tersebut desa pun selalu menyelipkan unsur edukasi pada Ibu -ibu PKK dan Posyandu dengan membagikan botol minuman, tempat makanan dan tas yang terbuat dari kain. Hal ini bertujuan untuk membudayakan masyarakat agar mengurangi limbah industri rumah tangga, sampah plastik.

“Dengan pembagian tas dari kain, ibu - ibu tidak perlu lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja", pungkas Heri. (RUSDIANTO-UDI RUSTANDI)

KOPI GEULEYEUNG UYO, ALTERNATIF MINUM KOPI TEPI JALAN DIMINATI SEMUA KALANGAN

TASIKNEWS-Bagi sebagian orang banyak yang bisa dilakukan untuk menciptakan lapangan usaha, paling tidak untuk bisa tetap bertahan memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. 

Seperti yang dilakukan Waluyo, ia yang akrab dipanggil Uyo, setiap malam mangkal di Jalan HZ. Mustofa, untuk berjualan kopi dan makanan ringan tahu goreng.

Ada yang unik dari cara berjualannya, dengan sedikit memodifikasi vespa scuternya, Uyo mencoba menawarkan minuman kopi lokal yang sekarang sedang diminati semua kalangan masyarakat, terutama remaja milenial.

“Mungkin ada kedekatan antara komunitas vespa dan minuman kopi, sehingga selain bisa menikmati segelas kopi hangat juga bisa menjalin keakraban satu dengan lainnya, terang Uyo.(29/11)

Uyo dengan kopi geuleyeung yang digagasnya, mungkin menjadi sebuah alternatif lain di saat dunia usaha belakangan ini lesu. Ia mencoba menawarkan idiom baru cara minum kopi sambil nongkrong dalam obrolan ringan pinggir jalan.

Dan ini berhasil, karena setiap harinya  kopi geuleyeung milik Uyo ternyata tak pernah sepi pembeli. Konsep yang ia tampilkan telah menarik minat pencinta kopi untuk mampir dan “berkopi ria” di sela-sela obrolan dan canda ringan.

“Selain kopi, saya juga menyediakan makanan ringan seperti tahu gejrot, “teranya.(ANWARWALUYO)



TMPD PANGANDARAN RAIH PENGHARGAAN TERBAIK SE JAWA BARAT, BUKTI KESERIUSAN PEMDA PADA DUNIA PENDIDIKAN

PANGANDARAN NEWS-Ini bisa menjadi bukti keseriusan Pemkab Pangandaran dalam meningkatan dan pelayanan di dunia pendidikan, karena Team Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD)  Pangandaran berhasil mendapatkan perhargaan terbaik se-Provinsi Jawa barat, melalui LPMP Jabar.

Demikian disampaikan Kepala Dunas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Surman, saat diwawancarai PNews di ruang kerjanya. (29/11).

Dikatakan Surman, ini berkat kerja keras semua, baik pemda, masyarakat dan stakeholder lainnya, sehingga sampai tahun 2019 ini hampir 500 ruang belajar telah direhab dan sekitar 50 ruang belajar telah dibangun.

Bukan hanya itu, lebih dari 55 ribu anak tingkat SD sampai perguruan tinggi dibantu melalui program Pangandaran Hebat dan sekitar 2000 orang tenaga guru honorer dan tenaga kependidikan setiap tahunnya mendapat bantuan pemda, “kata Surman.

Tak hanya sektor pendidikan, Pemkab Pangandaran hingga tahun ini sudah 13 puskesmas mewah bahkan pada awal tahun 2020 nanti,  RSUD terbesar sepriangan timur sudah bisa dinikmati seluruh masyarakat.

Perbaikan di bidang infrastruktur pun, pemda  sudah dari 500 km sekitar 95% dibangun  dengan Hotmix dan beton, begitu juga dengan penataan kawasan wisata sekaligus dilakukan pengembangan destinasi baru.

“Apakah sudah cukup.? tentu jawabannya balum, "tegas  surman.

Layanan kesehatan dan pendidikan yang bermutu serta  layanan-layanan lainnya masih bisa dioptimalkan, oleh karena itu pemerataan kesejahteraan sekaligus peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadikan pekerjaan rumah bersama.

Surman juga menyampaikan terima kasih pada rekan-rekan guru, kepala sekolah, pengawas dan tenaga kependidikan lainnya, karena tidak lelahnya terus berinovasi dan bersama-sama meningkatkan kwalitas layanan pendidikan yang pada gilirannya berujung pada peningkatan SDM yang handal, cerdas dan berkarakter.

“Saya sangat optimis dengan kebulatan tekad dan kerja keras bersama, kabupaten Pangandaran akan jauh lebih hebat dan Jabar tetap Juara. "tegas Surman. (ANTON AS)

KERTAYASA BERHASIL RAIH JUARA LOMBA DESA WISATA NUSANTARA TAHUN 2019

PANGANDARANNEWS-Berdasarkan putusan  nomer 849 /PMD.03.03/X/2018, Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, akhirnya Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabpaten Pangandaran berhasil meraih peringkat I pada lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2019 yang dilaksanakan sejak tanggal 7 hingga 26 Oktober di ruang rapat lantai dua gedung B Ditjen PMD kementrian desa PDT dan Transmigrasi di Jakarta.

Dengan perolehan katagori maju dan skor penilaian 1.158, Desa Kertayasa mampu bersaing dengan desa lainnya, disusul pada urutan kedua, Desa Sukalaksana Kabupaten Garut jabar, dengan katagori maju, berhasil meraih skor 1.139. Sementara untuk urutan ketiga, dengan katagoru maju berhasil diraih Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dengan nilai skor 1.135.

Menurut Kepala mantan Desa Kertayasa, Rohman, (sekarang dihabat Plt), latar belakang dan dasar-dasar Desa Wisata Kertayasa tercantum pada  SK Bupati Pangandaran no : 270/2018.

Pada tahun 2018 lalu Desa Kertayasa pun mendapat bantuan SANPRAS untuk destinasi wisata sebesar Rp 500 juta dari Kemendes PDT yang dilokasikan di Dermaga Palatar.

“Masih di tahun itu desa kami juga mengikuti lomba desa tingkat provinsi dan berhasil meriah peringkat 2. “kata Rohman, saat diwawancarai di komplek Grand Anyone Kertayasa Cijulang (27/11)

Rohman menambahkan, ia bersukur karena selama kepemimpinannya berhasil merealisasikan misi masyarakat untuk mewujudkan menjadi desa wisata berkelas dunia.

“Kami tidak puas sampai disini, karena masih banyak yang perlu dibenahi untuk kemajuan masyarakat desa."Ungkap  Rohman (ANTON AS)

EKSPLOR KEAHLIAN IBU-IBU, UNTUK PERTAMA KALINYA PKK MANDALAMEKAR GELAR KEGIATAN LOMBA MASAK

TASIKPNEWS-Untuk pertama kalinya Ibu-ibu yang bergabung Tim PKK Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya mengadakan lomba masak, yang di gelar di halaman kantor desa. (28/11)

Menurut Sekretaris Desa Mandalamekar, Priat Sukmana, ini kali pertama ada lomba masak di Kecamatan Jatiwaras.

“Kegiatan ini ternyata mendapat respon baik dari Ibu-ibu PKK dan masayarakat lainnya, “ungkap Priat.

Idenya sendiri, kata Priat, murni gagasan ibu-ibu dalam rangka mengisi kegiatan PKK serta melatih keterampian ibu-ibu dalam mengolah berbagai masakan yang biasa dikerjakan sehari-hari di rumah masing-masing.

"Dan saya pikir kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain menjadi ajang kreativitas juga bisa untuk mengeksplor keahlian ibu-ibu khususnya di bidangan olahan kuliner, “imbuh Priat.
( RUSDIANTO )

KUA KALIPUCANG SERAHKAN HASIL KALIBRASI ARAH KIBLAT 246 TEMPAT IBADAH DAN TPU

PANGANDARANNEWS-Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalipucang, Drs. H. Ma’muri menyerahkan data dan dokumentasi hasil pengukuran (kalibrasi) arah kiblat kepada Kepala Sekai Bimbingan Masyarakat Islam (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, H. Komar ismail, MM. Penyerahan dokumen itu sebagai bukti telah selesainya kalibrasi di setiap tempat ibadah yang ada di Kecamatan Kalipucang.

Menurut Ma’muri, KUA Kecamatan Kalipucang telah mengkalibrasi di 313 lokasi, diantaranya masjid, mushola serta tempat pemakaman umum. Jumlah yang sudah dikalibrasi berada di 67 lokasi, diantaranya Tempat Pemakaman Umun (TPU) dan 246 Masjid dan Mushola baik itu yang ada di tempat umum seperti sekolah dan SPBU, rumah makan yang telah memiliki ijin oprasional maupun yang belum memiliki.

“Dari 313 titik lokasi yang dikalibrasi dikerjakan selama kurun waktu 10 bulan dari target awal 4 bulan, “ujarnya, disela-sela kegiatan rapat dinas Kepala KUA se-kabupaten. (21/11)

Kalibrasi ini,kata Ma’muri, merupakan salah satu inovasi dari KUA di tiap Kecamatan, dan diharapkan dengan inovasi ini bisa menopang sesuai dengan visi misi Kabupaten Pangandaran menjadi daerah wisata dunia, dan ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Kemenag mendukung kepada masyarakat setempat atau atau wisatawan mancanegara yang datang ke Pangandaran, khususnya yang akan melaksanakan ibada shalat.

Ma’muri menambahkan, dalam menunaikan sholat perlu ada satu kepastian petunjuk arah kiblat  yang jelas, karena menghadap kiblat merupakan syarat sah dalam shalat kecuali dalam kondisi mudarat.

“Alhamdulilah respon masyarakat dan ulama sangat baik, karena memang merupakan satu amalan yang pertama kali dihisab, ketika ibadah solat diterima insyaaloh seluruh amalpun diterima dan tempat arah kiblat solatpun harus sesuai dengan aturan syariat” jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Ma’muri, walau pun tidak terlalu jauh, sekitar 7-10 derajat, banyak arah kiblat tempat ibadah yang tidak sesuai, dan untuk TPU ketidaktetapannya kurang lebih 25 derajat.  (ANTON AS)

DUA SURFER ASAL PANGANDARAN AKAN BERLAGA DI SEA GAMES FILIPINA 2019

PANGANDARANNEWS-Dua atlit Surfing asal Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Nurhidayat Arif, dan Permana Dean, akan berlangga di ajang sea game tahun ini di Filipina.

Menurut salah seorang anggota komunitas surfing Batukaras, Fauzi Algifari, ia meminta dukungan dan doanya dari seluruh masyarakat Kabupaten pangandaran, agar kedua atlet putra daerah ini dapat mengharumkan nama Pangandaran di kancah internasional, khususnya dalam cabang olahraga surfing.

“Dengan segala kerendahan hati, kami mohon dukungan dan doa’ mudah-mudahan kedua surfer kita, Nurhidayat Arif dan Permana Dean, bisa menorehkan prestasi yang bisa membuat kita bangga, “ucap Fauzy, lewat whatsAppnya.  (PNews)

TIM MONEV KARANGNUNGGAL TINJAU PEMBANGUNAN JALAN DI DESA CIBATU

TASIKNEWS-Tujuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) merupakan proses yang meliputi perumusan, dan pembangunan suatu sistem, pelaksanaaan, pemantauan, pengumpulan data dan pelaporan pekerjaan yang telah dilakukan.

Demikian disamoaikan Camat Karngnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Asep M Dahliana, STP., MM, kepada PNews, saat ditemui di sela-sela kesibukan monev di Desa Cibatu.(27/11)

“Dalam hal ini monev pada pembangunan yang bersumber dari Dana Desa tahap II tahun 2019, “ungkapnya.

Dikatakan Asep, saat tim sedang fokus mengevaluasi dan mengecek pembangunan hasil pekerjaan yang meliputi kualitas dan volume empat lajur jalan rabat beton di Desa Cibatu, apakah kegiatan di lapangan telah sesuai dengan RAB atau perencanaan awal.

Monev ini selain dipimpin langsung camat, katanya, juga didampingi Kapolsek Karangnunggal, AKP H Asep Ishak,  S.,IP, Babinkamtibmas, Babinsa, Kasi PMD, pendamping, Pemdes dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa.

Dan dari pemeriksaan satu persatu pembangunan empat lajur jalan tersebut, lanjut Asep, tim menilai cukup baik dan memenuhi standar kwalitas yang ditentukan dan volumenya pun sesuai dengan perencanaan awal, bahkan ada pengembangannya.

“Walaupun dalam hasil pengecekan di lapangan sudah memenuhi standar yang ditentukan, tim berharap pembangunan kedepan tetap harus lebih ditingkatkan dan berpedoman pada aturan yang diberlakukan. “tegasnya.

Sementara pihak Pemdes yang diwakili Ketua BPD Cibatu, mengucapkan terima kasih atas arahan dan koreksi yang telah dilakukan tim monev yang sudah turun langsung ke lapangan untuk mencek
langsung kegiatan pembangunan di Desa Cibatu.

“Semua arahan dan petunjuk tim tentu akan kami perhatikan dan menjadi pedoman, dan ini tentunya demi kemajuan dan kepercayaan masyarakat. “ujarnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AGUNG AL-HASAN KARANGNUNGGAL GELAR EVALUASI DAN LAPORAN KEUANGAN

TASIKNEWS-Beberapa waktu lalu tokoh masyarakat dan agama berkumpul bersama muspika, para kepala desa, LSM, dan masyarkatlainnya, di gedung da’wah Karangnunggal untuk membentuk Panitia Pembangunan Masjid Besar Al-Hasan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, S.Tp., MM, menyampaikan arahannya serta berpesan, untuk mencapai target perlu adanya peningkatan, seperti koordinasi dengan pihak pemerintahan desa pemegang wilayah sehingga mendapat dorongan penuh dari mereka.

“Dan koordinasi dengan para agnia pun agar lebih ditingkatkan lagi, “ungkap Asep.(26/11)

Sementara dalam laporan keuangan hasil infaq dan sodaqoh melalui kupon dan sumbangan dari para agnia, menurut laporan yang dibacakan Ketua Panitia, H. Didi, S.Ag, hingga bulan nopember 2019 ini sudah mencapai 71,4 %.

"Alhamdulillah untuk sisa utang pembelian tanah sudah lunas bahkan tersisa saldo Rp. 107 juta lebih, kami berharap 14 desa yang persentasenya masih kurang dari 50% bisa lebih ditingkatkan lagi, “kata Didi.

Didi mengatakan, seluruh kepengurusan dalam panitia pembangunan Masjid Besar Al-Hasan, memberikan aprasiasi sebesar-besarnya kepada dua Desa yang persentasenya lebih dari 100%, yakni Desa Karangnunggal dan Cidadap.

“Tidak lupa kami juga  sangat  mengapresiasi instistusi Kepolisian Sektor Karangnunggal dengan pimpinannya AKP H. Asep Ishak, S.Ip  dan H. Ayub, pengusaha beras yang sama-sama telah menyumbang 100 sak semen, “imbuh Didi.

Dalam evaluasi dan laporan panitia pembangunan Masjid Besar Al-Hasan, panitia pun memberi kesempatan pada masyarakat yang hadir  untuk menyampaikan saran, masukan bahkan keritikan, agar panitia bisa bekerja lebih hati-hati, teliti, dan lebih transparan.

“Setelah semua pihak sepakatan, marikita tutup pertemuan ini  dengan do'a dan tasiah yang bertujuan untuk memberi semangat dan motivasi kembali dalam mewujudkan target penyelesaian pembangunan masjid besar kita ini, “ ucap sekretaris pembangunan, Dede Sulaeman, S.Ag. (ANWARWALUYO-JAJANG)

DALAM BABAD SUKAPURA, LINGGASARI PERNAH JADI PENDOPO UMBUL SUKAPURA BIHARI

TASIKNEWS-Sukakerta nama yang sudah tidak asing ditelinga, daerah yang menjadi sentra produksi buah manggis dan durian di Kecamatan Jatiwaras, secara histori memiliki magnet yang sangat kuat dalam sejarah perjalanan pembentukan pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya sekarang.

Jauh sebelum menjadi Kabupaten Tasikmalaya ada, dahulu di  masa dimana pemerintahan pernah berpusat di Sukakerta, dari Galunggung ke Sukakerta, dari Rumantak, Sariwangi pindah ke Dayeuh Tengah yang kini secara administratif masuk Kecamatan Jatiwaras. Dan salah satu daerah lagi yang tidak banyak diketahui umum namun juga pernah tercatat dalam sejarah Sukapura, yakni Linggasari.
Pada masa itu, konon pusat pemerintahan dikendalikan dikampung tersebut, salah satu lokasi bekas kantor ( pendopo) para umbul (petinggi) pemerintahan Kabupaten Sukapura saat itu, kini ditempati  keluarga Momon Aji sukmara

"Menurut cerita, katanya sempat terjadi perubahan status di pemerintahan Kabupatian Sukapura, dari status Kawedanaan berubah menjadi Kecamatan dan camat pertamanya Raden Indrapraja VI ", papar Momon, mengawali ceritanya pada PNews.(26/11)

Masih cerita Momon, selanjutnya pemerintahan Kabupatian Sukapura berpindah ke Sukaraja, tepatnya di Leuwiloa lalu berpindah lagi ke Empang di Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja. Pada saat berkantor di Linggasari, pusat pemerintahan Kabupatian Sukapura berlokasi di Dayeuh Tengah Desa Kaputihan (dulu masuk wilayah Kecamatan Salopa, setelah terjadi pamekaran Dayeuh Tengah sekarang ini masuk Desa Setiawangi Kecamatan Jatiwaras).

" Lokasi yang ditempati bangunan rumah  ini dulunya bekas pendopo para umbul, " ungkapnya.

Di Dayeuh tengah,tepatnya kini berdiri lembaga  pendidikan MAN Setiawangi, dan tak jauh dari lokasi tersebut terdapat situs makam petinggi pemerintahan bihari, Raden Wirahadikusumah (Entol Wiraha).

Linggsari sendiri mengandung makna, Lingga bermakna ciri dan Sari  arti pokok /bibit. Dilihat dari nama yang disematkan. Dari sejarah yang ada di sana mungkin bisa dipastikan kalau pusat Pemerintahan Kabupatian Sukapura kali pertama berkantor di Linggasari.

Dikatakan Momon Azis Sukmara (48), kabarnya di Sukakerta ada masa pergantian status kepemerintahan dari yang asalnya berbentuk kabupatian hingga berubah menjadi kawedanaan, dan tidak lama kemudian berubah menjadi kecamatan.

"Linggasari statusnya pernah menjadi kecamatan, dan camat yang pertama  memerintahnya, Raden Indrapraja IV, "ungkap Momon lagi.

Di daerah Linggasari sendiri, lanjutnya, ada banyak sejarah yang belum terungkap, salah satunya sejarah Raden Jaya Somantri atau yang dikenal dengan sebutan Eyang Dalema Luhur.
Tidak banyak yang tahu alur sejarah yang sebenarnya, namun banyak orang yang penasaran menelusurinya, seperti apa kaitannya dengan Sukapura-Sukakerta.

Tapi menurut cerita para orang tua dulu, konon Raden Jaya Somantri berasal dari tatar jawa, bukan orang pribumi asli, makamnya pun hanya berupa ciri pohon angsana,  kabarnya sudah ada sebelum masa terbentuknya Kabupatian Sukapura.

"Tapi kalau dilihat dari gelar dan nama yang disandangnya kemungkinan leluhurnya masih keturunana dari sini", pungkas Momon.  (RUSDIANTO)

PORSI APBD TAHUN 2020 PEMKAB PANGANDARAN MASIH FOKUS PADA PERBAIKAN INFRASTRUKTUR

PANGANDARAN NEWS-Usai mengikuti Rapat Paripurna Penetapan Persetujuan DPRD Trehadap Rencana Peraturan Daerah tentang APBD tahun anggaran 2020 menjadi perda, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata,kepada beberapa awak media menyampaikan terkait RAPBD tahun 2020. Menurutnya, APBD tahun 2020 hampir sama dengan tahun 2019, masih fokus pada perbaikan infrastruktur, penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), layanan pendidikan, kesehatan dan penataan pariwisata.

“Diperkirakan anggaran kita berkurang Rp 100 milyar, karena masih harus menyelesaikan RSUD dan anggaran pilkada, :terangnya.(26/11)

Tapi untuk perbaikan infrastruktur sendiri, ia optimis akan selesai 99,99 % pada anggaran tahun depan, dan hanya akan menyisakan 0,01% kekurangannya.

Buka hanya jalan kabupaten saja yang akan diperbaiki, tapi, kata Jeje, jalan-jalan di desa yang mempunyai nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat, tetap akan mendpat porsi anggaran perbaikan.

“Penyusunan APBD ini merupakan yangterakhir dalam kepemimpinan saya dan pa haji Adang, “ungkapnya.

Dikatakan Jeje, untuk APBD tahun 2020 nanti, perbaikan infrastruktur masih mendapat porsi paling besar, sekitar Rp 300 milyar lebih.

Jeje mengakui, jika masuk pada pembahasan anggaran, merupakan saat-saat yang membuatnya pusing, karena harus bijak dalam menyikapi berbagai tuntutan yang belum berbanding lurus dengan keadaan keuangan daerah.

Kahayang loba tapi duitna saeutik...(keinginan banyak tapi keadaan uang sedikit-red), “kelakar Jeje.

Sementara saat dimintai komentarnya, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengatakan, fokus DPRD tetap pada capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, beban kerja dan anggaran pemda dan DPRD lebih berat, karena kegiatan yang seharusnya dilaksanakan selama 5 tahun, karena harus mengikuti ketentuan harus dilaksanakan 4 tahun saja.

“Sesuai ketentuan tahun besok kita akan mengikuti pilkada serentak, “kata Asep.

Tentunya dengan waktu tersebut pemda dan DPRD harus berpacu bagaimana caranya membuat skala perioritas program kebijakan, efisiensi anggaran dan sebagainya, terutama pada pencapaian visi-misi.

Disoal kebijakan anggaran untuk mobil dinas, Asep mengatakan, walau jumlah anggarannya tidak terlalu besar, sekitar Rp 600 juta, tapi mudah-mudahan ini bisa menjadi proses pembelajaran politik  anggaran terutama dan dalam mendukung skala perioritas.

“Toh mobil yang ada sekarang walau pun mobil buatan tahun 2014, tapi masih layak dan bagus, “ungkapnya.

Dan anggaran untuk pembeilan mobil ini diharap bisa dialihkan untuk mendorong pembangunan inprastruktur yang tidak tersentuh APBD tahun ini, penanggulangan kemiskinan dan lain-lain.
Asep menambahkan, anggaran tahun ini mengalamai devisit sebesar Rp 77 milyar, tentu ini akan ditutup dengan belanja daerah, dan menurutnya, itu sangatrasional. Karena di dalamnya juga terkait pembiayaa untuk penyertaan BUMD BPR dan PDAM.

“Dalam pembiayaan daerah ini yang terepenting bagaimana pemda bisa efektif dan ekonomis dalam mengambil sikap karena yang digunakan merupakan uang rakyat, “pungkasnya. (ANTON AS)

TIM GABUNGAN DAKJAR BNN DAN BNNP JABAR BERHASIL RINGKUS PENGEDAR NARKOTIKA DI KOTA TASIK

TASIKNEWS-Tim gabungan Dakjar BNN RI dan BNNP Jabar pada hari selasa kemarin (26/11) sekitar pukul 14.45 Wib berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang jenis PCC, dari pengedar jaringan Joni cs, yang memproduksi barang-barang haram tersebut di sekitar pemukiman warga di Jl. Syech Abdul Muhyi Rt 4/8, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, dengan menyamar sebagai tempat pembuatan sumpit dan tusuk sate.

Dari keterangan informasi di lapangan, menurut warga sekitar tempat ditangkapnya tersangka tersebut, sudah lama mengetahui merupakan pabrik pembuatan tusuk sate dan sumpit.

Sementara ari hasil penagkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 1orang yang diduga tersangka bernama Muhamad Djoko Pamungkas (Joko) merupakan penjaga pabrik, beserta beberapa barang bukti, antara lain, PCC Siap edar, PCC Siap Cetak, bahan bahan pembuat PCC (masih dalam tahap penghitungan),7 mesin cetakan obat dan Logo, 1 Oven (pemanas) dan bahan baku obat.

Dari identitas yang didapati petugas, tersangka Joko, kelahiran 30 juni 1995 di Bekasi, dan sekarang beralamat di Binangun Rt 02/04 Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Dan hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penangkapan pengedar narkotika tersebut. (MAMAT R)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN