MIRIS, SISWA SMP SATAP 2 CIPATUJAH BELAJAR DALAM RUANG KELAS MEMPRIHATINKAN

TASIK NEWS-Lembaga pendidikan (sekolah) tempat mencetak insan cerdas dan berhlak mulia sudah seharusnya berbanding lurus dengan sarana dan prasarananya, karena dalam proses belajar para peserta didik tidak boleh ada rasa khawatir dan tidak nyaman.

Seperti kondisi bangunan SMP Satu Atap (satap) 2 yang ada di  Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, bangunan atapnya sudah banyak yang bocor dengan plafon yang  sudah banyak yang berjatuhan. Ditambah dinding yang sudah tak lagi menempel pada kayu bangunan, sehingga sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa siswa maupun guru, karena dengan kondisi seperti ini menyebabkan sekolah tak layak untuk tempat melaksanakan proses belajar mengajar.

“Bahkan jika turun hujan, siswa harus berpindah ruang kelas yang lebih layak sebab air dapat menggenangi ruang kelas tersebut, “terang Kepala Sekolah SMP Satu Atap 2 Cipatujah, Gunawan, S.Pd.(6/8)

Bahkan, kata Gunawan, parahnya lagi beberapa waktu lalu ada siswa yang pernah kejatuhan plafon atap ruang kelas, sehingga hingga sekarang pun baik guru mau pun siswa saat berada di ruang kelas selalu saja ada rasa kekhawatiran jika hal seperti itu terjadi lagi.

Gunawan menambahkan, ada tiga ruang kelas yang kondisinya sangat memperihatinkan, bahkan jika musim hujan tiba ketiga ruangan itu akan tergenang air. Jelas dengan kondisi sekolah yang sebagian bangunannya bahkan ada yang mau roboh, membuat semangat belajar siswa pun bisa menurun.

“Saya berharap Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan bisa segera memperbaiki kondisi ini, sehingga kami pun tidak selalu dibayangi kekhawatiran saat proses belajar berjalan, “imbuh Gunawan. (ANWAR WALUYO)

SD NEGRI MEKARSARI BERHARAP DAPAT BANTUAN REHAB RUANG BELAJAR SISWA

TASIK NEWS-Sejak berdirinya tahun 1981, SD Negri Mekarsari Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, kondisi bangunannya sudah memprihatinkan.

Menurut Kepala SDN Mekarsari, Upan Supandi, S.Pd, padahal kondisi ini sudah dilaporkan ke pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, namun hingga sekarang ada tanggapan.

“Saya sudah tiga kali mengajukan agar bisa mendapat bantuan rehab, tapi sampai sekarang belum ada jawaban, “ungkap Upan.(8/7)

Dengan lokasi sekolah yang terpencil dan jauh dari pusat pemerintahan, kata Upan, mungkin yang menjadi terlambat datangnya bantuan ke sekolahnya.

“Padahal ini penting untuk kenyamanan proses belajar siswa, “imbuh Upan. (JAJANG)

SD NEGERI BATULAWANG TEKANKAN PENDIDIKAN AHLAK PADA SISWANYA

TASIK NEWS-Sekolah bukan saja membuat murid menjadi pintar dalam menuntut ilmu saja, tapi pendidikan moral dan ahlak pun menjadi penting agar si anak berperilaku santun dan beretika baik.

Demikian dikatakan Kepala SD Negeri Batulawang Kecamatan Cialong Kabupaten Tasimalaya, Maman, S.Pd, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(8/7)
Menurut Maman, pendidikan ahlak perlu sungguh-sungguh dan lebih ditekankan pada setiap peserta didik karena semuanya penting dalam rangka membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Selain didikan langsung yang diterapkan setiap orant tua, sekolah pun punya tanggungjawab yang sama dalam membentuk karakter yang baik anak, “kata Maman.

Jadi, kata Maman, orangtua dan sekolah bisa bersama-sama menerapkan pendidikan moral pada anak, sehingga di kemudian hari bisa menjadi generasi pintar  dan beretika mulia.

“Kita harus sepakat, bahwa pendidikan baik secara intelektual atau berahlak mulia harus dimilki setiap anak,”pungkas Maman. (ANWAR WALUYO)

HAMPIR SETIAP PAGI DI JALUR KAWALU-CIBEUTI TERJADI KEMACETAN

TASIK NEWS-Kemacetan panjang di sepanjang jalan Kawalu hingga ke persimpangan Cicariang Kota Tasikmalaya, selalu terjadi terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi, dimana pada jam tersebut banyak pegawai dan anak sekolah yang berangkat baik ke tempat kerja atau pun ke  sekolah. 

Bukan hanya di jalur itu saja, kemacetan pun sering merambat hingga ke jalur Cibeuti, Pangaden dan dari barat ke arah kota, terlebih di simpul-simpul kemacetan itu tidak nampak petugas yang mengatur lalu-lintas.

Hal ini tentu dikeluhkan beberapa warga, karena akibat banyaknya angkot yang menunggu muatan di tepi jalan membuat jalan di kawasan itu semakin menyempit.

Menurut warga, ini terjadi akibat pada pagi hari volume kendaraan membludak, sementara ruas jalan menjadi sempit akibat angkot yang berhenti sembarangan menunggu muatan.

“Padahal Kawalu terletak di pinggir ota, tapi kemacetan persis seperti yangterjadi di kota-kota besar, “ungkapnya.(5/7) *ANWAR WALUYO*

TNI BERSAMA MASYARAKAT BAHU MEMBAHU BAGUN DESA CIKUPA

TASIK NEWS-Kemanunggalan TNI dan rakyat sudah dikenal pada masa-masa perjuangan dahulu, begitu juga pada era kemerdekaan seperti sekarang ini. TNI bersama rakyat di pedesaan saling bahumembahu untuk mengisi pembangunan di semua sektor.

Seperti yang ditunjukan Babinsa anggota Koramil Karangnunggal, bersama warga Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, bergotongroyong membangun tembok penahan tanah (TPT) sebagai wujud nyata karya baktinya.

“Dan merupakan bentuk pengabdian nyata kami pada masyarakat, “ungkap Babinsa Desa Cikupa, Sertu Mamat.(31/7)

Dikatakan Mamat, TNI harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat dan bersama-sama membangun desa, karena kehadiran TNI harus bisa menjadi solusi dalam kesulitan yang dihadapi rakyat.

Begitu juga, kata Mamat, dalam pembangunan yang dilaksanakan di pedesaan baik langung atau tidak TNI harus menjadi pendorong dan memmberikan semangat masyarakat untuk memajukan desa.

“Kami bersama pemerintahan Desa Cikupa punya tanggungjawab yang sama untuk mensejahterakan masyarakat. “kata Mamat. (ANWAR WALUYO)

BUPATI PANGANDARAN LANTIK 12 PEJABAT UNTUK MENGISI RSUD

PARIGI-Dalam rangka persiapan menjelang beroperasinya Ruma Sakit Umum Daerah (RSUD), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata melakukan pengambilan sumpah beberapa pejabat yang nantinya akan bekerja lingkup RSUD, yang digelar di aula Setda Kabupaten Pangandaran. (5/8/)
Usai melantik 12 pejabat yang nantinya akan bertugas di RSUD, dalam sambutannya, bupati menyampaikn, dengan progres pembangunan yang hampir selesai, maka pemda pun perlu segera mempersiapkan SDM yang akan mengelolanya.

“Target kami, pada Desember 2019 yang akan  datang pembangunan pisik akan selesai dan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2020 nanti,” kata bupati.

Selain menyiapkan SDM, kata bupati, pemda pun segera akan melengkapi sarana dan prasarana, sehingga bisa memberikan pelayan optimal pada masyarakat.

“Bila perlu kita akan melakukan studi banding ke rumah sakit yang bagus di bidang pelayanannya,” imbuh bupati.

Dan berikut daftar pejabat-pejabat di lingkup UPTD RSUD Pangandaran :

1. drg. Asep Kemal Pasha, Sp.KGA, M.M : Direktur UPTD RSUD Kab. Pangandaran
2. Sarlan, S.IP : Kabag Tata Usaha UPTD RSUD Kab. Pangandaran
3. H. Agus Maliana, S.Kep., Ners., M.M : Kabid Keperawatan UPTD RSUD Kab. Pangandaran
4. Yopi Maulana, S.STP., M.M : Kasubag Umum dan Kepegawaian UPTD RSUD
5. Ganjar Iskandar, S.KM : Kasubag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan UPTD RSUD
6. Taupik Hermanto, SKM : Kasubag Keuangan dan Aset UPTD RSUD
7. dr. Liza Octa Ferostina : Kasi Pelayanan Medis UPTS RSUD
8. Elis Rosita, AM. Keb : Kasi Pelayanan Penunjang Medis UPTD RSUD
9. dr. Hj. Titi Sutiamah : Kasi Gawat Darurat dan Intensif UPTD RSUD
10. Herdis Heryanto, S.Kep.Ners : Kasi Asuhan Keperawatan UPTD RSUD
11. Yeti Kusmiati, S.Kep., Ners : Kasi Penunjang Non Medis UPTD RSUD
12. Sonny Firmansyah, A.Md.Kep : Kasi Etika dan Mutu Keperawatan UPTD RSUD
(PNews)

UNJUK RASA APMPGW WARNAI PELANTIKAN 40 ANGGOTA DPRD PANGANDARAN

PARIGI-Acara pelantikan serta pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Kabupaten Pangandaran periode 2019-2024 hasil pemilu legislatif tahun 2018 lalu berlangsung digelar di Gedung Rapat Paripurna DPRD Pangandaran.(5/8)

Saat usai acara pelantikan ke 40 anggota DPRD tersebut, nampak di luar gedung sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pangandaran Goverment Watch (APMPGW), menggelar unjuk rasa.

Dalam orasinya, koordinator aksi unujuk rasa, Dudung Nurkhotim Sai’id, menyampaikan, agar seluruh anggota DPRD Pangandaran yang baru dilantik bisa melaksanakan janji-janjinya saat  kampanye beberapa waktu lalu.

“Kami menuntut seluruh anggota DPRD yang sekarang dilantik bisa bekerja secara maksimal untuk keentingan rakyat,” tegas Dudung.

Para waki rakyat ini, masih kata Dudung, harus berani menolak segala bentuk intervensi dari pihak  mana pun serta bekerja untuk kepentingan umum dengan tidak mementingkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan, karena seluruh masyarakat berharap melalui anggota DPRD bisa menyampaikan aspirasa terkait pembangunan di Kabupaten Pangandaran.

“Sebagai bukti keseriusan kami terkait tuntutan ini, seluruh anggota DPRD kami tuntut agar menandatangani fakta integritas,” tegasnya.

Sementara Pimpinan Sementara DPRD Pangandaran, Asep Noordin dan M. Taufiq, saat menemui peserta aksi menyampaikan apresiasinya serta menyampaikan, aksi ini pentig dalam rangka mengawal kemajuan Pangandaran ke depan.

 “Sebenarnya semangat dan keinginan anda sama dengan kami, karena memang seluruh anggota DPRD harus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Setelah beberapa perwakilan aksi melakukan negosiasi yang disusul penandatanganan  beberapa anggota DPRD Pangandaran pada fakta integritas yang tertera dalam bentangan spanduk, masa aksi akhirnya membubarkan diri. (PNews)

,

PEMBANGUNAN MUSHALA SDN 4 PANGANDARAN BUKTI PERAN SERTA MASARAKAT PADA DUNIA PENDIDIKAN

PANGANDARAN- Masyarakat dan peningkatan mutu sekolah merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan, karena salah satu prinsip yang ada dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) partisipasi/peran serta masyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah/pendidikan sangat dibutuhkan.

Dan peran serta masyarakat pada dunia pendidikan tersebut secara nyata ditunjukan warga Dusun Parapat Rw 03 Desa Pangandaran Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, dengan terlibat langsung dalam pembangunan mushala di SD Negeri 4 Pangandaran.


Tempat ibadat berukuran 7 x 7 meter yang diperuntukkan untuk para siswa dan guru ini dibangun murni atas prakarsa sekolah dan warga mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan, karena selain nantinya menjadi sarana ibadah juga sebagai sarana edukasi khususnya pendidikan agama.

"Untuk pembangunan musholla ini dengan biaya sekitar Rp. 30 juta lebih ini murni dari alumni dan para donatur lainnya. “terang Kepala SDN 4 Pangandaran, Yayan.(3/8)

Yayan menambahkan, biaya pembangunan ini sama sekali tanpa bantuan dari pemerintah, karena  mungkin tahun ini belum teranggarkan untuk pembangunan musholla.

Dan pembangunan ini, kata Yayan, selain diperoleh dari sumbangan warga, 30 persen bahan bangunan diambil dari  material bekas, seperi kayu dan genting sisa dari rehab beberapa ruang kelas beberapa waktu lalu.

yayan menambahkan, ketika ia memaparkan keinginannya untuk membanguna mushala pada warga, ternyata masyarakat menyambut antusias untuk ikut berpartisipasi.

“Dan warga pun secara sukarela ikut bergotong royong membantu saat pembangunannya. “imbuh Yayan. (HARIS F)


DESA CIKAPINIS TERUS TINGKATKAN FASILITAS DAN PELAYANAN PADA MASYARAKAT

TASIK NEWS-Pemerintahan Desa Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, terus optimalkan sarana bangunan kantor desa. Seperti yang dilakukan tahun ini, dengan anggaran dari bantuan proviinsi (Banprov) Jawa Barat sebesar Rp. 104,2 juta, diproyeksikan untuk penambahan ruangan pemerintahan desa.

Menurut ketua TPK, Asrul Saba, pembangunan ruangan dengan ukuran 3 x 21 meter ini dharapkan akan lebih mengoptimalkan pelayanan desa pada masyarakat.

“Selain peningkatan sarana dan fasilitas lainnya, pemerintahan desa juga harus bisa meningkatkan sumber daya manusianya,”ungkap Asrul.(2/8)

Kegiatan pembangunan di Desa Cikapinis, ata Asrul, dilaksanakan dengan transparan dan pembangunannya juga selalu melibatkan warga.

“Dan saya pun sangat bangga karena warga pun selalu menyambut antusias seluruh kegiatan yang ada di desa, “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

POLISI TANGKAP PELAKU PELEMPARAN BATU DI POS JAGA RUMAH MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN

PANGANDARAN-Pelaku teror pelemparan rumah kediaman Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti di Kabupaten Pangandaran, akhirnya terungkap setelah pihak Polri terus melacak dan berhasil menangkapnya.

Pelaku berinisial AS (38) yang sehari-hari berprofesi sebagai penjaga rental playstation pun pada hari jumat (2/8) sekitar pukul 14.00 berhasil diciduk pihak kepolisian di rumahnya Dusun Karangsari Rt 06 Rw 03 Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Menurut Petugas Inavis Polres Ciamis, AS ditangkap setelah aksi ketiga kalinya merusak pos jaga rumah Menteri Susi di jalan Merdeka dengan melakukan pelemparan batu.

warga Dusun Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran yang sehari-hari berprofesi sebagai penjaga rental playstation diduga mengalami sakit jiwa dan sering berhalusinasi.
Sementara menurut penuturan ibu pekaku, UM (66), sudah belasan tahun anaknya memang mengalami gangguan jiwa serta sering dirasuki mahluk halus dengan bisikan-bisikan gaib.

“Saya memang pernah membawanya ke orang pintar, namun secara medis anak saya belum pernah diperiksa, “ungkap UM.(2/8)

Sebelum kejadian pelemparan rumah Menteri KKP, UM mengatakan, pelaku juga pernah melempari rumah tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Tapi karena tetangganya sudah memaklumi kondisi AS, maka hal tersebut tidak dipersoalkan.

Kaka pelaku, ET (45) menambahkan, halusinasi yang sering merasuki adiknya ini, ia menganggap keluarga dan tetngga yang meninggal disebabkan santet, seperti yang pelaku tulis dalam akun facebook-nya, "Diandra Samudra", AS mennulis Menteri Susi sebagai pelaku santet.

Tapi, lanjut ET, ia tidak tahu dan tidak mengerti kenapa adiknya membenci Ibu Susi. Karena setahu ET adiknya tidak mengenal dekat dan tidak memiliki urusan pribadi dengan Ibu Menteri. “terang ET.
"Mungkin karena pengaruh berita-berita hoaks di internet, karena hampir setiap hari kerja AS hanya minum kopi, merokok dan main HP, “imbuhnya.

Salah seorang tetangga pelaku, Febi, membenarkan, AS memang selama ini dikenal tidak suka bergaul dan pribadinya sangat tertutup dan hanya denga beberapa orang saja sehari-harinya ia bicara.
Sebelum kerja di playstation, lanjut Febi, AS juga pernah kerja di sablon kaos milik saudaranya dan dengan teman satu pekerjaan pun memang AS tidak pernah banyak bicara, kalau waktu kerja selesai ia pun langsung pulang.

“Memang benar AS pernah melempari rumah tetangga, tapi kami pun sudah maklum dengan kondisi kejiwaan pelaku, sehingga kami pun tidak bertindak apa-apa. “terang Febi.

Seperti diketahui, sekitar jam 1 malam terjadi pelemparan batu ke pos jaga PT ASI Pudjiastuti Aviation di rumah kediaman Menteri Kelautan dan Parikanan. Dan menurut keterangan salah seorang petugas keamanan, Hendrawan, lemparan tersebut merusak kaca di pos keamanan.

Pada saat kejadian, kata Hendrawan, ia sedang berada di ruangan resepsionis untuk charger hp karena kebetulan di pos sedang diperbaiki.

Tiba-tiba saja terdengar suara pecahan kaca di depan, dan setelah didekati ia ternyata bunyi pecahan kaca tersebut berpusat di bangunan pos keamanan.

"Saya lihat kaca di pos security sudah pecah, tapi saya sempat melihat ada seorang pengendara motor menggunakan helm tengah melaju pas lampu merah beberapa meter dari pos security yang diduga sebagai pelakunya." ujarnya. (Tn-PNews)




BUPATI PANGANDARAN TUTUP KEGIATAN KKN MAHASISWA POLITEKKES KEMENKES TASIKMALAYA

SIDAMULIH-Dalam penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2019 Politekkes Kemenkes Tasikmalaya, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dunia pendidikan untuk melaksanakan salah satu tugas akademisinya di Pangandaran.
Dia usianya yang masih muda, kata bupati, Kabupaten Pangandaran sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan.

“Sekarang kami sedang fokus pada empat skala perioritas, “ungkap bupati.(1/8)

Keempat skala perioritas itu, kata bupati, antara lain, perbaikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan penataan pariwisata.

Dikatakan bupati, hingga tahun ini perbaikan infrastruktur jalan sudah mencapai 83 %, pembangunan 11 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bertarap hotel bintang dari rencana 15 puskesmas dan tahun ini juga pentaan wisata di awasan pantai timur dan barat Pangandaran, yang  pembangunanya langsung didesain oleh gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sehingga di dua kawasan pantai tersebut nantinya seperti pantai di Hawai.

Bukan hanya itu, kata bupati, Dan Pemkab Pangandaran pun  sudah menggelontorkan Rp. 30 milyar untuk peningkatan sarana dan mutu pendidikan.

“Untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan mulai dari tingat SD hingga SLA kami grtaiskan, sehingga masyarakat kini sudah tidak dibebani oleh biaya kesehatan dan pendidikan putra-putrinya, “kata bupati.

Masih dalam acara penutupan KKN yang dilaksaakan di aula Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih, bupati juga mengatakan, tahun ini pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) yang menelan biaya sebesar Rp.261 milyar dengan 173 tempat rawat inap, diharapkan dapat menjawab persolan terkait pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini harus ke luar daerah.

“Insaalloh, tahun depan kebijakan daerah akan berfokus pada peningkatan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi, “jelas bupati.

Masih di tempat yang sama, direktur  Politekkes Kemenkes Tasikmalaya, menyampaikan ucapan terimakasihnya karena sekitar 2 minggu, khususnya masyarakat Desa Kersaratu bisa menerima mahasiswa yang sedang menjalankan salah satu tugas kuliahnya, KKN di tegah masyarakat.

“Khususnya dengan keramahan seluruh warga yang telah menerima 114 mahasiswa kami untuk belajar terjun langsung di masyarakat. “ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh mahasiswa sangat terkesan sekaligus bisa menimba ilmu di Desa Kersaratu yang untuk selanjutnya bisa menjadi bahan akademisi yang akan dibawa ke kampus tempat dimana mahasiswa menimba ilmu. (PNews)


SMP NEGERI 3 JATIWARAS TAHUN INI DAPAT KUCURAN DAK UNTUK REHAB LAB IPA

TASIK NEWS-Sarana merupakan salah satu penunjang  maju dan mundurnya pada lembaga pendidikan, terkadang karena kondisi bangunan sekolah sudah tidak layak, tidak jarang menjadi kendala dalam kegiatan proses belajar.

Peningkatan mutu sarana pendidikan baik lewat rehab atan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), tidak jarang menjadi kebutuhan  untuk peningkatan mutu proses belajar siswa.

Demikian halnya dengan SMP Negeri 3 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, beruntung tahun ini mendapat kucuran Dana AlokasiKHusus (DAK), sebesar Rp. 18 juta untuk rehab bangunan labalatorium IPA.

“Walau hanya satu ruangan tapi kami sangat senang dan berterimakasih dnga bantuan ini, “ ungkap salah seorang guru, Aan, Sp.d, mewakili kepala sekolah yang sedang mengikuti rapat di Dinas Pendidikan.(31/7)

Dikatakan Aan, diharapkan setelah proses pembangunanya selesai, semangat belajar para siswa pun akan lebih termotivasi. (JAJANG)

WARGA TOBONGJAYA APRESIASI PROGRAM PEMBAGUNAN YANG ADA DI DESA

TASIK NEWS-Geliat pembangunan di Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dari tahun ke tahun sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena bukan saja tepat sasaran tapi pengerjaannya pun dilaksanakan dengan trnasparan, sehingga siapa pun dapat mengontrol selama proses pembangunan berjalan.

Seperti dalam pembuatan rabat beton pel sar air  jalan lingkungan Cihaur RT 04/01, dengan volume pekerjaan 370x1meter  yang menghabiskan biaya Rp. 72,150 ribu yang berasal dari anggaran Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2019, sangat diapresiasi warga yang menjadi penerima pembangunan.

Saat ditemui di kantornya, Kepala Desa Tobongjaya H. Dedi, menyampaikan, sebelum melaksanakan program pembangunan yang ada di desa pihaknya selalu malkukan musawarah dengan BPD, tokoh masyarakat dan pihak lainnya, sehingga sasaran pemabangunan pun selalu bisa diterima seluruh warga.

“Ini semua kami lakukan untuk kemakmuran warga desa, “ungkapnya.(24/7)

Bukan hanya diterima, kata Dedi, dalam pelaksanannya warga pun sangat antusias ikut berpartisipasi dengan malukan gotong-royong.

“Selaras dengan visi-misi, kami akan terus melaksanakan seluruh program pembangunan yang ada di desa. “ (ANWAR WALUYO)

WARGA KELUHKAN JALAN DI DESA PARUMASAN SUDAH 38 TAHUN KONDISINYA RUSAK

TASIK NEWS-Beberapa warga Desa Parumasan Kecamatan Sodong Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan di desanya, pasalnya sudah hampir 38 tahun hingga sekarang belum ada perbaikan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Ooh, sejak bupati yang dulu hinga menjabat 2 priode pun belum pernah ada perhatian, akibatnya para pengguna jalan pun harus ekstra hati-hati.

“Saya juga kasihan melihat anak-anak sekolah yang pulang dan perginya melewati jalan ini, karena tidak jarang motornya terjatuh akibat menghindari jakan berlubang, :ungkapnya,(1/8) 

 Ooh dan warga lainnya pun mempertanyakan sikap yang ditunjukan Pemkab Tasik yang hingga sekarang masih belum memperbaiki fasilitas umum ini. Karena dampak rusaknya jalan menjadi kendala arus keluar masuk desa, sehingga jalur angkutan komoditas masyarakat pun tersendat.

Menurut Ooh, beberapa media pun sudah sering menulis ini tapi entah kenapa pemkab pun terkesan tak bergeming seolah-olah membiarkan kondisi jalan yang semakin hari semakin rusak.

“Padahal pengguna alur jaan ini terbilang padat dan setiap harinya menjadi sarana transfortasi warga. “kata Ooh. (ANWAR W-MAMAT R)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN