HARI INI UNBK-USBN SERENTAK DILAKSANAKAN DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Hari ini (22/4) peserta didik SMP dan MTs se-Kabupaten Pangandaran serentak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2018/2019.

Sejumlah 6.147  siswa diantaranya terdiri dari  4.329 berasal dari SMP (terdiri dari  laki laki 2.237, perempuan 2.093 orang) dan 1.818 Peserta MTs (laki laki 932 dan perempuan 886 orang)

Kegiatan UNBK yang diikuti 85 sekolah, terdiri dari SMP sebanyak 53 sekolah dan MTS sebanyak 32 ini akan digelar selama 4 hari, dimulai pada hari pertama dengan mata ujian Bahasa Indonesia, matematika (selasa), bahasa inggris (rabu) dan mata pelajaran IPA pada hari terakhir, kamis 25 April 2019.

Saat dihubungi lewat telpon celullernya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd, M.Pd, mengatakan, sementara untuk peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SD akan diikuti 5.552 siswa.

“Jumlah tersebut berasal dari 281 seluruh sekolah dasar yang ada di Kabupaten Pangandaran. “ucapnya. (PNews)

BERKAH LIBUR PANJANG, PEDAGANG SERABI DI JALAN KIDANG PANANJUNG LARIS MANIS

PANGANDARAN-Mungkin ini berkah pemilu, hajat demokrasi yang dilaksanakan 5 tahun sekali ini tak disangka membawa rejeki tersendiri bagi pedagang sorabi. Pasalnya, setelah pelaksanaan pemilu tanggal 17 april, setiap harinya ia selalu kebanjiran pembeli.

Seperti dituturkan pedagang sorabi yang biasa jualan di Jalan Kidang Pananjung Pangandaran, 8 tungku tempat memasak sorabi yang  disediakan masih dirasakan kurang.

“Adonan yang saya biasa buat setiap hari pun selalu kurang karena pembeli terus berdatangan. “terangnya.(21/4)

Ia menambahkan, apalagi saat libur panjang ini, sejak buka sekitar setelah adzan subuh hingga menjelang jam 8 pagi dagangannya pun sudah habis terjual diserbu pembeli baik dari warga sekitar atau wisatawan.

Alhamdulillah, ternyata orang-orang masih senang jajanan tradisional yang saya jajakan. “ucapnya. (HARIS F)

MOCH KARYONO: “PJU SUKARAJA-KARANGNUNGGAL KEWAJIBAN PEMPROV JABAR”

TASIK NEWS-Penerangan Jalan Umum (PJU) di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya saat ini masih jadi dambaan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya wilayah selatan. Pasalnya, selama ini PJU yang ada padam sehingga keadaanhampir di sepnajang jakan pun gelap gulita.

Saat dikonfirmasi hal ini, Kepala  Bidang Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, Moch Karyono, mengakui,  hingga saat ini memang belum ada jaringan untuk pemasangan lampu PJU yang berjarak 25 meter dari jarak jaringan, sehingga semua itu belum dapat dipenuhi mengingat anggaran yang terbatas.

“Dalam pengajuan di APBD perubahan pun anggaran tersebut masih belum terpenuhi sehingga keinginan masyarakat untuk PJU pun belum bisa kami layani dengan baik,”ungkapnya. (16/4)

Karyono yang ditemui PNews di ruang kerjanya, juga mengatakan, rencana soluisnya harus dipasang lampu PJU solar sel yang menggunakan listrik tenaga matahari, dan diharapkan tahun ini pengajuan ke pemprov Jabar dalam pengadaan lampu solar sel tersebut bisa terpenuhi.

Nanti, lanjut Karyono, pihaknya pun akan survey dulu ke lapangan sehingga bisa tahu mana yang harus dipasang jaringan PJU, dan jika tidak bisa dengan jaringan maka  akan dipasang lampu solar.

“Sebetulnya status jalan raya Karangnunggal-Sukaraja sepenuhnya kewajiban pemprov. “tegasnya. (ANWAR WALUYO)

PARA PEMILIH USIA TUA KESULITAN, PEMILU DI PANGANDARAN BERJALAN KONDUSIF

PANGANDARAN-Minimnya sosialisasi KPU pada masyarakat pemilih, menyebabkan masyarakat kurang paham dan terkesan bingung dalam menentukan pilihan politiknya, pasalnya selain banyaknya surat suara yang harus dicoblos juga sehingga masyarakat pun kesulitan membuka dan melipatnya kembali.

Menurut beberapa warga Desa Sukaresik KecaMatan Sidamulih, tidak pernah mendapat sosialisasi tentang tata-cara cara pencoblosannya.

“Seharusnya sosialisasi itu dilaksanakan di tiap RT atau perdusun, sangat disayangkan padahal menurut berita di TV, anggaran untuk KPU itu trilyunan, “ungkap salah seorang warga.(17/4)

Diakui Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat ditemui usai pencoblosan di TPS 03 Desa Pangadaran di sekitar kediamannya, menurutnya, ia saja yang paham tata-cara pencobosan sedikit kesulitan saat membuka dan melipat kertas suara yang relatif lebar.

“Saya sangat maklum terutama pada yang sudah usia tua merasa kesulitan, karena ada 5 surat suara yang harus dicoblos pada waktu yang sama. “ujarnya.

Disoal kondisi secara keseluruhan, bupati mengatakan, secara umum pesta demokrasi pemilihan presiden-wakil presiden, anggota DPR, DPRD dan DPD realatif aman dan kondusif.

Alhamdulillah, pemilu dan pilpres tahun 2019 di Kabupaten Pangandaran berjalan dalam keadaan aman dan kondusif. “imbuhnya. (ANTON AS)

ARIF JALALUDIN: “PANWASCAM, PKD DAN PTPS HARUS TETAP JAGA KESEHATAN FISIK DAN MENTAL”

CIMERAK-Untuk lebih mematangkan persiaan menjelang dilaksanakannya pemilihan umum (pemilu)-pilpres tahun 2019 tanggal 17 april, Panwaslu Kecamatan Cimerak beserta jajaran PKD dan seluruh anggota PTPS dan muspika menggelar apel siaga patroli politik uang, yang dilaknakan di halaman kantor kecamatan.(15/4)

Menurut salah seorang komisioner KPUD Pangandaran, Arif Jalaludin, SE, esensi dari apel siaga ini untuk menumbuhkan girroh dan integritas kesiapsiagaan seluruh jajaran pengawas dalam tahapan pengawasan dalam memasuki masa tenang.

“Juga meliputi pengawasan terhadap kegiatan politik uang, penertiban APK dan pengwasan  pada hari H nanti, dalam pemungutan dan penghitungan suara. “ujarnya.

Arif juga berharap, seluruh jajaran pengawas harus tetap menjaga kesehatan dan tidak boleh ada yang sakit, siapkan seluruh tenaga dan fisik.

“Seluruh petugas juga harus mempersiakan mental agar pada pelaksanaan pemilu nanti seluruhnya sudah siap, karena saat pelaksanaannya sudah di depan mata kita. “imbuhnya. (Tn)

KPU PANGANDARAN GANDENG ORMAS DAN OKP GELAR SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN PEMILIH PEMILU 2019

PANGANDARAN-Ketua KPUD Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, S.Hi, dlam sambutannya pada acara Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dengan Ormas dan OKP Pemilu 2019 di Aula desa Pananjung Pangandaran (14/4), menyampaikan, sosialisasi seperti ini sangat penting dilaksanakan walau pemilu hanya tinggal beberapa hari lagi.

Menurutnya, diharapkan dengan sosialisasi ini bisa meningkatkan tingakt partisipasi masyarakat untuk memilih, sehingga target keikutsetaan masyarakat menyalurkan hak politiknya bisa mencapai target, 78 %.

“Kekurangan logistik surat suara untuk pemilihan capres-cawapres Kabupaten Pangandaran hanya 1400 lembar, ini termasuk sangat minim di banding daerah lain. “ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Pangandaran, Kompol Suryadi, salah satu nara sumber,  menyampaikan, memasuki hari tenang ini semua aspek kampanye harus dihentikan sesuai aturan yang berlaku.

Dikatakan Suryadi, pihaknya tidak melarang pengajian, tabligh akbar atau kegiatan agama selama tidak dijadikan ajang kampanye.

Suryadi jugaberharap peran ormas juga bersama-sama menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan di antara anak-anak bangsa pada Pilpres dan Pileg tahun ini.

“Ormas tidak boleh berpolitik praktis tetapi bukan berarti tidak boleh memilih atau mendukung pilihannya, tetapi hendaknya ormas dapat dimanfaatkan untuk kerjasama dalam menjaga stabilitas keamanan. “kata Suryadi. (HARIS F)

SEKDISDIKBUD TASIKMALAYA APRESIASI SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN

TASIK NEWS-Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi, pihaknya sangat mengapresiasi pada sekolah yang ramah lingkungan karena akan berdampak positif pada peran guru juga perkembangan didik siswa.

“Hak-hak anak pun tentunya akan terpenuhi serta akan tercipta suasana nyaman dan kondusif di sekolah. “ungkapnya.(14/4) 

Saat dihubngi lewat telefon celulernya, Edi juga mengatakan, dengan adanya rumah sekolah yang ramah lingkungan tentu ini akan menciptakan harmonisasi antara peserta didik dengan guru, sekolah dan lingkungan di sekitar sekolah.

“Intinya kami sangat mengaprsiasi peran guru dalam membentuk sekolah yang ramah lingkungan. “tegasnya. (ANWAR WALUYO)

JELANG PELAKSANAAN PEMILU 2019, MUSPIKA KARANGNUNGGAL GELAR RAKOR UNTUK JAGA KONDUSIFITAS

TASIK NEWS-Menjelang pelaksanaan pemilu 2019 17 april mendatang, Forum Kecamatan Karangnaunggal Kabupaten Tasikmalaya, menggelar rapat kordinasi yang dihadiri seluruh leading sektor di tingkat kecamatan, antara lain, Camat Karangunggal Bapak Asep M. Dahliana STP MM, Ketua PPK, Panwascam, Ketua PPS dan Kades se-Kecamatan Karangnunggal, Kapolsek dan Danramil, yang diselengarakan di " di Aula Desa Cikukulu-Karangnunggal.(9/4)

Dalam arahannya, Camat Karangnunggal, Asep M. Dahliana STP MM, menyampaikan, seluruh elemen harus tetap menjaga sinergitas, keamanan, ketertiban ssesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Kita semua harus sepakat, pemilu tahun 2019 ini bisa berjalan tertib dan lancar. “ucap Asep.

Hal senada dikatakan Danramil 1215 / Karangnunggal, Mayor. Inf. Kurniadi, sesuai kesepakatan bersama dalam musyawarah pimpinan kecamatan (muspimcam), berkewajiban memantau situasi dan kondisi di masyarakat terutama di tahun politik 2019 ini, khususnya sebelum, saat pelaksanaan dan pasca pelaksanaan pemilu.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan kondusifitas di masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Karangnunggal. “tegas Kurniadi. 

Kurniadai menambahkan, pihaknya akan terus mengupdate situasi dan kondisi di lapangan setiap harinya untuk kemudian dilakukan evaluasi internal maupun tingkat  kecamatan bersama stakeholder lainnya.

“TNI, Polri dan unsur lainnya terus meningkatkan sinergitas untuk menjaga  jalannya pesta demokrasi 2019 berjalan sesuai dengan apa yang selama ini kita harapkan, “pungkasnya. (ANWAR W) 

PANWASCAM SODONGHILIR GELAR BIMTEK UNTUK SAKSI PARPOL PESERTA PEMILU

TASIK NEWS-Untuk pembekalan pada saat pelaksanaan pencoblosan pemilu tanggal 17 april 2019 nanti, Panitia Pengawas Pemilu  (Panwas) Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya mengadakan pelatihan dan Bimbingan Teknis ( Bimtek) bagi saksi dari parpol peserta pemilu, yang digelar mulai pukul 08:00 wib sampai pukul 11:00 wib di GOR PGRI Kecamatan Sodonghilir.( 9/4/2019).

Menurut Ketua Panwascam Kecamatan Sodonghilir, Nana Rohana pun dalam bimbingan tersebut menyampaikan beberapa materi seputar penghitungan suara, cara pencoblosan dan cara mendampingi calon pemilih yang harus didampingi, tugas saksi dan materi teknis lainya.

“Seluruh tugas tersebut harus melaksanakan sesuai penugasan yang telah di tetapkan. "Ujarnya.

Dikatakan Nana, jika dalam pelaksanannya di Tempat Pemgutan Suara (TPS) nanti didapati ada kecurangan yang di lakukan KPPS, maka ini harus di intervensi saksi.

“Untuk legetimasi, saksi - saksi diharuskan membawa surat mandat dari Parpol masing-masing atau ketua koalisi dan ketua tim pemenangan dan wajib mengenakan ID Card selama proses kegiatan berlangsung. "tambahnya.

Sementara menurut peserta bimtek dari salah satu parpol, Ketua PAC PPP Kecamatan Sodonghilir, Andi Salahudin, terimakasih kepada Bawaslu yang telah menugaskan Panwascam untuk memberikan pembinaan atau bimbingan pada calon saksi yang akan nantinya akan bertugas di TPS masing-masing

Menurutnya, ia sangat merasa terbantu setelah mengikuti kegiatan Bimtek saksi ini, karena materi yang di ampaikan tentang tugas dan fungsi saksi di TPS berikut hak dan kewajiban sebagai saksi dari penyelenggara Pemilu dapat di terima dan dapat di pahami seluruh calon saksi, baik penyelenggaraan terkait prosedural dan tata cara saksi bertugas di TPS agar menjadi pedoman para saksi begitu pula yang di tugaskan di lapangan.

Atas nama pengurus PPPdi tingkat ranting, kata Andi, sudah siap bertugas menjadi saksi di TPS, karena bagi parpol saksi merupakan ujung tombak dalam pengawalan dan pengamanan suara yang akan  diperoleh.

Untuk itu, lanjutnya, saksi - saksi yang telah di tugaskan di  TPS harus mengawal raihan suara dari tingkat TPS ke PPS desa dan bagi ranting kordes harus mengawal raihan suara dari PPS ke tingkat PPK kecamatan. Dan selanjutnya tanggung jawab pengurus PAC nntinya akan mengawal suara di tingkat kecamatan tersebut hingga masuk ke KPUD Kabupaten.

“Selain kepada pengurus internal kami juga tekankan kepada seluruh kader yang menjadi saksi agar selalu berkoordinasi dengan KPPS maupun dengan Pengawas TPS, karena kondusifnya TPS mutlak tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab penyelengara saja. "pungkasnya. (MAMAT RAHMAT)

HARI INI PANGANDARAN BERKABUNG ATAS WAFATNYA TOKOH PRSIDIUM, H. YOS ROSBI

SIDAMULIH-Hari ini masyarakat Kabupaten Pangandaran berduka, pasalnya salah seorang tokoh Presidium pemakrasa terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, H. Yos Rosbi, meninggal dunia.

Seperti ditutur salah seorang putranya, Yan Mardiansyah, almarhum sebenarnya tidak dalam keadaan sakit, kondisi badannya pun relatif sehat. Tapi sekitar pukul 15.30 almarhum terjatuh pingsan di kamar mandi saat akan mengambil air wudlu untuk sembahyang ashar.

masih kata Yan, almarhum meninggal pada usia 79 tahun dan rencananya akan dikebumikan besok hari di lahan sekitar seberang rumah duka di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.

Sementara Bupati Pangandaran saat datang melayat ke rumah duka, menyampaikan, Pangandaran saat ini kembali kehilangan tokoh yang sangat dihormati, karena alm. H. Yos Rosbi merupakan seorang tokoh yang cara berpikirnya luas untuk kemajuan Pangandaran.

“Hari ini Alloh memanggilnya, tentunya baik secara pribadi mau pun atas nama masyarakat Pangandaran merasa sangat kehilangan dan turut berbela sungkawa dan mudah-mudahan Alloh menerima segala amal baiknya serta diampuni segala dosa-dosa selama masa hidup almarhum. “ungkap bupati.(10/4)

Bupati menambahkan, almarhum selalu berkata padanya, ada kepuasan saat melihat Pangandaran sudah terbukti sesuai dengan apa yang selama ini almarhum rintis sebagai inisiator, pengagas dan pemarkasa pemekaran.

Tapi kata bupati, almarhum juga sering mengatakan ingin menyaksikan Pangandaran secara utuh dan tuntas menjadi pangandaran yang baru dan hebat.

“Tapi hari ini Alloh memanggilnya, tentu kita harus mengikhlaskan, kita berdoa’ semoga H. Yos Rosbi diampuni dosa-dosanya dan diterima iman islamnya. “ucap bupati.

Bupati menambahkan, tentunya almarnum akan menjadi sebuah memori, menjadi satu motivasi bagi semua untuk bisa bekerja lebih keras dan sungguh-sungguh.

“Terutama bagi saya sebagai penyelenggara pemerinatahan tentu akan  terus berkarya meneruskan cita-cita dan harapan almahrum. “ungkapnya lagi.

Bupati juga mengatakan, pengorbana H. Yos sangat banyak dalam proses pemekaran Kabupaten Pangandaran, entah berapa rupiah materi yang almarhum donasikan agar cita-cita masyarakat Pangandaran untuk menjadi menjadi DOB segera terwujud.

Proses pemekaran digagas hampir 6 tahun, kata bupati, tentu ini menjadi satu contoh ketulusan pengorbanan almarhum pada sebuah cita-cita luhur untuk kemakmuran masyarakat Pangandara.

Disoal apakah H. Yos akan mendapat penghargaan khusus dari Pemkab Pangandara, menurut bupati, dua tahun lalu berdasarkan peraturan bupati (perbup) seluruh tokoh presidium sudah mendapat anugerah tertinggi Pemkab Pangandaran, anubawa, pada saat peringatan hari lahir (milangkala) Kabupaten Pangandaran.  Dan atas nama masyarakat Pangandaran, pemda akan memberikan penghormatan dalam prosesi pemakaman besok hari sekitar pukul 7.30 di rumah duka.

“Dan pada saat memperingati hari lahir Kabupaten Pangandaran, makam beliau tentu akan menjadi salah satu tujuan ziarah pemda. “ pungkasnya.

Sementara diperoleh keterangandari humas, Wakil Bupati, H. AdangHadari hingga berita ini diturunkan masih dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di Bandung. (PNews)

RUDIANTARA : “PANGANDARAN HARUS MENINGKATKAN OPTIMALISASI FREKWENSI RADIO 700 MHZ”

PANGANDARAN-Sebagai negara dengn insensitas bencana yang cukup signifikan, seperti bencana gunung api, longsor, tsunami, banjir, puting beliung hingga fenomena likuifaksi yang dpat menelan korban baik jiwa atau pun harta benda, infrastruktur bahkan bisa melumpuhkan kegiatan perekonomian, Indonesia perlu sistem komunikasi yang bisa resfonsip penanganan di lapangan pada instansi terkait, seperti, BMKG, BNPB, Basarnas, TNI, Polri dan Pemda, untuk segera melakukan pemulihan keadaan pasca bencana terjadi.

Demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, di hadapan jajaran Pemerintahan Kabupaten Pangandaran dan tamu undangan lainnya, saat melakukan kunjungan kerjanya, selasa kemarin (9/4).

Dikatakan Rudiantara, Kemenkominfo berperan menjadi fasilitator koabrasi untuk memanfaatkan teknologi informsi dan komunikasi dalam penanganan kebencanaan. Public Protection and Disarter Relief (PPDR), merupakan standar dunia untuk komunikasi radio bagi lembaga terkait yang menangani kebencanaan. Perlindungan untuk publik tersebut meliputi perlindungan jiwa, harta benda dan hukum.

“Sementara penanggulangan bencana mencakup gangguan serius terhadap sosial masyarakat, keselamatan manusia atau lingkungan yang disebabkan kecelakaan alam mau pun aktivitas manuasia.“ungkap Rudiantara.

Dalam konteks komunikasi bencana, kata Rudiantara, sebagai negara yang rawan bencanan Indonesia membt utuhkan dukungan infrastruktur kominkasi kebencanaan yang canggihyang mampu melayani trafik multymedia, tidak hanya komunikasi suara (voice) saja.

“Dengan begitu informasi situasi di lokasi yang menjadi target operasi pun tentunya akan bisa diterima lebih detail. “kata Rudiantara.

Disoal Pangandaran ditunjuk menjadi lokasi uji coba, menurut Rudiantara, karena Kabupaten Pangandaran dipetakan termasuk wilayah rawan bencana. Selain itu, lanjut Rudiantara, pita frekwensi radio 700 MHz, di Pangandaran belum terutilisasi, sehingga Pangandaran harus meningkatkan optimalisasi frekwensi tersebut melalui implementasi komunikasi kebencanaan berbasis tekonologi pita lebar yang memiliki kemampuan multimedia.

“Jika uji coba ini berhasil, Kemenkominfo berencana mengoptimalkan pita radio 700 MHz, khususnya di daerah rural menjadi bagian dari infrastruktur komunikasi kebencanaan dan peningkatan pelayanan publik. “imbuhnya.

Rudiantara juga mengatakan, melalui uji coba ini diperoleh data teknis mengenai kualitas layanan, pengujian aplikasi dan konektivitas.

Disamping itu, masih kata Rudiantara, Kemenkominfo juga telah mengembangkan Sistem Pelayanan Informasi Bencanan melalui SMS Blast di daearah terdampak bencana dan layanan anggilan darurat 112yang dikelola pemda dalam kondisi darurat.

“Layanan komukiasi radio tersebut untuk mmaksimalkan peran BMKG, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, Pemda dan instansi terkait lainnya untuk bersama-sama meningkatkan menajemen penanggulangan bencana. “pungkasnya. (PNews)

TAHUN DEPAN PEMKAB PANGANDARA AKAN BANGUN ASRAMA SANTRI

LANGKAPLANCAR-Tahun depan Pemkab akan meluncurkan program baru, pembangunan asrama santri yang pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, dengan anggaran sekitar Rp 3.5 miliar.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, dalam sambutannya saat menghadiri undangan Peletakan batu pertama pembangunan TK PGRI Bangunjaya Langkaplancar, yang turut dihdiri ini Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Tatang Mulyana SH.MM, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Surman, Kadis pertanian,  Drs Sutriaman, Kepala Bagian Humas, Drs Wawan Kustaman SPd MM, Camat Langkaplancar, Kepala Desa Bangunjaya serta tokoh masyarakat lainnya.(8/4)

“Insaalloh kita akan bangun asrama untuk santri-santri kita sebanyak dua atau tiga unit dengan anggaran sebesar Rp. 3,5 milyar untuk satu unitnya. “terang bupati.

 Bupati menambahkan, latar belakang pembangunan asrama tersebut, karena keadaan tempat pemondokan santri di pesantren-pesantren saat ini kurang memadai, ruangannya sempit dan kurang nyaman.

Pada kesempatan Peletakan batu pertama pembangunan TK PGRI, bupati berkesempatan memberikan bantuan dana sebesar Rp. 50 juta.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk TK PGRI Bangunjaya yang sudah  berdiri sejak tahun 1989 ini. “ungkap bupati (PNews)


UNTUK KEPULANGAN TKI ASAL CIMERAK, BUPATI PANGANDARAN AUDEN DENGAN KEMENLU

PARIGI-Kisah duka tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi Arabia tidak pernah berhenti, dari mulai cerita tidak bayargaji, mendapat perlakuan kasar, pelecehan dan lain-lain kerap terjadi menimpa TKI di sana.

Seperti yang dialami Umay Sumarni Suherman, TKI asal Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang sudah lama bekerja di Arab tapi tidak kunjung pulang.

Menurut cerita orangtua Umay, Suherman, anaknya sudah 17 tahun pergi menjadi TKI di Arab Saudi bekerja menjadi asisten rumahtangga.

“Pernah sekali pulang waktu anak saya baru tiga tahun bekerja, tapi setelah itu sampai sekarang belum pernah pulang lagi. “terang Suherman.

Sebenarnya upaya-upaya agar anaknya bisa pulang sudah dilakukan, namun, kata Suherman, karena selama ini tidak membuahkan hasil ia pun mengadu pada Bupati Pangandaran.

“Mudah-mudahan melalui bupati, Pemda Pangandaran bisa memberikan solusi sehingga anak saya pun bisa secepatnya pulang kembali. “kata Suherman.

Suherman menambahkan, waktu anaknya berangkat menjadi TKI ke Ara Saudi melalui PT PJTKI tapi sekarang PT tersebut sudah tidak ada.

Sementara saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, walau perusahaan yang memberangkatkan Umay sekarang sudah tidak ada, namun pemda akan tetap berusaha serta memperjuangkan aberkumpul dengan keluarganya lagi.

“Mungkin tidak sulit agar Umay bisa pulang, tapi kita juga harus memikikan hak-hak TKI Umay. “kata bupati, usai menerima keluarga Suherman di ruang kerjnya.(8/4)

Bupati pun berjanji tanggal 22-23 april mendatang akan audens dengan BNP2TKI, ke Kemenlu dan Kedubes Saudi Arabia di Jakarta.

“Saya akan berkirim surat pada instansi tersebut bahwa tanggal tersebut saya akan datang beraudens. “jelasnya. (ANTON AS)

AKIBAT MARAKNYA POL BUS, TERMINAL TIPE A TASIK PUN SEPI PENUMPANG

TASIK NEWS-Nampak terminal tipe A milik Pemerintah Kota Tasikmalaya yang menempati lahan 20 hektar ini kurang optimal dalam pemanfaatan dan fungsinya. Pasalnya, ada beberapa tempat pemberhentian bus sejenis terminal (terminal bayangan) tumbuh subur di Kota Tasik, sehingga pendapatan negara dari sektor retribusi pun kirang maksimal.

 Di sisi lain, terminal terbesar di Pulau Jawa yang terletak di jalan by pass Indihyang ini pun nampak seperti kurang “hidup” karena tidak semua kendaraan umum yang masuk ke Kota Tasik tidak singgah di terminal ini.

Terminal yang dibangun dengan biaya puluhan milyar dari APBN tahun 2000 lalu ini pun, nampak semakin “mati” jika malam hari, karena sejumlah pedagang yang menempati area sekitar terminal pun mengeluhkan sepi pembeli, sehingga tidak sedikit pedagang yang gulung tikar.

Menurut beberapa warga, nampaknya penumpang yang akan bepergian atau pun yang datang ke Kota Tasik lebih memilih datang ke pol-pol milik perusahaan bus. Karena selain dirasa lebih nyaman, lokasinya pun mudah dijangkau.

“Lihat saja salah satu contoh di pol bus budiman, tiap hari selalu penuh dengan kedatangan dan keberangkat penumpang. “Ungkapnya.(5/4)

Menurutnya, terkesan tidak ada ketegasan dari Pemkot Tasik untuk menghilangkan terminal bayangan tersebut sehingga terminal megah yang dikelola Kementerian Perhubungan ini pun menjadi kurang diminati penumpang.

“Biasanya pada saat menjelang bulan ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu dijejali penumpang, tapi sudah beberapa tahun ini keadaannya tidak jauh beda dengan hari-hari biasa. “imbuhnya. (ANWAR-ATENG)   



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN