DUA ORANG BOCAH DI SINDANGJAYA TEWAS TENGGELAM DI SEBUAH KOLAM

MANGUNJAYA-Dua orang anak warga RT 36 RW 08 Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Anwar dan Dina, masing-masing berumur 5 tahun meninggal akibat tenggelam di sebuah kolam di belakang rumahnya.

Anwar putra pasangan suami isteri Harti dan Muslih, sementara Dina putri dari pasangan Aris dan Wanti saat ditemukan keduanya sudah tidak bernyawa lagi.

Menurut salah seorang warga, Iswanto (40), saat itu sekitar jam 17.00 sore tadi ia mendengar teriakan minta tolong ibu korban di belakang rumah.

“Saya pun bergegas menghampirinya, dan setelah tahu apa yang terjadi saya pun langsung turun ke dalam ke dalam kolam. “ungkap Iswanto.(26/2)

Masih kata Iswanto, korban Anwar ditemukan sudah mengapung dipermukaan kolam, sementara satu korban lagi, Dina ditemukan dari dasar kolam, dan diperkirakan kedua korban tenggelam 1 jam lebih.

“Kedua korban sempat dibawa ke Pyskesmas Purwadadi, tapi nyawa kedua anak itu tidak tertolong. “jelas Iswanto.

Kedua keluarga korban pun hanya bisa pasrah karena harus kehilangan buah hati yang dicintainya.(Tn)

WARJO SUDAH DATANGI 93 DESA, JADI UJUNG TOMBAK PENCATATAN KELAHIRAN

PANGANDARAN-Kesehariannya lebih disibukan dengan kegiatan di luar kantor untuk jemput bola melayani masyarakat yang membutuhkan akte kelahiran.

Demikian dikatakan salah seorang pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangandaran, Warjo, S.Ip, MS,i, saat bincang-bincang dengan PNews di Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak.

Warjo yang menjabat Kepala Seksi (kasi) Kelahiran, setiap hari selepas mengikuti apel pagi di kantornya, bersama dua orang operator sebagai ujung tombak pendataan dan pembuatan akte kelahiran, langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor miliknya ke desa-desa di seluruh kecamatan. Jam kerjanya pu tidak menentu, karena tidak jarang ia harus pulang hingga larut malam bahkan pernah hingga dini hari.

“Sekarang malah langsung ke dusun-dusun agar pelayanannya bisa lebih dekat dengan masyarakat. “ujarnya.(25/2)

Menurutnya, ia bertugas memperifikasi data untuk selanjutnya dibuatkan akte kelahiran warga di setiap desa yang secara acak ia datangi, atau sesuai kesiapan desa itu sendiri mengundang masyarakatnya.

Disoal kendala apa saja selama melaksanakan tugasnya, Warjo mengaku, ia malah merasa beruntung bisa mengunjungi 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran, karena tidak semua orang belum tentu bisa melakukannya.

“Dari desa yang ada di jalan protokol hingga desa yang jauh ada di pelosok, Alhamdulillah semuanya sudah saya datangi. “terangnya.

Dalam melakanakan tugasnya, Warjo mengaku, ia pun sudah tiga kali harus ganti motor karena tidak jarang harus menempuh medan yang berat dengan tanjakan tajam di pinggir hutan. Rasa capai dan lelah akan terobati saat tiba di desa yang ia kunjungi, ternyata ratusan masyarakat pun dengan antusias sudah datang ke aula desa.

“Pokoknya kalau masyarakat banyak yang datang saya juga tambah semangat, tapi ini biasanya tergantung desa sendiri dalam mensosialisasikan serta mengundang warganya. “terangnya lagi.

 Warjo mengatakan, ia merasa lega karena, sejak tahun 2017-2018 hingga bulan pebruari 2019 ini sudah 90 % akte kelahiran warga Pangandaran bisa terlayani. (PNews)

PERINGATI HPNS, KODIM 0613 CIAMIS GELAR BERSIH PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Hingga saat ini masyarakat masih kurang menyadari pentingnya hidup bersih, terbukti, di halaman atau sekitar rumah dan lingkungan masih banyak sampah berserakan akibat selama ini warga masih  membuang sampah sembarangan.

Demikian dikatakan Dandim 0613 Ciamis, Letkol Arm. Tri Arto Subagio M. Int. Rel, saat menggelar kegiatan bersih pantai Pangandaran dalam acara  apel karya bakti memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).(22/2)

Menurut Tri, Apalagi di wilayah pariwisata seperti Pangandaran seharusnya terlihat indah, nyaman dan bersih jangan sebaliknya banyak sampah berserakan.
"Ini membuktikan ternyata masyarakat masih kurang menyadari masalah sampah ini, selesai makan sampahnya dibuang kemana saja, puntung rokok juga demikian, ini tentu membuat pantai menjadi kotor dan tidak indah," jelasnya.

Dikatakan Tri, pada HPSN kali ini TNI menurunkan 500 personil yang dibantu 1 SSK Anggota Kodim 0613 /Ciamis, 1 SSR Anggota Pos TNI-AL Pangandaran,  1 SSR Anggota Pos Airud Pangandaran, 1 SST Satpol PP Kab.  Pangandaran, 1 SSR Dinas Pariwisata Kabupaten  Pangandaran, 1 SSR AMS, 1 SSR Jaga Lembur,  1 SST Gabungan FKPPI dan masyarakat bergerak membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang pantai barat.

“Kami juga dalam kegiatan ini melibatkan para perwira Stap Kodim 0613 Ciamis, Danramil, Anggota Babinsa, TNI-AL Pangandaran, para Kapolsek yang ada di wilayah kabupaten  Pangandaran, Pol PP, Pol Airud Polres Ciamis dan Anggota Persit Kodim 0613 Ciamis. “terangnya. (HARIS F)

PAI se-KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI PEMBINAAN DAN PENINGKATAN KOMPETISI

PANGANDARAN-Untuk lebih meningkatkan profesionalisme dalam pelayaan ke masyarakat, Kantor kementerian agaman (kemenag) Kabupaten Pangandaran kembali menggelar pembinaan dan peningkatan kompetisi bagi para penyuluh agama islam se-Kabupaten Pangandaran yang dihadiri langsung Kepala Kemenag, H. DR. Cece Hidayat M.M, Kasi bimas, Drs H Nana Supriyatna M.A dan  Kabid Penerangan agama Islam zakat dan wakap, H. Ahmad Fatoni M.M.   
                         
Menurut Kabid Penerangan agama Islam zakat dan wakap, H. Ahmad Fatoni M.M, kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Rahayu Pangandaran (22/2), diikuti 80 orang Penyuluh Agama Islam (PAI) yang harus mengikuti uji kompetensi, karena para penyuluh harus benar-benar paham serta berkwalitas terkait kinerja di lapangan.

Sementara yang paling disoroti dalam pembinaan ini, kata  Fatoni, untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang ada di masyarakat pengaruh dari era globalisasi dan media sosial.

“Oleh karena itu PAI harus menjadi garda terdepan yang langsung berhubungan dengan masyarakat untuk meredam atau meminimalisir kegiatan yang mengarah kepada pergerakan anti pemerintahan. “jelas  Fatoni.

Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Pangandaran, DR H Cece Hidayat Msi, menyampaikan, para penyuluh agama yang berhasil bersoaialisai di masyarakat adalah yang bisa menciptakan suasana kodusifkan di tengah masyarakat.

Karena, menurut Cece,  masyarakat bukan hanya pikirannya saja yang bisa menerima sosialisasi penyuluh agama tapi harus bisa diterima oleh hati.

“Jadi masyarakat harus bisa tenang dan nyaman. “tegasnya. (NANA HOERUMAN)

PT. NALA ANGGADA PERKASA TAWARKAN PRODUK ASPAL DINGIN BANGUN INFRA STRUKTUR DI PANGANDARAN

PARIGI-Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan aspal, PT Nala Anggada Perkasa, menguji coba kualitas produknya melapisi halaman kantor Setda Pangandaran yang hasilnya bisa langsung dilihat semua orang yang datang ke setda.

Demikian dikatakan Kepala Dinas PU PR Kabupaten Pangandaran, H. Dadang Dimyati, saat dimita keterangan terkait ada pengerjaan jalan di sekitar kantor orang nomer satu di Pangandaran.

“Itu presentasi produk dari  PT Nala Anggada Perkasa, yang berharap ke depan pembangunan jalan di Kabupaten Pangandaran bisa menggunakan produknya. “terang Dadang.(22/2)

Menurut keterangan perusahaan, kata Dadang, bahan dan sistem pengaspalan yang baru seperti hotmix dingin ini, hasil dan mutunya baru bisa terlihat setelah beberapa hari pengerjaan sehingga kesimpulan bisa diterima atau tidaknya produk ini tergantung dari kualitasnya nanti.

Sementara menurut Direktur PT Nala Anggada perkasa, Muhamad Mahmud, dengan ijin Bupati Pangandaran pihaknya melakukan uji coba produknya di halaman sekitar kantor bupati dan setda, agar kuwalitas produk yang ditawarkan bisa disaksikan semua orang.

Alhamdulillah Pa Bupati sangat antusias karena beliau memang ingin mendukung memanfaatkan produk lokal untuk infra struktur di Pangandaran, “ ungkap Mahmud.

Aspal produk Pulau Buton ini, lanjut Mahmud tidak mahal, malah sebenarnya lebih murah tapi dengan kuwalitas minimal setara dengan hotmix aspal yang biasa digunakan.

Insya Alloh bulan depan kami akan membuka pabrik unit produksi, yang lokasinya antara Kabupaten Ciamis dan Pangandaran, karena direncanakan produk ini untuk mensupley dua kabupaten ini. "jelasnya.

Aspal button ini, kata Mahmud, selain kwalitasnya diatas aspal minyak, dari sisi harga pun masih jauh dibawah, sehingga dari sisi apapun aspal button ini masih unggul, dan ini terbukti aspal produk PT Nala Anggada perkasa penggunaannya sudah diujicoba di jalan toll Cipularang dan Pantura.

“Sekarang kami ingin mengajukan produk ini ke Pangandaran dan ini butuh keberpihakan dari pemerintahan daerah untuk menggunakan produk lokal, karna dari sisi kualitas, legalitas dan suplay tidak ada masalah dan sudah diakui oleh pemerintah pusat dalam bentuk spesifika Asbutton, “terangnya lagi.

Mahmud juga mengatakan, produknya menggunakan aspal alam yang kwalitasnya jauh lebih bagus karena memiliki kekerasan dan kelengketan lebih tinggi dari pada aspal minyak sehingga bisa dihampar dingin dengan kadar aspalnya bisa mencapai 6,5% -7%.

“Umurnya jauh lebih panjang dari aspal minyak, sehingga dari sisi pembiayaannya jauh lebih murah karena berusia panjang. “imbuhnya. (ANTON AS)

TIDAK PUAS KINERJA KEPALA DESA, SEJUMLAH WARGA JAYASARI DATANGI INSFEKTORAT

PARIGI-Karena ketidak puasan kinerja pemerintahan desa, sekelompok warga Desa Jayasari Kecamatan Langkaplancar, mendatangi Kantor Insfektorat Kabupaten Pangandaran (21/2) untuk meminta kejelasan hal tersebut.

Menurut salah seorang warga, Igi, warga sengaja datang ke insfektorat agar bisa memeriksa kepala desa terkait beberapa kegiatan yang anggarannya bersumber dari ADD, DD, Banprop dan DAK.
Menurut Igi, warga sangat kecewa karena di setiap pengerjaan proyek dari anggaran tersebut sistem pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi. 

“Untuk itu datang kesini kami meminta kepada insfektorat untuk segera turun langsung ke lokasi memeriksa hasil pengerjaan serta mengauditnya. “tegas Igi.

Dikatakan Igi, bukan hanya masalah kegiatan pengerjaan infrastruktur saja, warga pun mengindikasi ada penyimpangan anggaran desa yang lain tapi terkesan kebal hukum.

Warga sering mengadakan temu wicara dengan Kepala Desa Jayasari, Emen, tapi, lanjut Igi,  saat warga mengungkapkan kekesalan tentang kejanggalan cara kerja aparat desa, malah sebaliknya justru kepala desa yang sering marah dan mengancam.

“Apa bila saya dilaporkan hingga saya dihukum,  dan nanti setelah saya keluar dari hukuman pasti salah seorang bakal ada yang saya bunuh. “terang Igi, menirukan ucapan kepala desanya.

Menanggapi kedatangan warga tersebut, Insfektur Kabupaten Pangandaran, Drs. Apip Winayadi, kepada awak media mengatakan, dengan adanya audence ini, inspektorat merasa berterima kasih,karena bisa mengetahui ada masalah di daerah.

“Maklum perangkat kami terbatas, saya akui insfektorat balum memeriksa ke Desa Jayasari, dan tentunya dengan kejadian ini sekarang kamijadi tau, “ ungkap Apip.

Apip menambahkan, Kabupaten Pangandaran memiliki 93 desa dan berdasarkan sistem pengawasan berbasis resiko, hanya 16 desa yang telah diperiksa, diantaranya desa yang kepala desanya seorang penjabat.

Jadi, kata Apip,  sisanya walau belum diperiksa tetap disitu masih ada resiko karena tiap tahun anggaran desa tambah besar.

“Intinya kami merasa terbantu apabila ada masarakat yang ikut mengontrol dan melaporkannya, dan Insya Alloh bulan depan Desa Jayasari akan segera kami periksa, “ pungkas Apip. (ANTON AS)


BUPATI PANGANDARAN : “PERLU ADA KONSULTASI PUBLIK UNTUK PEMBANGUNAN PASAR PANANJUNG”

PANGANDARAN-Dalam pertemuannya dengan para pedagang Pasar Pananjung di gedung Islamic Center (18/2), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, manyampaikan perlu ada konsultasi publik untuk rencana pembangunan Pasar Pananjung yang diperkirakan akan menelan biaya Rp. 65 milyar.

Dalam prosesnya, kata bupati, pemda juga akan terus berkomunikasi dengan seluruh pedagang pasar yang sekarang agar rencana pembangunan bisa berjalan lancar.

“Seperti hari ini saya mengundang kesini, karena saya ingin mendengar langsung apa yang bapa-bapa dan ibu-ibu inginkan terkait rencana pembangunan pasar ini. “kata bupati.

Dikatakan bupati, konsep pembangunan yang sekarang dimiliki pemda harus harmonis juga dengan keinginan para pedagang agar nantinya asas manfaat pembangunan bisa dinikmati sepenuhnya oleh warga penghuni.

Masih kata bupati, Detail Engineering Design (DED) akan dilaksanakan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp. 900 juta.

“Dan poto yang tadi kami tampilkan di layar monitor  merupakan rencana gambar yang dibuat konsultan. “imbuh bupati.

Bupati menambahkan, rencana gambar tersebut sipatnya belum final dan bisa saja ke depannya ada penambahan dan pengurangan tergantung harmonisasi yang akan terus  dilakukan antara pemda dan pedagang.

Menanggapi pertemua antara bupati dan para pedagang yang difasilitasi Dinas Koperasi dan Perdagangan, beberapa pedagang menyambut baik rencana pemerintah untuk membangun pasar Pananjung yang selama ini terkesan kumuh dan beck saat turun hujan.

Seperti dikatakan salah seorang pedagang, pada dasarnya semua pedagang menyambut baik rencana tersebut, tapi pemda juga harus memikirkan lokasi sementara pedagang berjualan saat proses pembangunan berjalan dan harus dibangun fasilitas pendukung seperti area parkir dan lainnya.

Yang tidak kalah penting, katanya, pemda juga nantinya harus punya konsep peruntukan 648 kios dan 112 los yang akan diberikan gratis pada para pedagang.

“Jangan sampai nantinya muncul persolan kesepakatan penempatan pedagang antara yang berada di lantai bawah dan lantai atas juga yang  tadinya memiliki satu, dua hingga tiga kios,  ini perlu kesepakatannya harus dibahas dari sekarang.  “ungkapnya lagi. (HARIS F)


BUPATI PANGANDARAN RESMIKAN PEMBANGUNAN MESJID DAN REST AREA DI SEKITAR OBYEK WISATA GREEN CANYON

CIJULANG – Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, H. Ahmad Irfan Alawi bersama kaum nahdiyin berbaur dengan ribuan santri, alim ulama, kiayi, ustadz, Kapolsek Cijuang, ketua MUI Kabupaten Pangandaran serta masyarakat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan mesjid  dan rest area religi di sekitar lokasi wisata Green Canyon Kecamatan Cijulang.(16/2)

Di hadan seluruh tamu yang hadir, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wirdinata, menyampaikan, ia sangat mengapresiasi terkait  rencana pembangunan mesjid An - Nahdiyyin juga rest area religi yang berlokasi tidak jauh dari obyek wisata.

Walaupun lokasi mesjid dan rest area ini jauh dari pemukiman warga, kata Jeje, tapi antinya tetap mesjid ini akan makmur karena akan dikunjungi para wisatawan yang akan beribadah.

“Makanya mesjid ini harus dibangun sebagus mungkin agar nanti yang datang kesini bisa merasa betah dan nyaman. " katanya.

Usai memberikan sambutan, bupati pun berkesempatan melakun peletakan batu pertama tanda dimulainya proses pembangunan yang diikuti pemberian sodaqoh untuk yatim piatu dari para donatur.

Masih di tempat yang sama, secara resmi salah seorang nahdiin, H. Ruslan, yang mewakafkan tanahnya seluas 125 bata untuk pembangunan mesjid tesebut langsung menyerahkan  sertipikat tanah yang diterima angsung ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kabupaten Pangandaran.

“Atas nama Nahdatul Ulama, saya mengucapkan terimaksih kepada bapk H. Ruslan  yang sudah berbaik hati mewakafkan sabagian tanahnya untuk kepentingan umat. “ungkapnya.

Ia juga mengatakan, dengan dibangunnya mesjid dan rest area ini nantinya para pejiarah atau para wisatawan bisa beristirahat dan beribadah dengan nyaman. Selain itu, lanjutnya, pembangunan mesjid ini juga diharapka bisa meningkatkan perekonomian warga, karena di sektirar rest area nantinya akan dibangun kios-kios untuk berjualan. (AGE)

MASYARAKAT SEKITAR KAWALU KELUHKAN TUMPUKAN SAMPAH DI TEPI JALAN

TASIK NEWS-Lagi-lagi masyarakat Kota Tasikmalaya keluhkan banyaknya sampah yang menumpuk dan berserakan di pinggir jalan, sehingga selain meninmbulkan pemandangan yang kurang sedap juga terkadang tercium aroma bau busuk mengganggu para pengendara jalan yang melewati jalan tersebut.

Seperti yang terlihat di Jalan Swaka Kecamatan Kalawu, sudah hampir satu minggu sampah tersebut menumpuk di tepi jalan hingga banyak warga atau yang kebetulan melitas jakan tersebut mengeluh karena tercium aroma bau busuk.

“Setiap saya melintas jalan itu terpaksa harus tutup hidung. “ungkap salah seorang pengendara motor.(16/2)

Hal senada dikatakan beberapa warga yang tinggal di sekitar jalan tersebut, menurutnya, tidak menutup kemungkinan ini akan menimbulkan penyakit yang akan diderita warga.

“Saya berharap pemkot segera menangani sampah ini dan mengangkutnya ke TPA.” Ujarnya. (ANWAR WALUYO)

PEMDES CIKUPA GANDENG BUMN HOLDING PTPN 3 LAKUKAN BEDAH RUMAH

TASIK NEWS-Pemerintahan Desa Cikupa Kecamatan Karangnungggal Kabupaten Tasikmalaya bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  Holding PTPN 3, berhasil memperbaiki lima rumah warga melalui program Bedah Rumah Lanjut Usia, antara lain rumah milik Cicih, Ju’an, Sulam di Dusun Cikaret dan Marjo serta Aminah warga Dusun Mekarsari.

Seperti dikatakan Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadhi, perbaikan kelima rumah tersebut yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu dimaksudkan untuk membantu meringankan beban warga yang memunyai rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

Ia menambahkan, mudah-mudahan ini akan memberi manfaat khususnya pada warga penerima program, sehingga dengan adanya program ini warga pun bisa terbantu.

“Dan atas nama seluruh warga dan pemerintahan desa, saya juga mengucapkan terimaksih atas kerjasama yang baik dari BUMN Holding PTPN 3 yang telah membantu terlaksananya program ini. “pungkas Yuda. (ANWAR WALUYO-UDI  R))




ANGGOTA DPRD, UCE HASID, GELAR RESES UNTUK MENAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT

CIMERAK - Kegiatan reses anggota DPRD kabupaten Pangandaran dari partai Nasdem,  Uce Hasid, S.Ip, yang dihadiri kepala desa dan perangkatnya, anggota BPD, tokoh masyarakat juga para kader PKK yang digelar di aula Desa Mekarsari, Kecamatan Cimerak, disambut antusias masyarakat.

Dihadapan undangan yang hadir, Uce, menyampaikan tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat, diantaranya melakukan reses yang bertujuan untuk menyerap aspirasi warga untuk selanjutnya dibahas di DPRD bersama  pemerintah.

“Dalam kesempatan ini saya ingin mendengar langsung apa yang selama ini diinginkan masyarakat pada pemerintah, dan keinginan masyarakat ini akan saya perjuangkan bersama-sama di DPRD. “kata Uce.(14/2)

Masih dalam reses tersebut, Uce pun membahas anggaran desa untuk kegiatan pembangunan di tahun 2019, diantaranya untuk perbaikan jalan menuju tempat wisata religi Ranto Batang yang saat ini keadaannya sudah rusak.

"Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan ini, dan melalui acara reses saya juga akan terus  mengawal rencana kegiatan pembangunan desa Mekarsari tahun 2019, "ungkapnya.

Pada masa reses ini, kata Uce, merupakan kegiatan DPRD diluar kegiatan masa sidang yang dipergunakan untuk menjumpai serta mendengarkan aspirasi baik dari  konstituen atau masyarakat lainnya, karena ini menjadi tanggungjawab moral dan politis, khususnya di daerah pemilihan (dapil).

“Saya ucapkan terimakasih pada seluruh warga yang telah hadir dan seperti diketahui tugas saya di DPRD akan segera berakhir menjelang pemilu yang akan dilaksanakan bulan april 2019 nanti. “imbuhnya lagi. (AGE)

KEMENAG PANGANDARAN LAKUKAN PEMBINAAN PADA SELURUH P4

PARIGI-68 dari 108 Petugas Pembantu Pencatat Pernikahan (P4) baru-bru ini mendpat pembinaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, yang digelar di gedung Islamic Center Kecamatan Parigi.(11/2)

Pembinaan yang dihadiri langsung Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, DR. H. Cece Hidayat Msi didampingi Kepala Seksi Bimas, Drs H Nana Supriyatna MAg, bertujuan untuk mensosialisasikan keberadaan P4.

Seperti dikatakan Kepala Kemenag, fungsi yang paling penting agar P4 bisa menghadiri peristiwa pernikahan jika sewaktu-waktu penghulu tidak bisa hadir.

“Saya juga menekankan agar lebih ditingkatkan kinerja pelayanan di lingkungan KUA. “tegasnya. (NANA HOERUMAN)


BANJIR DI DEPAN PINTU MASUK CAGAR ALAM DISESALKAN SEJUMLAH NELAYAN PERAHU PESIAR

PANGANDARAN-Banjir yang merendam jalan  menuju pintu masuk Cagar Alam pantai barat, sangat disesalkan warga. Pasalnya selain menghalangi akses menuju kawasan tersebut banjir juga menjadi pemandangan yang kurang indah di kawasan wisata.

Seperti dikatakan salah seorang penjual jasa wisata perahu pesiar, Abeng (40), ia merasa terganggu sekali dengan genangan air di tempat itu, karena genangan air merupakan jalan yang biasa digunakan wisatawan menuju taman laut dan cagar alam.

“Di kawasan itu juga biasanya setiap hari kami menawarkan jasa perahu pesiar pada wisatawan, “ujarnya.(12/2)

Dikatakan Abeng, guyuran hujan pada malam hari lalu memang cukup besar walau tidak  lama, tapi karena saluran air di kawasan tersebut kurang baik, sehingga air pun menggenang setinggi betis orang dewasa.

“Jelas ini sangat menganggu, karena tidak sedikit pengunjung balik lagi karena tidak mau melewati banjir. “imbuhnya.

Abeng pun berharap ini bisa segera menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga tempat ia dan kawan-kawannya mencari nafkahnya pun tidak terganggu. (HARIS  F)

PETUGAS PARKIR KOTA TASIKMALAYA BERHARAP KENAIKAN UP

TASIK NEWS-Jika ada pegawai yang bekerja di bawah terik sinar matahari atau berbasah-basah diguyur air hujan, itulah perkejaan juru parkir. Para pengatur parkir kendaraan di tepi jalan ini akan sigap melayani pengendara yang akan memarkirkan kendaraan baik roda dua atau roda empatnya, sehingga masyarakat pun bisa tenang melanjutkan tujuan belanja atau lainnya.

Selain sigap mengatur dan menata kendaraan, para petugas parkir pun menjadi pet ugas di lini depan untuk mendapatkan Penghasil Asi Daerah (PAD) yang ia setorkan ke UPTD Parkir Dinas  Perhubungan.

“Kerja kami tidak mengenal waktu, baik saat hujan atau pun panas menyengatkami tetap harus bisa melayani masyarakat yang akan memarkirkan kendaraannya. “Ungkap salah seorang tukang parkir di jalan HZ. Mustofa Kota Tasikmalaya.(20/2)

Menurutnya, di tengah hiruk pikuk suara kendaraan dan debu jalanan, ia tetap setia dengan tugasnya karena target perolehan retribusi parkir harus tercapai.

Ia mengatakan, meski dirasa Upah Pungut (UP) yang ia terima tidak sebanding dengan kebutuhan hidupnya, tetap saja profesi ini terus dijalani karena kebutuhan dan tuntutan biaya hidup.

“Mudah-mudahan pemkot tahun ini menaikan UP kami. “ungkapnya.(ANWAR W)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN