TRI HANGGONO ACHMAD: “PANGANDARAN RUN BISA JADI KELENDER KEGIATAN UNPAD”


PANGANDARAN-Pada dasarnya kemajuan masyarakat Jawa barat, khususnya dunia pendidikan menjadi tanggungjawab Universitas Padjadjaran Bandung (Unpad), begitu juga dengan Kabupaten Pangandaran, sejak tiga tahun lalu unpad masuk, ternyata banyak potensi besar yang bisa dikembangkan disini.

Demikian disampaikan Rektor Unpad bandung, Prof. DR. MED. Tri Hanggono Achmad, kepada sejumlah awak media saat ditemui di tengah kegiatan lomba maraton Pangandaran Run di lapang Katapangdoyong kawasan pantai timur Pangandaran.(24/11)

Masih kata Tri, dan dalam proses ini tentunya semua pihak harus terlibat, seperti yang dilaksanakan hari ini, kegiatan ini murni ide anak mahasiswa disini. Dan itu membuktikan kalau bisa difasilitasi ternyata anak-anak yang ada di daerah pun mampu untuk mengembangkan kapasitas kreativitasnya.

“Ide dan kreativitas mereka sangat luar biasa dan bisa terus kita gali. “tutur Tri.

Menurut Tri, dasar penting mereka melakukan ini disamping merupakan wujud kreativitas ekspresinya serta tanggungjawab mereka yang diajarkan tentang bagaimana membangun wilayah. Karena menurut Tri,  mereka tahu pangandaran punya potensi, seperti potensi pantai, adat tradisonalnya baik budaya termasuk makanan.

“Dan itu pula yang yang menjadi dasar kenapa mereka menyelenggarakan kegiatan lomba maraton dan lainnya ini. “imbuh Tri.

Dan di universitas, kata Tri lagi, tinggal menfasilitasinya sehingga dengan tekad ini akan berlanjut dan tidak akan berhenti disini.

Tri mengatakan, ia sangat senang atas dukungan yang luar biasa dari Pemda Pangandaran, sehingga dengan kolaborasi ini baik Unpad atau pun Pemkab pangandaran optimis ke depan kegiatan  ini bisa menjadi kelender tahunan dengan pesertanya bisa lebih tingkatkan di level internasional.

“Dan potensinya bukan hanya makanan, banyak potensi lain, saya bertarget sebetulnya. “ungkapnya.

Tri berharap, kedepan jika mengadakan kegiatan lagi jangan saat week end, sebab jika pada moment itu Pangandaran ramai itu sudah biasa, seharusnya justru dilaksankan pada week day.

Tri menambahkan, Menteri Pariwisata sudah mentargetkan Pangandaran menjadai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), salah satunya karena potensi wisata.

“Dan Unpad hadir disini menghadirkan bidang ilmu untuk bisa mendorong potensi tadi. “tegasnya.

Tri juga berharap, dengan adanya rekor muri ini paling tidak ada dua asfek yang bisa diambil, pertama penghargaan terhadap ide dan kreativitas untuk mendorong potensi bangsa, kedua sebetulnya itu bisa menjadi pendorong lagi bagaimana Pangandaran branding, pindang gunung ini dibranding, sehingga bisa dikenal luas. Dan ini merupakan penghargaan sebuah kreativitas karsa karya tapi bagian juga dari memperkenalkan serta mesosialisasikan.

“Dengan adanya rekor Muri pengenalannya kan lebih luar biasa lagi, tapi kalau ga ada rekor muri dikenal lewat media juga ok. “jelas Tri.

Sementara pada kesempatan lain, dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, memberikan apresiasi pada kegiatan yang dilaksanakan PSDKU Unpad Pangandaran serta berharap kegiatan in bisa menjadi salah satu instrument untuk mempromosikan pariwisata Pangandaran.

“Anak-anak, kalian semua anak yang hebat, teruslah berkarya dan terus asah kreativitasmu. “tegas Jeje.

Jeje menambahkan, atas nama masyarakat dan Pemkab Pangandaran, ia mengucapkan terimakasih dengan segala dukungan dan kontribusi yang telah disubangkan serta iut  menumbuhkembangkan Kabupaten Pangandaran.

“Entah harus bicara apalagi saya, pa rektor ini sangat luar biasa dengan segala upaya dan sumbangsihnya untuk masyarakat Pangandaran, Pak Tri, terimakasih. “ungkap Jeje. (PNews)

DOORPRIZE KELILING EROPA PADA LOMBA MARATHON PANGANDARAN RUN DIMENANGKAN WARGA BATUHIU

PANGANDARAN-Sebanyak 964 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tadi pagi (24/11) mengikuti lomba maraton “Pangandaran Run” yang diselenggarakan PSDKU Unpad Pangandaran dalam rangka dies natalis Unpad Bandung dan Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran.

Lomba dengan dua katagori, jarak tempuh 5 kilo meter dan 10 kilo meter ternyata sangat disambut antusias warga..

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Anggi, rute yang ditempuh peserta lomba dengan menyusuri jalan di sepanjang pantai Pangandaran dengan tempat start dan finish di lapang katapngdoyong.

Anggi juga mengatakan, selain lomba maraton, pada kegiatan ini juga disertakan pemecahan rekor untuk makan sajian pindang gunung sebanyak 2018 porsi yang nantinya akan dikukuhkan di Musium Rekor Indonesia (Muri).

“Kegiatan kami gelar dalam rangka dies natalis Unpad yang ke 61 dan milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6. “jelas Anggi.

Anggi menambahkan, lomba marathon ini untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 54 juta dan door price keliling eropa selama 14 hari.

Dari hasil penilaian juri, Anggi menuturkan, yang keluar sebagai pemenang, antara lain, untuk katagori marathon dengan jarak tempuh 5 km putra, juara I Ahmad Soleh Ritonga (Depok), juara II Rifki Fajar (Bandung) dan juara III uhsen (Banjar).

Di kelas 5 km putrid, juara I Widi Hayati (Banjar), juara II Siti Yuni (Bandung) dan juara III Silva Oktaviani (Pangandaran).

Katagori 10 km putra, Juara I Rizki Martin Simbolon (Medan), juara II Ricky Nababan (Medan) juara III Febtri (Bandung).

Katagori 10 km putri, juara I Syifa Amalia (Medan), juara II Zalpa Mutiara P (Bandung) dan juara III Maria Krisyanti (Salatiga).

“Sementara pemenang doorprize jalan-jalan ke eropa dimenangkan oleh perempuan salah seorang warga Batuhiu Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. “terang Anggi. (PNews)

PSDKU UNPAD PANGANDARAN PECAHKAN REKOR MURI DENGAN SAJIAN 2018 PINDANG GUNUNG

PANGANDARAN-PSDKU Universitas Padjajaran Bandung (UNPAD) Pangandaran berhasil mengukir prestasi dan tercatat di rekor Musiu Rekor Indonesia (Muri) karena sudah berhasil mempersebahkan kuliner khas Kabupaten Pangandaran, pindang gunung sebanyak 2018 porsi.

Acara penyerahan piagam rekor Muri tersebut diserahkan perwakilan dari muri, Sri Widayati setelah ia mengecek jumlah sajian mangkuk berisi pindang gunung yang berjejer di atas meja.

“Pada hari ini, sabtu 24 nopember  2018 kami dari muri sengaja datang ke Pangandaran untuk mencatat sebuah prestasi yang spektakuler, yaitu penyajian kuliner pindang gunung terbanyak. “kata Sri.(24/11)

Dikatakan Sri, hari ini pihaknya resmi mengukuhkan sajian 2018 pindang gunung tersebut sebagai rekor dunia dan tercatat sebagai rekor yang ke 8755 di Muri.

Sebenarnya, kata Sri, jumlah sajian tersebut melebihi angka 2018, tapi karena panitia penyelenggara tetap meninginkan agar angka yang tercatat di muri ini mudah diingat dan menjadi pertanda waktu, sehingga yang tercatat tetap 2018 porsi.

“Dan piagam penghargaan muri ini kami anugerahkan langsung pada pihak penyelenggara, PSDKU Unpad Pangandaran. “imbuhnya.

Menurut Sri, pada pemecahan rekor ini memang baru ada di Pangandaran, karena kuliner pindang gunung merupakan makanan khas Kabupaten Pangandaran.

“ Tapi sebelumnya pangandaran juga pernah tercatat di muri dengan rekor rampak ronggeng gunung dengan 873 penari pada 20 september 2015. “terang Sri.

Sebenarnya julah porsi yang terhitung ini lebih dari 2018, tapi panitia tetap meminta untuk anggka 2018 supaya mudah diingat dan juga sebagai pertanda. (PNews)

DESA SIDOMULYO PANGANDARAN JADI TUJUAN STUDY BANDING 10 DESA KEC.CIJEUNGJING KAB. CIAMIS

PANGANDARAN-Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran mendapat kehormatan menjadi tujuan kunjungan 10 desa se-Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis untuk study banding.

Menurut Ketua Apedsi yang juga ketua rombongan, Asep Didi, selain silaturahmi memang kedatangan bersama rekan-rekannya ini untuk melihat secara langsung aturan-aturan yang ada di Desa Sidomulyo.

“Barangkali hasil dari kunjungan ini ada beberapa peraturan desa yang bisa diterapkan di desa kami. “ungkapnya.(22/11)

Asep menambahkan, kunjungan ini merupakan inisiatifnya bersama dan seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Cijeungjing.

Disoal apa saja yang bisa diambil pelajaran dari hasil kunjungannya, Asep yang merupakan Kepala Desa Cijeungjing, mengatakan, ada  beberapa hal yang mungkin nantinya bisa dibuat aturan di desanya. Seperti, terkait cara pemilihan BPD, tentang harga dasar pembelian barang dan jasa serta tentang tunjangan dan penghasilan kepala desa.

"Di Kabupaten Ciamis, lanjut Asep, kepala desa hanya mendapat penghasilan Rp. 2,7 juta, sementara di Pangandaran bisa mencapai Rp. 5 juta. "terang Asep.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sidomulyo, Sugiono, SH, membenarkan, kunjungan ini berawal saat ada beberapa rekan kepala desa Di Kecamatan Cijeungjing yang menghubungi lewat telepon celullernya bermaksud akan berkunjung dan study banding ke desanya.

Walau sebenarnya Desa Sidomulyo mungkin masih kurang layak untuk dijadikan tujuan study banding, namun kata Sugiono, sesama pemerintahan dan kepala desa tidak ada salahnya untuk saling berbagi ilmu atau terkait wawasan kinerja di desanya.

“Intinya kami menyambut baik siapa pun yang datang ke desa Sidomulyo dan tentunya kami pun terima dengan senang hati. “kata Sugiono.

Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Sosial  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SPMD) serta Camat Pangandaran, pihaknya tidak mengetahui adanya kegitan kunjungan tersebut.

“Kami tidak mendapat pemberitahuan baik tertulis atau pun lisan terkait kunjungan tersebut. “jelas Kadis SPMD dan Camat Pangandaran.    (PNews)

PEMDA DAN DPRD PANGANDARAN AKHIRNYA SEPAKAT KEKURANGAN ANGGARAN RSUD MASUK APBD 2019

PARLEMEN-Terkait molornya rapat pariopurna beberapa waktu lalu, ketua DPRD Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, menyamoaikan, sidang paripurna yang dimulai beberapa hari sebelunya itu bukan hambatan tapi karena tidak kuorum saja, karena kenyataan hari selanjutnya sidang berjalan lancar, dan interupsi dari fraksi pada sidang itu adalah hal yang biasa.

“Beberapa hari sebelunya memang masih banyak rtekan-rekan yang di lapangan serta ada beberapa fraksi yang masih belum sependapat terkait persetujuan perpanjangan kontrak tahun jamak. “terang Iwan.(15/11)

Khusus  terkait pembangunan RSUD, menurut Iwan, DPRD telah membuat kesepakatan kontrak dengan pihak pemkab itu dua tahun, tapi pemkab/dinkes membuat kontrak dengan Hutama karya (HK), tiga tahun anggaran.

“Pada paripurna fraksi PKB dn PAN mempertanyakan itu, boleh tidak persetujuan perpanjangan kontrak tahun jamak itu di tengah jalan, dan hal itu sudah dijawab. “jelas Iwan.

Tapi kan tidak boleh juga manakala perpanjangan kontraknya disetujui tiga tahun anggaran, dan kontrak berakhir pada bulan juli tahun 2019, tetapi anggaran untuk pembangunan RSUD tidak terpenuhi.

Terkait apa yg disampaikan Fraksi PAN,  Golkar dan PKB, kata Iwan, fraksi tersebut menginginkan kalau DPRD menyetujui perpanjangan kontrak satu tahun lagi, maka konsekwensinya per Juli tahun 2019, seluruh kebutuhan yang tertuang dalam dokumen kontrak, anggaran untuk pembangunan RSUD sebesar Rp. 238 milyar  harus sudah teranggarkan semua, Karna memang kemaren belum.

“Dan Alhamdulillah semua ini dalam rapat paripurna telah disepakati dan terkait kekurangan anggaran telah tertutupi dari bantuan provinsi Rp. 25 milyar serta kekurangan yang Rp. 12 milyar ditutupi dari defisit yang muncul di penerimaan penambahan pembiayaan, jadi sekarang sebetulnya persoalannya sudah clear. “jelasnya lagi.

Iwan juga mengatakan, sebenarnya DPRD hanya berkeinginan bagaimana agar pembangunan RSUD  ini tidak terhambat, karena ini kepentingan masyarakat umum. Dan menurut Iwan, ia pun tidak mau ada anggapan jika DPRD ini dianggap tidak konsisten.

“Sekarang DPRD dan pemerintah sudah seluruh kekurangan biaya untuk pembangunan rumah sakit  dianggarkan pada anggaran tahun 2019. “imbuh Iwan.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Pangandaran dari fraksi PKB, Jalaludin, S.Ag. menurutnya,  sebenarnya sejak awal memang ada beberapa faktor ketika penetapan ini agak terlambat. Antara lain, berdasarkan dokumen yang diterima DPRD, terdapat sumber pendapatan yang belum pasti sehingga akhirnya sampai ada lima kali perubahan draff yang diajukan pemerintah daerah.

Yang kedua, lanjut Jalal, sapaan akrabnya, terkait adanya beberapa program yang ditetapkan kepala daerah, sebenarnya ini mengacu kepada perencanaan yang  penganggarannya mengikuti setelah perencanaan kontrak dilaksanakan. Hal inilah yang kemudian menjadi pertanyaan DPRD, karena salahsatunya prasyarat kontrak jamak adalah persetujuan dari DPRD sesuai dengan ketentuan Undang-undang nomer 11 tahun 2012, tapi kenyataannya kontrak pemda dengan Hutaa Karya (HK) itu tiga tahun, padahal dipersetujan pada tahun 2016 dengan PRD, kontrak tersebut hanya dua tahun.

“Hal inilah  yang kami pertanyakan pada paripurna, kenapa tidak sejak awal dan kenapa juga pemda melalui Dinas Kesehatan tidak mengkomunikasikannya pada kami. “unghkapnya.

Menurutnya, ia mengambil sikap tidak berarti mau menghambat pembangunan tapi justru ingin memastikan seluruh kegiatan pembangunan di Kabupaten Pangandaran ini taat pada  perundang-undangan. Kemudian sebenarnya setiap kegiatan itu harus berbanding lurus dengan kemampuan keuangan daerah, yang kemudian tidak berakibat adanya silva yang tidak melambung.

Kata Jalal, DPRD telah menetapkan silva tidak lebih dari Rp 30 milyar, tapi kenyataanya sekarang menjadi Rp. 67 milyar, karena inilah kami menyimpulkan bahwa kegiatan ini adalah melampaui kemampuan keuangan kita, tapi tetap kita harus anggarkan karena itu sudah menjadi kesepakatan dengan pihak lain.

“Hal itu tetap dianggarkan dan kita paksakan, karena meang di sisi lain kami tetap apresiasi terhadap cita cita, harapan dan keberanian langkah yang diambil pemerintah. “kata Jalal lagi. (ANTON AS)

DESA KARANGPAWITAN LANTIK STAF KEUANGAN BARU

PADAHERANG-Untuk mengisi kekosongan staf keuangan desa, Kepala Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang, Adis, melantik Ima Hermina S.Pd menjadi staf keuangan.(13/11)

Pada acara pelantikan yang disaksikan Camat Padaherang, Kustian, S.Sos, BPD, LPM, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya,  Adis mengatakan, melalui seleksi transparan yang diikuti 12 peserta akhirnya Ima Hermina, S.Pd, yang berhasil lolos.

“Jadi yang dilantik hari murni hasil seleksi yang dilaksanakan Panitia seleksi. “ujar Adis.

Adis juga mengatakan, mudah-mudahan dengan penambahan staf baru di desanya, sistim adimistrasi dan keuangan Desa Karangpawitan bisa lebih baik lagi. Begitu juga dalam pelayanan terhadap warga bisa memberikan yang terbaik.

“Bisa bekerja dengan ikhlas serta bersinergis dengan BPD, LPM, PKK atau lembaga lainnya, karena misi kami menjadi desa terdepan. “pungkas Adis.(I KOSWARA)

PEMUDA KALIBER CIKUPA BERKARYA MENFAATKAN TEMPURUNG KELAPA

TASIK NEWS-Aneka produk unggulan bisa dihasilkan dari bahan sederhana, seperti yang dihasilkan perkumpulan pemuda yang tergabung dalam wadah kaliBER di lingkungan Dusun Kalapicung Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

Kerya seni, seperti gelas gantung, gantungan kunci dan lainnya berbahan dasar tempurung (batok) kelapa enjadi barang-barang yang punya nilai seni dan ekonomis.

“Pemuda harus bisa berjarya dan menghasilkan sesuatu yang positif. “ungkap Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi.(20/11)

Yudha menambahkan, pihaknya akan terus mendorong kegiatan pemuda yang ada di desa agar kegiatan positif ini, karena selain bisa ajang kreativitas remaja juga membuka lapangan kerja.

“Dan jika hasil karya ini bisa laku dijual, sudah pasti ini juga akan mengangkat perekonomian desa. “imbuhnya. (ANWAR W)

SELURUH PETUGAS PARKIR PEMKOT TASIK HARUS SEGERA PERPANJANG KONTRAK KERJA

TASIK NEWS-Bertempat di taman kota, 400 personil petugas parkir Kota Tasikmalaya mendapat pembinaan dari UPTD parkir Dinas Perhubungan.

Menurut Kepala UPTD, Hamzah Diningrat,  ini merupakan apel gabungan sekaligus untuk menginformasikan kepada petugas parkir yang belum memperpanjang  kontrak perjanjian dengan pemkot.

“Mereka ini para petugas yang menghasilkan PAD untuk Pemkot Tasik. “kata Hamzah.(19/11)

Dikatakan Hamzah, karena rata-rata para petugas tersebut berakhir masa kontraknya tahun 2018 ini, maka untuk laegalitas dala rangka mmenjalankan tuganya, Surat Kontrak kerjanya  harus segera diperpanjang.

“Selain perpnajangan kontrak kerja mereka pun diharuskan segera melunasi target setoran. “imbuh Hamzah.

Kepada media di runag kerjanya, Hamzah menyampaikan, batas waktu perpanjangan harus segera dilaksankan paling lambat bulan desember 2018. (ANWAR WALUYO)

UPT DISDIKPORA CIMERAK GELAR PKB UNTUK TINGKATKAN PROFESIONALISMA GURU

CIMERAK-Bertempat di SDN 1 Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran (9-10/11) kegiatan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru –guru di lingkup UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Cimerak dilaksanakan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih para pendidik agar lebih profesional.

Selain dihadiri 179 guru yang terdiri dari kelas atas 80 orang dan Kelas bawah 99 orang, kegitan ini juga dihadiri Kepala UPT Dikpora Cimerak, Hj.Onasih,SPd,MM, Pengawas TK/SD, Joko,MPd, Ketua K3S, Kasbullah,SPd.SD, dua Instruktur tingkat nasional, Isep Mustopa dan Ibu Ruswi. Kegiatan ini dibagi beberapa sesen, diantaranya, Kegiatan IN 1 untuk kelas Atas dilaksanakan tanggal 9 dan 10 Nopember dan tanggal 11 sampai 20 Nopember  ON yang dilaksanakan di tempat tugas masing masing dan tanggal 21 Nopember  IN 2 yang kembali dilaksanakan di SDN 1 Masawah.Untuk kelas Bawah IN 1 tanggal 13 sampai 14 Nopember tanggal 15 sampai 25 ON dan tanggal 26 IN 2.

Dalam sambutannya kepala UPT Dikpora Cimerak, Hj.Onasih,SPd,MM , menyampaikan beberapa hal penting yang terkait dengan kegiatan PKB, yang biasa disebut IN-ON-IN bagi guru-guru.

”Ini kegiatan wajib bagi guru agar nantinya para guru bisa lebih profesional. ”kata Onasih.

Hal senada dikatakan pengawas, Joko, PKB bagi guru menjadi penting dan bermanfaat, karena salah satunya para pendidikan diharuskan  mahir menguasai ITT yang sudah diterapkan di setiap jenjang pendidikan.

“Dengan mengikuti PKB diharapkan dapat semua guru mampu menyerap materi yang akan disampaikan istruktur untuk difanfaatkan di sekolah masing-masing. “katanya.

Akhirnya kegiatan pun ditutup hari sabtu (17/11) yang dilanjutkan penerimaan tugas dari instruktur untuk dilaksanakan dalam kegiatan ON di tempat tugas masing-masing serta hasilnya akan dilaporkan pada kegiatan IN 2 yang akan dilaksanakan kembali di SDN 1 Masawah tanggal 21 Nopember.

“kami bersukur kagiatan ini diikuti peserta dengan antusias tanpa mengurani tugas pokok  sebagai guru karena kegiatan ON dilaksanakan pada jam setelah pembelajaran anak-anak selesai. “ujarnya lagi. (RASIMUN)

INI KISAH GURU SUKWAN DI PELOSOK DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN

CIMERAK-Sukwan yang lebih dikenal dengan sebutan honorer merupakan tenaga lepas di berbagai intansi yang berkarya dan berkerja untuk bangsa dan negara, tenaga dan pikirannya pun sepenuhnya dicurahkan demi bangsa. Tetapi sukwan tidak mendapat gaji tetap, ia hanya mendapatkan insentif secara sukarela dari tempat dimana ia bekerja, tapi walaupun begitu tapi mereka tetap eenuhi kewajibannya sambil berharap suatu saat jadi ASN.

Salahsatu intansi yang paling banyak memilki tenaga sukwannya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam hal ini tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik alias Guru merupakan ujung tombak maju mundurnya pendidikan, maju dan mundur pendidikan salahsatunya bermuara pada tugas seorang guru, sehingga pantas jika saat ini guru terus menerus mendapatkan pelatihan agar lebih propesional.

Begitu juga masalah kesejahteraan, saat ini sertifikasi sudah bisa dinikmati guru ASN dan sebagian guru sukwan yayasan, bahkan di sekolah negeri pun sebahagian sudah bisa menikmati. Hanya sayangnya lulusan sarjana dengan lowongan jadi ASN berbanding terbalik, artinya setiap tahun lembaga pendidikan meluluskan Sarjananya tapi tidak setiap tahun ada pengangkatan PNS akibatnya sukwan semakin menumpuk. Kasihannya lagi, sukwan usia 35 tahun ke atas tak bisa lagi mengikuti tes CPNS akibatnya tidak sedikit para  sukwan merasa asa depannya semakin suram, tapi lagi-lagi ini tentang panggilan jiwa dan rasa tanggungjawab sebagai seorang pendidik yang mulia.

Seperti  4 Sukwan, 3 guru dan 1 Penjaga di SDN 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Ani Cahyani, Yani, Fitria Dedi dan Dede Darsono. Mereka tidak terhalang berbagai rintangan untuk menuju tempat tugasnya yang berada di ujung desa dengan harus melalui jalan berliku dan berbatu terjal, terkadang penuh lumpur di saat musim serta melintas hutan.

“saat hujan jalannya licin juga banyak tanjakan, jika tidak hati-hati bisa saja kami jatuh ke sungai. “ungkap Ani.(18/11)

Ani dan rekannya tetap berharap suatu saat ada perubahan pada nasibnya walau pun entah kapan.

“Kami sudah terlalu cinta pada profesi kami. “ungkapnya lagi. (RASIMUN)

WARGA PANYUTRAN BERHARAP BANTUAN PEMDA SELESAIKAN PEMBANGUNAN MESJID

PADAHERANG-Pembangunan mesjid jami Darussalam di Desa Panyutran Kecamatan Padaherang yang dibangun murni dari swadaya masyarakat tentunya akan menjadi kebanggaan warga desa, prioses pembangunannya hingga saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

Menurut Ketua DKM, Darsim, berharap mesjid ini bisa selesai dan digunakan sebelum idul Fitri tahun ini.

“Warga sangat antusias dan berharap mesjid ini segera selesai. “ungkapnya.(19/11)  

Dikatakan Darsim, ia sangat berterimakasih kepada seluruh warga yang sudah ikut berpartisipasi dalam tahap pembangunannya.

“Atas nama warga kami berharap Pemkab Pangandaran bisa membantu agar mesjid yang sangat didambakan warga ini bisa segera terwujud. “imbuhnya. (I KOSWARA)

DIGUYUR HUJAN TERUS MENERUS JEMBATAN DI SINDANGJAYA AMBRUK

MANGUNJAYA-Jembatan di Dusun Hegarmanah Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yang merupakan penghubung ke Kabupaten ciamis, hari sabtu (17/11) ambruk.

Jembatan yang dibangun dari anggaran bantuan Pempvrop jabar senilai Rp. 100 juta dan swadaya masyarakat sangat vital karena merupakan akses penting bagi warga yang akan pergi ke Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dan sebaliknya.

Menurut keterangan dari beberapa masyarakat setempat, sejak awal proses pembuatan jembatan ini sudah bermasalah, karena pengerjaannya yang terkesan asal-asalan, apalagi saat musim hujan warga khawatir jembatan tersebut amblas. 

“Mudah-mudahan pemerintah secepatnya memperbaikinya karena jembatan itu sangat penting sebagai sarana
transportasi warga disini. “ungkap salah seorang warga.(19/11)

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sindangjaya, Totong, membenarkan jembatan tersebut ambruk karena kondisi alam dan hujan yang mengguyur terus menerus di wilayahnya beberapa minggu. (Tn)

KEJUARAAN SELAM NOMOR LAUT ANTAR CLUB SELAM SE –INDONESIA, PANPEL TIDAK TRANSPARAN ?

PANGANDARAN-Simpang siur terkait ketentuan hadiah uang pembinaan yang diberikan pada jura dilaontarkan salah seorang pembina klub selam asal Jakarta, kepada PNews di kawasan pantai timur Pangandaran, tempat digelarnya Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 antar Club Selam se-Indonesia yang diikuti 127 peserta dari 8 provinsi ini, ia menyampaikan, panitia penyenggara sudah melakukan pembohongan publik dengan tidak menyertakan uang pembinaan pada atlit yang berhasil menjadi juara.

“Ini pembohongan publik, padahal di selebaran jelas-jelas panitia akan memberikan uang pembinaan dengan total keseluruhan Rp. 30 juta.”tegasnya. (18/11)

Sambil menunjukan poto selebaran lomba selam pada hand phonenya, ia menambahkan, salah satu motivasinya datang ke Pangandaran untuk mengikuti kejuaraan ini karena memang disitu tertera ada hadiah uang pembinaan.

“Atlit kami yang menjadi juara hanya mendapatkan selembar piagam dan medali saja. ”terangnya.

Yang sangat disayangkan, masih kata dia, panitia penyelenggara (panpel) tidak memberikan keterangan pada para tim peserta lomba terkait hadiah yang akan diterima atlit pada saat technical meeting.

Saat PNews konfirmasi ke beberapa pihak, diperoleh keterangan dari Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran, Dayat, sebenarnya masalah ini bukan kewenangan pihaknya karena ia tidak termasuk panpel.

“Pihak penyelenggaranya PB POSSI Pengprov jabar dan POSSI Kabupaten Pangandaran. “terang Dayat.

Dayat mengatakan, hadiah uang pembinaan tersebut diberikan pada juara umum atau peraih medali terbanyak dan  sebenarnya kejelasan itu sudah ada pada poin 12, penghargaan/hadiah kejuaraan.

“Mungkin peserta tidak membaca pada selebaran atau pihak panpel lupa dimenyampaikan hal saat technical meeting tanggal 16 nopember lalu digelar. “jelan Dayat lagi. (PNews)

SUSI PUJIASTUTI:”JANGAN KOTORI LAUT DENGAN SAMPAH PLASTIK”


PANGANDARAN-Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti kembali menegaskan pentingnya menjaga kelestarian laut. Ia pun menyoroti banyaknya sampah plastik di pantai pangandaran, sehingga saat ia berenang banyak ditemukan sampah plastik dalam jumlah banyak.

Demikian disampaikan Menteri Susi, saat sambutannya dalam acara Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 Antar Club Selam se-Indonesia (17/11).

Menurut Susi, jika sampah ini terus dibiarkan, maka akan menjadi petaka bagi wisata pangandaran. Jadi, lanjutnya, penanganan sampah dan penataan pantai harus sejalan, karena kalau tata kelola sampah tak diurus serius akan merugikan semua.

“Saya merasa sedih saat keliling pantai melihat sampah plastik bertabaran dimana-mana, ternyata sampah tak hanya di laut tapi juga di pantai. “kata Susi.

Susi menambahkan, sampah atau limbah plastik perlu diatur dalam peraturan daerah agar tidak dibuang sembarangan ke laut dan Pemkab Pangandaran sudah saatnya mengatur pemakaian plastik atau kantong kresek.

Di daerah lain seperti Banjarmasin dan Bali, lanjutnya, sudah membuat rancangan peraturan daerah yang isinya larangan adanya sampah plastik atau kantong kresek dan lainnya.

“Kalau Pemkab Pangandaran mempunyai target wisata yang mendunia, maka sudah harus dibuat perda seperti itu, kita juga tidak akan mati kok kalau tidak pakai kantong plastik atau kantong kresek,” tegasnya.

Susi juga mengatakan, sat ini Indonesia ada pada urutan ke 2 penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah China, dan jika hal ini terus berlanjut maka tahun 2030 laut Indonesia akan dipenuhi sampah plastik.

“Saya berharap Pemkab Pangandaran bisa meningkatkan lagi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut,” katanya.

Lebih jauh Mentri asal Pangandaran ini mengingatkan kembali pada salah satu tujuan pemerintah untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa yang dimulai harus mulai cinta, mulai jaga dan rawat laut. Masyarakat dapat terus mencintai laut dengan beberapa aksi kecil tapi dapat dilakukan secara berkesinambungan, dengan  mencintai laut, masyarakat sering ke laut, bermain di air, berenang dan Jangan takut laut.

Yang kedua menjaga, kalau ada yang mau merusak laut nangkap ikan menggunakan bom, trawl, jaring cantrang,itu  harus dihentikan.

“Yang ketiga merawat, jangan buang sampah sembarangan ke laut. " imbuhnya.

Menteri Susi menghimbau agar Pemda pangandaran membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai tata kelola kebersihan di perairan Pangandaran, termasuk larangan menggunakan botol plastik sekali pakai. Karena jika penggunaan plastik terus dilakukan, maka seluruh saluran drainase akan tertutup sampah plastik dan akhirnya dapat menyebabkan banjir.

"Sekarang Pak Jeje tolong dibuatkan Perda, Bali sudah bikin perda dan mulai 1 Januari 2019 tidak boleh lagi ada kantong kresek atau botol plastik sekali pakai. di Pangandaran, harus bisa" pungkas Susi. (PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN