PARTAI GOlKAR SALURKAN BANTUAN REHAB RUMAH WARGA MISKIN

MANGUNJAYA-Untuk ikut membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu, baru-baru ini DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran melalui Pengurus Kecamatan (PK) Mangunjaya, memberikan bantuan dana kemanusiaan.

Salah satunya, bantuan yang diterima salah seorang warga Desa Sindangjaya, Suci, berupa bantuan biaya rehab rumah yang sedang dibangunnya. Bantuan tersebut diberikan langsung Ketua PK Mangunjaya, Hoerudin serta disaksikan Kepala Dusun Sindangjaya, Kusnandar serta beberapa tokoh masyarakat desa.(8/8).

Mendapat bantuan tersebut, Suci pun merasa gembira dan berterimakasih, khususnya kepada seluruh pengurus Golkar PK Mangunjaya yang sudah meringankan beban biaya rehab rumahnya.

“Saya sangat berterimakasih sekali, karena bantuan ini sungguh sangat berarti untuk membantu membiayai rehab rumah saya. “ungkap Suci.

Sementara atas nama Pemerintahan Desa Mangunjaya, Kusnandar pun menyampaikan terimakasihnya  karena salah satu warganya mendapat bantuan uang tunai untuk keperluan rehab rumahnya.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan beberapa bantuan seperti rutilahu dan program lainnya ke pemda, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya. “kata Kusnandar. (Toni Taufiq)

DISDIKPORA PANGANDARAN LAKUKAN PEMBINAAN PARA GURU

MANGUNJAYA-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Pangandaran melalui Bagian Umum dan Kepegawaian menggelar pembinaan pada guru-guru di lingkup UPTD Dikpora Kecamatan Mangunjaya bertempat di Gedung Da’wah Mangunjaya (7/7) yang dihadiri Kepala UPTD Dikpora Mangunjaya, Supomo As, S.Pd, MM dan seluruh guru  PNS dan sukwan.

Menurut Ka Subag Umum dan kepegawaian Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, S.Pd, pembinaan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan ahlaq, administrasi dan kualitas mengajar di kelas.

“Melalui pembinaan berjenjang seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar agar guru bisa menjadi insfirasi dan contoh yang baik bagi para anak didiknya. “ungkap Soleh.(7/7)

Selain hal tersebut, Soleh berharap, setelah pembinaan ini seluruh para guru bisa meningkatkan kedisiplinannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) no 53 tentang Disiplin Pegawai. Artinya, para guru harus amar ma'ruf nahi munkar.

Sementara Kepala UPTD Dikpora Mangunjaya, Supomo dalam sambutannya menyampaikan,  pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan disiplin pegawai sehingga nantinya mampu mencetak anak didik yang berkualitas dan berakhlak sesuai dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, pendidikan berkarakter.

“Ini untuk kemajuan kita bersama, baik guru-guru atau kepentingan para siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar khususnya di lingkup UPTD Dikpora Mangunjaya. “ucapnya singkat. (Toni Taufiq)


KADIS PUTARKIM PANGANDARAN TINJAU LANGSUNG PROSES PEMBUATAN PATUNG IKAN MARLIN

PARIGI - Kepala dinas PU takim Kabupaten Pangandaran, Jaja Nurulhuda, ST. M.Dev.Plg langusung melakukan monitoring pembuatan patung ikan marlin ikon Kabupaten Pangandaran di Desa KarangJjaladri Kecamatan Parigi (08/8) utnuk memastikan kesiapan dan memastikan sudah sejauh mana proses pembuatan patung yang akan dipasang tepat di bundaran Mesjid Agung Pangandaran sebagai pengganti patung ikan sebelumnya yang dibuat seniman Bali, I Nyoman Nuarta.

Jaja mengatakan, ia sengaja mengunjungi langsung proses pembuatan patung untuk bisa memastikan apakah patung ikan marlin tersebut sudah sesuai dengan gambar awal yang sudah disepakati.

"Saya khawatir jika tidak dikontrol dari sekarang nantinya tidak sesuai dengan gambar awal. “terangnya.(8/8)

Dan ternyata saat tiba di tempat pembuatan patung ikan tersebut, Jaja menemukan ketidak cocokan antara gambar awal yang sudah disepakati dengan hasil yang sudah dibuat.

"Makanya saya melihat langsung, dan seperti sekarang ini, coba kalau tidak saya monitoring ini akan jadi kecewa yang melihat nanti." ucapnya.

Ditambahkan Jaja, untung saat ini proses pembuatan patung masih dalam tahap awal, jadi bisa dibetulkan.

“Coba kalau ketahuannya nanti, repot kan…", imbuhnya.

Dalam monitoringnya, Jaja juga memberi arahan-arahan kepada Agus Supriadi (seniman pembuat patung ) agar hasil karyanya nanti bisa sama persis dengan gambar awal yang sudah dibuat sebelumnya dan bisa terlihat seolah-olah  ikan marlin tersebut benar-benar hidup.

"Dan saya pun langsung menyarankan segera diperbaiki agar hasilnya nanti bisa sesuai dengan desain awal. “pungkas Jaja. (AGE).


MINIMNYA PNS PANGANDARAN, BELANJA PEGAWAI PUN RENDAH

PARIGI-Hingga tahun 2017 sekarang, jumlah seluruh pegawai PNS yang ada di Pemerinrtahan Kabupaten Pangandaran terus berkurang. Hal tersebut karena selama ini banyaknya PNS yang pensiun dan pindah tempat kerja.

Demnkian disampaikan Sekretaris Daerah Oangandaeran, Mahmud, SH, MH saat memimpin upacara senin di halaman setda Pangandaran.(7/8)

"Dari jumlah awal 3.848 , hingga sekarang menjadi 3.689 PNS. “ungkap Mahmud.

menurut Data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), pada tahun 2013 jumlah PNS yang ada di Kabupaten Pangandaran sebanyak 3.848 hingga per 1 agustus 2017, berjumlah 3.689 orang.

Jika merujuk apa yang disampaikan KPK, menurut Mahmud, ia sangat kecewa saat mengetahui masih banyak PNS asik di media sosial (medsos), jalan-jalan bahkan makan di warung saat ja kerja.

“Tapi di sisi lainnya, dengan sedikitnya jumlah PNS, otomatis anggaran belanja pegawai pun rendah dan sangat jauh dengan anggaran untuk pembangunan, “kata Mahmud lagi.

Hal tersebut, lanjut Mahmud, tentunya bisa di lokasikan pada program perioritas utama dalam APBD, sehingga untuk ke depan dalam pembuatan program bisa mendahulukan program skala perioritas.

“Saya harap tidak asal membuat program. “pungkas Mahmud. (editing. hiek)

PASANG SURUT RONGGENG GUNUNG CIKALONG

SIDAMULIH-Budaya merupakan warisan leluhur atau nenek moyang yang tidak ternilai harganya, ia ada menjadi jati diri daerah maupun bangsa. Budaya dalam tataran kehidupan masyarakat juga mampu menjadi pengikat tatanan kehidupan keseharian antar warga.

Ronggeng Gunung, jika menyebut nama itu, maka sudah pasti tidak bisa dipisahkan dengan Pangandaran. Hingga ada anekdot di tengah-tengah masyarakat, “bukan orang Pangandaran jika tidak bisa menari Ronggeng Gunung”.

Dan jika bicara Ronggeng Gunung, maka tidak salah juga jika Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih merupakan “gudangnya” para seniman ronggeng. Diakui atau tidak, jika Cikalong dari dulu hingga sekarang indentik dengan Ronggeng Gunung.

Salah satunya, Uje (53) warga Rt 03 Rw 02 Dusun Citembong Desa Cikalong, menurutnya Ronggeng Gunung dan dirinya sudah menyatu.

“Selain Ronggeng Gunung, disini juga ada gondang dan ketuk tilu. “ungkap Uje.(5/8)

Menurut Uje, ia dan dan sekitar sepuluh rekannya selama ini setia berkesenian ronggeng gunung walau hanya sekedar berangkat dari panggilan jiwa serta tanggungjawab moral untuk tetap melestarikan budaya leluhur yang ada di Cikalong.

“Siapa lagi yang akan menjaga budaya kita jika bukan kita sendiri…”ungkapnya lagi.

Ia tak banyak berharap, karena yang selama ini jalani sebagai pelaku seni budaya ronggeng pun tidak pernah bisa merubah kehidupannya. Kesetiaannya pada Ronggeng Gunung semata karena kecintaannya pada budaya yang ada sejak dulu di tempat ia dilahirkan.

Obsesinya untuk membangun sanggar tempat berkumpulnya para pelaku budaya yang ada di daerahnya pun mungkin hanya mimpi. Pasalnya, keinginan yang selalu didamkan sejak dulu mungkin hanya sebuah harapan dari cita-citanya, untuk tetap bisa mewariskan rasa kecintaannya pada budaya di desanya.

“Sudah lama sekali saya ingin di Cikalong ada gedung atau sanggar tempat kami berkumpul atau tempat latihan anak-anak yang ingin belajar ronggeng gunung, gondang atau ketuk tilu. “kata Uje.

Sebab, menurut Uje, pembelajaran tentang budaya harus ditanamkan sejak dini, karena  sekarang banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal, melalui pembelajaran budaya nantinya dapat mengetahui pentingnya hal tersebut dalam membangun tatanan kehidupan bermasyarakat di tempat budaya itu berada.

Ironis, Desa Cikalong yang dikenal tempatnya para seniman Ronggeng Gunung hingga saat ini belum mempunyai sanggar sebagai pusat keberadaannya seperti layaknya centra sea food, pusat penjualan makanan hasil olahan dari  laut.

Pertanyaannya, sudah berapa besarkan kontribusi para pelaku budaya pada pembangunan sosial, ekonomi dan politik daerah ? atau, seberapa besarkah apresiasi yang sudah diberikan Pemerintah Daerah pada pelaku budaya itu sendiri ? (hiek)

JAJANG SUHERMAN JABAT KETUA PPDI PK LANGKAPLANCAR

LANGKAPLANCAR-Melalui mekanisme pemilihan, akhirnya Jajang Suherman terpilih untuk jabatan Ketua PPDI Pengurus Kecamatan (PK) Langkaplancar periode tahun 2017-2020.

Acara pelantikan yang digelar di Balai Karaya Desa Bangunjaya yang dihadiri Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa (FMPD), Kang Oten, dipimpin langsung Ketua PPDI Kabupaten Pangandaran, Subario yang berkenan melantik ketua serta kepengurusan PPDI Langkaplancar.

“Saya berpesan pada ketua dan pengurus yang baru dilantik ini untuk tetap menjaga kebersamaan dalam struktur tubuh PPDI. “kata Subartio.(5/8)

Dikatakan Subario, PPDI juga harus bisa mewujudkan perangkat desa yang semakin professional serta berdaya guna, dengan motto “ Dari struktur untuk melestarikan kultur “.

Sementara ketua PPDI yang baru dilantik, Jajang Suherman berharap dalam kepemimpinannya, PPDI Langkaplancar dapat berjalan lancar selaras apa yang diamanatkan dan diperjuangkan organisasi.

“Dan untuk mewujudkan itu semua sangat diperlukan kekompakan dan dukungan seluruh anggota. “ucapnya singkat. (ODS)

PEMKAB PANGANDARAN TUNJUK KETUA DPRD JADI KETUA IBDAH HAJI 2017

MANGUNJAYA-Niat untuk menunaikan rukun islam ke 5 ini sudah lama terpendam, dan baru sekarang niat ibadah ini bisa dilaksanakan.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M. Ridwan, S.Pd, M.Pd dalam acara wallimatusafar di kediamannya di Kecamatan Manungjaya.(5/8)

“Kami, saya dan istri saya mohon doa’ pada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibdah haji ini. “kata Iwan.

Dalam kesempatan tersebut Iwan minta maaf jika selama ini ada ucapan serta tindakan yang tidak berkenan baik selama menjalan tugas sebagai wakil rakyat atau sebagai masyarakat biasa.

“Dalam melaksanakan ibadah haji ini kita harus tulus dan berserah diri sepenuhnya hanya pada Alloh. “imbuhnya.

Iwan juga mengapresiasi dan berterimakasih pada Pemerintahan Kabupaten Pangandaran yang  sudah menunjuknya sebagai Pembina Ibadah Haji tahun 2017.

“Mudah-mudahan semuanya jadi amal baik bagi kita semua, amien. “ungkap Iwan. (Toni Taufiq)

LEUIT, LUMBUNG PADI PENINGGALAN ADAT BUDAYA DESA CIKALONG

SIDAMULIH-Leuit, salah satu khasanah adat budaya sunda ternyata sejak dulu sudah ada di Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran dan hingga sekarang masih digunakan masyarakat desa.

Leuit dalam kosa kata bahasa sunda bisa diartikan tempat atau lumbung padi, merupakan sebuah bangunan dengan ciri khas bangunan kecil dengan atapnya yang kuncup terbuat dari kayu dan bisanya letaknya terpisah dari bangunan rumah warga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan gabah yang memiliki kemampuan tahan cuaca, hama penyakit, serta memiliki sistem sirkulasi udara yang baik sehingga gabah kering dapat disimpan dalam jangka waktu  lama.

Leuit ini merupakan tempat menyimpan cadangan stok gabah kering dari warga desa dan  digunakan untuk keperluan antisipasi  di saat musim paceklik. “ungkap Kepala Desa Cikalong, Upang Supandi.(5/8)

Walau pun di desanya belum pernah terjadi musim paceklik, namun menurut Upang, warga tetap diwajibkan “menyetor” sebagian hasil panennya untuk disimpan di lumbung tersebut.

“Dan hasil musyawarah seluruh warga, disepakti setiap kepala keluarga harus menyisihkan 20 kg padi per musim dari hasil panennya masing-masing. “terang Upang.

Dikatakan Upang, seluruh warga Desa Cikalong hingga saat ini masih tetap menggunakan lumbung itu sebagai kearifan lokal warisan leluhurnya.

Leuit itu sekarang kami namakan lumbung persatuan yang keberadaanya dalam satu RT terdapat satu lumbung. “terang Upang lagi.

Lebih jauh Upang menjelaskan, setiap satu tahun lumbung tersebut akan dibuka untuk diadakan ngabuku taun, yang digelar pada seiap bulan muharam dengan mengadakan malam syukuran hajat bumi, sebagai ungkapan rasa syukur seluruh warga pada sang khalik.

Ngabuku taun itu mungkin semacam RAT kalau pada koperasi. “jelas Upang.

Sementara hasil dari ngabuku taun, lanjut Upang, nantinya sebagian akan dibelanjakan alat-alat rumah tangga seperti kursi, piring, sendok dan lainnya yang bisa digunakan saat ada warga akan hajatan.

“Jadi, saat ada yang mau hajatan, warga bisa menggunakan peralatan tersebut. “imbuhnya.

Selain itu, masih kata Upang, adanya lumbung persatuan membuktikan, dengan luas hamparan sawah 2200 hektar yang mampu menghasilkan 200 ton padi per tahun dengan jumlah penduduk 3600 jiwa, Desa Cikalong sudah mampu berswasembada pangan bahkan surplus.

“Dan keberadaan leuit atau lumbung persatuan ini, juga jelas membuktikan, hingga saat ini masyarakat Cikalong masih menjungjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal serta menjadikan adat budaya leluhur sebagai tatanan kehidupan masyarakat desa. “pungkasnya. (Anton AS – hiek)

OPAK CIKALONG MASIH TETAP JADI OLEH-OLEH KHAS PANGANDARAN

SIDAMULIH-Siapa yang tak kenal Opak Cikalong ? sudah sejak lama makanan berbahan dasar ketan ini selalu menjadi oleh-oleh pakidulan (baca:Pangandaran). Dengan rasa khas serta tekstur tepung ketan yang lembut, membuat opak Cikalong bercita rasa unik dan renyah karena proses memasaknya pun tidak melalui penggorengan tetapi dibakar di atas api.

Pembuatan opak Cikalong mayoritas dikerjakan para ibu-ibu rumahtangga warga Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Melalui proses dan penggunaan alat sederhana, opak Cikalong dari dulu sudah bisa menopang ekonomi pedesaan serta kehidupan pengrajinnya.

Menurut salah seorang tokoh Desa Cikalong, Deddi AW, ada dua sisi efek positif, dari sisi ekonomi, opak Cikalong sudah mampu menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Cikalong.

“Sementara efek lainnya, opak Cikalong bisa menjadi varian wisata kuliner di Kabupaten Pangandaran. “Jelasnya.(5/8)

Opak Cikalong dikerjakan turun temurun hingga sekarang sehingga mata rantai pembuatannya pun tidak putus hingga sekarang.

Seperti dituturkan salah seorang pengrajin warga Rt 01 Rw 01 Kampung Cimanggu Desa Cikalong, Kanik (60), ia sudah puluhan tahun setia meneruskan usaha yang dulu dikerjakan orangtuanya.

Menurut Kanik, Karena saat itu ketiadaan biaya untuk sekolah, ia pun hanya mampu mengikuti pendidikan hingga kelas 5 SD saja.

“Dari tahun 1980 saya menjadi pembuat opak Cikalong. “ungkapnya.

Pembuatan opak yang tidak terlalu sulit, membuat siapa saja bisa melakukan pekerjaan ini,  melalui proses mencampurkan tepung ketan dengan santan kelapa ditambah garam secukupnya lalu dicetak dan dijemur dibawah sinar matahari untuk selanjutnya dibakar.

“Dalam sehari saya menghabiskan 8 kg tepung ketan yang akan menghasilkan sekitar 1500 opak. “terang Kanik.

Dikatakan Kanik, selama menjadi pembuat opak Cikalong nyaris belum pernah menemui kendala yang berarti. Baik modal produksi atau untuk pemasaran  sudah langsung ditangani pengepul yang akan memasarkannya ke kota-kota lain.

“Saya hanya membuat saja, karena tepung ketannya sudah dipasok langsung oleh pengepul, begitu juga opaknya akan dibeli pengepul untuk dijual ke daerah lain. “terangnya lagi.
(Anton AS)

PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN

PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

03 April 2008 – 14:11   (Diposting oleh: Editor)

“When life hand you a lemon, squeeze it and make lemonade.” — W. Clement Stone

Tantangan begitu identik dengan kehidupan manusia. Pemanasan global adalah topik yang sedang hangat bila kita berbincang tentang tantangan. Sebelum betul-betul menjadi bencana besar bagi seluruh umat manusia, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya adalah diselenggarakannya Konferensi UNFCCC di P. Bali, yang mendesak kesadaran masyarakat dunia untuk memelihara kelestarian alam, di antaranya tidak menggunduli hutan, bertanggung jawab terhadap pengolahan limbah, reboisasi, mengurangi polusi udara dan lain sebagainya.

Tantangan yang tidak kalah berat di negeri kita adalah bencana alam, di antaranya banjir, gempa, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya. Banjir di Jakarta 1 Februari 2008 misalnya, itu sangat merepotkan, menyebabkan kerugian dan pemborosan besar-besaran, karena macet di mana-mana dan kegiatan ekonomi tentu juga terhambat. Banyak waktu terbuang sia-sia. Saya merupakan salah satu di antara ribuan warga Jakarta yang terperangkap di jalanan puluhan jam karena macet luar biasa.

Tantangan lainnya adalah gejolak ekonomi di seluruh belahan dunia, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah yang menggila. Masalah tersebut menimbulkan iklim bisnis yang suram di dunia termasuk di Indonesia. Kelesuan ekonomi mengancam kelangsun
... baca selengkapnya di PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

DESA MANGUNJAYA GELAR FESTIVAL JONJANGAN

MANGUNJAYA-Untuk mewujudkan desa berdaya dan berbudaya serta dalam rangka melestarikan budaya leluhur, Desa Mangunjaya bekerjasama dengan pemuda Karangtaruna dan para pelaku seni yang ada di wilayah Mangunjaya menggelar Festival Jonjangan, sebuah pagelaran seni yang menceritakan kebiasaan masyarakat dahulu.

Menurut Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin sekaligus sesepuh sanggar Seni Banyu Bening mengatakan, pagelaran seni Festival Jonjangan ini sedkarang sudah hampir punah. Dan dalam rangka melestarikan juga menjadi pelajaran seni budaya pada genberasi muda, pihak desa menggelar acara ini.

Jumlah peserta layangan diikuti 180 peserta membuktikan, acara festial berlangsung meriah dan mendapat antusias warga serta membuktikan, masyarakat Mangunjaya masih melestarikan budaya leluhurnya.

dikatakan Furqon, budaya leluhur ini jangan sampai diklaim egara lain, sehingga dikhawatirkan  generasi muda, anak-anak negeri ini tidak mengetahui budaya lelubur karena terlena dengan kemajuan tekhnologi seperti android dan sebagainya.

Menurut Furqon, festival yang dibiayai dari swadaya masyarakat  dan sponsor yang ada di desa serta pelaku seni yang ada di wilayah Pangandaran ini menampilkan pagelran seni Jonjangan yang dalam istilah masyarakat suku jawa diartikan sebagai permainan saat malam bulan purnama.

“Dengan pagearan seni ini, diharapkan khususnya warga Desa Mangunjaya agar bisa tetap tahu apa yang dilakukan dan menjadi kebiasaan para leluhur kita. “ungkap Furqon. (4/8)

Langlayangan, heleran atau lainnya, lanjut Furqon, itu merupakan  permainan yang akrab di masyarakat pedesaan, dan hal-hal semacam itu sangat positif bila terus berlangsung dan tetap dikenal masyarakat. Seperti Langlayangan (layangan) merupakan salah satu khasanah permainan yang akrab di pedesaan. 

Suasana kehidupan desa dengan hamparan sawah yang selama ini memberikan mamfaat kini sudah terbengkalai. Dan ini harus kemabli ditanamakan rasa cinta terhadap desa berdaya dalam segala bidang terutama pertanian.

“Tidak bisa bisa dipungkiri, bangsa Indonesia bisa menduinia berawal dari sekitar 20780 desa yang terbentang di seluruh nusantara. “imbuhnya. (Toni  T)




AGUN GUNANJAR : “KPK HARUS TETAP BERJALAN SESUAI MANDAT KONSTITUSI”

PANGANDARAN-Reses DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bclp, Msi  di Kabupaten Pangandaran, bertempat di kantor DPD Golkar (3/8) yang dihadiri Ketua DPD Golkar Kabupaten Pangandaran, M. Taufiq, Dewan Pertimbangan Partai Golkar, H. Adang Hadari, pengurus DPD, seluruh kader serta  simpatisan partai.

Dalam sambutannya Agun yang juga ketua pansus angket KPK di DPR RI ini memaparkan tujuan dibentuknya pansus angket KPK terkait masalah korupsi KTP elektronik semata-mata untuk menguatkan kelembagaan KPK itu sendiri sebagai institusi pemberantasan korupsi di negeri ini.

Menurutnya, dalam proses yang dilakukan pansus,  bagaimana bisa menentukan target jika  penyelidikan sendiri tidak dijalankan.

“Jadi kalau penyelidikan hasilnya A, rekomendasinya juga ya harus A,” jelas Agun. (3/8)

Pansus berharap, lanjut Agun, KPK harus bisa selalu transparan, sesuai mekanisme dan SOP dalam melaksanakan tugasnya. Lembaga itu juga harus mendengar koreksi dari masyarakat karena KPK itu bukan berarti tidak bisa dikoreksi dan kebal dari kritik.

Sebenarnya, masih kata Agun, pembuktian itu tidak sulit, karena setiap pemeriksaan baik kepada saksi maupun tersangka sesuai SOP KPK selalu di rekam, baik suara maupun gambar dan semuanya tertuang dalam BAP yang tentu saja diparaf pada halaman demi halaman.

“Dan halaman terakhirnya ditandatangani oleh terperiksa", tegasnya.

Lebih jauh politisi partai berlambang pohon beringin ini mengatakan, ia sengaja memberi kesempatan pada masyarakat yang hadir dalam acara resesnya ini untuk melihat langsung video rekaman-rekaman perjalanan pansus agar bisa mengetahui lebih detail kerja pansus selama ini.

“Dan selanjutnya ini bisa dijadikan bahan untuk klarifikasi karena itu fakta teman-teman saksi yang siap dikomfrontir", imbuhnya.

Agun juga mengatakan, semua sepakat menginginkan agar KPK tetap ada, berjalan dalam koridor hukum, koridor demokrasi, dalam koridor hak-hak asasi yang semuanya didasarkan mandat konstitusi.

Khusus untuk seluruh kader partai golkar Pangandaran Agun pun berharap agar tetap solid agar golkar tetap menjadi partai yang didukung rakyat.

“Dan untuk permasalahan yang sedang terjadi saat ini pada Ketua golkar, Setya Novanto, mari kita sama-sama doa’kan semoga dapat solusi terbaik. “pungkasnya. (AGE)

BUPATI PANGANDARAN BUKA KEGIATAN KAMPANYE IMUNISASI CAMPAK RUBELLA

CIMERAK – Kegiatan kampanye imunisasi penyakit Campak dan Rubela (MR) untuk Kabupaten Pangandaran yang bertempat di SMPN I Cimerak resmi dibuka Bupati, H. Jeje Wiradinata, (2/8)

Dengan ditandai pelepasan beberapa balon oleh bupati, kampanye imunisasi penyakit Campak dan Rubela di Kabupaten Pangandaran pun resmi dibuka.

Hadir pada kesempatan itu ketua PKK Kabupaten Pangandaran, Ida N Wiradinata, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Yani achmad marzuki, Ketua Komisi I DPRD Pangandaran, Jajang Ismail, SE, Camat, para kepala SKPD dan siswa-siswi SMPN I Cimerak.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Pangandaran, drg.Yani Achmad Marjuki dalam sambutannya menyampaikan,  kampanye ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyakit campak yang sangat berbahaya dengan target anak usia 9 bulan sampai dengan usia di bawah 15 tahun, dan ini merupakan wujud program pemerintah agar masyarakat terbebas dari campak di tahun 2020 nanti.

Dalam kesempatan itu, Yani pun meminta dukungan dari semua instansi pemerintah juga tokoh masyarakat untuk bisa mensukseskan program ini yang berlangsung dari bulan Agustus sampai bulan september dan serentak kegiatan ini digelar di seluruh wilayah di pulau Jawa.

"Kami meminta dukungan dalam kampanye ini, dan untuk kabupaten Pangandaran sendiri ada sekitar 86 ribuan yang akan mendapatkan imunisasi campak rubbela selama bulan agustus hingga september mendatang", jelasnya.

Ditambahkan Yani, pelaksanaan kampanye Imunisasi MR fase pertama ini dibagi menjadi 2 tahapan, untuk tahap 1 pada Agustus yaitu pemberian Imunisasi MR di seluruh sekolah yang terdiri dari sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat dan SMPLB.

“Sementara untuk tahap 2 pada bulan september, pemberian imunisasi MR di pos-pos pelayanan imunisasi lainnya, seperti Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya", kata nya.

Di tempat yang sama Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran SKPD di lingkup Pemkab Pangandaran untuk mendukung program ini yang dicanangkan pemerintah pusat dalam rangka menanggulangi penyebaran penyakit Campak dan Rubella (MR).

Bupati mengajak semua agar bisa mensukseskan program in, juga berharap semua pejabat di Pangandaran bisa turut serta mendukung pelaksanaan kampanye ini untuk  mensukseskan program pemerintah dalam menanggulangi penyakit campak rubbella(MR) yang sangat berbahaya ini.

“Saya minta semuanya bisa mengerahkan segenap kemampuan saat turun langsung pada masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi ini, karena campak rubbella sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan anak-anak kita. “imbuh Jeje. (AGE)

IDA N WIRADINATA : “KANKER DAPAT DISEMBUHKAN JIKA DILAKUKAN PEMERIKSAAN SEJAK DINI “

PANGANDARAN - Dari tahun ke tahun angka penderita kanker di Indonesia terus meningkat hingga mencapai angka yang mengkhawatirkan, sehingga diperlukan penanganan dan sosialisasi secara berkesinambungan agar masyarakat lebih peduli bahaya kanker serta turut berupaya untuk menekan laju pertumbuhannya.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Pangandaran, Ida N Wiradinata. Menurutnya, ia merasa prihatin, terutama untuk kaum perempuan yang rentan mengindap kanker payudara dan kanker servik.

Dikatakan Ida, dirinya merasa prihatin melihat kenyataan saat ini, banyak perempuan yang terindikasi kanker, terutama kanker payudara dan kanker servik.

“Sebagaiu klangkah konkrit, kami dari YKI tergugah untuk mengambil langkah-langkah nyata  dengan mensosialisasikan bahaya kanker pada masyarakat", ungkapnya.(2/8)

Ida juga menambahkan, dirinya bersama semua dokter yang ada di Pangandaran yang tergabung dalam YKI siap dengan ikhlas melakukan aksi mengatasi kanker sejak dini salah satunya dengan melakukan sosialisas cara hidup sehat.

" YKI Pangandaran siap melakukan langkah-langkah preventif untuk mengatasi kanker lebih dini, walaupun kegiatan ini tidak ditunjang anggaran pemerintah.", imbuhnya.

Sejauh ini, menurut ida, masyarakat masih merasa takut untuk diperiksa kesehatan, sehingga tidak jarang YKI pun mengadakan kegiatan pemeriksaan dengan alat deteksi kanker, terutama kaum hawa.

“Tapi saat kami datang, masyarakat seperti kurang begitu respon dengan berbagai alasan. “jelas Ida.
.
Lebih jauh Ida mengatakan, ia menghimbau agar masyarakat jangan menganggap tabu untuk membicarakan kanker, karena dianggap menakutkan dan identik dengan kematian serta  pengobatan yang mahal. Padahal faktanya, kanker dapat disembuhkan dan tidak semua obat kanker mahal.

“Juga sekarang tersedia program bantuan untuk pengadaan obat kanker di Indonesia. “pungkasnya. (AGE/P-News)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN