A.ILHAM TAUFIK: “DIPERLUKAN PELAYANAN PUBLIK YANG MAKSIMAL UNTUK MEWUJUDKAN PANGANDARAN HEBAT"

CIJULANG - Dalam mewujudkan cita cita dan harapan masyarakat Kabupaten Pangandaran dituntut adanya kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan semua unsur lapisan masyarakat, sehingga nantinya akan tercipta keselarasan dalam penataan daerah sesuai dengan harapan.

Demikian dikatakan salah seorang warga Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, A. Ilham taufik (24), dalam obrolan ringannya di sebuah warung kopi.

Menurutnya, di era transparansi dan akuntabilitas seperti sekarang ini, faktor membangun kepercayaan masyarakat merupakan tantangan utama bagi pemda. Untuk itu, lanjutnya, setiap lembaga pemerintah daerah di tuntut memiliki kinerja yang baik terutama melalui pelaksanaan program yang selaras dengan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi masyarakat serta melalui implementasi pengendalian intern di lingkungan instansi pemerintah.

“Secara pribadi saya sangat mendukung program dan kebijakan Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata yang memperioritaskan tiga program andalan, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis dan raskin gratis yang semuanya sangat didambakan masyarakat terutama warga yang kurang mampu.”ungkapnya.(30/6)

Program dan kebijakan Bupati Pangandaran tersebut, menurutnya, perlu mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat, dan selanjutnya tinggal bagaimana penerapannya melalui SKPD terkait program tersebut sampai ke masyarakat.

“Terutama masalah yang berkaitan dengan pelayanan publik yang harus lebih ditingkatkan,"imbuhnya.

Ilham, yang saat sekarang sedang menyelesaikan program pasca sarjana ( S2) di Jogjakarta, juga mengatakan, untuk memajukan daerah, ada beberapa kerangka permasalahan yang dihadapi seluruh Pemerintah Daerah, diantaranya pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran serta mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan pelayanan diseluruh wilayah.

“Saya berharap, semoga Pangandaran bisa menjadi kabupaten yang mampu mewujudkan segala harapan masyarakatnya sesuai slogan Pangandaran Hebat yang sering kita gembar-gemborkan. “ungkapnya lagi.  (AGE)

HATI-HATI, ADA BAHU JALAN AMBLAS DI JALUR MENUJU OW BATUKARASAS

CIJULANG - Amblasnya bahu jalan sedalam 0,5 meter menuju Obyek Wisata (OW) Pantai Batukaras, tepatnya di wilayah Dusun Pasuketan Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran membuat cemas para pemakai jalan. Dikhawatirkan bila tidak cepat diperbaiki bukan tidak mungkin badan jalan bisa terbawa dan tergerus derasnya aliran sungai Cijulang.

Kejadoian tersebut baru diketahui sekitar pukul 16.00 (28/6) saat arus lalu lintas menuju pantai Batukaras sedang padat baik kendaraan roda 4 maupun dua.

Menurut salah seorang warga Batukaras, Yana (35) yang saat ini ikut mengatur lalu lintas di sekitar lokasi, kejadian ini terjadi setelah hujan mengguyur sejak beberapa hari yang lalu ketika debit air sungai Cijulang naik dengan arus yang begitu deras.

“Mungkin saja karena tanah di sekitar lokasi longsor tersebut berada di pinggir sungai sehingga kondisi tanah pun labil hingga mengakibatkan sebagian bahu jalan ikut tergerus air sungai", katanya. (29/06)

Hal senada dikatakan Edi (46) warga desa Batukaras, dari awal ia sering memperhatikan tanah harim disekitar sungai Cijulang semakin hari semakin habis akibat terkikis air dan pelebaran sungai. Dan bila hal ini tidak segera mendapat penanganan dengan memperbaiki TPT, dikhawatirkan badan jalan pun akan semakin terkikis aliran sungai.

"Saya khawatir jika hal itu dibiarkan tanpa ada perbaikan, lama-lama jalan pun akan habis terbawa aliran sungai.",ungakapnya.

Edi juga mengatakan,perbaikan TPT ini harus secepatnya, mengingat saat ini hujan kadangkala turun dengan deras membuat volume air sungai Cijulang terus meningkat membuat tepian sungai pun terus mengalami abrasi.

Sementara saat diminta tanggapannya, Kepala UPTD Pariwisata Kecamatan Cijulang-Parigi, Dadang, mengatakan, pihaknya berharap agar amblasnya bahu jalan utama menuju OWh Batukaras bisa segera diperbaiki untuk menunjang kelancaran arus wisatawan yang akan berkunjung saat liburan seperti sekarang.

"Saya berharap ini bisa secepatnya diperbaiki supaya para pengunjung yang akan berwisata ke Batukaras lancar kembali. “kata Dadang. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “MOMEN IDUL FITRI JADIKAN PENYEMANGAT KEBERSAMAAN…”

CIJULANG-Jajaran Pemerintahan Kabupaten Pangandaran tahun ini dalam melaksanakan salat Idul Fitri  tahun 1438 H/2017 yang jatuh pada hari minggu (25/6) dipusatkan di Kecamatan Cijulang.

Bupati, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari didampingi Ketua DPRD, Iwan M Ridwan, Sekda Mahmud, SH, MH dan jajaran pemerintahan lainnya bersama ratusan jemaah masyarakat Kecamatan Cijulang pun nampak khusu mendengarkan khutbah yang digelar di mesjid Agung Al Islah.

Dalam sambutannya Jeje Wiradinata menyampaikan, pada hari kemenangan ini seluruh umat Islam hendaknya saling membukakan pintu maaf serta lebih semangat lagi dalam membangun ukuwah antar umat.

Masih dalam sambutannya, Jeje juga mengatakan, atas nama seluruh jajaran pemerintahan meminta maaf kepada seluruh masyarakat apabila dalam melaksanakan tugas masih terdapat banyak kekurangan.

“Kami semua manusia biasa tentunya tidak luput dari kesalahan, dan di hari fitri ini kami pun ingin meminta maaf lahir kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran. “kata Jeje.

jeje juga mengatakan, sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), program dan kebijakan Kabupaten Pangandaran tentunya akan lebih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, program pendidikan gratis, melaksanakan pelayanan  kesehatan gratis serat penataan kawasan wisata.

“Dalam melaksanakan visi dan misi menjadikan Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata yang mendunia, pada tahun-tahun awal ini kami terus konsolidasi agar program berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan.” Kata Jeja lagi.

Untuk mencapai seluruh program ini, menurut Jeje, diharapkan ada kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat serta senantiasa memohon doa agar apa yang dicita-citakan bersama bisa mudah terwujud.

Untuk infrastruktur, lanjut Jeje, tahun 2017 ini seluruh jalan kabupaten minimal sudah 50 persen sudah mendapat perbaikan dengan rabat beton dan hotmik.

“Begitu juga program kesehatan, pembangunan puskesmas-puskesmas, pendidikan gratis dan pentaan pariwisata terus kita pacu. “imbuhnya.

Selain itu, masih kata Jeje, selain pembangunan fisik, harus juga dibangun karakter pendidikan dan agama, diantaranya dengan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), bantuan oprasional kendaraan roda dua untuk MUI desa dan kecamatan serta pellaksanaan pesantren kilat untuk seluruh siswa selama bulan ramadhan.

“Pada tahun 2021 mendatang, Pangandaran hebat yang kita cita-citakan bersama, Insaalloh bisa terwujud. “tegas Jeje.

Masih dalam sambutannya Jeje pun tidak lupa mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Untuk seluruh umat islam di Kabupaten Pangandaran saya ucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. “ pungkasnya. (hiek)

SANTUNAN PADA YATIM PIATU WARNAI BUKA BERSAMA PARTAI GOLKAR PANGANDARAN

PARIGI-Ratusan simpatisan, kader dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Pangandaran sore tadi (17/6) hadiri acara buka bersama yang diprakarsai pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran bertempat di sekretariat DPD di Desa Cibenda Kecamatan Parigi.

Acara buka bersama yang sudah menjadi tradisi ini langsung dipimpin ketua DPD Partai Golkar, Muhamad Taufiq, Wakil Bupati Pangandara, H. Adang Hadari sebagai dewan pertimbangan dan pengurus lainnya.

Menurut Taufiq, selain kegiatan buka bersama yang sudah menjadi tradisi Golkar, dalam kegiatan ini selain diisi dengan tausiah keagamaan, partai Golkar pun berkesempatan memberikan santunan pada anak yatim piatu dan sejumlah kaum jompo.

“Acara buka bersama ini sudah menjadi tradisi kami dan dimaksudkan untuk lebih mempererat silaturahmi antara simpatisan, kader dan seluruh pengurus partai Golkar Kabupaten Pangandaran. ”kata Taufiq.

Beberapa menit menjelang adzan maghrib, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutan singkatnya menyampaikan, saat-saat seperti ini merupakan saat bahagia bagi umat islam yang sedang menjalankan ibadah pusa.

Adang juga mengatakan, pada bulan yang penuh rahmat ini, sebaiknya umat lebih memperbanyak amalan ibadah seperti saling tolong menolong khususnya sesama muslim.

“Saya pikir sebelum buka puasa ini sebaiknya diisi dengan tausiah bukan dengan sambutan. “ungkapnya.

Adang pun berpesan kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar untuk selalu meningkatkan tali
silaturahmi baik selama bulan ramadhan atau pun di bulan-bulan lainnya. (hiek)

DAMPAK PERHUTANI KURANG INOVATIF ? DARI TAHUN KE TAHUN KUNJUNGAN KE TWA CAGAR ALAM TERUS MENURUN

PANGANDARAN-Perum Perhutani yang sudah puluhan tahun mengelola Taman Wisata Alam (TWA) Pananjung Pangandaran dikeluhkan banyak pihak. Pasalnya, Perhutani dianggap  selama ini tidak pernah melakukan langkah-langkah inovatif sehingga dari tahun ke tahun pengunjung pun cenderung menurun.
Seperti disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin dan Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran, Edi Rusmiadi. Mereka berdua sama-sama memberikan nilai minus pada kinerja BUMN ini.

“Perhutani merupakan BUMN harusnya profit oriented, dan untuk menjadi pwerusahaan yang menguntungkan dituntut harus terus berinovasi. “ungkap Edi.(6/6)

Kalau manajemennya terus seperti ini, lanjut Edi, TWA Cagar Ala mini arahnya mau dibawa ke mana, dari tahun ke tahun tidak ada perubahan dan terkesan asal-asalan.

Edi menambahkan, ia sangat menyayangkan terpuruknya TWA Cagar Alam Pananjung, padahal selain ada pemandangan pantainya, banyak lagi yang bisa dijual pada wisatawan, seperti hutannya yang rimbun berhawa sejuk, goa alam  atau kekayaan bukti sejarah keberadaan goa jepang bisa dijadikan destinasi wisata legendaris.

Edi juga menuturkan, hasil pantauan di lapangan serta berdialog dengan para pengelola, dapat disimpulkan ternyata perhutani memang terkesan tidak punya inisiatif dengan alasan menunggu instruksi pimpinan pusat. Seharusnya Asper Pangandaran, paling tidak kantor yang ada di lokasi punya keterpanggilan dan tanggungjawab moral.

Dan kalau memang merasa tidak mampu, sambung Edi, paling ada keinginan untuk menggandeng potensi masyarakat lokal, seperti Kompepar, Himpunan Pemandu atau lainnya  diajak diskusi.

“ Ini juga kalau memang pihak perhutani terbuka dan ada kemauan,” kata Edi.

Menurut Edi, banyak inovasi yang bisa dilakukan, seperti menjadikan sebagai wahana wisata edukatif, dengan lokalisasi satwa-satwa koleksi serta pelabelan jenis-jenis pohon yang ada di sana.

Diminta tanggapannya, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resort Pangandaran Yana Hendrayana mengatakan, Perum Perhutani mendapat Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) dari Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 1996.

Dan izin pengelolaannya, lanjut Yana, masih tersisa selama enam tahun lagi. Namun menurutnya, bisa saja sewaktu-waktu izin tersebut dievaluasi dan dicabut jika kinerjanya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Yana juga membenarkan, jika dari tahun ke tahun memang terjadinya penurunan kunjungan wisatawan. Ia menduga salah satu faktornya,karena tiadanya inovasi di TWA sehingga mungkin membosankan.

“Di ijin IPPA itu, tugas pokok Perhutani itu mulai dari menjaga keamanan, kebersihan dan pengadaan saran-sarana wisata dan itu harus berinovasi, karena itu yang akan menjadi daya tarik bagi wisatawan,”jelasnya. (hiek)

ADA PERUBAHAN JADWAL, FESTIVAL LAYANG-LAYANG TAHUN INI DIGELAR BULAN JULI

PANGANDARAN-Ajang tahunan pariwisata Pangandaran Kite Festival (Festival Layang-Layang Pangandaran) tahun 2017 kembali rencananya kembali akian digelar tanggal 15-16 Jul mendatang. Dan kegiatan pada bulan Juli tahun ini menandai, kembalinya even festival ini ke jadwal semula setelah beberapa tahun ke belakang menjadi rangkaian acara hari jadi Kabupaten Pangandaran, bulan oktober.

“Setelah dievaluasi, cuaca bulan oktober kurang mendukung ditambah bukan itu kegiatan hari jadi yang menumpuk, jadi kita sepakat dipindahkan lagi ke bulan Juli,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Undang Sohbarudin.(9/6)

Usai memimpin rapat sosialisasi kegiatan ini di Gedung TIC, kepada awak media Undang juga menyampaikan, selain masalah padatnya waktu pada bulan oktober, menurutnya, ada beberapa perubahan mencolok dalam ajang tersebut tahun ini. Seperti, dari sisi anggaran yang dipangkas hampir lebih dari setengahnya.

Ia menjelaskan, jika helatan tahun lalu nilai anggarannya sekitar Rp 200 juta, tahun ini hanya Rp 96 juta. Minimnya anggaran ini, lanjut Undang, memaksa panitia dan pemerintah untuk berpikir kreatif agar kuwalitas Kite Festival tetap terjaga, bahkan kalau bisa lebih baik dari tahun-tahun lalu.

 “Tema yang akan kita angkat tahun ini merupakan kearifan lokal, yaitu layang-layang tradisional, seperti sawangan atau layang-layang malam dengan lampu hiasan kerlap-kerlip. ” terang Undang.

Dan untuk menambah semarak festival laying-layang tahun ini, masih kata Undang, diadakan sejumlah lomba yang akan merangkul lembaga pemerintah dan komunitas yang ada di masyarakat, di antaranya lomba layangan antar-SKPD, antar kecamatan serta antar desa.

“Begitu juga dalam kegiatan lainnya, mulai dari sajian aneka kuliner hingga seni pertunjukan budaya seni tradisional, seperti Ronggeng Gunung”imbuh Undang.

Masih di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Asep Yuliludin menyampaikan, untuk menyiasati minimnya anggaran kegiatan tahun ini, panitia akan mencari dukungan pihak ketiga.
Asep optimistis, kegiatan akan berlangsung meriah karena selain dukungan langsung dari masyarakat, panitia pun tetap mengundang peserta dari luar.

“Sejauh ini Malaysia dan Singapura sudah menyatakan kesiapannya, tapi mereka tidak ikut sertakan dalam lomba, tapi eksibisi,” punkas Asep. (hiek)

Direksinya “Alergi” Wartawan ? PT. PECU JAUH DENGAN WARGA SEKITAR PABRIK

SIDAMULIH - PT Pacifik Easteren Coconut Utama (PECU) yang berada di  Kecamatan Sidamulih Kabupaten  Pangandaran , merupakan salah satu penyumbang untuk sektor ekonomi lokal, dalam hal employments, langsung atau tidak langsung dari penciptaan industri pengolahan kelapa di wilayah Pangandaran yang hingga saat ini sudah memperkerjakan sekitar 780 karyawan asli pribumi.

Namun sangat disayangkan, kebesaran industri berskala nasional ini tidak dibarengi dengan kesediaan Sumber Daya Manusia (SDM) pimpinan  tersebut untuk bisa bersosialisasi dengan warga lain di sekitar area pabrik.

Tidak hanya itu, PT Pecu juga terkesan sangat tertutup dalam menjalin komunikasi saat beberapa awak media ingin mengetahui keberadaan, kegiatan dan ingin mengetahui dampak dari pabrik yang menghasilkan santan kering ini.

Seperti diketahui, selama ini aktivitas produksi di PT Pecu telah mencemari aliran sungai Citonjong, yang mengakibatkan sungai tersebut berwarna hitam dan berbau.

Malah, menurut salah seorang warga, sungai yang tadinya banyak sekali ikannya, sekarang biota air seperti ikan, kepiting dan udang tersebut sudah tidak nampak lagi.

Tidak kooperatifnya PT Pecu terhadap wartawan, seperti diungkapkan salah seorang wartawan mingguan, Agus Halim, ia sangat kecewa dengan sikap pimpinan perusahaan Pecu terutama bagian humas yang seharusnya bisa memberikan penjelasan yang terang agar masalah yang ada bisa diposisikan sebagaimana mestinya.

Sudah lima kali, menurut Agus, ia datang ke bagian humas (Roni-red) untuk komfirmasi berita tentang pencemaran sungai citonjong, tapi setiap kali kesana selalu beralasan sedang keluar, meeting atau alasan lainnya.

“Saat ditelepon via telepon celullernya  sering tidak aktif  dan kalau pun aktip tidak pernah diangkat. “imbuh Agus.

Padahal selama ini kedatangannya hanya ingin konfirmasi tentang isu yang beredar di warga sekitar, pabrik Pecu sudah mencemari air sungai dan air sumur warga.

“Niat saya baik kok, saya perlu tanggapan dari PT Pecu agar berita yang saya tulis bisa berimbang, tapi karena kenyataan seperti ini, ya maaf saja saya menulis berita hanya dari satu sumber saja, dari warga sekitar pabrik.", jelas Agus

Hal senada dikatakan Juhandi (50), warga Dusun Ciokong  Desa Sukaresik dan Tata (45) warga Desa Cikembulan. Menurut mereka, perusahaan PT.Pecu terutama pimpinannya memang tidak pernah bersosialisasi dengan memasyarakat warga sekitar pabrik, terkesan angkuh dan susah ditemui.

"Entah kenapa, jangankan wartawan yang tidak mereka kenal, warga pun susah jika ingin bertemu pimpinan perusahaan dan memang betul direksi PT Pecu tidak dekat dengan warga. “tegas mereka.

Warga pun berharap, pihak PT.Pecu bisa lebih dekat dengan warga. Jadi, kalau ada apa apa, seperti masalah pencemaran sungai Citonjong dan sumur-sumur, warga hanya butuh kejelasan serta normalisasi.

“Lagi pula apa ruginya sih dekat dengan masyarakat. “ungkap Jahidin. (AGE)

PETANI DI 2 DESA KABUPATEN PANGANDARAN TERIMA BANTUAN BENIH PALA DAN CENGKIH

CIJULANG – Dalam rangka meningkatkan sektor pertanian, Pemerintah Daerah Pangandaran melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan benih pala dan cengkih untuk petani yang ada di dua kecamatan, Kecamatan Parigi dan Langkaplancar.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Herdianto mengatakan, sebanyak 1.692 pala dan 2.600 batang cengkih tersebut disalurkan diantaranya, di Desa Selasari Kecamatan Parigi dan Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar, yang akan ditanam pada luas lahan seluruhnya sekitar 20 hektar.

Di Selasari penanaman dilakukan di atas lahan 10 hektare, untuk tanaman pala 5 hektare dan pohon cengkih 5 hektare.

“Sementara di Desa Sukamulya pun sama, penanamannya di atas lahan 10 hektar, yang masing-masing untuk pala 5 hektar dan dan cengkih 5 hektar." Imbuh Hrdianto.

dikatakan Herdianto, bantuan ini seluruhnya didanai dari APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2017 senilai Rp.66 juta dengan target capaiannya dapat meningkatkan penghasilan petani.

di tempat yang sama, Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Rusyana menjelaskan, prosfek hasil tanaman perkebunan di Pangandaran sangat menjanjikan. Buah pala bisa panen pertama 3 tahun setelah penanaman, sedangkan cengkih 7 tahun sejak masa tanam.

Dan  kelebihan dari dua jenis tanaman tersebut, menurut Rusyana, harganya cenderung stabil, tidak pernah mengalami penurunan..

"Mudah-mudahan penyaluran benih ini bisa memotivasi petani Pangandaran agar tingkat ekonomi khususnya dari sektor pertanian terus meningkat. " pungkasnya. (hiek)

5 DARI 12 ASN PEMKAB PANGANDARAN PELANGGAR DISIPLIN, SEGERA DIBERHENTIKAN

PARIGI- 5 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran diberhentikan secara hormat setelah sebelumnya diberikan sanksi hukuman berat.

menurut Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran, Ganjar, sebelumnya Pemda Pangandaran juga sudah menjatuhkan hukuman disiplin kepada 12 ASN.

masih kata Ganjar, dari 12 ASN yang diberikan sanksi, rinciannya, fungsional umum sebanyak 5 orang, struktural 3 orang, penilik 1 orang dan guru 2 orang.
Ganjar juiga mengatakan, hukuman pada 12 ASN tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 dan Undang Undang ASN Nomor 5 tahun 2014.

"Pada proses berlakunya sanksi ada dua kategori penjatuhan hukuman, diantaranya 6 orang dievaluasi di masing-masing SKPD dan 6 lagi dikarantina di Setda,"terang Ganjar.

Hingga saat ini, dari ke 12 ASN yang telah dilakukan pembinaan dan evaluasi, karena dianggap  benar-benar telah melakukan pelanggaran PP dan Undang-undang tentang ASN, 5 orang ASN  akan diberhentikan.

"3 orang sudah resmi di SK kan pemberhentiannya, sedangkan 2 ASN lagi masih dalam tahap penyusunan SK pemberhentian,"ujarnya.

Sementara menurut Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis, 5 ASN yang diberhentikan merupakan 6 ASN yang dikarantina di Setdam sedang untuk yang seorang lagi, lanjut Muhlis, dianggap tingkat kedisplinannya meningkat.
“Dan untuk 5 orang yang akan diberhentikan, karena mereka tidak ada perubahan disiplin selama masa karantina, “jelas Muhlis.

ditambahkan Muhlis, berdasarkan UU ASN Pasaal 87 ayat 3, jika seorang ASN mangkir kerja selama 46 hari baik berturut-turut atau pun tidak masuk kerja selama satu tahun, maka akan diberhentikan secara hormat. Dan penjatuhan hukuman berdasarkan PP Nomor 53/2010 Pasal 10 angka 9 hurup d, untuk sanksi yang diberlakukan diberhentikan secara tidak hormat.

“Namun seandainya ASN tersebut telah bertugas lebih 20 tahun dan usianya 50 tahun, maka masih memiliki hak pensiun. “jelas Muhlis lagi. (hiek)

Hati-hati penipuan modus baru, CATUT NAMA PEJABAT PANGANDARAN UNTUK MEMINTA UANG PROYEK

CIJULANG – Hati-hati, kini ada modus baru penipuan yang menimpa salah seorang Kepala SKPD di Pemkab Pangandaran.
Seperti dialami Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Yani Ahmnad marzuki, ia menjadi korban penipuan dengan modus pencatutan namanya untuk meminta sejumlah uang kepada rekanan yang mengerjakan proyek di dinasnya.

menurut Yani, ia menjadi korban dengan modus, seseorang telah mengatasnamakan dirinya dan jabatannya sebagai Kepala Dinas untuk meminta sejumlah uang dari rekanan.

"Dengan mengatasnamkaan KepalanDinas Kesehatan OPangandaran, penelpon tersebut meminta uang kepada rekanan yang mengerjakan pembangunan Puskesmas di Kecamatan Langkaplancar," terang Yani.

dikatakan Yani, hal tersebut diketahuinya setelah rekanan itu sudah mentransfer uang sebesar Rp.60 juta melalui rekening salah satu bank.

Dengan modus, pelaku mengatakan bahwa ia akan berangkat ke Bandung untuk suatu urusan. Padahal, menurut Yani, dirinya tidak ada rencana ke Bandung dan tidak pernah menyruruh seseorang untuk meminta uang kepada rekanan.

Merasa namanya sudah dicemarkan, Yani pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bupati, namun sayangnya sampai hari ini pelaku penelephon gelap tersebut belum ditemukan.

"Ini menjadi pelajaran bagi saya juga untuk pejabat lainnya di lingkup pemerintah Pangandaran. “ungkap Yani.

diperoleh informasi, masih kata Yani, ternyata melakukan aksi penipuannya bukan hanya meminta pada satu rekanan saja. Bahkan beberapa rekanan lainnya pernah mengalami hal serupa, namun tidak pernah melayaninya. (hiek)

PULUHAN WARGA RN KELUHKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN BOJONGSALAWE

PARIGI-Puluhan nelayan Parigi Kabupaten Pangandaran yang tergabung dalam aliansi nelayan dan Rukun Nelayan (RN) beberapa hari lalu rame-rame mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan keluhannya, masalah yang terjadi pekan lalu terkait adanya kecelakaan nelayan di lokasi pembangunan pelabuhan di pantai Bojongsalawe Kecamatan Parigi.

Menurut nelayan yang diterima komisi II, sebenarnya keluhan ini sebelumnya sudah disampaikan ke pihak syahbandar, namun kurang mendapat respon, maka nelayan pun berinisiatif menggelar auden ke DPRD.

“Seharusnya syahbandar bisa menjadi mitra nelayan. “ungkap salah seorang peserta audens.

Masih kata salah seorang peserta audens, pihaknya berharap jeritan dan teriakan nelayan bisa disampaikan ke pihak yang berkompeten agar pemasangan tiang pancang pelabuhan di Bojongsalawe dihentikan, karena sudah mengakibatkan kecelakaan bagi nelayan yang melaut.

“Ini dialami sendiri oleh ketua RN, Dudung. “ungkapnya lagi.

Para peserta pun sepakat meminta agar Dinas Kelautan Pangandaran bisa segera  menyelesaikan persoalan ini, karena dikhawatirkan akan ada lagi korban-korban lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut, komisi II pun berjanji akan segera membantu untuk segera memecahkan persoalan ini serta menyampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk segera dicari penyelesaiannya.

Sementara menurut kepala Syahbandar Pangandaran, Fachrudin, pembangunan pelabuhan di Bojongsalawe yang menelan anggaran sebesar Rp 28, 27 milyar ini memang baru tahap pemasangan tiang pancang.
Menurut Fachrudin, sebenarnya pihaknya sudah menyampaikan hal ini serta kordinasi dengan pusat.

“Waktu hari minggu diberi tahu ada kecelakaan nelayan, keesokan harinya saya pun langsung melaporkan hal ini ke pusat. “terang Fachrudin.

Laporan yang ia terima langsung dari RN, menurut Fahrudin, akan terus dikaji serta dilakukan pendalaman untuk bahan laporan selanjutnya ke pusat.

“Dan kami pun siap memberi bantuan kepada nelayan yang mendapat musibah karena tiang pancang pelabuhan tersebut, walau tidak maksimal. “ungkap Fachrudin. (Toni  T)

WAKIL BUPATI PANGANDARAN SERAHKAN BANTUAN KE PONDOK PESANTREN DAN MESJID

MANGUNJAYA-Salah satu wujud kepedulian pemerintah dalam bidang keagamaan sekaligus sebagai syiar, belum lama ini Pemkab Pangandaran menyerahkan bantuan hibah keagamaan yang diserahkan langsung Wakil Bupati, H. Adang Hadari dalam acara Taraweh Keliling (tarling) bertempat di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya.

Dalam acara penyerahan bantuan yang turut dihadiri Ketua MUI, Ketua Baznas Pangandaran, Drs. Hendri dan beberapa kepala SKPD, Wakil Bupati berkenan menyerahkan hibah ke dua pondok pesantren dan 12 mesjid dengan total keseluruhan bantuan mencapai Rp 690 juta.

Dalam sambutannya, Adang Hadari menyampaikan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk membantu tempat-tempat ibadah dan pesantren sebagai tempat menuntut ilmu agama yang biasa digunakan masyarakat sebagai syiar agama islam.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi umat agar kegiatan keagamaan di Kabupaten Pangandaran terus hidup dan berkembang sesuai yang kita harapkan. “kata Adang.(12/7).

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati pun berkenan menyerahkan santunan untuk 15 anak yatim piyatu serta penyerahan secara simbolik kepada penerima rutilahu program unggulan baznas Kabupaten Pangandaran yang ada di Kecamatan Mangunjaya.(Toni T)

WARGA KESAL GAS ELPIJI 3 KG SELALU BERMASALAH, HARGANYA MAHAL, SUSAH DIDAPAT ISINYA PUN KURANG

PARIGI - Masyarakat pengguna gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pangandaran merasa prihatin dengan mahalnya harga gas tersebut ditambah lagi kondisi segel tabung yang longgar dan mudah dicopot tidak seperti biasanya begitu kuat bila akan dibuka, ditenggerai segel tersebut merupakan segel palsu.

Seperti dialami salah seorang warga Dusun Karangkamal Desa Margacinta Kecamatan Cijulang,  Isah, (67), beberapa kali dirinya membeli tabung gas elpiji 3 kilogram DENGAN kondisi segel yang tidak seperti biasanya.

Menurut Isah, ia sangat kecewa dengan peredaran gas elpiji 3 kilogram dengan harganya yang mahal, barangnya susah didapat bahkan di tempatnya membeli harganya mencapai Rp 24 ribu.

Selain itu Isah juga menyesalkan, karena akhir-akhir ini banyak peredaran gas elpiji 3 kilogram yang  takarannya tidak sesuai, karena baru saja dipakai beberapa hari sudah habis.

"Padahal penggunaan sebelum-sebelumnya dengan sekarang sama, tapi kok sekarang cepat habis," ungkap Isah.

Isah menduga gas elpiji 3 kilogram yang ia beli saat ini tidak sesuai dengan takaran, apakah segel yang longgar dan mudah copot itu akibat dari ulah oknum nakal untuk mengurangi isinya   atau rusak di perjalanan saat pengiriman dari agen ke pangkalan,

“Sebagai konsumen jelas saya tidak mau dirugikan dengan hal tersebut, sudah mahal, susah didapat ditambah sekarang isinya kurang. “kata Isah.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd pun merasa berang dengan munculnya masalah gas elpiji 3 kilogram yang selalu saja menjadi  persoalan dan menyengsarakan masyarakat sebagai konsumen.

"Jika masyarakat ada yang merasa dirugikan dengan peredaran gas tersebut, saya harap  segera lapor ke pemerintah setempat," kata Iwan.(13/06)

Iwan juga menegaskan, dan jika memang ada dugaan selama ini terjadi di masyarakat benar, ia mendorong agar masyarakat melapor ke polisi untuk menempuh jalur hukum karena ini sudah menjadi perbuatan pidana.

"Terus terang saya jengkel dengan persoalan peredaran gas elpiji yang selalu bermasalah, kasihan dong masyarakat yang jadi korban," ungkapnya. (AGE)

INI KATA KETUA DPRD PANGANDARAN TENTANG KETERLAMBATAN PENCAIRAN “PANGANDARAN HEBAT”

PARIGI-Banyaknya keluhan dari SMA/SMK Negeri tentang keterlambatan pencairan program Pangandaran Hebat yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran langsung direspon ketua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd.

Iwan pun membenarkan jika keluhan keterlambatan pencairan anggaran itu sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Menurutnya, waktu ia menghadiri undangan acara perpisahan ke beberapa SMA dan SMK negeri beberapa minggu lalu, memang banyak kepala sekolah yang mengeluhkan soal itu.

“Untuk meminta kepada orang tua siswa sudah tidak boleh sedangkan menunggu anggaran belum cair, apalagi sekarang untuk biaya perpisahan. “kata Iwan.(12/6)

Saat ditemui PNews di ruang kerjanya, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini lebih jauh mengatakan, mekanisme anggaran program “Pangandaran Hebat” itu sudah jelas, dana yang berasal dari APBD Kabupaten Pangandaran ditransfer dulu ke Pemerintahan Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pedidikan provinsi karena sekarang SMA/SMK negeri sudah menjadi tanggungjawab pemprov.

“Lain lagi untuk SMA/SMK swasta, ini bisa langsung dari Dinas Keuangan ke sekolah masing-masing. “terang Iwan.

Iwan juga mengatakan, seharusnya Dinas Pendidikan Pangandaran lebih intens lagi berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, sementara Dinas keuangan bertugas hanya membayarkan saja sesuai dengan ketentuan.

“Harusnya Kepala Dinas Pendidikan yang paling sering kordinasi ke provinsi, apalagi jika ada kekhawatiran dana yang sudah ditransfer ke provinsi itu hangus, dan berarti ke depan tidak boleh lagi ada program seperti ini. “imbuhnya lagi.

Ditambahkan Iwan, saat ia hadir pada acara perpisahan beberpa SMA/SMK diperoleh informasi, semua sekolah mengakui dengan anggaran BOS SMA/SMK ini, setiap siswa akan mendapatkan bantuan sebanyak Rp 2 juta per tahun, jumlah tersebut merupakan gabungan dari BOS pusat dan provinsi, dan jika ditambah dari dana program Pangandaran Hebat, maka kebutuhan sekolah pun sudah bisa terpenuhi.

“Pokoknya untuk standar sekolah di Kabupaten Pangandaran itu sudah cukup tanpa harus ada pungutan apa pun. ”jelas Iwan lagi.

Dan sekarang, lanjut Iwan, seluruh SMA/SMK yang ada di Kabupaten Pangandaran seluruhnya mengeluhkan tentang keterlambatan proses pencairan dana pendidikan yang berasal dari program “Pangandaran Hebat” ini. Dan kejadian ini memang baru terjadi tahun ini pasca SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Mungkin karena mekanismenya masih baru, jadinya banyak kelemahan dan kekurangan di sana-sini.

“Saya berharap dinas teknis, yaitu Dinas Pendidikan dan Keuangan harus lebih sering kordinasi dengan propinsi, dan ke depannya tidak boleh ada pencairan yang terlambat. “tegasnya.

Iwan juga mengatakan, secepatnya ia akan segera menugaskan komisi I yang membidangi pendidikan untuk segera melihat langsung ke lapangan agar diketahui pokok masalahnya. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN