Seorang Oknum Anggota DPRD Pangandaran Dilaporkan Atas Dugaan Investasi Bodong

PANGANDARANNEWS.COM - Massa yang tergabung dalam Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) mendatangi gedung DPRD melaporkan seorang anggotannya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD, terkait dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam promosi investasi bodong melalui aplikasi MBA.

Seperti disampaikan Koordinator RPB, Tian Kadarisman, dugaan tersebut tentu sangat mencederai integritas lembaga legislatif dan sebagai pelanggaran etika dan penyalahgunaan jabatan.

“Kami menemukan ada tiga indikasi peran oknum anggota DPRD tersebut yang mengkhianati mandat rakyat untuk keuntungan pribadinya,” tegasTian, di Gedung DPRD Pangandaran.(20/02/26)

Menurutnya, peran pertama adalah sebagai promotor (affiliator) yang secara terbuka mempromosikan investasi MBA di ruang publik. Tindakan ini, melanggar Pasal 4 ayat (12) dan Pasal 14 Kode Etik DPRD.

“Jabatan itu instrumen pelayanan, bukan untuk mencari keuntungan pribadi dengan memasarkan investasi yang merugikan masyarakat,” ujar Tian.

Peran kedua, jelas Tian, sebagai pemberi legitimasi. Oknum tersebut diduga telah menggunakan statusnya sebagai anggota dewan untuk meyakinkan masyarakat bahwa investasi tersebut aman, ini bertentangan dengan prinsip integritas dan kejujuran sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Kode Etik.

Ketiga, adanya indikasi perekrutan anggota baru secara masif termasuk dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, untuk mengejar bonus komisi.

"Tindakan tersebut tentu bisa memperparah dampak kerugian di tengah masyarakat," imbuhnya.

Tian mengaku, RPB juga mengacu pada Pasal 5 Peraturan DPRD Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kode Etik yang mewajibkan anggota dewan bersikap responsif terhadap penderitaan rakyat. Dan mereka menilai sikap diam dan dugaan keterlibatan tersebut, sebagai bentuk pelanggaran moral.

Pihaknya juga meminta BK DPRD Pangandaran segera memeriksa bukti yang telah disampaikan dan memanggil oknum terkait tanpa menunggu proses pidana berjalan.

“Jika tidak ada itikad baik untuk mundur, BK wajib merekomendasikan sanksi berat sesuai Pasal 17 Peraturan Nomor 2 Tahun 2020,” tegasnya lagi.(hiek)

Masih Terus Lakukan Penataan Wisata, Pemkab Pangandaran Relokasi 40 Perahu Nelayan Batukaras

PANGANDARANNEWS.COM – Masih dalam penataan pariwisata menyambut libur Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana merelokasi sekitar 40 perahu nelayan yang selama ini berada di kawasan Pantai Batukaras ke lokasi baru di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sanghyang Kalang.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langkah ini dilakukan sebagai upaya menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi wisatawan, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

Relokasi tersebut, ungkap bupati, merupakan bagian dari penataan kawasan wisata Batukaras yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Pangandaran.

"Mungkin ada sekitar 37 hingga 40 perahu nelayan yang saat ini berada di area pantai akan dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan di sekitar TPI Sanghyang Kalang," terangnya.(09/03/26)

Dan rencana relokasidi dekat TPI yang sawah-sawah itu, imbuhnya, nanti akan diurug dulu agar bisa digunakan untuk tempat perahu nelayan.

Dalam relokasi ini, menurut bupati, Pemkab Pangandaran menargetkan proses relokasi tersebut dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sehingga seluruh perahu nelayan sudah berada di lokasi baru.

Selain perahu nelayan, kata bupati, Pemerintah Daerah Pangandaran juga berencana melakukan penataan para pedagang yang berada di kawasan Pantai Batukaras. Namun, untuk relokasi pedagang masih menunggu kesiapan tempat yang akan dijadikan kawasan berjualan.

“Untuk pedagang kita masih menunggu kesiapan tempatnya,” ujarnya.

Bupati juga berharap penataan kawasan ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus tetap menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di sekitar Pantai Batukaras. (hiek)


Dorong kaum Perempuan Jadi Penggerak Perubahan, RSUD Pandega Pangandaran Peringati Hari Perempuan Internasional 2026

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai dan mendukung peran perempuan sebagai penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.2026

Peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini mengusung semangat, “Memimpin Perubahan: Perempuan Membentuk Masa Depan yang Berkelanjutan".

Tema tersebut menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, dunia kerja, hingga pembangunan masyarakat.

Seperti ditulis di akun resmi RSUD Pandega Pangandaran, perempuan merupakan pilar utama dalam keluarga sekaligus sumber inspirasi bagi generasi masa depan. Dengan ketangguhan, keberanian, dan dedikasi yang dimiliki, perempuan mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan perubahan positif di berbagai bidang.

“Perempuan adalah penggerak perubahan. Melalui peringatan ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk terus mendukung kesetaraan, kesempatan, serta penghargaan bagi setiap perempuan,” demikian dalam pesan yang disampaikan pada momentum peringatan tersebut.

Momentum Hari Perempuan Internasional juga menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang adil dan setara bagi perempuan, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. 

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting agar perempuan dapat terus berkembang dan berkontribusi secara optimal, dan RSUD Pandega Pangandaran berharap peringatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat peran perempuan dalam membangun masa depan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.

Di akhir pesan peringatannya, RSUD Pandega Pangandaran juga menyampaikan ucapan kepada seluruh perempuan agar terus berkarya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.***


Menilik Kondisi Sekolah Di Pedesaan, SDN Datar Cipatujah Berharap Tahun Ini Ada Perbaikan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Datar yang terletak di Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, berada dalam kondisi fisik yang memprihatinkan dan dinilai tidak layak untuk proses belajar mengajar. 

Bangunan yang berusia sekitar 76 tahun tersebut memiliki berbagai kerusakan, seperti langit-langit yang retak dan berlubang.serta beberapa jendela kaca yang pecah.

Meskipun pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan telah memberikan bantuan revitalisasi sekolah pada tahun 2025 lalu, ternyata bantuan tersebut hanya menyentuh sebagian kecil dari SDN Datar. 

Menurut seorang guru SDN Datar, Tirta Ganda, S.Pd, secara keseluruhan mungkin kondisi sekolah ini masih jauh dari ideal. Walaupun sejak tahun 2013 masyarakat sudah mengeluhkan kurangnya bantuan pembangunan dan kekurangan meja belajar untuk anak-anak, namun siswa selayaknya berhak mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman. 

"Saya hanya bisa memperbaiki yang ringan-ringan saja, dan tidak bisa melakukan banyak hal," ujar Tirta.(09/03/26)

Tirta juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah-sekolah yang ada di pedesaan lainnya, yang juga membutuhkan perhatian pemerintah daerah, 

Selain itu, ia juga mengaku heran mengapa sekolah yang sudah hampir 30 tahun tidak mendapatkan perbaikan signifikan dan hanya mendapatkan sedikit bantuan revitalisasi tahun lalu. 

Pihaknya pun berharap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin serta Asep Sopari Al-Ayubi bisa langsung melihat kondisi sekolah tersebut dan mengambil langkah nyata untuk memberikan revitalisasi yang merata.

"Sehingga kembali menjadi tempat belajar yang nyaman kondusif bagi seluruh peserta didiknya," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Ini Beberapa Panduan Agar Tetap Bugar di Bulan Ramadan Ala RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM-Saat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, bukan berarti produktivitas dan stamina harus menurun. Karena meski terjadi perubahan pola makan dan waktu tidur, menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar di bulan Ramadan adalah sebuah keharusan supaya ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

Untuk mendukung kesehatan masyarakat selama bulan suci,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran membagikan panduan mengenai strategi menjaga kebugaran tubuh di media sosial Instagram resminya.

Rahasianya terletak pada manajemen asupan nutrisi, hidrasi yang tepat, dan pengaturan pola istirahat yang disiplin.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan kurang tidur secara signifikan pun dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Bugar di Bulan Ramadan, Nutrisi Bijak Saat Sahur dan Berbuka

Langkah awal untuk tetap bugar dimulai dari meja makan,  RSUD Pandega Pangandaran menekankan pentingnya tidak melewatkan waktu sahur.

Masyarakat disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau oatmeal yang memberikan energi lebih lama. Asupan protein dari telur, ayam, atau tempe, serta sayur dan buah yang tinggi serat, menjadi pondasi utama agar tubuh tidak cepat merasa lapar.

Sebaliknya, saat berbuka puasa, godaan untuk menyantap hidangan berlemak harus diredam. Prinsip “jangan kalap” menjadi kunci, saat mengawali berbuka dengan air putih, kurma, atau sup hangat jauh lebih dianjurkan daripada langsung mengonsumsi makanan berat atau gorengan dan hidangan yang terlalu manis.

Sementara itu, untuk dehidrasi memang sering kali menjadi penyebab utama rasa pusing dan lemas saat berpuasa.

Nah untuk menyiasatinya, RSUD Pandega Pangandaran merekomendasikan pola hidrasi 2-4-2, seperti 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas pada malam hari hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur. Sehingga dengan total 8 gelas air per hari, tubuh akan tetap terhidrasi dengan baik dan metabolisme berjalan optimal meski sedang berpuasa.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan. Kurang tidur secara signifikan dapat menurunkan daya tahan tubuh (drop), dan disarankan untuk tetap menjaga durasi tidur malam antara 6 hingga 8 jam.

Jika memungkinkan, lakukan power nap atau tidur singkat selama 20 hingga 30 menit di siang hari. Istirahat sejenak ini terbukti ampuh mengembalikan fokus dan energi, untuk melanjutkan aktivitas hingga waktu berbuka tiba.

Ramadan bukanlah alasan untuk bermalas-malasan, dengan pola hidup yang teratur, badan tetap bugar, dan ibadah di bulan ramadan pun menjadi lebih lancar.

Semangat berpuasa, Sahabat Pandega! ***

Jadi Lokasi Ngabuburit, Sejumlah Ruas Di Kota Tasikmalaya Macet

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sejumlah ruas jalan utama di Kota Tasikmalaya mengalami kemacetan menjelang waktu ngabuburit, kondisi kemacetan yang terjadi setiap hari ini terjadi menjelang waktu berbuka puasa dan diperparah oleh aktivitas jualan yang menyebar hingga ke bahu dan pinggir jalan.

Seperti yang terjadi di ruas jalan Lanud, biasanya dapat dilalui dengan lancar menjadi sesak total pada sore hari ini. 

Berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi terpaksa bergerak dengan kecepatan sangat lambat, bahkan beberapa titik mengalami hentian total. Banyak pengendara yang terpaksa turun dari kendaraannya untuk berjalan kaki karena kondisi jalan yang semakin padat.

Selain aliran kendaraan yang banyak menjelang waktu ngabuburit, adanya pedagang yang menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan menjadi faktor pendorong terjadinya kemacetan dengan mengurangi ruang gerak kendaraan.

Tenda dan kios sementara yang dipasang pedagang menghalangi sebagian lajur jalan, membuat kendaraan sulit untuk bergerak. Dan kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menyebabkan insiden kecelakaan karena ruang gerak terbatas dan pandangan pengemudi terganggu.

Seorang pengendara sepeda motor, Risna, menyampaikan keluhannya, boleh saja cari rezeki di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini tapi jangan mengambil bahu jalan. 

"Jalan ini kan untuk kendaraan, bukan untuk jualan," ucap Risna yang mengaku melihat kemacetan serupa setiap sore hari menjelang ngabuburit.(08/03/26)

Risna mengaku khawatir akan terlambat menyambut waktu berbuka puasa serta berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah penanganan yang tepat untuk mengatur lalu lintas dan membatasi aktivitas jualan di area jalan raya terutama pada jam sibuk jelang ibadah puasa.(@nwarwaluyo)

Isi Kegiatan Bulan Ramadhan Penuh Kebaikan, PGRI Cikatomas Berbagi Takjil

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pada hari ke-18 puasa bulan Ramadhan 1447 H, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan (PC) Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kegiatan "Berbagi Takjil" dengan tema "Mari Bersama Menebar Kebaikan dan Berbuka Puasa dengan Penuh Kebahagiaan. 

Kegiatan Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd ini menyasar pengguna jalan lewat dan masyarakat sekitar, termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Cikalong menjelang waktu maghrib.

Kepada Pangandaran News, Nana menyampaikan, berbagi di bulan Ramadhan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. 

Di bulan Ramadhan yang penuh barokah ini, ia mengajak untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan juga dengan sesama manusia. 

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menyebarkan kebahagiaan dan membantu teman-teman yang sedang berpuasa," ungkap Nana.(07/03/26k)

Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya pada malam Nuzulul Qur'an PGRI Cikatomas juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa dengan membagikan kebaikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan. 

"Alhamdulillah, meskipun dilakukan menjelang maghrib di jalan raya, pembagian takjil gratis ini berjalan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat," terang Nana.

Nana mengatakan, kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya digagas oleh PGRI Cikatomas sendiri tapi juga mendapatkan dukungan dari berbagai mitra kerja. Diantara, Baraya Net, CV. Cahaya, CV. Firdaus, R Production, Badan Gizi Nasional, dan Mandala Audio. 

"Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti semangat gotong royong dalam mewujudkan kebaikan bersama di bulan suci," ujarnya.

Atas nama segenap keluarga besar PGRI Cikatomas, ia berharap semoga bulan Ramadhan ini membawa berkah bagi semua.(@nwarwaluyo)

Rapat Internal DPP Forwapi Ramadhan 1447 H, Program MBG Jadi Prioritas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Wartawan Priangan (Forwapi) gelar rapat internal pada bulan Ramadhan 1447 H (2026 M), dengan fokus utama pada pengelolaan sekretariat organisasi serta edukasi bagi seluruh pengurus internal.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Forwapi, Ade Kurnia, secara khusus memberikan materi edukasi yang komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup tata kelola administrasi sekretariat, alur komunikasi internal yang efektif serta standarisasi dokumentasi yang menjadi landasan kerja organisasi.

Tujuan dari edukasi dan pembahasan rapat ini, kata Ade, untuk meningkatkan profesionalisme serta sinergi antar pengurus sekaligus mengoptimalkan peran sekretariat sebagai pusat koordinasi kegiatan Forwapi di wilayah Priangan. 

"Selain itu, juga disepakati langkah-langkah penyempurnaan fungsi sekretariat agar lebih adaptif dengan perkembangan industri pers dan kebutuhan wartawan lokal," kata Ade.(07/03/26)

Ade mengatakan, ia juga menyoroti Program MBG sebagai salah satu prioritas kerja DPP Forwapi. 

"Program ini tentu akan menjadi bagian penting dari upaya organisasi dalam mendukung pengembangan kapasitas wartawan serta memperkuat peran pers dalam masyarakat," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

Petasan Sebesar Paha Meledak, Dua Peracik Warga Mangunjaya Pangandaran Alami Luka Serius

PANGANDARANNEWS.COM - Dua buruh bangunan, Anton (23) dan Udan (20) warga Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami luka parah setelah petasan berukuran jumbo yang mereka racik meledak.  (06/03/26).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petasan yang mereka buat berukuran sangat besar bahkan disebut sebesar paha orang dewasa.

Menurut keterangan warga, ledakan terdengar tiga kali dan ledakan petasan yang dibuat kedua pemuda tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar. 

Kejadian meledaknya petasan tersebut terjadi saat keduanya tengah meracik petasan tersebut, dentumannya keras tak hanya melukai keduanya tetapi juga merusak sebagian atap rumah di sekitar lokasi.

Ipah, salah seorang warga Dusun Babakan, mengatakan, suara ledakan terdengar beruntun dengan jeda beberapa detik.

Ia menuturkan, kedua korban merupakan buruh bangunan yang baru saja pulang dari Jakarta untuk beristirahat di kampung halaman.

"Selama ini saya belum pernah mendengar ada warga di kampung ini yang membuat petasan," terang Ipah.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Padaherang, AKP Abdurahman membenarkan, pihaknya menerima laporan dari warga dan ia pun langsung menerjunkan anggota ke lokasi kejadian.

Petugas Kapolsek Padaherang yang datang di lokasi, lalu berkoordinasi dengan Pamapta Polres Pangandaran untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kejadiannya tadi pukul 14.00 WIB siang, kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan," terang Abdurahman, melalui melalui pesan WhatsApp.

Ledakan petasan ini, menurut Abdurahman, kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan sehingga terjadi ledakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka-luka cukup serius.

Dan akibat ledakan tersebut, lanjutnya, Anton dan Udan mengalami luka serius dan keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis.

"Melihat kondisi korban, sepertinya nyawa mereka masih bisa diselamatkan," ucapnya.

Lebih lanjut Abdurahman pun mengimbau masyarakat agar tidak membuat, meracik, ataupun menyalakan petasan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Karena hal ini sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya. (hiek)

Warga Nagrog Cipatujah Bosan Dengan Janji Pemerintah, 30 Tahun Jalan Ciranca Masih Tanah Merah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Miris, kondisi jalan penghubung Desa Nagrog dan Desa Bojong Kapol, tepatnya di Jalan Ciranca, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini masih belum tersentuh pembangunan dan hanya berupa tanah merah yang berlubuk dan berlumpur saat hujan. 

Kondisi ini telah berlangsung puluhan tahun, bahkan sejak masa kepemimpinan Bupati UU hingga Bupati Ade Sugianto, tanpa ada upaya perbaikan yang serius.

Masyarakat pun merasa belum "merdeka" menikmati akses jalan yang layak, padahal telah melalui beberapa periode kepemimpinan daerah. 

Saat berbincang dengan Pangandaran News pada Jumat (06/03/26) menjelang malam Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1447 H, salah satu masyarakat, Asep mengungkapkan harapan besar kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya periode 2026, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, agar kasus jalan ini bisa mendapatkan perhatian serius.

Dari informasi yang diperoleh, Jalan Ciranca yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Cipatujah sering menjadi kendala bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Saat musim kemarau, jalan ini berdebu dan berlubuk. Sedangkan jika saat musim hujan menjadi lumpur dan licin, membuat kendaraan sulit melintas.

Menurut Asep, kondisi ini tentu membuat akses ke desa lain jadi sulit. Apalagi bagi kendaraan berat yang membawa barang kebutuhan masyarakat, bahkan untuk sekolah atau berobat ke puskesmas pun sulit dilalui.

"Kita harus berhati-hati agar tidak terjatuh atau kendaraan mogok dan tergelincir,' ujar Asep.(06/03/26)

Asep mengatakan, masyarakat mengaku pernah menyaksikan berbagai program jalan yang digulirkan oleh pemerintah kabupaten sebelumnya. Seperti program Jamu Jalan Mulus, yang kemudian dinilai hanya menjadi jambu janji tanpa hasil nyata. 

Kini muncul program baru, Jalan Kasep Mulus Ngaleser". Dan kembali masyarakat berharap kali ini tidak hanya sekadar nama menarik tetapi dapat memberikan dampak nyata pada perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama ditinggalkan.

Asep menyebut, dudah puluhan tahun masyarakat menunggu. Mulai dari masa Bupati Uu Ruzhanul Ulum hingga Bupati Ade Sugianto,.tidak pernah ada perubahan. 

"Semoga dengan kepemimpinan baru Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, jalan Ciranca bisa benar-benar diperbaiki," harapnya.(@nwarwaluyo)

 

Warga Kota Tasikmalaya Tadi Malam Penuhi Mesjid Agung Peringati Malam Nuzulul Qur'an

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Ribuan masyarakat Kota Tasikmalaya, tadi malam(06/03/26) berkumpul di Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk merayakan malam peringatan Nuzulul Qur'an 1447 Hijriah.

Dalam acara yang jatuh tepat pada 17 Ramadhan ini menghadirkan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfaridzi beserta perwakilan dari berbagai instansi strategis, antara lain Kodim Tasikmalaya, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perhubungan.

Suasana khidmat terpancar menyelimuti setiap sudut ruangan utama masjid saat rangkaian acara berlangsung, meliputi shalat tarawih berjamaah, tadarus bersama secara massal, dan tabligh akbar yang penuh makna. 

Banyak keluarga yang datang bersama-sama, mulai dari anak-anak hingga lansia untuk menyimak tabligh akbar dari ustadz ternama yang menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. 

"Al-Qur'an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi juga pedoman yang harus tetap hidup dalam setiap langkah kita," ujar salah seorang penceramah.

Sementara dalam sambutannya, Wali Kota Viman Alfaridzi mengaku gembira karena peran aktif masyarakat dalam acara keagamaan ini sangat luar biasa.

Kehadiran berbagai pihak dan antusiasme masyarakat ini, menurut Viman, menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Kota Tasikmalaya yang religius, sehat, terhubung, dan cerdas digital.

Viman mengatakan, melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dinas terkait, dan seluruh masyarakat, ia berharap momentum Nuzulul Qur'an ini dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Mulai dari aspek spiritual, kesehatan, infrastruktur perhubungan, hingga pemanfaatan teknologi informasi yang baik," ungkap Viman.

Masih di tempat yang sama, perwakilan Kodim Tasikmalaya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mampu memperkuat tali silaturahmi dan kesatuan umat.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan solidaritas antarumat beragama di Kota Tasikmalaya, serta memperkuat rasa persatuan yang kita miliki," ujarnya.

Di momen lain, Dinas Kesehatan memanfaatkan kegiatan istimewa ini untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Seperti mulai dari pola makan sehat, pengelolaan istirahat yang baik, hingga tips menjaga daya tahan tubuh saat berpuasa. 

"Beberapa petugas kami juga siap memberikan bantuan kesehatan dasar bagi yang membutuhkan," tegasnya.

Sementara Dinas Perhubungan mengaku pihaknya siap menyediakan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat yang ingin menghadiri acara, terutama bagi mereka yang berasal dari luar kawasan pusat kota. 

"Rute angkutan umum juga diperpanjang sementara untuk memudahkan masyarakat pulang setelah acara berakhir," jelasnya.

Tak mau kalah, Dinas Komunikasi dan Informatika pun mendukung penyebaran informasi acara secara luas melalui berbagai kanal digital, mulai dari media sosial resmi pemerintah kota hingga platform berita lokal seperti Pangandaran News

"Kami juga melakukan siaran langsung sebagian acara agar masyarakat yang tidak bisa datang langsung tetap dapat merasakan suasana berkahnya," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 


Di Bulan Ramadhan, Alun-alun Sukaraja, Jadi Lokasi Ngabuburit dan Istirahat Favorit Warga Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di bulan Ramadan, alun-alun Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi tempat favorit bagi warga untuk ngabuburit dan beristirahat.

Kedua aktivitas ini membuat kawasan di sekitar Masjid Agung Sukaraja pun selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun mereka yang sedang dalam perjalanan.

Rani, seorang warga Tasikmalaya mengaku, ia dan teman-temannya sering datang ke alun-alun ini untuk membeli ta'jil sebagai bekal buka puasa. Namun, ia juga  mengungkapkan harapan agar pengelolaan kawasan bisa lebih baik. 

"Coba kalau tata rapih bagus, pasti akan lebih menarik pengunjung," ujarnya saat diwawancarai Pangandarannews. (06/03/26)

Selain sebagai tempat ngabuburit, ungkap Rani, alun-alun ini juga menjadi pilihan tepat bagi mereka yang belum sempat pulang menjelang waktu maghrib. Fasilitas ibadah yang ada di lokasi khususnya Masjid Agung Sukaraja, memudahkan pengunjung untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu. 

Hal senada disampaikan Novi asal Karangnungal, yang selalu menjadikan alun-alun Sukaraja sebagai tempat beristirahat setelah dari arah Kota Tasikmalaya. 

Menurut Novi, alun-alun Sukaraja dekat dengan tempat ibadah sehingga walaupun tiba adzan Maghrib di perjalanan bisa sholat maghrib dulu di lokasi ini.

Sementara dari pantauan awak Pangandarannews.com, menunjukkan bahwa alun-alun Sukaraja tidak hanya ramai saat menjelang buka puasa tetapi juga menjadi titik istirahat wajib bagi mereka yang akan bepergian ke arah Karangnungal atau Cipatujah. 

Dan area tempat istirahat yang tersedia pun cukup membantu pengunjung, untuk melepas lelah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.(@mirsaripudin)

Isi Kegiatan Ramadhan, SMK Negeri Parungponteng Dorong Karakteristik Keimanan Siswa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam kegiatan pembelajaran dan keagamaan dalam bulan Ramadhan 1447 H, SMK Negeri Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya menghadirkan serangkaian  dengan fokus utama meningkatkan karakteristik keimanan serta membentuk karakter positif pada seluruh siswa, siswi, guru, dan staf sekolah. 

Kegiatan yang digelar ini meliputi sholat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan tausiyah Ramadhan, yang semuanya diintegrasikan dengan nilai-nilai ekologi dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Seperti disampaikan Humas SMK Negeri Parungponteng, Tatang Mansyur, sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut sekolah menyelenggarakan tausiyah Ramadhan di aula sekolah yang diikuti oleh ratusan peserta. 

Dalam kegiatan ini, terang Mansyur, sebagian besar hadirin mengenakan pakaian berwarna putih dan busana muslim yang sopan.

"Kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan, " kata Tatang.(06/03/26)

Tatang juga mengatakan, rangkaian kegiatan Ramadhan ini merupakan bagian dari program tahunan sekolah untuk memperkuat karakter religius siswa. 

Pihaknya berharap melalui tausiyah Ramadhan beserta kegiatan sholat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur'an, seluruh warga sekolah dapat semakin dekat dengan Allah SWT dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai sekolah menengah kejuruan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Tatang menyebut, SMK Negeri Parungponteng terus berkomitmen mengembangkan potensi siswa secara holistik baik dalam bidang akademik maupun spiritual. 

Tatang menjelaskan, setiap kegiatan yang diadakan pihaknya juga memperhatikan aspek ekologi. Seperti, mengajak siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menanam tanaman hijau, serta memanfaatkan sampah secara daur ulang sebagai bagian dari pembentukan karakter tanggung jawab sosial.

"Semoga bulan Ramadhan ini membawa berkah, kebaikan, dan kedamaian bagi kita semua," ucapnya.

Sementara dalam ceramahnya salah seorang pemateri menyampaikan tema "Kebaikan dan Kebersamaan dalam Bulan Suci Ramadhan", paparan ini mencakup pentingnya ibadah puasa, sedekah, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan hubungan antar sesama. (@nwarwaluyo)

 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 4

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");