NANI RUSYANI: “PERUBAHAN DINAS PERDAGANGAN DAN BPBD MASIH DALAM PEMBAHASAN PANSUS DPRD”

Ada perubahan dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Pangandaran sekarang sedang masuk dalam proses pembahasan di DPRD, anatar lain, bidang perdaganagn, UMKM dan koperasi yang tadinya ada pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Koperasi UMKM Dan Perdagangan, nantinya akan terpisah menjadi  Dinas tersendiri.

Demikian disampaikan kepala Bagian Organisasi Setda Pangandaran, Dra. Nani Rusyani, M.Si kepada PNews di ruang kerjanya.(9/8)

“Sementara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana hanya berubah nomen klatur saja menjadi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran. “terang Nani.

Dikatakan Nani, tapi ini masih dalam proses pembahasan panitia khusus (pansus) di DPRD sebelum  lebih lanjut dibawa ke bagian Hukum di pemprov Jabar.

“Dan kalau memang dipandang perlu, mungkin ini dibawa juga ke kemnedagri. “imbuh Nani.

Nani menambahkan, semua ini tentunya tidak lepas dari ketentuan peraturan Pemerintah (PP) nomer 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah dan Undang-undang nomer 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

“Tapi aturan ini selalu pluktuatif tergantung regulasi dari pusat. “ imbuhnya lagi. (PNews)

PERLUNYA PEMAHAMAN PUBLIK PADA HIV/AIDS DAN PENDERITA ODHA

PARIGI - Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) masih sering menerima perlakuan yang tidak semestinya, sehingga para pengidap ODHA pun menolak untuk membuka status terhadap pasangan atau sengaja mengubah perilaku untuk menghindari reaksi negatif.

Ini tentunya dapat menghambat usaha untuk mengintervensi penyebaran HIV/AIDS, karena
stigma ini berkembang dikalangan masyarakat dari mulut ke mulut bahkan beredar di media sosial, yang mengatakan ada penderita HIV/AIDS disekitar kita, sehingga banyak dari masyarakat yang belum tahu bagaimana proses penyebaran virus ini. Dampaknya, kini  masyarakat pun menjadi takut  bergaul dengan penderita HIV/AIDS.

Seperti dikatakan Ketua Yayasan Mata hati, Agus Abdullah saat melakukan diskusi dengan awak media dan para aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kabupaten Pangandaran di sebuah rumah makan di kecamatan Parigi (9/8), hal ini bisa dipahami dan dimengerti, karena  masyarakat masih belum sepenuhnya memahami dan bersikap terbuka pada para penderita. Dibutuhkan lebih banyak lagi sosialisasi dan kampanye lebih luas agar stigma negatif berujung diskriminasi bisa diminimalisir terhadap penderita HIV/AIDS terutama di kabupaten Pangandaran, 

“Ini mungkin salah satu peran media dan pemerintah daerah menyebar luasakan semua ini pada masyarakat ." katanya.

Dikatakan Agus, oleh karena itu sebaiknya institusi kesehatan menjadi garda terdepan untuk memberikan layanan kesehatan secara baik bagi penderita, bukan sebaliknya dilakukan diskiriminasi. Pasalnya, lanjut Agus, penderita HIV/AIDS tidak selamanya akibat dari perilaku menyimpang, bisa saja diakibatkan tertular pasangannya.

“Makanya dibutuhkan pemahaman yang sama terhadap penderita penyakit HIV/AIDS tersebut, agar mereka juga mendapat tempat yang layak ditengah-tengah masyarakat dan tidak perlu dikucilkan," tambahnya.

Ditempat yang sama,  salah seorang pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pangandaran, Aris Nurhidayat, menyampaikan, dalam mengantisipasi penyebaran penyakit mematikan ini KPA terus gencar  melakukan kampanye di tempat tempat yang rentan penularan HIV/AIDS terutama di sekitar daerah tempat wisata.

Hingga kini, Komisi penanggulangan KPA melakukan berbagai kegiatan untuk menanggulangi penyebaran penyakit berbahaya itu. Antara lain, melakukan kampanye tentang perilaku hidup sehat dan aman. Seperti kesehatan reproduksi yang dilakukan terhadap para remaja dan kelompok-kelompok masyarakat yang rentan.

Melalui sosialisasi tersebut, lanjut Aris, diharapkan masyarakat memiliki pemahaman yang tepat tentang penyakit-penyakit berbahaya.

“Kami dari KPA Pangandaran mengajak semua pihak untuk tidak ragu-ragu maupun takut dalam melakukan tes HIV. “tegasnya.  (AGE-PNews)

DESA BOJONG KONDANG PRIORITASKAN INFRASTRUKTUR JALAN DESA

LANGKAPLANCAR - Desa Bojong Kondang salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran,  memiliki enam dusun yang rata rata warganya hidup dari hasil bercocok tanam karena secara geografis terletak di dataran tinggi ini.

Seperti dikatakan Kepala desa Bojong Kondang, Dayat (56), mayoritas warga desa hidup dari hasil pertanian, tapi saya keinginan warga untuk memiliki infrastrutur jalan yang bagus yang nantinya bisa menunjang laju perekonomian, belum bisa terwujud.

"Saat ini desa memprioritaskan pembangunan infrstruktur jalan, baik jalan desa maupun jalan lingkungan yang setiap harinya banyak digunakan oleh warga dalam kegiatan ekonomi dan pertanian," ungkapnya.(8/8)

Ia menambahkan, keinginnya untuk bisa memberikan yang terbaik pada warga merupakan obsesi dan harapannya. Dengan didukung seluruh aparatur desa dan masyarakat, memenuhi harapan warga untuk segera membangun jalan-jalan yang ada di desanya agar transportasi dari desa bisa lancar dan hasil bumi dari Bojong Kondang pun tak ada kendali lagi.

Kata Dayat, selama tiga tahun menjadi kepala desa, nampak  sudah banyak perubahan di sana-sini terutama yang berkaitan dengan pembangunan jalan yang dia terapkan melalui bantuan pemerintah baik dari program DD, ADD, Banprov dan P3IP. Pada program tahun-tahun mendatang pun, imbuh Dayat, ia akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

"Alhamdulillah hingga saat ini warga desa kami sudah bisa menikmati perubahan terutama menyangkut beberapa perbaikan infrstruktur jalan. “katanya. (AG)

PEMKAB PANGANDARAN GELAR WORKSHOP SISKEUDES PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

PARIGI - Sembilan puluh tiga kepala desa yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran mengikuti workshop evaluasi implementasi sistem tatakelola keuangan desa dengan aplikasi siskeudes yang bertempat di aula Setda kabupaten Pangandaran. (6/8)

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, H. Adang Hadari, team BPK pusat, Agung Kurniawan dan Iskandar Novianto, Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo Teguh Prakoso, juga Agun Gunanjar Sudarsa dari komisi XI DPR RI, para camat dan semua kapolsek se-Kabupaten Pangandaran.

Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDes) merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) ini diperuntukkan untuk kebutuhan pengelolaan keuangan desa.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya sangat mengapresiasi acara tersebut terlebih karena tujuan utama dengan adanya aplikasi siskeudes, aparat pemerintah desa mendapatkan kemudahan saat melakukan proses pengelolaan keuangan, serta dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

 “Jika pemerintahan desa dapat menyelenggarakan tata kelola administrasi dan keuangan desa dengan baik dan akuntabel, diharapkan persoalan hukum yang mungkin terjadi terkait dengan pengelolaan keuangan, pasti dapat dihindari” tegasnya.

Menurut Jeje, hal ini menunjukkan bahwa desa-desa yang ada di Kabupaten Pangandaran akan selangkah lebih maju . Sebab, lanjutnya,  aplikasi siskeudes ini dapat mengurangi penyimpangan maupun pelanggaran yang akan berdampak pada persoalan hukum.

Usai membuka secara resmi acara tersebut, Bupati Pangandaran berkesempatan memberikan cinderamata berupa pelakat kepada pihak BPKP, Kapolres dan Anggota DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa.

Sementara dikatakan pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah- BPKP Pusat, Novianto,  workshop ini dilaksanakan agar sistim pengelolaan keuangan dan pembangunan desa bisa partisipatif, transparan dan akuntabel.

"penggunaan siskeudes merupakan sebagai panduan yang bisa digunakan untuk penggelolaan dana bantuan desa agar lebih bermanfaat dan tepat Sasaran", tandasnya. (AGE-ANTON)

ISNA ANGGRAENI, MOJANG KAMEUMEUT ASAL CIMERAK

Bertubuh langsing, kulit sawo matang dengan gigi rapihserta selalu berpenampilan luwes dibarengi berkata sopan santun,rendah hati ,selalu menghargai siapapun. Isna Anggraeni, SH yang lebih akrab dipanggil Neng Isna mojang asal Kecamatan Cimerak akhirnya terpilih menjadi Mojang Kameumeut dalam Pasanggiri Mojang-Jajaka (moka) tahun 2018 Kabupaten Pangandaran yang digelar minggu malam (5/8) di panggung terbuka kawasan pantai barat Pangandaran.

Isna, putri pasangan H.Usman dan Ibu Hj. Suryanah berasal dari daerah paling ujung barat Kabupaten Pangandaran, tepatnya Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, berhasil membuktikan prestasinya dengan mempesona dewan juri untuk memyisihkan rekan-rekannya yang berasal dari 10 kecamatan.

“Ini merupakan satu kebanggaan baik untuk kelurga kami mau pun Kecamatan Cimerak. “ungkap Isna mengawali obrolannya yang didampingi kedua orangtuanya.(6/8)

Dalam dunia pendidikan pun Isna kini sudah berhasil menyandang gelar S1 lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jogjakarta.

Menurut kedua orang tunya, sejak kecil memang Isna sudah memperlihatkan bakatnya di bidang modeling, bahkan tak jarang ketika masih kecil dulu selalu lenggak-lenggok di depan cermin bak Pragawati. Dan ternyata talenta yang ada di dirinya ahirnya terbawa hingga remaja.

“Selepas mengenyam pendidikan di SMA Al Mutaqin Tasikmalaya, Isna memilih untuk kuliah di Jogjakarta. “tutur orangtua Isna.

Penampilannya di grand final beberapa waktu lalu, dengan nomer urut 14 Isna telah berhasil memukau seluruh penonton dan juri hingga terpilih menjadi pemenang salah satu katagori pasanggiri moka, Mojang Kameumeut.

Tidak mudah untuk mencapai prestasi tersebut, karena sebelumnya para peserta harus bisa serta dituntut mampu menampikan bakat dan kabisa yang tentunya ini menjadi salah satu proses penilaian juri. Karena nantinya para mojang-jajaka yang terpilih harus bisa mewakili masyarakat, khususnya remaja Pangandaran menjadi duta pariwisata, anti narkoba dan menampilkan seni budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Untuk sekarang kegiatan sehari-hari saya salah satunya mencoba berbisnis on line. “ungkanya.

Menurut mojang berusia 23 tahun ini, pemilihan mojang-jajaka ini merupakan kegiatan positif bagi remaja, karena selain bisa mengasah kemampuan dan cara berpikir, menambah wawasan juga bisa saling kenal antara remaja yang ada di 10 kecamatan.

Kuncinya dalam hidup, lanjut Isna, sopan dan beretika, rendah hati , bisa saling menghargai dan bisa bersosialisasi langsung dengan masyarakat sekitar.

”Prestasi yang saya raih ini pun hasil kerjasama dengan rekan-rakan, keluarga dan tentunya warga masyarakat Cimerak. “terangnya.

Dikatakan juara, menurut Isna tentu saja harus segala sifat, antara lain, sikap, perkataan dan prilaku harus jadi contoh semua orang, dan belum bisa dikatakan juara jika perilaku masih negatif, sombong  dan angkuh.

“Tidak hanya talenta saja, kepribadian yangbakan menjadi inner beauty, tentunya ini menjadi salah satu penilaian juri. “pungkasnya. (RASIMUN)





HINGGA TAHUN 2018 PERBAIKAN JALAN DESA LINGGARAJA CAPAI 60 %

TASIKNEWS-Pelaksanaan pekerjaan Infrastruktur jalan antara Cikeuheul-Cihayir Desa Linggaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya sepanjang 1.4 km dan Lebar 2.5 meter akan rampung bulan ini.

Seperti dikatakan Ketua TPK, Agus Sanjaya, anggaran Dana Desa (DD) tahap dua tahun 2018 yang dialokasikan untuk pengerjaan jalan poros desa tersebut akan segera bisa dinikmati warga, bahkan, ada penambahan volume pekerjaan sepanjang  50 meter murni berasal dari swadaya masyarakat setempat.

“Keberhasilan pembangunan di Desa Linggaraja ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. “ungkap Agus, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(2/8)

Agus menambahkan, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak termasuk adanya peran serta masyarakat di dalamnya, menjadi motivasi pemerintah desa dalam memajukan asfek pembangun di desa linggaraja.

Ditempat yang sama, Ketua Karang Taruna Braga, Ajay,  menambahkan, pihaknya siap mengawal program pemerintah yang masuk ke Desa Linggaraja agar tepat sasaran, lancar dan sepenuhnya untuk kepentingan warga.
"Saya mengajak anggota untuk terlibat langsung di kelembagaan desa agar ikut memonitor dan mengawal semua program yang ada di desa." tandas Ajay.

sementara menurut Sekdes Linggaraja, Rusman, perbandingan luas wilayah desa dan jumlah penduduk saat ini sudah tidak seimbang, sehingga banyaknya jalan di Desa Linggaraja yang perlu diperbaiki.

"Dan hingga saat ini perbaikan sarana infrastruktur jalan poros desa yang didanai pemerintah telah mencapai 60%,"pungkasnya. (RUSDIANTO/UDI)

CIHIDEUNG..OH CIHIDEUNG NASIBMU KINI…

TASIKNEWS-Jalan H. Zenal Mustofa dan Cihideung dari dulu hingga sekarang merupakan jantung Kota Tasikmalaya dengan segala kegiatan ekonomi yang tak pernah sepi, membuat kedua kawasan tersebut selalu hidup dengan beberapa pusat belanja, dari mulai toko-toko yang berjejer hingga mall, toko modern yang menawarkan kemudahan berbelanja.

Tapi sayang, dari waktu ke waktu kawasan jantung perekonmian kota Tasik tersebut semakin semerawut. Beberapa pedagang kaki lima yang memenuhi hampir di seluruh trotoar dengan sengaja telah merampas hak para pejalan kaki, sementara di bahu jalan sendiri menjadi tempat parkir kendaraan baik roda empat atau pun dua, hingga pejalan kaki pun terpaksi ekstra hati-hati karena harus berjalan di badan jalan. 

Seperti dituturkan salah seorang warga sekitar, kini kota tak Tasik tak lagi ramah karena penataan kota terkesan tumpang tindih dan semerawut.

“Entah kenapa pemkot pun terkesan tutup mata dan membiarkannya. “ujarnya.(1/8)

Menurutnya, hampir setiap hari keadaan seperti itu terus berjalan tanpa ada usaha pembenahan dari pihak-pihak terkait.

“Sampai sekarang saya belum pernah melihat ada penertiban pedagang kak lima atau penataan lainnya di kedua kawasan tersebut. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

PEMKAB PANGANDARAN AKAN LELANG 3 JABATAN ESSELON II

Drs. Muhlis
Pemkab Pangandaran akan membuka open bidding untuk tiga setara kepala dinas (esselon II) sesuai Undang-undang nomer 5 tahun 2014 tentant lelang jabatan di instansi pemerintahan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis,  kepada PNews di ruang kerjanya.(6/8)

“Ketiga kekosongan esselon tersebut, antara lain, dinas kominfo, dinas pertanian dan sekretarian DPRD. “ terang Muhlis.

Muhlis menambakan, siapa pun boleh mengikuti lelang jabatan tersebut asal sudah memenuhi persaratan sesusai ketentuan yang berlaku, dan ASN yang akan mengikuti sebelumnya harus diajukan dulu ke  Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) untuk mendapatkan rekomendasi.

“KASN tersebut ada di Kementarian PAN di Jakarta. “imbuh Muhlis. (ANTON AS)

PEMKAB PANGANDARAN GELAR WORKSHOP SISKEUDES PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

PARIGI - Sembilan puluh tiga kepala desa yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran mengikuti workshop evaluasi implementasi sistem tatakelola keuangan desa dengan aplikasi siskeudes yang bertempat di aula Setda kabupaten Pangandaran. (6/8)

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, H. Adang Hadari, team BPK pusat, Agung Kurniawan dan Iskandar Novianto, Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo Teguh Prakoso, juga Agun Gunanjar Sudarsa dari komisi XI DPR RI, para camat dan semua kapolsek se-Kabupaten Pangandaran.

Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDes) merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) ini diperuntukkan untuk kebutuhan pengelolaan keuangan desa.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya sangat mengapresiasi acara tersebut terlebih karena tujuan utama dengan adanya aplikasi siskeudes, aparat pemerintah desa mendapatkan kemudahan saat melakukan proses pengelolaan keuangan, serta dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

 “Jika pemerintahan desa dapat menyelenggarakan tata kelola administrasi dan keuangan desa dengan baik dan akuntabel, diharapkan persoalan hukum yang mungkin terjadi terkait dengan pengelolaan keuangan, pasti dapat dihindari” tegasnya.

Menurut Jeje, hal ini menunjukkan bahwa desa-desa yang ada di Kabupaten Pangandaran akan selangkah lebih maju . Sebab, lanjutnya,  aplikasi siskeudes ini dapat mengurangi penyimpangan maupun pelanggaran yang akan berdampak pada persoalan hukum.

Usai membuka secara resmi acara tersebut, Bupati Pangandaran berkesempatan memberikan cinderamata berupa pelakat kepada pihak BPKP, Kapolres dan Anggota DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa.

Sementara dikatakan pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah- BPKP Pusat, Novianto,  workshop ini dilaksanakan agar sistim pengelolaan keuangan dan pembangunan desa bisa partisipatif, transparan dan akuntabel.

"penggunaan siskeudes merupakan sebagai panduan yang bisa digunakan untuk penggelolaan dana bantuan desa agar lebih bermanfaat dan tepat Sasaran", tandasnya. (AGE-ANTON)

AGUN GUNANJAR: “DENGAN APLIKASI BARULAPORAN KEUANGAN DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN SUDAH BAGUS”

PANGANDARAN-Kini pengelolaan keuangan Dana Desa bisa semakin terukur, tertib dan terhindar dari potensi penyalahgunaan keuangan, karena sekarang di desa-desa sudah menggunakan metode elektronik.
Demikian disampaikan anggota DPR RI komisi XI, Agun Gunandjar Sudarsa, usai pertemuan dengan 93 kepala dan sekretaris desa se-Kabupaten Pangandaran di aula setda.(6/8)

“Jadi dari mulai perencanaan, pelaksanaan sampai pertanggungjawaban penggunaan DD nantinya sistemnya akan semakin bagus. “kata Agun.

Agun menambahkan, hal ini menjadi penting agar para kepala desa dalam mengaplikasikan penggunaan DD itu tidak ada lagi kekhawatiran, ketakutan tapi karena sudah memiliki pemahaman yang utuh tentang  bagaimana mengelola yang ada di desa masing-masing.

“Jika sudah begitu, maka manfaatnya  akan semakin dirasakan oleh rakyat. “imbuhnya

Dalam kegiatan yang diikuti seluruh desa, kecamatan dan polsek, dengan pembicara dari BPK dan BPKP, menurut Agun, sistim administrasi keuangan desa sekarang tidak bertele-tele lagi, tapi lebih tertib dan pertanggungjawabannya jelas. Sehingga seperti tidak seperti jaman dulu,  kepala desa ditanya kop surat, stempel dan buku rekening.

Disoal selama ini aplikasi laporan keuangan yang ada di desa, jawab Agun, yang berubah itu bukan aplikasinya justru sistim sekarang ini untuk mengatasi berbagai banyaknya aturan-aturan yang tumpang tindih antara aturan satu dengan aturan lainnya, artinya sistim keuangan yang sekarang ini merupakan solusi bagi desa.

Tadi disampaikan oleh kapolres, tidak usah ragu dan takut sepanjang dalam penggunaan DD itu benar dan sesuai aturan
“Dan saya akan menjadi orang pertama yang akan mengambil sikap dan bertindak tegas kalau ada desa menggunakan keuangan yang ada di desa bukan untuk kepentingan rakyat tapi kepentingan pribadi, itu tidak ada maaf. “tegas politisi Partai golkar ini.

Agun juga mengatakan, dalam kunjungan rutin ke desa-desa, potensi desa dengan aplikasi seperti itu semakin transparan dan akuntabel, sehingga hingga saat sudah 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran melaporkan  sudah menerapkan aplikasi tersebut dan itu artinya sudah baik. (hiek)



AISYAH PUTRI DAN RIDWAN NUGRAHA BERHASIL JADI PINILIH MOKA 2018 PANGANDARAN

PANGANDARAN-Akhirnya Aisyah Putri asal Kecamatan Pangandaran dan Ridwan Nugraha perwakilan dari Kecamagtan Cijulang berhasil lolos menjadi pinilih Mojang-Jajaka (moka) dalam pasanggiri Moka Kabupaten Pangandaran tahun 2018 setelah bersaing ketat menyingkirkan rekan-rekannya dari 10  kecamatan, yang digelar minggu malam di kawasan pantai barat Pangandaran.(5/8)

Disusul wakil 1, Kintan dari Kecamatan Cijulang dan Riyadul Ulum asal Kecamatan Langkaplancar. Sementara wakil 2 diraih Yulinisa asal Kecamatan Parigi dan Kelvin perwakilan Kecamatan Pangandaran.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, menjadi juara dalam setiap perlombaan bukanlah satu-satu tujuan. Tapi dari sebuah ajang komfetisi  diharapkan bisa menambah ilmu pengetahuan serta bisa berbagi pengalaman bersama teman-teman dari kecamatan lain, merupakan wujud kebersamaan sebagai generasi muda untuk mengisi pembangunan dari sisi budaya dan lainnya.

“Juaranya bukan pinilih saja, kalian semua menjadi juara. “ucap Jeje. (PNews)

DIBANTU WARGA, KARANG TARUNA GIRI SAKTI SIRNAJAYA BEDAH RUMAH NENEK SAPNAH

TASIKNEWS - Kegembiaraan terpancar diraut wajah tuanya yang telah keriput, Sapnah ( 83).  Pasalnya rumah yang selama ini ditempati janda jompo tersebut  kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan beratap rumbia berdinding anyaman bamboo serta kayu-kayu  yang sudah lapuk tidak bisa menahan beban sehingga tampak doyong. Kini setelah ruman Nenek Sapnah diperbaiki KarangnTaruna, terlihat lebih nyaman dan tampak megah, hingga ia pun tidak khawatir lagi jika sewaktu-waktu rumahnya roboh.

Tempat tinggal Nenek Sapnah yang berlokasi  Kampung Pasir Rt 14 RW 06 Kedusunan Pasir, Desa Sirnajaya, Kecamatam Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya selama ini luput dari perhatian pemerintah. Tidak hanya rumah nenek Sapnah, setiap tahunnya pihak Pemerintah Desa Sirnajaya mengajukan bantuan pada rumah tidak layak huni namun belum ada perhatian pihak pemkab.

Seperti dituturkan Ketua Karang Taruna Giri Sakti, Suhada,S.Pd, proposal pengajuan hampir setiap tahun terus diupayakan pemerintah Desa Sirnajaya, namun entah kenapa hingga saat ini Pemkab Tasikmalaya belum memberikan respon, hingga akhirnya karang taruna dengan dibantu warga lainnya berinisiatif untuk memperbaiki rumah warga yang dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan penghuninya.

"Biaya perbaikan rumah Ibu Sapnah sendiri diperoleh dari hasil swadaya masyarakat yang dipelolori KarangTaruna Giri Sakti, dan Insaaloh keinginan kegiatan sosial Bedah rumah bagi warga tidak mampu di tiap kedusunan menjadi agenda Karang Taruna,"terang Suhada. (RUSDIANTO / HERMANSYAH)

GELAR AUDENSI UPT PKM PUSKESMAS SUKARAJA DENGAN ORMAS GASIBU DEADLOCK

TASIKNEWS-Rencana untuk menggelar audensi di Puskesmas (PKM) Kecamatan Sukarja dengan ormas Gasibu Macan Putih Tanggal 30/7 lalu urung di laksanakan dengan alasan Kepala UPT PKM, Ijang Budiana, sedang menghadiri acara di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, kegagalan ini tentunya membuat kecewa pihak Ormas Gasibu Macan Putih.

Menurut Ketua Gasibu Macan Putih, Rolies Siregar, pihaknya menerima pemberitahuan dari PKM terkait audensi yang dilayangkan baik secara tertulis dan lisan yang disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Mutu PKM Sukaraja, H. Aceng Bastari , meminta agar audensi bisa di laksanakan pada bulan september mendatang mengingat padatnya acara Kepala PKM Sukaraja.

"Namun kami meminta agar auden bisa minggu depan."tegas Rolies ( 2/8).

Rolis mengatakan, tujuan auden sendiri untuk meminta oenjelasan pihak PKM tentang tupoksi dokter atau perawat  dan terkait dengan pelayanan terhadap pasien yang sifatnya Urgen.

Rolis menambahkan, kasus meninggalnya seorang pasien bernama Nana Permana ( 40)  warga Tambakbaya Desa Margalaksana, ditenggarai gara- gara adanya keterlambatan dalam penanganan pasien, karenakan menurut salah seorang petuga PKM saat itu sibuk mencari kunci tabung gas oksigen.

"Jangan hanya gara-gara tidak adanya kunci tabung gas oksigen sehingga terlambat menangani pasien yang mengakibatkan pasen tidak dapat tertolong, jelas ini sebuah keteledoran. " tegasnya lagi.

Hingga berita ini di tulis ( 3/8) hingga kini belum ada titik temu kapan gelar audensi dilaksanakan. *** ( RUSDIANTO )
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN