MI JAMPANG DAMBAKAN PERBAIKAN SARANA DAN PRASARANA MADRASAH

CIMERAK - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jampang di Desa Kertaharja kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, salah satu lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Kementerian saat ini kondisi bangunannya sudah mulai memprihatinkan. Madrasah yang berada dipelosok selatan Pangandaran ini berdiri sejak tahun 1973 dan sekarang memiliki 115 siswa dengan guru non PNS delapan orang dan baru empat guru yang saat ini masuk memiliki sertifikasi.

Menurut Kepala MI, Burhan (47) saat ditemui di ruang kerjanya, dengan keadaan kondisi bangunan dan para guru pengajar seperti sekarang ini, kata Burhan, sangat membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana demi kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Saat ini kami juga membutuhkan mushola dan penambahan satu ruang kelas baru", ungkapnya.(16/4)

Ditambahkan Burhan, kondisi bangunan saat ini sudah sangat mengkhawatirka dan mulai terlihat kumuh, dari dinding kelas yang mulai ambrol juga langit langit kelas yang sudah bolong hingga kegiatan belajar mengajar pun kurang nyaman.

Masih kata Burhan, baik siswa atau guru sudah lama mendambakan kondisi madrasah seperti ini bisa cepat diperbaiki.

“Kami juga berharap mempunyai mushala, sehingga saat ada kegiatan praktek keagamaan siswa tidak harus pergi ke mesjid yang jauh dari madrasah", imbuhnya.

Burhan pun berharap, semua permohonan untuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di madrasahnya bisa ada yang membantu, baik dari Kemenag maupun dari Pemda kabupaten Pangandaran demi peningkatan kualitas pendidikan siswa, khususnya di MI Jampang.

"Semoga saja secepatnya ada bantuan datang, terutama untuk kebutuhan mushola di lingkungan madrasah. “harapnya. (AGE)

PRESIDEN JOKOWI AKAN KUNJUNGI PANGANDARAN

Pangandaran direncanakan akan nenerima kunjungan Presiden Joko Widodo.
Menurut  informasi kunjungan orang nomer satu di negeri ini akan tiba di Pangandaran tanggal 26-27 april 2018  minggu depan.

Masih menurut informasi, dalam kunjungannya nanti, Presiden akan langsung diantar Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari serta beberapa  pejabat lingkup pemda untuk melihat beberapa puskesmas dan pembangunan Rumah Sakit Umum Darah  (RSUD) di Kecamatan Pangandaran. 

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, saat dikofirmasi di rumah dinasnya membenarkan rencana kedatangan presiden ke Pangandaran tersebut akan didampingi Menteri KPK, Susi Pujiastuti.

"Kalau tidak ada perubahan memang presiden akan berkunjung kesini tanggal 26 atau 27 april bulan ini. " terang Jeje.(17/4)      (hiek)

ISOPLUS PANGANDARAN BEACH RUN BERJALAN DENGAN SUKSES DAN MERIAH

PANGANDARAN - Setelah sukses  penyelenggaraan event ISOPLUS RUN untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bulan Oktober tahun 2017 lalu, ISOPLUS kembali menggelar kegiatan yang sama di Pangandaran.

Pada gelaran " ISOPLUS Pangandaran Beach Run 2018" yang dipusatkan di area parkir Taman Boulevard Pantai Barat Pangandaran (15/4), yang diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, berlangsung sangat meriah.

Ada beberapa jenis yang dilombakan yang dibagi dalam 3 kategori dan diikuti 570 peserta. Seperti, untuk kategori 21 Km diikuti 50 peserta, kategori 10 Km diikuti 200 peserta dan kategori 5 Km diikuti 320 peserta.

Setelah melalui penilaian juri, berhasil menjadi juara, antara lain, juara Kategori 21 Km putra, Agus Prayogo dari Bandung, Wiryawan dari Bandung dan Jufianto Simbiring dari Jakarta.

Dan di kelompok putri, Verly Marince dari Kaltim, Risa Wijayanti dari Kudus dan
Anjasari Dewi dari Bandung, masing-masing pemenang berhak mendapat hadiah, untuk
putra dan putri, Juara 1 Rp.20 juta, juara 2 Rp.10 juta dan juara 3 Rp 5 juta.

Di katagori 10 Km putra, tampil meraih juara, Jaohari Johan (Palembang), Wahyudi Putra (Jakarta) dan Pandu Sukaria dari Secapa AD. Dan di kelas yang sama untuk putri, Endah Eka, Desti Ningsih dan Rike Febrianti, dengan hadiah masing masing pemenang putra/ putri, juara 1 Rp.7,5 juta, juara 2 Rp.5 juta dan juara 3 Rp 3 juta.

Sementara pada katagori 5 km putra/putri dengan masing-masing hadiah untuk juara 1Rp.2.5 juta, Juara 2 Rp.1.5 juta dan juara 3 Rp1 juta yang diraih untuk putra, Ravi Putra dari Secapa AD, Riki Nababan dari Secapa AD dan Sutarna Nana dari  Brigif 15 serta untuk putri, a.Vega Anggraeni, b.Siva Amalia danWesti Indah.

Menurut koordinator penyelenggara Isoplus Beach Run Pangandaran,  Janet, rencananya kegiatan Isoplus Beach Run ini juga akan diselenggarakan di enam kota lainnya. Antara lain di Jepara, Lombok, Balikpapan dan Manado yang akan berakhir di tahun 2019 mendatang. (AGE)

PANGANDARAN AKAN JALIN KERJASAMA DENGAN VILLAGE OF OGIMI, MELALAUI SISTER CITY


Mr. Norimitsu Miyagi
Kedatangan salah seorang Wali Kota di Jepang (village of ogimi), Mr Norimitsu Miyagi, untuk bertemu Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang direncanakan  tanggal 27 April mendatang dalam rangka mematangkan kerja sama (sister city of Ogimi & Pangandaran), disambut baik Pemerintah derah Kabupaten Pangandaran.

Dalam pertemuan kedua kepala daerah tersebut, diantaranya akan membicarakan kerjasama di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Menurut informasi dari salah seorang staf Kedutaan Indonesia di Jepang, Andri, tidak menutup kemungkinan pembicaraan nanti menyangkut bidang lainnya, seperti pariwisata, pertukaran pelajar dan bidang-bidang lainnya.

“Intinya, semua akan dituangkan dalam bentuk kerjasama sister city. “ungkapnya, melalui pesan WhastApp yang dikirim ke PNews.(12/4)

Sementara, sesuai rencana awal kerjasama di bidang perikanan sidat (unagi), Sekretaris Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, S.Pd.,MM, mengatakan, setelah potensi perikanan, khususnya budidaya sidat yang sudah disurvey langsung salah seorang pengusaha jepang beberapa bulan lalu, ternyata Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas KPKP yang berlokasi di Kecamatan Cimerak semua sudah memenuhi sarat dan layak menjadi pilot project budidaya sidat.

“Atas nama pemerintah daerah, jelas kami  merasa bangga, apalagi budidaya sidat meruakan salah satu yang akan dibahas dalam program sister city nanti. “ungkapnya.(12/4)

Wawan juga mengatakan, pihaknya merasa bersukur karena rencana pengembangan budidaya sidat akan segera terwujud di Kabupaten Pangandaran, karena masyarakat pun sangat antusias dan berharap pengembangan dan budidaya sidat ini bisa menjadi salah satu usaha masyarakat.

“Para petani sidat yang banyak tersebar di Kecamatan Cimerak sudah lama sekali menunggu kesempatan emas ini. “imbuhnya. (ANTON AS)

MASALAH TERMINAL, PEMKAB PANGANDARAN ABAIKAN SE KEMEDAGRI DAN SK GUBERNUR

Dipastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih pengelolaan terminal tipe B yang ada di Pangandaran, ini sesuai regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat, pengelolaan terminal penumpang tipe B merupakan urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provisni, berdasarkan Undang-undang (UU)  nomer 23 tahun 2014, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan undang-undang nomer 9 tahun 2015 tentang pemerintah daerah.

Dan untuk itu, Gubermnur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan pun telah membuat Surat Keputusan (SK) nomer 550.22/Kep.1197-Dishub/2016, tentang pengalihan pengelolaan 14 terminal (terminal Cikarang, Leuwipanjang, Cileungsi, Pelabuahanratu, Indramayu, Ciledug, Losari, Sumber, Pangandaran, Singaparna, Pameungpeuk, Ledeng, Ciroyom dan terminal St. Hall)

Sementara hasil penelusuran PNews di lapangan, ternyata terminal Pangandaran yang berlokasi di Kecamatan Pangandaran yang tercantum dalam SK Gubernur merupakan terminal penumpang tipe B, sampai hari ini masih dalam pengelolaan Pemkab Pangandaran. Padahal pemindah kelolaan ini harus sudah dilaksanakan, sesuai yang tercantum dalam pasal 404 UU  nomer 23 tahun 2014, serah terima personil, pendanaan, sarab dan prasarana serta dokumen (P3D), paling lama dua tahun terhitung sejak UU ini diundangkan.

Hal ini juga diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Kemendagri nomer 120/253/Sj, yang tembusannya disampaikan ke presiden, wakil presiden, para menteri kabinet, para pimpinan lembaga, para ketua DPRD provinsi dan para ketua DPRD Kabupaten./kota, menyatakan, penyelesaian secara seksama infentarisasi P3D paling lambat 31 maret 2016 dan serah terima personil, sarana dan prasarana serta dokumen (P2D) paling lambat 2 oktober 2016.

Masih dalam SE kemdagri tersebut, hasil infentarisasi P3D tersebut menjadi dokumen dan dasar penyusunan RKPD, KUA/PPAS dan Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang APBD provinsi/Kabupaten-kota tahun anggaran 2017.

Sementara terminal Pangandaran yang seharusnya sudah alih kelola ke pemvrop, hasil penelusuran PNews di lapangan, ternyata retribusi yang menjadi Penghasilan Asli daerah (PAD) sampai hari ini masih masuk ke Dinas perhubungan Kabupaten Pangandaran.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Pangandaran, Drs. Saepuloh, M.Si, mengatakan, pengalihan aset terminal Pangandaran itu menjadi kewenangan bagian aset daerah. karena, lanjut Saepuloh, untuk keperluan tersebut pihaknya sudah menyerahkan daptar infentaris seluruh aset yang ada di terminal Pangandaran.

“Kalau saya yang mengurus pemindahan asetnya, jelas ini bukan kewenangan saya malah nanti dikira pemindahan aset ini keinginan saya. “ungkapnya. (9/4)

Disoal retribusi terminal yang sampai saat ini masih masuk ke dinasnya, Saepuloh mengatakan, karena dalam target PAD terminal yang di dinasnya, hingga tahun 2018 retribusi terminal Pangandaran masih muncul pada DPA Dishub.  

“Jadi jelas sampai hari ini terminal Pangandaran masih merupakan sumber PAD Dishub Pangandaran. “jelasnya.

Di tempat terpisah, menurut pegawai yang ada di Bappeda Pangandaran, ia bersikukuh bahwa terminal Pangandaran bukan tipe B melainkan terminal dengan tipe C, dan sebenarnya terminal Pangandaran baru merupakan ajuan untuk dijadikan tipe B.

“Ini data tata ruang awal tahun 2014, terminal Pangandaran adalah terminal tipe C. “tehasnya.(12/4)

Masih menurutnya, untuk menjadi terminal tipe B, harus memenuhi beberapa bersarata, seperti luas lahan harus 3 hektar, mobilitasnya tinggi dan seterusnya.

Sementara menurut salah seorang petugas Dishub yang kini sudah beralih menjadi pegawai dishub pemvrop jabar, kalau masihb ada anggapan bahwa terminal Pangandaran merupakan tipe C, lalu ia pun mempertanyakan Surat Perintah (SP) yang ditandatangni Kepala Dinas Perhungan propinsi menugaskan dirinya di terminal Pangandaran.

“Kalau terminal Pangandaran ini tipe C, jelas saya pun mungkin tidak ada kepentingan diisini. “ungkapnya.

Ia pun mengatakan, untuk pengelolaan seperti kebersihan, perawatan penerangan lampu dan lainnya, jika ada kerusakan itu sekarang sudah menjadi tanggung jawabnya, sementara retribusinya sendiri masih dikelola dishub pemkab.

“Sementara ini saya bekerja sesuai perintah dishub jabar yang disampaikan petugas dari balai. “jelasnya.(9/4)

Menurut salah seorang warga Desa karangbenda Kecamatan Parigi yang enggan ditulis identitasnya, mengatakan, ini akan menjadi preseden buruk Pemkab Panganbdaran, karena keterlambatan penyerahan asset yang sudah menjadi kewenangan pemvrop bisa saja mempengaruhi penilaian BPK terkait administrasi pemda Pangandaran.

“Tidak menutup kemungkinan, karena hal ini opini BPK pada pemkab pangandaran yang tadinya WTP bisa menjadi WDP (wajar Dengan Pengecualian-red). “ungkapnya.(12/4) 

Dan untuk urusan retribusi, lanjutnya, seharusnya dinas terkait pro aktif datang ke dinas pendapatan untuk menjelaskannya agar tidak muncul pada DPA di tahun berikutnya. (hiek)

ALIANSI MASYARAKAT LANGKAPLANCAR BERSATU LAKUKAN AKSI DAMAI TERKAIT PILKADA LUBERJURDIL

LANGKAPLANCAR-Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Langkaplancar Bersatu lakukan deklarasi dan orasi di depan kantor Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran terkait pentingnya kegiatan Pilkada yang bersih, jujur, adil dan transparan tanpa adanya money politik, pembodohan politik pada masyarakat serta menolak keterlibatan PNS dalam Pilkada mendatang.

Nampak hadir pada aksi tersebut, aparat kepolisian, anggota Panwas dan PPK kecamatan Langkaplancar.

Seperti dikatakan ketua aksi, Anton Rahanto (45), dalam alam demokrasi, pemilu menjadi salah satu tonggak dasar berdirinya suatu negara. Tidak hanya menjadi manifestasi dari ajang transisional pemimpin, pemilu juga merupakan perwujudan dari hak politik masyarakat, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

"Sebagai salah satu tonggak berdirinya negara demokrasi, pemilu harus betul-betul dipahami sebagai sesuatu yang mendasar dan penting bagi negara ini, kita harus mengawal terciptanya pemilu bersih, cerdas dan terintegritas", katanya.(12/4)

Ditambahkan Anton, pada hakikatnya semua pihak harus mengedepankan asas pemilu LUBERJURDIL (langsung, umum, bebas, jujur, rahasia dan adil), asas yang menjadi basis terciptanya kondusifitas pemilu di negeri ini.

Kalau hal ini dilakukan dengan etika yang baik, lanjutnya, tentu semua sangat sepakat, tapi apa jadinya bila pemilu saat ini adalah pemilu tak berintegritas?

“Tak berintegritas karena di dalamnya terdapat virus yang sungguh mematikan esensi pemilu tersebut dengan menjamurnya praktik serangan fajar atau politik uang", ujarnya.

Ditempat yang sama, salah seorang aktivis, Kunkun Herawanto (47) menambahkan, melakukan pengkhianatan politik juga berarti mengkhianati Yang Maha Kuasa, karena itu, penjahat politik bisa dipastikan merupakan orang yang rendah spiritual-keagamaannya betapapun formalitas ritual dan gelar keagamaan nya tampak meliputi dirinya.

“Menodai tugas politik sama dengan menodai spiritualitas-keagamaan, namun menodai politik memiliki dampak lebih berbahaya sebab ia juga mengkhianati kehidupan sesama; masyarakat, bangsa, atau negaranya", imbuhnya

Kunkun menambahkan, dengan demikian, kejahatan politik merupakan puncak kejahatan sebab ia bukan hanya berbuat jahat kepada Yang Maha Kuasa dan menodai nuraninya sendiri namun juga mengkhianati kehidupan manusia dengan skala yang sangat luas.

Penjahat politik, menurut Kunkun, pasti orang yang tidak memiliki spiritualitas, sangat rapuh, tidak bernurani, dan tidak memiliki rasa kasih sayang atau welas terhadap sesame.

“Kami atas nama Aliansi Masyrakat Langkaplancar Bersatu memiliki harapan supaya dalam pelaksanaan pemilikada mendatang bisa berjalan lancar sesuai apa yang diinginkan masyarakat, khususnya masyarakat Langkaplancar. “ujar Kunkun.  (AGE)

PASAR SAWOAN, “PASAR ILEGAL” WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Apa yang dibayangkan saat menyebut Pasar Sawoan, mungkin yang terlintas di pikiran tempat menjual buah sawo.

Di Pangandaran, tepatnya terletak persis di seberang atau sebelah utara Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran terdapat “pasar illegal”, asalnya pasar yang sebenarnya justru ada di seberangnya.

Disebut pasar sawoan, menurut salah seorang penduduk sekitar, Siti Hasanah (48), di lahan tersebut, sekitar 15 tahun kebelakang terdapat dua pohon sawo besar di atas lahan itu, hingga selain tempatnya teduh dan lapang, lahan itu pun sering dijadikan “pasar” para pedagang dadakan yang tidak mempunyai kios di Pasar pananjung.

Awalnya, tutur Siti, karena tempatnya luas dan rindang, warga yang pulang berbelanja dari pasar pun suka mampir kesana sekedar berteduh sambil minum jajanan es dan makanan ringan lainnya. Hingga lama kelamaan, selain penjual makanan dan minuman, pedagang lain pun coba-coba berjualan disana. 

“Sekitar tahun 70an pasar itu hanya ramai pada hari senin dan kamis saja, dimana kedua hari itu memang hari ramainya pasar Pananjung, dan di tempat itu biasanya ramai oleh penjual obat jalanan dengan akstraksi sulapnya.  “terang Siti. 11/4)

Hingga lama kelamaan, pemilik lahan, Alm. H. Karlan (Ayah Menteri KKP, Susi Pujiastuti) membuat kios-kios dari bilik bambu yang disediakan untuk para pedagang yang biasa jualan disana.

Disoal kenapa disebut pasar sawoan, menurut Siti, karena di lahan itu dulu tumbuh dua pohon sawo yang sangat besar dengan daunnya yang rindang, sehingga untuk memudahkan menyembut tempat itu, warga pun menamai pasar sawoan.

“Sekarang pohon itu sudah ditebang, tapi yang jualan disana sampai sekarang masih ramai, malah di bagian depannya sekarang bangunannya permanen dan kokoh. ”ungkap Siti.

Masih kata Siti, di tempat itu pedagang tidak pernah sepi pembeli, dari mulai tukang jualan bilik bambu, tukang cukur, toko sepeda, bengkel sepeda, pakan burung, alat-alat listrik  hingga penjual makanan sampai sekarang masih tetap bertahan.

Dan hingga sekarang, lanjut Siti, sekitar 80 kios semi permanen yang dihuni pedagang mayoritas penduduk sekitar tetap bertahan untuk berjualan disana.

“Dan sampai sekarang saya juga masih jualan disana. “imbuhnya. (HARIS F)

PELAKSANAAN UNBK SMA-SMK DI PANGANDARAN DIIKUTI 100 % SISWA

PARIGI-Untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kombuterf (UNBK), fasilitas penunjangnya dirasakan masih sangat mimin, dan itu tentunya akan menjadinperhatian khusus pemerintah daerah.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata kepada sejumlah media saat melakukan kunjungan pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Parigi.(10/4)

“Hari rabu besok (10/4/2018-red) akan saya undang seluruh kepala SMA-SMK untuk membicarakan masalah sarana ini. “ungkap Jeje.

Jeje menambahkan, walau minim fasilitas, tapi UNBK  tingkat SLTA di Pangandaran, diikuti seluruh siswa.
Walau secara aturan pengelolaan SMA-SMK sudah beralih ke propinisi, tapi menurut Jeje, tidak ada salahnya kalau pemkab juga ikut memikirkan sekolah yang ada di wilayah sendiri.

“Tidak haram kan jika pemkab juga ikut membantu. “jelas Jeje. (ANTON AS)

DANLANAL BANDUNG GELAR SILATURAHMI DENGAN MASYARAKAT PANGANDARAN

PANGANDARAN-Dalam pertemuan acar kuinjungannya ke Kabupaten Pangandaran (10/4), Komandan Pangkalan TNI AL (danlanal) Bandung, Kolonel Laut (P) Sunar Solehuddin, S.H, menggelar acara silaturahmi dengan sejumlkah nelayan Pangandaran sekaligus mendengarkan deklarasi anti hoax yang dibacakan para nelayan.

Dalam deklarasi tersebut, nelayan sepakat menolak segala bentuk berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan berlatar belakang suku, agama, ras dan antar golongan, menyampaikan berita yang benar sesuai dengan fakta yang terjadi, tidak menyebar berita hoax dan fitnah, menggunakan media sosial secara bijak, santun dan cerdas, mendukung Polri untuk menindak tegas kepada pelaku penyebar hoax dan senantiasa menjaga situasi dan kondisi Kabupaten Pangandaran tetap aman, damai dan kondusif.

Dalam sambutannya, Danlanal Bandung Letkol Laut (P) Sunar Solehuddin, S.H. , meyampaikan, silaturahmi merupakan saran untuk meningkatkan sinergitas anatara TNI dan rakyat.

Dikatakan Sunar, dalam rangka menghadapi tahun politik, khususnya menjelkang pilkada Gubernur jaswa Barat, masyarakat dan pihak-pihak lainnya bisa cerdas menerima informasi.

“Jangan asal terima, tapi kita harus memfilter dulu, apakah berita itu benar atau jangan-jangan menyesatkan. “ungkap Sunar. (ANTON AS)

SMPN 1 PANGANDARAN MENATAP PRESTASI LEBIH TINGGI LAGI

PANGANDARAN-Sekolah berkualitas bukan hanya mampu agar siswanya mendapatkan nilai tinggi pada saat Ujian Nasional (UN), namun lebih dari itu, sekolah pun dapat dilihat dari keseharian cara belajar mengajar dan juga capaian prestasi yang mampu diraih para siswanya baik di bidang edukatif, seni atau pun olahraga.

SMPN 1 Pangandaran, mampu menunjukkan kualitasnya sebagai sekolah terbaik di Kabupaten Pangandaran dengan menorehkan banyak prestasi yang telah diraih siswanya di luar sekolah maupun di dalam sekolah.

Seperti dikatakan Kepala SMPN 1 Pangandaran, Dodi Budiana Hardjawinata, dari 18 jenis perlombaan, 16 lomba berhasil menjadi juara, antara lain, Juara 2 nasional SPI, Olimpiade Siswa nasional (OSN), juara 1 bidang Matematika a.n. Radella Reffa Herdianti, Juara 1 Desain Foster a.n Ulaya Aqila Hadnan, Juara 1 Gitar Solo a.n Steven Crist Alexis, Juara 1 kreasi Tari a.n Pingky Rastia Nurfadilla, Fitria Ollia, Titi Triwahyuni, Annisa Riskia Putri, dan Amelia Nur Fitriani, Juara 1 Story Telling a.n Intan Berliana, Juara 3 solo Vokal a.n Tintin Supriatin, Lcc juara 2 a.n . Maitsa, Silvia dan Laila, Juara 2 pidato putri a.n Meida Bella, Juara 3 Kaligrafi a.n Enggar, juara 3 Olimpiade a.n Nissa, Juara 1 rukibra, Juara harapan 2 Rukubra dan juara pada gebyar PAI.

“Sementara dari 6 mata lomba pada FLSN (Festival Lomba Seni Nasional-red), 5 lomba berhasil tampil sebagai juara, bahkan di empat nomer kami jadi juara ke 1. ”terang Dodi.(9/4)

Tidak hanya siswa, prestasi SMPN 1 Pangandaran juga, menurut Dodi, diraih para guru pengajar yang berhasil menjadi juara pada ajang Olimpiade Guru nasional (OGN), diantaranya, Juara 1 Bahasa Indonesia a.n Bu Tri Hastuti, Juara 2 Bahasa Inggris a.n Bu Sri Sudaryanti dan Juara 3 IPS a.n Bu Sri Bukani, hingga berhasil menjadi juara umum.

“Terimakasih anak-anakku, kalian memang generasi juara, terimakaih bapa-ibu guru pembimbing dan tidak lupa terimaksih juga untuk seluruh warga sekolah, kita memang team yang hebat. “ungkap Dodi.

Menciptakan anak peserta didik menjadi manusia cerdas, menurut Dodi, adalah keniscayaan, tapi bisa tampil menjadi juara pada berbagai ajang  perlombaan pun merupakan sebuah kebanggan, baik secara pribadi siswa atau pun sekolah, bahkan bisa ikut mengharumkan nama daerah.

Dengan menerapkan, mengembangkan pendidikan berbasis karakter bangsa, mewujudkan sekolah bernuansa lingkungan dan melaksanakan program pengembangan sekolah ramah sosial dan ramah lingkungan, kata Dodi, semuanya menjadi acuan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 1 Pangandaran.

Kepada 942 siswa dan 51 guru pengajar di SMPN 1 Pangandaran pun, Dodi selalu mengatakan, agar semua tidak puas sampai disini, ke depan harus bisa lebih baik dan lebih baik lagi.

“Kita harus menatap prestasi lebih tinggi lagi. “pungkasnya. (hiek)




MESJID JAMI' AL-FURQON DESA PANANJUNG SIMBOL KEMAJEMUKKAN

PANGANDARAN-Mesjid jami' Al-Furqon yang terletak di jalan Siliwangi Rt 01/03, Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, dapat dikatakan mesjid simbol kemajemukkan. Pasalnya, mesjid yang dibangun 1990 an berukuran 15 x 30 m ini dikelilingi kontrakan kamar yang dihuni dari berbagai profesi dan kalangan serta berada di tengah-tengah pemukiman warga  ini selalu dikunjungi jama'ah dari beragam latar belakang.

Mesjid dengan gaya bangunannya masih klasik ini berdiri di atas tanah wakaf Muhammadiyah Pangandaran, tetapi bangunannya sendiri murni hasil swadaya masyarakat sekitar, ini selain sejuk dingin juga jauh dari suara bising kendaraan walau hanya berjarak dua ratus meter dari jalan utama, sehingga wajar jika mesjid Al-Furqon juga seringkali digunakan peristirahatan para pedagang.

Jama'ah bukan saja penduduk asli saja, tapi para pendatang pun selalu menyempatkan untuk ikut shalat berjamaah disini, sehingga suasana mesjid pun semakin ramai dan makmur.
Al-Furqon para jamaah tidak akan melihat plang ormas tertentu selain plang nama masjid saja. Hal ini, menurut ketua DKM, H. Aripin, agar masyarakat yang berjamaah tidak merasa tersekat.

“Mesjid ini dibangun oleh kaum muslimin dengan berbagai latar yang berbeda, tetapi secara admistratif perwakafan merujuk ke Muhammadiyah dan sampai sekarang tetap dikelola oleh masyarakat sekitar yang kepengurusannya terdiri dari berbagai latar yang berbeda pula. “ungkap Aripin.(6/4)

Mesjid ini dapat menampung lima ratus jemaah hampir setiap hari tidak pernah sepi dari berbagai kegiatan keagamaan. Hampir tiga hingga lima kegiatan pengajian digelar dalam sepekan, dari mulai pengajian umum, khusus ibu-ibu hingga khusus para pemuda, belum lagi setiap selesai maghrib anak anak remaja ikut memakmurkan mesjid. 

“Sejatinya setiap mesjid dapat hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan karena secara tidak langsung membantu membangun sumber daya manusia dari sektor mental dan moral, terlebih lagi mesjid yang menjunjung tinggi nilai nilai-nilai keagamaan itu sendiri juga kemajemukkan sehingga bisa tercipta iklim yang kondusif. “imbuh Aripin.

Hal senada juga diutarakan imam mesjid, ustadz H. Firdaus, mesjid Al-Furqon mesjid yang multi suku namun saat berada pada shaf barisan shalat, semua sederajat, tidak ada lagi ada perbedaan dia pengusaha, pejabat,  pegawai bank, anggota TNI /polri, pedagang, penarik becak dan sebagainya.

“Kami berharap mesjid ini selain makmur dengan beragam kegiatan positif juga menjadi cermin bagi saudara yang lain bahwa pasilitas ibadah jika difungsikan sebagaimana mestinya, Insya Allah akan menumbuhkan kebersamaan, persaudaraan dan juga pertahanan. “jelasnya.

disoal hiruk pikuk saat ini masuk dalam agenda tahun politik, Firdaus, menuturkan, sejatinya mesjid harus fokus sebagai tempat ibadah, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bukan untuk kepentingan sesaat.

“Bukan berarti anti politik, tetapi jika digunakan untuk kepentingan politik praktis akan banyak bersinggungan, karena para jemaah mungkin saja berbeda pilihan politiknya. “tegasnya.
 (HARIS F)

Peresmian Paguron SPS cabang Limusnunggal

TasikNews-Peresmian cabang Paguron Sinar Pusaka Sukapura (SPS) di Kampung Limusnunggal Desa Leuwibudah Kecamatan Sukaraja Kabupaten tsikmalaya, belum lama ini ngaguar kembali tapak lacak sejarah Sukapura (membuka kembali lembar sejarah yang hilang). Menurut sejarah, Kampung Limusnunggal sendiri merupakan salah satu patempatan bihari (dulu) yang menjadi saksi bisu Padumukan Tokoh Wanita Sukapura, R.Siti Munigar.

seperti diceritakan Kepala Desa Leuwibudah, Encang Priatna saat ditemui PNews di rumahnya, Kampung Limusnunggal yang dijadikan tempat peresmian pencak Silat SPS cabang Limusnunggal merupakan kampung tertua dalam catatan perjalanan Sejarah Sukapura bihari, dan merupakan padumukan seorang tokoh wanita pada masa Kabupatian Sukapura Pertama, R. Siti Munigar.

“Bukan hanya patilasan saja, bukti sejarah yang sampai sekarang masih bisa  dirasakan masyarakat, salah satunya solokan Leuwibitung. “ungkapnya.(6/4)

masih kata Encang, dengan peresmian padepokan pencak silat SPS yang digelar di Limusnunggal diharapkan menjadi pelopor di bidang budaya sunda, salah satunya bisa berkontribusip  prestasi di bidang seni budaya.

“Dengan buah Karya dibidang seni budaya tentunya juga akan melanjutkan kembali torehan sejarah bihari dibidang pelestarian budaya sunda," tandas ketua Paguron Pencak silat Pangsi Koneng ini.
( RUSDIANTO / HERMANSYAH )

AKIBAT PENGUNJUNG SEPI, PEMANDU WISATA BANYAK YANG TAK AKTIP

PANGANDARAN-Sejak empat tahun yang lalu pengunjung wisatawan ke Cagar Alam Pananjung Pangandaran dirasakan sepi oleh sebagian pemandu wisata, paling tidak inilah yang dirasakan salah seorang anggota Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran (PPWP), Yahya.

Dari sekitar  100 anggota Tour guide (pemandu wisata), menurut Yahya, karena sepinya pengunjung kini hanya setengahnya saja yang aktif.

Dikatakan Yahya, jika dulu turis yang datang berkunjung ke taman wisata Cagar Alam sangat tinggi, tapi beberapa bulan ini pengunjung drastis merosot tajam, khususnya wisatawan mancanegara.

“Kami berharap para tour guide selain mendapat payung hukum yang jelas walau kini masih dalam proses, bisa mendapat pembinaan berkesinambungan juga memiliki pasilitas kantor yang jelas. “ungkap yahya.(9/4)   ***HARIS F***
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN