Peredaran Miras Di Pangandaran Semakin Meresahkan, Para Tokoh Agama Desak Pemda Bertindak Tegas

PANGANDARANNEWS.COM — Peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi di wilayah Pangandaran semakin kian hari semakin terbuka dan meresahkan, lebih dari 40 tempat penjualan miras kini beroperasi secara terang-terangan.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Umat Islam Pangandaran (FUIP) Pangandaran Iman Nugraha, saat diminta komentarnya terkait peredaran miras khususnya di kawasan wisata dan sekitarnya di Kcamatan Pangandaran.(25/07/25)

Menurut Iman, praktik prostitusi juga telah bertransformasi dengan memanfaatkan media digital yang lebih canggih, dan ini bukan hanya merusak citra pariwisata tetapi juga mengancam moralitas generasi muda.

Hal senada disampaikan salah seorang mubaligh pengurus mesjid di kawasan pantai timur, Ustadz Fatah, menurutnya peredaran miras saat ini sudah tidak bisa lagi ditoleransi. Ia mendesak pemerintah daerah untuk bersikap tegas, mengingat dampaknya bukan hanya jangka pendek tapi bisa menjadi "bom waktu" yang akan menghancurkan masa depan moral masyarakat khususnya anak-anak muda.

Sementara tokoh ulama dari MUI Desa Pangandaran, Ustadz Hambali menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta mengajak seluruh tokoh agama, ustadz, serta majelis taklim untuk segera mengambil peran aktif dalam memberikan arahan dan pembinaan kepada masyarakat. 

Hambali mengatakan, ulama harus berada di garda terdepan dalam menanggulangi penyakit masyarakat seperti miras dan prostitusi.

Dari sisi kelembagaan, Drs. Anwar Hidayat Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, mendorong pemerintah daerah agar tidak ragu dalam menegakkan aturan. Ia menekankan bahwa kekuasaan dan perangkat hukum sudah dimiliki, tinggal keberanian eksekusi dari Pemda.

"Kami meminta agar Pemda segera berkoordinasi dengan MUI untuk menyikapi keresahan yang semakin meluas ini," kata Anwar.

Lain lagi yang dikatakan MUI Desa Pananjung, Ustadz Haris Firdaus, ia menilai tindakan razia yang dilakukan institusi terkait semata tidak cukup. 

"Kami berharap adanya sanksi hukum yang nyata bisa ditegakkan secara konsisten," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, kekhawatiran akan turunnya pendapatan dari sektor wisata tanpa miras dan prostitusi itu hal yang tidak berdasar. Karena justru pariwisata yang bersih akan membawa keberkahan dan kepercayaan masyarakat luas..

Masih di tempat yang sama, tokoh MUI dan pengurus majelis taklim Desa Wonoharjo, Kiai Subariyo menyatakan dukungannya terhadap gerakan anti-miras di Kabupaten Pangandaran. 

Ia mendesak pemerintah agar bisa membuktikan komitmennya menjadikan Pangandaran bukan hanya maju secara ekonomi dan pembangunan tetapi juga unggul dalam moral dan religius, dan pihaknya juga sangat menyayangkan jika pencapaian fisik tidak diiringi dengan pembinaan karakter masyarakat

Ia tegaskan, para tokoh agama memiliki tanggung jawab keagamaan dan moral untuk menyelamatkan umat dari kerusakan sosial yang ditimbulkan oleh miras dan prostitusi. 

“Kami siap membantu, bukan hanya lewat mimbar tapi juga dalam aksi nyata,” ujarnya.

Para tokoh agama ini berharap Pemda Pangandaran segera mengambil sikap sebelum keresahan warga berubah menjadi tindakan spontan yang tidak terkendali. 

Dan mereka juga sepakat, pengendalian penyakit masyarakat (pekat) di kawasan wisata harus dimulai dari keseriusan dan keberanian pemerintah dalam menegakkan aturan demi menyelamatkan masa depan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata yang aman, bersih, dan bermartabat.(harisfirdaus)

Kosti Berharap, Komunitasnya Dilibatkan dalam Event Pemda Pangandaran

 

PANGANDARANNEWS.COM - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pangandaran menyampaikan harapan agar ke depan bisa lebih dilibatkan dalam berbagai event resmi yang diselenggarakan instansi maupun dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, harapan ini mencerminkan semangat komunitas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendekatan budaya, sejarah, dan gaya hidup sehat.

Demikian disampaikan Salah satu anggota Kosti, Ismail, saat bincang-bincang dengan PNews di kediamannya.(25/07/25)

Menurut Ismail, Kosti Pangandaran selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan lokal, seperti gowes budaya, kampanye hidup sehat, hingga bakti sosial. 

Namun demikian, kata Ismail, keterlibatan mereka dalam acara resmi pemerintah masih tergolong minim. Beberapa kegiatan internal mereka bahkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena menghadirkan nuansa kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal. Padahal, komunitasnya siap bergerak kapan pun diberi ruang dan kepercayaan.

 “Kami ini cinta budaya dan negeri dan kami siap mendukung setiap event pemerintah, tinggal diberi kesempatan,” ungkap Ismail.

Ia menambahkan, Kosti bukan sekadar komunitas sepeda tua melainkan penjaga nilai-nilai sejarah dan harmoni sosial dan dukungan terhadap Kosti juga datang dari masyarakat. 

Hal senada disampaikan pecinta sepeda ontel yang tinggal di Desa Pananjung, Haris (54), ia menilai keberadaan Kosti dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap kegiatan pemerintah daerah. Dan kegiatan Kosti itu unik, bisa jadi hiburan, edukasi, sekaligus promosi wisata. 

"Saya kira sayang sekali kalau mereka tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan Kosti bisa bersinergi dengan program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang pariwisata, budaya, dan olahraga. 

"Dengan dukungan masyarakat serta perhatian dari pemerintah, Kosti optimis dapat menjadi bagian dari wajah Pangandaran yang lebih berwarna dan membanggakan," ucapnya (arisfirdaus)

Polres Pangandaran Ajak Aksi Forum BBL Berdialog Cari Solusi Terkait SKAB

PANGANDARANNEWS.COM – Kericuhan hebat sempat mewarnai dan tak terhindarkan saat aksi unjuk rasa para nelayan yang teegabung dalam Forum Benih Bening Lobster (BBL) Kabupaten Pangandaran, bertempat di depan pintu gerbang pendopo bupati di Kecamatan Parigi.(24/07/25)

Dalam aksi Forum BBL terkait penerbitan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB), berubah menjadi lautan amarah ketika massa merasa aspirasinya diabaikan. 

Setelah berhasil menjebol gerbang dan membakar ban bekas, massa pun melampiaskan frustrasinya pada mobil Damkar yang disiagakan di lokasi dengan memecahkan kaca dan merusak bodinya dengan lemparan benda keras.

Aksi sempat memanas karena  massa tidak dapat bertemu Bupati Pangandaran, hal ini tentu saja membuat kemarahan massa pun memuncak dengan perusakan gerbang Pendopo dan memecahkan kaca depan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). 

Namun situasi yang hampir anarki ini akhirnya berhasil dikendalikan setelah Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H turun langsung menembus kerumunan massa yang beringas.

Di tengah situasi aksi tersebut, Kapolres Pangandaran mengambil langkah berani. Ia maju ke garis depan berhadapan langsung dengan massa dan berbicara melalui pengeras suara untuk meredam amuk yang lebih besar.

Di depan peserta aksi, dengan suara yang tegas dan jelas Kapolres menyampaikan ia akan memfasilitasi BBL dengan pemda.

"Saudara-saudaraku tolong dengarkan saya, kami siap memfasilitasi dan mendukung kepada pemerintah dan masyarakat, khususnya nelayan," tegas Kapolres.

Kapolres juga berpesan agar Pangandaran tetap kondusif karena pihaknya siap mengawal proses ini hingga ada solusi dengan cara yang terhormat, bukan dengan perusakan.

Massa yang tadinya emosional pun perlahan mulai tenang dan mendengarkan apa yang disampaikan Kapolres, komunikasi langsung itu berhasil memadamkan api amarah dan membuka kembali jalan dialog.

Setelah berdiskusi singkat dengan koordinator lapangan dan menegaskan kembali komitmennya, Kapolres  berhasil membujuk massa untuk membubarkan diri secara tertib. ***

Polsek Karangnunggal Gelar Forum Diskusi Ketapang, Cegah Pengangguran dan Dorong Ekonomi Lokal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kesadaran warga lokal terhadap pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi saat ini semakin menguat, hal ini tampak dalam kegiatan Forum Silaturahmi Warga Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang digelar di aula Kantor Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal  Kabupaten Tasikmalaya.(23/7/2025).

Acara yang diinisiasi oleh Polsek Karangnunggal bersama tokoh masyarakat ini mengusung tema “POLRI untuk Masyarakat” ini bertujuan meningkatkan fokus dan konsentrasi warga dalam menciptakan aktivitas positif, produktif dan bernilai ekonomi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Karangnunggal AKP, Jaja Hidayat, Ketua APDESI Karangnunggal, 9 kepala desa yang melrealisasikam Ketapang Penanaman jagung, Pengusaha dan petani lokal dari wilayah Tasik Selatan (Tasela), Kepala BPP, Para pengurus Bumdes dan perwakilan organisasi masyarakat Permata Pujaseka.

Dalam diskusi terungkap, sektor pertanian khususnya penanaman jagung ternyata memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan. Dari total kebutuhan jagung untuk pasar lokal dan peternak di wilayah Tasikmalaya Selatan saja saat ini baru mampu dipenuhi sekitar 25%, sementara permintaan pasar terus meningkat baik untuk kebutuhan pangan manusia maupun pakan ternak.

Kapolsek Karangnunggal dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya ingin warga punya kegiatan yang produktif dan menghasilkan. 

"Dengan bertani jagung misalnya, ini bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan daerah tapi juga mengurangi pengangguran, menekan angka kriminalitas dan meningkatkan kesejahteraan," kata Kapolsek.

Gayung bersambut, ternyata Badan Urusan Logistik (Bulog)  pun siap membeli jagung hasil panen warga dengan harga bersaing. Apalagi dengan standar kualitas yang baik, hasil jagung dari Karangnunggal bahkan bisa dikirim ke luar daerah untuk memenuhi kuota pasar nasional yang masih terbuka lebar.

Masih di tempat yang sama, Ketua Apdesi  Karangnunggal, Tohir E Sumarlin menambahkan, para kepala desa siap mendukung dengan memetakan lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan dan membantu memfasilitasi warga dengan pelatihan serta akses bibit dan pupuk.

Sementara salah seorang pengusaha lokal yang hadir dalam forum menyatakan minatnya untuk bermitra dengan kelompok tani warga, menurutnya ia butuh suplai jagung berkualitas untuk pakan ternak. 

"Selama ini stok masih kurang, kalau warga bisa produksi lebih banyak kami siap tampung,” ujarnya.

Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, pengusaha, dan masyarakat untuk menciptakan swasembada pangan lokal yang kuat dan berkelanjutan.

Sisi penting yang bisa diambil hasil diskusi forum tersebut, fokus warga pada kegiatan positif dan produktif akan mengurangi pengangguran dan kriminalitas dan selanjutnya potensi pasar jagung masih sangat besar, baru terpenuhi 25% dari kebutuhan pasar.

Tak hanya itu, selain bulog dan pengusaha lokal yang siap membeli jagung dengan standar kualitas baik, progarm ini juga perlu sinergitas antara warga, pemerintah dan pengusaha untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Hasil dari Kegiatan forum diskusi ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi berbasis pertanian di Karangnunggal umumnya wilayah Tasik Selatan dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, wilayah ini berpotensi menjadi salah satu sentra produksi jagung di tasikmalaya selatan yang akan memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan jangka panjang.(anwarwaluyo)

Diakui Masih Bingung Soal Modal, 93 Koperasi Merah Putih di Pangandaran Sudah Terbentuk

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami
PANGANDARANNEWS.COM - 93 Desa di Kabupaten Pangandaran tadi siang memghadiri Launching Koperasi Merah Putih melalui virtual, bertemoat di aula  Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Pangandaran. (21/07/25)

Pada kegiatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, sebanyak 93 desa di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah memiliki Koperasi Merah Putih walau masih terkendali terkait pembayaran ke pihak notaris sebagai proses administrasinya.

"Hingga saat ini masih ada desa yang belum selesai," ujarnya.

Bupati mengatakan, koperasi Merah Putih bisa mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Pusat apabila nanti sudah berjalan. 

"Sebuah koperasi bisa berjalan kakau ada modal, tetapi tahu sendiri kondisi kita saat ini," ucapnya.

Namun bupati menyebut, kendala tersebut akan dibahas lagi bersama-sama Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar Koperasi Merah Putih bisa berjalan karena syaratnya mendapat modal itu koperasi harus sudah berjalan.

Seperti diketahui, Koperasi Merah Putih ini termasuk Asta Cita ke-6 Presiden yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal sehingga pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa dan kelurahan.(hiek)

Tristan, Atlit Tarung Derajat Satlat Banjarsari Berhasil Raih Medali Kejurda Tingkat Pelajar Tahun 2025

PANGANDARANNEWS.COM - Tristan Nauval Akbar (16) yang lebih akrab di sebut Abang siswa SMP Negeri Banjarsari Kabupaten Ciamis, tampil cemerlang pada Kejuaraan Daerah (KEJURDA) Tarung Derajat antara Pelajar SD, SMP, SMA se-Jawa Barat kelas kejuaraan 49,1 -53 Kg tahun 2025.

Sebelumnya Tristan mengikuti seleksi tingkat Kabupaten Ciamis dan berhasil lolos bersama 8 orang petarung lain nya, kemudian ke 8 petarung yang lolos seleksi tersebut ikut di kejuaraan tingkat provinsi.

Seperti disampaikan pelatih Tarung Derajat Satlat Banjarsari,  Enjang, ia membenarkan, pihaknya mengirimkan sejumlah anak didiknya untuk ikut seleksi beberapa bulan yang lalu dan satu petarung berhasil lolos.

"Alhamdulilah petarung kamilolos ke tingkat kejurda dan sekarang mendapatkan mendali, dan tentu ini merupakan kebanggan tersendiri bagi saya selaku pelatih Satlat," ujarnya.(21/07/25)

Enjang mengatakan, kejuaraan Kejurda ini digelar di GOR Tri Lomba Juang Padjajaran Bandung pada tangga 17 hingga 20 Juli 2025 lalu.

Walau pun hanya meraih medali perunggu, tapi menurutnya, Tristan mampuh menunjukan penampilan terbaiknya dan mampu mempersembahkan mendali terhadap Satuan Latihan (Satlat) Banjarsari yang dipimpin oleh Yoga.

Terpisah saat dihubungi lewat telepon selullernya, Yoga mengaku bersukur dan bangga karena salah seorang atlitnya mampuh lolos dan memperoleh mendali.

Yoga juga berharap, dengan perolehan prestasi ini Tarung Derajat Satlat Banjarsari ke depan mampuh memperoleh mendali mas.

"Dan ini merupakan yang pertama kalinya Satlat banjarsari mengirimkan atlit tingkat SLTP ke Kejurda," ungkapnya.(Tn)

 

Atasi Serangan Hama Padi, Dinas Pertanian Pangandaran Sigap Tanggapi Keluhan Petani Di Kecamatan Mangunjaya

PANGANDARANNEWS.COM - Menanggapi keluhan warga terkait hama tanaman padi yang mulai menyerang, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran melalui petugas TPH Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mangunjaya pun turun ke lapangan melakukan monitoring langsung ke areal sawah yang ada di Desa sindangjaya.(21/07/25)

 Para petani pun berharap kehadiran petugas ini bisa membawa solusi bagi mereka dalam melakukan pencegahan hama tanaman padi.

Kepala BPP Kecamatan Mangunjaya Eneng Imas Masriah,S.K.H, dengan didampingi petugas Dinas TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan pun langsung melakukan koordinasi dengan beberapa kelompok pertanian yang ada di wilayah Mangunjaya.

Di sela-sela munjungannya, petugas dinas  TPH Provinsi Jawa Barat Ugun Gunawan  menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran beserta jajaran  di bawahnya saat ini langsung turun ke sawah warga untuk menganalisa potensi dampak hama terhadap pertumbuhan padi warga, terutama tanaman padi.

"Dan ini merupakan tugas kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat petani yang ada di wilayah kerja kami," katanya.

Sebelumnya ia pun mengaku sudah memberikan informasi ke grup BPP Kecamatan Mangunjaya sebagai bentuk antisipasi penyebaran hama wereng, ulat serta tikus. 

"Kami berharap para petani di musim panen yang akan datang bisa sukses juga mendapat hasil yang melimpah," ucapnya. (Tn)

Diperkirakan Ini Penyebab Mengapa Udara Saat Ini Sangat Dingin

PANGANDARANNEWS.COM - Di berbagai media sosial (medsos)  beredar sejumlah narasi yang yang memberikan informasi, kenapa akhir-akhir ini kondisi udara dirasakan sangat dingin.

Seperti disampaikan di salah satu medsos, fenomena tak biasanya rotasi bumi diprediksi akan semakin cepat selama bulan Juli dan Agustus 2025 membuat hari-hari di periode tersebut menjadi lebih singkat dari biasanya.

Menurut pengamatan dari lembaga pemantau rotasi Bumi, IERS (International Earth Rotation and Reference Systems Service), 9 Juli 2025 diprediksi akan lebih pendek 1,30 milidetik dari panjang hari normal (86.400 detik). 

Sementara 22 Juli dan 5 Agustus masing-masing akan lebih pendek 1,38 dan 1,5 milidetik.

Fenomena ini dapat diprediksi oleh tronom, tetapi tetap dianggap mengejutkan. Sejak 1972, telah ditambahkan 27 detik kabisat untuk mengkompensasi perlambatan rotasi Bumi.

"Tidak adanya kebutuhan untuk detik kabisat ini tidak terduga," kata Judah.

Levine, fisikawan dari divisi waktu dan frekuensi di National Institute of Standards and Technology.

"Asumsinya adalah Bumi akan terus melambat dan detik kabisat akan terus diperlukan. Jadi fenomena ini sangat mengejutkan," jelasnya.

IERS sendiri akan terus memantau rotasi Bumi seperti biasa dan dapat memastikan seberapa pendek hari-hari di bulan Juli dan Agustus ini.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, sejak 2020 catatan menunjukkan tren percepatan rotasi Bumi yang belum sepenuhnya bisa dijelaskan. 

Bahkan, pada 2024 tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, yang 1,66 milidetik lebih cepat dari biasanya.

Meski Bulan dianggap sebagai penyebab perlambatan rotasi Bumi dalam jangka panjang, ia juga bisa mempercepat rotasi. Semakin dekat posisi Bulan ke ekuator bumi, semakin besar gaya tarik yang memperlambat Bumi.

Hari-hari terpendek ini diprediksi terjadi karena Bulan berada pada jarak maksimum dari ekuator Bumi, demikian dikutip dari IFL Science, Selasa (/7/2025).***


Warga Menyayangkan Mess Pemda Tasikmalaya Di Sindangkerta Kondisinya Kumuh Dan Tak Terurus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten  Tasikmalaya Jawa Barat yang berlokasi obyek wisata pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya kondisinya sangat memperihatinkan, kumuh dan menyeramkan seperti tidak terurus dan terawat lagi. Mungkin hal akibat dari kurangnya perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya sebagai pihak pengelola.

Salah seorang warga, Andri mengatakan, padahal mess tersebut merupakan milik Pemda yang ada  di destinasi wisata andala Kecamatan Cipatujah.

Andri menambahkan, terlihat di lokasi mess pemda di Sindangkerta ini kondisi bangunannya kumuh dikarenakan beberapa lampu penerangan yang sudah tidak berfungsi lagi, landscape yang rusak, cat dinding gedung yang sudah pudar dan beberapa kaca jendela yang pecah, sehingga terlihat tidak terawat bagaikan tidak terurus.

"Jika dirawat dan diperbaiki, mess ini akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tasikmalaya Apalagi posisi Mess Pemdaini sangat strategis, di obyek wisata," ucap Andri.(18/07/25)

Seperti diketahui, selain untuk sarana pelayanan publik dan pegawai negeri, mess ini juga bisa difungsikan menjadi penginapan bagi pengunjung yang berwisata Sindangkerta.

Mess ini juga selalu dipakai kegiatan, seperti acara  O2SN atau kegiatan lainnya.

Saat PNews mencoba konfirmasi ke Dinas Parawisata, sayang menurut salah seorang petugas security Kepala Dinas sedang sakit.

Dan saat Pnews telepon ke sekretaris dinas, telepon selulernya tidak dapat dihubungi.(anwarwaluyo)


Sejumlah Mahasiswa KKN IPB University Kenalkan Inovasi Lumpia Ikan Lele Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Cibenda

oleh: Nur Hifzhul Mawalia Alfath 

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah mahasiswa IPB University yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menggelar pelatihan pembuatan lumpia ikan lele yang diikuti ibu-ibu PKK.(17/07/25)

Menurut salah seorang peserta KKN, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi olahan ikan lele sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal. Pasalnya berbeda dengan wilayah lain yang sudah aktif membudidayakan ikan lele, Desa Cibenda justru masih memiliki tingkat budidaya lele relatif minim. 

"Hal inilah yang mendorong kami untuk menginisiasi kegiatan pelatihan olahan ikan sebagai bentuk pengenalan manfaat dan potensi usaha dari sektor perikanan air tawar," ucapnya.

Para mahasiswa juga melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan olahan ikan lele, sekaligus memperkenalkan bahwa ikan lele tidak hanya bisa dibudidayakan tetapi juga diolah menjadi produk makanan siap saji yang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, para mahasiswa berharap agar masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga bisa melihat potensi ekonomi dari sektor perikanan, baik melalui budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. 

Ia menyebut, kegiatan pelatihan yang diikuti ibu-ibu PKK dari beberapa dusun di Desa Cibenda ini bisa belajar langsung cara mengolah daging lele menjadi isian lumpia, teknik memasak lumpia, sampai teknik menggulung lumpia serta diskusi ringan mengenai strategi pengembangan dan pengolahan produk rumahan.

"Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menjadi awal tumbuhnya usaha olahan ikan lele yang berkelanjutan di Desa Cibenda," ungkapnya.

Program ini ternyata mendapat sambutan positif dari peserta, salah satunya dari anggota PKK yang  menyampaikan, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar karena memberikan keterampilan dan ide baru sekaligus inspirasi untuk kami dalam memulai usaha kecil dari rumah.

Menurutnya, pelatihan ini juga sejalan dengan program-program strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya dalam upaya mendorong diversifikasi produk perikanan, peningkatan konsumsi ikan serta penguatan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis perikanan.

(penulis adalah salah satu peserta KKN IPB)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN