Label 4

Sehari Usai Gelaran Hajat Laut Di Pantai Barat, HNSI Pangandaran Adakan Acara Syukuran Di Kawasan Pantai Timur

PANGANDARANNEWS.COM - Sehari setelah masyarakat dan para budayawan menggelar acara Hajat Laut di kawasan pantai barat, hari (sabtu, 28/06/25) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran melaksanakan acara melepas dan menyambut tahun baru Islam.

Kegiatan yang dilaksanakan para nelayan di beberapa titik pesisir pantai Pangandaran ini, sekaligus untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan dari hasil melaut.

Seperti disampaikn Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, syukuran nelayan ini sebagai bentuk rasa syukur atas rejeki yang telah diberikan Alloh kepada seluruh masyarakat nelayan.

"Ada 10 ribu nelayan Pangandaran, alhamdulilah mendapatkan keselamatan dan mendapatkan barokah dari Allah SWT," mata Jeje dalam sambutannya di acara syukuran nelayan, bertempat di PPI Cikidang Pangandaran.(28/06/25)

Pada saat nelayan melaut, menurut Jeje, sangat kecil angka kejadian kecelakaan di laut luas yang telah memberikan kehidupan bagi nelayan.

Sementara Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dalam sambutannya menyampaikan, syukuran nelayan ataupun hajat laut pada intinya merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

"Sudah seharusnya kita bersyukur atas apa yang telah diberikan dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan kita sehari hari," ungkap bupati. 

Bupati juga berharap agar para nelayan selalu diberi keselamatan, mendapatkan hasil laut yang melimpah dan kehidupannya semakin sejahtera. 

Namun, bupati menyebut, yang tidak kalah penting semua harus menjaga akidah, memperkuat ibadah serta tetap menghidupkan nilai - nilai agama.(hiek)


Jadikan Kegiatan Budaya Setiap Tahun, Nelayan Pangandaran Gelar Acara Hajat Laut

PANGNDARANNEWS.COM – Ribuan warga dan wisatawan tadi siang (27/06/25) memadati kawasan Pantai Barat Pangandaran untuk menyaksikan prosesi hajat laut, sebuah tradisi tahunan masyarakat khususnya nelayan Pangandaran yang sarat makna spiritual dan budaya.

Seperti diketahui tradisi hajat laut yang rutin digelar setiap tahun ini selalu menyita perhatian publik untuk menyaksikan rangkaian doa dan pelarungan sesaji ke tengah laut, dan taka hanya itu pengunjung pun disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional khas Sunda.

Sejak pagi masyarakat tampak sangat antusias memenuhi kawasan pantai barat tempat diselenggarakannya kegiatan hajat laut, lengkap dengan kamera hand phone untuk mengabadikan rangkaian kegiatan. Dan salah satu momen yang paling menarik perhatian, diantaranya  kemunculan seorang wanita berkebaya adat sunda berwarna hijau, konon penampilan wanita ini disebut-sebut menyerupai sosok Nyi Roro Kidul tokoh mistis yang dipercaya sebagai penguasa pantai selatan.

Usai penampilan wanita berkebaya hijau, acara pun turut dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional dari para penari sebelum masuk pada rangkaian acara pelarungan dondang perahu kecil yang membawa sesaji seperti kepala kambing, bunga-bungaan dan hasil bumi ke tengah laut sebagai simbol persembahan dan rasa syukur masyarakat nelayan.

Di tempat yang sama, salah seorang pengunjung asal Bandung, Risma (32) mengaku ia baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ini.

Menurutnya, acara hajat laut ini  memiliki nilai budaya yang tinggi dan tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Pangandaran.

“Tradisi ini tentu tidak ada di setiap tempat sehingga sangat menarik sebagai suguhan budaya dan kesenian daerah," kata Risma.(27/06/25)

Ia juga mengaku kagum dengan penampilan sosok perempuan yang berperan menjadi Ratu Roro Kidul, sebagai simbol penguasa laut selatan.

“Selama ini saya hanya mendengar atau membaca dari sejumlah literasi tentang sosok Ratu Roro Kidul ini, benar-benar penampilan yang unik serta menjadi daya tarik seluruh dari seluruh rangkain acara hajat laut ini," ungkapnya.

Sementar Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pariwista dan Kebudayaan Kabupaten Pangandara, Sugeng Yudistira, berharap kegiatan hajat laut yang sudah lama dan rutin dilaksanakan tiap tahun ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Menurutnya, hajat laut ini sudah menjadi kelender salah satu kegiatan budaya di Kabupaten Pangandaran yang rutin digelar setahun sekali.

"Sekali lagi saya berharap, acara hajat laut ini mudah-mudahan bisa mengkatrol kunjungan wisatawan ke Pangandaran," ucapnya. (hiek)


 

Keluhkan Kondisi Jalan Rusak, Warga Desa Pametingan Tagih Janji Ke Bupati Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masyarakat Desa Pametingan Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan jalan yang ada di desanya rusak dan tak kunjung diperbaiki, kondisi ini tentu sangat mengecewakan seluruh warga.

Dari pemantaun PNews di lapangan, memang jalan tersebut hampir sudah tidak beraspal lagi bahkan membentuk kubangan-kubangan air saat musim hujan.

Menurut salah seorang warga, Kurnia (42), sudah 10 tahun jalan menuju Desa Pametingan dibiarkan rusak dan belum pernah tersentuh perbaikan.

Kurnia mengatakan, ia dan warga lainnya pun menagih janji kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang baru dilantik agar bisa merealisasikan janji  waktu kampanye beberapa waktu lalu.

“Kami tidak butuh janji, kami hanya ingin pembangunan jalan yang adil dan merata,” tegas kurnia.(25/06/25)

Ia menambahkan, jalan tersebut menghubungkan Desa Pametingan ke Desa Sukahurip ini meruakan jalur vital untuk mengangkut hasil pertanian terutama pemgakut kayu.

“Jalan ini bis dikatakan merupakan urat nadi aktivitas masyarakat, kalau jalannya seperti ini distribusi hasil pertanian kami sangat terganggu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan sekdes Pametingan, saat ini pihaknya berharap jalan tersebut bisa segera diperbaiki. 

Ia juga mengaku kasihan melihat anak-anak yang akan pergi ke sekolah harus ekstra hati-hati, pasalnya tidak jarang karena kondisi jalan yang rusak ini jadi penyebab kecelakaan.

“Semoga dengan dilantikny bupati dan wakil Tasikmalaya yang baru, jalan di desa kami bisa jadi perhatian Pemkab Tasik," ucapnya. (anwarwaluyo)

Anggarannya Dialihkan Ke Cikarang, Perbaikan Terminal Tipe B Pangandaran Gagal Dilaksanakan Tahun Ini

PANGANDARANNEWS.COM - Revitalisasi terminal Tipe B Kabupaten Pangandaran yang semula direncanakan akan dilaksanakan tahun ini, harus ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Padahal sebelumnya perbaikan terminal ini direncanan akan dilaksanakan pada bulan Mei 2025, namun rencana tersebut ternyata dibatalkan.

Seperti disampaikan Kepala Terminal Tipe B Pangandaran Koni, alasan dibatalkannya revitalisasi tersebut karena anggaranya oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dialihkan untuk pembangunan terminal Cikarang.

"Seperti diketahui pembangunan terminal Cikarang ini belum selesai, anggaran untuk revitalisai terminal Pangandaran ini dialihkan dulu kesana," terang Koni. (25/06/25).

Selain itu, masalah anggran yang dialihkan, kata Koni, ternyata ada beberapa perizinan untuk revitalisasi terminal Pangandaran yang belum selesai.

"Seperti amdal lalin dan ijin lainnya," imbuhnya.

Koni juga mengaku, hingga saat ini pihaknya juga belum bisa memastikan apakah pembangunan terminal Pangandaran ini jadi dilakukan pada tahun 2026 atau tidak.

Dan ia juga belum bisa menyebutkan estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun atau merevitalisasi Terminal Pangandaran ini, hanya  sebelumnya mendapat info kalau anggaran untuk terminal Pangandaran ini dipangkas hingga 50 persen

"Padahal sebelumnya kami sudah menyiapkan lahan untuk relokasi kios yang berada di dalam terminal," pungkasnya.(hiek)

Pemdes Setiawaras Penuhi Keinginan Warga, DD Tahun Ini Bangun Gedung Serbaguna

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya tahun ini melanjutkan pembangunan gedung serbaguna, pasalnya warga sangat antusias ingin mewujudkan serta memiliki gedung ini.

Kepala Desa Setiawaras Asep Gunawan saat wawancara dengan Pangandaran News beberapa waktu lalu mengatakan, dalam proses pembangunan gedung tersebut Pemdes Setiawaras melibatkan pihak ketiga.

Masyarakat pun, kata Asep, pembangunan gedung ini sepenuhnya berasal dari dana desa (DD) tahap pertama tahun 2025 dan diharapkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat memberikan dukungan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang ada Desa Setiawaras.

Asep mengatakan, rencananya pekerjaan pembangunan gedung serba guna selesai tahun 6, dan ditargetkan dalam dua bulan ke depan pekerjaan pembangunan gedung ini dapat selesai hingga 70 persen.

Namun Asep juga sangat berharap Pemkab Kabupaten Tasikmalaya bisa membantu dalam penyelesaian infaktutur jalan, seperti disampaikan pada waktu kampanye dulu visi dan misi bupati-wakil.

Asep Gunawan
Ia juga berharap perhatian pemerintah daerah untuk perbaikan infrastruktur, karena jalan yang ada di Desa Setiawara saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

"Dengan total panjang jalan desa mencapai 35 kilometer, dan sekitar 85% dalam kondisi rusak berat," terang Asep.(18/06/25)

Salah satu ruas terparah, ujar Asep, jalan sepanjang 4,8 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Cibalong, Cikatomas, dan Karangnunggal. Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat dalam mengangkut hasil bumi, khususnya dari wilayah Kertawana.

Dengan keterbatasan Dana Desa maupun bantuan dari provinsi, ia mengaku, tidak mungkin bisa membangun seluruh ruas jalan itu.

"Kami berharap di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang baru, pembangunan infrastruktur terutama jalan poros desa dan jalan kabupaten segera bisa diakomodir,” ucapnya. (anwarwaluyo)

Ketua DPRD Pangandaran, Saat Ini Pemerintah Harus Melakukan Efesiensi Secara Ekstreem

Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM - Efesiensi menjadi salah satu langkah yang paling tepat untuk dilakukan dalam kondisi saat ini, dan hal tersebut harus dilakukan secara ekstrem.

Demikian disampaikan Ketua  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, saat diminta tanggapannya terkait kondisi keuangan saat ini di Pangandaran.

"Kalau bisa harus puasa, masa kalah sama kepompong kalau mau jadi kupu-kupu harus puasa dulu," ungkapnya, pada sejumlah awak media di gedung DPRD.(18/06/25)

Menurutnya, DPRD Pangandaran mendorong pengetatan fiskal dalam  Kondisi keuangan Pangandaran saat ini.

Ia menambahkan, Pangandaran pernah merasakan kejayaan pasca pemekaran dan saat ini kondisinya sedang kurang baik.

"Jadi tidak ada salahnya kalu sekarang kita puasa dulu," imbuhnya.

Pembangunan-pembangunan yang monumental memang harus dihentikan dulu, dan untuk saat ini, kata Asep, lebih baik mengutamakan pembangunan yang mengarah pada produktifitas.

Bahkan ia juga menyarankan, lebih baik lakukan perawatan saja, seperti perawatan jalan menuju objek wisata.

Ia mencontohkan, jalan-jalan yang menuju obyek wwisat ke Batuhiu, karangtirta, sudah harus mendapat perbaikan pasalnya disana banyak alat berat yang lewat untuk pembangunan.

"Muatan mobil tersebut melebihi tonase, menyebabkan jalan cepat rusak," katanya.

Kata dia,  pembangunan yang ringan namun memberikan dampak serta manfaat bagi masyarakat dan jadi pemasukan bagi Pemkab Pangandaran.

Menurutnya, di DPRD melakukan efesiensi dengan tidak membeli mobil dinas juga untuk tahun 2026 pun mungkin tidak akan beli mobil dinas baru karena mau tidak mau penggunaan anggaran harus seefseien mungkin. Termasuk perjalanan dinas juga dipangkas," jelasnya.

"Saya juga mengimbau Pemkab Pangandaran agar segera membuat strategi pengelolaan keuangan peremester, dan harus ada progres pelunasan utang," tegasnya.(hiek)

Geliat Pembangunan Desa Sindangasih, Tahun Ini Fokus Perbaikan Sarana Jalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS -  Pemerintah Desa sindangasih Kecamatan Cikatomas, fokus memanfaatkan APBD Pemkab Tasikmalaya tahun ini untuk peningkatan ekonomi masyarakat. 

Seperti perbaikan jalan berupa rabat beton jalan Bungursari Panjang 660 dengan lebar 2.5 meter, dan ini bertujuan untuk memajukan perekonomian bagi masyarakat sehingga masyarakat pun cepat tanggap untuk pembangunan ini. 

Seperti disampaikan Sekretaris Desa Sindangasih, Eris, dengan direalisasinya pembangunan jalan rabat beton, masyarakat menjadi lebih mudah dan lancar dalam menjalankan aktivitas baik berkendara atau berjalan kaki melalui jalan rabat beton tersebut.

Manfaat dibangunnya jalan desa untuk masyarakat pedesaan, kata Eris, antara lain untuk memperlancar hubungan dan komunikasi antara satu tempat dengan tempat lainnya.

"Saran jalan juga mampu mempermudah pengiriman sarana produksi ke desa serta pengiriman hasil produksa hasil pertanian ke pasar, baik yang di desa maupun dari luar daerah," terang Eris.(16/06/25)

Tak hanya itu, menurut Eris, dengan sarana jalan yang baik bisa meningkatkan jasa pelayanan sosial, termasuk kesehatan, pendidikan dan penyuluhan.  

Eris mengatakan, masyarakat pun sangat antusias ikut gotong-royong saat pelaksanaan pembangunt infrastruktur jalan yang bersumber dari bantuan APBD ini.

 "Alhamdulillah perbaikan jalan di Desa sindangasih ini sedikit demi sedikit bisa terealisasi," ucapnya.(anwarwaluyo)

  

Pangandaran Onthel Tour, Identitas Baru Wisata Ramah Lingkungan Bernilai Budaya

PANGANDARANNEWS.COM-Pangandaran Onthel Tour, sebuah konsep wisata ramah lingkungan dan bernilai budaya di Pangandaran Jawa Barat. Berikut beberapa poin penting:

Konsep Wisata Pangandaran Onthel Tour menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dengan menggunakan sepeda onthel sebagai simbol budaya, dan konsep ini mengajak wisatawan menikmati keindahan alam, suasana pedesaan serta nuansa tempo dulu secara santai dan mendalam.

Selain itu Wisata Pangandaran Onthel juga merupakan wujud pemberdayaan lokal wisata ini termasuk komunitas sepeda onthel, pelaku UMKM, dan pemilik homestay.

Menurut salah seorang anggota, Pangandaran Onthel Tour malah mampu membantu membentuk identitas baru Pangandaran sebagai destinasi wisata ramah lingkungan, kaya budaya, dan autentik.

Di dalam pikirannya ia juga terobsesi sebuah keinginan di tengah gempuran wisata modern yang serba cepat wisata, Pangandarana tampil menawarkan sesuatu yang berbedasebuah perjalanan menyusuri waktu dengan sepeda onthel. 

"Sepeda tua bergaya klasik ini bukan hanya alat transportasi tetapi simbol budaya yang kini dijadikan daya tarik wisata unik di salah satu destinasi andalan Jawa Barat,"ungkapnya.(14/06/25)

Pangandaran Onthel Tour hadir sebagai bentuk “slow tourism”, menurutnya, mengajak wisatawan menikmati keindahan alam, suasana pedesaan, dan nuansa tempo dulu secara lebih santai dan mendalam. Sepeda onthel yang dikayuh pelan menyusuri jalan-jalan desa, pantai, dan area konservasi, memberikan pengalaman berbeda dari wisata mainstream.

Dan tak hanya bersepeda, ia meenyebut, wisatawan juga bisa mengenakan busana jadul, mencicipi kuliner khas, hingga berfoto di spot-spot bersejarah. Aktivitas ini menjadikan Pangandaran tidak hanya indah secara visual tapi juga kuat secara emosional dan kultural.

"Dan upaya ini tidak hanya memperkaya citra wisata Pangandaran tetapi juga memberdayakan warga lokal," ucapnya.

Ia menmbahkan, anggota komunitas sepeda onthel sendiri, antara lain pelaku UMKM dan pemilik homestay yang kini memiliki panggung untuk berkembang. Dan branding destinasi melalui sepeda onthel terbukti efektif dalam menarik wisatawan yang mencari keaslian dan kedekatan dengan budaya lokal, karena dengan pendekatan ini Pangandaran perlahan membentuk identitas baru sebgai destinasi wisata ramah lingkungan, kaya budaya, dan autentik. 

"Jadi, sepeda onthel ini bukan sekadar kendaraan lama namun ia juga bisa menjadi kendaraan masa depan untuk pariwisata yang berkelanjutan," imbuhnya.(harispirdaus)


Terobosan Baru PT. BPR Cipatujah, Transformasi Digital Mendorong Literasi Keuangan Modern Untuk Penguatan Sektor Ekonomi Lokal Dan UMKM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Keberadaan Bank PT. BPR Cipatujah Perseroda saat ini dirasakan begitu membantu dikalangan nasabah khususnya warga di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela), terlebih dalam upaya membantu menumbuhkan laju perekonomian masyarakat di bidang usaha.

Untuk Memberikan pelayanan optimal dan mempermudah akses bagi para Nasabah, PT. BPR Cipatujah Jawa Barat (CIJ) sebagai Mitra Strategis UMKM dan Penggerak Digitalisasi Keuangan di Tasikmalaya Selatan yang juga Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cipatujah Jawa Barat Perseroda (bank CiJ) hadir dengan komitmen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sektor UMKM dan perluasan akses keuangan formal.

Untuk mencapai hal ini tentunya pihak Jajaran Dirut, Direksi dan staf yang dipimpin Direktur Utama (Dirut) Iman Dermawan, S. Sos serta Divisi SDM dan Umum , Hendri Hermanto, lebih berfokus utama karena bank ini terletak di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya dan secara historis menghadapi keterbatasan layanan perbankan konvensional.

Kepada sejumlah awak media, Iman Dermawan mengatakan, upaya-upaya pendekatan yang inklusif dan adaptif serta dengan didukung inovasi berbasis teknologi bank CiJ menjadi mitra strategis masyarakat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui layanan perbankan yang mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan lokal.

Menurutnya, untuk memperkuat UMKM yang ada di Daerah, Melalui Kredit Modal Kerja dalam mendukung geliat ekonomi masyarakat bank CiJ menawarkan layanan kredit modal kerja.

"Antara lain, Kredit Kreatif yang dirancang khusus untuk pelaku usaha kecil, seperti pedagang pasar, pengrajin lokal, petani, dan nelayan. Program ini memberikan kemudahan akses permodalan dengan proses pengajuan yang cepat dan bersahabat," terangnya.(12/06/25)

Selebihnya untuk Keunggulan Kredit Modal Kerja bank CiJ, kata Iman, proses cepat dan personal, Plafon dan tenor fleksibel Bunga kompetitif dan transparan serta pendampingan usaha secara langsung dukungan untuk pertumbuhan usaha jangka panjang.

Hingga kini, imbuh Iman, ribuan pelaku UMKM di Cipatujah dan sekitarnya telah banyak merasakan manfaat langsung dari fasilitas ini, baik untuk modal harian, pengadaan stok barang, maupun peningkatan sarana produksi.

Tak hanya itu, Simpanan yang Aman, Produktif dan Inklusifn serta untukmembangun budaya menabung, menurutnya, bank CiJ menyediakan berbagai produk simpanan seperti Tabungan Berlian, Tabungan SimPel, Tabungan Arisan Suka-suka (TAS), Tabungan Ibadah Haji (TABAH), Tabungan Paket Lebaran dan Idul Adha serta Deposito, yang aman dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan ibu rumah tangga.

Ia menambahkan, manfaat dan keamanan menabung di bank CiJ, tentunya dana dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jadi tak perlu lagi diragukan untuk sisi keamanan.

Selain itbunga simpanan bersaing Setoran awal ringan, Iman memastikan, layanan konvensional dan digital edukasi keuangan bagi nasabah Per Juni 2025 bank CiJ telah memiliki 52.339 nasabah aktif.

"Tentu ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap bank CiJ sebagai tempat menyimpan dan mengelola dana mereka dengan aman dan produktif," ungkapnya.

Terobosan lainnya transformasi Digital mendorong Literasi Keuangan Modern, ini upaya menanggapi tantangan zaman sehingga bank CiJ aktif melakukan transformasi digital dalam layanan perbankannya.

Beberapa inovasi utama yang telah diterapkan antara lain, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk mempermudah transaksi non-tunai bagi pelaku UMKM. 

Saat ini tercatat 2.576 merchant lokal telah menggunakan QRIS dari bank CiJ, total transaksi menggunakan QRIS telah menembus 117.905 transaksi dengan total nominal Rp12.145.097.134, ini membuktikan tingginya adopsi layanan digital oleh masyarakat lokal. Mobile Banking (CiJ Mobile)

Memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi finansial seperti cek saldo tabungan dan top up saldo e-wallet CiJPay kapan saja dan di mana saja. 

E-Wallet (CiJPay) Memudahkan nasabah dalam mengakses layanan keuangan digital hingga pembayaran berbagai tagihan. Saat ini CiJPay telah mencapai 12.802 user aktif dengan jumlah transaksi mencapai 29.597 transaksi dan total nominal transaksi rata-rata Rp2 Milyar per bulan

Hal ini bisa dibuktikan dari dampak nyata di lapangan, kehadiran bank CiJ telah memberikan kontribusi positif yang konkret di berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat wilayah Tasela, akses pembiayaan UMKM yang semakin luas, budaya menabung yang mulai tertanam sejak dini.

Literasi keuangan digital meningkat pesat, terutama di kalangan generasi muda dan pelaku usaha kecil, Petani, nelayan, dan pedagang, kini mulai terlibat dalam ekosistem keuangan digital yang inklusif. 

"Saat ini Bank CiJ berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap lembaga keuangan, bukan lagi sekadar institusi birokratis, melainkan mitra pertumbuhan usaha dan keluarga yang nyata dan terpercaya," ujar Iman.

Komitmen masa depan sebagai wujud Inklusi dan transformasi Berkelanjutan juga sebagai BPR milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bank CiJ menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan layanan hingga pelosok desa serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal.

"Juga memperdalam transformasi digital demi percepatan literasi dan inklusi keuangan

Dengan prinsip bahwa perubahan besar dimulai dari yang kecil, bank CiJ terus melangkah sebagai penggerak ekonomi lokal, dari desa, dari usaha mikro, dan dari masyarakat yang berani bertransformasi," pungkasnya.(anwarwaluyo)

Tingkatkan Pengetahuan Di Bidang Hukum, APDESI Mangunjaya Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemdes

PANGANDARANNEWS COM - Gelaran acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Kecamatan Mangunjaya yang dilaksanakan Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran di Aula Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, dihadiri langsung Kepala Dinsos PMD Pangandaran, Kejari Ciamis, Polres Pangandaran, Kodim 0625, Camat Kecamatan Mangunjaya, jajaran APDESI Kecamatan Mangunjaya, serta para perangkat Desa se-Kecamatan Mangunjaya.(11/06/25)

Dalam paparannya Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ciamis, Arif Gunadi mengatakan, Kejaksaan Negeri memiliki fungsi utama sebagai lembaga penegak hukum yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta fungsi lain berdasarkan peraturan perundang-undangan.

"Fungsi-fungsi tersebut mencakup penuntutan kasus pidana, penegakan hukum dalam perdata dan tata usaha negara, pengawasan jalannya pemerintahan dan berbagai tugas lain untuk menegakkan hukum dan melindungi kepentingan umum," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas PMD Kabupaten Pangandaran, Trisno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dengan diadakannya kegiatan peningkatan kapasitas untuk para Kepala Desa dan perangkatnya.

“Diharapkan para peserta yang hadir untuk mengikuti pelatihan dengan baik sehingga nantinya dapat di implementasikan di lingkungan kerjanya masing, demi kelancaran pemerintahan desa di Kecamatan Mangunjaya yang melayani masyarakat dan proses administrasi yang baik” ujarnya

Trisno menuturkan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menjalankan tugas dan fungsi dan diharapkansetelah dilaksanakannya kegiatan ini, para perangkat desa agar dapat berinovasi demi terciptanya good governance di Pemerintahan Desa.

Menurutnya, para peserta yang hadir bisa memanfaatkan bertanya terkait dengan adminitrasi ke Inspektorat, aspek hukum ke Kejaksaan dan Kepolisian, serta wawasan kebangsaan kepada TNI. Dan hal ini bertujuan agar tercipta Pemerintahan desa yang lebih transfaran, akuntable dan melibatkan partisipan publik.

"Sehingga masyarakat desa mempunyai peran dalam mengawasi roda Pemerintahan di Desanya masing–masing” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang PMD Kabupaten Pangandaran, Yuningsih, setelah kegiatan ini dilaksanakan diharapkan para aparatur Pemerintahan Desa bisa lebih berhati–hati dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

"Harus sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan di dalam RKAPDes, agar dapat terhindar dan tidak berurusan dengan hukum,” tandasnya. (isis. K)



 

Advertisert

Cube Test