Siapa Sangka, Ternyata Kualitas Tembakau Pangandaran Terbaik Se-Indonesia

PANGANDARANNEWS.COM - Tak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Pangandaran pun kini menjadi salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Barat.

Tak main-main, tembakau yang dihasilkan para petani Pangandaran ini berkualitas tinggi dibanding tembakau yang dihasilkan daerah lain di Indonesia.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida, salah satu indikatornya tembakau yang dihasilkan para petani tembakau di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya ini dipatok dengan harga Rp25 ribu per kilo gram.

"Sementara harga tembakau dari daerah lain dijual dengan harga Rp5-7 ribu per kilo gram nya," kata Tedi, usai mengikuti
Sosialisai Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Kabupaten Pangandaran, bertempat di Krisna Beach Hotel Pangandaran.(04/06)

Saat ini kata Tedi, ada sekitar 300 petani tembakau yang di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya yang mampu menghasilkan 200 ton tembakau setiap tahunnya.

"Dengan luas lahan 28 hektar," jelas Tedi.

Tedi mengatakan, saat ini yang menjadi tantangan untuk memfasilitasi para petani tembakau ini terkait belum adanya sentra atau gedung untuk menampung dan menyimpan hasil para petani.

Disoal pemasaran, Tedi mengatakan, tidak ada kendala karena pembeli dari luar daerah akan datang langsung ke lokasi.

Walau pun harga tembakau Pangandaran jauh di atas tembakau dari daerah lain, namun, kata Tedi, para petani tidak kekurangan pembeli.
Dan biasanya petani pun akan memanen tembakau ini disesuai dengan jumlah pesanan, sehingga tidak akan terjadi over produksi.

"Daripada panen banyak tapi tidak habis, lebih baik disesuikan dengan jumlah permintaan," ucap Tedi.

Tedi berharap pihaknya bisa segera membangun fasilitas untuk penunjang para petani tembakau ini, salah satunya dengan membangun sentra atau gedung yang bisa dijadikan gudang tempat menyimpan hasil panen petani.

"Dan ternyata di Jawa Barat ini belum ada kabupaten-kota yang mempunyai sentra tembakau," imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan saat diminta komentarnya mengatakan, cukai dari tembaku ini telah berkontribusi lebih dari 10.persen pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) serta membuka ratusan ribu lapangan kerja.

Untuk di Jawa Barat, kata wabup, luas untuk pertanian tembakau ini ada sekitar 12 ribu hektar, sedangkan untuk kebutuhan pasar, dibutuhkan 38 ribu hektar lahan.

"Artinya ini, di Jawa Barat saja perranian tembakau ini masih berpeluang besar," kata wabup.

Wabup mengatakan, setidaknya ada dua hal yang menjadi sukses negara dalam mengembangkan penghasil industri tembakau. Pertama, industri tembakau dibangun secara alami. Artinya industri tembakau dibangun dekat dengan perkebunan tembakau, misalnya di Kecamatan Padaherang atau Mangunjaya harus dijadikan sentra industri tembakau karena disana terdapat lahan perkebunan tembakau yang luas.

Kedua, harus ada kerjasama antara industri besar dan kecil. Dan saat ini kendala terbesar yang masih dihadapi industri kecil ini, adanya perusahaan besar yang masih bermain di sektor industri kecil sehingga menimbulkan daya saing yang tidak seimbang.

"Mudah-mudahan dengan akan dibangunnya sentra industri hasil tembakau ini, paling tidak industri tembakau Kabupaten Pangandaran akan mampu bersaing dengan daerah lain," ungkap wabup.(hiek)

Pasca Galunggung Meletus Dan Tsunami, Terumbu Karang di Cagar Alam Pangandaran Tersisa 20-40 Persen

Hadiat Kelsaba
PANGANDARANNEWS.COM - Kondisi terumbu karang di perairan Pantai Pangandaran saat ini dinilai cukup memprihatinkan, pasalnya dari beberapa terumbu karang yersebut banyak yang sudah mati.

Seperti disampaikan salah seorang petugas BKSDA Resort Pangandaran, Hadiat Kelsaba atau akrab dipanggil Encek, keberadaan terumbu karang ini sekarang diperkirakan hanya tersisa di Cagar Laut Pangandaran, Pangelek Batukaras dan Batupayung Batukaras.

"Sementara yang ada mulai dari pqntai Karapyak, Karangnini hingga ke pantai yang  perbatasan Kabupaten Tasik, sudah jadi karang gosong atau karang mati," ungkapnya.(02/06)

Terumbu karang yang ada di Cagar Alam Pangandaran ini ia menyebut hanya tersisa 20 sampai 40 persen saja, diantaranya Batu Karang yang identik tidak berkembang biak dan Terumbu karang yang masih bisa tumbuh dan berkembang biak.

Setelah diinventarisir, menurutnya saat ini ada sekitar 16 jenis terumbu karang ditambah jenis-jenis ikan yang suka berlindung ada 68 jenis mulai dari jenis ikan konsumsi, ikan hias sampai ikan beracun.

Ia mengatakan, awal mula kerusakan terumbu karang ini terjadi saat gunung Galunggung meletus di tahun 1982, karena saat itu ketika air laut sedang surut abu vulkanik langsung mengubur terumbu karang.

"Ditambah aktivitas pengunjung serta perahu nelayan dan pesiar menjadi penyebab kerusakan terumbu karang di cagar alam," imbuhnya.

Tak hanya itu, saat terjadi Tsunami di tahun 2006 terumbu karang ikut kena imbasnya khususnya jenis karang tepi sehingga saat ini yang tumbuh karang-karang keras.

Untuk melestarikan terumbu karang ini, sejumlah aktivis dan pecinta lingkungan pun rajin melakukan transplantasi terumbu karang walau ia mengaku hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa mematikan berapa centimeter terumbu karang bisa tumbuh setiap tahunya.

Encek juga mengaku, kerusakan terumbu karang di khususnya yang ada di cagar laut Pangandaran ini sempat diperparah dengan adanya kapal viking yang diledakan beberapa tahun lalu di kawasan yang nota bene tempat tumbuh karang, padah terumbu karang ini selain berfungsi sebagai fish apartement juga menjadi tempat berkembang biak biota laut. Terumbu karang ini secara tidak langsung berfungsi  menjadi penahan abrasi sebagai penahan ombak sebelum sampai ke pesisir.

"Selain itu, aktifitas perahu nelayan yang secara tidak langsung bersentuhan dengan terumbu karang terutama saat air laut surut, ini juga tentu mengancam keberlangsungan terumbu karang," pungkasnya.(hiek)


Belum Punya Tempat Penyimpanan, Sejumlah Temuan Arkeologi Di Pangandaran Belum Tertata

PANGANDARANNEWS.COM - Sudah Banyak yang diperkirakan fosil dan artefak ditemukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, namun saat ini Pemkab Pangandaran sehingga penemuan arkeologi tersebut belum bisa disimpan dengan baik.

Seperti Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Sugeng Yudistira, saat ini sebagia temuan arkeologi atau fosil atau artefak ini untuk sementara disimpang di kantor Disparbud.

"Yang disimpan disini merupakan fosil dan artefak tulang manusia purba dan juga gerabah," terang Sugeng kepada PNews di kantornya.(03/07)

Sugeng menyebut, saat ini masih ada beberapa temuan arkeologi yang belum diambil dari lokasi penemuannya, seperti batu meja di Desa Babakan Pangandaran, batu gimbal di Kecamatan dan yang terbaru penemuan fosil Gastropoda (siput) purba di Kecamatan Cimerak.

"Lokasi yang diperkirakan banyak ditemukan fosil ada di Desa Selasari Kecamatan Parigi yang ada di gua Sutraregregan," katanya.

Sugeng berharap pihaknya segera mempunyai tempat atau gedung khusus untuk menyimpan beberapa temuan arkeologi ini, sehingga temuan yang bernilai sejarah ini bisa terdata dan tersimpan aman. 

"Selain menjadi koleksi arkeologi, temuan fosil dan artefak ini juga kan bisa untuk wisata edukasi," imbuhnya.(hiek)

DPC PDIP Pangandaran Usulkan Citra Pitriyami dan Ino Darsono Maju Di Pilkada 2024

Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM - Saat diwawancara usai melantik 547 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2023 di aula SMP Negeri 1 Pangandaran, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan bahwa PDIP saat ini sudah memiliki nama pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024, Citra Pitriyani dan Ino Darsono

"Mekanisme penjaringan sedang dilakukan dan saya mengusulkan dua nama tersebut," jelasnya.(31/05)

Jeje mengatakan, Citra Pitriyani  merupakan sosok kader PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran sementara Ino Darsono mantan Ketua DPC PAN Pangandaran sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran.

Setelah mengamati dan mencermati sesuai dengan ketentuan di internal partai, maka, kata Jeje, kedua sosok tersebut pantas untuk diusulkan dan saat ini sedang diproses di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Jakarta.

Selain nama Citra dan H Ino, lanjut dia, nama-nama lain yang ikut mendaftar beberapa waktu lalu juga sedang diproses namun pihaknya mengusulkan kedua nama tadi.

"Citra sebagai Bakal Calon Bupati dan Ino Darsono sebagai Bakal Calon Wakil Bupati," imbuhnya.

Jeje menyebut banyak variabel dan faktor yang menjadi alasan untuk mengusulkam Citra dan Ino Darsono ini, apakah itu subyektif atau objektif ia yakin mereka sudah mempersiapkan sebaik-baiknya.

"Dan tentu pihak DPD pun akan memperdalam kedua sosok yang diusulkan tersebut, baik itu sisi kuantitas maupun kualitasnya," ungkapnya.(hiek)

Lautan Warga Kota Tasik Penuhi Jalan Rayakan Kemenangan Persib

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Usai menyaksikan laga final liga 1 antara Persib Bandung versus Madura United yang dimenangkan Persib Bandung dengan skor 3-1, ribuan warga Kota Tasikmalaya dengan membawa aneka atribut bendera, alat musik tabuh dan lainnya memenuhi hampir seluruh jalanan kota untuk merayakan kemenangan tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini.

Dari pantauan langsung PNews di lapangan, teriakan serta yel-yel penuh suka cita bercampur dengan suara kendaraan pun terdengar memenuhi hampir di seluruh sudut kota sehingga suasana malam pun terasa bergemuruh.

Para pendukung yang lebih dikenal dengan sebutan Bobotoh Persib Maung Bandung ini tampak menyemut hampir di setiap sudut Kota Tasik, hampir semua umur baik pria atau pun wanita merasakan atmosfir kemenangan.

Kata mereka, sengaja datang untuk nonton bareng (nobar) serta memberi dukungan kepada Persib, selain itu ingin ikut merayakan kemenangan kerena Persib punya kans besar untuk juara mengingat sudah unggul agregat 3 gol.

Menurut salah seorang remaja, Riki (16), yang ikut bergabung bersama teman-temannya di kawasan Jalan Padayungan, mengaku sangat puas dengan penampilan squad Maung Bandung yang tampil baik serta bisa memenangkan laga melawan Tim Madura United.

"Kami pun merayakannya dengan mengelilingi jalan HZ Mustofa dan Nagarawangi dengan perasaan suka cita," ungkapnya.(31/05)

Tak ayal kemacetan pun terjadi hampir di seluruh jalan Kota Tasik, tampak satu unit mobil pemadam kebakaran terjebak macet di tengah-tengah lautan warga.(anwarwaluyo)


  

Setelah Tertunda Beberapa Bulan, 547 P3K Kabupaten Pangandaran Dilantik Hari Ini

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di aula SMP Negeri 1 Pangandaran Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata melantik 547 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2023.(31/05)

Seperti diketahui, P3K ini sempat menunggu cukup lama untuk dilantik, sempat tertunda selama satu bulan lebih pasalnya terbentur regulasi.

Seperti disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran Wawan Kustaman, dari 547 PPPK yang dilantik hari ini diantaranya 365 tenaga pendidikan dan 182 lagi dari tenaga kesehatan.

Ia mengakui, pelantikan ini sempat ditunda hampir 1 bulan lebih karena harus menunggu  izin Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) yang baru diterima pada tanggal 23 Mei 2024.

"Setelah izin turun maka kita langsung melaksanakan pelantikan," ucapnya usai mengikuti acara pelantikan di SMPN 1 Pangandaran.

Ia menjelaskan, dari 547 PPPK yang dilantik ada satu orang yang usianya sudah menginjak 57 tahun atas nama Zaenal Mutaqin, sehingga yang bersangkutan hanya bisa menikmati 3 tahun sebagai ASN sebelum memasuki masa pensiun.

"Saat ini ia bertugas mengajar di SMP 3 Langkaplancar," jelasnya.

Sementara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, P3K yang dilantik ini sudah mengabdi diatas 5 tahun sehingga ada yang berusia 40 dan 50 tahun.

"Yang dilantik hari ini tidak ada yang dibawah 5 tahun mengabdinya," ungkap bupati.

Bupati berharap P3K yang dilantik ini bisa mengisi kekurangan pegawai fungsional pendidikan dan juga tenaga kesehatan.(hiek)

Geliat Pembangunan Desa Ciandum Buah Manis Sinergitas Pemdes Dan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Melalui anggaran Dana Desa (DD) tahap I tahun 2024, mengalokasi anggaran tersebut untuk pembangun jalan  usaha tani, pembangunan posyandu,  pembukaan jalan baru serta pengecoran jalan sepanjang 289 meter.

Seperti disampaikan Kepala Desa Ciandum, Rhomlan, dalam pelaksanaan pembangunan ini tentu dengan pemberdayan masyarakat secara padat karya.

Sesuai perencanaan awal dan hasil kesepakatan dalam musyawarah desa pemdes dan semua lembaga yang ada di Desa Ciandum, DD tahap pertama tahun ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) dengan tujuan membantu para petani dalam menunjang percepatan perekonomian masyarakat.

Rhomlan mengaku bersukur karena proses pelaksanaan pembangunan berjalan lancar tanpa adanya rintangan ataupun permasalahan saat pengerjaannya, karena sebelum pelaksanaan dilakukan musyawarah bersama dengan masyarakat terutama masyarakat yang ada disekitar lokasi JUT.

"Dengan melibatkan masyarakat setempat, Alhamdulillah semuanya lancar," ungkap Rhomli, kepada PNews di ruang kerjanya.(29/05)

Selain Pembangunan JUT, kata Rhomli, DD tahun juga dialokasikan untuk pembangunan posyandu.

Ia menambahkan, dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat desa khususnya dalam bidang pertanian tentunya harus ada faktor penunjang yang memadai, salah satunya pembangunan akses jalan yang dapat menyentuh langsung ke lahan pertanian sehingga memudahkan para petani dalam mengakomodasi hasil pertanian dengan biaya transportasi yang lebih ringan.

Pada awalnya sebagian jalan tersebut kondisinya sempit dan buntu, namun setelah melalui musyawarah desa dan berdasarkan kebutuhan kini jalan tersebut dibuka dan di sedikit perlebar.

"Sehingga sekarang jalan untuk menuju ke area pertanian pun lebih mudah dan diharapkan ekonomi masyarakat bidang pertanian bisa lebih meningkat," imbuhnya.

Warga pun menyambut senang karena selain bagus kondisi Jalan Usaha Tani yang semula rusak dan becek saat musim penghujan, kini sudah bagus dan sedikit lebar.

Menurut salah seorang warga, kini masyarakat pun bisa lebih nyaman saat mengangkut hasil pertaniannya dari sawah atau kebun mereka.

"Ini berkat sinergitas pemerintah desa, BPD, LPM dan peran serta tokoh masyarakat," ungkapnya.

Sementara menurut Ketua BPD Ciandum Charli Suharli, ia mengaku bersyukur dan bangga atas kepimpinan Kepala Desa sekarang, karena setiap ada pembangunan selalu musyawarah bersama tokoh masyarakat dan lembaga yang ada di desa seperti BPD dan LPM.

"Alhamdulillah pembangunan di Desa Ciamdum berjalan lancar dan BPD selalu bersinergi," ucapnya.(anwarwaluyo)

Mengaku Tereliminasi dari PDIP, Ujang Endin Siap Maju Dari Partai Lain

Ujang Endin Indrawan

PANGANDARANNEWS.COM
-  Wakil Bupati Pangandaran H Ujang Endin Indrawan yang akan maju mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran tahun 2024, mengaku memilih partai poitik (Parpol) lain selain PDI Perjuangan untuk menjadi perahu politiknya.

Seperti diketahui, Ue biasa ia dipanggil, sebelumnya ikut mendaftar diri sebagai Bakal Calon (bacalon) Bupati Pangandaran lewat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran.

"Namun saya menjadi salah satu bacalon yang tereliminasi di PDI Perjuangan," akunya, saat dijumpai PNews usai memimpin rapat Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2024 di aula setda Pangandaran.(29/05)

Ue mengatakan, sejak awal pendaftaran ke PDI Perjuangan ia mengaku sudah tersingkir walaupun hingga saat ini rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan belum jelas diberikan kepada siapa.

Ue juga mengatakan, dirinya dan Dadang Solihat (Dadang Okta) disebut-sebut sudah dicoret dari penjaringan di partai berlogo kepala banteng tersebut.

Namun menurutnya peluang untuk mendapat rekomendasi DPP PDI Perjuangan walaupun saat ini merasa tereliminasi, hal ini pun belum bisa dipastikan sepenuhnya.

Ia pun menyebut tidak tahu dan tidak punya kafasitas untuk bicara hal ini, karena terkait peluang untuk bisa maju dari PDI Perjuangan ini tergantung Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Pangandaran.

Untuk maju di Pilkada Pangandaran, Ue mengatakan, ia pun ikut penjaringan di parpol lainnya seperti PAN, PKB, Gerindra dan PKS.

"Saat ini saya intens bertemu dan berkomunikasi dengan petinggi Gerindra di tingkat DPW," katanya.

Ue menambahkan, terkait rekomendasi akan diberikan dari partai mana, ini tergantung penilaian dari masing-masing partai dan salah satu indikatorya adalah hasil survey.

"Begitu juga terkait dengan siapa saya berasangan nanti, insaalloh dengan siapa saja yang penting bisa menang di Pilkada 2024," tegasnya.(hiek)

Wabup Pangandaran Sebut, Pemda Saat Ini Terus Tekan Jumlah Angka Stunting

Wkl Bupati Pangandaran, U Endin Indrawan

PANGANDARANNEWS.COM
- Pemkab Pangandaran terus berupaya untuk menekan angka jumlah stunting pada anak atau balita, dan pada tahun 2023 lalu memang ada peningkatan jumlah stunting.

Demikian disampaikan Wakil Bupati (wabup) Kabupaten Pangandaran H Ujang Endin Indrawan, usai memimpin rapat Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2024, bertempat di aula setda.(29/05)

Wabup mengatakan ada dua penilaian, salah satunya dari SKI (Survey Kesehatan Indonesia) yang menyebutkan 20 persen di tahun sebelumnya dan menjadi 23 persen di tahun 2023.

"Saat ini Pemkab Pangandaran terus melakukan evaluasi terhadap kenaikan angka stunting tersebut, terutama penilaian 8 aksi untuk penanganan angka stunting," terangnya.

Kedelapan aksi tersebut, antara lain analisa situasi dan penentuan lokasi fokus (Lokus), Sinkronasi program dan kegiatan OPD, Rembuk stunting, Penyusunan regulasi percepatan penurunan angka stunting, pembinaan percepatan penurunan angka stunting di desa, manajemen data, pengukuran angka stunting dan review kerja tahunan.

"Penilaian kinerja atau evaluasi ini harus dilakukan, apalagi mengacu pada program Jawa Barat Zero stunting," tegasnya.

Dalam penanganan stunting ini, kata wabup, tentu harus melibatkan lintas sektoral dan tidak hanya satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja.


Wabup juga berharap angka stunting di Kabupaten Pangandaran bisa terus ditekan lagi sehingga angkanya bisa menurun, sehingga nantinya tidak ada lagi anak yang stunting di Pangandaran.

"Seperti diketahui, stunting ini merupakan gangguan tumbuh kembang pada anak yang biasanya ditandai dengan tinggi tubuh anak yang kurang dibanding anak seusianya," jelas wabup.(hiek)

Untuk Pengaturan Zonasi Usaha Wisata, Pemkab Pangandaran Segera Buat Aturannya

Kasat Pol PP Pangandaran, Dedi Rakhmat

PANGANDARANNEWS.COM
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran kini sedang membuat konsep terkait zonasi para pelaku usaha di Pantai Pangandaran.

Seperti disampaikan Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran Dedi Rakhmat, untuk saat ini pengaturan zonasi para pelaku usaha ini baru sebatas kesepakatan dan tidak tertuang dalam bentuk aturan.

"Nah nantinya setelah aturan yang mengatur zonasi tersebut sudah ada bisa dijadikan acuan untuk mengatur tempat yang bisa dan tidak bisa untuk lokasi usaha, " jelas Dedi, saat ditemui di ruang kerjanya.(29/5).

Selama ini saat melakukan penertiban zonasi, menurutnya, mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) K3 (ketriban, Kebersihan dan Keindahan) yang di dalam perda ini tidak spesifik mengatur zonasi.

Misalnya,  zonasi untuk perahu pesiar mulai dari panggung terbuka (Bila Kuda) hingga taman Pangandaran Sunset,  karena dari arah sebaliknya merupakan area untuk berenang.

"Kalau pun ada pengaturan itu hanya sebatas secara lisan saja," imbuhnya.

Begitu juga terkait zonasi untuk pedagang asongan yang melarang pedagang berjualan di area pantai, karena selain mengganggu aktivitas wisatawan juga jadi banyak sampah di area tersebut.

Disoal keberadaan pedagang yang lapaknya dekat pantai, kata Dedi, mereka merupakan pedagang yang tadinya direlokasi ke pasar Nanjung. Namun karena mereka mengeluh dagangnya kurang pembeli, akhirnya diberi kebijaksanaan dengan beberapa persyaratan.

"Begitu juga pedagang yang menempati trotoar, diperbolehkan tapi hanya untuk akhir pekan saja setelah itu langsung disuruh bubar," ucapnya.

"Beberapa waktu lalu saya dengan dinas terkait sudah membahasnya hal ini pada rapat kordinasi," ungkap.Dedi.

Sementara menurut salah seorang pedagang asal Desa Wonoharjo, Ius (38) ia berharap aturan zonasi ini jangan sampai menimbulkan gejolak.

"Pemda harus benar-benar teliti dalam membuat konsep pemgaturan zonasi ini," katanya. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN