GELIAT PEMBANGUNAN DI DESA PANYUTRAN LIBATKAN ANTUSIAS WARGA

PADAHERANG-Desa Panyutran, salah satu dari 14 desa di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran secara geografis terletak  pada dataran tinggi pegunungan dengan kondisi jalan, baik yang menuju ke desa lain atau ke ibu kota kecamatan sangat memprihatinkan.

Pada tahun 2017, dengan memanfaatkan Dana Desa (DD), Panyutran terus menggeliat dalam program pembangunan desanya.

Menurut Kepala Desa Panyutran, Dasto, program DD tahun ini akan diperioritaskan pada perbaikan infrastruktur jalan yang ada di desanya.

“Dari keseluruhan jalan yang ada di desa kami, baru 30 % saja yang kondisinya baik. “terang Dasto.(12/6)

Seperti yang sudah ada dalam program kegiatan pembangunan desa, lanjut Dasto, tahun 2017 ini sekitar Rp 120 juta dialokasikan pada pembangunan 570 meter jalan di Dusun Balater, dengan rincian Rt 20 sepanjang 270 meter, Rt 21 kebagian 150 meter dan Rt 22 dengan panjang jalan 150 meter.

“Semuanya memakai jalan rabat beton. “jelasnya.

Masih kata Dasto, pihaknya sangat mengapresiasi antusias warganya yang bisa terlibat langsung pada pembangunan desa. Tidak hanya kaum pria, ibu-ibu pun nampak tak segan-segan untuk turun langsung  dalam pengerjaan pengcoran jalan di tiap-tiap RT.

“Di tengah-tengah pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, warga tetap semangat ikut dalam proses pengecoran. “kata Dasto.

Sementara salah seorang warga, Diah (32) mengatakan, ia sangat berterimakasih dengan adanya perbaikan jalan di lingkungannya karena memang sudah bertahun-tahun jalan ini belum mendapat perbaikan sehingga jika datang musim hujan, jalan pun akan licin dan terkadang membahayakan warga.

“Mudah-mudahan dengan kondisi jalan yang sudah bagus bisa melancarkan tranfortasi warga desa saat akan menjual hasil panen kami. “ungkapnya. (Isis Koswara)

MEMPRIHATINKAN, JALAN SENILAI Rp 720 JUTA TAK BERTAHAN SATU TAHUN

CIMERAK-Pembangunan jalan dengan teknik lapen pada proyek pengerjaan jalan kabupaten Tahun Anggaran 2016 di Kabupaten Pangandaran, dinilai kwalitas pengerjaannya sangat rendah hingga hasilnya pun berumur pendek atau cepat rusak.

Demikian dikatakan salah seorang pengamat pembangunan jalan dan jembatan asaL Kecamatan Langkaplancar, Dani Hamdani, ST. Menurutnya, salah satunya proyek peningkatan jalan Pareang-Cikondang di Kecamatan Cimerak yang dibangun pada bulan oktober hingga desember 2016 silam, saat ini kondisinya sudah memprihatinkan.

"Dengan teknik lapen memang tidak menjamin akan bertahan lama tapi bila dikerjakan dengan baik dan profesional paling tidak akan bertahan selama 2 hingga 3 tahun", ujarnya.(9/6)

Bila bicara teknis, lanjut Dani, memang banyak faktor yang mempengaruhi satu hasil, namun jika pengerjaannya dilakukan dengan profesional, maka bisa dipastikan hasilnya pun harus baik.

“Tidak ada alasan lain, jika memang rekanan mengerjakan proyek jalan tersebut,” tegasnya lagi.

Dani pun sangat setuju apa yang disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, rekanan harus bekerja profesional agar menghasilkan pekerjaan yang berkwalitas.

“Dan diharapkan bupati pun nantinya berani memberikan sanksi kepada para rekanan yang terbukti dalam pengerjaan hasilnya buruk untuk tidak diikut sertakan pada proyek berikutnya. “pungkasnya.
(Budi Setiawan)

TAHUN 2017 PEMBANGUNAN JALAN GUNAKAN HOT MIX DAN BETON, Dani Hamdani : "Keinginan Bupati Pangandaran Tergantung Keseriusan Rekanan".

CIMERAK- Keinginan Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata untuk membangun jalan kabupaten dengan menggunakan rabat beton dan hotmix untuk tahun 2017 ini sekaligus menghapus lapen, dimaksudkan agar awet dan tahan lama sangat diapresiasi masyarakat.

Namun, menurut salah seorang pengamat pembangunan jalan dan jembatan, Dani Hamdani, ST, keinginan positif bupati itu tergantung keseriusan rekanan dalam pelaksanaanya. Pasalnya, sekuat apapun keinginan bila tidak didukung keseriusan dan profesionalitas pelaksananya (rekanan) niscaya tak akan terwujud.

Apa yang dikatakanj Dani tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya, ada beberapa proyek anggaran tahun 2016 yang tidak sinkron dengan keinginan pemerintah. Seperti jalan yang menghubungkan Desa Cimerak hingga Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

“Tiga rekanan yang jadi pelaksana peningkatan jalan hotmiks tahun anggaran 2016 tersebut ternyata 2 diantaranya menunjukan hasil yang tidak baik kualitasnya, proyek yang dikerjakan antara bulan oktober hingga desember 2016, namun baru beberapa bulan saja sudah ambrol", ujar Dani sambil menunjukan foto jalan dimaksud.(9/6).

Dijelaskan Dani, ratusan titik sepanjang jalan tersebut saat ini sudah bolong-bolong dan jadi genangan air dan bahan materialnya pun berhamburan, padahal jika dihitung, jaklan tersebut  baru 7 bulanan umurnya.

“Keinginan dan kebijakan Bupati meniadakan lapen dan hanya menggunakan teknik betonisasi dan hotmix dengan maksud agar kuat dan tahan lama dinilainya sangat baik dan solutif, namun keinginan ini harus dibarengi dengan niat dan komitmen yang sama dari para rekanan. “imbuh Dani.

Meskipun persoalan pembangunan infrastruktur itu sangat kompleks, lanjut Dani, bentuk pengawasan merupakan hal yang paling penting untuk meminimalisir kesalahan. (Budi setiawan)

BOLEHKAH KENDARAAN DINAS DIPAKAI DI LUAR KEDINASAN ? SAAT LIBUR BANYAK KENDARAAN DINAS KELUAR PANGANDARAN

PANGANDARAN - Pengguna kendaraan dinas di Kabupaten Pangandaran banyak yang berasal dari luar daerah, hal ini tentunya mengundang pertanyaan serta menjadi sorotan dari berbagai kalangan.

Seperti dikatakan salah seorang aktivis kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al-Farabi Kabupaten Pangandaran, Rahmat Hidayat mengatakan, penggunaan kendaraan mobil dinas sebaiknya digunakan untuk keperluan kedinasan saja.

"Kami mengamati, hampir sebagian besar kendaraan dinas pejabat Pangandaran banyak yang berasal dari luar Pangandaran. “kata Rahmat.

Menurut Rahmat, ia sering mengamati saat ahir pekan atau hari libur kerja, pejabat para pengguna aset pemerintah tersebut banyak yang membawa kendaraan dinasnya untuk pulang ke luar dari Kabupaten Pangandaran.

"Dengan banyaknya kendaraan dinas yang dibawa pulang tersebut jelas ini akan menimbulkan cemburu sosial di masyarakat Pangandaran sendiri,"tambahnya.

Untuk itu, Rahmat berharap, saat libur kerja sebaiknya kendaraan dinas ini tidak dibawa pulang pejabat yang berasal dari luar Kabupaten Pangandaran.

Sejatinya, kendaraan dinas itu dibeli dari uang rakyat, sehingga jangan sampai ada pejabat yang menggunakan kendaraan negara untuk kepentingan keluarga diluar kedinasan.

Ditempat terpisah Kepala Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pangandaran, Ade Kurnia mengatakan, sebenarnya tata cara penggunaan kendaraan dinas telah diatur dalam Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2016.

"Dalam regulasi tersebut dijabarkan, pengguna aset kendaraan mobil dinas ini diperuntukan pejabat eselon II dan eselon III, sedangkan untuk kendaraan dinas motor diperuntukan pejabat eselon IV," kata Ade.

Menurut Ade, dan hingga saat ini pengguna aset dinas baik kendaraan mobil dan motor di Pangandaran tidak ada persoalan dan terjaga dengan baik.

"Sepengetahuan kami tidak pernah terjadi penyalahgunaan kendaraan dinas karena pejabat pengguna aset pun ada kesepakatan untuk menjaga aset dengan baik,"jelasnya. (AGE)

HATI-HATI, SEKARANG BANYAK BEREDAR GAS ELPIJI 3 KG BERISI AIR

CIJULANG - Apa jadinya bila seorang pengusaha sudah berpikir keuntungan semata tanpa memikirkan orang lain, dengan jalan mendolimi masyarakat sebagai konsumen demi meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Kejadian ini terjadi saat salah seorang warga Dusun Cicurug Desa Cibanten Kecamatan Cijulang, Nani Sumarni terheran-heran saat medapati tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang ia beli dari warung ternyata berisi air, dan ini dialaminya minggu lalu selama 3 kali pembeliannya berturut-turut.

"Minggu lalu kami sekeluarga pergi ke Banjar, sekalian sambil membawa tabung gas elpiji kosong ukuran 3 kilo gram yang rencananya akan membeli gas di daerah Parigi,"terang Nani.

Sesampainya di salah satu pangkalan di daerah Parigi, masih tutur Nani, ia pun lantas menukarkan tabung gas kosong tersebut dengan tabung gas elpiji yang tersedia di pangkalan, dan sesampainya di rumah tabung pun lalu dipasang pada kompor gas. Tapi betapa herannya, saat melihat jarum pada regulator tidak bergerak sama sekali dan tidak mengeluarkan bercakan api serta bau gas sedikit pun.

Nani pun baru sadar, setelah dicek tabung gas elpiji tersebut ternyata isinya air, karena dari bobot dan suara tabung saat digoyangkan berbeda dengan tabung gas elpiji yang lainnya.

"Dan kejadian ini saya alami 3 kali secara berturut-turut," jelasnya.

Nani berharap, Pemkab Pangandaran bisa segera menindak tegas pengusaha licik seperti akibatnya yang ia alami sendiri, agar masyarakat pun akan merasa aman sebagai konsumen.(AGE)

JEJE WIRADINATA: “PEMBORONG DI BAWAH STANDAR SEBAIKNYA DICORET SAJA..”

PARIGI–Kepada seluruh pengusaha mitra kerja pemda, diharapkan dalam pengerjaan 500 km infrastruktur jalan pada anggaran tahun 2017 ini benar-benar memperhatikan kwalitas dan hasil kerja yang optimal serta bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat sehingga hasilnya pun bisa bertahan lama dinikmati warga.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di hadapan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda Mahmud, SH MH, Wakil Ketua DPRD, Adang Sudirman, Ketua Komisi III, Wowo Kustiwa, Kepala SKPD dan 20 dari 60 rekanan yang diundang dalam rapat percepatan penyerapan anggaran bertempat di aula setda.

“Saya minta rekanan bekerja sesuai spek dan bahan yang dipakai pun harus bagus karena pengerjaan jalan ini, sampai tahun 2017 baru 35 % dari total panjang jalan kabupaten “ungkap Jeje.(8/6).

Jeje juga mengatakan, pemborong yang di bawah standar kualitas sebaiknya dicoret saja, dinas terkait jangan segan segan menindaklanjuti apabila ada rekanan yang tidak benar dalam pengerjaan proyek. Baik pengusaha atau dinas harus berkomitmen untuk bisa mengawasi serta mengevaluasi mumpung sekarang masih dalam proses awal.

“DAK sebesar Rp 29 milyar yang sampai saat ini belum dibayar karena kesalahan kita di tahun 2016 lalu, ini jangan sampai terulang kembali ditahun ini. "tegas Jeje.

Ditambahkan Jeje, sebaiknya rekanan bisa pro aktif dalam penyerapan anggaran, terutama untuk bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sementara dalam perbaikan infrastruktur jalan, menurut Jeje, target tahun 2018 perbaikan jalan kabupaten bisa mencapai 80 %, dan tentunya untuk semua itu diperlukan dukungan dari berbagai elemen dan semua pihak.

“Khususnya kepada para rekanan sebagai mitra kerja pemerintahan, harus mempunyai rasa memiliki dengan melaksanakan pengerjaan yang berkualitas, jangan sampai jalan yang dibangun setahun yang lalu pada tahun berikutnya sudah hancur lagi, makanya kami prioritaskan untuk tahun ini  pada pengerjaan rigit beton agar bisa bertahan minimal 5 tahun sampai 10 tahun", tegas jeje.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Pangandaran, Wowo kustiwa, menurutnya, komisi III siap untuk mengawasi kinerja rekanan yang melaksanakan pekerjaan pada anggaran tahun 2017 ini.

"Pekerjaan yang tidak ada papan proyek juga kantor direksi kit akan kami pertanyakan, sebab seperti di tahun 2016 lalu ada proyek yang tidak pasang papan proyek, sehingga saat kami ditanya masyarakat, itu proyek apa, kami tidak bisa menjawab", jelas Wowo. (Anton  AS)

WARGA RESAH, SERING TERJADI KECELAKAAN LALIN AKIBAT DUMP TRUK PENGANGKUT PASIR

PANGANDARAN- Masyarakat mulai merasa resah dengan ativitas dump truck pengangkut pasir  melintasi jalan utama di Kabupaten Pangandaran yang terkesan ugal-ugalan sehingga banyak menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Seperti dituturkan salah seorang warga Dusun Haurseah Kecamatan Cijulang, Agung Jaya Purnama (38). Menurutnya, ia merasa tidak nyaman dengan antrian dump truk terutama malam hari yang selalu lewat di depan rumahnya, pasalnya pengendara truk pasir tersebut sepertinya ugal-ugalan dalam menjalankan kendaraannya.

"Jelas ini sangat mengganggu pengendaran lain sehingga truk tersebut sudah banyak memakan korban kecelakaan lalu lintas", jelasnya.

Agung juga mengatakan, jalan hot mix yang bagus ini merupakan pasilitas umum bukan untuk memfasilitasi ratusan dump truk pengangkut pasir. Seharusnya kejadian 2 tahun lalu bisa dijadiklan pelajaran, dengan lalu lalang truk bermuatan pasir ini yang mengakibatkan jalan cepat rusak lagi.

“Kalau jalan sudah hancur yang rugi kan tetap masyarakat banyak. “ungkapnya lagi.

Dikatakan Agung, kapasitas truk pengangkutan pasir dari Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ini dinilai telah mempengaruhi kerusakan jalan karena beban kendaraan tersebut selalu melebihi tonase kekuatan jalan.

Hal senada dikatakan warga Desa Ciliang Kecamatan Parigi, Sudrajat, aktivitas truk pengangkut pasir sangat membahayakan pengguna jalan lain. Sudah banyak korban kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia disebabkan karena kelalaian sopir truk pengangkut pasir, dan disanyalir kejadian itu karena kebanyakan sopir truk tersebut dalam menjalankan kendaraannya ugal-ugalan dan melakukan konvoy dengan pengangkut pasir lainnya.

"Kami minta Pemda Pangandaran segera turun tangan melakukan pengendalian truk-truk tersebut agar keselamatan pengguna jalan bisa lebih terjamin," kata Sudrajat.

seperti diketahui, pasir yang diangkut dari Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ini dikirim ke Kabupaten Cilacap Jawa Tengah melalui jalur jalan utama di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Sidamulih, Pangandaran dan Kecamatan Kalipucang.

sementara di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Haryono, S.Sos mengaku telah mengetahui dan membenarkan adanya keluhan sejumlah warga terhadap aktivitas truk pengangkut pasir ini serta permintaan agar Pemda Pangandaran bisa secepatnya mengatasi masalah ini.

"Kami sudah merencanakan akan melakukan pengendalian truk-truk tersebut, “ungkapnya.

Ditambahkan Haryono, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi dengan pihak Samsat dan Polri untuk menertibkan truk pengangkut pasir ini.

"Rencananya kami akan menggelar operasi pada seluruh kendaraan yang melintas di jalur nasional di Kabupaten Pangandaran, termasuk truk pengangkut pasir," tambahnya. (AGE)

HARGA GAS ELPIJI 3 KG DI PANGANDARAN MASIH TAK SESUAI HET

CIMERAK -Gas elpiji jenis 3 kilogram (kg) di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah mulai membuat bingung masyarakat pengguna, pasalnya masyarakat bingung dengan tidak stabilnya harga dipasaran yang mencapai kisaran Rp 24.000 s.d 27.000 per tabung.

Padahal, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dalam rapat kordinasi bukan lalu yang membahas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas elpiji 3 kg yang akan dituangkan dalam peraturan Bupati sudah menetapkan HET tersebut dengan harga Rp16.900 dan Rp 17.400 sesuai zonasi wilayah.

Salah seorang warga Kecamatan Cimerak, Lubis mengatakan, kenaikan harga gas elpiji 3 kg ini terjadi di beberapa wilayah.

"Selain mahal, ketersediaan gas elpiji 3 kg di beberapa wilayah sekarang semakin sulit didapat," kata Lubis, Kamis (8/6/2017).

Menurut Lubis, jika persoalan ini berlarut-lartut dan tidak segera ditangani dikhawatirkan  masyarakat kecil akan jadi korban.

"Kami harap pemda segera langsung turun ke lapangan agar persoalan kelangkaan dan mahalnya gas elpiji 3 kg tidak berkelanjutan," tambahnya.

Di tempat terpisah, salah satu pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg, Toto Mustopa mengaku ia pernah menerima pesan singkat langsung dari pertamina yang mengatakan adanya penjualan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pangandaran dengan harga Rp 24.000 s.d 27.000.

Masih kata Toto, Dalam pesan singkat tersebut pihak pertamina pun menghimbau agar setiap agen menjual gas elpiji 3 kg sesuai HET di daerah masing-masing yang sudah dikordinasikan dengan pemda.

"Tapi menurut saya, seharusnya pertamina dengan dibantu unsur muspika hendaknya datang meninjau langsung ke daerah supaya pihak pertamina pun bisa langsung memberi peringatan pada si penjual gas elpiji 3 kg tersebut", ungkapnya. (AGE)

PEMKAB PANGANDARAN SIAPKAN ANGGARAN Rp 1,2 MILYAR UNTUK KEGIATAN PESANTREN KILAT

PARIGI - Kegiatan “pesantren kilat” pada bulan suci ramadhan dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas keagamaan di usia anak sekokah, dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun mewajibkan kepada seluruh pelajar baik SD, SMP dan SMA untuk mengikuti pesantren kilat selama bulan Ramadan.

Menurut Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, rencananya pesantren kilat akan dilaksanakan mulai Senin, (5/6/2017) mendatang yang akan diikuti sekitar 50.000 pelajar se-Kabuoaten Pangandaran.

Masih kata Jeje saat ditemui usai taraweh keliling (tarling) di salah satu mesjid di Kecamatan Parigi, karena jumlah siswa/siswi yang akan mengikuti kegiatan ini mencapai puluhan ribu, maka pelaksanaannya pun akan dilaksanakan di pesantren atau diniyah yang berdekatan dengan lokasi sekolah masing-masing siswa.

 "Pelaksanaannya bisa dilakukan di tempat diniyah tapi tidak di sekolah,"kata Jeje.(4/6)

Ditambahkan Jeje, untuk siswa tingkat SMA dan Kejuruan, karena kewenanganya sudah berada di Pemerintah Provinsi, maka Pemkab Pangandaran akan mengirim surat permohonan dulu ke Dinas Pendidikan propinsi.

"Jika untuk pesantren yang memiliki tempat pemondokan, maka siswa yang mengikuti pesantren harus mondok, sedangkan bagi pesantren yang tidak memiliki tempat pemondokan, pelaksanaan pesantren kilat dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB,"terang Jeje.

Saat ini, menurut Jeje, Pemkab Pangandaran telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.1,2 miliar untuk pelaksanaan pesantren kilat ramadhan tahun ini.

"Jadi, pada legiatan pesantren kilat ini pihak sekolah tidak lagi membebankan biaya kepada orang tua murid, terkecuali siswa-siswi yang mondok di pesantren karena ada beberapa beban biaya lainnya," imbuh Jeje.

Salah seorang tokoh agama di Kecamatan Cijulang, H.Atang Abdul Halim, sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya, pesantren kilat bagi para pelajar benar-benar sangat  efektif karena suasana ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk kegiatan yang bernuansa keagamaan.

“Jadi kalau seandainya pelajar kita diberikan pendidikan yang baik, kualitas keimanan yang baik, ahlak yang baik, ketakwaan yang baik dan pergaulan yang baik itu akan punya pengaruh yang positif sebagai bekal dalam menghadapiu zaman yang serba modern ini" ungkapnya. (AGE)

ROHIMAT RESDIANA: “ GENERASI MUDA HARUS MEMILIKI PROBLEM SOLVING UNTUK KEMAJUAN BANGSA “

PADAHERANG - Maraknya berbagai  permasalahan kebangsaan yang berkembang  akhir-akhir ini, mulai dari disintegrasi bangsa, ideologi kebangsaan, radikalisme, narkoba dan korupsi telah mengundang keprihatinan dari  seorang tokoh muda Kabupaten Pangandaran, Rohimat Resdiana.

Ditemui di kediamanya di Desa Cibogo Kecamatan Padaherang, calon kuat Kandidat Ketua KNPI Kabupaten Pangandaran ini mengungkapkan kegelisahan tentang nilai-nilai kebangsaan yang berkembang saat ini. Ia pun berharap agar setiap elemen bangsa bersatu untuk menjaga nilai luhur budaya bangsa, ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan penerapan paham keagamaan yang di landasi cinta kasih dan kesucian.

“Indonesia sekarang sedang diuji oleh anak bangsanya sendiri yang memiliki pemahaman berbeda tentang konsep kebangsaan, seperti paham radikalisme, menjadi pecandu narkoba dan juga oleh keserakahan korupsi,”paparnya.(3/6)

Lebih lanjut pengurus KNPI Pangandaran yang lebih akrab dengan sapaan Imat ini menyampaikan, dalam tataran yang lebih kecil, khususnya di Kabupaten Pangandaran, kompleksitas permasalahan yang ada tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di tingkat nasional.

“Jujur harus kita akui,di Kabupaten Pangandaran pun masalah intoleransi, radikalisme, narkoba dan korupsi menjadi ancaman yang harus di antisipasi sejak dini, karena kalau dibiarkan akan merugikan kita semua,” kata Imat.

Untuk menanggukangi atau mengatasi semua persoalan tersebut, lanjut Imat, diperlukan penggerak yang memiliki problem solving dan mau berjuang demi bangsa dan negara.

“Generasi muda lah yang harus maju dan menjadi solusi bagi bangsa dan negara ini, intinya peran serta mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus lebih diperluas di dalam segala bidang,”pungkasnya. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN