PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di alun-alun Parigi, Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, memimpin upacara peringatan Milangkala/Ulang Tahun Kabupaten Pangandaran ke 14 sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Milangkala tahun 2926. (24/10/2026)
Upacara dengan tema ngahiji Dina rasa, ngawujud dina karya, mawa Pangandaran melesat nepi ka jaya, turut dihadiri seluruh Forum Komunikasi Daerah (Forkopinda), Pimpinan dan anggota DPRD, mantan Pejabat Bupati Pangandaran tahun 2013-2015, Endjang Naffandi, Pejabat Bupati tahun tahun 2020 H. Dani Ramdani, Pejabat Bupati tahun 2024 Benni Bachtiar, Jajaran Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran dan ratusan tamu serta peserta upacara lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, menyampaikan bahwa 14 tahun perjalanan Kabupaten PANGANDARAN ini bukan sekedar tentang bertambahnya usia. Namun ini merupakan momentum bagi semua untuk melihat kembali bagaimana perjalanan yang telah dilalui, sekaligus mensyukuri sejumlah kemajuan yang telah dicapai.
Karena pada akhirnya, kata bupati, cita-cita Pemekaran bukan sekedar menghadirkan pemerintah yang lebih dekat tetapi harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat.
"Dan sejarah merupakan tauladan lengkap, kaca benggala besar bagi kita untuk merumuskan dan menentukan sikap hari ini sekaligus untuk menata masa depan," tegas bupati.
Dan setiap masa kepemimpinan, menurutnya, merupakan sebuah perjalanan sejarah pembangunan daerah ini.
"Apa yang telah dirintis dan dilakukan pendahulu beberapa waktu lalu, telah menginspirasi kita untuk terus melangkah serta menyempurnakannya," kata bupati.
Bupati mengatakan, Pangandaran memiliki potensi luar biasa. Bukan hanya keindahan alamnya dan pariwisata saja, tetapi kekayaan budaya, pertanian, perikanan serta berbagai usaha yang tumbuh di masyarakat.Kata bupati, semua potensi ini tentu harus dikembangkan agar memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.
"Karena bagi kami, kemajuan Pangandaran bukan hanya tentang seberapa orang yang datang berkunjung tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dalam melanjutkan pembangunan, menurutnya, semua harus jujur melihat kondisi yang saat ini tengah dihadapi. Kemampuan keuangan daerah saat ini masih terbatas, sementara kebutuhan pembangunan dan harapan masyarakat terus meningkat. Kondisi ini tentu menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menentukan perioritas serta memastikan setiap angggaran yang digunakan benar-benar sepenuhnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati mengaku menyadari, masih ada sejumlah program yang belum bisa dilaksanakan malahan ada yang harus ditunda dan dan disesuaikan. Tentu ini bukan keputusan yang mudah, karena setiap harapan masyarakat tentu memiliki arti penting bagi pemerintah daerah.
Bupati juga bersyukur, karena di tengah keterbatasan anggaran pihaknya terus berupaya membenahi kondisi keuangan daerah.
"Tentu ini belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan, namun ini akan tetap menjadi upaya kami untuk terus memperbaikinya," terangnya. (hiek)


