PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25, kondisi kebersihan di kawasan Simpang dan Kompleks Dadaha masih menjadi sorotan.
Dari pantauan Tim Liputan Pangandaran News pada malam hari, di sepanjang pinggir jalan dan trotoar kawasan tersebut masih ditemukan tumpukan sampah dari sisa aktivitas pelajar, warung, dan warga sekitar.
Selain persoalan sampah juga masih banyak warung dengan terpal robek yang berdiri tidak teratur di bahu jalan, kondisi tersebut membuat lingkungan terlihat kumuh, berantakan, dan tidak tertata.
Kondisi ini disayangkan oleh warga sekitar, mereka menilai penataan ruang publik seharusnya tidak hanya dilakukan menjelang acara seremonial.
Warga berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan pembersihan dan penataan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada perayaan besar.
Warga mengaku, saat ini masih melihat sampah masih menumpuk dan warung-warung berdiri berantakan.
"Jangan hanya diperbaiki saat ada acara besar saja, kami ingin lingkungan yang bersih dan tertata setiap hari terutama bagi para pelajar yang lewat setiap pagi dan sore,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.(11/10/2026)
Warga juga meminta pemerintah bertindak tegas dan adil dalam penertiban lapak liar, tanpa tebang pilih terhadap pihak tertentu.
Tim Pangandaran News pun berupaya menghubungi Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Lingkungan Hidup, untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait rencana penanganan menyeluruh di kawasan Simpang dan Kompleks Dadaha.
Sayang, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait. (@nwarwaluyo)

