PANGANDARANNEWS.COM - Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran saat ini terus melakukan perawatan dan pendampingan pada orang dengan HIV (ODHIV), saat ini tercatat ada sekitar 17 pasien yang sedang menjalani pengobatan HIV di fasilitas kesehatan tersebut.
Seperti disampaikan Dokter Umum Puskesmas Padaherang, dr. Hilda Fauzia Akmal, mayoritas pasien yang menjalani pengobatan berada pada usia produktif. Sekitar 20 hingga 50 tahun, namun terdapat juga pasien yang masih berusia anak-anak.
"Ada satu orang pasien dengan usia anak, pasien tersebut diketahui masih berusia sekolah dasar," jelas Hilda. (07/10/2026).
Namub Hilda mengaku tidak mengetahui secara pasti riwayat penularannya karena dirinya baru bertugas di Puskesmas Padaherang sejak 2024, sementara layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV sudah berjalan sebelumnya.
Di sisi lain, imbuhnya, jumlah pasien yang terdeteksi di fasilitas kesehatan kemungkinan belum menggambarkan keseluruhan kondisi di lapangan.
Penemuan kasus HIV ini, menurutnya, masih seperti fenomena gunung es. Karena sebagian orang, menjalani pemeriksaan ketika sudah mengalami keluhan kesehatan.
"Jadi yang pertama datang ke kita tuh biasanya yang sudah ada keluhan," ucapnya.
Hilda mengatakan, pada tahap awal HIV belum menimbulkan keluhan yang khas. Sehingga ketika pasien datang ke fasilitas kesehatan, sebagian sudah mulai mengalami gejala dan setelah dilakukan penelusuran ternyata ditemukan adanya faktor risiko.
"Yang datang ke kita mungkin sepersekiannya dari yang sebetulnya ada di lapangan," terangnya.
Tidak Hanya ARV, ungkap Hilda,
Sebagai fasilitas layanan PDP Puskesmas Padaherang tidak hanya memberikan obat antiretroviral (ARV) kepada pasien HIV. Namun, penanganan disesuaikan dengan kondisi dan penyakit penyerta yang dialami pasien.
Hilda juga menjelaskan, pasien HIV yang mengalami tuberkulosis (TB), misalnya, juga membutuhkan pengobatan TB. Begitu pula apabila terdapat infeksi menular seksual (IMS) atau keluhan lainnya, penanganannya disesuaikan dengan kondisi pasien.
"Dan untuk pengobatannya tidak cuma ARV aja, tapi disesuaikan juga dengan kondisi pasien," jelasnya lagi.
Ia menambahkan, dalam menjalankan layanan tersebut Puskesmas Padaherang mendapat pendampingan dan monitoring dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran maupun tim mentor.
"Yaitu Puskesmas Parigi yang lebih dahulu menjadi layanan PDP dan berperan sebagai mentor kabupaten," ujarnya.
Menurut Hilda, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut membantu tenaga kesehatan memperdalam pengetahuan mengenai penanganan HIV. Pasien Stadium Berat Dirujuk
Apabila kondisi pasien sudah berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Padaherang melakukan rujukan ke RSUD Pandega Pangandaran untuk stabilisasi. Dan setelah kondisi pasien membaik, pengobatan pun dapat kembali dilanjutkan di Puskesmas Padaherang.
"Kalau misalnya stadiumnya yang parah sekali perlu dirujuk, maka kita enggak susah sekarang karena kita sudah punya rumah sakit," katanya.
Selama dirinya bertugas di Padaherang, Hilda mengaku, pasien dengan kondisi berat yang dirujuk ke rumah sakit dapat kembali ditangani di puskesmas setelah kondisinya membaik.
Dari sisi pembiayaan, Hilda mengatakan, Pengobatan Ditanggung BPJS Kesehatan. Bahkan, pasien yang belum memiliki BPJS dapat dibantu melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan di Kabupaten Pangandaran.
"Semua semuanya di-cover BPJS. Termasuk kalau misalnya sekarang kan ada UHC. Kalau misalnya dia belum punya BPJS difasilitasi," terangnya.
Hilda menyebut, dukungan pembiayaan tersebut membantu pasien tetap mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan secara berkelanjutan.
Selain pengobatan, Puskesmas Padaherang juga ia juga melakukan edukasi mengenai HIV termasuk melalui penyuluhan kepada pelajar SMP dan tenaga pengajar.
Skrining HIV secara luas kepada masyarakat belum dilakukan karena pemeriksaan HIV memerlukan persetujuan atau informed consent serta dilakukan berdasarkan indikasi dan faktor risiko.
"Jadi untuk sementara skriningnya ke yang berisiko aja dulu," imbuhnya.
Hilda juga mengatakan, penanganan HIV di Puskesmas Padaherang juga melibatkan tim PDP yang terdiri dari dokter, petugas administrasi atau rekam medis, perawat, analis dan petugas apotek. Tim ini melakukan pemantauan pasien secara berkala, termasuk terhadap pasien yang tidak selalu dapat datang langsung ke puskesmas.
"Kita juga melakukan pemantauan melalui komunikasi jarak jauh untuk keberlanjutan pengobatan," pungkasnya. (hiek)

