PANGANDARANNEWS.COM - Penanganan kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih terkendala keterbatasan armada distribusi air bersih.
Bahkan, pemerintah daerah dinilai membutuhkan sedikitnya 10 mobil tangki agar pelayanan dapat menjangkau wilayah terdampak secara lebih cepat dan merata.
Ketua Relawan Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, mengatakan pemerintah sudah membagi wilayah penanganan antara Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.
Tagana menangani pendistribusian air bersih di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih.
Sementara BPBD menangani wilayah Kecamatan Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya. Khusus Padaherang dan Mangunjaya, pendistribusian juga mendapat dukungan dari BBWS Citanduy.
"Untuk penanganan kekeringan, BPBD sudah membagi wilayah. Tagana meng-cover Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih," ujar Nana dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Rabu (19/8/2026) pagi.
Menurutnya, dukungan BBWS Citanduy juga memiliki keterbatasan karena wilayah kerjanya tidak hanya mencakup Kabupaten Pangandaran, tapi juga daerah lain termasuk Jawa Tengah.
"Kan BBWS tidak fokus hanya di kita, tapi juga ke wilayah Jawa Tengah karena termasuk wilayah kerja mereka. Jadi pendistribusian air bersih masih butuh banyak dorongan," katanya.
Ia menilai persoalan utama saat ini adalah keterbatasan armada. Kebutuhan air bersih yang terus meningkat tidak mungkin hanya ditangani dengan dua atau tiga unit mobil tangki.
Bahkan, BPBD Pangandaran sudah berbulan-bulan melakukan pendistribusian air bersih. Namun, jumlah armada yang terbatas membuat pelayanan belum mampu mengimbangi luasnya wilayah yang terdampak kekeringan.
"BPBD selama empat bulan ini selalu mendistribusikan air bersih. Namun, dengan hanya dua armada tentu untuk sekarang ini tidak akan cukup meng-cover kebutuhan dampak kekeringan di Pangandaran," ucap Nana.
Untuk itu, Nana mendorong penambahan armada tangki air. Idealnya, setiap kecamatan memiliki satu unit armada sehingga distribusi tidak terpusat pada beberapa kendaraan saja.
"Idealnya memang satu kecamatan satu tangki armada. Jadi pendistribusian bisa maksimal di setiap kecamatan," ujarnya.
Dengan kondisi itu, menurut Nana, Kabupaten Pangandaran setidaknya membutuhkan 10 armada tangki air untuk mengantisipasi kekeringan yang berkepanjangan.
"Artinya, di Kabupaten Pangandaran idealnya ada 10 armada tangki air," katanya.

