PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bagi warga Kota Tasikmalaya, pemandangan jalanan berubah menjadi "danau" bukanlah hal asing. Karena setiap kali hujan deras, makasih kawasan Jalan Padayungan dan Jalan HZ Mustofa tepatnya di depan Asia Plaza kembali akan terendam banjir.
Genangan air yang mencapai hampir satu meter ini memaksa pengendara motor dan para pejalan kaki harus berjuang keras untuk bisa lewat, karena tak sedikit sepeda motor yang mogok di tengah jalan karena air masuk ke ruang mesin. Sehingga akan menyebabkan kemacetan panjang, ditambah kerugian materi bagi pemilik kendaraan yang harus mengeluarkan biaya perbaikan.
Menurut salah seorang warga setempat, Andri, banjir di ruas jalan strategis ini bukan kejadian baru melainkan masalah yang sudah berlangsung lama.
Andri mengatakan, ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab. Diantaranya, saluran drainase tersumbat tumpukan sampah plastik, styrofoam, dan limbah rumah tangga sering menghambat aliran air. Atau fenomena Back Water: Air dari saluran utama yang lebih tinggi meluap ke saluran kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.
"Bisa juga terjadi karena akibat sedimentasi sungai, pendangkalan sungai akibat penumpukan lumpur mengurangi kapasitas penampungan air," terang Andri.(02/04/26)
Kondisi banjir yang berulang ini tentu memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat, Andri berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dapat lebih fokus menyelesaikan masalah infrastruktur dasar ketimbang terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial atau event besar.
"Jangan hanya sibuk kegiatan seremonial, tolong fokus bekerja," ujar Andri.
Banjir di kawasan ini, menurut Andri, bukan sekadar masalah genangan air melainkan gangguan terhadap ekonomi, keselamatan, dan kenyamanan hidup warga.
"Kami warga berharap tertuju agar solusi jangka panjang segera hadir sehingga warga tidak lagi harus berenang atau lari menghindari banjir setiap kali langit mendung," pungkasnya.(@nwarwaluyo)

