Tinggal Satu Lagi Masih Dalam Pencarian, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Satu Lagi Korban Laka Laut Di Perairan Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Memasuki hari keenam pencarian Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan satu dari dua nelayan korban laka laut di perairan Pangandaran Jawa Barat, kali ini korban laka laut yang berhasil ditemukan tersebut atas nama Yadi Atma (54) dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi kejadian. (03/07/25)

Seperti diketahui, Yadi merupakan ayah korban lainnya bernama Yogi Mustofa (20) yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Saat diminta keterangan lewat sambungan telepon, Ketua SAR Barakuda Pangandaran Sakio Andrianto menjelaskan, jenazah Yadi berhasil ditemukan relawan penyelam yang tergabung dalam proses pencarian SAR gabungan.

Karena sudah 6 hari sehingga kondisi korban sudah tidak utuh lagi, dan kata Sakio, pihaknya pun harus memandu jenazah sampai selesai pemulasaraan di RSUD Pandega Pangandaran.

"Setelah pemulasaraan dan disholatkan, jenazah pun di bawa ke rumah duka untuk langsung disemayamkan," ucapnya.

Kata Sakio, saaat ini tim SAR gabungan terfokus pada proses pencarian satu nelayan yang belum berhasil ditemukan.

"Mudah mudahan, korban atas nama Yogi Mustofa bisa segera kami ditemukan," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perahu nelayan dihantam ombak besar di perairan Blok Batu Kipas kawasan Cagar Alam, tepatnya di perbatasan Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran pada hari Sabtu tanggal 28 Juni 2025 sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam insiden tersebut satu orang berhasil selamat sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, korban selamat diketahui bernama Megi Mustofa (27) warga Dusun Kamurang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Sementara dua korban yang masih dalam pencarian adalah Yadi Atma (54), ayah Megi, dan Yogi Mustofa (20), adik Megi. Dan ketiga korban tersebut masih satu keluarga yang berprofesi sebagai nelayan dan saat kejaian korban sedang mencari udang karang atau lobster. (hiek)


Pasar Pananjung Pangandaran, Riwayatmu Kini..

PANGANDARANNEWS.COM - Pasar Pananjung Pangandaran, dulu merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar dan terlengkap di Kabupaten Pangandaran. Terletak sangat strategis, hanya sekitar lima menit dari kawasan wisata Pantai Pangandaran. Pasar ini sudah sejak lama menjadi tempat andalan masyarakat lokal untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi tujuan wisata belanja bagi para pelancong yang datang dari luar daerah. 

Namun sangat disayangkan, kondisi pasar yang dahulu menjadi kebanggaan kini semakin memprihatinkan. Suasana kumuh, fasilitas yang minim dan lingkungan yang tidak tertata seakan mengubur potensi besar pasar ini untuk menjadi pusat ekonomi yang unggul.

Apalagi saat musim hujan tiba, kenyamanan pengunjung benar-benar terganggu karena jalan-jalan di dalam pasar menjadi becek dan berlumpur. Genangan air bercampur sampah membuat suasana pasar tidak hanya kotor, tapi juga berbau dan tidak sehat. Di berbagai sudut terlihat bangunan lapuk dan kios-kios yang tidak tertata dengan baik tidak ada drainase yang memadai bahkan tidak ada tempat sampah yang layak dan tidak ada pengawasan dari pihak pengelola pasar secara maksimal.

Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman, baik bagi para pembeli maupun pedagang yang sudah lama menggantungkan penghidupannya dari aktivitas di pasar tersebut.

Padahal sejak beberapa tahun lalu Pemda Kabupaten Pangandaran sudah beberapa kali menyampaikan rencana penataan dan revitalisasi Pasar Pananjung ini, bahkan sempat muncul wacana menjadikan pasar ini sebagai pasar yang terintegrasi dengan program pengembangan pariwisata Pangandaran. 

Sayangnya, wacana itu hanya menjadi janji manis tanpa realisasi. Berganti pimpinan daerah, pasar pun masih tetap kumuh dan yang jelas hingga kini tak ada perubahan yang berarti. 

Masyarakat pun mulai kehilangan harapan, merasa bahwa pasar tradisional seperti ini telah dilupakan oleh kebijakan pembangunan daerah.

Keluhan tidak hanya datang dari pedagang, tetapi juga dari para konsumen. "Sayang pasar ini becek dan sangat kumuh, padahal banyak wisatawan yang sengaja berbelanja ke sini karena barangnya lengkap dan harganya terjangkau," ujar seorang pedagang. 

Ia menyebut, para pedagang juga mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat hampir di semua jenis produk. 

Selain faktor ekonomi, katanya, mereka sadar bahwa kini mereka harus bersaing bukan hanya dengan sesama pedagang pasar tapi juga dengan toko-toko online yang menawarkan kemudahan dan kelengkapan tanpa harus datang langsung.

Melihat kondisi tersebut, sudah saatnya Pemda Kabupaten Pangandaran membuka mata dan bertindak lebih serius. Pasar Pananjung bukan sekadar tempat transaksi ekonomi tapi juga simbol denyut nadi masyarakat lokal dan bagian dari wajah pariwisata Pangandaran.

Ia juga berharap, perbaikan infrastruktur, peningkatan kebersihan serta pemberdayaan pedagang harus segera dilakukan. 

"Jika dikelola dengan baik, pasar ini bisa kembali menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner dan belanja yang mendukung ekonomi daerah secara berkelanjutan," ucapnya.(harisfirdaus)

Kecelakaan Laut di Blok Batu Bodas Pangandaran, Satu Nelayan Selamat Dua Masih Dicari Tim SAR

PANGANDARANNEWS.COM - Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Blok Batu Bodas, wilayah perbatasan antara Pantai Barat dan Pantai Timur kawasan wisata Pangandaran, pada Sabtu sore (28/6). Sekitar pukul 17.30 WIB, sebuah perahu nelayan yang ditumpangi tiga orang terguling akibat dihantam ombak besar. Ketiganya diketahui tengah mencari ikan dan udang karang seperti biasa saat insiden terjadi.

Menurut kesaksian warga sekitar, para nelayan sudah terbiasa melaut di kawasan tersebut. Namun cuaca hari itu tidak seperti biasanya—ombak mendadak tinggi dan menggulung perahu mereka. Satu orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Hari ini (Selasa 01/7/2025) upaya evakuasi terus dilakukan oleh warga dan petugas, Tim SAR yang tiba di lokasi sejak awal terus melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar perairan Blok Batu Bodas. Namun, kondisi laut yang masih bergelombang dan terbatasnya pencahayaan saat malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Pemerintah daerah dan pihak berwenang mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, serta mengikuti informasi peringatan dini dari BMKG. Proses pencarian korban yang hilang akan dilanjutkan pada pagi hari, dengan memperluas area penyisiran di sepanjang perbatasan pantai barat dan timur Pangandaran.(harisfirdaus)

Hari Libur Sekolah, Namun Kunjungan Wisatawan Ke Pangandaran Masih Sepi

PANGANDARANNEWS.COM - Kawasan obyek wisata Pantai Pangandaran di masa libur sekolah hari ini terlihat mulai berangsur sepi dibandingkan dengan keramaian pada akhir pekan kemarin, hari Sabtu dan Ahad tanggal 29–30 Juni 2025.

Penurunan jumlah pengunjung ini turut dirasakan oleh berbagai pelaku usaha di sektor wisata, mulai dari pedagang kaki lima, penyewa jasa wahana ATV, hingga pengelola penginapan. Beberapa lapak dagangan terlihat tutup lebih awal, dan sebagian lainnya mengurangi stok dagangannya karena menyesuaikan dengan kondisi pengunjung yang tidak seramai sebelumnya.

Menariknya, cuaca cerah hari ini justru belum mampu mendorong lonjakan wisatawan. Setelah sehari sebelumnya kawasan Pangandaran diguyur hujan sejak pagi hingga sore, namun hari ini langit kembali bersahabat dan matahari bersinar terang. Namun, cuaca yang mendukung belum cukup memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

Dede, seorang pedagang makanan ringan di sekitar pantai mengatakan, meskipun wisatawan masih ada namun suasananya tidak sepadat hari sebelumnya. 

"Hari ini masih ramai, tapi tidak seramai kemarin," ujarnya, sambil membereskan dagangannya. (01/07/25)

Ia menyebut ,sebagian besar pengunjung yang datang hari ini berasal dari Bandung dan sekitarnya.

Kendati tren penurunan ini terjadi, para pelaku usaha tetap optimis dan mereka tetap berharap kunjungan wisatawan akan kembali meningkat seiring mendekatnya akhir masa liburan sekolah. 

Pangandaran dengan pesona alam dan pantainya yang memikat, masih menjadi pilihan favorit bagi wisatawan domestik terutama keluarga dari kota-kota besar di Jawa Barat.(harisfirdaus)

Polres Pangandaran Gelar HUT Bhayangkara ke-79, Polri Harus Makin Profesional dan Dekat Rakyat

PANGANDARANNEWS.COM  – Perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Polres Pangandaran tahun ini terasa beda, bukan cuma soal upacara yang khidmat tapi Lapangan Merdeka benar-benar jadi ajang pesta rakyat yang menyatukan polisi dengan masyarakat. 

Tidak hanya itu, di tengah kemeriahan itu muncul pesan penting dari tokoh nasional Susi Pudjiastuti yang hadir langsung di lokasi.

“Polri harus semakin profesional, dan yang terpenting harus semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Susi di sela-sela acara upacara.(01/07/25). 

Susi menyebut polisi adalah pengayom masyarakat, dan perayaan yang melibatkan langsung warga seperti ini adalah bukti nyata sinergi yang ia harapkan.

Sementara kepada sejumlah awak media Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, momen ini merupakan apresiasi serta menjadi sorotan utama. 

Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga berkesempatan memberikan penghargaa kepada empat personel berprestasi, salah satunya Bintang Bhayangkara Nararya untuk Kasat Intelkam AKP Agus Mulyadi. 

“Ini jadi bukti bahwa dedikasi dan loyalitas di internal kepolisian tetap jadi prioritas,’ kata Kapolres.

Kapolres juga seolah menjawab harapan Susi dalam amanatnya Polri adalah milik masyarakat dan perayaan HUT Bhayangkara ini merupakan pesta .

Ia juga menekankan, sinergi dengan semua pihak adalah kunci untuk menjaga Pangandaran tetap aman dan mendukung program pembangunan.

Usai upacara, lapangan langsung disulap menjadi pusat keramaian, tampak  puluhan stan bazar UMKM, tenda pengobatan gratis dan panggung prajurit pun pun ramai diserbu warga. Di arena tersebut, polisi, TNI dan warga larut dalam alunan musik serta ikut bernyanyi dan menari bersama tanpa sekat.

Pemandangan ini pun menjadi penutup yang manis upacara perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Pangandaran dengan pesan kuat, Polri terus berbenah menjadi institusi yang profesional. 

Sementara di sisi lain, Polri pun mampu membuktikan bahwa menjadi abdi negara tak berarti harus berjarak dengan rakyat yang dilayaninya.***


Rumah Makan Lobster, Surga Kuliner Di Pantai Timur Pangandaran Tawarkan Kelezatan Udang Karang

PANGANDARANEWS.COM - Di kawasan Pantai Timur Pangandaran berdiri sebuah rumah makan yang kian hari makin ramai dikunjungi oleh pecinta kuliner laut, Rumah Makan Lobster. 

Tempat makan yang satu ini menawarkan sajian utama berupa udang karang atau lobster yang kaya manfaat dan bernutrisi tinggi, sehingga tak hanya warga lokal wisatawan dari luar kota hingga mancanegara pun ikut meramaikan tempat makan yang terletak strategis tak jauh dari Kantor Polisi Air (Polair) ini.

Menu andalan di sini tentu saja lobster segar yang dimasak dengan berbagai pilihan bumbu khas yang kaya akan protein, rendah lemak, serta mengandung omega-3.

Udang lobster ini menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin makan enak sekaligus sehat karena selain menu utama lobster, rumah makan ini juga menyajikan aneka hasil laut lainnya seperti rajungan, bawal putih, ikan kakap, baronang, cumi, hingga kerang yang diolah dengan cita rasa khas Pangandaran yang gurih dan memanjakan lidah.

Tak hanya soal rasa, keunggulan rumah makan ini terletak pada lokasinya yang sangat strategis langsung menghadap ke arah Laut Timur sehingga pengunjung bisa menikmati hidangan sambil memandang ombak yang berkejaran di kejauha ditemani semilir angin laut yang menyejukkan.

Suasana terbuka dan alami membuat pengalaman bersantap menjadi lebih menyenangkan, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas lelah setelah beraktivitas.

Menurut beberapa pengunjung, tempat ini bukan hanya sekadar rumah makan, tetapi juga menjadi destinasi kuliner yang layak untuk dikunjungi berulang kali. 

“Saya ke sini tiap liburan ke Pangandaran. Lobsternya segar, sambalnya mantap. Tempatnya juga tenang, bisa lihat laut langsung,” ujar Iwan, wisatawan asal Bandung. 

Hal serupa disampaikan pasangan turis asal Belanda yang mengaku jatuh cinta pada rasa dan suasana yang ditawarkan, di rumah makan ini.

Rumah Makan Lobster membuktikan bahwa kuliner laut dapat dikemas menjadi pengalaman yang memikat, baik dari sisi rasa maupun suasana. Dengan potensi yang terus tumbuh, tempat ini layak menjadi ikon kuliner tepi laut di Jawa Barat. 

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Pangandaran, mencicipi sajian di rumah makan ini seolah menjadi agenda wajib yang tak boleh dilewatkan. (harisfirdaus)

Guyub, Pemdes Dan Warga Sindangasih Gotong-Royong Bersihkan Lapang Cikuya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka meningkatkan kebersihan dan kenyamanan, Pemdes  Sindangasih Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya dibantu para Punduh Ketua Rt-Rw serta sejumlah warga melaksanakan kerja bhakti membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar lapangan Cikuya.(30/06/25)

Dengan dipimpin langsung Kepala Desa Sindangasih, Tedi, rumput-rumput yang tumbuh liar dan tingga tersebut dipotong dengan menggunakan mesin potong rumput dan sabit.

Menurut Tedi, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan perangkat desa pada sarana olah raga masyarakat yang dimilki desa.

"Dengan dibantu warga pembersihan rumput ini difokuskan pada rumput yang sudah panjang serta sekitar lapangan," jelas Tedi.

Pembersihan ini juga dilakukan, kata Tedi, karena area sekitar kapang sudah tampak terlihat kotor dan jika dibiarkan rentan menjadi sarang binatang melata.

Tedi mengatakan, kebersihan lapang ini merupakan tanggung jawab yang secara rutin harus dilakukan pemerintah Desa Sindangasih dan sekaligus kegiatan ini untuk. memberikan pelajaran bagi seluruh warga akan pentingnya melestarikan budaya gotong royong demi kemajuan desa. 

Selain itu, imbuhnya, melalui kerja bakti bersama ini tentu akan meningkatkan tali silaturahmi dan kerjasama antara pemerintah desa dengan warga

Tedi juga mengaku sangat senang karena ia bisa selalu ada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan contoh dan teladan yang baik kepada warga, salah satunya dengan memperhatikan kebersihan di lingkungan masyarakat.

"Kami selalu kompak dengan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan gotong-royong gerakan kebersihan," ungkapnya. (anwarwaluyo)


Hari Ini Pemkab Pangandaran Lantik 339 PPPK, Bupati Berharap Bisa Tingkatkan pelayanan Pada Publik

PANGANDARANNEWS.COM – Hari ini Bupati Kabupaten Pangandaran Citra Pitriyami melantik serta mengambil sumpahnya 339 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari berbagai instansi, di Aula SMP Negeri 1 Pangandaran.(30/06/25)

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustiman, tenaga PPPK yang dilantik ini terdiri dari tenaga kesehatan 93 orang, guru 191 orang dan 55 tenaga teknis. 

Para PPPK yang dilantik hari ini, kata Wawan, telah melalui proses seleksi resmi pada tahun 2024 dan dinyatakan lulus berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Dan pelantikan hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil seleksi tersebut,” ungkap Wawan.

Ia menambahkan, pelaksanaan gelombang kedua seleksi PPPK di Kabupaten Pangandaran baru saja dibuka pada hari ini dengan proses rekrutmen yang akan dilanjutkan setelahnya. 

“Sementara untuk sejumlah peserta lainnya masih menunggu pengumuman hasil seleksi tahap berikutnya,’ imbuhnya.

Sementara dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami berharap para PPPK yang baru dilantik ini dapat segera beradaptasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Ia juga berharap para PPPK ini bisa tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja karena tugas seorang abdi negara ini harus mampu mengabdi pada masyarakat, khususnya untuk bisa melayani warga Pangandaran..

“Dengan penambahan pegawai melalui jalur PPPK ini Pemkab Pangandaran optimistis dapat memperkuat pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan layanan teknis lainnya,” ucapnya.(hiek)


Sehari Usai Gelaran Hajat Laut Di Pantai Barat, HNSI Pangandaran Adakan Acara Syukuran Di Kawasan Pantai Timur

PANGANDARANNEWS.COM - Sehari setelah masyarakat dan para budayawan menggelar acara Hajat Laut di kawasan pantai barat, hari (sabtu, 28/06/25) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran melaksanakan acara melepas dan menyambut tahun baru Islam.

Kegiatan yang dilaksanakan para nelayan di beberapa titik pesisir pantai Pangandaran ini, sekaligus untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan dari hasil melaut.

Seperti disampaikn Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, syukuran nelayan ini sebagai bentuk rasa syukur atas rejeki yang telah diberikan Alloh kepada seluruh masyarakat nelayan.

"Ada 10 ribu nelayan Pangandaran, alhamdulilah mendapatkan keselamatan dan mendapatkan barokah dari Allah SWT," mata Jeje dalam sambutannya di acara syukuran nelayan, bertempat di PPI Cikidang Pangandaran.(28/06/25)

Pada saat nelayan melaut, menurut Jeje, sangat kecil angka kejadian kecelakaan di laut luas yang telah memberikan kehidupan bagi nelayan.

Sementara Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dalam sambutannya menyampaikan, syukuran nelayan ataupun hajat laut pada intinya merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

"Sudah seharusnya kita bersyukur atas apa yang telah diberikan dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan kita sehari hari," ungkap bupati. 

Bupati juga berharap agar para nelayan selalu diberi keselamatan, mendapatkan hasil laut yang melimpah dan kehidupannya semakin sejahtera. 

Namun, bupati menyebut, yang tidak kalah penting semua harus menjaga akidah, memperkuat ibadah serta tetap menghidupkan nilai - nilai agama.(hiek)


Jadikan Kegiatan Budaya Setiap Tahun, Nelayan Pangandaran Gelar Acara Hajat Laut

PANGNDARANNEWS.COM – Ribuan warga dan wisatawan tadi siang (27/06/25) memadati kawasan Pantai Barat Pangandaran untuk menyaksikan prosesi hajat laut, sebuah tradisi tahunan masyarakat khususnya nelayan Pangandaran yang sarat makna spiritual dan budaya.

Seperti diketahui tradisi hajat laut yang rutin digelar setiap tahun ini selalu menyita perhatian publik untuk menyaksikan rangkaian doa dan pelarungan sesaji ke tengah laut, dan taka hanya itu pengunjung pun disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional khas Sunda.

Sejak pagi masyarakat tampak sangat antusias memenuhi kawasan pantai barat tempat diselenggarakannya kegiatan hajat laut, lengkap dengan kamera hand phone untuk mengabadikan rangkaian kegiatan. Dan salah satu momen yang paling menarik perhatian, diantaranya  kemunculan seorang wanita berkebaya adat sunda berwarna hijau, konon penampilan wanita ini disebut-sebut menyerupai sosok Nyi Roro Kidul tokoh mistis yang dipercaya sebagai penguasa pantai selatan.

Usai penampilan wanita berkebaya hijau, acara pun turut dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional dari para penari sebelum masuk pada rangkaian acara pelarungan dondang perahu kecil yang membawa sesaji seperti kepala kambing, bunga-bungaan dan hasil bumi ke tengah laut sebagai simbol persembahan dan rasa syukur masyarakat nelayan.

Di tempat yang sama, salah seorang pengunjung asal Bandung, Risma (32) mengaku ia baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ini.

Menurutnya, acara hajat laut ini  memiliki nilai budaya yang tinggi dan tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Pangandaran.

“Tradisi ini tentu tidak ada di setiap tempat sehingga sangat menarik sebagai suguhan budaya dan kesenian daerah," kata Risma.(27/06/25)

Ia juga mengaku kagum dengan penampilan sosok perempuan yang berperan menjadi Ratu Roro Kidul, sebagai simbol penguasa laut selatan.

“Selama ini saya hanya mendengar atau membaca dari sejumlah literasi tentang sosok Ratu Roro Kidul ini, benar-benar penampilan yang unik serta menjadi daya tarik seluruh dari seluruh rangkain acara hajat laut ini," ungkapnya.

Sementar Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pariwista dan Kebudayaan Kabupaten Pangandara, Sugeng Yudistira, berharap kegiatan hajat laut yang sudah lama dan rutin dilaksanakan tiap tahun ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Menurutnya, hajat laut ini sudah menjadi kelender salah satu kegiatan budaya di Kabupaten Pangandaran yang rutin digelar setahun sekali.

"Sekali lagi saya berharap, acara hajat laut ini mudah-mudahan bisa mengkatrol kunjungan wisatawan ke Pangandaran," ucapnya. (hiek)


 

Keluhkan Kondisi Jalan Rusak, Warga Desa Pametingan Tagih Janji Ke Bupati Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masyarakat Desa Pametingan Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan jalan yang ada di desanya rusak dan tak kunjung diperbaiki, kondisi ini tentu sangat mengecewakan seluruh warga.

Dari pemantaun PNews di lapangan, memang jalan tersebut hampir sudah tidak beraspal lagi bahkan membentuk kubangan-kubangan air saat musim hujan.

Menurut salah seorang warga, Kurnia (42), sudah 10 tahun jalan menuju Desa Pametingan dibiarkan rusak dan belum pernah tersentuh perbaikan.

Kurnia mengatakan, ia dan warga lainnya pun menagih janji kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang baru dilantik agar bisa merealisasikan janji  waktu kampanye beberapa waktu lalu.

“Kami tidak butuh janji, kami hanya ingin pembangunan jalan yang adil dan merata,” tegas kurnia.(25/06/25)

Ia menambahkan, jalan tersebut menghubungkan Desa Pametingan ke Desa Sukahurip ini meruakan jalur vital untuk mengangkut hasil pertanian terutama pemgakut kayu.

“Jalan ini bis dikatakan merupakan urat nadi aktivitas masyarakat, kalau jalannya seperti ini distribusi hasil pertanian kami sangat terganggu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan sekdes Pametingan, saat ini pihaknya berharap jalan tersebut bisa segera diperbaiki. 

Ia juga mengaku kasihan melihat anak-anak yang akan pergi ke sekolah harus ekstra hati-hati, pasalnya tidak jarang karena kondisi jalan yang rusak ini jadi penyebab kecelakaan.

“Semoga dengan dilantikny bupati dan wakil Tasikmalaya yang baru, jalan di desa kami bisa jadi perhatian Pemkab Tasik," ucapnya. (anwarwaluyo)

Anggarannya Dialihkan Ke Cikarang, Perbaikan Terminal Tipe B Pangandaran Gagal Dilaksanakan Tahun Ini

PANGANDARANNEWS.COM - Revitalisasi terminal Tipe B Kabupaten Pangandaran yang semula direncanakan akan dilaksanakan tahun ini, harus ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Padahal sebelumnya perbaikan terminal ini direncanan akan dilaksanakan pada bulan Mei 2025, namun rencana tersebut ternyata dibatalkan.

Seperti disampaikan Kepala Terminal Tipe B Pangandaran Koni, alasan dibatalkannya revitalisasi tersebut karena anggaranya oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dialihkan untuk pembangunan terminal Cikarang.

"Seperti diketahui pembangunan terminal Cikarang ini belum selesai, anggaran untuk revitalisai terminal Pangandaran ini dialihkan dulu kesana," terang Koni. (25/06/25).

Selain itu, masalah anggran yang dialihkan, kata Koni, ternyata ada beberapa perizinan untuk revitalisasi terminal Pangandaran yang belum selesai.

"Seperti amdal lalin dan ijin lainnya," imbuhnya.

Koni juga mengaku, hingga saat ini pihaknya juga belum bisa memastikan apakah pembangunan terminal Pangandaran ini jadi dilakukan pada tahun 2026 atau tidak.

Dan ia juga belum bisa menyebutkan estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun atau merevitalisasi Terminal Pangandaran ini, hanya  sebelumnya mendapat info kalau anggaran untuk terminal Pangandaran ini dipangkas hingga 50 persen

"Padahal sebelumnya kami sudah menyiapkan lahan untuk relokasi kios yang berada di dalam terminal," pungkasnya.(hiek)

Pemdes Setiawaras Penuhi Keinginan Warga, DD Tahun Ini Bangun Gedung Serbaguna

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya tahun ini melanjutkan pembangunan gedung serbaguna, pasalnya warga sangat antusias ingin mewujudkan serta memiliki gedung ini.

Kepala Desa Setiawaras Asep Gunawan saat wawancara dengan Pangandaran News beberapa waktu lalu mengatakan, dalam proses pembangunan gedung tersebut Pemdes Setiawaras melibatkan pihak ketiga.

Masyarakat pun, kata Asep, pembangunan gedung ini sepenuhnya berasal dari dana desa (DD) tahap pertama tahun 2025 dan diharapkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat memberikan dukungan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang ada Desa Setiawaras.

Asep mengatakan, rencananya pekerjaan pembangunan gedung serba guna selesai tahun 6, dan ditargetkan dalam dua bulan ke depan pekerjaan pembangunan gedung ini dapat selesai hingga 70 persen.

Namun Asep juga sangat berharap Pemkab Kabupaten Tasikmalaya bisa membantu dalam penyelesaian infaktutur jalan, seperti disampaikan pada waktu kampanye dulu visi dan misi bupati-wakil.

Asep Gunawan
Ia juga berharap perhatian pemerintah daerah untuk perbaikan infrastruktur, karena jalan yang ada di Desa Setiawara saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

"Dengan total panjang jalan desa mencapai 35 kilometer, dan sekitar 85% dalam kondisi rusak berat," terang Asep.(18/06/25)

Salah satu ruas terparah, ujar Asep, jalan sepanjang 4,8 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Cibalong, Cikatomas, dan Karangnunggal. Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat dalam mengangkut hasil bumi, khususnya dari wilayah Kertawana.

Dengan keterbatasan Dana Desa maupun bantuan dari provinsi, ia mengaku, tidak mungkin bisa membangun seluruh ruas jalan itu.

"Kami berharap di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang baru, pembangunan infrastruktur terutama jalan poros desa dan jalan kabupaten segera bisa diakomodir,” ucapnya. (anwarwaluyo)

Ketua DPRD Pangandaran, Saat Ini Pemerintah Harus Melakukan Efesiensi Secara Ekstreem

Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM - Efesiensi menjadi salah satu langkah yang paling tepat untuk dilakukan dalam kondisi saat ini, dan hal tersebut harus dilakukan secara ekstrem.

Demikian disampaikan Ketua  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, saat diminta tanggapannya terkait kondisi keuangan saat ini di Pangandaran.

"Kalau bisa harus puasa, masa kalah sama kepompong kalau mau jadi kupu-kupu harus puasa dulu," ungkapnya, pada sejumlah awak media di gedung DPRD.(18/06/25)

Menurutnya, DPRD Pangandaran mendorong pengetatan fiskal dalam  Kondisi keuangan Pangandaran saat ini.

Ia menambahkan, Pangandaran pernah merasakan kejayaan pasca pemekaran dan saat ini kondisinya sedang kurang baik.

"Jadi tidak ada salahnya kalu sekarang kita puasa dulu," imbuhnya.

Pembangunan-pembangunan yang monumental memang harus dihentikan dulu, dan untuk saat ini, kata Asep, lebih baik mengutamakan pembangunan yang mengarah pada produktifitas.

Bahkan ia juga menyarankan, lebih baik lakukan perawatan saja, seperti perawatan jalan menuju objek wisata.

Ia mencontohkan, jalan-jalan yang menuju obyek wwisat ke Batuhiu, karangtirta, sudah harus mendapat perbaikan pasalnya disana banyak alat berat yang lewat untuk pembangunan.

"Muatan mobil tersebut melebihi tonase, menyebabkan jalan cepat rusak," katanya.

Kata dia,  pembangunan yang ringan namun memberikan dampak serta manfaat bagi masyarakat dan jadi pemasukan bagi Pemkab Pangandaran.

Menurutnya, di DPRD melakukan efesiensi dengan tidak membeli mobil dinas juga untuk tahun 2026 pun mungkin tidak akan beli mobil dinas baru karena mau tidak mau penggunaan anggaran harus seefseien mungkin. Termasuk perjalanan dinas juga dipangkas," jelasnya.

"Saya juga mengimbau Pemkab Pangandaran agar segera membuat strategi pengelolaan keuangan peremester, dan harus ada progres pelunasan utang," tegasnya.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN