Sebuah Kebanggaan Pemdes Dan Masyarakat, Desa Gunungsari Masuk Nominasi Terbaik 1 se-Kab. Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebuah kebanggaan dan raya syukur saat ini dirasakan masyarakat dan Pemerintah Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas, karena raihan prestasi menjadi nominasi 1 desa terbaik di tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Saat dijumpai PNews di ruang kerjanya, Kepala Desa Gunungsari Irfan adri Nugrah menyampaikan, pihaknya harus siap siaga karena tidak menutup kemungkinan Desa Gunungsari akan menjadi desa kunjungan Study Tiru dari desa lain karena banyak hal yang bisa dipelajari.

"Kami sendiri kedepannya tentu  akan terus berusaha untuk meningkatakan serta mempertahankan apa yang sudah diperoleh serta memberikan yang terbaik selama ini," ungkap Irfan.(26/08/24)

Ia juga menyebut, hal ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pada Pemerintahan di Desa sesuai dengan tupoksi masing-masing serta memotivasi agar lebih profesional dan juga berinovasi di dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Dari 9 desa, Gunungsari berhasil meraih peringkat pertama," ucapnya.

Keberhasilan ini tentunya karena dukungan semua elemen yang ikut serta mensukseskan kegiatan ini. Dan untuk itu atas nama Pemerintah Desa Gunung sari, Irfan pun mengucapakan terimakasih atas segala perjuangan yang telah dilakukan selama ini. 

"Mudah-mudahan Pemdes Gunungsari bisa tetap memberikan yang terbaik dari yang terbaik," imbuhnya.(anwarwaluyo)


 

Masuk Tahapan Pendaftaran, Tidak Ada Paslon Bupati-Wakil Bupati Pangandaran Daptar Di Hari Pertama ?

PANGANDARANNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran hari ini melakukan gladi bersih untuk persiapan dimulainya tahapan pendaptaran pasangan calon UI (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, bertempat di Kantor KPU Pangandaran di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(26/08/24)

Dalam konfrensi pers, Ketua KPU Muhtadin yang didampingi Kabag Ops Polres Pangandaran, Personil Kodim 0625/Pangandaran dan Pemda Kabupaten Pangandaran yang diwakili Satpol PP dan Dinas Perhubungan, menyampaikan, semua persiapan untuk pendaptaran paslon ini sudah dikoordinasikan dengan semua stake holder.

Muhtadin mengatakan, semua persiapan dari mulai kedatangan paslon hingga penerimaan berkas pencalonan yang akan diserahkan paslon, semuanya sudah terjadwal dan terkondisikan.

Ia menjelaskan, untuk penyerahan berkas pencalonan yang diperbolehkan masuk ruangan antara lain, paslon, dua orang tim, ketua partai pengusung, sekitar 10-12 orang saja.

"Sementara rombongan pengiring lainnya dipersilahkan duduk di luar ruangan yang sudah kami sediakan," ucapnya.

Ia memastikan paslon harus memberitahu KPU satu hari menjelang pendaftaran, dan ini dimaksudkan agar KPU bisa melakukan persiapan-persiapan.

"Karena paslon ini akan kami sambut dengan upacara adat dan lainnya," ungkapnya.

Disoal apakah dipastikan besok hari sudah ada paslon yang mendaftar, ia mengaku belum bisa memastikannya karena hingga gladi bersih ini usai digelar belum ada satu paslon pun yang menghubungi KPU.

"Tapi walau pun demikian intinya KPU sudah siap menerima pendaftaran paslon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran mulai tanggal 27 besok hingga tanggal 29 Agustus mendatang," tegasnya.(hiek)

Tingkatkan Kecintaan Pada Bahasa Daerah, Lingkup Pendidikan Cikatomas Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

Andi Suhandi,SPd
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Lingkup pendidikan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasimalaya menggelar Festival  Tunas Bahasa Ibu yang digelar sekitar satu bulan, festival ini telah menjadi tonggak utama dalam memperingati keberagaman bahasa dan budaya melalui beragam lomba mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Sunda khusus dalam Fashion Show Busana Nusantara.

Seperti disampaikan Guru pembina siswa, Andi Suhandi SPd,
kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata namun juga menjadi wadah ekspresi bagi kecintaan akan bahasa dan budaya bagi setiap peserta.

"Seperti lomba pidato, cipta baca puisi, MC, storytelling, speech dan sesorah telah menghadirkan bakat-bakat luar biasa yang memukau," ucap Andi.(26/08/24)

Tidak hanya sekadar kontes, menurutnya, Festival Bulan Bahasa ini juga merangkul perayaan atas kemajuan literasi di sekolah karena peserta tidak hanya menunjukkan kecakapan mereka dalam berbahasa tetapi juga menggambarkan keindahan dan keberagaman budaya melalui penampilan.

Andi mengatakan, acara ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya kolektif dalam memperjuangkan literasi dan keberagaman budaya melalui dukungan semua pihak, baik peserta, panitia, maupun sponsor.

"Kita telah berhasil mempersembahkan acara yang tak terlupakan ini," imbuhnya.

Andi mengaku sangat percaya, semangat dan antusiasme dari festival ini akan terus membara dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

"Terima kasih kepada semua yang telah turut serta mulai dari peserta hingga para pengisi acara, atas dedikasi dan semangat luar biasa yang telah mereka persembahkan dalam acara ini," ungkapnya.

Ia juga berharap, ke depan bisa lebih baik lagi dan mudah-mudahan di tahun depan bisa memberangkatkan semua peserta untuk mewakili tingkat kecamatan melaju ke tingkat kabupaten dengan hasil prestasi terbaik.

Andi juga mendorong agar anak-anak lebih giat dan lebih berkreasi lagi untuk melakukan inovasi-inovasi agar siswa-siswa atau peserta didik lebih kreatif meningkat lagi bahasa sunda, dan orang sunda harus cinta terhadap bahasanya sendiri.

"Mudah-mudahan kita menang di tingkat kabupaten dan melaju ke tingkat provinsi, kami juga akan mencoba bersinergi atau juga kolaborasi dengan para ahli-ahli tertentu untuk lebih meningkatkan prestasi anak," katanya.

Terpisah, saat diminta komentarnya Ketua K3S  Cikatomas menyampaikan, agar para siswa yang ada di Kecamatan Cikatomas bisa terus tingkatkan prestasi.
(anwarwaluyo)

MK Rubah Syarat Pencalonan Kepala Daerah, 5 Partai di Kabupaten Pangandaran Berpeluang Usung Calon Bupati

PANGANDARANNEWS.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) telah merubah syarat pencalonan kepala daerah baik gubernur atau pun Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2024, ditanggapi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin, terkait putusan MK  perubahan pada pasal 40 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada yang didalamnya terkait persyaratan pencalonan, tentu KPU Pangandaran selanjutnya akan mengikuti arahan dari KPU RI.

Kata Muhtadin, pihaknya akan berpedoman pada keputusan MK tersebut, berkenaan dengan pesrsyaratan pencalonan dan syarat dukungan partai politk.

"Saat ini kami masih menunggu surat dinas atau surat keputusan dari KPU RI terkati petunjuk teknis dari perubahan tersebut," ungkap Muhatdin, usai mengikuti acara Media Gathering Sinergi Jurnalis Dalam Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Bupati di Jawa Barat, bertempat di kawasan Wisata Body Rafting Citumang.(23/08/24)

Dengan keputusan MK ini, kata Muhtadi, Kabupaten Pangandaran yang memliki Daftar Pemilih Tetap antara 250 sampai dengan 500 ribu, sarat minimlah dukungan untuk calon bupati dan wakil bupati adalah 8,5 persen yang diambil dari data suara pemilu terakhir.

Sehingga, menurutnya  bagi partai yang memiliki suara minimal 8,5 persen atau memiliki minimal 4 kursi di DPRD, bisa mengusung pasangan calonnya  sendiri.

Sementara seperti diketahui, raihan kursi di DPRD  Kabupaten Pangandaran hasil perolehan Pemilu lalu, diantaranya PDI Perjuangan sebanyak 16 kursi, Golkar 5 kursi, Gerindra 5 kursi, PKB 5 kursi, PAN 4 Kursi, PKS 3 kursi dan PPP 2 kursi.

"Itu arti ada lima partai yang bisa mengusung pasangan calonya sendiri, antata lain PDI Perjuangan, Partai Golkar, Gerindra, PKB dan PAN," terangnya.(hiek)

Warga Rt 04/03 Sindangwangi Meriahkan HUT RI Ke 79 Dengan Berbagai Lomba

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Berbagai perlombaan digelar saat acara puncak HUT RI ke 79 di RT 04/03 Sindangwangi Kelurahan Sukamaju Kidul Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, seluruh warga mengikuti seluruh kegiatan dengan antusias.

Tak hanya anak-anak, perlombaan yang dimulai sejak tanggal 17 dan berahir tanggal 21 Agustus ini pun diikuti emak-emak hingga suasana pun benar-benar meriah.

Di depan warga yang hadir, Ketus Rt 04 Daud menyampaikan terimakasih karena seluruh rangkaian acara bisa berjalan lancar dan meriah.

"Atas nama warga saya juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga Haji Upeh yang telah memberikan materi dan tempat yang di msediakan untuk berjalan mnya acara ini," kata Daud.(20/08/24) *anwarwaluyo*

Festival Bahasa Ibu Di Lingkup Pendidikan Karangnunggal Jadi Ajang Pelestarian Budaya Daerah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kegiatan Festival Tunas Bahasa ibu bisa menjadi

langkah inspiratif bagi pendidikan dan pembelajaran bahasa di Jawa Barat untuk menuju tingkat lebih baik, terlebih bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang dikuasai dan dipahami oleh seseorang saat dirinya pertama kali mengenal bahasa serta belajar bicara sejak lahir yang berkembang melalui interaksi dengan sesama anggota keluarga ataupun masyarakat di lingkungannya.

Demikian disampaikan Ketua Paguyuban Seni Budaya Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yuyu,  saat memberikan keterangan dalam pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu jenjang SD bertempat di Aulia kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Karangnunggal.(20/08/24)

Kegiatan ini, kata Yuyu, diharapkan mampu mengedukasi generasi muda dan masyarakat umum bahwa berbahasa daerah sangat bagus dan mudah dimengerti.

"Bahasa yang dipahami dan diucapkan pertama kali oleh seseorang, itulah yang menjadi bahasa ibu orang tersebut," terang Yuyu.

Dan tentu maksud kegiatan ini, menurutnya, selain memiliki bibit-bibit yang akan melestarikan bahasa daerah juga akan bisa memberikan contoh bahwa dengan berbahasa daerah itu tidak kampungan tapi justru lebih keren sehingga anak-anak muda itu akan melihat ternyata dengan berbahasa ibu pun bisa berprestasi.

Yuyu mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menggali dan merawat kecintaan terhadap bahasa ibu sebagai warisan budaya yang sangat berharga, sekaligus memupuk rasa bangga akan keberagaman bahasa yang ada di tanah air.

Selain itu, imbuhnya, festival ini juga bukan sekadar ajang perlombaan bagi jenjang anak-anak melainkan peluang untuk mengasah keterampilan berbahasa, kreativitas, dan daya imajinasi.

"Saya yakin setiap peserta telah menunjukkan kesungguhan dan kerja keras yang luar biasa dalam mempersiapkan diri untuk tampil hari ini," ujar yuyu.

Sementara Ketua K3S Kecamatan Karangnunggal, Eli Romli s.PD menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari revitalisasi bahasa daerah yang sudah dilakukan sejak semester awal pembelajaran di sekolah dengan materi-materi yang bisa dipilih oleh para siswa mulai dari mendongeng, sajak, hingga ngabodor (stand up comedy khas sunda) dan lainnya.

"Mereka ini adalah para pilihan yang akan maju ke tingkat  kabupaten, maka sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang sudah berprestasi kita adakan festival tingkat provinsi ini," kata Eli.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan membumikannya bahasa daerah agar tetap eksis yang dapat dilakukan di tiga lingkungan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Eli berharap, siswa-siswi yang ikut lomba tingkat di kecamatan ini bisa ikut ke tingkat kabupaten.

Kegiatan Festival Bahasa Ibu tahun ini, ucap Eli, diikuti 54 sekolah dasar untuk 14 mata lomba dari mulai tembang pupuh, baca dan lainnya.

"Saya berharap dari kegiatan ini akan memenangkan sampai ketika provinsi minimal dua mata lomba," ungkapnya.(anwarwaluyo)

Kereta Api Banjar-Cijulang Akan Diaktifkan Kembali ? Ini Penjelasan Sekretaris Bappeda Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran saat ini sedang mengusulkan reaktivasi jalur Kerata Api (KA) Banjar-Cijulang yang telah lama mati, hal tersebut digagas bersama Organda Jabar, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar difasilitasi Grand Pangandaran.

Seperti disampaikan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran Asep Suhendar, pengusulan kembali reaktivasi jalur tersebut pembahasannya sudah masuk lingkup Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jawa Barat (Jabar).

Asep mengatakan, reaktivasi KA Banjar-Pangandaran itu sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Pepres) 87 Tentang Pembangunan Jabar Selatan.

Pada rapat terakhir dengan Sekda Jabar beberapa waktu yang lalu, kata Asep, sempat melakukan pembahasan, namun yang dilakukan baru soal reaktivitas KA  Bandung ke Ciwidey.

"Tetapi, KA Banjar-Pangandaran tidak termasuk dalam pembahasan," ungkap Asep.(18/08/24)

Mendengar tidak masuk pembahasan, imbuhnya, Pemkab Pangandaran pun kembali melakukan usulan agar reaktivitasi KA Banjar-Pangandaran dibahas dan dikaji ulang dan hasilnya Pemprov Jabar kembali mendukung pengaktifan jalur tersebut.

"Saat ini akan kembali dikaji," jelasnya.

Asep menjelaskan, saat ini Pemprov Jabar sudah bersurat ke pemerintah pusat, diantarnya ke Kementerian Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembagunan Nasional (Bapenas) dan rencananya akan ada kajian lagi untuk tim ahli reaktivasi.

Asep berharap bahasan ini masuk ke RPJMN tahun 2026, karena untuk RPJMN 2025 sudah berjalan sehingga kemungkinan akan review paling cepat di tahun 2026.

"Amdal dan DED 2027 dan rencananya Insya Allah tahun 2028 bagian kontruksi pembangunan," ucapnya.

Asep pun menyampaikan, Pangandaran sudah menetapkan pariwisata sebagai sektor lokomotif dalam pembangunan dan sektor sektor lainnya sebagai gerbongnya. Untuk itu maka ada empat komponen kepariwisataan menjadi hal yang mutlak untuk senantiasa ditingkatkan, diantranya A
Attraction (daya tarik wisata), Amenities (Fasilitas), Accessibility (Aksesibilitas) dan
Ancillary (Kelembagaan).

"Permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata di Pangandaran saat ini adalah Aksesibilitas," terangnya.

Menurutnya, rencanannya apabila jalur tersebut sudah aktif, maka nantinya pihak Pemkab akan membuat harga tiket kereta spesial. Bahkan, harga tiket wisata pun akan disatukan dengan tiket kereta.

"Mudah-mudahan dapat tercapai hingga nantinya aksesibilitas masuk ke Pangandaran banyak pilihan," katanya.

Sementara salah seorang warga Sumini (56) menuturkan, jalur kereta api menuju Pangandaran memiliki kenangan tersendiri.(hiek)

Peringati Hari Kemerdekaan Ke 79, Pemdes Sarimanggu Gelar Tasyakuran

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Salah satu wujud ungkapan rasa syukur dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Pemerintah Desa sarimanggu Kecamatan  Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan tasyakuran bertempat di aula desa.(17/08/24)

Selain dihadiri Kepala Desa Sarimanggu Indra Nuryana dan perangkat desa lainnya, acara tersebut juga dihadiri Camat Karangnunggal Agus Sutisna, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Warga sekitar.

Di depan undangan yang hadir, Kepala Desa Sarimanggu Indra Nuryana dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Alloh Tuhan Yang Maha Kuasa karena tanpa kemerdekaan yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno - Hatta tidak akan pernah bisa merasakan kemerdekaan seperti sekarang ini.

Ia berharap acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ini jangan dipandang sebagai kegiatan seremonial, rutinitas dan kewajiban belaka, sehingga seolah hadir tanpa tanpa makna. 

"Akan tetapi hendaknya dipandang sebagai moment penting dan sangat menentukan bagi perjalanan hidup bangsa Indonesia," kata Indra.

Selain itu, imbuhnya, moment ini menjadi wahana introspeksi dan retrospeksi atas apa yang telah dicapai di masa-masa kemerdekaan.

Sementara Camat Karangnunggal Agus Sutisna mengungkapkan, sudah menjadi tradisi setiap tahun saat malam 17 Agustus diadakan tasyakuran, dan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. 

“Saya berharap peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ini bisa menjadi moment penting untuk perjalanan hidup bangsa Indonesia," ungkapnya (anwarwaluyo)


Untuk Pilkada Kabupaten Pangandaran 2024, KPU Tetapkan DPS Sebanyak 335.164 Pemilih

PANGANDARANNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menetapkan Daftar Pemilihan Sementara (DPS) sebanyak 335.164 pemilih pada pilkada serentak tahun 2024, dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 166.923 dan pemilih perempuan sebanyak 168.241.

Seperti disampaikan Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin data DPD ini lebih banyak dibandingkan data pemilu 2024 kemarin.

"Ada peningkatan sekitar dua ribuan pemilih," ungkap Muhtadin kepada sejumlah wartawan usai acara rapat pleno pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPS, bertempat di hotel Horison Pangandaran. (11/8/24).

Untuk tahap selanjutnya, katanya, KPU akan melakukan proses pemutahiran ulang atau perbaikan atau proses tanggapan dari masyarakat.

Jadi, imbuhnya, DPS ini selanjutnya akan kita umumkan untuk memperoleh tanggapan dari masyarakat, hal ini untuk menyisir masyarakat yang belum tercatat dalam DPS atau Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Selian itu, Muhtadin juga menyebut, hal tersebut untuk mengantisipasi jika ada masyarakat yang telah di tetapkan dalam DPT namun ternyata dinyatakan tidak memenuhi syarat.

"Misalnya, karena sudah pindah almat atau akan berpindah ketempat lain, maka kita akan rekap dalam DPS pemutahiran hasil perbaikan," jelasnya. (hiek)

Ketua KPU Pangandaran Sebut, Calon Bupati dan Wakil Bupati Harus Lampirkan RPJMD

Muhtadin
PANGANDARANNEWS.COM – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, Muhtadin menekankan agar para calon bupati dan wakil bupati yang akan maju pada Pilkada serentak Pangandaran 2024, diharuskan melampirkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD).

Dan terkait hal ini, kata Muhtadin, pihaknya sudah memberikan baik informasi, edukasi atau pun menyosialisasikan kepada partai politik pengusung pasangan calon.

Tujuannya, menurut Muhtadin, agar dalam memuat atau membuat visi misi program pasangan calon sejalan dengan  RPJMD Kabupaten Pangandaran yang telah ditetapkan yang telah berlandaskan Peraturan Daerah (Perda).

“Dan memang terkait ini kami diperintahkan KPU RI untuk menyampaikan hal tersebut," akuya.(10/08/24)

Ia juga mengatakan, KPU sudah mengundang Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran agar nanti  menyampaikan dokumen RPJMD tersebut kepada para calon.

Disoal jika ada bakal calon bupati atau wakil bupati yang sekarang menjabat pimpinan atau anggota DPRD, Muhtadin menegaskan, calon tersebut harus mengundurkan diri DPRD.

"Dan untuk mekanisme pemberhentiannya akan ditetapkan sejak maksimal sampai yang bersangkutan ditetapkan calon bupati atau wakil bupati pada tanggal 22 September 2024," ucapnya.(hiek). 




Khususnya Untuk Aksesibilitas, RPJPD Pangandaran Harus Selaras dengan Daerah Lain

Asep Noordin HMM
PANGANDARANNEWS.COM -Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD) sejatinya harus menjadi acuan dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, dan RPJPD ini juga harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Provinsi Jawa Barat dan RPJM pusat.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin HMM terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 yang telah ditetapkan.

Selain itu, imbuhnya, yang terpenting RPJPD ini harus selaras dengan RPJPD kota dan kabupaten tetangga karena ada beberapa yang harus dibahas terutama soal pembangunan infrastruktur jalan, sehingga percepatan ekonomi lintas daerah ini akan terwujud.

"RPJPD ini akan samgat bermanfaat sekali jika dikomunikasikan dengan baik bersama KabupatenTasik, Ciamis, Kota Banjar Kabupaten Cilacap Jawa Tengah," ungkap Asep.(09/08/24)

Asep mengatakan, pada programnya di masing-masing daerah ini diharapkan akan saling mendukung minimal dalam infrastruktur atau dalam hal aksesbilitas.

Asep juga mengatakan,  jika RPJPD Kabupaten Pangandaran selaras dengan daerah tetangganya maka kota-kabupaten yang ada di daerah ujung pun bisa menjadi daerah muka atau gerbang menuju daerah yang berbatasan langsung.

Pada Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Riparda) juga, menurut nya, harus diselaraskan dengan RPJPD.

"Dan rencana ini tentunya hingga tahun 2045 mendatang," jelasnya.(hiek)

Pemdes Cimanuk Gelar Sejumlah Lomba Meriahkan HUT RI Ke 79

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79, masyarakat  Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya Lomba Voli.

Voli merupakan lomba wajib dalam memeriahkan acara HUT RI. Begitu pula di Desa Cimanuk KEC Cibalong,Khususnya masyarakat terlibat dalam perlombaan Voli yang dilaksanakan mulai tanggal 10agustus 2024.

Saat dihubungi lewat teleponnya, Kepala Desa Cimanuk Anhar Haerudin menyampaikan, tujuan dari perlombaan ini selain untuk memperingati HUT RI ke-79 juga merupakan wujud nyata keikutsertaan seluruh elemen masyarakat dalam menjunjung nilai-nilai kemerdekaan sekaligus membangun solidaritas dan semangat baru masyrakat desa.

“Dan ternya antusias seluruh pemain lomba voli ini sangat besar baik tua, muda dan ibu ibu, mereka berteriakan dan bersorak penuh semangat dan kegembiraan,” ucap Anhar.(09/08-24)

Kegiatan ini sendiri menurut Anhar, mengajarkan tentang gotong royong dan kebersamaan warga khususnya dalam memperingati Hari Kemerdekaan dengan melakukan berbagai kegiatan yang meriah, salah satunya adalah lomba 17 agustusan yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya.

Anhar mengatakan, ada berbagai jenis kegiatan lomba telah di persiapkan oleh pantia, diantaranya Bola voly, Sepakbola, tarik tambang, memindahkan cup gelas dengan balon, lomba estafet sarung beregu dan lomba lempar air beregu. 

“Rangkaian lomba ini ini dilaksanakan untuk melatih kerja sama dan kekompakan antar staf desa , serta menumbuhkan semangat kemerdekaan dan juga kebersamaan khususnya keluarga besar Desa Cimanuk,”ujarnya.(anwarwaluyo)


3 Periode, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Mengaku Tidak Menerima Dana Aspirasi

PANGANDARANNEWS.COM - Sejak tahun 2014 silam,  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran tidak pernah mendapat dana aspirasi atau Pokok-Pokok Pikiran (Pokir).

Seperti disampaikan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PKB Jalaludin, selama menjadi anggota DPRD selama 3 periode ia mengaku idak pernah mendapat dana aspirasi.

Padahal kata Jalal, biasa ia dipanggil, dana aspirasi atau pokir ini ketentuannya ada di Undang-Undang  yakni 10 persen dari kegiatan fisik, dan semua kebijakan terkait dana aspirasi dan pokir ini tergantung kepal daerah sebagai eksekutor pengguna anggaran.

"Kami berharap untuk kedepanya mudah-mudahan saja ada," ungkapnya.(08/08).

Ia menambahkan, tidak adanya dana aspirasi ini bukan karena tidak ada program atau anggaran, tapi hal ini karena dipenharuhi kekuatan birokrasi yang berimbas pada tata kelola kenegaraan.

"Artinya, kedepan dana aspirasi ini ada karena bukan imbas dari kondisi keuangan  tapi diatur oleh Undang-Undang," tegasnya..

Jalal menjelaskan, untuk gaji kotor Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran tahun 2019-2024 bisa mencapai Rp 22 juta, padaahal kalau di daerah lain  nilai satu tunjangannya saja bisa melebihi gaji.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran dari fraksi Golkar M Taufiq menambahkan, dana aspirasi ini sangat penting pasalnya masing-masing anggopta DPRD ini  memiliki konstituen dan daerah binaan sendiri, dan saat reseskan diberikan bantuan keuangan untuk pengecoran jalan atau  ain-lain.

“Saya berharap dana aspirasi ini diupayakan harus ada, karena ini juga untuk menunjang kinerja kita salah satunya saat bertemu masyarakat langsung,” ucapnya.(hiek)


Ini Besar Anggaran Pakaian Dinas 40 Anggota DPRD Pangandaran, Total Rp 371

PANGANDARANNEWS.COM - Pemda Kabupaten Pangandaran menyiapkan pakaian dinas baru untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih periode 2024 – 2029 dengan total anggaran yang cukup besar, sebesar Rp 371.445.396 yang bersumber dari APBD Pangandaran 2024.

Besarnya anggaran ini jika dibagi 40 anggota DPRD Kabupaten Pangandaran terpilih, masing-masing mendapatkan anggaran senilai Rp. 9.286.134 per anggoita DPRD.

Dari informasi yang didapat, pakaian dinas DPRD yang akan dibelanjakan diantaranya untuk  PSH,  PDH, PSR, pakaian khusus hari- hari tertentu (Pakaian Adat) dan pakaian Dinas Setwan.

Sekretaris DPRD Kabupaten Pangandaran, Heri Gustari membenarkan 40 anggota DPRD Kabupaten Pangandaran akan mendapatkan pakaian dinas tersebut pada bulan Agustus 2024 nanti. Denagn rincian satu anggota DPRD masing-masing akan mendapatkan 5 jenis pakaian dinas untuk digunakan selama menjabat. 

"Lima jenis yang akan dibuat. Nilainya sekitar Rp 371 juta untuk 40 orang," ujar Heri dihubungi wartawan melalui WhatsApp tidak lama ini. (25/7)

Sementara untuk teknis waktu pembuatan pakaian dinas tersebut, kata Heri, hal ini sudah ada bidang yang mengaturnya, di bidang teknis. (hiek)




 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN