Akibat Banyak Diburu Benihnya, Hasil Tangkapan Lobster Siap Konsumsi Di Pangandaran Menurun Drastis


PANGANDARANNEWS.COM
- Penangkapan Baby Lobster (benih udang lobster) yang dilakukan para nalayan di Kabupaten Pangandaran dianggap menjadi salah satu penyebab kelangkaan udang lobster, karena jenis udang yang selalu dicari para penikmat kuliner sea food kini mulai sulit ditemui di perairan Pangandaran.

Meski harga jual udang jenis ini terbilang mahal, namun sebagian nelayan di Pangandaran memilih menangkap benihnya walau herga jualnya relatif murah jika dibandingkan dengan lobster ukuran siap saji.

Menurut Pelaksana Harian Kabid Perikanan Tangkap  Dinas Kelautan Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran Mega Merdiana, hasil tangkapan lobster siap konsusmi setiap tahunnya mengalami penurunan, terhitung sejak 5 tahun terakhir ini.

"Pada tahun 2017 hasil tangkapan lobster dewasa siap konsumsi sebanyak 4,6 ton dalam setahun, namun pada tahub 2021 tangkapan lobster hanya 1,6 ton saja," terang Mega.(25/08)

Mega menambahkan, di tahun 2022 tangkapan lobster memgalami menurun lagi menjadi 1,2 ton, kemudian pada bulan Juli 2023 hanya 52,79 Kilogran saja.

Udang lobster yang sudah bisa ditangkap dan dikonsumsi, kata Mega, seharusnya mempunyai berat 200 gram hingga 1 kilogram dengan harga jual antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta.

Menangkap baby lobster ini memamg lebih mudah dan tidak memerlukan biaya operasional yang besar, sehingga nelayan lebih memilih menangkap baby lobster walau harga jualnya sekitar Rp 3 ribu,  per ekornya.

Namun jika kondisi harga sedang bagus para pengepul baby lobster ini bisa mematok harga hingga Rp 15 ribu per ekor.

"Di Pangandaran sendiri saat ini belum ada pembudidaya lobster," imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang nelayan di pantai Batukaras Kecamatan Cijulang yang enggan ditulis identitasnya, ia membenarkan jika perburuan baby lobster hingga saat ini masih terus berlangsung.

"Apalagi jika tidak sedang musim ikan atau sedang langka," ucapnya.(hiek)

Duh! Sampah Menumpuk Di Kawasan Dadaha Tasik Ganggu Aktivitas Olahraga Warga


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Sudah hampir w mi belum diangkut petugas, selain menimbulkan aroma tak sedap sampah yang berserakan ini pun pemandangan di kawasan yang biasa digunakan warga untuk olahraga ini pune jadi mengurangi keindahan kota.

Seperti disampaikan warga Layungsari, Andi, menurutnya tumpukan sampah yang berserakan ini pun jelas mengganggu aktivitas olahraga masyarakat yang datang ke Dadaha.

"Padahal banyak warga yang sengaja datang kesini untuk jogging, namun jika kondisi Dadaha seperti ini jelas membuat tidak nyaman siapa pun yang datang kesini," kata Andi.(25/08)

Andi mengatakan, siapa pun yang punya kewenangan disini, baik itu dari Dinas Kebersihan Kota Tasik atau pihak UPTD Dadaha hendaknya sigap dan tak membiarkan sampah-sampah berserakan mengotori lingkungan di sekitar Dadaha ini.


Andi mengaku sering datang ke kawasan Dadaha ini saat akhir pekan untuk jogging atau sekedar jalan-jalan bersama keluarga. Namun jika kondisi Dadaha dibiarkan seperi ini, bukan tidak mungkin warga pun jadi segan berkunjung ke Dadaha yang sekarang sudah menjadi ruang publik ini.

"Saya berharap siapa pun yang punya kewenangan hendaknya sigap menyikapi kondisi ini, sebab kini selain menjadi tempat olahraga, Dadaha juga sekarang sudah menjadi ikon Kota Tasik," ucapnya.

Dari pantauan PNews di lokasi, memang benar tampak sampah berserakan di pinggir jalan, mulai dari sampah plastik hingga bekas kemasan minuman ringan.

Namun sayang saat hal ini akan dikonfirmasi, petugas UPTD Dadaha tidak ada di tempat.
(anwarwaluyo)

Dandim 0612/Tasikmalaya Hadir Dan Ikuti Kirab Merah Putih Bhayangkara Ke 77 Se-Priangan Timur


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Dandim 0612/Tsm Letkol INF Raden Henra sukmadjidibrata S.I.P pagi tadi  menghadiri Apel Kebangsaan dan Kirab Merah Putih Se-Priangan Timur dalam rangka HUT Bhayangkara Ke 77, bertempat di jalan Yudhanegara Kelurahan Yudhanegara Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.(25/08)

Bertindak sebagai penanggung jawab, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP SY.  Zainal Abidin, S.IK serta diikuti sekitar 10.000 anggota Polri, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.IK,.M.Si, M.M,
,Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Habib Luthfi), Putri Wapres (Hj. Siti Mamduhah), Pj Walikota Tasikmalaya Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E
,Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, S.H, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf  Henra Sukmadjidibrata, S.I.P,
,Danlanud Wiriadinata (Letkol Pnb Adi Putra Buana,S.H.,M.I.Pol
,Danwingdik 600/Kal  Wingdikkal diwakilli Kasiops Skadik 602 Wingdik 600/Kal Mayor Kal Swa Satrya Bhuwana, S.E, Danbrigif Raider 13/Galuh Kolonel Inf Jimmy T.P. Sitinjak, Kasubgar 0612/Tasikmalaya Mayor Adm Henky Dwi Yudha Prayoko, Dandim 0613/Ciamis diwakili Danramil1305/Cihaurbeuti Mayor Inf Miskan)
,Dandim 0625 Pangandaran Letkol Arm. Yusuf Andriyanto,
Dandim 0611/Garut Letkol Czi Dhanisworo S.Sos, Kapolres Kabuaten Tasikmalaya AKBP Suhardi Heri Haryanto S.IK M.M,
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, SH., S.I.K., .M.T, Kapolresta Banjar, AKBP Bayu Catur Prabowo, S.H., S.I.K., M.M., Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, SH, SIK, Komandan Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Kompol Iyus Ali Yusuf, S.H
,ketua PC NU Kab.Tasikmalaya Drs.KH.Atam mustam M.SI
,Mantan Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Ate Musodiq Bahrum, para pejabat TNI /Polri Se-Priangan Timur, para Tokoh Agama Se-Priangan Timur, para Tokoh Masyarakat Se- Priangan Timur dan Tamu undangan lainnya, sementara Tausiah Kebangsaan dipimpin Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Habib Luthfi.

Usai mengikuti kegiatan, Dandim 0612/Tsm Letkol INF Raden Henra sukmadjidibrata S.I.P kepada PNews menyampaikan, ia merasa bersyukur karena saat pelaksanaan kirab cuaca sangat cerah, dan ini  Rahmat Allah untuk kota tasikmalaya.

Kirab bendera ini menurutnya, untuk menunjukan bahwa dalam merah putih selalu tertanam harga diri, kehormatan dan jati diri bangsa.

"Kita  bangga menjadi orang Indonesia dan kita juga harus selalu membekali penerus kita dengan patriotisme dalam membangun bangsa ini," tegasnya.


Dandim mengatakan, saat ini Partai politik boleh banyak tetapi tetap merah putih harus menjadi movasi untuk kemajuan negara, karena ini merupakan tanggung jawab bersama salah satunya dengan kirab merah putih sebagai simbol perjuangkan dan keutuhan negara.

Kirab hari Bhayangkara ke 77 ini, kata Dandim, juga untuk meningkatkan jiwa nasionalisme khususnya di wilayah Priangan Timur atau lebih khusus di Kota Tasikmalaya.

"Sehingga diharapkan para generasi muda bisa lebih meningkatkan jiwa nasionalismenya, dan kirab ini juga bisa mewujudkan sinergitas TNI, Polri dan Masyarakat, "pungkasnya.

Untuk diketahui, route Kirab Merah Putih Bhayangkara ke 77 mulai dari Jl. Yuda Negara – Jl. R Ikik – Jl. Hz. Mutofa – Jl. Tentara Pelajar
– Jl. Dadaha – Finish Stadion Dadaha, dengan jarak tempuh 3.2 Km dalm durasi sekitar 40 M
menit yang dimulai sejak pukul 09.20. (anwarwaluyo)

Sukses Buka Usaha Percetakan, Andi Berobsesi Buka Lapangan Kerja


PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS
- Berawal dengan modal keinginan yang kuat, seorang pemuda lajang, Andi Pratama (20) asala Baregbeg Ciamis mencoba keburuntungan dengan membuka usaha percetakan yang beralamat di jalan raya Baregbeg Ciamis Kota.

Tahun 2019 saat awal membuka usahanya, Andi dengan dari uang jajan yang diterima orang tuanya mulai merintis sedikit demi sedikit usaha percetakannya.

"Saya masih ingat, saat itu awal pandemi covid," ungkapnya.(24/08)

Andi mengatakan, dorongan dan doa' kedua orang tuanya yang membuat usahanya semakin berkembang. Bahkan untuk pengbangan usahanya ini,  ia berencana akan membuka cabang di daerah lain.

Andi mengatakan, ayahnya hanya seorang pedagang asongan kerupuk di Bandung sementara ibunya hanya ibu rumahtangga biasa yang tak berpenghasilan, namun kondisi orang tuanya ini yang membuatnya bertekad untuk bisa sukses dengan usaha yang digelutinya sekarang.

"Alhamdulillah pada awal tahun 2023 lalu saya telah membuka cabang yang kedua," tuturnya.

Selain bisa membantu penghasilan keluarga, Andi juga berharap ke depan usahanya ini bisa menyediakan lapangan kerja untuk teman-temanya yang kebetulan belum mempunyai pekerjaan tetap.

"Menyediakan peluang seluas-luasnya lapangan pekerjaan bagi siapa saja yang membutuhkan, ini merupakan obsesi saya," ujarnya.
(anwarwaluyo)

Jaga Kebugaran Dan Eratkan Silaturahmi Seluruh Anggota, Kodim 0612/Tasikmalaya Laksanakan Gowes Bareng


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Untuk menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh, anggota Kodim 0612/Tasikmalaya melakukan berbagai upaya, salah satunya bersepeda bersama atau gowes bareng.

Seperti disampaikan Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf Raden Henra Sukmadjidibrata, S.I.P, gowes bareng ini dilakukan bersama Perwira Staf, seluruh Danramil dan seluruh anggota Kodim melaksanakan gowes bersama.


Selain untuk menjaga stamina agar tetap bugar saat bertugas, kegiatan bersepeda ini kata Dandim merupakan ajang untuk mempererat tali silaturahmi seluruh anggota.

"Olahraga bersepeda juga dapat meningkatkan fungsi organ tubuh, jika bersepeda dilakukan secara rutin juga dapat membakar kalori, lemak dalam tubuh serta menurunkan berat badan serta memperkuat otot-otot persendian serta dapat mengurangi stres dan depresi," ungkapnya.(24/08)

Ia juga berharap agar semuanya diberikan kesehatan dan  kebahagiaan, sehingga mampu melahirkan sebuah kinerja prima.

"Kegiatan olahraga seperti ini akan terus kami laksanakan agar terjalin kekompakan dan suasana kerja yang nyaman dan harmonis,” imbuhnya.(anwarwaluyo-udirustandi)

Diharapkan Bisa Lebih Semangat, Sejumlah Kader Posyandu Desa Mangunjaya Terima Insentif


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Pada acara pembinaan, sejumlah kader posyandu Desa Mangunjaya Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya menerima insentif.

Menurut Ketua PKK Desa Mangunjaya Ika Rostika, untuk kegiatan pembinaan ibu hamil pada hari yang akan datang yng akan dihadiri 90 kader dari 18 posyandu rencananya akan mendatangkan 3 orang pemateri dari Puskesmas Kecamatan Rajapolah.

"Kegiatan yang akan dtang sekligus untuk pembinaan stunting karena di Desa Mangunjaya mungkin ada sekitar 151 balita," ucap Ika.(22/08)

Sementara Sekretaris Desa Mangunjaya, Wawan berharap pembinaan ini bisa meningkatkan kapasitas kompetensinya dan kader, khususnya keahlian di bidang kesehatan bayi dan keluarga.

Dan dengan diberikannya insentif, kata Wawan, diharapkan bisa meningkatkan semangat kader untuk menjalankan tugas di lapangan.

"Walau pun insentif ini nilainya tak terlalu besar," kata Wawan.

(anwarwaluyo)

Kapolres Pangandaran Sebut Salah Satu Terduga Pelaku Kasus Narkoba, Pelaku Merupakan Pelajar


PANGANDARANNEWS.COM
- Dalam Pers by Rilis yang digelar di halaman Mapolres Pangandaran, Kapolres Pangandaran AKBP Imara Utama mengungkapkan, pihaknya berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran dan penjualan narkoba jenis sabu dan obat-obatan terlarang yang terjadi di wilayah hukum Polres Pangandaran.(22/08)

Menurut Kapolres saat yang didampingi Kasat Res Narkoba AKP Juntar Hutasoit mengatakan, penjualan dan pengguna narkoba jenis sabu dan obat-obatan terlarang jenis hexymer dan tramadol melibatkan empat tersangka pelaku yang saat ini sedang ditangani Sat Res Narkoba Polres Pangandaran salah satu pelaku merupakan pelajar SLTA.

Dari 4 kasus tersebut, kata Imara, terduga  penyalahgunaan narkoba dengan tersangka ARR (21) dan RM (31) secara ilegal menjual  sajian farmasi obat jenis Hexymer dan Tramadol sebanyak 182 butir dan 88 butir.

"Kedua tersangka dijerat Pasal 196 Junto 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukum 10 sampai 15 tahun," terangnya.

Tersangka pelaku BAS (33), lanjut Imara, menyalahgunakan narkotika jenis sabu dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun, sementara tersangka berinisial FZ (39) dengan sangkaan penyalahgunaan narkotik jenis Sabu dengan ancaman hukum 4 sampai 20 tahun.

"Dari ke empat pelaku ini, dua tersangka merupakan lulusan SMA, sehingga Polres Pangandaran saat ini gencar melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah," ucapnya.

Dari keterangan terduga pelaku, Imara menyebut, tersangka pelaku ARR (21) mengaku terbawa ajakan teman-temannya untuk mengedarkan dan menjual serta mengkonsumsi obat-obatan terlarang jenis Hexymer dan Tramadol dan ia pun mengaku baru pertama kali mengonsumsi serta menjual barang haram ini.

"Untuk untuk mencegah penyelundupan narkoba melalui perairan, Sat Res Narkoba kami juga juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba pada para nelayan dan pelaku wisata," ungkapnya. (hiek)

Diduga Akibat Kecelakaan Tunggal, Seorang Pria Tewas Di Jalur Wisata Batuhiu-Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM
  - Warga Dusun Budiasih Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dihebohkan dengan pememuan mayat seorang pria yang tergeletak di pinggir jalan wisata blok Pantai Budiasih, dengan sejumlah luka di tubuhnya.(22/08)

Menurut Seorang warga Budiasih, sekitar pukul 5 pagi saat dirinya melintas di kawasan itu, tiba-tiba melihat sesosok laki-laki yang tergeletak dengan luka di beberpa bagian tubuh.

"Saya segera memanggil warga serta memberitahukan penemuan mayat tersebut," terangnya.

Kasat Lantas Polres Pangandaran AKP Asep Nugraha membenarkan, mayat laki-laki tersebut diketahui bernama Aep Saepudin (29) warga Dusun Kalapatiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran dan diduga korban mengalami kecelakaan lalu-lintas.

Asep menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh pesepeda dari arah pantai Batuhiu menuju ke arah timur atau arah ke Pangandaran sekitar pukul 05.45 WIB.

"Lokasi penemuan jasad ditemukan disamping jalan wisata lintas pantai Pangandaran, tepatnya di  Dusun Budiasih RT 1 RW 19, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi," jelasnya.

Asep mengatakan, pihaknya sekitar pukul 06.00 WIB pagi baru menerima laporan, dan anggota langsung menuju ke TKP, dan saat di lokasi korban tergeletak di rumput ilalang dengan kondisi sudah tak bernyawa dengan.

"Di sekitar lokasi juga kami temukan motor Aep yang kondisinya rusak bagian depan," imbuhnya.

Asep menyebut saat ditemukan korban tergeletak di ilalang rumput pinggir pantai sejauh 4 meter dari sepeda motor miliknya berjenis Jupiter MX tanpa plat nomor dengan kondisi rusak bagian stang depan.

Asep korban diduga mengalami kecelakaan tunggal dan hilang kendali saat mengendarai sepeda motornya dari arah Batuhiu menuju Pangandaran, namun Asep belum bisa memastikan penyebab olengnya korban saat mengendarai sepeda motor hingga terjatuh dan tubuhnya terpental beberapa meter.

"Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Pandega untuk dilakukan visum terlebih dahulu," ungkapnya. (hiek)

Polres Pangandaran Dirikan Posko Kampung Bebas Narkoba di Desa Ciliang


PANGANDARANNEWS.COM
- Kejadian temuan sabu 1 ton di Cimerak pada tahun 2022 lalu yang melibatkan setidaknya 2 orang warga Desa Ciliang Kecamatan Parigi, Polres Pangandaran pun membangun Posko Kampung Bebas Narkoba di Desa tersebut.

Seperti disampaikan Wakapolres Pangandaran AKBP Arisbaya, Desa Ciliang memiliki kisah tersendiri dalam kasus narkoba beberapa waktu lalu dan selain itu Desa Cliang pun memiliki objek wisata Pantai Batu Hiu yang tentunya rentan terjadi penyelundupan narkoba.

Arisbaya mengatakan, dengan didirikan Posko Kampung Bebas Narkoba ini tentu nantinya masyarakat mendapat edukasi dan benteng dari bahaya narkoba agar tidak mudah tergelincir dengan bahaya narkoba ini.

"Semua unsur masyarakat, pemerintah dan juga aparat kepolosiian ikut dalam pencegahan peredaran narkoba di posko ini," ungkapnya.(21/08)

Menurutnya, Kampung Bebas Narkoba di Pangandaran baru ada satu di Pangandaran, dan kedepan di desa lain juga harus punya posko sejenis.

Masih di tempat yang sama, Kepala Desa Ciliang Su'id mengatakan, ia mengaku sempat kaget ketika desanya dijadikan Kampung Bebas Narkoba namun setelah diberi penjelasan ia pun menjadi faham.

"Posko ini sebagai upaya prefentip pencegahan peredaran narkoba," katanya.

Dia menjelaakan, kedua warganya yang sempat terlibat penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1 ton pada 2022 lalu dan tertangkap di Cimerak.

"Itu terjadi beberapa tahun lalu," ucapnya.(hiek)

Kado Manis Di HUT Kabupaten Tasik Ke 391, Desa Karangmekar Raih Penghargaan Desa Mandiri


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Di Hari yang ke-391 Kabupaten Tasikmalya yang puncak kegiatannya dilaksanakan di lapangan Rancabangkung Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal, memberikan Piagam Penghargaan

Desa Mandiri kepada Desa Karangmekar yang diserahkan lngsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda)Dr. H. Mohamad Zwn.(20/08)

Seperti diketahui, sebelumnya Desa Karangmekar juga telah ditetapkan sebagai desa mandiri oleh Menteri Desa.

Dalam sambutannya Zen mengaku merasa bangga atas perkembangan yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, karena  sinergitas antar lembaga-lembaga di desa, seperti BPD, LPM dan tokoh masyarakat sudah terjalin harmonis dan signifikan.

Zen mengatakan, penghargaan ini untuk yang pertama kalinya, dan tentu penghargaan ini menjadi salah satu bukti komunikasi dan harmonisasi lembaga-lembaga yang ada di desa Karangmekar ini berjalan dengan baik.

"Hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, dan mudah-mudahan penghargaan ini menjadi motivasi yang baik bagi kita semua," ungkap Zen.

Ia juga berharap seluruh elemen yang ada di Desa Karangmekar terus tercurah sehingga status desa mandiri ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

Zene menyebut, sejak tahun 2020 yang lalu di Kabuaten Tasikmalaya sudah tidak ada lagi desa tertinggal apalagi sangat tertinggal, dan tentunya ini semua terwujud atas kerja keras pemdes dan seluruh warga.

“Saya juga berharap penghargaan Desa Mandiri ini dapat menjadi motivasi bagi desa lainnya untuk meningkatkan status desanya dari berkembang menjadi maju dan dari maju menjadi mandiri," tegasnya.

Karena menurutnya semakin tinggi status desa maka yentu akan bisa mendorong pemda serta akan  menjadi kebanggan semua, sehingga dalam kesempatan ini ia titip dan minta agar semua kepala desa se-Kabupaten Tasikmalaya agar tidak lelah dan berhenti untuk terus berupaya secara maksimal dalam pengelolaan keuangan desa yang akuntabel   dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang optimal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Dengan demikian tentu pun kesejahteraan masyarakat akan tumbuh dan berkembang dengan baik," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Sekda juga mengucapkan selamat dan apresiasi kepada  kepala desa dengan Status Desa Mandiri dari 14 desa se-Kecamatan Karangnunggal, karena berkat capaian tersebut tentu sangat berdampak pada meningkatnya kualitas dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakatnya.

"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya karena si momen HUT Kabupaten Tasikmalaya, Desa Karangmekar sudah memberikan sebuah kebanggaan bagi kita semua," imbuh Zen (anwarwaluyo-udirustandi)

Jadi Bendera Terpanjang Di Jabar, Masyarakat Langkaplancar Pangandaran Kibarkan Merah Putih Sepanjang 4000 meter


PANGANDARANNEWS.COM
- Masih dalam momen peringatan Hari Kemerdekaan  Ri ke-78, masyarakat di Kecamatan Langkaplncar Kabupaten Pangandaran membentangkan bendera merah putih sepanjang 4000 meter yang dilaksanakan lapangan Sirkuit Serdadu, Desa Pangkalan. (19/08)

Pengibaran bendera sepanjang 4 Km yang dilaksanakan oleh sekitar 10 ribu warga tersebut dibentangkan mengelilingi sirkuit Serdadu sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan disaksikan ribuan masyarakat yang memenuhi lokasi pengibaran bendera.

Dari pantuaan PNews yang hadir dalam acara tersebut, tampak warga mulai mendatangi lokasi sejak pukul 07.00 WIB pagi dan berebut ingin menjadi pembentang bendera, sedangkan pembentangan bendera sendiri dimulai sekitar pukul 10.00 WIB siang dengan mengelilingi lapangan sirkuit Serdadu.

Gemuruh suara teriakan dan sorak gembira warga yang diiiringi lagu-lagu nasional pun mengisi khidmatnya pembentangan sang saka merah putih.

Pembentang paling depan dilalsnakn oleh Paskibraka dan diikuti jajaran tokoh masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Pangandara, perwakilan pemkab, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran Ida Nurlaela dan masyarakat lainnya yang berpartisipasi.


Menurut salah seorang panitia Aceng, ia mengklaim pengibaran bendera merah putih di lokasi paling atas di Kabupaten Pangandaran ini merupakan yang terpanjang di Jawa Barat dan Indonesia aerta yang pertama kali ada.

"Kami mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang sudah berpartisipasi serta warga Pangandaran yang hadir dan ikut membentangkan bendera," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu pada tahun 2019, kata Aceng, pihaknya juga juga pernah mengibarkan bendera terpanjang namun kurang dari 4Km, dulu hanya 2.700 meter.

Ia juga berharap cinta pada tanah air ini bukan hanya mengibarkan bendera saja, namun harus menjadi warga negara yang baik.

"Dan hal ini yang harus tertanam sejak dini," tegasnya.


Sementra Ketua PKK Pangandaran Ida Nurlaela Wiradinata yang hadir di tengah-tengah masyarakat mengaku bangga dengan aksi yang digelorakan warga Langkaplancar, kareni menjadi salah satu bukti masyarakat Kabupaten Pangandaran cinta tanah air.

Ida menyebut, kedepannya pengibaran bendera merah putih mungkin bisa lebih panjang dan dibentangkan tidak hanya di Langkaplancar, tapi di daerah Pangandaran lainnya.

"Apalagi kita punya pantai, sungai dan curug, mungkin ke depan bisa dikolaborasikan sehingga pembentangan bendera terhubung," ucap Ida.(hiek)

Peringati HUT Kabupaten Tasik Dan Kemerdekaan Ke 78, Warga Sukaraja Kibarkan Bendera Raksasa


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Dandim 0612/Tsm Letkol INF Raden Henra SukmadjiDibrata S.i.p menghadiri pembentangan Bendera Merah Putih Raksasa ukuran 150 x 10 meter dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 78, bertempat di Bukit Panyangrayan Dusun Sadaukir Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja Kabupateb Tasikmalaya.(19/08)

Dalam kegiatan pembentangan Bendera Merah Putih Raksasa tersebut, bertindak sebagai  ketua panitia, Danramil 1214/Sukaraja Kapt. Inf. Adi Jumali, dihadiri sekitar 500 undangan, antara lain Dandim 0612/Tasikmalaya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Nana Heryana, MM, Camat Sukaraja Dr. H. Daris, S.Pd.,M.Si, Kapolsek Sukaraja AKP Puryono
,Kepala Puskesmas Sukaraja H. Memed Supendi, Babinpotdirga Lanud Wiriadinata Serka Yunarto, Ketua MUI Kecamatan yang diwakili oleh KH.R.Cecep Ahmad Mukodas, Ketua Karang Taruna Kec. Sukaraja Iyep, Kepala Desa Sukapura, Drs. Deli Sadili dan tamu undangan lainnya.

Menurut ketua panitia Danramil 1214/Sukaraja Kapt. Inf. Adi Jumali, tujuan kegiatan ini diantaranya untuk meningkatkan jiwa nasionalisme khususnya masyarakat di Kecamatan Sukaraja umumnya di Kabupaten Tasikmalaya agar generasi muda lebih meningkatkan jiwa nasionalismenya.


Ini baru pertema kali, Jumali jga mengaku kegiatan ini idenya langsung darinua yang lalu dikoordinasi dengan muspika dan para kades, para tokoh dan pengelola, dan ternyata semuanya mendukung.

"Insya alloh kalau ada kemauan pasti ada jalan," ucapnya.

Jumali mengatakan, pihak Kodim pun akan mendorong agar ke depannya bisa menjadi terbesar dan terpanjang karena nantinya kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan HUT Kabupaten Tasikmalaya dan Peringatan Kemerekaan RI.

"Rencananya bendera dengan panjng 392 meter dan lebar 17 mete," terangnya.

Jumali menyebut, pengerjaan bendera merah putih ini dengan melibatkan empat orang penjahit yang bekerja dalam satu ruangan yang luas, dan pada saat dilakukan gladi ada yang jebol sehingga pengerjaan pun harus  diulang lagi.

Kain yang pakai untuk pembutan bendera merah putih sepanjang 150 meter x 10 meter ini mengahabiskan 12 roll kain.

"Semoga rencana di tahun 2024  pengibaran bendera dengan lebar lebih yang sekaranf bisa terwujud," ungkap Jumali.

Semantra dalam sambutannya Bupati Tasikmalaya yang dibacakan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kab. Tasikmalaya Drs. Rudi Sonjaya Saehuri, M.Pd, menyampaikan, intinya Pemkab
sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh MUSPIKA Kecamatan Sukaraja, yang dipelopori oleh Danramil Sukaraja.

Ia menambahkan, banyak hal positif yang bisa diraih dari kegiatan ini, seperti betapa sulit dan beratnya proses pelaksanaan kegiatan ini mungkin sama halnya dengan proses memperjuangan kemerdekaan RI yang hingga saat ini sudah mencapai usia 78 tahun.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini menjadi bisa menjadi ajang tumbuhnya pariwisata, serta peningkatan ekonomi masyarakat," kata Rudi.

Masih di tempat yang sama,  Dandim 0612/Tsm, Letkol Inf. Raden Henra Sukamdjidibrata, S.I.P menambahkan, makna dari pengibaran bendera di Bukit Penyangrayan ini ternyata segala sesuatu butuh perjuangan dan kesungguhan untuk bisa diimplementasikan.

Berbeda dengan sekarang ini, melihatnya sangat mudah padahal untuk kegiatan ini diperlukan waktu sekitar satu bulan, belum lagi dengan  kendala dan hal lainnya.

"Sama halnya dengan kemerdekaan yang sudah kita nikmati 78 tahun, itu bukan hal yang mudah dicapai oleh para pejuang kita," ucapnya.
(amirsaripudin-udirustandi)

Berbagai Perlombaan Warnai Peringatan HUT RI Ke 78 Di RS SMC Tasikmalaya


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 78 yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya, beberapa perlombaan pun digelar untuk menyemarakan momen kedua tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Rumah Sakit SMC Tasikmalaya Indra Lesmana, saat dijumpai PNews di sela-sela kesibukannya.(17/08)

Selain untuk memeriahkn Hari Kemerdekaan, rangkaian kegiatan dalam momen ini pun kata Indra untuk meningkatkan silaturahmi antara satu dengan lainnya.

Kegiatan lomba yang diikuti ratus pegawai RS SMC ini, diantaranya lomba lari estafet, tarik tambang, bola voly dengan menggunakan kain sarung dan lomba lainnya.

"Intinya kami ingin berkontribusi untuk ikut memeriahkan HUT RI ke78 dan HUT Kabupaten Tasikmalaya," ucap Indra.

Dan sesuai visi-misi bupati, RS SMC akan selalu memberikan  pelayanan yang berkualitas, ramah, nyaman dan akuntabel.

"Di usianya yang ke 78 mudah-mudahan Indonesia semakin maju, tentunya dalam berbagai sektor dan utamanya sektor kesehatan masyarakat," pungkasnya. (anwarwaluyo)

Kades Beri Apresiasi, Ribuan Warga Wonoharjo Ikuti Kemeriahan HUT RI Ke 78


PANGANDARANNEWS.COM
- Ribuan masyarakat Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran sejak pagi datang memenuhi lapang sepak bola desa  untuk mengikuti upacara Hari Kemerdekaan RI ke 78, yang dipimpin langsung Kepala Desa Wonoharjo (17/08)

Sebelum memasuki lapang upacara, warga mengikuti karnaval dengan aneka kendaraan yang dihias serta diiringi hentakan musik dari sound system yang dipasang di masing-masing kendaraan peserta karnaval.

Tak hanya kendaraan, peserta karnaval pun menghiasi diri dengan hiasan wajah dan pakaian yang menyolok sehingga jadi pusat perhatian dan tontonan warga.

Usai upacara saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Wonoharjo Dede Suprapto mengatakan, ia sangat terharu dan apresiasi melihat antusias warga untuk bersama-sama hadir dan mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke 78 ini.


Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan seperti sejumlah perlombaan yang dilaksanakan di tiap-tiap dusun dan RW selalu mendapat respon positif dari masyarakat, dan ini tentu menjadi cermin bahwa kerukunan dan gotong-royong warga Desa Wonoharjo masih kental.

"Kami senang sekaligus bangga karena peringatan hari kemerdekaan di desa kami didukung langsung oleh warga," ucapnya.

Seperti diketahui, kata Dede, di Desa Wonoharjo dengan luas wilayah sekitar 643 km2, ada  3 dusun (Wonoharjo, Kedungrejo dan Padasuka), 20 RW dan 47 Rt serta jumlah warga sekitar 
jumlah warga sekitar 12 ribu jiwa.

"Mayoritas warga kami terdiri dari petani dan nelayan," jelas Dede.

Ia mengatakan, saat ini lapang sepak bola yang digunakan untuk upacara serta menjadi tempat aktivitas olahraga masyarakat statusnya milik Grand Pangandaran, dan pihaknya berharap mudah-mudahan ke depan Pemda Kabupaten Pangandaran bisa membantu agar lapang tersebut menjadi milik desa.

"Mungkin dengan cara dihibahkan atau lainnya, yang penting Desa Wonoharjo bisa memiliki lapang olahraga sendiri," ucapnya.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN